Anda di halaman 1dari 5

Cara Kerja Exciter di Generator

‫اار ِحيم‬
َّ ‫الرحْ َم ِن‬
َّ ِ‫ْــــــــــــــــم اﷲ‬
ِ ‫ِبس‬
Assalamu'alaikum Wr. Wb,
saya akan coba berbagi pengetahuan yang saya miliki kepada teman teman semua. postingan yang saya
buat ini adalah tentang cara kerja Exciter di generator. Kita mulai saja ya..

Exciter merupakan alat yang digunakan untuk membangkitkan arus listrik DC untuk disalurkan ke rotor
generator. Generator sendiri merupakan perlatan yang berfungsi untuk membangkitkan energi listrik
dengan cara mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Pada pembangkit PLTU ataupun
pembangkit lainnya, exciter dan generator dipasang 1 poros dengan turbin. Gambar berikut
menunjukkan exciter dan generator.

Masya Allah, 1400 tahun lalu proses penciptaan manusia sudah diketahui

Generator, turbin dan exciter yang terhubung 1 poros

Exciter membangkitkan arus listrik DC dan disalurkankan ke kumparan rotor sehingga timbul medan
magnetik. Ketika rotor diputar akan menimbulkan induksi magnetik di sisi stator.

Exciter terdiri atas 2 jenis, yaitu:

1. Pilot Exciter
Pilot Exciter merupakan exciter mula yang digunakan untuk membangkitkan listrik AC untuk disalurkan
menuju main exciter. Pilot exciter memiliki rotor berupa magnet batang dan stator yang berupa
kumparan. Ketika poros turbin bergerak akibat pergerakan turbin, maka akan poros eksiter akan
bergerak sehingga menyebabkan poros pilot exciter berputar. Perubahan fluks magnet yang memotong
kumparan inilah yang menyebabkan timbulnya arus listrik AC.

2. Main Exciter
Main exciter merupakan exciter yang berfungsi untuk membangkitkan arus listrik AC untuk disalurkan
menuju rotor generator. Rotor pada main exciter bukan merupakan magnet batang, melainkan
kumparan. Konstruksi dari main exciter hampir dikatakan sama dengan konstruksi Generator dimana
rotornya merupakan kumparan(armature/winding)
Rotor dan stator

Listrik AC yang dihasilkan pilot exciter akan diubah terlebih dahulu oleh Regulator AVR untuk diubah
menjadi listrik DC. Listrik DC ini lah yang akan digunakan untuk menimbulkan medan magnetik pada
rotor.

Proses eksitasi
Perhatikan gambar berikut ini!

sistem eksitasi tanpa sikat

Pada gambar terlihat pilot exciter yang memiliki rotor berupa magnet batang. Pilot exciter akan
menghasilkan listrik AC yang akan disalurkan menuju regulator AVR. Alat ini berfungsi untuk mengubah
arus listrik AC menjadi listrik DC. Selain itu, alat ini juga berfungsi untuk mengatur banyaknya eksitasi
yang diperlukan untuk disalurkan ke main exciter/generator exciter. Arus DC yang dihasilkan akan
disalurkan ke induktor/kumparan (rotor main exciter) sehingga akan timbul medan magnetik pada
rotor. Medan magnetik ini akan berputar dan memotong kumparan stator sehingga akan timbul induksi
listrik AC. Listrik AC ini akan disalurkan menuju rectifier untuk diubah lagi arus listriknya menjadi
listrik DC. Listrik DC ini lah yang akan disalurkan menuju rotor generator sehingga timbul medan
magnetik. Perpotongan garis gaya medan magnet didalam generator akan menimbulkan listrik pada
stator dan disalurkan ke gardu induk.
Jadi bisa dikatakan main exciter dengan generator memiliki fungsi dan konstruksi yang hampir sama.

Semoga artikel ini dapat membantu ya....

Sistem eksitasi adalah sistem pasokan listrik DC sebagai penguatan pada generator listrik atau sebagai pembangkit
medan magnet, sehingga suatu generator dapat menghasilkan energi listrik dengan besar tegangan keluaran
generator bergantung pada besarnya arus eksitasinya.

Sistem ini merupakan sistem yang vital pada proses pembangkitan listrik dan pada perkembangannya, sistem
Eksitasi pada generator listrik ini dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:

1. Sistem Eksitasi dengan menggunakan sikat (brush excitation)


2. Sistem Eksitasi tanpa sikat (brushless excitation).

1. Sistem Eksitasi dengan sikat


Pada Sistem Eksitasi menggunakan sikat, sumber tenaga listriknya berasal dari generator arus searah (DC) atau
generator arus bolak balik (AC) yang disearahkan terlebih dahulu dengan menggunakan rectifier.

Jika menggunakan sumber listrik listrik yang berasal dari generator AC atau menggunakan Permanent Magnet
Generator (PMG) medan magnetnya adalah magnet permanent. Dalam lemari penyearah, tegangan listrik arus bolak
balik diubah atau disearahkan menjadi tegangan arus searah untuk mengontrol kumparan medan eksiter utama
(main exciter).
Untuk mengalirkan arus Eksitasi dari main exciter ke rotor generator menggunakan slip ring dan sikat arang,
demikian juga penyaluran arus yang berasal dari pilot exciter ke main exciter .

Gambar 1. Sistem Eksitasi dengan sikat (Brush Excitation).

Prinsip kerja pada sistem Eksitasi dengan sikat (Brush Excitation)

Generator penguat yang pertama, adalah generator arus searah hubungan shunt yang menghasilkan arus penguat
bagi generator penguat kedua. Generator penguat (exciter) untuk generator sinkron merupakan generator utama
yang diambil dayanya.

Pengaturan tegangan pada generator utama dilakukan dengan mengatur besarnya arus Eksitasi (arus penguatan)
dengan cara mengatur potensiometer atau tahanan asut. Potensiometer atau tahanan asut mengatur arus penguat
generator pertama dan generator penguat kedua menghasilkan arus penguat generator utama. Dengan cara ini arus
penguat yang diatur tidak terlalu besar nilainya (dibandingkan dengan arus generator penguat kedua) sehingga
kerugian daya pada potensiometer tidak terlalu besar. PMT arus penguat generator utama dilengkapi tahanan yang
menampung energi medan magnet generator utama karena jika dilakukan pemutusan arus penguat generator utama
harus dibuang ke dalam tahanan.

Sekarang banyak generator arus bolak-balik yang dilengkapi penyearah untuk menghasilkan arus searah yang dapat
digunakan bagi penguatan generator utama sehingga penyaluran arus searah bagi penguatan generator utama, oleh
generator penguat kedua tidak memerlukan cincin geser karena. penyearah ikut berputar bersama poros generator.
Cincin geser digunakan untuk menyalurkan arus dari generator penguat pertama ke medan penguat generator
penguat kedua. Nilai arus penguatan kecil sehingga penggunaan cincin geser tidak menimbulkan masalah.
Pengaturan besarnya arus penguatan generator utama dilakukan dengan pengatur tegangan otomatis supaya nilai
tegangan klem generator konstan. Pengaturan tegangan otomatis pada awalnya berdasarkan prinsip mekanis, tetapi
sekarang sudah menjadi elektronik.

Perkembangan sistem eksitasi pada generator sinkron dengan sistem eksitasi tanpa sikat, karena sikat dapat
menimbulkan loncatan api pada putaran tinggi. Untuk menghilangkan sikat digunakan dioda berputar yang dipasang
pada jangkar. Gambar 2 menunjukkan sistem excitacy tanpa sikat.

2. Sistem Eksitasi tanpa sikat (brushless excitation)

Penggunaan sikat atau slip ring untuk menyalurkan arus excitasi ke rotor generator mempunyai kelemahan karena
besarnya arus yang mampu dialirkan pada sikat arang relatif kecil. Untuk mengatasi keterbatasan sikat arang,
digunakan sistem eksitasi tanpa menggunakan sikat (brushless excitation.

Keuntungan sistem eksitasi tanpa menggunakan sikat (brushless excitation), antara lain adalah:
1) Energi yang diperlukan untuk Eksitasi diperoleh dari poros utama (main shaft), sehingga keandalannya tinggi
2) Biaya perawatan berkurang karena pada sistem Eksitasi tanpa sikat (brushless excitation) tidak terdapat sikat,
komutator dan slip ring.
3) Pada sistem Eksitasi tanpa sikat (brushless excitation) tidak terjadi kerusakan isolasi karena melekatnya debu
karbon pada farnish akibat sikat arang.
4) Mengurangi kerusakan ( trouble) akibat udara buruk (bad atmosfere) sebab semua peralatan ditempatkan pada
ruang tertutup
5) Selama operasi tidak diperlukan pengganti sikat, sehingga meningkatkan keandalan operasi dapat berlangsung
terus pada waktu yang lama.
6) Pemutus medan generator (Generator field breaker), field generator dan bus exciter atau kabel tidak diperlukan
lagi
7) Biaya pondasi berkurang, sebab aluran udara dan bus exciter atau kabel tidak memerlukan pondasi
Gambar 2. Sistem Excitacy tanpa sikat (Brushless Escitacy)

Keterangan gambar:
ME : Main Exciter
MG : Main Generator
PE : Pilot Exciter
AVR : Automatic Voltage Regulator
V : Tegangan Generator
AC : Alternating Current (arus bolak balik)
DC : Direct Current (arus searah)

Gambar 3. Sistem Eksitasi tanpa sikat (Brushless Excitation)

Prinsip kerja sistem Eksitasi tanpa sikat (Brushless Excitation)

Generator penguat pertama disebut pilot exciter dan generator penguat kedua disebut main exciter (penguat utama).
Main exciter adalah generator arus bolak-balik dengan kutub pada statornya. Rotor menghasilkan arus bolak-balik
disearahkan dengan dioda yang berputar pada poros main exciter (satu poros dengan generator utama). Arus searah
yang dihasilkan oleh dioda berputar menjadi arus penguat generator utama. Pilot exciter pada generator arus bolak-
balik dengan rotor berupa kutub magnet permanen yang berputar menginduksi pada lilitan stator. Tegangan bolak-
balik disearahkan oleh penyearah dioda danmenghasilkan arus searah yang dialirkan ke kutub-kutub magnet y ang
ada pada stator main exciter. Besar arus searah yang mengalir ke kutub main exciter diatur oleh pengatur tegangan
otomatis (automatic voltage regulator/AVR).

Besarnya arus berpengaruh pada besarnya arus yang dihasilkan main exciter, maka besarnya arus main exciter juga
mempengaruhi besarnya tegangan yang dihasilkan oleh generator utama.

Pada sistem Eksitasi tanpa sikat, permasalahan timbul jika terjadi hubung singkat atau gangguan hubung tanah di
rotor dan jika ada sekering lebur dari dioda berputar yang putus, hal ini harus dapat dideteksi. Gangguan pada rotor
yang berputar dapat menimbulkan distorsi medan magnet pada generator utama dan dapat menimbulkan vibrasi
(getaran) berlebihan pada unit pembangkit.

Sistem pengoperasian Unit AVR (Automatic Voltage Regulator) berfungsi untuk menjaga agar tegangan generator
tetap konstan dengan kata lain generator akan tetap mengeluarkan tegangan yang selalu stabil tidak terpengaruh
pada perubahan beban yang selalu berubah-ubah, dikarenakan beban sangat mempengaruhi tegangan output
generator. Prinsip kerja dari AVR adalah mengatur arus penguatan (excitacy) pada exciter. Apabila tegangan
output generator di bawah tegangan nominal tegangan generator, maka AVR akan memperbesar arus
penguatan (excitacy) pada exciter. Dan juga sebaliknya apabila tegangan output Generator melebihi
tegangan nominal generator maka AVR akan mengurangi arus penguatan (excitacy) pada exciter. Dengan
demikian apabila terjadi perubahan tegangan output Generator akan dapat distabilkan oleh AVR secara
otomatis dikarenakan dilengkapi dengan peralatan seperti alat yang digunakan untuk pembatasan penguat
minimum ataupun maximum yang bekerja secara otomatis. Gambar 1. Diagram sistem eksitasi. AVR
dioperasikan dengan mendapat satu daya dari permanen magnet generator (PMG) sebagai contoh AVR dengan
tegangan 110V, 20A, 400Hz. Serta mendapat sensor dari potencial transformer (PT) dan current transformer (CT).
Gambar 2. Diagram AVR. a. Sensing circuit Tegangan tiga phasa generator diberikan pada sensing circuit melewati
PT dan 90R terlebih dahulu, dan tegangan tiga phasa keluaran dari 90R diturunkan kemudian disearahkan dengan
rangkaian dioda, dan diratakan oleh rangkaian kapasitor dan resistor dan tegangan ini dapat diatur dengan VR
(Variable Resistant). Keuntungan dari sensing circuit adalah mempunyai respon yang cepat terhadap tegangan
output generator. Output tegangan respon berbanding lurus dengan output tegangan Generator berbanding lurus
seperti ditinjukkan pada Gambar 3. Gambar 3. Grafik hubungan sensing tegangan terhadap output of Generator b.
Comparative amplifier Rangkaian comparative amplifier digunakan sebagai pembanding antara sensing circuit
dengan set voltage. Besar sensing voltage dengan set voltage tidak mempunyai nilai yang sama sehingga
selisih/rentang besar tegangan tersebut. Selisih tegangan disebut dengan error voltage. Ini akan dihilangkan dengan
cara memasang VR (variable resistance) pada set voltage dan sensing voltage. c. Amplifier circuit Aliran arus dari
D11, D12, dan R34 adalah rangkaian penguat utama atau penguatan tingkat terendah. Keluaran dari comparative
amplifier dan keluaran dari over excitation limiter (OEL) adalah tegangan negative dan dari tegangan negative
kemudian pada masukan OP201. Ketika over excitation limiter (OEL) atau minimum excitation limiter (MEL) tidak
operasi maka keluaran dari comparative amplifier dikuatkan oleh OP201 dan OP301 masukan dari OP301
dijumlahkan dengan keluaran dari dumping circuit. OP401 adalah Amplifier untuk balance meter hubungan antara
tegangan masuk dan tegangan keluaran dari OP201 dan OP401 diperlihatkan pada bagan berikut. Gambar 4.
Rangkaian Amplifier d. Automatic manual change over and mixer circuit Rangkaian ini disusun secara Auto-manual
pemindah hubungan dan sebuah rangkaian untuk mengontrol tegangan penguatanmedan generator. Auto-manual
change over and mixer circuit pada operasi manual pengaturan tegangan penguatan medan generator dilakukan
oleh 70E, dan pada saat automatic manual change over and mixer circuit beroperasi manual maka AVR (automatic
voltage Rregulator) belum dapat beroperasi. Dan apabila rangkaian ini pada kondisi auto maka AVR sudah dapat
bekerja untuk mengatur besar arus medan generator. e. Limited circuit Limited circuit adalah untuk penentuan
pembatasan lebih dan kurang penguatan (excitation) untuk pengaturan tegangan output pada sistem excitacy,
VR125 untuk pembatas lebih dari keluaran terminal C6 dan VR126 untuk pembatas minimal dari keluaran terminal
C6. f. Phase syncronizing circuit Unit tyristor digunakan untuk mengontrol tegangan output tyristor dengan
menggunakan sinyal kontrol yang diberikan pada gerbang tyristor dengan cara mengubah besarnya sudut sinyal
pada gerbang tyristor. Rangkaian phase sinkronisasi berfungsi untuk mengubah sudut gerbang tyristor yang sesuai
dengan tegangan output dari batas sinkronisasi dan juga sinyal kontrol yang diberikan pada tyristor di bawah ini
terdapat gambar sinkronisasi. g. Thyristor firing circuit Rangkaian ini sebagai pelengkap tyristor untuk memberikan
sinyal kontrol pada gerbang tyristor. h. Dumping circuit Dumping circuit akan memberikan sensor besarnya
penguatan tegangan dari AC exciter dan untuk diberikan ke amplifier circuit dengan dijadikan feed back masukan
terminal OP301. i. Unit tyristor Merupakan susunan dari tyristor dan dioda. Dan juga menggunakan fuse (sekring)
yang digunakan sebagai pengaman lebur dan juga dilengkapi dengan indikator untuk memantau kerja dari tyristor
yang dipasang pada bagian depan tyristor untuk tiap phase diberikan dua fuse yang disusun pararel dan ketika
terjadi kesalahan atau putus salah satunya masih dapat beroperasi. j. MEL (minimum excitacy limiter) MEL (minimum
eksitasi limiter) yaitu untuk mencegah terjadinya output yang berlebihan pada generator dan adanya penambahan
penguatan (excitacy) untuk meningkatkan tegangan terminal generator pada level konstan. Rangkaian ini digunakan
untuk mendeteksi operasional dari generator yaitu dengan mendeteksi keluaran tegangan dan arus pada generator.
Rangkaian inijuga digunakan untuk membandingkan keluaran tegangan generator dengan eksitasi minimum yang
telah diseting. Rangkaian ini akan memberikan batas sinyal pada rangkaian AVR apabila melebihi eksitasi minimum,
kemudian output dari MEL (Minimum Eksitasi Limiter) dikuatkan oleh amplifier. Gambar 5. Diagram Minimum Excitasi
Limiter. k. Automatic follower Prinsip kerja dari alat ini adalah untuk melengkapi penguatan dengan pengaturan
secara manual oleh 70E. Untuk menyesuaikan pengoperasian generator dalam pembandingan fluktuasi dari
tegangan terminal oleh sinyal error. Hal tersebut digunakan untuk menjaga kesetabilan tegangan pada generator.
Pengoperasian ini digunakan untuk pengaturan manual (70E) untuk ketepatan tingkatan excitacy yang telah
disesuaikan. Kondisi pengoperasian generator dan pembandingan fluktuasi dari tegangan terminal oleh sinyal
tegangan error. Hal tersebut dijadikan pegangan untuk menjaga kestabilan tegangan pada generator dengan adanya
perubahan beban. Automatic Follower digunakan untuk mendeteksi keluaran regulator dari sinyal tegangan error dan
pengoperasian otomatis manual adjuster dengan membuat nilai nol. Rangkaian ini untuk menaikkan sinyal dan
menurunkan sinyal yang dikendalikan oleh 70E. Dengan cara memutar 70E untuk mengendalikan sinyal pada
rangkaian ini. Gambar 6. Blok Diagram Automatic Follower

Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap