Anda di halaman 1dari 26

Metode Pelaksanaan

Uraian Pekerjaan Penunjang

PT. BUMIKU Metode Kerja – PERSIAPAN & SITE ARRANGEMENT - 0


PERSIAPAN & SITE ARRANGEMENT

1.1 UMUM

Sebelum pekerjaan konstruksi dilaksanakan, pekerjaan yang pertama


dilaksanakan adalah pekerjaan pesiapan. Pekerjaan persiapan harus direncanakan
sedini mungkin untuk menagantisipasi kendala-kendala yang mungkin akan terjadi
selama pelaksanaan konstruksi berlansung. Bahkan pekerjaan ini harus
diperhitungkan pada saat tender poyek.

Perencaan site lay out harus mempertimbangan kelancaran aktifitas konstrusi.


Penetapan metoda konstruksi sangat terkait dengan kondisi lapangan dimana suatu
proyek konstrusi dikerjakan dan juga tergantung jenis proyek yang dikerjakan.

1.2. TUJUAN

Tujuan dari pekerjaan persiapan sudah jelas untuk memperlancar selama


aktifitas konstruksi berlansung.

1.3. PEKERJAAN PERSIAPAN

Sebelum pekerjaan pembangunan gedung di mulai, untuk menjamin lancamya,


pelaksanaan perlu dilakukan dan dipikirkan hal-hal yang mempengaruhinya, antara
lain sebagai berikut:

A. Access Road (Jalan Masuk)

Untuk keperluan transportasi/pengangkutan raw material, fabricc .ed material,


peralatan dan lain-lain, maka diperlukan access road yang cukup memadai, baik
lebarnya maupun kekuatan . Access Road ini ditinjau dan lokasinya ada dua,
yaitu:
1. Off Site Access
Jaringan jalan yang ada di luar lokasi dimanfaatkan sebagai access road.
Untuk ini perlu diketahui hal-hal sebagai:
 apakah ada yang perlu pelebaran
 apakah ada yang penlu perkuatan
 apakah ada peraturan lalu lintas atau peraturan daerah yang perlu
diperhatikan

2. On Site Access
Di dalam lokasi sendiri, diperlukan juga jalan untuk transportasi dalarn lokasi
dan pergerakan dan peralatan yang digunakan. On site access ini
direncanakan sebaik-baiknya, terutama untuk mengetahui gangguan yang
ada di dalam lokasi seperti: gangguan di atas (over head obstruction),
gangguan di permukaan tanah (ground obstruction), gangguan di bawah
tanah
(underground obstruction). Perencanaan access ini satu kesatuan dalam
perencanaan site plan.

PT. BUMIKU Metode Kerja – PERSIAPAN & SITE ARRANGEMENT - 1


B. Site Plan

Lahan pada lokasi proyek, perlu direncanakan sebaik-baiknya untuk keperluan


menampung dan mengatur seluruh kegiatan yang ada di lokasi meliputi:
 kantor-kantor (offices)• gudang (terbuka dan tertutup)
 barak kerja
 tempat fabrikasi
 on site access
 fasilitas-fasilitas kerja lain, seperti car wash misalnya. Bila lahan lokasi
proyek sangat terbatas, maka perlu pemanfaatan lahan lain yang
berdekatan atau bila terpaksa menggunakan lahan bangunan permanen
secara sementara dengan penjadwalan yang detail dan rinci, agar tidak
terlalu mengganggu kelancaran pekerjaan.

C. Pedoman Pengukuran

Agar bangunan dapat diletakkan path posisi yang diingirikan sesuai rencana
maka diperlukan pedoman-pedoman pengukuran. Pedoman pengukuran yang
diperlukan adalah:
 Pedoman titik koordinat, hal ini diambil dari “Bench Mark” (BM) yang ada
di sekitar/di dekat lokasi atau berpedoman pada bangunan yang telah
ada.
 Pedoman elevasi, untuk dapat menetapkan elevasi ± 0 untuk bangunan
tersebut.

Kedua pedoman tersebut harus selalu dijaga agar tidak mengalami perubahan
dan senantiasa harus dicek kernbali, sampai dengan pedoman tersebut telah
dipindahkan pada bagian bangunan yang telah dilaksanakan, secara tetap.

D. Alat Angkat

Kegiatan transportasi vertikal merupakan jantungnya kegiatan pelaksanaan


pembamgunan gedung, oleh karena itu pemilihan alat angkat yang digunakan
serta letak dan pergerakannya perlu ditetapkan/direncanakan lebih dahulu.
1. Jenis Alat Angkat dibagi menjadi dua, yaitu:
 Alat angkat barang-barang kecil dan tenaga kerja orang yaitu:
a. passenger host.
Passenger hoist mi berbentuk boks yang tertutup dan memiliki pintu
untuk keluar masuk, dan dilayani oleh seorang operator di dalamnya
untuk mengoperasikannya. Boks tersebut bergerak secara vertikal
pada tiang rangka baja yang menempel pada gedung.
b. Alat angkut barang-barang besar dan berat, yaitu: mobile crane
dan atau tower crane.Mobile crane ada dua jenis yaitu wheel (roda
ban) dan crawler (rantai baja), biasanya digunakan untuk
mengangkat barang yang tidak tinggi (2 atau 3 lantai).
Sedangkan tower crane, digunakan untuk transportasi vertikal pada
pelaksanaan gedung bertingkat tinggi.

PT. BUMIKU Metode Kerja – PERSIAPAN & SITE ARRANGEMENT - 2


Tower crane ada tiga jenis, yaitu:
 Static base crane, berdiri secara tetap pada fondasi dan untuk
kekakuannya diangker ke bagian gedung yang selesai dibangun.
 Rail mounted crane atau traveling crane, berdiri bebas dan dapat
bergerak sepanjang rail yang ada.
 Climbing crane, bergerak ke atas dengan bertumpu pada lantai
bangunan yang telah selesai dan terletak di tengah-tengah
gedung yang dibangun. Kapasitas tower crane tergantung dan
jenis dan tipe tower crane, serta panjang lengan pada saat
mengangkat (makiñ panjang lengan angkatnya, kemampuan
angkatnya menurun).

2. Letak Alat Angkat


Untuk mobile crane, karena sifatnya yang dapat bergerak bebas,tidak
tergantung pada letaknya. Tetapi yang perlu dipikirkan adalah
manuver/pergerakannya efisien atau tidak. Sedangkan untuk tower crane
dan passenger hoist, perlu direncanakan letaknya secara tepat karena akan
mempengaruhi produktivitas kerja.
a. Letak passenger hoist
Letak passenger hoist diupayakan sebagai berikut:
• Sedekat mungkin dengan pusat dan daerah yang dilayani
• Tidak terlalu banyak mengganggu kegiatan pekeijaan finishing.
b. Letak tower crane/climbing crane
Letak tower crane diupayakan sebagai berikut:
• Memiliki daerah pelayanan yang maksimal
• Dapat memanfaatkan struktur bangunan sebagai fondasi
• Over swing tower crane tidak mengganggu pihak lain (seperti bangunan,
jalan raya, jalan kereta api, dan lain-lain).
Khusus climbing crane, struktur tempat berpijak harus cukup kuat
menahan climbing crane selama operasi.

1.3.1. Pesiapan Sumber Daya(Team Work)

Project Manager dan Site Manager merencanakan jumlah personel yang akan
terlibat dalam aktifitas proyek. Jumlah pekerja (Daily Worker) dan jenis pekerjaan
yang akan di Sub kan juga harus ditentukan.

PT. BUMIKU Metode Kerja – PERSIAPAN & SITE ARRANGEMENT - 3


Site Organisasi (Umum)

Project Manager

Site Manager
Quality Control

Purchasing Site Engineer Pelaksana Administation Safety Officer / K-3

Logistik Quantity Control Pelaksana Struktur Keuangan Ass. K3


Peralatan Tenaga Ahli ME Pelaksana Arsitek Driver Security
Gudang Drafter Pelaksana ME
Surveyor

Subkon
Mandor

1.3.2. Temporary Site.

a. Pagar Proyek.
Pembuatan pagar proyek dalam suatu pelaksanaan proyek konstruksi
merupakan suatu keharusan. Hal tersebut untuk menjamin keamanan kerja dan
ketertiban dalam lingkungan proyek. Pagar harus dibuat kokoh dan tak mudah
roboh.

Disamping itu, untuk keserasian dengan lingkungan sekitarnya, pagar harus rapi,
bersih dan estetis. Untuk itu pagar harus dicat sehingga kelihatan lebih asri.
Material pagar biasanya terdiri dari seng yang disangga oleh tiang – tiang besi
atau kayu dengan jarak tiang lebih kurang 2.00 m.

b. Pos Jaga (Post Security).


Untuk kenyamanan para security dalam melaksanakan tugasnya, maka pos jaga
haruslah disediakan. Penempatan pos jaga ditempatkan pada sisi sebelah
dalam pintu gerbang proyek. Biasanya ukuran pos jaga 2.00 x 2.00 m2 yang
cukup memadai untuk dua orang security. Dalam hal ini, pos jaga telah tersedia.

c. Jalan Kerja
Jalan kerja yang dimaksud adalah akses yang digunakan dalam proses aktifitas
transportasi dilingkungan proyek yang dimulai dari gerbang utama (termasuk
jembatan kalau ada) hingga jalan di dalam area konstruksi.

PT. BUMIKU Metode Kerja – PERSIAPAN & SITE ARRANGEMENT - 4


Jalan harus mampu memenuhi lalu lintas kendaraan proyek, baik untuk truk
material, truk mixer, truk container maupun untuk mobilisasi alat berat seperti
mobil crane, crane tower dan sebagainya.

Konstruksi jalan kerja ini walaupun besifat sementara atau bakal dijadikan jalan
permanent harus memperhitungkan beban lalu lintas yang akan melewatinya.
Jika jalan bersifat sementara tanah merah sebaiknya digunakan sebagai sub
base, sub grade (limestone) dan base (Macadam). Jika jalan proyek akan
dijadikan jalan permanent maka spesifikasi pondasi badan jalan harus mengikuti
ke standard desain.

d. Site Office / Direksi Keet (Kantor Proyek).


Site office disediakan untuk semua staff yang terlibat di proyek, untuk owner,
Konsultan dan sub contraktor. Penempatan site office harus direncanakan dalam
bentuk temporary site office lay out. Penyediaan site office harus memenuhi
kebutuhan Owner, Main Contarctor dan Sub Contractor. Site office harus ditata
sedemikian rupa dengan ruang kerja yang meliputi antara lain untuk kebutuhan
tamu, meeting, meja kerja semua staff, drafter, administrasi, musholla, toilet dan
dapur. Walaupun site office bersifat sementara namun tetap harus
mengutamakan kenyamanan dan persyaratan sebagai tempat kerja seperti
kebutuhan penerangan, AC dan Exhaust Fan yang memadai dsb. Besarnya site
office biasanya tergantung jumlah personel dan kebutuhan dilapangan. Dalam
hal ini direksi keet telah ada, hanya dilakukan perbaikan sedikit.

e. Gudang material dan peralatan.


Penempatan dan ukuran dari gudang material harus datur sedemikian rupa.
Ukuran gudang material dan peralatan sangat tergantung dari besarnya proyek
konstruksi atau berkisar lebih kurang 6.00 x 6.00 m2 sampai 6.00 x 12.00 m2.
Tempat penyimpanan cement atau material – material finishing lainya yang
dapat rusak oleh pengaruh cuaca haruslah benar – benar aman ditempat yang
tertutup dengan baik dan sebaiknya disimpan dengan menggunakan container.
Begitu juga halnya dengan material yang berbahaya dan mudah terbakar seperti
thinner, cat dsb harus disimpan ditempat yang terpisah dan aman.

Gudang yang disediakan untuk Sub Cont harus terpisah dengan gudang Main
Contactor. Jika Sub Cont menyediakan container storage, penempatanya
haruslah atas persetujuan main kontarktor atau berdasarkan Site Lay Out yang
telah ditetapkan.

f. Ketersediaan Power Supply (Listrik).

Kebutuhan yang dimaksud adalah jumlah daya yang diperlu untuk


melaksanakan pekerjaan konstruksi hingga selesai. Sumber daya listrik dapat
diperoleh melalui PLN atau Genset. Biasanya daya listrik yang diperlukan untuk
aktifitas konstruksi adalah :
 Penerangan.
 Perlatan kerja seperti : Tower Crane, Lift Bahan, mesin potong, bor, bar
bender, bar cutter, pompa air, hammer drill, compressor, Electric Welding,
Vibrator Concrete dll.

PT. BUMIKU Metode Kerja – PERSIAPAN & SITE ARRANGEMENT - 5


 Peralatan Kantor seperti : Komputer, mesin photo copy, exhaust fan,
printer, ploter dll.

Analisa kebutuhan daya listrik ini sangatlah penting untuk menentukan berapa
daya yang tersedia (Spare Breaker) PLN yang ada atau untuk menetukan
berapa kapasitas Genset yang harus disediakan dalam Kva.

Jumlah daya listrik yang diperlukan haruslah memenuhi untuk berbagai


keperluan selama konstruksi berlangsung.
Format untuk analisa kebutuhan daya listrik dapat dibuat sepeti contoh pada
tabel berikut ini.

Tabel – 1 (Contoh)
Power Supply Analisys.

Total
N Power Reg / Unit Source
Equipment Type Unit (Kva)
O
Volt Kva Watt PLN Genset
1 Tower Crane FO 23B - 380 175 - -
2 Lift Barang - - - - - -
Lift
3 Alimox - - 60 - -
Penumpang
4 Bar Bender - 2 380 3.8 - 7.6 √
5 Bar Cutter - 2 380 3.8 - 7.6 √
Eletric 130 √
6 - 1 220 - 1.3
Welding 0
370 √
7 Sumpit 3” - 1 380 - 3.7
0
Cutting Well √
8 - 1 220 - 800 0.8
14 “
Wooden √
9 - 1 220 - 200 0.2
Planer
10 Hand Grinde - 2 220 - 200 0.4 √
Drilling √
11 - 2 220 - 200 0.4
Concrete
Concrete 200 √
12 - 2 380 - 4
Vibrator 0
13 Bor - 1 220 - 200 0.2 √
14 Blower - 1 220 - 200 0.2 √
15 Lampu TL 20 - 40 220 - 20 0.8 √
16 Lampu TL 40 - 20 220 - 40 0.8 √
Lampu Spot √
17 - 10 220 - 400 4
Light
Lampu 100 √
18 - 8 380 - 8
Mercury 0
AC Window ¾ √
19 - 10 220 - 540 5.4
Pk
20 Exhaust Fan - 6 220 - 200 1.2 √
21 Computer PC 10 220 - 150 1.5 √
22 Kulkas - 1 220 - 540 0.54 √

PT. BUMIKU Metode Kerja – PERSIAPAN & SITE ARRANGEMENT - 6


23 Dispenser - 3 220 - 300 0.9 √
23 Jet Pump - 2 220 - 150 0.3 √
Power untuk √
21 Panel 8 5 40
Subcont M&E
Total Keperluan Daya Listrik (Kva) 89.84

Summary : Berdasarkan hasil analisa daya keperluan listrik = 89.84 Kva


Maka kapasitas minimal Genset yang diperlukan adalah = 150 Kva.

Nb : 1 Kva = 1000 watt


1 Pk = 720 watt

g. Ketersediaan Air Bersih


Kebutuhan air proyek harus mampu untuk memenuhi keperluan aktifitas
pekerjaan konstruksi antara lain ;
 Toilet di Site Office.
 Base Camp.
 Canteen.
 Concrete / plester curing.
 Untuk adukan.
 Cleaning.
 Pengetesan Plumbing, Hydran etc.
 Dsb.

Air yang berasal dari sumur bor disimpan dalam tanki – tanki penampungan air
yang sesuai dengan kapasitasnya. Volume air yang dibutuhkan dianalisa dengan
kebutuhan air setiap harinya. Perkiraan jumlah pekerja sangat menentukan
kebutuhan air. Format untuk analisa kebutuhan air dianalisa sepeti tabel berikut
ini.
Tabel – 2
Water Source Analisys

Vol / Tank
Source of Water
day Name of Capacity Location
No Water Usage
Tank of Tank Deep
M3 M3 PAM
Well
Toilet in Near
1 4 Fibreglass 1 √
Office Office
Labour
2 Labor Camp 30 Concrete 9 √
Toilet
3 Canteen 4 Concrete 2 Canteen √
Curing &
Direct by
4 Site 20 √
Jet Pump
Cleaning
Mixing
5 2 Fibreglass √
Mortar
6 Others 5 Concrete √

PT. BUMIKU Metode Kerja – PERSIAPAN & SITE ARRANGEMENT - 7


Berdasarkan data tabel – 2, dapat dianalisa berapa unit Jet Pump, Fibreglass
tank yang harus digunakan serta ukuran bak air. Berapa M3 air yang harus
dibayarkan ke PDAM setempat selama proyek berlansung.

h. Work shop untuk rebar.


Penempatan Bar bender dan Bar Cutter haruslah pada posisi yang benar,
pastikan tidak ada hambatan pada saat pem – bendingan. Begitu juga halnya
untuk pekerjaan pemotongan. Panjang meja potong minimal 10.00 m1.
Bangunan untuk pekerjan fabrikasi besi minimal dengan ukuran 6 x 12 m1.
Penyediaan power (Kapasitas Panel) tergantung dari berapa unit alat yang
digunakan dan terlindung dari hujan serta penerangan tetap harus
diperhitungkan.

i. Work Shop u/ Fabrikasi Bekisting


Work shop untuk pekerjaan fabrikasi bekisting (Form Work) disediakan dengan
kapasitas yang harus memadai untuk peyimpanan material (kayu dan plywood)
serta ruang kerja pemotongan dan penyerutan. Ukuran work shop sangat
tergantung pada volume pekerjaan minimal 6.00 x 6.00 m2.

j. Work Shop u/ Pek. Mekanikal & Electrical


Work Shop untuk pekerjaan Mekanikal & Elektrikal biasanya disediakan adalah
untuk keperluan fabrikasi oleh Subcont M&E. Penyediaan kapasitas panel
harus dapat memenuhi kebutuhan aktifitasnya.

k. Labour Camp (Bedeng Pekerja).


Kontraktor harus menyediakan sarana u/t istirahat (tidur) bagi semua pekerja
proyek. Perencanaan jumlah pekerja sangat menentukan berapa besar
bagunan yang harus disediakan. Untuk para staff proyek disediakan
penginapan (mess karyawan) yang berada diluar lokasi proyek. Bedeng pekerja
dibuat dengan

konstruksi kayu 2 lantai. Lebar 8.00 m x Panjang (Variasi) yang tergantung


pada jumlah pekerja yang akan menempatinya.

l. Canteen.
Penyediaan tempat untuk makan bagi pekerja & karyawan proyek sangatlah
penting. Jika sarana ini tidak disediakan di lokasi proyek akan mengakibatkan
sulitnya mengontrol dan menjaga keamanan karena banyaknya dan seringnya
keluar masuk pekerja dari lokasi proyek. Canteen harus disediakan untuk
mampu melayani kebutuhan makan pekerja. Untuk proyek yang besar minimal
disediakan 2 buah canteen.

Kebersihan dan kesehatan canteen harus di jaga. Air limbah canteen harus
benar – benar mengalir ke saluran pembuangan.

m. Toilet Umum.
Sarana ini sangatlah penting sekali dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Penyediaannya meliputi antara lain : WC, Bak Mandi, Septick Tank dan aliran
air yang memadai serta air buangnya mengalir dengan baik. Ukuran bangunan
toilet tergantung pada jumlah pekerja yang menginap di lokasi proyek.

PT. BUMIKU Metode Kerja – PERSIAPAN & SITE ARRANGEMENT - 8


Bangunan harus tertutup dengan rapat dan toilet perempuan harus dibuat
secara terpisah.
Toilet umum harus dijaga kebersihanya dan secara berkala Septick Tank harus
dikuras.

n. Saluran Air Limbah.


Air limbah dari canteen dan toilet harus dibuat dengan sedemikian rupa
sehingga dapat dipastikan tidak adanya genangan air kotor dilokasi proyek.
Genangan air limbah adalah sarana untuk berkembangnya nyamuk, yang
sangat membahayakan kesehatan.

ISU KESELAMATAN PADA ZONA KERJA

1. Seluruh pekerja (termasuk ahli teknik) dalam zona kerja harus memakai jaket
keselamatan. Untuk pekerjaan pada waktu malam, harus dilengkapi dengan jaket
refleKtif.
2. Jalan harus bersih dari pasir dan kerikil. Jalan perludisapu (manual atau dengan
mesin) secara rutin –terutama untuk menjamin keselamatan pengendara sepeda
motor.
3. Menyingkirkan seluruh objek berbahaya seperti concrete block, tongkat, tiang besi,
ranting pohon dan concrete barrier yang tidak dipasang dengan benar dari jalan
dan zona rumija. Objek tersebut tidak boleh digunakan sebagai pengarah atau
pengatur lalu-lintas pada zona kerja.
4. Tidak diperbolehkan menempatkan alat berat,mesin, kendaraan proyek, kerikil/
pasir atau material lainnya didalam ‘zona bebas’ dimanapekerjaan jalan
dilakukan.
5. Tabel zona bebas dengan fungsi kecepatan ditampilkan dibawah ini. Tabel ini utuk
digunakan sebagai panduan bagi kontraktor untuk meletakkan material dan
peralatan secara selamat.

Tabel Zona Bebas Minimum Dalam Zona Kerja

PT. BUMIKU Metode Kerja – PERSIAPAN & SITE ARRANGEMENT - 9


Ketentuan Umum Tanda Rambu dan Deliniasi Pada Zona Kerja

 Seluruh Tanda, Rambu dan Pengarah harus dipelihara agar selalu dalam kondis
baik dan bersih.
 Seluruh Tanda, Rambu dan Pengarah yang digunakan pada malam hari harus
mampu memantulkan cahaya (reflektif) minimum setingkat Engineer Grade (EG)
dalam kondisi yang bersih dan tidak rusak.
 Rambu peringatan zona kerja harus mencukupi. Detail jenis dan lokasi penempatan
rambu diberikan pada diagram dalam buku panduan ini.
 Zona kerja harus terdelineasi dengan baik menggunakan alat yang reflektif
termasuk plastic bollards, patok pengarah, hazard markers dan peralatan lain yang
disetujui. Objek berbahaya (seperti concrete blocks, ranting pohon, dan concrete
barrier) tidak boleh digunakan sebagai delineator atau pengatur lalu lintas pada
zona kerja.
 Jalur yang harus dilalui oleh lalu lintas dari kedua arah harus diinformasikan
dengan jelas.
 Tidak diperbolehkan adanya alternatif jalur lainnya selain yang telah ditetapkan.
Bila ada kemungkinan rute lain, perlu dilakukan penutupan dengan delineasi yang
kuat.
 Bollards atau kerucut lalu-lintas dapat digunakan untuk memandu pengemudi di
sepanjang zona kerja. Contoh-contoh akan diberikan pada bagian akhir dalam
Buku ini. Seluruh tanda dan rambu harus dipasang sedemikian agar tidak mudah
jatuh atau tertiup angin. Seluruh tanda dan rambu harus mengikuti kaidah 6 C
sebagai berikut:

PT. BUMIKU Metode Kerja – PERSIAPAN & SITE ARRANGEMENT -


10
Tabel Kaidah 6C Rambu-Rambu

Ada tiga jenis rambu yang digunakan :

Kontraktor perlu melakukan:


1. Menempatkan rambu yang benar dan aman. Seluruh rambu harus diletakkan
minimal 1 meter dari lajur lalu lintas;
2. Memastikan bahwa seluruh rambu berada dalam jarak pandang pengguna
jalan;
3. Memastikan bahwa seluruh rambu dapat terlihat – tidak tertutup oleh pohon,
rumput, kendaraan proyek, mesin atau halangan lainnya;
4. Tidak menempatkan rambu yang dapat mengahalangi pandangan pengguna
jalan terhadap rambu lainnya;

5. Selalu memeriksa agar rambu tidak mengarahkan pengguna jalan pada lajur
yang salah atau lokasi yang membahayakan;

PT. BUMIKU Metode Kerja – PERSIAPAN & SITE ARRANGEMENT -


11
6. Periksa kondisi seluruh rambu minimal satu hari sekali; Tidak mengarahkan
pengguna jalan untuk melanggar aturan. Pastikan bahwa seluruh bentuk
pengalihan tidak memaksa pengguna jalan untuk memotong marka ganda
menerus, atau melanggar rambu larangan/perintah;
7. Setelah pekerjaan selesai - tutup rambu yang tidak diperlukan;
8. Tutup atau pindahkan rambu yang tidak perlu;
9. Selalu memperhatikan batas kecepatan yang aman. Bila pekerjaan selesai
untuk mengembalikan kecepatan pada kondisi normal, pastikan bahwa kondisi
jalan pada kondisi yang baik, bersih dari pasir atau kerikil dan tidak ada pekerja;
10. Gunakan kerucut lalu lintas yang mamantulkan cahaya – minimum tingginya
450 mm – untuk memberi delineasi pada zona kerja. Selalu letakkan kerucut
lalu lintas dalam satu garis yang menerus sehingga tampak sebagai garis tepi
lalu lintas. Perbaiki atau ganti kerucut yang tertabrak atau tertiup angin;
11. Pergunakan taper yang panjang. Ingat bahwa pengemudi memerlukan taper
yang lebih panjang – minimum panjang taper diberikan pada Tabel dibawah.

Tabel Minimum Panjang Taper Yang Dibutuhkan

Zona kerja harus memiliki resiko minimum:

PT. BUMIKU Metode Kerja – PERSIAPAN & SITE ARRANGEMENT -


12
MANAJEMEN LALU LINTAS
Perencanaan Keselamatan Kerja - Proyek Jalan
Perencanaan jauh ke depan demi keselamatan pada pekerjaan jalan bukanlah
membuang waktu. Hal ini adalah bagian penting yang positif pada pekerjaan jalan. Ada
beberapa langkah kunci dalam proses ini dan dengan pertimbangan cermat, dapat
merancang, melaksanakan, dan mengelola lokasi pekerjaan yang
berkeselamatan. Kontraktor sebaiknya menunjuk seorang ahli teknik yang bertanggung
jawab atas keselamatan jalan di lokasi pekerjaan. Ahli teknik tersebut harus membuat
RMLL — rencana yang memperlihatkan rambu yang tepat, delineator, kerucut lalu
lintas, pagar keselamatan, dan berbagai perangkat pengendalian lalu lintas yang akan
digunakan ditiap tahap pekerjaan. Perincian RMLL akan dijelaskan di bagian
berikutnya. Menyusun RMLL perlu pengetahuan dan pengalaman. Tidak hanya sekedar
“ambil-salin” dari internet atau memfotokopi dari suatu manual. Setiap lokasi
memerlukan perhatian penuh dan detail karena tidak ada lokasi proyek yang
sama. Berbagai hal, seperti geometri vertikal dan horizontal, volume lalu lintas,
kecepatan, guna lahan sisi jalan, dan durasi pekerjaan, semuanya membuat setiap
lokasi proyek unik.
A-B-C-D-E

PT. BUMIKU Metode Kerja – PERSIAPAN & SITE ARRANGEMENT -


13
Namun, ada beberapa faktor umum di semua proyek — dengan mengikuti langkah-
langkah kunci, dapat mengumpulkan semua informasi yang diperlukan untuk menyusun
RMLL yang efektif dan berkeselamatan.

Bagian yang tidak kalah pentingnya dalam pengaturan kelancaran pelaksanaan


pekerjaan adalah pengaturan akses keluar masuknya kendaraan ke lokasi dan di
dalam lokasi proyek. Beberapa hal yang harus diperhatikan selama aktifitas pekerjaan
berlangsung adalah :

a. Penjaga pintu gerbang masuk proyek, yang mengontrol arus kendaraan keluar &
masuk proyek.
b. Rambu – rambu tanda aktifitas proyek yang sedang berlangsung.
Rambu - rambu yang jelas harus benar – benar dapat diperhatikan dengan jelas bagi
setiap pengguna jalan yang melintasi area proyek untuk menghindari terjadi nya
kecelakaan.

c. Lampu tanda hati – hati.


Lampu – lampu tanda hati – hati di lingkungan akses keluar masuk lokasi proyek
harus selalu berfungsi dengan baik.
d. Jalan akses dalam lokasi proyek harus disediakan dengan sedemikian rupa untuk
memperlancar pergerakan dan cukup kuat menahan beban mobil – mobil proyek
dan crane untuk erection.

Persyaratan Rencana Manajemen Lalu Lintas

Kontraktor harus memberikan waktu minimal 10 hari bagi Konsultan untuk menerima,
membaca dan mengkaji RML Dalam kurun waktu tersebut, Konsultan perlu mengkaji
dan menilai RML dan perlu mendiskusikannya dengan Kontraktor. Hanya setelah RML
disetujui, pekerjaan konstruksi dapat dimulai Minimal 2 hari sebelum konstruksi
dimulai, Konsultan dan Kontraktor perlu bertemu di lapangan untuk menentukan lokasi
penempatan rambu dan delineator secara tepat.

Zona kerja dibagi kedalam 4 zona – tabel berikut menjelaskan masing-masing zona.
RML harus menunjukkan dengan jelas bahwa keempat zona tersebut dipertimbangkan
dalam penyusunan RML dan bahwa rambu dan delineator serta aktivitas lainnya telah
direncanakan untuk keempat zona tersebut.

PT. BUMIKU Metode Kerja – PERSIAPAN & SITE ARRANGEMENT -


14
Tabel Pembagian Pada Zona Kerja Di Jalan

PT. BUMIKU Metode Kerja – PERSIAPAN & SITE ARRANGEMENT -


15
Langkah 1: Tentukan kategori pekerjaan jalan
Pekerjaan jalan terbagi dalam dua kategori :
 Pekerjaan jangka panjang
 Pekerjaan jangka pendek (stasioner atau berpindah)

RMLL untuk pekerjaan jangka panjang di jalan yang sibuk dengan kecepatan tinggi
menuntut perhatian lebih daripada (misalnya) pekerjaan jangka pendek stasioner di
jalan arteri di wilayah perkotaan. Untuk pekerjaan jangka pendek, salah satu diagram
di Bagian D cukup memadai jika dipelajari dengan cermat. Untuk pekerjaan jangka
panjang, sEmua diagram di Bagian D juga memberikan pedoman yang bermanfaat,
namun perlu lebih dicermati dalam mendetilkan karena durasi perkerjaan
dan rambu/delineator/pagar keselamatan akan terpasang siang dan malam.

Langkah 2: Tentukan tahapan pekerjaan


Mulailah dengan memikirkan bagaimana lalu lintas di lokasi pekerjaan jalan akan diatur.
Berikut ini terdapat beberapa pilihan:
 melintasi area kerja dengan kondisi lalu lintas dikontrol penuh, ata
 melewati area kerja dengan lintasan di sebelah area kerja tapi tanpa menyentuh
area kerja
 pergerakan mengelilingi area kerja dengan detour/pengalihan lalu lintas ke jalur
sementara atau jalan eksisting, atau
 jalan ditutup pada periode-periode pendek saat pekerjaan berlangsung.
Menetapkan penahapan pekerjaan jalan sangat penting dalam keselamatan
 jMAnajer Proyek dianjurkan agar benar-benar memperhitungkan penahapan proyek
yang berkeselamatan. Penahapan pekerjaan jalan akan berpengaruh besar pada
keselamatan jalan. Ahli teknik yang bertanggung jawab atas keselamatan
pekerjaan jalan harus berkomunikasi dengan Manajer Proyek untuk menentukan
tahapan pekerjaan. Hal ini sangat penting — berdasarkan penahapan pekerjaan,
penyiapan RMLL dapat menjadi tugas sederhana atau justru sangat kompleks.
Dan berdasarkan pada penahapan pekerjaan, biaya penyediaan rambu/perangkat
pengendalian lalu lintas yang dibutuhkan mungkin rendah (satu area kerja) atau
justru menjadi sangat tinggi (banyak area kerja). Misalnya, jika suatu jalan yang
cukup panjang akan diperbaiki, sebaiknya pekerjaan dimulai di salah satu ujungnya
dan berlanjut ke ujung yang lain. Satu tahap diselesaikan sebelum tahap
berikutnya dimulai. Pengemudi/pengendara hanya akan menghadapi satu lokasi
kerja, meminimalkan risiko lokasi kerja.
 Sebaliknya, jika diputuskan untuk melakukan pekerjaan yang sama pada sejumlah
lokasi yang terpisah, para pengguna jalan akan menghadapi beberapa lokasi
pekerjaan. Akan ditemui lokasi pekerjaan yang putus-sambung, putus-sambung, dan
putus sambung lagi di sepanjang jalan itu. Penahapan pekerjaan semacam ini
memerlukan lebih banyak sumber daya pada proyek dalam rangka perambuan yang
benar dan mencukupi. Penahapan semacam ini juga menempatkan pengguna lebih
terpapar terhadap konflik yang potensial. Perencanaan detail tahapan pekerjaan
jalan harus menjadi prioritas awal dalam pelaksanaan pekerjaan.

PT. BUMIKU Metode Kerja – PERSIAPAN & SITE ARRANGEMENT -


16
Keterangan
1. Risiko Tinggi — 15 km jalan antar kota eksisting diduplikasi. Terdapat enam area
kerja yang mengambil bagian jalan pada beberapa lokasi secara bersamaan.
Pengguna jalan akan menghadapi banyak lokasi kerja.
2. Risiko Rendah — 15 km jalan antar kota eksisting diduplikasi. Terdapat hanya
satu lokasi kerja yang mempengaruhi pengguna jalan. Pekerjaan jembatan
dilakukan “off road” Pengguna jalan hanya menghadapi satu lokasi kerja.

Langkah 3: Pertimbangkan kelas jalan, volume dan komposisi lalu lintas


Keselamatan pekerja dan pengguna jalan akan lebih terjamin dengan memastikan
bahwa lokasi pekerjaan dikelola demikian rupa sehingga pergerakan lalu lintas hanya
mengalami sedikit gangguan. Sebaiknya pertimbangkan bagaimana proyek dapat
dikelola untuk meminimalkan hal-hal dibawah ini :
 Gangguan pergerakan dan pola lalu lintas.
 Gangguan lalu lintas saat jam sibuk.
 Gangguan pada pelayanan kendaraan umum.
 Banyaknya jalan yang ditutup pada saat bersamaan.

Waktu tunda dapat diminimalkan dengan membuka lajur sebanyak yang diperlukan.
Waktu tunda dapat diminimalkan dengan melakukan sebagian besar pekerjaan pada
malam hari (namun, hal ini menyebabkan tambahan kebutuhan akan keselamatan).
Rambu portabel atau sejumlah pemandu lalu lintas yang terlatih juga dapat digunakan
untuk mengatur pergerakan lalu lintas seefisien mungkin. Ada beberapa hal yang
mungkin terlihat sepele tetapi bisa jadi sangat penting di lokasi pekerjaan. Tiga di
antaranya yang paling umum adalah :
 Singkirkan atau tutup semua rambu batas kecepatan bila sudah tidak cocok atau
tidak diperlukan. Hal ini biasanya hanya terjadi di luar jam kerja pada pekerjaan
jalan jangka panjang. Batas kecepatan kendaraan, jika tidak perlu, dapat
merugikan. Pengemudi/pengendara akan segera belajar untuk mengabaikan
rambu.
 Singkirkan rambu lain yang tidak sesuai terhadap waktu tertentu, siang atau
malam. Misalnya rambu peringatan “simbol/gambar pekerja”, saat tidak ada pekerja
di area kerja. Berikan selalu pesan yang akurat dan benar kepada pengguna jalan.

PT. BUMIKU Metode Kerja – PERSIAPAN & SITE ARRANGEMENT -


17
 Tutup dan jaga dalam kondisi baik peralihan dari segmen jalan ke segmen lainnya.
Peralihan yang terbuka dan kasar menimbulkan debu, lumpur, serta kemacetan
dan masalah keselamatan.

Langkah 4: Pertimbangkan arus lalu lintas

Lalu lintas akan selalu menggunakan jalan, jadi harus diambil keputusan ke mana arus
lalu lintas itu akan diarahkan — melintasi, melewati, atau mengitari area kerja. Lalu
Lintas Melintasi Area Kerja Lalu lintas yang melintasi area kerja hanya diperbolehkan
apabila lalu lintas dan pekerjaan dapat dikendalikan sepenuhnya. Pemandu lalu lintas
(atau APILL portabel) biasanya diperlukan untuk memperlambat atau menghentikan
arus lalu lintas periode pendek agar pergerakan peralatan atau pengoperasian lainnya
berkeselamatan. Lalu Lintas Melewati Area Kerja Jika tidak mungkin mengalihkan arus
lalu lintas ke lintasan samping maupun ke jalan eksisting, metode umum untuk
manajemen lalu lintas adalah mengarahkan lalu lintas melewati area kerja. Lintasan
lalu lintas melewati area kerja harus diberi delienasi yang jelas agar para
pengguna jalan tidak bingung dan untuk meminimalkan risiko kendaraan dengan tidak
sengaja memasuki area kerja. Lalu lintas mengitari area kerja (Lintasan samping dan
jalan eksisting) Bila keadaan tidak memungkinkan pergerakan lalu lintas melintasi atau
melewati area kerja, detour atau pengalihan arus diperlukan. Pengalihan arus lalu lintas
ini dapat menggunkan jaringan jalan eksisting atau lintasan samping yang
khusus dibangun.

PT. BUMIKU Metode Kerja – PERSIAPAN & SITE ARRANGEMENT -


18
Langkah 5: Pertimbangkan keselamatan pekerja

Terkait keselamatan pekerja, pertimbangkan hal - hal berikut ini :


 Apakah ini pekerjaan jangka panjang atau jangka pendek? Keselamatan pekerja
pada pekerjaan jangka pendek dapat dipenuhi dengan cara kerja dimana pekerja
tidak terpapar dekat dengan kendaraan yang lalu-lalang dalam periode
lama.Perlengkapan seperti pakaian berwarna terang, perangkat peringatan
pada kendaraan kerja, dan adanya pengawas pekerja sesuai untuk pekerjaan
jangka pendek. Jika pengendalian jenis ini tidak memadai, maka pengendalian
yang lebih baik perlu digunakan (rambu dan perangkat).
 Untuk pekerjaan jangka panjang, bagaimana pekerja dapat terlindung dari lalu
lintas di area kerja, apakah dengan delineasi yang menyolok dan kecepatan
rendah, atau dengan menyediakan pagar antara area kerja dan arus lalu lintas.
Atau jika pagar keselamatan tidak praktis, dapat dibantu dengan memberi jarak
bebas lateral yang cukup antara tepi area kerja dan lajur lalu lintas yang paling
dekat.
 Bagaimana kecepatan arus lalu lintas yang melewati lokasi pekerjaan dapat
dikendalikan. Apakah dengan pembagian zona kecepatan sementara dan
penegakan hukum, atau dengan cara lain, seperti penggunaan jendulan melintang
jalan (polisi tidur), perangkat rambu, dan delineasi.

Langkah 6: Pertimbangkan keselamatan pejalan kaki dan pesepeda

Apabila pejalan kaki (termasuk penyandang cacat) perlu melintasi, melewati, atau
mengitari area kerja atau menyeberangi jalan dalam area kerja, harus disediakan
(diarahkan) lintasan dan titik penyeberangan sementara yang terlindungi. Lintasan
pejalan kaki dan pesepeda harus dibuat dalam skala dan lebar yang sama seperti
fasilitas sebelum pekerjaan jalan dimulai. Apabila lintasan atau penyeberangan untuk
pejalan kaki sementara telah direlokasi, fasilitasnya harus memenuhi syarat sebagai
berikut :
1. Permukaan lintasan dan/atau penyeberangan harus berkeselamatan dan nyaman
untuk kereta dorong dan kursi roda, juga untuk penyandang tunanetra
2. Tempat penyeberangan harus sedekat mungkin dengan jalur yang diinginkan
pejalan kaki. Lebar dan kualitas permukaan tempat penyeberangan harus sama
seperti fasilitas sebelum ada pekerjaan jalan, termasuk ketentuan untuk
penyandang tunanetra. Rambu regulasi yang benar diperlukan pada
tempat penyeberangan.
iii. Jika lalu lintas pejalan kaki dialihkan ke jalan eksisting, lintasan pejalan kaki
harus terpisah dari lalu lintas kendaraan. Pagar berjala (tanpa tonjolan atau tiang
yang membahayakan) atau barisan kerucut/bollard plastik dapat
digunakan apabila :
3. Jarak bebas ke tepi lajur lalu lintas sedikitnya 1,2 meter dan batas kecepatan
60 km/jam atau kurang; atau
4. Jika bebas ke tepi lajur lalu lintas kurang dari 1,2 meter, batas kecepatan 40
km/jam atau kurang.

Jika persyaratan tersebut tidak dapat dipenuhi, maka pagar keselamatan (dipasang
dengan benar) harus dipertimbangkan. Pagar keselamatan memerlukan perhatian
ekstra agar dapat dipasang dan disambung dengan baik.Kualitas penerangan tidak
boleh kurang daripada yang telah disediakan di lintasan dan penyeberangan pejalan

PT. BUMIKU Metode Kerja – PERSIAPAN & SITE ARRANGEMENT -


19
kaki yang asli. Setelah uraian rinci selama tahap perencanaan, tahap desain dapat
dimulai — dengan mendesain rencana manajemen lalu lintas untuk lokasi pekerjaan
jalan.
Tabel Contoh Masalah Keselamatan Pada Zona Pekerjaan Jalan

PT. BUMIKU Metode Kerja – PERSIAPAN & SITE ARRANGEMENT -


20
PT. BUMIKU Metode Kerja – PERSIAPAN & SITE ARRANGEMENT -
21
PERENCANAAN PREDIKSI DAN ANTISIPASI CUACA

Cuaca merupakan suatu hal yang penting dalam perencanaan pelaksanaan proyek
terlebih proyek banyak terkait dengan pekerjaan tanah seperti pekerjaan basement,
substructure, dan jalan. Seringkali proyek salah perencanaan akibat tidak
mengindahkan prediksi cuaca. Akibatnya pekerjaan terlambat dan terjadi cost overrun
akibat produktifitas alat dan manpower yang rendah karena hujan.

Perencanaan Proyek Terkait Cuaca


Perencanaan pelaksanaan proyek yang terkait cuaca dapat dibagi dalam tiga horison
waktu yaitu jangka panjang, menengah, dan pendek. Faktor penting yang menjadi
pertimbangan adalah durasi pelaksanaan proyek dan durasi pekerjaan proyek yang
sangat tergantung dengan cuaca / iklim, serta tipe proyek konstruksi. Perencanaan
penting dalam tiap horison pada umumnya adalah pada penentuan starting point
dimulainya proyek. Pertimbangan yang harus dilakukan adalah sebisa mungkin proyek
dikerjakan dengan meminimalkan pengaruh iklim/cuaca terutama pada pekerjaan yang
sangat terpengaruh dengan cuaca.

Dalam pembahasan ini, proyek berdasarkan jenisnya dibagi menjadi proyek reguler
dan proyek EPC dimana terdapat perbedaan pada komponen project life cycle. Pada
proyek EPC terdapat tambahan komponen yaitu fase design engineering yang
membutuhkan waktu cukup lama. Proyek juga dibagi dalam durasi yaitu proyek
berdurasi panjang dan pendek.

Umumnya proyek dimulai dengan pekerjaan tanah dan pondasi yang sangat
terpengaruh dengan cuaca. Sehingga sebaiknya proyek reguler baik berdurasi panjang
maupun pendek dimulai pada masa akhir musim hujan / pada musim peralihan musim
hujan dan kering yaitu pada bulan April – Mei. Pada proyek EPC dimana diperlukan
proses design terlebih dahulu, maka proyek dapat dimulai lebih awal. Seberapa awal
tergantung dengan kompleksitas design. Namun sebagai pendekatan masa persiapan
dan design dapat diambil selama 3-4 bulan. Sehingga proyek konstruksi EPC dianggap
sangat ideal dimulai pada bulan Desember – Januari. Pihak yang berkepentingan
terhadap hal ini tentu saja pihak Pemilik Pekerjaan / Owner.

Suatu pertimbangan lain untuk proyek konstruksi EPC pembangkit listrik dimana sering
kali harus mengadakan heavy cargo yang sangat tergantung dengan kekuatan tanah
dan air sungai jika melewati sungai, maka diperlukan kajian tersendiri mengenai kondisi
cuaca dan masa delivery heavy cargo tersebut. Bahkan terkadang tidak hanya kondisi
cuaca dalam negeri, tapi juga kondisi cuaca di luar negeri yang menjadi jalur pelayaran
cargo saat cargo mulai dikirim ke site. Sangat baik mengkaji perkiraan waktu
pengiriman cargo dengan cuaca pada lokasi sepanjang jalur pelayaran cargo demi
kelancaran proyek.

Dalam hal heavy cargo membutuhkan kapasitas dukung tanah yang sangat tinggi dan
tidak normal perlu memperhatikan penurunan kapasitas apabila tanah mengalami jenuh

PT. BUMIKU Metode Kerja – PERSIAPAN & SITE ARRANGEMENT -


22
air akibat cuaca dengan intensitas hujan tinggi. Sedangkan apabila heavy cargo
memanfaatkan sungai sebagai media transportasinya, maka sangat dibutuhkan tidak
hanya data lengkap kondisi cuaca sekitar daerah aliran sungai (DAS), tapi juga elevasi
sungainya pada tiap musim.

Pada proyek berdurasi panjang seringkali mengalami perulangan musim. Kontraktor


disarankan sangat mempertimbangkan ini dalam perencanaan pelaksanaan untuk
menghindari keterlambatan pelaksanaan dengan merencanakan semua item pekerjaan
yang terkait cuaca dilaksanakan sebelum terjadi musim hujan. Sebagai contoh untuk
proyek gedung, maka sangat disarankan untuk menyelesaian pekerjaan dinding bata
setidaknya sebulan sebelum memasuki musim penghujan. Hal ini untuk menghindari
dinding data yang lembab saat dilakukan pengecatan.

Pada proyek berdurasi pendek mendapatkan tantangan lebih apalagi dalam periode
pelaksanaannya berada pada musim hujan. Kontraktor harus bekerja ekstra dalam
mengatasi rendahnya produktifitas akibat hujan. Beberapa antisipasi yang menjadi
pengalaman adalah sebagai berikut:
1. Persiapan mantel hujan untuk pekerja
2. Penangkap petir untuk melindungi pekerja terhadap bahaya petir
3. Tenda khusus
4. Penggunaan terpal untuk melindungi bagian pekerjaan yang dikhawatirkan
berbahaya atau rusak akibat hujan.
5. Penggunaan blower fan dan lampu pijar untuk pengeringan bagian pekerjaan yang
harus kering namun lembab
6. Saluran drainase hujan temporari di site. Jika diperlukan dapat membuat sumpit
yang dilengkapi pompa air.
7. Perubahan / modifikasi metode standart. Seperti percepatan pemasangan atap
bangunan pada proyek gedung dan jalan akses masuk proyek.
8. Penambahan lapis kedap air pada lokasi tertentu
9. Proteksi atau strengthening permukaan jalan akses ke lokasi pekerjaan yang berupa
tanah dasar dengan chemical atau pengecoran pelat lantai.

Pada proyek berdurasi pendek, walaupun berada dalam musim hujan masih dapat
memanfaatkan masa kering yang ada dalam musim hujan. Hal ini karena cuaca hujan
memiliki periode tertentu sepertu siklus walaupun dalam musim hujan sekalipun. Dalam
musim kering, siklus hujan tetap ada namun lebih pendek dan lebih jarang. Sedangkan
dalam musim hujan yaitu pada bulan September – April, siklus hujan lebih panjang dan
lebih sering dimana cuaca kering antar siklus hujan yang lebih pendek. Sehingga saat
kering tetaplah ada. Ini adalah peluang bagi kontraktor untuk mengerjakan pekerjaan
yang rentan dengan hujan. Tentu saja dengan suatu effort tertentu .

PT. BUMIKU Metode Kerja – PERSIAPAN & SITE ARRANGEMENT -


23
Cara Sederhana Mendapatkan Data Prediksi Cuaca
Sebagai pelengkap dalam melakukan perencanaan jangka panjang maupun pendek
disampaikan suatu teknik prediksi yang cukup praktis yaitu dengan menggunakan
prediksi yang dilakukan oleh BMKG yang tersedia di internet dan web
www.accuweather.com. Skala waktu prediksi cuaca oleh BMKG mulai harian hingga 6
bulan. Sedangkan prediksi oleh accuweather.com mulai dari jam-jaman hingga 1,5
bulan. Untuk perencanaan keseluruhan periode proyek, lebih tepat menggunakan data
BMKG. Untuk perencanaan program kerja bulanan – mingguan – harian, dapat
menggunakan baik data BMKG maupun data dari accuweather.com.

Contoh Prediksi Cuaca Bulan Februari 2014 Area Surabaya,Jawa Timur

PT. BUMIKU Metode Kerja – PERSIAPAN & SITE ARRANGEMENT -


24
Kemudian setelah diketahui, prediksi cuaca pada bulan dan tahun yang telah ditentuka
maka dilakukan kompilasi (tabulasi tabel) perkiraan cuaca selama proyek berlangsung.

Permasalahan Proyek yang Ditimbulkan Oleh Cuaca dan Penyelesaiannya


A. Panas Matahari
Pekerjaan pengecoran beton membutuhkan waktu minimal 28 hari masa
perkerasan setelah campuran adukan beton dituang kedalam bekisting. Terlalu
cepatnya pengerasan akibat panas matahari dapat menyebabkan beton retak
sehingga diperlukan cara mengatasinya yaitu melalui penyiraman dg air bersih
secara berkala selama proses perkerasan beton yaitu penutupan beton dengan zak
semen atau karung basah sehingga dapat memperlambat perkerasan selain itu
juga bisa dilakukan dengan pencampuran bahan kimia pada adukan beron yang
berguna untuk memperlambat perkerasan.

B. Hujan
Kedatangan hujan bisa menjadi masalah bagi proyek. Namun hal tersebut dapat
diatasi dengan mendirikan tenda sementara sebagai pelindung konstruksi atau
melakukan penutupan pada pekerjaan pengecoran beton yang belum mengeras
sehingga tidak terjadi pemisahan air semen dari adukan yang dapat mengurangi
mutu beton. Cara lain yang dapat ditempuh adalah menjadwalkan pengecoran
pada cuaca yang cerah (dengan melihat prakiraan cuaca pada hari tersebut).

C. Arus Air Sungai


Pekerjaan proyek bangunan yang berhubungan dengan sungai seperti jembatan
dapat terhambat dengan adanya air sungai dengan arus deras, jika pada sungai
kecil untuk dapat mengatasinya dapat dilakukan pembendungan dan pemompaan
air sungai agar peekrjaan di dasar sungai dapat dilakukan. Adapun pada proyek
jembatan di sungai besar akan mengalami kesulitan untuk pemompaan
pengeringan air sehingga dilakukan upaya lain seperti pembuatan precast pondasi
di darat kemudian meletakkan pada lokasi titik sungai yang direncanakan.

PT. BUMIKU Metode Kerja – PERSIAPAN & SITE ARRANGEMENT -


25