Anda di halaman 1dari 2

MEMBERIKAN OKSIGEN

No. Dokumen No. Revisi Halaman

NSM/PT/006 01 1 dari 2

PROSEDUR TETAP
Tanggal Terbit Ditetapkan
Direktur,

02 Oktober 2009
KEPERAWATAN

Suatu tindakan pemberian oksigen tambahan, keorgan paru-paru melalui


Pengertian jalan napas dengan menggunakan alat bantu.

1. Untuk memperbaiki oksigenisasi jaringan.


Tujuan 2. Untuk mencegah dan mengatasi hypoksia
1. Hati-hati dan telitil dalam melakukan tindakan, pengaturan kadar oksigen
berdasarkan pemantauan: klinis, pulse oksimetri (saturasi O2) dan
analisa gas darah (PaO2).
2. Pada penderita dimana rangsang napas adalah hipoksia (misal: COPD),
upayakan FIO2 < 50% dan awasi dengan ketat.
3. Gangguan napas berat, gagal jantung, henti jantung, gunakan sistem
yang dapat memberikan oksigen 100% misalnya 8-12 ltr oksigen 100%
Kebijakan per menit, melalui sungkup non rebreathing/bag and face mask.
4. Dalam keadaan gawat napas yang mengancam jiwa atau henti napas
gunakan alat bantu napas yang lebih canggih (misal: ambu bag), lakukan
intubasi dan berikan oksigen 100%.
5. Gunakan teknik bersih selama melakukan prosedur.
6. Bila menggunakan sungkup muka rebreathing atau non
rebreathing,terlebih dahulu kantong diisi dengan oksigen.
Prosedur 1. Sampaikan salam, sapa, senyum.
2. Perkenalkan diri.
3. Identifikasi pasien dengan memanggil nama lengkap pasien dan
cocokkan dengan gelang identitas pasien
4. Jelaskan pada pasien atau keluarga prosedur tindakan yang akan
dilakukan dan tujuannya.
5. Lakukan pengkajian ulang terhadap keadaan umum pasien dan apakah
tindakan yang akan dilakukan masih sesuai dengan kebutuhan pasien.
6. Ciptakan suasana yang mendukung, tutup tirai pasien.
7. Dekatkan alat-alat yang akan dipergunakan.
8. Cuci tangan sesuai prosedur yang berlaku.
9. Pakai sarung tangan sekali pakai.
10. Identifikasi lubang hidung
11. Isi tabung humidifier dengan aquadestilata sampai batas yang ditentukan
( bila pemberian oksigen lebih dari 5 liter / menit )
12. Atur pemberian oksigen sesuai dengan kebutuhan pasien,tes aliran
oksigen dengan merasakan alirannya di kulit perawat.
13. Alirkan oksigen secara perlahan – lahan sambil mengawasi keadaan
pasien.
MEMBERIKAN OKSIGEN

No. Dokumen No. Revisi Halaman

NSM/PT/006 01 2 dari 2

14. Pasang selang oksigen pada hidung/hidung mulut pasien (tergantung tipe
selang yang di gunakan).
15. Pada nasal kanul, kaitkan kedua sisi selang pada kedua telinga.
16. Fiksasi selang dengan menyurutkan kedua sisi selang di bawah dagu
pasien, kalau perlu beri plester hypoalergik pada kedua pipi.
17. Bantu pasien agar berada pada posisi nyaman dan aman,observasi dan
tanyakan respon pasien.
18. Buka sarung tangan.
19. Cuci tangan sesuai prosedur yang berlaku.
20. Rapihkan semua peralatan ke tempat semula.
21. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan dan catat respon pasien.
22. Laporkan pada dokter/lakukan kolaborasi bila ada hal yang tidak sesuai
selama tindakan/dari hasil tindakan.

Unit Terkait Seluruh Unit Keperawatan

1. Oksigen sentral atau tabung oksigen


2. Humidifier + Aquadest steril
3. Flow meter
4. Kateter nasal, face mask (simple, rebreathing dan non rebreathing)
Peralatan sesuai kebutuhan
5. Plester hypoalergenik
6. Kapas lidi, kalau perlu
7. Sarung tangan sekali pakai
8. Bengkok K/P
1. Dokter
Petugas 2. Perawat
3. Bidan