Anda di halaman 1dari 4

ASEAN Sebagai Kantong Ajaib Generasi Muda Indonesia

Oleh :
Sutri Cahyati

ASEAN juga merupakan kantong ajaib bagi masyarakat negara anggota ASEAN. ASEAN dapat
mengeluarkan kebijakan dan solusi-solusi untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada
di wilayah ASEAN, sehingga membantu masyarakat menyelesaikan masalahnya. Misalnya, hak
perlindungan anak, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), menjaga keamanan dan perdamaian di
wilayah, serta meningkatkan hubungan kerja sama di kawasan. Ashariyadi mengimbau “bahwa
mahasiswa tidak perlu takut menghadapi Masyarakat ASEAN, sebab dapat dilihat bahwa jumlah
pekerja asing setiap tahunnya semakin menurun. Beliau juga menjelaskan, bahwa sesungguhnya
Indonesia cukup bersaing di Masyarakat ASEAN.” ASEAN khususnya Masyarakat Ekonomi ASEAN
menjadi pintu ajaib dalam upaya mencapai mimpi menjadi generasi muda yang berpendidikan dan
berprestasi di Indonesia. ASEAN memiliki pengaruh yang besar dalam menentukan kemajuan suatu
bangsa, dengan terus membangun Sumber Daya Manusinya menjadi pribadi yang lebih berguna dan
berperan dalam mencapai kesejahteraan bangsa.
ASEAN Sebagai Kantong Ajaib Generasi Muda Indonesia

Kantong ajaib doraemon, itulah kalimat yang tepat menggambarkan ASEAN (Association of
South East Asian Nations). ASEAN merupakan suatu organisasi yang mewadai kerja sama
antarnegara di Asia Tenggara sejak 8 Agustus 1967. Seperti halnya kantong ajaib doraemon yang
dapat mengeluarkan ‘pintu kemana saja’ yang berguna bagi yang membutuhkannya sama halnya
dengan ASEAN. ASEAN juga merupakan kantong ajaib bagi masyarakat negara anggota ASEAN.
ASEAN dapat mengeluarkan kebijakan dan solusi-solusi untuk mengatasi permasalahan-
permasalahan yang ada di wilayah ASEAN, sehingga membantu masyarakat menyelesaikan
masalahnya. Salah satu contoh nyata yaitu ASEAN berupaya untuk melindungi hak-hak anak yang
diwujudkan melalui mekanisme kerja sama dalam upaya perlindungan anak. Yang mana di dalam
mekanisme ASEAN tersebut terdapat ASEAN Commission on the Promotion and Protection of the
Rights of Women and Children (ACWC), yang merupakan institusi hak asasi manusia di kawasan
ASEAN yang didirikan pada tahun 2010. Menurut majalah ASEAN edisi 15, komisi ini merupakan
komisi antar pemerintah yang diwakili oleh 20 perwakilan, dua dari masing-masing negara anggota
ASEAN. Indonesia memiliki wakil untuk hak anak di dalam ACWC yakni Ibu Yuyum Fhahni Paryani.
Indonesia sendiri menjadi ketua ACWC untuk tahun 2017.
“Tabungan masa depan bangsa bukanlah uang melainkan generasi muda yang sehat”.
Petikan kata mutiara tersebut menjadi motivasi seberapa pentingnya perlindungan anak
dibutuhkan agar dapat menciptakan generasi yang sehat, baik mentalnya maupun fisiknya. Dengan
kata lain, generasi muda merupakan aset bangsa yang sangat penting untuk kemajuan suatu bangsa
itu sendiri.
Selain upaya perlindungan hak anak, ASEAN juga berupaya untuk menjaga perdamaian dan
stabilitas yang mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan ASEAN. Hal tersebut memotivasi
negara-negara anggota ASEAN untuk membentuk komunitas yang terbuka, damai, stabil dan
sejahtera, saling peduli, serta diikat dalam kemitraan yang dinamis. Komunitas ASEAN ini lebih di
kenal luas dengan nama MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN).
Kata MEA sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat umum ataupun mahasiswa, khususnya
mahasiswa ekonomi di Indonesia. Namun, yang berkembang saat ini bukanlah tentang dampak
positif pembentukan MEA, tetapi lebih kepada dampak negatif dari MEA. Bahkan dari 10 mahasiswa
Ilmu Ekonomi Universitas Halu Oleo yang diberikan questioner tentang dampak MEA, ada sembilan
orang mahasiswa yang mengatakan bahwa MEA hanya mendatangkan dampak buruk bagi tenaga
kerja Indonesia. Lalu pertanyaannya, mengapa hal tersebut sampai terjadi? Yaitu dikarenakan
kurangnya informasi tentang ASEAN khususnya MEA yang sampai kepada para mahasiswa tersebut.
Tidak ada satupun seminar, organisasi, atau lembaga yang mensosialisasikan tentang hal tersebut
di Universitas Halu Oleo Kota Kendari tersebut.
Terlepas dari pendapat di atas, faktanya MEA memiliki dampak positif bagi perekonomian
dan menjadi pintu ajaib bagi para generasi muda untuk mengembangkan karirnya ke tingkat
Internasional. MEA menjadi peluang bagi generasi muda yang bersungguh-sungguh ingin meraih
kesuksesan. Sekretaris Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN, Ashariyadi, dalam kuliah umum yang
diadakan di Universitas Syiah Kuala Aceh tanggal 17 Februari 2017 mengimbau bahwa mahasiswa
tidak perlu takut menghadapi Masyarakat ASEAN, dapat dilihat bahwa jumlah pekerja asing setiap
tahunnya semakin menurun. Beliau juga menjelaskan, bahwa sesungguhnya Indonesia cukup
bersaing di Masyarakat ASEAN. Angka menunjukkan bahwa jumlah pekerja Indonesia yang bekerja
di ASEAN lebih banyak dari pada warga negara ASEAN lain yang bekerja di Indonesia. Selain manfaat
yang telah dijelaskan di atas, masih banyak peran ASEAN yang sangat penting bagi kesejahteraan
suatu bangsa, seperti halnya keamanan wilayah.
ASEAN, demikian besar pengaruhnya dalam menentukan kemajuan suatu bangsa, yang
dapat dicapai dengan melindungi dan meningkatkan kualitas generasi mudanya agar menjadi
generasi yang kreatif dan inovatif. Membangun Sumber Daya Manusinya menjadi pribadi yang lebih
berguna dan berperan dalam mencapai kesejahteraan bangsa. Karena kemajuan Indonesia dimasa
depan berada di tangan para generasi muda. Bukan tidak mungkin, dengan adanya generasi muda
yang berkualitas dan memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi dapat membawa Indonesia menjadi
negara yang maju dan di perhitungkan di ASEAN atau bahkan di kancah dunia.
Sebagai bagian dari generasi muda Indonesia, saya menganggap ASEAN khususnya
Masyarakat Ekonomi ASEAN menjadi pintu ajaib dalam upaya mencapai mimpi menjadi generasi
muda yang berpendidikan dan berprestasi, serta mampu membawa nama Indonesia di tingkat
Internasional terkhususnya dalam hal ekonomi melalui pengembangan usaha atau bisnis. Karena
menjadi pengusaha yang mampu menyumbang bagi pendapatan nasional merupakan impian utama
untuk saat ini, dan MEA memberi peluang tersebut melalui program pengembangan UMKMnya.
Dengan demikian, di masa depan, diharapkan ASEAN tetap dapat menjalin hubungan kerja
sama yang erat antarnegara anggota, baik dalam bidang ketahanan dan keamanan wilayah, politik,
ekonomi, serta sosial dan budaya. ASEAN juga dapat tetap menjadi kantong ajaib atau wadah bagi
masyarakatnya untuk meningkatkan kualitas dan inovasi diri.
Sebagai negara dengan jumlah provinsi yang cukup banyak, diharapkan agar meratanya
informasi-informasi terkait ASEAN di Indonesia, dimulai dari Indonesia bagian Barat hingga
Indonesia bagian Timur sehingga dapat memberikan wawasan kepada masyarakat secara
menyeluruh. Dan juga adanya terobosan yang dapat membantu mahasiswa-mahasiswa untuk lebih
memahami “apa yang dimaksud dengan ASEAN? Dan apa tujuan di bentuknya ASEAN?” Serta hal-
hal lainnya yang terkait dengan ASEAN, seperti halnya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), agar
dapat mengubah pendapat negatif mahasiswa menjadi pendapat positif, serta bersedia bergerak
untuk ikut berperan dalam program-program ASEAN untuk mensejahterkan msyarakat, serta
program-program Indonesia lainnya di dalam ASEAN.