Anda di halaman 1dari 48

Secara perlahan-lahan bumi mengadakan

kondensasi atau menjadi lebih dingin sehingga pada


suatu saat terbentuklah kerak atau kulit bumi. Yang
berbentuk cair membentuk samudra atau hidrosfer,
yang berbentuk gas disebut atmosfer dan yang
berbentuk padat disebut litosfer. Pada saat ini kulit
bumi tersebut dihuni oleh berbagai jenis makhluk hidup
yang beraneka ragam. Lapisan bumi yang dihuni oleh
berbagai makhluk hidup itu kita sebut biosfer.
Banyak terdapat teori maupun paham-paham yang
dikemukakan oleh para ilmuan mengenai teori awal
mula kehidupan di dunia. Namun semuanya belum
dapat memberikan jawaban yang pasti. Sebenarnya
sudah sejak zaman Yunani Kuno manusia berusaha
memberikan jawaban terhadap awal mula kehidupan di
muka bumi ini. Namun, jawaban itu umumnya hanya
berupa dongeng atau mitos belaka. Berikut ini
dikemukakan beberapa teori-teori awal mula makhluk
hidup di dunia, sebagai bahan kajian kita untuk
mengenal lebih jauh sejarah awal mula kehidupan di
dunia.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh sekelompok


peneliti dari 243rd National Meeting & Exposition of
the American Chemical Society (ACS) pada tanggal 27
Maret kemarin mengemukakan suatu fakta yang
mengejutkan. Mereka mengungkapkan bahwa, jutaan
tahun lalu, bumi telah dibombardir oleh ribuan meteor
dan juga komet. Menurut penelitian mereka, seperti
yang dikutip oleh Sciencedaily.com, komet yang jatuh
ke bumi membawa air sebagai awal muasal munculnya
kehidupan di bumi.
Bukti lain yang memperkuat bahwa jutaan tahun
lalu bumi telah dibombardir oleh komet adalah
banyaknya ceruk-ceruk di permukaan bulan. Seperti
yand diketahui bulan memiliki jarak yang tidak begitu
jauh dari bumi, dan tentu saja, apabila bumi terkena
hantaman beribu-ribu komet, maka tidak menutup
kemungkinan bulan juga terkena imbasnya. Sebelum
komet menghajar bumi, planet ini merupakan planet
yang memiliki suhu yang amat sangat panas dan sangat
mustahil bagi makhluk hidup untuk mendiami tempat
panas seperti bumi.
Evolusionis pertama yang meneliti asal usul
kehidupan di abad kedua puluh adalah pakar biologi
Rusia, Alexander Oparin. Ia bertujuan menjelaskan
bagaimana makhluk bersel satu paling pertama, yang
menurut teori evolusi dianggap sebagai nenek moyang
semua makhluk hidup, dapat terbentuk.

Pada tahun 1930-an, Oparin merumuskan sejumlah


teori untuk menerangkan bagaimana sel paling pertama
dapat muncul dari benda tak hidup melalui peristiwa
alamiah tanpa sengaja, atau secara kebetulan. Namun,
usahanya berakhir dengan kegagalan dan Oparin sendiri
harus mengakui. Sayangnya, asal-usul sel masih
merupakan pertanyaan yang ternyata menjadi bagian
paling gelap dari keseluruhan teori evolusi. (Alexander
I. Oparin, Origin of Life, (1936) NewYork: Dover
Publications, 1953 (Reprint), hlm.196.)
Para evolusionis setelah Oparin melakukan
percobaan untuk menemukan penjelasan evolusionis
tentang asal-usul kehidupan. Yang terkenal di antaranya
dilakukan oleh ahli kimia Amerika, Stanley Miller,
pada tahun 1953. Miller berhasil mendapatkan sedikit
senyawa organik sederhana dengan mereaksikan gas-
gas yang ia yakini terdapat pada atmosfer bumi purba.
Teori Asal-usul Kehidupan di Bumi
 Teori Kosmozoa
Teori ini menerangkan adanya kehidupan di bumi kita
dengan mengandaikan bahwa kehidupan dibawa kemari
dari tempat lain di alam semesta, boleh jadi tergabung
dalam meteorit yang jatuh.
 Teori Pfluger
Teori ini menyatakan bahwa bumi berasal dari suatu
materi yang sangat panas, kemudian dari bahan itu
mengandung karbon dan nitrogen terbentuk senyawa
Cyanogen (CN). Senyawa tersebut dapat terjadi pada
suhu yang sangat tinggi dan selanjutnya terbentuk zat
protein pembentuk protoplasma yang akan menjadi
makhluk hidup.
 Teori Moore
Teori ini menyatakan bahwa makhluk hidup dapat
muncul dari kondisi ysng cocok dari bahan anorganik
pada saat bumi mengalami pendinginan melalui suatu
proses yang kompleks dalam larutan yang labil. Bila
fase keadaan kompleks itu tercapai akan muncullah
hidup.
 Teori Allen
Teori ini menyatakan bahwa pada saat keadaan fisis
bumi ini seperti’ keadaan sekarang, beberapa reaksi
terjadi yaitu energi yang datang dari sinar matahari
diserap oleh zat besi yang lembab dan menimbulkan
pengaturan atom dari materi-materi. Interaksi antara
nitrogen, karbon, hidrogen, oksigen, dan sulfur dalam
genangan air di muka bumi akan membentuk zat-zat
yang difus yang akhirnya membentuk protoplasma
benda hidup.
 Teori Transendental
Teori ini merupakan jawaban secara religi bahwa benda
hidup itu diciptakan oleh Super Nature atau Tuhan
Yang Maha Kuasa di luar jangkauan sains.
Asal Mula Kehidupan di Bumi
Posted by Aditya Lukman Pradana on 19.02. Sains -
No comments

Tentunya kita sebagai manusia sering


bertanya-tanya, “dari mana asal kehidupan di
bumi?” pada hakikatnya jawaban atas pertanyaan
itu melahirkan banyak teori-teori tentang asal mula
kehidupan di bumi, diantaranya adalah :
1. Teori Cosmozoa
Teori ini mengatakan bahwa makhluk hidup
datang di bumi dari bagian lain alam semesta ini.
Asumsi yang mendasari teori ini adalah (a) benda
hidup itu ada atau telah ada di suatu tempat dalam
alam semesta ini, (b) hidup itu dapat
dipertahankan selama perjalanan antar benda
angkasa ke bumi.

2. Teori Pfsuger
Teori ini mengatakan bahwa bumi berasal dari
suatu materi yang sangat panas sekali, kemudian
dari bahan itu mengandung karbon dan nitrogen
berbentuk senyawa cyanogens (CN), dimana
senyawa tersebut dapat terjadi pada suhu yang
sangat tinggi dan selanjutnya berbentuk zat
protein sebagai pembentuk protoplasma yang
akan menjadi makhluk hidup.

3. Teori Moore
Mengatakan bahwa makhluk hidup dapat
muncul dari kondisi yang cocok dari bahan
anorganik pada saat bumi mengalami pendinginan
melalui suatu proses yang kompleks dalam larutan
yang labil. Bila fase keadaan kompleks itu tercapai
akan muncullah makhluk hidup.

4. Teori Allen
Mengatakan bahwa pada saat keadaan fisik
bumi ini seperti keadaan sekarang, beberapa
reaksi terjadi, yaitu reaksi yang datang dari sinar
matahari diserap oleh zat besi yang lembab dan
menimbulkan pengaturan atom dan materi-materi.
Interaksi antara nitrogen, karbon, hidrogen,
oksigen, dan sulfur dalam genangan air di muka
bumi akan membentuk zat-zat yang akhirnya
membentuk protoplasma benda hidup.

5. Teori Transedental atau Penciptaan


Merupakan jawaban secara religi bahwa
makhluk hidup itu diciptakan oleh Super Nature
atau Yang Maha Kuasa di luar jangkauan sains.

6. Teori Abiogenesis atau Generatio Spontanea


Teori ini dikemukakan oleh seorang ilmuwan
yang bernama Aristoteles, dia mengatakan bahwa
makhluk hidup terjadi secara spontan. Hal tersebut
berdasarkan pengamatan seperti cacing berasal
dari lumpur, ulat berasal dari daging yang
membusuk.
7. Teori Fransisco Redi (1626-1697)
Redi pernah melakukan eksperimen
menggunakan keratan daging segar yang
dimasukkan k:? dalam labu-labu/ gelas-gelas yang
sebagian dibiarkan terbuka dan yang lainnya
ditutup rapat. Setelah beberapa hari diamati, gelas
yang terbuka dihinggapi lalat dan lalat tersebut
kemudian bertelur di sana. Akhirnya muncullah
ulat-ulat pada daging yang mulai membusuk pada
gelas tanpa tutup tersebut. Sebaliknya gelas yang
ditutup rapat tidak ditemukan adanya ulat/
kesimpulan yang dapat diambil adalah asal mula
kehidupan dari telur omne vivum ex ovo.

8. Percobaan Lazzaro Spalanzani (1729-1799)


Dia melakukan eksperimen dengan
menggunakan air kaldu yang dimasukkan dalam
tabung reaksi dengan perlakuan yang berbeda-
beda. Dalam tabung reaksi I diisi air kaldu dan
ditutup rapat-rapat kemudian disimpan. Tabung
reaksi II diisi kaldu, dipanaskan ± 15 menit, ditutup
rapat kemudian disimpan. Tabung raksi III diisi air
kaldu terus dipanaskan ± 15 menit kemudian
disimpan tanpa diberi tutup. Setelah beberapa hari
diamati ternyata tabung reaksi I dan III dijumpai
ada jasad renik/kehidupan. Kesimpulan yang
dapat diambil adalah bahwa adanya telur harus
ada jasad renik dulu atau omne ovum ex vivo.
9. Teori Biogenesis
Dikemukakan oleh Louis Pasteur (1822-1895)
yang melakukan eksperimen dengan
menggunakan air kaldu dengan labunya yang
berbentuk leher angsa. Kesimpulan dari
eksperimennya adalah kehidupan yang terjadi
karena adanya kehidupan sebelumnya, dan
segala sesuatu yang hidup berasal dari telur atau
omne vivum ex ovo, omne ex vivo. Adanya teori
Biogenesis menggugurkan teori Abiogenesis.

10. Harold urey (1893)


Berpendapat bahwa atmosfer di bumi suatu
saat kaya akan zat-zat kimia seperti CH4
(Metana), NH3 (Amoniak), H2 (Hidrogen) yang
bersama-sama uap air akan bereaksi dengan
sinar kosmis dan loncatan-loncatan/ kilatan-kilatan
listrik alam (petir) dapat membentuk senyawa
protein yang merupakan komponen dasar dari
makhluk hidup. Zat-zat ini berjuta-juta tahun
berkembang menjadi berbagai organisme.

11. A. I. Oparin
Pada tahun 1924 mempublikasikan
pendapatnya tentang asal mula kehidupan, namun
kurang diterima ahli-ahli lain. Akan tetapi setelah
diterbitkan ke dalam berbagai bahasa pada tahun
1936 barulah mendapat tanggapan. Pada saat
yang hampir bersamaan secara terpisah I.B.S
Haldane juga mengemukakan pendapat yang
serupa dengan Oparin. Rangkuman pendapat
mereka sebagai berikut : “Jasad hidup terbentuk
dari senyawa-senyawa kimiawi dalam laut pada
masa atmosfer bumi belum mengandung oksigen
bebas (O2), asam amino sederhana, purine,
pirimidin, golongan gula; kemudian terbentuk juga
senyawa-senyawa polipeptida, asam polinukleat,
polisakarida yang terbentuk dengan bantuan sinar
ultraviolet, petir dan sinar radiasi. Jasad hidup
yang pertama disebut protobiont diperkirakan
hidup di dalam laut 5-10 m di bawah permukaan
laut, karena di tempat itulah mereka akan
terlindungi dari sinar ultraviolet intensitas tinggi
dari matahari. Baru setelah jasad hidup itu
berkembang lebih sempurna dan mampu untuk
memproduksi oksigen, kemudian lama kelamaan
kehidupan merayap ke pantai-pantai dan terakhir
memenuhi daratan.”

12. Stanley L. Miller (1953)


Mengadakan percobaan dengan bunga-bunga
api listrik dan sumber listrik bertegangan tinggi ke
suatu saluran yang di dalamnya terdapat larutan
uap yang mengandung metana, amoniak, dan
nitrogen. Dari percobaan itu terbentuk senyawa-
senyawa organik seperti asam amino dan
deoksiribosa serta asam nukleat. Ini semua
merupakan senyawa-senyawa dasar yang
biasanya ditemukan pada setiap jasad hidup.
Kesimpulan percobaan ini adalah : kehidupan ada
karena kehidupan sebelumnya, unsur yang paling
banyak dalam makhluk hidup adalah oksigen,
persenyawaan yang terbanyak dalam makhluk
hidup adalah air.

Sumber : TIM PENGAJAR IKD (ILMU KEALAMAN


DASAR)
Biosfer
Biosfer adalah bagian luar dari planet Bumi,
mencakup udara, daratan, dan air, yang
memungkinkan kehidupan dan proses biotik
berlangsung. Dalam pengertian luas menurut
geofisiologi, biosfer adalah sistem ekologis global
yang menyatukan seluruh makhluk hidup dan
hubungan antarmereka, termasuk interaksinya
dengan unsur litosfer (batuan), hidrosfer (air), dan
atmosfer (udara) Bumi. Bumi hingga sekarang adalah
satu-satunya tempat yang diketahui yang mendukung
kehidupan. Biosfer dianggap telah berlangsung
selama sekitar 3,5 miliar tahun dari 4,5 miliar tahun
usia Bumi.
Seluruh ekosistem di dunia disebut biosfer. Dalam
biosfer, setiap makhluk hidup menempati lingkungan
yang cocok untuk hidupnya. Lingkungan atau tempat
yang cocok untuk kehidupannya disebut habitat.
Dalam biologi kita sering membedakan istilah habitat
untuk makhluk hidup mikro, seperti jamur dan
bakteri, yaitu disebut substrat.
Dua spesies makhluk hidup dapat menempati habitat
yang sama, tetapi tetap memiliki relung (nisia)
berbeda. Nisia adalah status fungsional suatu
organisme dalam ekosistem. Dalam nisianya,
organisme tersebut dapat berperan aktif, sedangkan
organisme lain yang sama habitatnya tidak dapat
berperan aktif. Sebagai contoh marilah kita lihat
pembagian nisia di hutan hujan
tropis.

Suatu benda dinyatakan hidup atau maklhuk hidup


jika memiliki ciri-ciri :
1. Melakukan pertukaran zat atau metabolisme;
artinya adanya zat yang masuk dan keluar.
2. Tumbuh; artinya bertambah besar karena
pertambahn dalam dan bergerak.
3. Melakukan reproduksi atau berkembang biak.
4. Memiliki irritabilitas atau kepekaan terhadap
rangsangan dan memberikan reaksi terhadap
rangsangan itu.
5. Memilki kemampuan mengadakan adaptasi
terhadap lingkun rangsangan itu.

Peta Lokasi Cagar Biosfer di Indonesia


Secara biogeografi wilayah Negara Kesatuan
Republik Indonesia dibagi menjadi 7 biogeografi
utama, yaitu :
1. Sumatera.
2. Jawa dan Bali.
3. Kalimantan.
4. Nusa Tenggara termasuk Pulau Wetar.
5. Sulawesi.
6. Maluku.
7. Papua termasuk Pulau Kai dan Aru.
Cagar Biosfer adalah situs yang ditunjuk oleh
berbagai negara melalui kerjasama program MAB-
UNESCO untuk mempromosikan konservasi
keanekaragaman hayati dan pembangunan
berkelanjutan, berdasarkan pada upaya masyarakat
lokal dan ilmu pengetahuan yang handal. Sebagai
kawasan yang menggambarkan keselarasan
hubungan antara pembangunan ekonomi,
pemberdayaan masyarakat dan perlindungan
lingkungan, melalui kemitraan antara manusia dan
alam. Usulan penetapan cagar biosfer diajukan oleh
pemerintah nasional. Setiap calon cagar harus
memenuhi kriteria tertentu dan sesuai dengan
persyaratan minimum sebelum dimasukan kedalam
jaringan dunia. Indonesia mempunyai 7 cagar biosfer
antara lain sebagai berikut :
1. Cagar Biosfer Pulau Siberut ditunjuk tahun
1981 dengan area inti Taman Nasional Siberut seluas
190.500 ha yang ditetapkan pada tahun 1993.
2. Cagar Biosfer Gunung Leuser ditunjuk tahun
1981 dengan area inti Taman Nasional Gunung
Leuser seluas 792.675 ha yang ditetapkan pada tahun
1980.
3. Cagar Biosfer Tanjung Puting ditunjuk tahun
1977 dengan area inti Taman Nasional Tanjung
Puting seluas 415.040 ha yang ditetapkan pada tahun
1982.
4. Cagar Biosfer Cibodas ditunjuk tahun 1977
dengan area inti Taman Nasional Gunung Gede
Pangrango seluas 15.196 ha yang ditetapkan pada
tahun 1980.
5. Cagar Biosfer Lore Lindu ditunjuk tahun 1977
dengan area inti Taman Nasional Lore Lindu seluas
229.000 ha yang ditetapkan pada tahun 1993.
6. Cagar Biosfer Komodo dtunjuk pada tahun 1977
dengan area inti Taman Nasional Komodo seluas
173.300 ha yang ditetapkan pada tahun 1990. Pada
tahun 1989 Kawasan Komodo juga dideklarasikan
sebagai Situs Warisan Dunia (World Heritage Site).
7. Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu, Riau
(sedang diusulkan) adalah cagar biosfer hasil
kerjasama antara LIPI, Departemen
Kehutanan(BBKSDA, Riau), Pemerintah Daerah
Provinsi Riau,dan sektor swasta(Sinar Mas Forestry).
Keunikan dari ekosistem cagar biosfer Giam Siak
adalah banyak ditemukan sumber mata air yang
sangat penting untuk menjaga keseimbangan volume
air pada area cagar biosfer bersangkutan.
Sebelum makhluk hidup muncul dipermukaan Bumi,
yang ada hanya bakal biosfer, yaitu lingkungan fisis
saja. Oleh karena itu, timbullah pertanyaan darimana
dan bagaaimana makhluk hidup itu menghuni
dibumi? Untuk menjawab pertanyaan itu terdapat
berbagai teori, yaitu antara lain :
1. Teori Cosmozoa, yang menyatakan bahawa
makhluk hidup datang dibumi dari bagian luar lain
alam semesta ini. Diprediksi bahwa suatu benda berat
telah menyebarkan benda hidup itu merupakan suatu
partikel-partikel kecil.
2. Teori Pfluger, yang menyatakan bahwa Bumi
berasal dari suatu materi yang sangat panasa,
kemudian dari bahan itu mengandung karbon dan
notrogen terbentuk senyawa Cyanogen (CN).
3. Teori Moore, yang menyatakan bahwa hidup
dapat muncul dari kondisi yang cocok dari bahan
anorganik pada saat Bumi mengalami pendinginan
melalaui suatu proses yang kompleks dalam larutan
yang labil.
4. Teori Allen, yang menytakam bahwa pada saat
keadaan Bumi seperti keadaan sekarang, beberapa
reaksi terjadi yaitu energi yang datang dari sinar
Matahari diserap oleh zat besi yang lembab dan
menimbulkan pengaturan atom dari materi-materi.
5. Teori Transendemental, atau ari ciptaan yang
merupakan jawaban secara religi bahwa benda hidup
itu diciptakan oleh Super Nature atau Tuhan Yang
Mahakuasa diluar jangkauan Sains.
6. Konsep atau Teori Modern, beberapa ahli Ilmu
Alamiah dari Aristoteles samapai beberapa abad
kemudian berpendapat bahwa berdasarkan
pengalamannya, benda-benda hidup itu mungkin
dapat timbul dari benda-yang dibebaskan dari
opencemaran lalat tidak menghasilkan ulat. Terdapat
banyak bukti bahwa 2000 juta tahun lalu keadaan
permukaan Bumi sangat berbeda dengan keadaam
bmi sekarang. Pada saat sebelum ada tumbuhan dan
hewan, udara (atmosfer) terutama terdiri dari gas
metan, amonia, uap air, dan gas hidrogen serta unsur
oksigen, nitrigen yang sangat reaktif, yang
bersenyawa sebagai oksidasi nutrida.
PENGERTIAN MAKHLUK HIDUP
Arti hidup dalam islam dapat diambil dari kata hayat
yang berasal dari kata hidayah yang berarti hidup.
Adapun makhluk hidup antara lain terdiri dari :
manusia, jin, malaikat, setan, huwan, dan tumbuh –
tumbuhan dan benda alam. Berbeda dengan makhluk
lain manusia memiliki tujuan hidup yang ditetapkan
lebih terperinci oleh ALLAH SWT didalam suatu
pedoman hidup.
Makhluk hidup yang ada dipermukaan bumi
beraneka ragam, tetapi secara garis besar mkahluk
hidup dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu
tumbuhan dan hewan. Tumbuhan yang termasuk
makhluk, secara relatif tidak dapat berpindah tempat
terutama tumbuhan tingkat tinggi, sedangkan yang
berhijau daun (berchhlorophyl) dapat membuat
makanannya dengan mengambil energi dari sinar
matahari. Sebaliknya, hewan seperti kebanyakn
mobil, artinya banyak bergerak atau pindah tempat.
Hewan tidak dapat membentuk makannanya sendiri,
maka ia mengambil makanan dari makhluk lain.
Dalam teori evolusi dikatakan bahwa makhluk yang
mula-mula adalah sangat serehana tingkatnya, yang
bersel, yang bertunggal dan hidup dari bahan
anorganis sehingga tergolong tumbuhan. Dari
golongan tumbuhan itu, sebagian berubah menjadi
hewan, yang selanjutnya berevolusi menjadi makhluk
yang beraneka ragam seperti kehidupan masa kini.
Darwin mengemukakan hukum seleksi alam sebagai
penyebab evolusi yaitu :
1. Semua makhluk berjuang untuk hidup
2. Yang lestari ialah yang paling kuat.
petunjuk evolusi dapat kita lihat dari :
1. Geologi dan palaentologi
2. Morfolgi dan anatomi perbandingan
3. Reaksi fisiologis perbandingan
4. Penyebaran makhluk hidup di muka bumi
5. Embriologi
Ciri-Ciri Makhluk Hidup
Mengapa batu disebut makhluk tak hidup, sedangkan
pohon disebut makhluk hidup? Ingatkah kamu bahwa
hanya makhluk hidup yang mempunyai ciri-ciri
hidup. Ciri-ciri hidup tersebut adalah bernapas,
bergerak, makan, mengeluarkan zat sisa, tumbuh,
berkembangbiak, peka terhadap rangsang dan
beradaptasi.
●Bernapas
Ciri utama makhluk dikatakan hidup yaitu bernapas.
Ketika bernapas makhluk hidup menghirup oksigen
(O2) dan menghembuskan karbon dioksida (CO2).
Oksigen diperlukan untuk proses oksidasi zat
makanan yang menghasilkan energi dan karbon
dioksida. Energi berguna untuk menjalankan
kegiatan hidup.
Reaksi oksidasinya sebagai berikut :
Zat makanan + oksigen —> energi + uap air + karbon
dioksida.
●Bergerak
Ada dua macam gerak yaitu gerak aktif dan gerak
pasif. Gerak aktif adalah gerak berpindah tempat
misalnya dengan kaki, sayap dan sirip. Gerak pasif
misalnya ditunjukkan oleh tumbuhan. Tumbuhan
tidak dapat berpindah tempat, tetapi menggerakkan
sebagaian tubuhnya.
Contohnya gerak daun menguncup, gerak batang
menghadap cahaya, gerak akar mendekati sumber air
serta gerak mekarnya bunga.
●Pekaterhadap Rangsang
Makhluk hidup peka terhadap perubahan yang terjadi
disekitarnya. Alat pengenal lingkungan pada manusia
dan hewan berupa indra. Indra peka terhadap
rangsang. Rangsang dapat berupa cahaya, bunyi, bau,
rasa atau sentuhan. Dengan adanya indra yang peka
terhadap rangsang-rangsang tersebut, manusia dan
hewan mempunyai kemampuan melihat, mendengar,
mencium, mengecap rasa dan menyentuh/meraba.
Tumbuhan tidak mempunyai alat indra, tetapi peka
terhadap rangsang. Misalnya tumbuhan putri malu
menguncupkan daunnya jika disentuh dan
pertumbuhan batang kearah cahaya matahari.
● Makan
Makanan diperlukan oleh makhluk hidup sebagai
sumber energi, untuk pertumbuhan dan mengganti
sel-sel yang rusak. Tumbuhan hijau memperoleh
makanan dengan memproduksi sendiri. Tumbuhan
hijau sebagai produsen mengolah zat-zat anorganik
menjadi zat organic melaluiprosesfotosintesis.
Fotosintesis adalah proses pembuatan makanan oleh
tumbuhan hijau dengan bantuan cahaya.
Tumbuhan tak berhijau daun, hewan dan manusia
tidak dapat membuat makanan sendiri. Mereka
memanfaatkan makanan dari hasil fotosintesis
tumbuhan hijau dan sumber lain dari hewan dan
alam.
● Mengeluarkan Zat Sisa
Dalam proses penyerapan makanan, terbentuklah zat
sisa yang merupakan zat yang tidak terserap oleh
tubuh. Zat-zat itu disebut zat sisa oksidasi biologis,
misalnya air dan karbon dioksida.Berdasarkan
aktivitas tubuh dan hasilnya, pengeluaran zat-zat sisa
dibedakan atas : Ekskresi,Respirasi,Defekasi.
• Ekskresi, merupakan pengeluaran zat-zat sisa yang
dilakukan oleh kulit dan ginjal. Kulit akan
mengeluarkan zat sisa yang dinamakan keringat
karena adanya kelenjar keringat di bawah kulit.
Ginjal akan menyaring darah dan mengeluarkan zat
sisa yang disebut urine.
• Respirasi, merupakan pengeluaran CO2 sebagai zat
sisa proses respirasi yang dikeluarkan melaluihidung.
• Defekasi, merupakan pengeluaran zat sisa
pencernaan makanan yang berupa tinja (feses)
melalui anus.
●Tumbuh
Makhluk hidup mengalami pertumbuhan dan
perkembangan. Pertumbuhan meliputi perubahan
ukuran tubuh, yaitu luas, tinggi dan berat.
Perkembangan adalah perubahan menjadi dewasa.
●BerkembangBiak
Makhluk hidup berkembang biak untuk
menghasilkan keturunan. Cara perkembangbiakan
makhluk hidup berbeda-beda. Hewan berkembang
biak antara lain dengan melahirkan, bertelur,
bertelur-melahirkan, bertunas, fragmentasi atau
membelah diri. Tumbuhan berkembang biak secara
alami dan buatan.
Perkembangbiakan alami pada tumbuhan yaitu
dengan biji (kawin) dan dengan tidak kawin, misalnya
membelah diri, spora, tunas, umbi, geragih dan akar
tinggal. Perkembangbikan tumbuhan secara buatan,
misalnya stek, cangkok, runduk dan kultur jaringan.
●Beradaptasi
Makhluk hidup mampu beradaptasi dengan
lingkungan. Macam-macam adaptasi makhluk hidup
adalah adaptasi morfologi, adaptasi tingkah laku, dan
adaptasi fisiologi.
Adaptasi morfologi adalah penyesuaian terhadap
lingkungan yang berhubungan dengan bentuk tubuh
atau alat tubuh. Contoh pada katak dan itik terdapat
selapu renang pada kakinya untukberenang.
Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian terhadap
lingkungan dalam bentuk tingkah laku. Contoh :
hewan bermigrasi ke lain tempat yang banyak sumber
makanan.
Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian terhadap
lingkungan dalam bentuk tingkah laku. Contoh :
berkeringat saat cuaca panas.
Dari ciri-ciri tersebut ada perbedaan ciri hidup yang
dimiliki antara hewan/manusia dengan tumbuhan,
anatara lain :
Hewan/Manusia
1.BergerakMelakukangerakpindahtempat.
2.Cara memperoleh makanan: Tidak dapat membuat
makanan sendiri (heterotrof) . Bahan yg
dimakanberupazatorganik.
3.Pertumbuhan: Hanya sampai batas usia tertentu
Tumbuhan
1.Bergerak :Tidakdapat berpindahtempatsendiri.
2.Cara memperoleh makanan: Dapat membuat
makanan sendiri (autotrof), Bahan yang diperlukan
untuk membuat makanan berupa zat anorganik
3.Pertumbuhan : .Tumbuh terus menerus sampai
mati.
KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP
Klasifikasi adalah suatu cara pengelompokan yang
didasarkan pada ciri-ciri tertentu. Semua ahli biologi
menggunakan suatu sistem klasifikasi untuk
mengelompokkan tumbuhan ataupun hewan yang
memiliki persamaan struktur. Kemudian setiap
kelompok tumbuhan ataupu hewan tersebut dipasang-
pasangkan dengan kelompok tumbuhan atau hewan
lainnya yang memiliki persamaan dalam kategori
lain. Hal itu pertama kali diusulkan oleh John Ray
yang berasal dari Inggris. Namun ide itu
disempurnakan oleh Carl Von Linne (1707-1778),
seorang ahli botani berkebangsaan Swedia yang
dikenal pada masa sekarng dengan Carolus Linnaeus.
Sistem klasifikasi Linnaeus tetap digunakan sampai
sekarang karena sifatnya yang sederhana dan
fleksibel sehingga suatu organism baru tetap dapat
dimasukkan dalam sistem klasifikasi dengan mudah.
Nama-nama yang digunakan dalam sistem klasifikasi
Linnaeus ditulis dalam bahasa Latin karena pada
zaman Linnaeus bahasa Latin adalah bahasa yang
dipakai untuk pendidikan resmi.
Adapun tujuan Klasifikasi makhluk hidup adalah :
1. Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan
persamaan ciri-ciri yang dimiliki
2. Mengetahui ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup
untuk membedakannya dengan makhluk hidup dari
jenis lain
3. Mengetahui hubungan kekerabatan makhluk
hidup
4. Emberi nama makhluk hidup yang belum
diketahui namanya atau belum memiliki nama
Selain memiliki tujuan, klasifikasi memiliki manfaat
bagi manusia, antara lain :
1. Klasifikasi memudahkan kita dalam mmpelajari
makhluk hidup yang sangat beraneka ragam 275d63a
2. Klasifikasi membuat kita mengetahui hubungan
kekerabatan antarjenis makhluk hidup
3. Klasifikasi memudahkan komunikasi

PROSES KLASIFIKASI
Para biologiawan masih menggunakan buku
Linnaeus yang berjudul Systema Naturae (sistem
Alam) yang diterbitkan tahun 1758 sebagai dasar
untuk klasifikasi ilmiah. Ada tiga tahap yang harus
dilakukan untuk mengklasifikasikan makhluk hidup.
1. Pencandraan (identifikasi), Pencandraan adalah
proses mengidentifikasi atau mendeskripsi ciri-ciri
suatu makhluk hidup yang akan diklasifikasi.
2. Pengelompokan, setelah dilakukan pencandraan,
makhluk hidup kemudian dikelompokkan dengan
makhluk hidup lain yang memiliki ciri-ciri serupa.
Makhluk hidup yang memiliki ciri serupa
dikelompokkan dalam unit-unit yang disebut takson.
3. Pemberian nama takson, selanjutnya kelompok-
kelompok ini diberi nama untuk memudahkan kita
dalam mengenal ciri-ciri suatu kelompok makhluk
hidup.

TINGKATAN TAKSON
PROSES KLASIFIKASI
Para biologiawan masih menggunakan buku
Linnaeus yang berjudul Systema Naturae (sistem
Alam) yang diterbitkan tahun 1758 sebagai dasar
untuk klasifikasi ilmiah. Ada tiga tahap yang harus
dilakukan untuk mengklasifikasikan makhluk hidup.
Tingkatan-tingkatan pengelompokan ini disebut
takson. Taksa (takson) telah distandarisasi di seluruh
dunia berdasarkan International Code of Botanical
Nomenclature dan International Committee on
Zoological Nomenclature. Urutan takson antara lain :
Kingdom
Divisio
Clasis
Order
Familia/genus
Species
Tingkatan Dalam Bahasa Indonesia
Dunia/Kerajaan
Divisio/Filum
Kelas
Ordo
Suku
Marga
Jenis
1. KINGDOM. Kingdom merupakan tingkatan
takson tertinggi makhluk hidup. Kebanyakan ahli
Biologi sependapat bahwa makhluk hidup di dunia ni
dikelompokkan menjadi 5 kingdom (diusulkan oleh
Robert Whittaker tahun 1969). Kelima kingdom
tersebut antara lain : Monera, Proista, Fungi,
Plantae, dan Animalia
2. FILUM/DIVISIO (KELUARGA BESAR). Nama
filum digunakan pada dunia hewan, dan nama
division digunakan pada tumbuhan. Filum atau
division terdiri atas organism-organisme yang
memiliki satu atau dua persamaan ciri. Nama filum
tidak memiliki akhiran yang khas sedangkan nama
division umumnya memiliki akhiran khas, antara lain
phyta dan mycota.
3. KELAS (CLASSIS). Kelompok takson yang satu
tingkat lebih rendah dari filum atau divisio
4. ORDO (BANGSA). Setiap kelas terdiri dari
beberapa ordo. Pada dunia tumbuhan, nama ordo
umumnya diberi akhiran ales.
5. FAMILI. Family merupakan tingkatan takson di
bawah ordo. Nama family tumbuhan biasanya diberi
akhiran aceae, sedangkan untuk hewan biasanya
diberi nama idea.
6. GENUS (MARGA). Genus adalah takson yang
lebih rendah dariada family. Nama genus terdiri atas
satu kata, huruf pertama ditulis dengan huruf capital,
dan seluruh huruf dalam kata itu ditulis dengan huruf
miring atau dibedakan dari huruf lainnya.
7. SPECIES (JENIS). Species adalah suatu
kelompok organism yang dapat melakukan
perkawinan antar sesamanya untuk menghasilkan
keturunan yang fertile (subur)

TATA NAMA BINOMIAL NOMENCLATURE


Banyak makhluk hidup mempunyai nama local.
Nama ini bisa berbeda antara satu daerah dan daerah
lainnya. Untuk memudahkan komunikasi, makhluk
hidup harus diberikan nama yang unik dan dikenal di
seluruh dunia. Berdasarkan kesepakatan
internasional, digunakanlah metode binomial
nomenclature. Metode binominal nomenclature (tata
nama ganda), merupakan metode yang sangat penting
dalam pemberian nama dan klasifikasi makhluk
hidup. Disebut tata nama ganda karena pemberian
nama jenis makhluk hidup selalu menggunakan dua
kata (nama genus dan species)
Aturan pemberian nama adalah sebagai berikut :
1. Nama species terdiri atas dua kata, kata pertama
merupakan nama genus, sedangkan kata kedua
merupakan penunjuk jenis (epitheton specificum)
2. Huruf pertama nama genus ditulis huruf capital,
sedangkan huruf pertama penunjuk jenis digunakan
huruf kecil
3. Nama species menggunakan bahasa latin atau
yang dilatinkan
4. Nama species harus ditulis berbeda dengan
huruf-huruf lainnya (bisa miring, garis bawah, atau
lainnya)
5. Jika nama species tumbuhan terdiri atas lebih
dari dua kata, kata kedua dan berikutnya harus
digabung atau diberi tanda penghubung.
6. Jika nama species hewan terdiri atas tiga kata,
nama tersebut bukan nama species, melainkan nama
subspecies (anak jenis), yaitu nama takson di bawah
species
7. Nama species juga mencantumkan inisial
pemberi nama tersebut, misalnya jagung (Zea Mays
L.). huruf L tersebut merupakan inisial Linnaeus
Keanekaragaman Makhluk Hidup

A. Pengklasifikasian Makhluk Hidup


Makhluk hidup di dunia ini sangat beragam. Hal ini
mendorong para ahli mencari cara untuk
mempelajarinya, yaitu dengan menggunakan suatu
sistem tertentu yang disebut klasifikasi.
Ilmu tentang pengelompokkan makhluk hidup ini
disebut taksonomi. Dasar pengelompokkan makhluk
hidup ini adalah adanya persamaan dan perbedaan ciri-
ciri morfologi, anatomi, fisiologi, tingkah laku, dan
lain-lain.
1. Tata Nama Makhluk Hidup
Klasifikasi dilakukan berdasarkan kesamaan morfologi,
anatomi, fisiologi, dan cara perkembangbiakannya.
Dengan klasifikasi akan terbentuk kelompok-kelompok
makhluk hidup yang disebut takson. Setelah
diklasifikasikan, suatu makhluk hidup diberi nama
berdasarkan kelompok yang dimilikinya. Sistem tata
nama yang dipakai saat ini adalah sistem tata nama
biner yang disebut binomial nomenclature yang
diperkenalkan oleh Carolus Linnaeus yang dijuluki
Bapak Taksonomi.
Pemberian nama ilmiah makhluk hidup menggunakan
bahasa Latin, dan terdiri dari dua kata yang
menunjukkan nama genus dan spesies. Huruf pertama
pada kata pertama ditulis kapital atau huruf besar, dan
pada kata kedua ditulis dengan huruf kecil. Kedua kata
ini ditulis mir ing. Contohnya: Oryza sativa (padi) dan
Gnetum gnemon (melinjo).
Jika nama makhluk hidup lebih dari dua kata, maka kata
kedua harus disatukan atau diberi tanda penghubung
dan ditulis miring. Contohnya, kembang sepatu bisa
ditulis Hibiscus rosasinensis atau Hibiscus rosa-
sinensis.
Berdasarkan taksonomi yang dikembangkan Linnaeus,
dunia tumbuhan dan hewan dibagi menjadi beberapa
takson, yaitu kingdom ( k erajaan), filum (keluarga
besar), class (kelas), ordo (bangsa), family (suku),
genus (marga), dan spesies (jenis). Urutan dari kingdom
ke spesies berdasarkan persamaan ciri-ciri yang paling
umum, kemudian makin ke bawah persamaan ciri-ciri
makin khusus dan perbedaan makin kecil.
1. Klasifikasi Makhluk Hidup
Pada 1969, ilmuwan Biologi R. H. Whittaker, membagi
makhluk hidup menjadi lima kingdom, yaitu kingdom
monera, protista, fungi, plantae, dan ani malia. Sistem
ini banyak digunakan para ilmuwan biologi. Pembagian
lima kingdom ini didasarkan pada susunan sel dan cara
hidup dalam pemenuhan kebutuhan makanan.
Klasifikasi tersebut adalah sebagai berikut.
1. Monera
Ciri-ciri monera a dalah uniseluler (bersel tunggal), sel
prokariotik (tidak memiliki membran inti), dan
memiliki reproduksi secara aseksual.
1) Bakteri
Bakteri memiliki sel uniseluler dan prokariotik.
Umumnya tidak memiliki klorofil, namun ada yang
memiliki klorofil sehingga dapat mela-kukan
fotosintesis. Ukuran bakteri sangat kecil, hanya
beberapa mikron.
a) Berdasarkan bentuknya, bakteri dibagi menjadi
tiga macam, yaitu: (1) Kokus (bulat) Contoh:
Staphylococcus aureus (penyebab radang paru-paru).(2)
Basil (batang) Contoh: Bacillus anthracis (penyebab
antraks) (3) Spiral (berbengkok-bengkok) Contoh:
Treponema pallidum (penyebab sifilis)
b) Jenis bakteri berdasarkan kebutuhan oksigen,
antara lain: (1) Bakteri aerob adalah bakteri yang
membutuhkan oksigen untuk hidup, contohnya
Nitrosomonas. (2) Bakt eri anaerob adalah bakteri yang
tidak membutuhkan oksigen untuk hidup, contohnya
Clostridium tetani. c) Jenis bakteri berdasarkan cara
mendapatkan makanan, antara lain: (1) Bakt eri
heterotrof, makanan diperoleh dari organisme lain.
(2) Bakteri saprofit, makanan diperoleh dari sisa-sisa
organisme lain. Contoh: Escherichia. (3) Bakteri
parasit, makanan diperoleh dari organisme yang
ditumpanginya. Biasanya bakteri merugikan. Contoh:
Mycobacterium tuberculosis.(4) Bakteri autotrof,
makanan diperoleh dengan membuat
sendiri.(5) Bakteri fotoautotrof, bakteri dalam membuat
makanannya dengan bantuan energi cahaya matahari.
Contoh: bakteri hijau-biru. (6) Bakteri kemoautotrof,
bakteri dalam membuat makanannya menggunakan
energi kimia. Contoh: bakteri hidrogen.
2) Ganggang hijau biru (Cyanobacteria)
Cyanobacteria ti dak semuanya bersel satu (uniseluler).
Cyanobacteria memiliki klorofil sehingga mampu
berfotosintesis dan menghasilkan oksigen. Tempat
hidup Cyanobacteria di danau, laut, sungai, rawa, batu,
tanah, di air dengan suhu yang tinggi, maupun di air
dengan tingkat keasaman tinggi (pH = 4). Contohnya,
Spirulina (dapat digunakan sebagai sumber makanan
yang kaya protein).
b. Protista C iri-ciri protista a dalah eukariotik
(mempunyai membran
inti), uniseluler atau multiseluler (bersel banyak), dan
autotrof atau heterotrof.
1) Protista yang memliki ciri-ciri seperti hewan
(Protozoa) Berikut ini yang termasuk protista yang
memiliki ciri seperti hewan (protozoa). Cermatilah. a)
Rhizopoda Rhizopoda bergerak dan menangkapi
makanan menggunakan kaki semu atau pseupodia.
Rhizopoda hidup di laut, air tawar, tubuh he wan, atau
manusia. Contoh: Entamoeba histolityca (penyebab
disentri).
b) Flagellata Flagellata bergerak menggunakan flagel
atau bulu cambuk, hidup di laut, air tawar, tubuh
hewan, atau manusia. Contoh: Trypanosoma evansi
(penyebab penyakit surra pada hewan ternak).
c) Cilliata Cilliata hidup bebas di air tawar atau laut,
bergerak menggunakan rambut getar silia. Contoh:
Paramecium caudatum.
d) Sporozoa Spor ozoa tidak memiliki alat gerak, dan
semua jenis sporozoa hidup sebagai parasit. Contoh:
Plasmodium (penyebab malaria).
2) Protista yang memiliki ciri-ciri seperti tumbuhan
(ganggang/ algae)
Berikut ini adalah yang termasuk protista yang
memiliki ciri-ciri seper ti tumbuhan (ganggang/algae).
a) Euglenophyta Cirinya adalah uniseluler, tidak
memiliki dinding sel, mempunyai klorofil sehingga
mampu berfotosintesis, dan memiliki flagel. Contoh:
Euglena.
b) Pyrophyta S ebagian besar Pyrophyta adalah
Dinoflagellata, hidup di air laut, tapi ada juga yang
hidup di air tawar, uniseluler, memiliki dinding sel, dan
mampu bergerak secara aktif. Contoh: Ceratium.
3) Protista yang memiliki ciri-ciri seperti jamur (fungi)
Berikut ini yang termasuk protista yang memiliki ciri-
ciri seperti jamur (fungi).
a) Myxomycota (jamur lendir) Dalam siklus hidupnya,
Myxomycota menghasilkan sel-sel yang
hidup bebas yang berbentuk seperti amoeboid. Bila
kekurangan makanan, sel-sel bebas ini membentuk
massa yang berlendir. Selain itu, dapat pula membentuk
spora bila keadaan kering. Contoh: Physarium.
b) Oomycota (jamur air) Oomycota hidup bebas,
makanan diperolehnya dari sisa-sisa tumbuhan di danau
atau kolam, dan reproduksi secara seksual dan aseksual.
Secara seksual menghasilkan hifa. Sedangkan, secara
aseksual menghasilkan zoospora, yaitu spora yang
mempunyai dua flagel yang da pat tumbuh menjadi hifa
baru. Contoh: Saprolegnia (menempel pada tubuh ikan
sebagai parasit).
c. Fungi Cir i-cirinya adalah eukariot, memiliki dinding
sel, tidak memiliki
klorofi l, uniseluler atau multiseluler, hidup heterotrof
(saprofit, parasit, dan mutual).
Fungi hidup di tempat-tempat lembap, air laut, air
tawar, di tempat yang asam dan bersimbiosis dengan
ganggang membentuk lumut kerak (l ichenes).
Reproduksi secara aseksual menghasilkan spora,
kuncup, dan fragmentasi. Sedangkan, secara seksual
dengan zigospora, askospora, dan basidiospora. Berikut
ini yang termasuk ke dalam fungi.
1) Zigomycota Ciri-cirinya adalah:
a) Mempunyai hifa yang tidak bersekat. b) Reproduksi
secara seksual dengan zigosporangium dan secara
aseksual dengan spora. c) Hidup sebagai saprofit pada
makanan, tanah, sisa-sisa tumbuhan
atau hewan, ada juga yang hidup sebagai parasit.
Contohnya, Rhizopus oryzae (untuk pembuatan tempe).
2) Ascomycota Ciri-cirinya adalah:
a) Uniseluler atau multiseluler (sebagian besar). b)
Mempunyai hifa yang bersekat-sekat. c) Ada yang
membentuk tubuh buah dan ada yang tidak. d)
Reproduksi aseksual dengan konidia dan tunas.
Sedangkan, secara seksual dengan konidiospora. e)
Hidup sebagai saprofit pada tanah, sisa-sisa organisme,
ada yang sebagai parasit pada hewan atau manusia.
Contoh: Saccharo-myces cereviceae (bahan pembuat
minuman beralkohol).
3) Basidiomycota Ciri-cirinya adalah: a) Multiseluler.
b) Hif a bersekat. c) Ada yang membentuk tubuh buah
dan ada yang tidak. d) Umumnya hidup saprofit pada
sisa-sisa organisme, ada yang
parasit pada tumbuhan atau manusia. e) Reproduksi
aseksual dengan membentuk konidiospora, secara
seksual dengan menghasilkan basidiospora. Contohnya,
Volvarella volvacea (jamur merang).
4) Deuteromycota Disebut juga jamur tak sempurna
karena reproduksi seksualnya belum di ketahui. Contoh:
Aspergillus wentii (pembuatan kecap, tauco).
d. Plantae Ki ngdom plantae atau tumbuhan adalah
istilah untuk organisme yang memiliki ciri eukariotik
dan multiseluler. Selain itu, organisme ini mampu
melakukan fotosintesis untuk menghasilkan makanan
karena memiliki klorofil.Berdasarkan berkas pembuluh,
plantae dibagi kedalam dua kelom pok (divisi), yaitu
Thallophyta dan Tracheophyta.
1) Thallophyta
Thallophyta mempunyai bagian tubuh yang sederhana,
tidak mempunyai pembuluh angkut, akar, batang, dan
daun sejati. Berikut ini yang termasuk Thallophyta.
a) Algae (ganggang) Algae banyak tumbuh di tempat
basah, multiseluler, dapat benang atau berkoloni,
memiliki klorofil sehingga mampu
melakukan fotosintesis. Tapi, ada juga yang memiliki
pigmen lain. Reproduksi secara aseksual dengan
fragmentasi. Sedangkan secara seksual dengan
fertilisasi antara gamet jantan dan betina. Algae
dibedakan atas 4 kelompok, yaitu: Chloropyta (alga
hijau), Chrysophyta (alga keemasan), Phaeophyta (alga
cokelat), dan Rhodophyta (alga merah).
b) Bryophyta (Lumut) Bryophyta hidup di tempat-
tempat yang lembap, mempunyai bagian-bagian tubuh
yang menyerupai daun, batang dan akar, mampu
melakukan fotosintesis karena memiliki klorofil. Dalam
masa hidupnya me ngalami pergiliran keturunan
(metagenesis) yang menghasilkan generasi penghasil
gamet (gametofit) dan generasi penghasil spora
(sporofit). Spora dihasilkan oleh sporogonium. Lumut
dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:
(1) Hepaticeae (Lumut hati) Tumbuh secara horisontal,
belum memiliki daun, dapat dibedakan
menjadi lumut hati jantan dan betina. Alat
reproduksinya adalah gemma, secara seksual dengan
gametofit. Contoh: Marchantia.
(2) Musci (Lumut daun) Tubuh lumut daun lebih
menyerupai batang dan daun, hidup di
tempat-tempat basah, berkelompok. Contoh: Sphagnum
fimbriatun, Mnium.
2) Tracheophyta
Tumbuhan ya ng memiliki pembuluh angkut memiliki
bagian-bagian tubuh yang terdiri dari akar, batang, dan
daun sejati. Akar memiliki fungsi sebagai alat untuk
menyerap air dan zat-zat mineral. Batang berfungsi
sebagai alat transportasi dan pernapasan. Daun
berfungsi sebagai organ untuk fotosintesis. Yang
termasuk ke dalam Tracheophyta adalah:
a) Pterydophyta Me mpunyai daun, batang, dan akar
sejati, tidak berbunga. Akarnya berbentuk serabut,
berfungsi untuk menyerap air dan zat makanan. Pt
erydophyta telah memiliki pembuluh angkut (xilem)
dan (floem), dan mengalami metagenesis, seperti
tumbuhan lumut. Pterydophyta dikelompokkan menjadi
4 divisio, yaitu: Psilophyta (paku purba), Lycophyta
(paku kawat), Sphenophyta (paku ekor kuda), dan
Pterophyta (paku sejati).
b) Spermatophyta (tumbuhan berbiji) Tumbuhan yang
memiliki daun, batang, akar, dan bunga sebagai
alat reproduksi dan menghasilkan biji. Bagian bunga
yang menghasilkan gamet jantan disebut benangsari dan
yang menghasilkan gamet betina disebut putik.
Perkembangbiakan secara seksual dengan biji. Di dalam
biji terdapat embrio/lembaga (calon tumbuhan
baru).Spermatophyta dibagi menjadi dua kelompok
yang didasarkan pada letak bijinya, yaitu:
(1) Gymnosp ermae (tumbuhan biji terbuka)
Gymnospermae tidak memiliki bunga yang
sesungguhnya. Biji tidak terbungkus daun buah. Biji
sebagai alat perkembangbiakan berbentuk k erucut yang
disebut strobilus. Terdapat strobilus jantan dan strobilus
betina. Gymnospermae terbagi menjadi 4 kelas, yaitu: –
Cyadinae, contoh: Cycas rumphii (pakis haji). –
Coniferae, contoh: Agathis alba (damar). – Gnetinae,
contoh: Gnetum gnemon (melinjo). – Ginkyonae,
contoh: Ginkgo biloba.
(2) Angiospermae (Tumbuhan biji tertutup)
Angiospermae memiliki bunga sejati sebagai alat
reproduksi. Bakal biji diselubungi daun buah. Bunga-
bunga pada Angiospermae ada yang lengkap maupun
tidak lengkap. Bunga lengkap bila memiliki kelopak
bunga, mahkota bunga, putik, dan benangsari. Biji
terbungkus bakal buah. Se telah terjadi pembuahan, biji
berkembang sehingga mengandung kandung lembaga
(embrio) dan endosperma (cadangan makanan).
Angiospermae dibagi menjadi dua kelas, berdasarkan
keping daun lembaga, yaitu dikotil dan monokotil.
e. Animalia
Animalia atau hewan merupakan organisme
multiseluler, bersifat heterotrof, organisme yang aktif.
Kingdom animalia dibagi ke dalam dua kelompok
berdasarkan ada tidaknya tulang belakang, yaitu:
1) Avertebrata
Avertebrata merupakan kelompok hewan yang tidak
memiliki tulang belakang. Avertebrata terdiri dari 8
filum, yaitu: a) Porifera (hewan berpori) Porifera
merupakan kelompok hewan multiseluler yang paling
sederhana, tubuh berpori-pori, sebagian besar hidup di
air laut, tapi ada juga yang hidup di air tawar.
Tubuhnya berbentuk seperti bunga pada umumnya.
Contoh: Niphates digitalis, Clathrina.
b) Coelenterata (Hewan berongga) Struktur tubuh
Coelenterata lebih kompleks dibanding porifera.
Dalam daur hidupnya mempunyai bentuk tubuh sebagai
polip dan medusa. Mulut memiliki tentakel, pada
tentakel terdapat alat penyengat. Contoh: Chrysaora
fruttescena (ubur-ubur).
c) Coelenterata (Hewan berongga) Struktur tubuh
Coelenterata lebih kompleks dibanding porifera.
Dalam daur hidupnya mempunyai bentuk tubuh sebagai
polip dan medusa. Mulut memiliki tentakel, pada
tentakel terdapat alat penyengat. Contoh: Chrysaora
fruttescena (ubur-ubur).
d) Nemathelminthes (Cacing gilig) Bentuk tubuh
gilig/silindris, memiliki rongga tubuh tapi tidak
sejati. Permukaan tubuh dilapisi kutikula, memiliki
sistem pencernaan ya ng lengkap. Hidup bebas atau
sebagai parasit. Contoh: Ascaris lumbricoides (cacing
perut).
e) Annelida (Cacing gelang) Tubuh bersegmen dan
bulat, sistem pencernaan sudah lengkap. Sebagian besar
hidup bebas, ada yang sebagai parasit. Contoh:
Lumbricus terrestris (cacing tanah).
f) Mollusca (Hewan bertubuh lunak) Mollusca
merupakan kelompok hewan yang bertubuh lunak,
tubuh di lindungi cangkang, ada pula yang tidak
bercangkang. Ukuran bervariasi. Hidup di perairan laut,
air tawar, ataupun darat. Contoh: Achatina fulica
(bekicot).
g) Arthropoda (Hewan berbuku-buku) Memiliki kaki
beruas-ruas, tubuh dapat dibedakan antara kepala, dada,
da n perut. Mempunyai rangka luar yang keras
(kutikula). Hidup bebas, parasit, simbiosis. Contoh:
Pardosa amenata (jenis laba-laba).
h) Echinodermata (Hewan berkulit duri) Struktur tubuh
simetri radial, seperti bintang, bulat, pipih.
Permukaan tubuh umumnya berkulit duri. Bergerak
menggunakan kaki ambulakral. Hidup bebas atau di
perairan laut. Contoh: Acanthaster sp (bintang laut).
2) Vertebrata
Kelompok hewan ini memiliki tulang belakang, rangka
dalam, rongga tubuh, sistem pernapasan, pencernaan,
peredaran darah, ekskren, saraf, alat reproduksi terdiri
dari kelamin jantan dan betina.
Ver tebrata terdiri atas: a) Pisces (ikan), contoh: ikan
louhan. b) Amphibia, contoh: katak. c) Reptilia, contoh:
komodo. d) Aves (burung), contoh: penguin. e)
Mamalia, contoh: kera.
B. Organisasi Kehidupan
Makhluk hidup di dunia ini sangat beraneka ragam.
Keanekaragaman ini meliputi berbagai bentuk dan
variasi tingkat kehidupan, mulai dari sel sampai
organisme.
1. Sel
Sel adalah satuan terkecil makhluk hidup yang
menyusun tubuh makhluk hidup, bentuk dan ukurannya
bermacam-macam. Sel juga merupakan satuan fungsi
kehidupan karena dalam sel terjadi fungsifungsi atau
kegiatan hidup.Ukuran sel sangat kecil sehingga
bagian-bagian sel dapat dilihat dengan menggunakan
mikroskop elektron. Bagian-bagian tersebut adalah
sebagai berikut:
1. Membran Plasma
Membran plasma berfungsi sebagai pelindung sel dan
mengatur keluar masuknya zat-zat dari dalam atau dari
luar sel. Pada sel hewan ter dapat dinding sel sehingga
bentuknya kaku atau tetap. Sedangkan, pada sel
tumbuhan tidak terdapat dinding sel sehingga membran
sel menjadi lapisan sel terluar. Membran sel tersusun
atas senyawa lipida dan protein (lipoprotein) serta
bersifat semipermeabel. Tidak semua zat bisa masuk ke
sel karena diseleksi oleh membran sel.
1. Sitoplasma
Sitoplasma adalah l arutan yang berada di antara
membran sel dan inti sel. Sitoplasma mengandung 90%
air dan bermacam-macam bahan biokimia untuk
kehidupan, seperti ion-ion dan molekul-molekul garam,
asam amino, gula, nukleotida, asam lemak, vitamin, dan
gas-gas yang membentuk larutan.
Di dalam sitoplasma terdapat struktur halus yang
disebut organel sel. Organel-organel ini adalah: 1) Mit
okondria berfungsi untuk respirasi atau pernapasan sel.
2) Badan golgi berfungsi dalam proses ekskresi sel. 3)
Ribosom berfungsi sebagai tempat sintesis protein. 4)
Lisosom berfungsi menghasilkan enzim-enzim untuk
mencerna makanan. 5) Sentrosom berfungsi sebagai
tempat menggantungnya kromosom saat pembelahan
sel. Terdapat pada sel hewan dan manusia. 6) Vakuola
berfungsi sebagai tempat menyimpan makanan dan
mengeluarkan sisa metabolisme. Biasanya terdapat pada
sel tumbuhan. 7) Plastida, hanya ditemukan pada
tumbuhan. Ada yang mengandung zat warna dan ada
yang tidak. Plastida yang mengandung zat hijau daun
disebut kloroplas.
1. Inti Sel
Inti sel disebut juga nukleus. Inti sel terdiri atas
membran inti sebagai pembungkus inti, nukleus atau
anak inti, dan plasma inti atau nukleoplasma. Di dalam
plasma inti terdapat benang-benang krosom yang
berfungsi sebagai pembawa sifat keturunan. Inti sel
berfungsi sebagai pengatur seluruh kegiatan sel.
1. Jaringan
Jaringan adalah kumpulan sel yang memiliki struktur
dan fungsi yang sama. Jaringan pada tumbuhan dan
hewan berbeda.
1. Jaringan pada Tumbuhan
Jaringan pada tumbuhan bermacam-macam, yaitu:
1) Jaringan meristem Jaringan meristem adalah jaringan
yang sel-selnya selalu aktif membelah. Jaringan ini
berfungsi untuk pertumbuhan sel. Terdapat pada ujung
batang dan ujung akar serta pada kambium (ikatan
pembuluh).
2) Jaringan epidermis Jaringan ini terletak pada
permukaan batang, akar, dan daun. Jaringan ini
berfungsi sebagai pelindung jaringan di bawahnya. 3)
Jaringan parenkim
3) Jaringan parenkim merupakan jaringan pengisi antara
jaringan yang lain. Oleh karena itu, jaringan parenkim
terdapat hampir di seluruh bagian tubuh tumbuhan.
4) Jaringan pengokoh Jaringan pengokoh berfungsi
menguatkan bagian tubuh tumbuhan. Terdapat di akar,
batang, daun, dan buah. Jaringan pengokoh ini terdiri
atas jaringan kolenkim dan sklerenkim.
5) Jaringan pengangkut Jaringan pengangkut dibagi
menjadi dua macam, yaitu jaringan xilem dan floem.
Jaringan xilem berfungsi untuk mengangkut air dan
mineral dari tanah ke daun. Sedangkan, floem berfungsi
untuk mengangkut sari makanan dari daun ke seluruh
tubuh tanaman.
6) Jaringan endodermis Jaringan ini terdapat pada akar
dan batang.
b. Jaringan pada Hewan
Jaringan p ada h ewan sama dengan jaringan pada
manusia, yaitu:
1) Jaringan epitel
Jaringan epitel berfungsi sebagai pelindung jaringan di
bawahnya. Lapisan ini dibagi menjadi dua macam,
yaitu epitel berlapis tunggal dan epitel berlapis banyak.
Epitel lapisan tunggal, contohnya epitel pipih se lapis
terdapat pada alveoli. Sedangkan, contoh epitel berlapis
banyak adalah epitel pipih pada epidermis kulit
vertebrata.
2) Jaringan penyokong
Jaringan ini berfungsi untuk menyokong tubuh.
Jaringan ini dibedakan menjadi: a) j aringan ikat
berfungsi memperkuat tubuh dan sebagai penghubung
antarjaringan. b) Jaringan tulang berfungsi sebagai
pelindung bagian tubuh yang lunak. Jaringan ini dibagi
menjadi dua macam, yaitu jaringan tulang keras dan
tulang rawan.
3) Jaringan otot
Jaringan ini berfungsi sebagai alat gerak aktif. Jaringan
ini dibagi menjadi tiga macam, yaitu otot lurik, otot
polos, dan otot jantung.
4) Jar ingan darah
Jaringan darah berfungsi sebagai alat transportasi dan
pelindung tubuh dari bibit penyakit. Sel darah terdiri
atas darah merah, darah putih, dan trombosit.
5) Jaringan saraf
Jaringan ini berfungsi untuk menghantarkan rangsangan
atau impuls. Jaringan ini terdiri atas sel-sel saraf
(neuron). Neuron tersusun atas badan sel saraf, dendrit,
dan akson.
1. Organ
Jaringan yang m emiliki bentuk dan fungsi yang sama
akan membentuk organ. Organ pada tumbuhan adalah
akar, batang, daun, bunga, biji dan buah. Organ-organ
ini memiliki fungsi yang berbeda-beda. Organ pada
manusia dan hewan adalah mata, hidung, telinga, usus,
dan lain lain.
1. Sistem Organ
Sistem organ a dalah kumpulan dari organ-organ yang
saling bekerja sama membentuk suatu sistem. Contoh
sistem organ adalah sistem pernapasan yang terbentuk
dari organ hidung, paru-paru, bronkus, dan
tenggorokan.
1. Individu
Semua sistem organ akan bekerja sama untuk
melakukan fungsi hidup atau proses kehidupan dan
membentuk organisme. Sistem organ ini saling
mempengaruhi sistem organ yang lain. Jika satu sistem
organ rusak akan mengganggu sistem organ yang lain.