Anda di halaman 1dari 3

BUDAYA MASYARAKAT GORONTALO

“UpacaraAdatMolonthalo”

Oleh :
Ocvalita Duhengo
1111416035
Lantai 4
Blok B/5
Molonthaloataurabapurubagi sang istri yang hamil 7 bulananakpertama,
merupakanpraacaraadatdalamrangkaperistiwaadatkelahirandankeremajaan, yang
telahbakupadamasyarakatGorontalo. Istilah Raba Purumerupakandialeg Manado Sulawesi Utara,
PuruartinyaPerut. DalamBahasaAdatGorontalo di sebutMolonthaloatauTondhalo.
AdatinihampirsamadenganAdatjawa yang di sebutMitoni yang merupakanupacaraadatselamatan yang
menandaitujuhbulanusiakehamilan.
AcaraMolonthaloinimerupakanpernyataandarikeluargapihaksuamibahwakehamilanpertamaadalahharapan
yang terpenuhiakankelanjutanturunandariperkawinan yang syah. Serta
merupakanmaklumatkepadapihakkeluargakeduabelahpihak, bahwa sang istribenar-
benarsucidanmerupakandoronganbagigadis – gadislainnyauntukmenjagadiridankehormatannya.
PersiapandancarapelaksanaanhinggatahapandariAcaraAdatMolonthaloinicukupbanyak. Pihakkeluarga
yang mengadakanupacaraadatiniharusmenghadirkankerabatpihaksuami, HulangoatauBidanKampung,
Imam KampungatauHatibi, dua orang anakperempuanumur 7 sampaidengan 9 tahun,
keduanyamasihmemiliki orang tuanya (Payu lo Hulonthalo), dua orang Ibudarikeluargasakinah.

HulangoatauBidanKampung, yang telahditunjuksebagaipelaksanaacaraMolonthalo,


harusmemenuhipersyaratansebagaiberikut :
1. Beragama Islam.
2. Mengetahuiselukbelukumurkandungan.
3. MengetahuiurutanUpacaraAdatMolonthalo.
4. Mengetahuilafal-lafal yang telahditurunkanolehleluhurdalampelaksanaanacaratersebut.
5. DiakuiolehkelompokmasyarakatsebagaiBidanKampung.
AtributAdatsebagaipelengkapUpacaraAdatMolonthalo, antaralain :
* Hulante yang berbentukseperangkatbahandiatasbaki, terdiridariberascupakatau 3 liter, diatasnyaterletak
7 buahpala, 7 buahcengkih, 7 buahtelur, 7 buahlimututu (lemon sowanggi), 7 buahmatauang yang
bernilaiRp. 100,- Dahulumatauangterdiridari Ringgit, Rupiah, Suku, Tali, KetipdanKelip.
* Seperangkatbahanpembakarandupadiatasbaki, yang terdiridari 1 buahpolutube (pedupaan), 1
buahbaskomtempattetabu (dupa) dansegelas air masak yang tertutup.
* Seperangkatbatugosok (botupongi’ila) yaitubatugosokuntukmengikiskunyitsepenggal,
dicampursedikitkapur, dan air dingin yang disebutAlawahuTilihi.
* SeperangkatPomama (tempatsirih, pinang), TambaludaatauHukede.
* 1 buahToyopo, atauseperangkatmakanan, tempatnyaterbuatdaridaunkelapamuda (janur) yang
berisinasikuning, telur rebus, ayamgorengdankue – kuesepertiwapili, kolombengi,
apangidllditambahpisangmasakterdiridaripisang raja ataupisanggapi (LutuTahulumitoatauLutu Lo
Hulonti’o).
* Seperangkatmakanandiatasbakiterdiridarisepiringbilinti, atausejenisnasi goring yang
dicampurdenganhatiayam, sepiringayamgoreng yang masihutuhdandiperutnyadimasukkansebuahtelur
rebus, duabuahbaskomtempatcucitangandanduabuahgelasberisi air masak, danduabuahsendokmakan.
* Sebuahdaunsilar (tiladu) berkepingtiga (tiladutula-tulapidu), seukuranperut sang ibu yang hamil.
* Buleweatauupikpinang (Malongo’alo).
* Sebuahtempurungtidakbermata (buawuhuli).
* Seperangkattikarputih (amongopeya-peyaatauti’ohu) yang terbungkus (bolu-bolu). Yang
terpancangdidepanpintu (pode-podehu).
Dimanaadaseorangibudibaliktiraiitumeneruskanpertanyaandarisyara’ (hatibiatausyarada’aatau imam)
yang bertugas / diundangmembacakandoa, kepadaHulango (bidankampung). Pertanyaan yang
disampaikanadalah “MA NGOLO HULA” artinyasudahberapabulandandijawabolehanak-
anaktersebutataspetunjukHulango.
* Pale Yilulo (Tilondawu) yaitu :beras yang diwarnaidenganwarnamerah, kuning, hijau, hitamdanputih).
* Sebilahkerismemakaisarung.
Bagi yang diacarakan (sang ibuhamil)
memakaibusanawalimomokondepakaisunthidengantingkatan, 1 tangkaiuntukumum, 3
tangkaiuntukgolonganistriwuleya lo lipu (Camat), 5 tangkaiuntukgolonganistriJogugu / wakilBupati /
Walikota, dan 7 tangkaiuntukMbui, istri Raja / Bupati / Walikota. Suami (calon ayah)
memakaiBo’otakowakikidanpayungotilabatayilamemakaisalempang, keristerselip di pinggang. Dua orang
untukperempuanmemakaigalenggowolimomo, kepalanyamemakaiBaya Lo Bo’ute,
ataubahanhiasankepala. Dua orang ibu yang sakinahmemakaikebayadan batik, serta batik
surangsebagaipenutupatau (wulo-wuloto) ataubusana lo mango tiilo.