Anda di halaman 1dari 5

ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI BBLR

Rumah Sakit
Umum Daerah
Kota Cilegon No. Dokumen No. Revisi
Halaman 1
9/SAK.2009

Ditetapkan Oleh
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah
Standar Asuhan Tanggal Terbit Kota Cilegon
Keperawatan
Perinatologi
Dr. H. Zainoel Arifin, M. Kes
Nip. 140 172 180

A. PENGERTIAN
- BBLR adalah bayi baru lahir yang berat badan lahirnya pada saat
kelahiran kurang dari 2500 gram (Buku kuliah FKUI edisis 3 Hal 1051).
- Bayi baru lahir dengan berat lahir kurang dari 2500 gram tanpa
memandang masa gestasi (Buku Ajar Neonatologi edisi 1 Hal 12).

B. ETIOLOGI
1. Faktor Ibu
- Penyakit yang berhubungan langsung dengan kehamilan misal
toksemia gravidarum, perdarahan ante partum, trauma fisis dan psikologi,
DNI, infeksi akut.
- Usia : angka kejadian prematuritas dibawah 20 tahun dan pada
multi gravida yang jarak antara kelahirannya terlalu dekat.
- Sosial ekonomi : gizi yang kurang baik dan pengawasan ante
natal yang kurang.
2. Faktor Janin
Hidramnion, kehamilan ganda.

C. MANIFETASI KLINIS / TANDA DAN GEJALA


- BB dibawah 2500 gram.
- Ditubuh bayi ada bulu – bulu halus (lanugo), jaringan lemaknya belum
terbentuk.
- Cairan sukraktan diparu masih kurang.
- Pusat pengaturan suhu belum sempurna.
- Pembekuan masih belum sempurna.
- Belum mampu menghisap dan menerima susu seperti bayi besar.
- Zat – zat kekebalan tubuh belum sempurna.

D. WEB OF CAUTION

BAYI PREMATUR

Jaringan lemak belum


terbentuk, pusat Cairan surfaktan di paru Zat – zat tubuh belum
pengatur suhu belum masih kurang sempurna
sempurna

Hipotermi Distres Pernafasan Resiko Infeksi

Dengan Pola Nafas


ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI BBLR
Rumah Sakit
Umum Daerah
Kota Cilegon No. Dokumen No. Revisi
Halaman 1
9/SAK.2009

DIAGNOSA DAN RENCANA KEPERAWATAN


Diagnosa Keperawatan Tujuan Rencana Tindakan
Pola nafas tidak efektif Pola nafas adequat setelah - Rawat bayi
berdasarkan imaturitas dilakukan intervesi 3 x 24 dalam inkubator serta
sistem pernafasan. jam dengan Kh : atur suhu inkubator.
Ditandai dengan : - RR normal (40- - Observasi TTv
DS : - 60 x/mnt) (S, N, RR)
Do : - Retraksi dada (-) - Posisikan bayi
- RR cepat / - Napas cuping untuk pertukaran udara
lambat hidung (-) yang optimal dengan
- Nafas cuping - Cianosis (-) posisi terlentang dan
hidung - Tidak ada apnoe/ kepala sedikt extensi
- Retraksi dada periodik apnoe - Hidari
- Cianosis hiperextensi leher
- Periodik apneo - Observasi adanya
tanda-tanda distres
pernafasan misal :
cuping hidung
- Pertahankan suhu
lingkungan yang netral
- Observasi dan
kaji respon bayi terhadap
penggunaan terapi
ventilasi / oksigen
- Kolaborasi
pemeriksaan lab sesuai
indiksasi misal : AGD,
HB.

Resiko tinggi Ketidak efektifan - Tempatkan bayi


termorogulasi tidak efektif termogulasi tidak terjadi dalam inkubator dan
berdasarkan kontrol suhu dalam waktu 1 x 24 jam sesuaikan suhu
yang imatur dan dengan KH : inkubator.
penurunan lemak subkutan - Suhu normal - Observasi TTV
ditandai dengan : (36 C – 375 oC)
5o
secara teratur dan
DS : - Cianosis (-) dokumentasi dalam
DO : - Akral hangat catatan keperawatan
- S : 36 / - Ganti popok atau
dibawah N linen jika basah sesegera
- Akral dingin mungkin.
- Sianosis - Hindari lokasi
inkubator diruang bayi
terpapar udara dingin =
AC, jendela.
- Pantau tanda-
tanda hipotermi misal =
kaki dingin, cianosis,
perubahan warna kulit
pucat, tachypnoe atau
tachycardia
- Kolaborasi untuk
Px GDS
- Lakukan
perawatan metode
kanguru

Perubahan nutrisi = Kekurangan nutrisi dapat - Pertahankan


kurang dari kebutuhan diatasi dalam waktu 3 x 24 cairan parenteral atau
tubuh berdasarkan jam dengan KH : nutrisi parenteral sesuai
ketidakmampuan - Asupan nutrisi instruksi dokter
mencerna nutrisi karena adekuat - Auskultasi bising
imaturitas menelan - BB naik usus
DS : - - Gunakan
DO : pemberian orgastrik bila
- Reflek hisap bayi mudah lelah atau
lemah mengalami penghisapan
- BB < 2500 reflek muntah atau
gram menelan yang lemah
- Terpasang OST - Cek residu sisa
makanan setiap
pemberian makanan
- Menimbang BB
setiap hari

Resiko tinngi infeksi Infeksi tidak terjadi dalam - Tempatkan bayi


berdasarkan zat-zat waktu 3 x 24 jam dengan dalam inkubator
kolaborasi tubuh yang kriteria hasil : tanda-tanda - Cuci tangan
belum sempurna. Ditandai infeksi tidak ada. sebelum memegang bayi
dengan - Lakukan
DS : tindakan dengan
DO : memperhatikan tehnik
- Bayi prematur septik dan aseptik
- BB < 2500 - Jangan terlalu
gram sering memegang bayi
- Rawat tali pusat
dengan mengganti kassa
steril setiap 2 x / hari
atau jika kotor
- Kolaborasi
dengan dokter untuk
pemberian terhadap
antibiotik
- Kolaborasi untuk
periksa DPL (HB,
Leukosit, trombosit, HT
dan Gol, darah)