Anda di halaman 1dari 5

Nama : Bintang Faisal Akbar

Kelas / No Absen : 9B / 08

The Survival

Di sebuah gubuk yang sudah hampir ambruk di dekat sungai, hiduplah seorang kakak
dan adik bersaudara. Mereka hanya tinggal berdua karena kedua orang tuanya meninggal
akibat kecelakaan. Sang kakak bernama Andre dan si adik bernama Mutia. Mereka
sebenarnya punya rumah yang cukup bagus tapi karena harus membayar hutang kedua orang
tuanya maka mereka terpaksa harus menjual rumah tersebut dan tinggal di gubuk dekat
sungai.

Sang kakak sekarang kelas 2 SMP tapi harus putus sekolah karena tidak ada biaya
dan harus bekerja menjadi tukang sol sepatu dari pagi hingga sore untuk mencari nafkah agar
dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sedangkan si adik sekarang kelas 3 SD tapi
juga harus putus sekolah akibat tak ada biaya. Setiap hari mereka berdua keliling kota untuk
menjadi tukang sol sepatu demi mencari nafkah

Suatu hari mutia berulang tahun dan ia meminta untuk dibelikan kue sebagai hadiah
ulang tahun. Andre pun bingung karena tidak punya uang untuk membeli kue ulang tahun .
Akhirnya Andre meminta waktu kepada Mutia untuk mengumpulkan uang agar dapat
membeli kue tersebut dan Mutia pun mengiyakan apa yang dikatakan kakak nya tersebut .
Hari demi hari berlalu dan uang yang dikumpulkan sudah hampir cukup untuk membeli kue
ulang tahun .

Suatu hari saat Andre dan Mutia sedang beristirahat di bawah pohon setelah bekerja
dari pagi, Mutia melihat gundukan aneh yang ada disampingnya dan ada benda hitam yang
terlihat tertimbun di gundukan itu. Mutia dan Andre pun penasaran dengan hal itu dan
akhirnya mereka berdua menggali gundukan tersebut dan menemukan sebuah permainan
seperti permainan ular tangga yang desainya klasik dan aneh.mereka berdua pun
memainkannya karena sudah lama tidak bermain ular tangga.
Dan hal aneh pun terjadi , saat Andre mulai memainkan dadu miliknya tiba tiba
mereka tersedot ke dalam papan permainan dan tiba tiba mereka berdua sudah berada di
dalam hutan yang sangat rimba dan sepertinya belum pernah disentuh oleh manusia . Mereka
berdua sangat kaget melihat hal itu padahal tadi mereka berada di bawah pohon dan sedang
beristirahat tapi kenapa mereka berdua tiba tiba disini , begitu yang ada di dalam benak
mereka berdua .dan mainan ular tangga itu juga berada disitu.

Lalu mereka melihat kearah ular tangga itu dan benda itu mengeluarkan sebuah
kertas bertuliskan " The Survival " dan ada kalimat dibawahnya bertuliskan " selamat datang
di permainan ini , jika kalian ingin selamat kalian harus memecahkan teka teki yang ada
disini dengan cara memainkannya sampai salah satu dari kalian menang dan setiap kali kalian
melempar dadu maka akan muncul sebuah petunjuk yang dapat membantu kalian
menyelesaikan permainan ini tapi apabila salah satu dari kalian mati , maka permainan ini
selesai dan kalian akan terjebak disini selamanya. “ begitu kalimat yang tertera di dalam
permainan itu.

Mereka berdua tidak tahu maksud dari kalimat tersebut , namun akhirnya andre
memulai permainan itu , setelah Andre mengocok dadunya ternyata keluar angka 5 dan bidak
nya pun bergerak sendiri 5 langkah sesuai dengan angka yang ada di dadu tersebut. Tiba tiba
muncul kertas bertuliskan “ bersiaplah , akan ada pengisap darah yang akan mengejarmu dan
kamu harus bersembunyi di tempat makhluk yang tidak bisa melihat tapi bisa mendengar. “

Mereka berdua lagi lagi bingung dengan apa yang dimaksud dari kalimat itu, tiba tiba
ada segerombolan nyamuk raksasa yang terbang menuju arah mereka berdua. Mereka berdua
langsung panik dan berlari tanpa tujuan , dan Andre pun ingat dengan kalimat tadi yang
menyuruh mereka berdua bersembunyi di tempat makhluk yang tidak bisa melihat tapi bisa
mendengar. Untung saja Andre orangnya terkenal pintar di sekolah dulu dan ia sangat senang
bermain TTS sehingga ia langsung tahu maksud dari kalimat itu adalah gua , karena gua
adalah tempat tinggal kelelawar dan kelelawar itu tidak bisa melihat tapi pendengarannya
sangat bagus.
Mereka berdua langsung berlari mencari gua dan ternyata di tepat di depan mereka
terdapat gua yang sangat gelap tapi mereka memberanikan diri untuk masuk dan tiba tiba
papan ular tangga yang dibawa Andre bercahaya dan sekarang giliran mutia untuk
memainkanya. Setelah mutia mengocok dadu dan akhirnya keluar angka 3 dan bidak milik
mutia pun bergerak 3 langkah sesuai angka yang keluar pada dadu tersebut , lalu muncul
kertas bertuliskan “ ambilah tombak yang menancap di tanah dan lemparkan ke arah monster
penghisap darah yang mengejar kalian “

Andre dan Mutia melihat sekeliling lantai gua dibantu cahaya dari kotak permainan
itu utuk mencari tombak yang dimaksud kalimat tersebut , namun mereka tidak menemukan
tombak apapun. Akhirnya Andre pun berfikir untuk mengetahui maksud dari kalimat itu tadi
dan tiba tiba mutia bertanya apakah tombak yang di maksud adalah batu yang berbentuk
runcing yang ada di sekitar mereka berdua. Dan Andre baru ingat yang dimaksud Mutia
adalah stalaktit yang ada di sekitar mereka

Segerombolan nyamuk raksasa tadi sudah masuk ke dalam gua dan mencari
keberadaan mereka berdua . segerombolan nyamuk tadi melihat cahaya yang dikeluarkan
oleh papan permainan itu dan langsung terbang menuju mereka berdua. Segera andre
menendang stalaktit yang berukuran kecil agar mudah patah dan melemparkanya ke arah
nyamuk tersebut dan mengenainya . Untung saja andre dulu saat masih sekolah ikut ekstra
panahan dan soal akurasi jangan ditanya lagi karena Andre sangat lihai membidik sesuatu dan
pasti mengenainya tepat sasaran. Satu per satu nyamuk itu berjatuhan dan akhirnya
segerombolan nyamuk itu mati semua di tangan Andre

Setelah berhasil mengalahkan nyamuk tadi mereka segera keluar dari gua dan giliran
andre yang memainkan permainan ular tangga tersebut. Dan setelah mengocok dadunya
keluar angka 10 namun setelah bidaknya berjalan , bidak tersebut ternyata tepat berada di
bawah tangga yang berarti bidak milik Andre bisa langsung naik ke atas , lalu muncul tulisan
lagi yang berkata “ awas serangan dari atas tapi perhatikan yang dibawah. “ mereka berdua
berfikir apa yang dimaksud dari kalimat itu dan tiba tiba ada segerombolan lebah yang
ukuranya sebesar buah durian sedang terbang menuju mereka berdua, nampaknya ancaman
yang dimakdsud dari kalimat itu adalah segerombolan lebah itu tadi.
Mereka berdua berlari sekuat tenaga berusaha menjauh dari segerombolan lebah tadi.
Andre pernah ingat adegan di film film kartun dimana apabila dikejar oleh gerombolan lebah
maka kita harus menyelam ke dalam air agar lebah tidak tahu posisi kita dan lebah tidak bisa
terbang apabila sayapnya terkena air. Mereka pun mencari danau di sekitar hutan dan
akhirnya ketemu sebuah danau yang airnya lumayan jernih. Lalu mereka berdua terjun ke
danau sambil menahan napas di dalam air sampai gerombolan lebah lebah tadi sudah jauh.
Saat kondisi sudah aman, Andre dan Mutia langsung naik ke permukaan danau dan berlari
sambil melihat ke belakang jika lebah tadi masih mengikuti atau tidak, namun karena sibuk
melihat kebelakang mereka tidak sadar ada jurang di depan mereka

Andre yang mempunyai refleks yang cepat segara berhenti karena tahu ada jurang di
depan mereka lalu Andre coba menghentikan Mutia dengan cara menarik tanganya namun
Mutia terpeleset tepi jurang dan genggaman tangan nya lepas akibat licin karena terkena air
saat menyelam tadi. Mutia pun jatuh ke dalam jurang yang berisi pohon pohon yang lebat.
Andre pun sangat sedih karena kehilangan adiknya yang sangat ia cintai dan itu artinya andre
terjebak di dalam hutan ini selamanya karena peraturan nya apabila salah satu dari mereka
mati maka salah satunya akan terjebak disini selamanya.

Namun keajaiban pun terjadi , mutia kembali dari jurang dengan menaiki burung
raksasa, burung tersebut nampak nya menyukai mutiak dan terlihat sangat jinak. Andre pun
sangat bahagia karena bisa bertemu lagi dengan adiknya tercinta tersebut. Mutia pun
menyuruh Andre menaiki burung tersebut dan melihat dari atas apakah ada jalan keluar atau
tidak , ternyata yang terlihat hanyalah hamparan hutan yang sangat luas seperti tak ada
batasnya , semuanya tertutup oleh pohon. Mereka pun bingung bagaimana cara agar bisa
keluar dari tempat itu secepatnya

Andre menyarankan Mutia untuk melanjutkan permainan itu dan setelah mengocok
dadunya ternyata keluar angka 11 dan saat bidaknya berjalan, keluar kertas bertuliskan “
Ancaman terbesar ada pada saat ini , cobalah untuk membawa sesuatu yang tajam “ . mereka
berdua pun mengikuti apa yang tertera pada kertas tersebut, mereka segera mencari kayu dan
menajamkanya dengan menggunakan serpihan batu. Tapi mereka masih tidak tahu apa
ancaman yang mereka hadapi. Tiba tiba dari belakang semak semak keluar ular yang sangat
besar yang mampu menelan manusia sekali telan.
Mereka berdua sangat ketakutan bahkan saking takutnya mereka berdua sampai tidak
bisa bergerak , namun akhirnya Andre memberanikan diri untuk menghadapi ular tersebut.
Andre tahu kalau pun mereka berdua lari maka ular itu akan mengejarnya dan mereka akan
dimakan karena pergerakan ular tesebut sangatlah cepat . Andre mengayun ayunkan kayu
tersebut ke arah ular bermaksud untuk menakuti ular itu tapi secara tiba tiba ular itu malah
langsung menelan Andre. Mutia pun hanya bisa diam karena tidak tahu apa yang harus ia
lakukan , dan ia menangis karena kakanya ditelan oleh ular tersebut. Ular itu perlahan
mendekati Mutia dan hendak memakanya, Mutia menangis sejadi jadinya karena mengetahui
ia juga akan dimakan oleh ular raksasa tersebut.

Saat ular itu akan membuka mulutnya , tiba tiba Andre keluar dari perut ular tersebut
dengan merobeknya menggunakan kayu runcing tadi. Ular tersebut mati karena bagian perut
tubuhnya robek akibat kayu runcing milik Andre. Andre dan Mutia langsung berpelukkan dan
Mutia merasa senang karena Andre tidak jadi mati akibat dimakan oleh ular tersebut.
Akhirnya andre melanjutkan permainan tadi dan setelah angka dadu tesebut keluar ternyata
muncul angka 6 dan ternyata bidak milik Andre sudah berada di finish atau titik terakhir dan
itu akhirnya mereka berdua berhasil memenangkan permainan ini

Mereka berdua sangat bahagia karena berhasil memenangkan game ini. Lalu tiba tiba
papan permainan itu mengeluarkan kertas bertuliskan “ selamat anda telah memenangkan
game The Survival ini “ dan tiba tiba mereka berdua tersedot kembali ke dalam kotak
permainan dan kembali ke rumah mereka berdua . mereka berdua sangat senang karena dapat
kembali ke rumah seperti semula dan akhirnya mereka memutuskan untuk kembali
menguburkan papan permainan itu ke tempatnya semula . Mutia tidak jadi meminta kue
ulang tahun kepada kakaknya karena baginya dapat selalu berada di dekat kakanya
merupakan hadiah terindah yang ia bisa dapatkan. Dan akhirnya mereka berdua dapat hidup
bahagia bersama sama

TAMAT