Anda di halaman 1dari 6

TUGAS ILMU EKONOMI

MATA KULIAH :
PENGANTAR EKONOMI MIKRO
DOSEN PEMBIMBING :
RAHMAD SEMBIRING, SE
DISUSUN OLEH :
DEWI ERNITA
NPM : 1715310304
KELAS : REGULER II A J/S MANAGEMEN

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN PANCA BUDI


FAKULTAS EKONOMI MANAJEMEN
2017/2018
BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Manusia dilahirkan dengan segala kebutuhan. Pada awal kebutuhan manusia
masih bersifat sederhana. Namun, dengan semakin berkembangnya peradaban manusia
maka semakin banyak dan semakin bervariasinya kebutuhan manusia itu sendiri. Sehingga
menyebabkan ketidak seimbangan antara kebutuhan yang selalu meningkat dengan sumber
daya alam yang ada.

Berkembangnya kebutuhan hidup manusia yang tidak seimbang, maka para pakar
ekonomi pun mulai memecahkan masalah-masalah yang dialami oleh mansyarakat. Para
ekonomi mulai membuat teori-teori ataupun pemikiran-pemikiran yang lebih cermerlang
dalam mengatasi perkembangan ekonomi.

.Menurut Adam Smith Ilmu ekonomi adalah mempelajari tentang tingkah laku manusia
dalam usahanya untuk mengolah segala sumber daya yang memiliki batasan penggunaan
untuk mencapai sebuah tujuan tertentu. Hal inilah yang sering dikenal dengan teori ekonomi
klasik.Teori ini terdapat beberapa istilah antara lain nilai (value), kekayaan (welfare) dan
utilitas (utility) yang dikenal dengan ekonomi klasik.Adam smith sendiri dijuluki sebagai
bapak ekonomi.

Sedangkan menurut Karl Marx Ilmu ekonomi adalah penekanan pentingnya


perjuangan kelas dalam masyarakat. Marx menyusun teori yang berkaitan dengan sistem
ekonomi, sistem sosial, dan sistem politik dan teori yang terkenalnya adalah teori sosialis.

Di dalam Ilmu ekonomi sendiri terdapat banyak aliran-aliran dan madzhab-madzhab.


Aliran-aliran ekonomi terdiri dari aliran ekonomi pra-klasik, aliran ekonomi klasik, aliran
ekonomi modern.

Perbedaan karakteristik dari setiap sistem ekonomi tentunya mengacu pada latar
belakang kemunculan sistem tersebut ,baik keadaan sosial budaya,maupun politik,dan
tentunya setiap Negara ataupun wilyah memiliki perbedaan satu sama lain.Namun dari
sekian banyak sistem yang ada saya hanya memfokuskan pada dua sistem, yang mana
kedua system ini lebih digunakan oleh masyarakat dunia yaitu sistem ekonomi Kapitalis dan
sistem ekonomi Sosialis.

1
BAB II
ISI

1. Ilmu ekonomi menurut Adam Smith

Ilmu ekonomi adalah mempelajari tentang tingkah laku manusia dalam usahanya
untuk mengolah segala sumber daya yang memiliki batasan penggunaan untuk mencapai
sebuah tujuan tertentu. Hal inilah yang sering dikenal dengan teori ekonomi klasik.Teori ini
terdapat beberapa istilah antara lain nilai (value), kekayaan (welfare) dan utilitas (utility).

Ekonomi klasik yang dikembangkan oleh Adam Smith, dikembangkan juga sistem
ekonomi liberal-kapitalis yang lebih mempercayakan perekonomian pada pasar ketimbang-
perencanaan oleh pemerintah. Adam Smith berpendapat bahwa kegiatan ekonomi
seseorang bertujuan untuk keuntungan pribadi sebaiknya juga memiliki efek yang baik untuk
masyarakat secara umum. Menurutnya, pasar bebas memiliki mekanisme untuk
memperbaiki kondisi yang tidak normal dengan istilah invisible hand (tangan tak terlihat).

Invisible hand dapat dilihat dari kemampuan pasar memperbaiki situasi yang tidak
sehat. Menurut Adam Smith, efek dari pasar bebas adalah kebaikan bagi seluruh
masyarakat. dan menekankan pentingnya meritokrasi. Sistem ini digunakan oleh institusi
untuk memilih orang yang memikul tanggung jawab berdasarkan kemampuan atau
bakatnya. Meritokrasi adalah faktor penting yang ditekankan untuk mendorong masyarakat
agar selalu memperbaiki dirinya sendiri. Meritokrasi juga mendorong spesialisasi dan
efisiensi dalam ekonomi.

Menurut Adam Smith, secara sistematis ilmu ekonomi mempelajari perilaku upaya
manusia untuk mengatur sedemikian rupa sumber daya yang ada dan terbatas sehingga
dapat mencapai tujuan tertentu. Hal inilah yang kemudian menjadi dasar atas teori ekonomi
klasik. Mahaguru di Universitas Glasgow (1751-1764) ini juga dianggap menjadi salah satu
tokoh sistem ekonomi kapitalisme. Dalam karyanya, Adam Smith sering memakai kata-
kata nilai (value), kekayaan (welfare) dan utilitas (utility. Teorinya yang terkenal lainnya
adalah teori ekonomi "laissez-faire".

2. Ilmu Ekonomi Menurut Karl Marx

Ilmu ekonomi adalah penekanan pentingnya perjuangan kelas dalam masyarakat.


Marx menyusun teori yang berkaitan dengan sistem ekonomi, sistem sosial, dan sistem
politik Pengikut teori ini disebut sebagai Marxisme. Marxisme mencakup materialisme
dialektis dan materialisme historis, teori marxisme adalah perjuangan kelas buruh untuk
menumbangkan kapitalisme dan menumbuhkan paham sosialisme (tanpa kelas).Penerapan
2
teori klasik pada tahap awal pertumbuhannya di Eropa Barat, terutama di Inggris ternyata
telah menimbulkan kesenjangan ekonomi yang semakin hari semakin melebar, khususnya
kaum kapitalis yang semakin kaya dan kaum buruh semakin miskin.Teori klasik
menekankan peranan kapital beserta akumulasinya dalam pertumbuhan ekonomi
mendorong para pemilik modal (kapitalis) memaksimumkan penggunaan modal melalui
operasi perusahaan.
Teori alternatif pun harus di terapkan oleh marx, isinya membela kepentingan para
pekerja dan meramalkan runtuhnya sistem kapitalis.Teori ini disebut teori sosialis dalam
perkembangannya
melahirkan sistem ekonomi komunis yang banyak dipraktekkan di negara Eropa Timur, Uni
Sovyet, RRC dan di beberapa NT dan NSB lainnya.
Menurut Marx pertumbuhan ekonomi melalui lima yaitu:
(1) Sosialis (komunal primitif)
(2) Perbudakan
(3) Feodal
(4) Kapitalis
(5) Sosialis (komunal modern)
Pola pemikiran Marx didasarkan pada teori pertentangan antar kelas masyarakat, teori Marx
dikenal sebagai teori konflik.Marx mengambarkan tentang perkembangan masyarakat dari
yang sederhana menjadi masyarakat yang kompleks dan pembagian kerja yang ketat dalam
masyarakat kapitalis. Menurut Marx, kemampuan kapitalis untuk mengakumulasi modal
terletak pada kemampuan mereka dalam memanfaatkan nilai lebih dari produktivitas buruh
yang dipekerjakannya. Selisih antara produktivitas buruh dengan nilai tenaga buruh
dinyatakan dalam bentuk upah yang disebut nilai lebih. Nilai lebih adalah keuntungan bagi
pengusaha. Karena tingkat keuntungan yang diperoleh pengusaha adalah fungsi dari nilai
lebih, maka pengusaha akan mengeksploitasi buruhnya untuk meningkatkan profitnya. Kritik
terhadap teori Marx terletak pada asumsi nilai lebih dalam perekonomian, padahal dalam
dunia nyata tidak dikenal nilai lebih ini, karena sudah terukur dalam harga.
Penerapan teori klasik pada tahap-tahap awal pertumbuhannya di Eropa Barat,
terutama di Inggris ternyata telah menimbulkan kesenjangan ekonomi yang semakin hari
semakin melebar, khususnya diantara kaum kapitalis yang semakin kaya dan kaum buruh
yang semakin miskin. Teori klasik yang menekankan peranan kapital beserta akumulasinya
dalam pertumbuhan ekonomi mendorong para pemilik modal (kapitalis) memaksimumkan
penggunaan modal melalui operasi perusahaan. Selanjutnya dalam mencapai tujuan utama
perusahaan, yaitu laba maksimum, para kapitalis yang sekaligus adalah manejer
perusahaan ini, antara lain berusaha menekan biaya produksi yang salah satu komponen
utamanya adalah upah buruh.
3
Jadi ada pertentangan kepentingan diantara para majikan dengan
buruh.Pertarungan ini berkisar pada masalah penetapan upah, dalam mana pihak kapitalis
berada pada posisi yang lebih dominan. Maka proses pertumbuhan ekonomi klasik ini
cenderung memperlebar jurang pendapatan diantara para majikan dengan buruh. Para
pemilik modal menjadi semakin kaya, karena selalu berusaha memaksimumkan laba dan
menginvestasikan lagi keuntungannya, sebaliknya para buruh semakin melarat, karena
selalu mendapat tekanan dari para kapitalis.Maka konflik diantara kedua kepentingan inilai
yang dieksploitasi oleh Marx dalam merumuskan teorinya.

Menghadapi kenyataan ini Marx menawarkan teori alternatif, yang pokok isinya
adalah membela kepentingan para pekerja dan meramalkan runtuhnya sistem
kapitalis. Teori ini sering disebut teori sosialis dan dalam perkembangannya melahirkan
sistem ekonomi komunis yang banyak dipraktekkan di negara-negara Eropa Timur, Uni
Sovyet, RRC dan di beberapa NT dan NSB lainnya.

4
BAB III
KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas kita banyak mengenal macam –macam pengertian dari ilmu
ekonomi yang berasal dari berbagai pakar ekonomi dunia dan berbagai aliran atau system
ekonomi seperti Adam smith yang dijuluki sebagai pakar ekonomi dunia dengan teori
ekonomi klasiknya sedangkan Karl marx dengan teori sosialisnya.

Di dunia ini sistem ekonomi yang ada dapat dibagi atas tiga yaitu, sistem ekonomi
kapitalis yang berorientasi pada kebebasan dan penumpukkan modal, sistem ekonomi
sosialis yang fokus pada pemerataan dan kesejahteraan bersama, serta sistem ekonomi
campuran yang merupakan gabungan dari dua sistem ekonomi di atas. Nah, Indonesia
merupakan Negara yang termasuk menganut sistem ekonomi campuran yaitu
menggabungkan antara sistem ekonomi kapitalis dengan liberal. Lebih tepatnya Indonesia
menganut sistem demokrasi ekonomi yang perwujudannya berasal dari falsafah Pancasila
dan UUD 1945 yang berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh dan untuk
rakyat dibawah pimpinan dan pengawasan pemerintah.

Dan untuk kedepannya sistem perekonomian Indonesia alangkah lebih baiknya tetap
berdasarkan pancasila dan UUD 1945 karena apapun itu Indonesia tidak bisa disamakan
dengan dengan Negara negara lain karena kita mempunyai sejarah ,latar
belakang,wilayah,kedaan sosial yang berbeda.Karena Pancasila dan UUD 1945 merupakan
pedoman yang baik bagi bangsa Indonesia dengan kemajemukan rakyat,suku,dan
bahasanya.