Anda di halaman 1dari 50

14.

5 2

Ind
m
MIL

M A l A R I A

PflYfMPROTINRDMAH

DEPARTEMEN KESEHATAN R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN

PENY AKIT MENULAR

1983
KATA PENGANTAR

Di Indonesia sampai saat ini penyakit malaria masih merupakan


masalah kesehatan masyarakat. Angka kesakitan penyakit ini masih cu­
kup tinggi, terutama di daerah Luar Jawa dan Bali. Di daerah transmigra­
si di mana terdapat campuran penduduk yang berasal dari daerah yang
endemis dan yang tidak endemis malaria, masih sering teIjadi letusan
atau wabah yang menimbulkan banyak kematian.
Upaya pemberantasan penyakit malaria dewasa ini ditujukan
terhadap:
I. Parasit malaria dengan memberikan pengobatan kepada mereka
yang diduga menderita malaria at au yang telah terbukti positif secara
labora torium.
2. Nyamuk malaria dengan mengadakan penyemprotan rumah dengan
racun serangga untuk membunuh nyamuk dewasa dan upaya lain
yang ditujukan padajentiknya .
Buku ini merupakan salah satu dari 12 jilid yang diterbitkan- dengan
maksud agar dapat dijadikan pedoman bagi para petugas kesehatan yang
melaksanakan pemberantasan malaria.
Judul dari kedua belas jilid buku pedoman pemberantasan malaria ter­
maksud adalah :

1. Epidemiologi
2. Program pemberantasan
3. Pengobatan
4. Penyemprotan rumah
5. Tindakan anti larva
6. Survai malariometrik
7. Pemeriksaan parasi t malaria secara mikroskopik
8. Pengenalan wilayah (G.R.)
9 . Tes resistensi In-vivo dan in vitro untuk P. falciparum
41

10 . Entomologi II
=--­
~

II . Pemeliharaan mikroskop !::


"" .::S I

12. Penataran tenaga malaria. ...e

Q.
~".
-~--
J!~;t.
0 I
I

Oisadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan pada edisi per­ e .c: .. c
.!3 ;
'co
E 'gN
., "O..§.
B'"
tama dari buku pedoman illi. Saran-saran san gat diharapkan guna per­ '2
baikan edisi selanjutnya. ] ~ ~~ LL_UJ . L_LLLL_ "Co
"" ; 1:. ~
v.
Oengan dikeluarkannya buku pedoman ini , maka pedoman yang ~ '"
~
:t:
o.:3 ~
.i E ~ ""
::s
dikeluarkan sebelumnya dan isinya tidak sesuai dinyatakan tidak berla­ c:
~ ~ ... ~ ~
ku lagi. 'co
:::l
uct
c: ~ ;
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Sub Oit Malaria dan ct p"C:
.a(Uc'-"
s,, ~
Ka Oit P2B2 Oit Jen P3M yang telah berhasil menyusun buku pedoman ~ u2
ini.
.!. ';
Semoga buku pedoman ini bermanfaat bagi upaya pemberantasan t::::l

malaria sebagai salah satu upaya pemberantasan penyakit menular. ~:§


E~
..:: E
-+­ I I I
:c
< 2. !lE _
Jakarta, Juni 1983
~~
-c.:: :f!;;~
~ t-~.-.+
I I
OIREKTUR JENDERAL P3M <z
=<
.,
ZE­
~ ~
I ..::
g
E E

~
I I I I I I

..J ~ -g ~ ~ ~ ~
-:::l!i1
CIl ,.l
.;::
., =~~
dr. M. ADHYATMA MPH ~ E t:U

:c>­ "" C. ,...
Z u ._
~ "" ~
.,c::::l
:::.:::
_0
~
.. .5
-""
E .,~
::s -J
.... 1­
1J! _
., 0
1:5
"" ...
~ E
-E ._
III
...::S"O
.,
"0 I>/) c:
~~~ -'" c: _c:
::s
J:l ~
- >. ~ ~

~ ~
... \0
'5
-::s
.&;)
::s
J:l
\0
"0 ':: ~
c: c: ~ .~ ~
~ !! .c ~ :3
~ '11I ~ oS! P,,"":
p" c:
::s
~
._
go
!:;
ii
~
::s ::s ::s
fa ....:
- ....:
- ....:
­ c: ..
::.o=ct ::.0= i 1: 1: 1: i
i. !., II ·i.,
w + • w
40 1

Lampiran 10
DAFTAR lSI

REKAPITULASI PENILAIAN Halaman


CAKUPANPERMUKAAN
1. PENDAHULUAN 2
Propinsi :
Kabupaten Waktu penyemprotan II. PENYEMPROTAN . ....... . ....... . ............. . . 3
Kecamatan Waktu penilaian
III. ALAT SEMPROT . . .. . .... . ........ . ........... . . . 13
De sa
IV. LAPORAN OPERASI PENYEMPROTAN ......... . . . .. 17

No. Totalluas disemprot baik (m 2 ) V. SUSPERVISI DAN PENILAIAN PENYEMPROT AN


Nama Kepala Keluarga No.M
Urut RUMAH ........................ . ..... . ......... 20
Seharusnya T
Kenyataan

% Cakupan pennukaan. -------- x 100% = ... %


................ tgL .. . ; ......

P etugas Evaluasi,
2
39

JeDis ruangan
Dlndlng disemprot Atap/Lanpt.Jangit disemprot Total luu disemprot I
Ket.rangan
I SehlNSllYI Kenyltaan SehlNSllYI I KenYltUD SoharumY11 KenyatUD

Px L = Luas M' PXL=LuasI M' t.I' M'


PENDAHULU AN
x D Z
X
X = = x =

Penyemprotan rumah dengan efek residual (I R S = Indoor Residual x = E


X =

Spraying). telah lama dilakukan dalam pemberantasan malaria di Indo­ X = ~


x

x = = x =

nesia. Sampai sekarang cara ini masih dipakai, karena dipandang paling x = = x

tepat dan besar manfaatnya untuk memutuskan transmisi , muraheko­ x = = x

nomis. x = = x =
Untuk memperoleh hasil yang maksimal dari kegiatan tersehlt, x = = x
x = = x
diperlakukan pengetahuan dan ketrampilan yang baik mengenai:
x c = X =

tujuan penyemprotan dari segi operasionalnya X = = x


. syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam penyemprotan x = . x
x = - x =
cara membuat suspensi x = = x
cara menyemprot x ­ = x
dan sebagainya. x = = x
x = = x
Selain itu pengenalan terhadap alat-alat yang dipakai dan hubung­ x = = x
annya dengan pencapaian tujuan harus dimiliki dan dihayati oleh semua x = = X

petugas yang berkecimpung dalam kegiatan penyemprotan .


Sub Total I
Tot al

% CaJcupan pennukaan

Ketenngan : .... ... .. .. .. .. 19 .. . .


lenil rulDpll : Petugu ev&lulSi,
I. Rumg Depon (Ruong Tamu). 5. Eave.
2. Kamu TIdur. 6. Kandang
3. Emper/Serambi. 7. Lain·1ain ruongan.
4. Dapur .
- Cara mengukur: Ponjang,lebu daWn ..tuan Meter (0,25 , 0,50, 0 ,75, 1.00) ( ..... ,'.. .. .. :.-; .... )
-

- BiIa angb pecaltan bulatkan Ir.. bUangan tordekat (0,25, 0,50, 0,75 , I met.,).
- Setiap mengukur ruangan sudalt tennasuk aJat-aJat ylDg
berada di dalunnya (Perabotan rumalt: Mejl, Kursi, Templt

tidur) tlk perlu diukur kuena dipedlitungkm 1% luu rumah.

38 3

PENlLAIAN CAKUPAN PERMUKAAN


Lampiran 9
K.bupoten Propirui : Nama Kep.a Keluarga
II
Kccamatan 19l. penyemprotan
Dcsa 19l. evahwi PENYEMPROTAN
Dulwh/Kampung Nama perugas
NomorRumah (G.R):

A. Tujuan operasional
Jenis ruangan Dinding disemprot
Seharusn a
Atap! Langit.langit disemprot
Seharusny~ I Kenvatun SeharusnyaJ Kenyat ...
I
Tolal luas di..mprot K,terangan
Ken atu.n Menempelkan racun serangga tertentu denganr dosis tert entu pula
I. .p xL = Luas 104' Px L= Luas I 104' 104' 104'
untuk tiap-tiap m 2 perrnukaan.
X X =
X X ~
Di Indonesia, racun serangga DDT 75% WOP (WDP adalah sing­
X X = katan Water Dispersable Powder, DDT 75 % WOP berarti DDT
X X tersebut mengandung 75 % bahan aktif) dipakai dengan oosis
-
X X ~ 1
2 gr/m 2 atau 1 gr/m 2 bahan aktif.
X X =
X­ X= Nyamuk yang menjadi vektor akan mati setelah b ebc rapa kali
X X= hinggap di tempat-tempat yang telah ditemp eli dengan racun
X X = serangga tersebut .
X­ X
X X
Untuk mendapatkan dosis yang telah ditetapkan , perlu diperha­
X X tikan faktor-faktor sebagai berik ut :
X X =
X
I. konsentrasi suspensi dalam larutan
X c

X X
2. macam nozzle yang dipakai
X­ X· = 3. tekanan dalam tangki
X X 4. jarak antara nozzle dengan permukaan yang disemprot
X X ~
5. kecepatan menyemprot.
X­ X
X X -
X X
B. Dengan memakai alat semprot (Spraycan) buatan Hudson dan
X X -
X X -
racun serangga DDT 75% WOP, untuk mendapatkan dosis ter­
X­ X = tentu yang diinginkan perlu kita tinjau faktor demi faktor di
atas sebagai berikut:

1. Konsentrasi suspensi
Untuk memperoleh dosis 2 gr/m 2 , diperlukan suspensi DDT
dengan kepekat;;.n 5%. lsi (volume) spraycan Hudson yang
dipakai adalah 8,5 liter. Untuk mendapatkan suspensi tersebut
diperlukan DDT murni (100%) sebagai berikut:
4 37

8,5 x 1.000 x 5 = 425 gram. J e n i s Ke a d a a n


100 .
Pada umumnya yang dipakai adalah DDT 75% WDP, maka - Kepala regu : benar = /tidak benar
DDT yang dibutuhkan adalah:
E. Jumlah rumah disemproJ
100 x 425 gram = 5666 gram dibulatkan menJ'adi 567 gram. - Direncanakan (rata·rata per
75 ."
hari per penyemprot) = rumah.
Kalau dosis yang diinginkan adalah I gram/m 2 , maka konsen­ Yang berhasil disemprot
trasi suspensi yang dipakai adalah 2,5% dan DDT 75% WDP (rata·rata per hari per pe·
yang diperlukan untuk tiap tangki (spraycan) adalah separuh­ nyemprot) = rumah.
nya atau 284 gr. Yang tidak disemprot de­
ngan alasan a. menolak = rumah.
2. Macam nozzle. b. sakit = rumah.
Macam nozzle tip yang digunakan adalah yang berkode 8002 c. tertutup = rumah.
HSS yang berarti: d. tak perlu = rumah.
2
a. Pada tekanan 2,8 kg/cm (40 PSI) mempunyai sudut pan­ F. Stok DDT 75% WDP : cocok = /sel. kurang = /sel.lebih =
caran 80°. G. Kemampuan Kepala regu : cukup = /sedang = /kurang =
b. Pada tekanan 2,8 kg/cm 2 akan dipancarkan 0,2 gallon
(757 cc) suspensi setiap menitnya.
Kepala malaria Kabupaten, ............. tgl....... .
c. HSS berarti Hardened Stainless Steel (tahan karat).
Petugas supervisi,
Dalam praktek untuk mempertahankan tekanan sebesar itu,
sangat sulit, maka diambiI interval tekanan antara: 1,8 - 3,8 kg/
cm 2 atau 25 - 55 PSI. ( ............ .. .. )
( )

3. Tekanan dalam tangki.


Untuk mendapatkan tekanan sebesar 3,8 kg/cm 2 (55 PSI)

dalam tangki yang berisi 8,5 liter, perlu dipompa sempuma

sebanyak 55 x. Setelah disemprotkan selama 3 menit terus-me­

nerus, tekanan dalam tangki akan turun menjadi 2,1 kg/cm 2

(30 PSI), dan telah keluar cairan sebanyak: 3 x 757 cc = 2,271

liter.

Untuk memelihara tekanan dalam tangki agar berada di an tara

1,8 - 3,8 kg/cm 2 , setelah disemprotkan selama 3 menit perlu

dipompa sempuma sebanyak 25 kali.

Untuk menghabiskan isi tangki sebanyak 8¥Z liter tersebut,

dilakukan tindakan sebagai berikut:

a. Pompa pertama 55 kali.


36 5

Lampiran 8 b. Semprotkan 3 menit:


- Semprot dinding seluas 3 x 19 m 2 = 57 m 2 •
- Cairan yang keluar = 3 X 757 cc = 2,3 liter.
e. Pompa lagi 25 kali.
d. Semprotkan 3 menit.
REKAPITULASI
HASIL SUPERVISI PENYEMPROT AN
- Semprot dinding seluas 57 m 2 lagi.

Propinsi
Kabupaten
Kecamatan
Waktu supervisi :

- Cairan yang telah keluar sebanyak = 4,5 liter.
e. Pompa lagi 25 kali.
f. Semprotkan terus sampai eairan dalam tangki habis.

lumlah regu yang ada regu 4. Jarak antara nozzle dan pennukaan yang disemprot_
- lumlah regu yang di supervisi regu
penyemprot
Untuk mendapatkan dosis yang diharapkan (2 gr/m 2 atau
lumlah penyemprot yang di supervisi
I gram/m 2) diperlukan jarak an tara nozzle dengan pennu­
kaan dinding yang disemprot = 46 em. Untuk mencapai ini
diperlukan latihan praktek yang berulang-ulang sampai para
1 e n Keadaan
penyemprot seeara otomatis menempatkan nozzlenya sekitar
A. Keadaan spray can : baik = ILr = Ir.h = bh. 46 em dari permukaan tempat yang disemprot. Pada jarak
antara nozzle dengan dinding yang disemprot 46 em, tekanan
B. Perlengkapan penyemprot &
dalam tangki 2,8 km/cm 2 (40 PSI) akan diperoleh lebar pan­
penyemprotan.

ada = Itdk . ada = buah. caran 75 em . Tetapi dalam praktek lebar panearan yang efek­
Masker

ada = I t.a =
buah. tif hanya 70 em, karena penyemprotan swath berikutnya harus .
Lap
Topi
ada :: La := buah. ditumpangkan 5 em pada swath sebelumnya..

Tas (tempat DDT)


ada = t.:l = buah.
5. Kecepatan (irarna) menyemprot.
Ember bersaringan (Ember +

Corong bersaringan)
ada t.a buah. Mengingat konsentrasi yang dipakai adalah 5% dan panearan
Pengaduk
ada La buah . alat semprot 757 ee permenit, maka DDT yang terkandung
C. Tehnis penyemprotan di dalam 757 ce tersebut adalah:
Pencampuran DDT de­ _5_ x 757 gram = 37,85 gram (38 gram).
ngan air : benar = tidak benar = 100
Pem ompaan I. II dan III : cukup = I kurang = /lebih = Permukaan yang dapat disemprot dalam I menit adalah:
ya = I tidak =
Tangki digoyang
larak nozzle tip dengan
~ = 19 m2
2

permulaan dinding : cukup = Idekat = Ijauh =


Dengan ketentuan yang kita ikuti bahwa tinggi penyemprotan
Kecepatan menyemprot : cukup = ice pat = flam bat =
maksimal adalah 3 meter dari lantai, dengan luas 19 m 2 , maka
Hasil semprotan : baik = /lebaJ = Itipis
panjang permukaan yang disemprot:
D. Pencatatan adm inistrasi.

- Penyemprol
: benar = Itidak benar ,=
12 = · 6,33 meter (6,5 meter)
3
6 35

Dengan lebar pancaran yang efektif 70 em, maka pada din­


- J en i s -­ Nama penyemprot -­
ding yang panjangnya 6,33 m tadi akan diperoleh 9 kolom
1(....) 11( . . ..).IIl(. .I ,V( ,J V (. . .. ,
(swath) yang harus selesai disemprot dalam waktu 1 menit. ,: I . ,'

Untuk mendapatkan irama penyemprotan yang baik diperlu­


kan latihan dengan menggunakan dinding/permukaan yang ter­ Hasil semprotan c Itb/tp c Itb/tp c Itb/tp c ! tb / tp c /tb / tp

eantum pada gambar berikut :


c. Pencatatan administrasi
kepaIa regu br I tb
D. Pengisian laporan

: 1 1::.1:::l~ ,r~; 1:: l~.: j~


:

penyemprot (OP 1) br I tb br I tb br I tb br I tb br / tb

1i 1 I' I I, I I . I I
E. Jumlah rumah disemprot
satu hari sebelumnya
(out put) rumah = rumah = rumah = rumah = rumah
. I I r ' 1 I
F. Jumlah rumah tidak di­
3m 70 em 'I I, ·1 I
~ . I I I I I
semprot dengan a1asan
(M, S, T, TP) rumah = rumah = rumah = rumah = rumah
I 70 em I 1 : _ I
__ ~ I I I .'
~ I 1'- : ' I I j' I
G. Stock DDT 75% WDP cc/sk/sl cc/sk/sl cc/sk/sl cc/sk/ sl cc/ski 51

,
I
I I I - I I J 1 I H. Kemampuan kepaIa regu I c/sdgjkr c/sdg/kr c/sdgjkr c/sdg/kr c Isdgi kr

1 I 2 3 1 4: 5! 6~ 718: 9
I
I I. Kesimpulan hasil -
supervisi
-v­ .. ' - - - - - - -- - - ­ --­
6,33m
Keterangan
C. Syarat-syarat penyemprotan.

(a! coret yang tidak perlu . . . . . . . . . . . . . . t~l. . .. .. , .. .


Syarat yang dianjurkan oleh WHO untuk daerah penyemprotan me­
b = baik j = jauh Petugas supe rvi si.
liputi :
rr = rusak ring an cpt = cepat
rb rusak berat lbt lambat
1. Cakupan bangunan yang disemprot (Coverage) a ada tb =
tebal
Rumah atau bangunan dalam daerah tersebut harus diu sa­ ta tidak ada tp tipis ( •• •• • • I' • ••• _ I . .. . . . )

br = benar cc cocok
hakan agar dapat semuanya tersemprot.

t.br = tidak benar sk selisih kurang


Yang dimaksud dengan rumah/bangunan:

c cukup sI selisih lebih


Rumah/bangunan temp at tinggal, yang digunakan pada
k = kurang sdg = sedang
malam hari untuk tidur.
lebih kr = kurang
Rumah/bangunan yang ada di ladang (= malam hari di­
d dekat
tempati untuk menunggu sawah dan sebagainya).
Kandanghewan (sapi, kerbau dan lain-lain).
34 7

Lampiran 7 2. Cakupan pennokaan yangdisemprot (Completeness).


Yang dimaksud adalah cakupan dari semua pennukaan din­
ding dan sebagainya ( = sprayable surface) yang seharusnya
disemprot.
FORMULIR SUPERVISI
a. Bila dinding tingginya 3 meter, seluruh dinding disemprot.
b. Bila dinding tingginya lebih dari 3 meter, maka yang disem­
Kecamatan : . . .... .. . Tgl. supervisi : '.. . .. ; . . prot hanya setinggi 3 meter.
De sa : ..... • . . . Propinsi Regu : ....... .
Dukuh . . . . . . .. . . Kabupaten : Nama kepala regu : . . . . . .. . Langit-iangit.
Langit-langit yang tingginya kurang dari/sama dengan 3
meter hams disemprot, selebihnya tidak perlu disem­
Nama penyemprot prot.
J en i s Pintu dan jendeia.
1(.. .. ) II ( . . . .) III (....) IV ( . . ..) V ( ....) Pintu dan jendela yang membuka ke dalam , kedua per­
mukaannya disemprot, bila membuka keluar, hanya per­
A. 1. Keadaan Spraycan b/r.r/r.b b/r .r/r.b b/r.r/r.b b/r.r/r.b b/r.r/r.b mukaan dalam yang disemprot.
2. Perlengkapan & penyem­
protan. : Perabot daiam rumah.
- Masker a / t.a a / t.a a / t.a a / t.a a / t.a Meja, tempat tidur, kursi, lemari dan' seterusnya. Pera­
a / t.a a / t.a a I t.a
bot harus disemprot bagian bawahnya sedang untuk
- Lap a / t.a a / t.a
lemari dan sejenisnya cukup bagian belakangnya.
- Topi a / t.a a / t.a a / t.a a / t.a a / t.a
Rumah panggung.
- Tas/Kantong DDT a / t.a a / t.a a / t.a a / 1.a a / t.a
-. Bila lebih dari satu meter di atas permukaan tanah dan
- Ember bersaringan ada ruangan, bagian bawahnya hams disemprot.
(ember + saringan) a / t.a a / t.a a / t.a a / 1.a a / t.a
Emper depan.
- Pengaduk a / La a / t.a a / t.a a / t.a a / t.a Yang digunakan untuk duduk di sore hari atau malam
hari dinding dan langit-Iangit yang tingginya kurang
B. Tehnis Penyemprotan :
- Pencanlpuran DDT de­
dari 3 meter hams disemprot.
ngan air br / t.br br / t.br br / t.br I br / 1.br br / t.br Teritis (eave).
- Pompaan I. II & III c / k /1 c / k II c / k II c/ k /1 c / k II Bagian atap yang menonjol di kanan kiri rumah dan
- Tangki digoyang
kadang-kadang di belakang rumah yang tingginya sarna
ya/tidak ya/tidak ya/tidak I ya/tidak ya/tidak
atau kurang dari 3 meter.
- Jarak nozzle dgn. per­
mukaan dinding c/ d/j c/ d/j c/d/j c/ d /j c/ d/j
- Kecepatan menyern­
prot c/cpt/lbt c/cpt/lbt c/cpt/lbt c/cpt/lbt c/cpt/lb t
8 33

3. Pernenuhan dosis (sufficiency) \0 ...


E "0
- - - --­
c:: ---- =
os.e '"
Dosis harus terpenuhi, misalnya 2 grim 2 atau I grim 2 . ~
00 '"
'I:'
<I)
,-..
~

~
~

N
4. Keteraturan (regularity) .t:: .....
'"
:I: 00
Kalau disemprot 2 x setahun, maka bcrarti 6 bulan sekali harus M
. -0
...0.. ..... 6'0
0\

disemprot, demikian pula halnya dengan yang sekali setahun. Q.


o E ~
<I) '50
Waktu yang tepat harus diperhatikan dan ditaati. >. ~ C
••
c<I) ... ;:::s
",'0 .....
..... '"
<a :e.O
D. Pengelolaan racun serangga.
.~
8
'"
~
.
c...
~ -.
­
. ... ~;§
...
<I)
, .>.

"
"

~
0..
<I) :~
,

:~
...
I. Cara rnenyimpan racun seranggao ...
...8":;E '"E
Racun serangga yang dipakai dalam kegiatan penyemprotan E 0..
E
<I)
~
E
0
.....
-, ....;,Z'"

harus disimpan dengan baik agar: O '"
:a ~
~ 1
a. Tidak mengotori lingkungan sehingga bahaya yang mung­ Q., ~
"0 I I

~ i=: 0\
kin timbul bagi kehidupan manusia dan mahluk hidup lain 1=
dapat dicegah. >­Z f-o 00
b. Racun 'serangga itu sendiri tidak cepat rusak . ~
Untuk keperluan tersebut ditempuh langkah-Iangkah sebagai Q., t:n r­
;:l ,, ,, ,,
berikut: Co:) :i ;:?1 'Ij

~
#_OJ
.D ­
"'.D
<I);:::S ,-..
I). Penyimpanan dalam gudang
~ ~
... <I)

.......
-"
... c::s -
Racun serangga di tempat ini biasanya masih dalam bung­
,
<I)
~
'"
'"

<I)
V):a-
r-
2C V) :
.c:
kus (doos) asli (belum terbuka).
«
-
Q.,
~
'" ~
._
~
<I)
.c
~
C
-
f-oc..'"
QQc
'­ .!3
::!
Perlu diusahakan tempat yang khusus, yang tidak tercam
~ "0"0 ;:::s Q ~ 'C; " -
11:
c:
pur dengan barang-barang lain.
~ -§:a~ ~ ::!
z E;.2 2 - '"0­
«
'.
Cara penyimpanan racun serangga adalah sebagai berikut:
2:~ 2 "
:::l
.D
' '50
a). Tempat harus memenuhi syarat : ~ ~ -§ ~ """
E ;.a c '"
..>(
-;;;;
o -E -E ~'" <I)
'" ;:::s v
'"
~...:I
,_~"O
- arnan dari pencurian . ;:::s
-. -.
;:::s ."!
c::; is C
- . ;.::1 . ., ,~
- tidak bocor dan tidak pernah kena banjir. "'..>(

.8 ~ .~
- cukup ventilasi dan penerangan/pencahayaan. ..... ., '"
- jauh dari tempat pemukimanfjualan makanan. ~ ~ c: ~
..>( ­

E M " _ l B '" -:::l


C:..>(
- mempunyai pintu yang cukup besar. ~ :::l-;a~
... ... '"...
'" <1/
b) Cara mengatur
- Diberi alas dari kayu (flonder). E
~

:
.DE , ~ ~
""
...2 co '"
..'"
, ,
, <I)
>.
: I "'''''
.....g.~;
...

- Untuk bungkusan racun serangga yang berbentuk - C ~


0 E= c: '0
~
<I)
0.. ... N .•.- Q.
box (misalnya DDT) penumpukan dapat dipakai '" 0.. E c: :a E
sistim berkait, di mana di tengah harus ada ruang ~ c
...

'I)
z
~ -.;:::s !Is .0.
.. ~ c:
~
>.
-;; <IS U....J ~
c..
~u ;:::s
'"'"
<I)
..0
z
ci .....
Q ~ ~
32 9

Lampiran 5 yang kosong untuk sirkulasi udara.


- Antara dinding dengan tumpukan raeun serangga
harus ada jarak (antara) ± 50 em, hingga orang dapat
mudah melewati.
LAPORAN HARlAN PENYEMPROT - Penumpukan dibuat sedemikian hingga mudah dila­
kukan penghitungan dan barang yang lama akan di­
Op. 1 keluarkan/dipakai lebih dulu.
Dukuh/desa .............. / ....... . Dosis: ........... gram/m 2 - Ada tempat untuk melakukan pengepakan-ulang.
Kecamatan Tanggal penyemprotan : ...... .
- Dilengkapi dengan kartu stock, kartu gudang dan
kartu barang.
Kabupaten Regu No. . ...... .

Gambar: 1
I
No . Nama Jumlah jiwa DDT 75% WOP Tidak disemprot._ Jumlahjiwa
Rumah Kep. Keluarga dilindungi dipakai (kantong) M S T TP tak terlindungi Denah
1 2 3 4 5 6 7 8 9 Situasi gudang DDT

. I

-A .­ , I

I
I
( f.

I
Jumlah

Jatah hari ini : . .. .. ..... rumah Penyemprot No : .. : ........ , Keterangan : - Pintu dapat merupakan:
DDT diterima hari ini : .... .. . ... kantong 1. Pintu dorong
DDT dipakai hari ini :. : ......... kantong ( .. . .... .. ......... : .... ) ; 2. Pintu biasa yang membuka lebar.
Sisa : .......... kantong
Nama terang
Ruang antara tumpukan-tumpukan racun serangga
Keterangan : harus dapat dilalui oleh orang.
M = menolak T = tertutup
S = sakit TP = tidak perlu
Ml -
1h.
it
31

Gambar: 2 Lampiran 4

Cara menumpuk Box DDT


sistim berkait
IV. EXTENSION TUBE AND NOZZLE ASSEMBLY

53

C¥? ~
[~ . , . ;... , II~~~~I
I tJ • i ~1lI~~~
Tumpukan Tumpukan
ganjil genap .
Ref. Part
Keterangan gambar 2: No. Number Description
1. Jumlah susunan yang diperkirakan maksimum 14 susun.
53 141-966 Extension Tube and Nozzle Assembly for 3 Gallon
2. Pad a dasat hams diberi alas (flonder)
Unit
Kalau diadakan penimbangan untuk di pak dalarn bentuk 141-972 Extension Tube and Nozzle Assembly for 4 Gallon
yang lebih keeil (misalnya DDT) maka pelaksanaannya tidak Unit
boleh dilakukan dalam gudang tersebut, harus dicarikan 54 141-967 3 Gallon Extension Tube Assembly Only
tempat yang khusus. 141-971 4 Oallon Extension Tube Assembly Only
Membawa racun serangga dari gudang ke lapangan harus 55 805-337 a-Ring Gasket for Extension Tube
diperhatikan agar tidak teIjadi keboeoran di jalan baik 56 141-989 Nozzle Assembly Complete
57 114-791 Nozzle Body
karena jatuh/terceeer maupun karena beterbangan tertiup
58 123·950 Polyethylene Nozzle Gasket
angin sehingga menyebabkan peneemaran lingkungan.
59 805-855 No. 8002HSS Hardened Stainless Steel Nozzle Tip
2). Penyimpanan di iapangan (di desa) 60 115-680 Nozzle Body Cap
Prinsipnya sarna yaitu harus terhindar kemungkinan pence­
maran lingkungan .
Di lapangan biasanya sudah dalam bentuk siap pakai yakni
30 11

Ref Part I . ~

Description
----~- bungkus yang kecil-kecil (a 567 grar.J).
Perhatikan hal-hal sebagai berikut:
No. Number'
a). Harus ditempatkan pada ruangan atau peti yang khusus
43 114-905 Male Fitting for Strainer Housing
44 805-310 O-Ring Gasket for Male Strainer Fitting dan dapat dikunci.
45 152-356 Strainer Assem bly b). Harus ada orang yang dapat dipercaya dalarn mengawasi
46 146-627 Strainer Housing Assembly
keamanan racun serangga yang bersangkutan misalnya:
47 803-623 Hose Oamp
48 115-902 Hose Only kepala desa.
49 115-970 Nut c). Bila mungkin hindari penyimpanan yang tersebar dalarn
50 115-950 H.ose Connector satu kegiatan penyemprotan karena akan menyulitkan
51 805-307 O-Ring Gasket for Hose Connector
52 146-689 Hose with Thrustless Shu toff and Strainer AS6em bly pengawasannya.
52A 146-698 Hose with Duo-Trol Shu toff and Strainer Assem bly d) Segera setelah selesai kegiatan penyemprotan di wilayah/
------
desa tersebut, maka sisa racun serangga agar segera dikem­
YEAR OF MANUFACTlIRE MARKINGS
balikan ke gudang, induk.
0
Penyimpanan racun serangga tersebut harus disertai pencatatan
1962-63 1968-69
0
yang teratur.
000
1%3-64 1966-67 1969-70
0 o 0 01
o 0
2. Cara menimbang racun serangga.
1964-65
0
01
0
1970-71 Untuk membuat konsentrasi yang tepat diperlukan penim­
o ~1%5-66 o0 0 1967-68 0 bangan yang tepat pula, seperti disebutkan di muka untuk
0 000
:1 1971-72
penyemprotan rumah dengan DDT dalarn dosis 2 grarn/ml
diperlukan 567 gram DDT 75% WDP setiap spraycannya.
Untuk penimbangan racun serangga ini biasanya digunakan
timbangan kodok (Roman Balance) dengan anak timbangan
khusus yang beratnya 567 gram. Setelah ditimbang dimasuk­
kan dalarn kantong plastik, kemudian dipacking kembali dengan
box pembungkus semula.
Penimbangan racun serangga ini sebaiknya dilakukan di temp at
yang tidak jauh dari gudang dan tidak boleh dilakukan di
lapangan, karena penimbangan di lapangan akan memperbesar
teIjadinya pencemaran lingkungan.

E. Langkah yang perlu dilakukan selama penyemprotan.

1. Sebelum penyemprotan:
a. Minta bantuan pemilik rumah untuk memindahkan pe­
rabot rumah keluar.
w

fr~
§"~
-t\)
:= c.
~

cr"
:::

N
-
2
~
::s ~
OQ
-­~c::
~
::s

0.. 0..
(1)
::s CIl §.
_(1)
OQ
t\) ~ 0.. :::
~
::s -.::s ::s -e:.
o ~ OQ
0.. 0..
o t\) OQ
t\) _ .
0.. t\)
>-l ::s '"1 I ::1.

Lampiran 3
m. HOSr WITH SHUTOFF AND STRAINER ASSEMBLY
HOSE a VALVE SERVICE PARTS
1

Ref Part Description


No. Number

28 149-706 Shu toff Assembly Complete Thrustless


l8A 149-801 Shutoff Assembly Complete, Duo-Trol
29 149-702 Valve Body Cap With O·Ring Gaskets
29A!149-897 Valve Body Cap with O-Ring Gaskets
30 115-733 Shutoff Valve Body Cap
30A 115-734 Shu toff Valve Body Cap Ie
31 805-335 Valve Body Cap O-Ring for Valve Pin
32 805-309 Valve Body Cap O-Ring
33 115-716 Shu toff Valve Pin
33A 115-714 Shutoff Valve Pin I:
34 110-243 Te non Valve Pin Spacer
34A 110-233 Tenon Valve Pin Spacer
35 150-400 Shutoff Valve Pin Spring
36 123-911 Shutoff Valve Pin Washer
17 151-016 Shut o ff Valve Pin Packing
II
38 153-377 Shutoff Valve Body
3HA 153-379 ShutotTValve Body
39 801·423 1/8 x 1/2 Cotter Pin
39A 149-898 Screw with Nu t
40 123· 899 Shu tolT Operating Lever
Shu toff Opcratin!! Lever
II
40A 123·897
40B 121·971 Lever 13rac:kct
41 110-234 Teilon 13caring for Valve Pin
42 146·617 Strainer Asscmhly Complete
28 13

Lampiran 2
m
ALAT SEMPROT

II. PUMP . ASSEMBLY


A. Pengan tar
PUMP AND CYLINDER SERVICE 'ARTS
.o--® Untuk melaksanakan kegiatan penyemprotan rumah (Indoor
Residual Spraying), sampai saat ini alat yang diper~nakan adalah
tipe Compression Pressure Sprayer Hudson X - pert. Dengan de­
mikian pengetahuan tentang alat tersebut harus dipahami benar
antara lain cara kerja, bagian-bagian dan pemeliharaannya.

@® B. Bagian-bagian alat semprot

I. Bagian tangki (Tank Assembly)


- Tangki (Tank) : Tangki tempat larutan serangga yang
• hanya diisi 8Y2 liter, sampai batas

Ref Part
~
~ S1
Description
(Shoulder strap)
Rantai pengikat
tanda panah yan& terdapat di dinding
luar tangki.
Sabuk penyandang : Sabuk penyandang yang dapat di­
stel. '
: Rantai pemegang tutup tangki.
No. Number (Cover chain)
15 147-540 Plunger Assembly Complete Tutup tangki : Tutup tangki dengan handel penu­
16 147-501 Plunger Tube and Handle Only (Cover Assem bly- ,t lwnya,
17 151-028 Bumper Pad Complete).
18 149-100 Pump Cap Assembly - Only Karet gasket : Karet di sekeliling tutup tengki
19 150-409 Bumper Spring (Cover gasket) untuk mencegah kebocoran udara
20 148-833 Cup Raplacement Kit atau larutan.
20A 154-007 Cup Leather Only Pipa saluran : Pipa saluran larutan keluar dari
21 147·202 Pump Cylinder Assembly - Complete
(Dip tube) tangki.
22 151-030 Pump Cylinder Gasket
23 140-055 Pump Cylinder Check Valve Assembly Complete
24 805401 Pump Cylinder Check 0 Ring
25 140-054 Pump Cylinder Check Valve Assembly
26 150-604 Pump Cylinder Check Valve Spring
27 110-790 Pump Cylinder Check Valve Housing
- -­ -­ - ­ I
27

2. Bal;i.an pompa (Pump Assentbly).


--~=
-

i
'"
c c'"
..sa 0
-
0.
Tangkai pompa dan bandeinv a .~
J~~~~ ~~
(Plu nger tUbe nnd Handle
Kare t penahan beJ1turan
(Bumper paJ)
: Karet l1ntuk menahan ben­
turan bila pompa ditekan.
! .9
c
M
1
v ;; ~~ c::
I f-oC'" 0
..... ct:: OD
~ ~ 0..sa .5
OO~Cd:::
§ .§ >;
E-<t-<-
cc:: 1%1
0 0
~~
:a
UJ
a
'-'
~

i!:!
Kunci ~(jmpa (Pu mp Cap) : Ku ne! un tuk mencegah .g. uUOO(E
-,.' Q
] 0'-' ~ ~
'"i!:!
~ ~~MV'" ..! 0. M V< 11)
ODe..
Pegas penahan ben lurart
pot.1pa naik ke atas.
: Pegas untuk menahan ben­
a .!3
~ ... ...
00o.e..
B.5
1 1 c.t..t.I. '"
>'>' 1 I"O~
.S./:I
c:~
......
I1)BOD S
E
>'0
:aU
l > ... ... UJ
.o oor-,
.::I t.I.t.I..-,
t-< I I " ' ;
~
1;j

0
~~o..o..<~ :::~.511>~ o.. >,>,~ II> >,
(Bumper spring) . turan bila pompa ditarik. 00"''''11>0
!::!:: ODU
0 0 ... "'.0 .....
uu 0.'" E II> OD"-l
:.t:! 8 . C::. .
0 ~:o
Klilit pompa (Leather alp)
KIep pompa (Check valve : KIep pompa un tuk meDya­ ~ ~
"'~~ ...o --F
(,l 00 (/) <
t:: (/) (/) ''"- ' N ".5' ____ ·
- r-~ E ~~ _ ~.c ~o
~ ~ :""S ""0 11) 0
.
UJ
~ e~
C-: <
E-<E-<"Q"Q - u... e..C: "" ...., .- OD-=' ~ ~
.0 11> .......... ""
... ... ;::I ;:;l eo >< Q N N
><xll> u ...... u,
> > II> II> Q) .5
t-<
.0 ...
Assembly) lurkan udara ke tangki dan . . II>

men cegah lam tan masuk


c..
'" '" 0 .:::i
o...c 0 .:::
.... __
(/) (/)~ ~ e.. ~U M M »
00 0
>MM
__ __ ..........
U U~ O~ O
':.t:! .-
'" '" 0> 0> ca P:: 0. 0. ~

j:t:;
c..
0 .....
s a:
ke silirtder porl1pa. ... ~ ~- 0V'l
~
Q NIrlr-O'IN r'l \O ..... O'IVl O V ' l - V ' l N V Vl Z
- Silinder pompa (Cylinder : Tabung silJnder tempat ti .o ~OOV'lNN- - OOOO\O -r- r-
Q.o § '9\1jl~~~;' ''i''t''i't\ljl9 ~''t 0( ~9 9 0
f:l ro;> '.:jl
pump) pomp a.
i
NNNNv-\O- OM O - ' " , ,,, O'IO'I M'¢
Z VVV'lV'l - O-ooV)V ~ V)- O NN L O~
_ - 0 0 ..... 0000_ - -~ OO 0 00 ......

3. Slang dan klep pembu ka/penu tup anis larutan.


(Hose and Valve Assembly) . ~ ~ol-
~z
N M~ V) ~~ OO O'lO NM V
-- <1%1
~
a. Pem buka/Penutup anlS lam tal1 ( Shu tojj" Asscm bly) Z
Handel pembuka/pellutu p arUs larutan ~
(Shutoff Operating Lever) ; ~
Handel ditekan larutan keluar.
h. Slang karet dengan saringan (Hose witTI strainer Assem bly ). @!
Slang karet panjang 1Y2 meter untuk menyaJurkah \
carran menuju ke pipa pemancar.
Saringan (Strainer) untu k menyaring cairan sebelum

~-~

dikelu arkan).

4. Pipa penyambung dan Nozzle (extension tube and nozzle )


Pipa penyambuIig (Ext ension tube).
- Nozzle tip 8002 HSS: Nozzle tempat larutan memancar
dengaIi bentlik kipas dengan sudut ~
Ef - ------""

b'
::
pancarah : 80 deraj at dati larutan yang II:

keluar : 0, 2 gallon per men it atau .,'"


7 57cc per menit. '...~"
26 15

} II11IJh DOT 75 '1/ WDP tligul1ub n, : 16 .000 kg C. Bal-hal yang perlU dipethatikan agar alat semprot bekeJja dengan
ll as rUl11ail ra ta-rat:! tli daerah t~rS l: bll l (C . R): 150 m 2 sempurna.
' v all!!,
DOSIS · ct'·19una
' k'a n 16.000 x 1.000 x .-3 = 2,4. gram /2
m 1. Pencampuran racun serangga DDT 75% WDP dengan air.
- . 20.000 x 25 0 4
Untu k menghindari agar sp raycan tidak tersli mbat, pencam­
DulJm pi.O l1lli1ia n tl:rhucl ap caktfpan pert1111 kaull (completeness) puran ractln serangg& DDT 75% WDP dengan air h ams dilaku­
di ht:1 lll1i lli as rlIl11::Jil rata-f "ta di dUt: rJh k rse hut: kan sebagai b eriku t:
1..,-
.:. _ :l . 000
. 0
Ill ' _ 11 '\ 2
Cara I
1.000 - -- - 111
Tuanglah sekaligus racun serangga DDT 75% WDP (l kan tong =
Jad i seb t: tul l1 ya dosis yang dip aka i dl uae rah tcrsebu t ad ,uah 56 7 gr atau 285 gr) ke dalam su atu em ber yang telah berisi
air ± 4 liter. Tunggu sampai DDT tersebut larut semuany a,
l 'I 1 tin
Ie)1 ' ggi. Iag l. YUltU
,
_ x 2,4 gr j JI1 2 = 2.7 gr / In-
1 1i O
: ~~ 1

-- )

kenuldian aduk dengan rata.


Dosis J ika ta ku ll bai k ap<1 bi la berklsar 1,8 - 2,2 grjm Z Masukkan ke dalam t angkj dengan memakai corong bersa­
ringan. Tambahkan air ke ember tersebu t kemudian masu k­
kan ke tangki sehingga sisa DDT y ang ada dalam em ber m asuk
4. Keteraturan (regularity). ke dahim tangki. lsilah tangki sampai batas randa pariah yang
Pen ilaian ket~~rahjral1 penyempro tal1 daput dilakuka n dehgal1 terdapat pada dinding lu ar tangki.
can l lllt:mb an dingkan sa at pelaksan aan penyem protan selama
CaraII
bebera pa siklus . I ltd-h al yang diull1 a ti atl alah ketepatw1 waktu
Tu anglah setengah dari isi kantong yang berisj DDT ke dalam
(ti m ihg) p~nye mp ro t an d an sdmg waktu dengan bulan pe­
suatu ember y ang berisi air ± 2 liter, tt.1 nggu sam pai DDT ter­
nyemp rot al1 berikutn ya (interval). sebu t larut semuanya, kemudian aduk dengan rata. Tambah­
kan aJr ± 2 liter sam bit dlad uk.
Masukkan ke tangki spr aycan denga n memakai corong bersa­
ringan. Keml1dian tuang sisa DDT yang ada dal arn kan tong
dan masukkan ke dalam ember dan l.11angi langkah sepe rti ter­
sebut di at as, kemudian sisanya dilakukaJl seperti di atas,

2. Pemompaan (Pemberian tekanan).


Pompa1ah sebanyak 55 kill dengan pemompaan semp um a arti­
nya tangkai pomp a ditarik ke atas sampai habis kemu dian d i­
t ekan ke bawah sampai h abis.
Setelah disem protkan 3 menit, dipom pa lagi 2 5 k aU, semp ro t­
kan 3 menit dipompa lagi 25 kali dan semprotkan sampai habis.

3. Membersihkan spray can.


Spraycan hams selalu dibersihkan se telah selesai dipergunakan,
16 25

agar bisa DDT yang melekat jangan sampai mengeras/mengkris­ 2. Cakupan pennukaan (completeness).
tal. Langkah pertama isi tangki spraycan dengan air bersih, Penilaian cakupan permukaan ini dapat dilakukan dengan cara
pompa lalu semprotkan. Buka nozzle tip, semprotkan sampai mengukur luas permukaan dinding rumah yang disemprot de­
sisa DDT terbuang semuanya. ngan baik, kemudian dibandingkan dengan luas permukaan din­
4. Kerusakan yang sering dijumpai di Iapangan. ding yang sehamsnya disemprot. Pengukuran ini sebaiknya di­
lakukan pada rumah-rumah yang baru selesai disemprot (l sid 6
Perhatikan: hari setelah penyemprotan). Hal ini penting sekali karena insek­
"Sebelum memperbaiki spraycan tekanan dalam tangki tisida yang menempel di permukaan dinding masih jelas keli­
harus dikeluarkan ". hatan dan mudah dibedakan dengan sisa insektisida yang lama.
Oi samping itu dapat juga dibedakan dinding yang disemprot
Jenis-jenis kerusakan.
baik dengan dinding yang tidak disemprot atau yang disemprot
a. . Tidak dapat menyimpan tekanan. tidak baik (bekas insektisida tidak rata). Dengan cara ini dapat
Kemungkinan ada bagian yang bocor.
pula diketahui bagian-bagian rumah yang sering tidak disem­
Carilah letak kebocoran tersebut, bila terdapat pada tutup
prot.
tangki (cover) periksa gasketnya, bila rusak gantilah dengan
Contoh.
yang bam.
Jumlah rumah dinilai 1.000 rumah
Bila letak kebocoran sulit dicari, pergunakanlah busa (air
Jumlah luas permukaan disemprot : 196.000 m 2 (hasil peng­
sabun).
ukuran)
b. Tidak dapat menghasilkan tekanan. Jumlah luas permukaan yang se­ 225.000 m 2 (hasil peng­
Periksa kulit pompa (leather cup), bila rusak (sobek) ganti­ harusnya disemprot ukuran)
lah dengan yang bam. Bila kering teteskan sedikit oli Maka cakupan permukaan yang di 2
SAE 30. semprot 196.000 m x 100% = 87%
225.000 m 2
c. Tersumbat (tidak dapat mengeluarkan cairan). Untuk penilaian cakupan permukaan ini digunakan formulir
Buka nozzle tip dan bersihkan dengan air. Bersihkan lubang­ seperti pada larr.piran 9, 10 dan 11.
nya dengan benda lunak (misalnya ijuk).
Jangan membersihkan lubang nozzle tip dengan benda-ben­ 3. Pemenuhan dosis (sufficiency).
da keras.
Penilaian pemenuhan dosis ini dapat dilakukan dengan cara
d. Cairan menetes dari nozzle tip. membagi jumlah insektisida (DDT 75% WDP) yang digunakan
Periksa polythelene gasket, bila rusak gantilah dengan yang (dalam gram) dengan hasil perkalian antara jumlah rumah di­
bam. semprot dengan rata-rata luas rumah, dan hasilnya dikalikan
e. Cairan menetes dari shutoff valve. dengan bilangan %. Kemudian hasil ini dibandingkan dengan
Bukalah shutoff valve periksa semuaring karet, bila ada dosis yang direncanakan, apakah lebih atau kurang.
yang rusak gantilah dengan yang bam. Contoh.
"Dengan pemeliharaan yang baik alat semprot Hudson X-pert. Jumlah rumah disemprot di Kabupaten A: 20.000 rumah
akan dapat dipergunakan untuk jangka waktu lama".
24 17

pada langkah-langkah sebelumnya. Akhimya dari unit


tersebut akan diperoleh rumah sebanyak 1.000 rumah. IV

Dengan demikian pada tiap unit, rumah yang akan di­ LAPORAN OPERASI PENYEMPROTAN

periksa adalan 1.000 = 125 rumah.


8
Kalau ternyatajumlah rumah yang ada di 8 unit terse­ A. Laporan harlan penyemprot. (Op.1)
but kurang dari 1.000, maka diusahakan untuk men­ I. Penjelasan Umum.
dapat t?mbahan dengan menaikkan jumlah unitnya
misal 3 unit dalam tiap desa, atau menam bah jumlah a. Laporan ini dibuat oleh setiap penyemprot.
desa/kecamatan. Makin banyak jumlah kecamatan b. Diserahkan kepada kepala regu setiap hari, setelah diterima
dan desa dipilih akan semakin baik hasilnya. Jumlah­ segera diteliti oleh kepala regu.
nya agar disesuaikan dengan kemampuan yang ada. c. Tiap I lembar Op. I untuk I penyemprot tiap hari.
Pemilihan rumah pada tiap unit dapat dilakukan seca­ 2. Petunjuk pengisian.
ra sistematik random, misalnya dengan mengambil ru­
mah yang mempunyai nomor dengan kelipatan 5 Kolom: 1. Nomor rumah sesuai dengan pembagian nomor pa­
(5, 10, 15, 20, dan seterusnya) bila jumlah seluruh da waktu melakukan G.R.
rumah dalam unit tersebut adalah 625 rumah. Angka 2. Diisi nama kepala keluarga dari rumah yang ber­
5 didapat dengan membagi 625 dengan 125. sangkutan.
I. Cakupan bangunan (coverage) 3. Diisi jumlah jiwa yang ada pada rumah yang di­
semprot.
Penilaian cakupan bangunan ini dapat dilakukan dengan cara

mem bandingkan jumlah rumah yang disemprot dengan jumlah


4. Jumlah DDT yang digunakan dalam kantong
yang seharusnya disemprot. Untuk itu perlu dilakukan penilai­
(untuk dosis 2 gram/m2 I kantong = 567 gram
an terhadap sejumlah rumah mengenai benar tidaknya rumah­
dan untuk dosis I gram/m 2 I kantong = 284 I

rumah tersebut disemprot.


gram), ditulis pada rumah yang disemprot dengan
Kegiatan penilaian ini sebaikoya dilakukan oleh petugas pro­
mengisi tangki dan tidak boleh mengisi angka
pinsi bersama-sama petugas kabupaten.
v..
pecahan (~, tangki tersebut).
5, 6, 7, 8, diisi apabila rumah tersebu t tidak di­
Contoh:
semprot, diberi tanda (+) pada kolom yang bersang­
Jumlah rumah disemprot di Kabupaten A: 20.000 rumah (se­

kutan, sesuai dengan alasannya:


suai dengan laporan penyemprotan)

M = apabila penghuni rumah menolak untuk


Jumlah sample yang dinilai 5% x 20.000 = 1.000 rumah

disemprot.
Dari hasil pemeriksaan rumah-rumah dari sample, temyata

S = apabfla penghuni rumah menolak karena


jumlah rumah yang disemprot adalah 900 rumah, maka ca­
ada yang sakit di rumah tersebut.
kupan bangunan yang disemprot adalah I~~~ x 100% = 90%
18 23

T- = hila pada waktu rumah tersebut akan dl pro tan sepert! :


semprot ternyata tertutup/tidak ada peng­ laporan harian pcnyemp rot (OP I )
huninya. - laporan penyemp ro tan kcpala rcgu (OP 2 )
TP = Bila rumah/bangunan tersebut akan disem­ - laporan penyemp ro tan kecamatan/kabupaten
prot ternyata menurut pertim bangan tidak Hal..hal yang dapat dike tahui an tara lain
perlu disemp rot (misalnya sudah ditinggal­ jumlah bangu nan yang disemprot dibandingkan dengan ba­

kan penghuniny a). ngu nan seluruhnya (coverage)

pemakaian insekt isida (D DT 75% WDP) dibandingkan de­

9 Diisi jumlah jiwa yang ada pada rumah yang tid ak


ngan lu as ru mah ra ta-rata dan jumlah rumal1 disemprot (suf­

disemprot.
ficienc y)

jumlah rumah fang tidak dapal discm pro t (menolak, sakit ,

tertutup dan tida k perIu

B. Laporan Kepala Regu Penyemprot. (Op.2) kderaturan pelaksan aan penyemprotan baik mengenai wak­

tunya (timi ng) maupun selang waktunya (interval )

1. Penjelasan Umu m.
B PENILAIAN
Dibu at berdasarkan Op. 1 oleh kepala regu penyempro t. nilaian hasil penyem protan ru mah dilakukan terh adap ke 4 (em­
setelah 1 desa selesai disemprot (merupakan rekap itulasi pat) syarat tehnis penyernprotan, yaitu cakupan bangunan (co­
Form Op. 1). verage), caku pan penn u kaan (com pleteness) . pemenuhan d osi~
Tiap lemb ar Form Op. 2 untuk satu desa (sufficiency), dan ketcratu rannya (regularity ). PenUaian cukup dila­
ku kan secara uji petik (sarnpiing).
Lapo ran ini diserahkan ke Puskesmas/ Kabupaten segera
Jumlah rumah yang aka n dinilai diambil sekitar 2 sid 5% dari jumlah
se telah penyemp rotan di desa tersebut selesal
seluruh rumah yang disemprOl: di satu kabupaten. Pcngambilan
Petunjuk pengisian.
sample dilaku kan sebagai contoh berikut dengan cara multi stag
Kolom : 1. Ielas
sampling.
. Ielas
Di kabupaten A dengan 9 kecamatan yang telah melaksanaka n pc­
3. lumlah rumah . .lesa tersebut yang disemprot nyemprotan mencakup 20.000 rumah, besarnya sample yang dl­
oleh penyemprot yang bersangku t an. am bil adalah 1.000 rum ah (5%)
4. lu mlah jiwa/pendudu k y ang tinggal dl rumah Langkah ~ : Tentukan kecam atan yan g akan dipilih sebanyak 2
rumah ad. 3 kecamatan, pilihan dap at d ilaku kan secara rando m
5. Jumlah DPT 7 5% WDP yang dipergunakan ole II dengan memberi nomor lebih dahulu pada ke 9 keen­
penyemprot y ang bersangkutan (dalam kantong). matan terse but , kemud ian dilot re atau dengan dadu
la ngk~h IT : Dan 2 kecamatan yang telah di pilih 2 desa pad a, mao
6. Jum lah rumah yang tidak disemprot karena me­
nolak. sing-masing kec am at an . Cara pemil ihan sama seperti
7. Jumlah rumah yang tidak disempro t karena ada pada pemilih an kecama tan.
penghuninya y ang soot. Langkah II1 : Dan masing-masing desa yang te1ah dipiJih 4 (em pat )
desa , tentu kan unit kelompok rumah (kampu ng, d u
ku h. dan lain-lain), cara pem ilihan sarn a sepert l
2 9

- bagalmana me ngawasJ pelaksanaan penyem pro ran (su­ ~ . JlI m !ah ILI Jl1uh yUlJg Ud ,l K d J5\,: l1l pru l karena - )~'-!
pervisll angsung). mah nYd tertu [U p.
- bagai111ana p e k erja~11 administratifnya (buku sro k h imiah Jllmail yang h Ll dk d ISt!JllpHH k<1Iel)<l tlda k
insektisida, lap ora n penyempro tan Op 2, buku su perl ~
pervisi dan peny impanan sementara dari bahan/alat 10. J um !ah T1.I maiJ yang tldak dlsem prot Liu mlah dan
pel1yem protan di lapangan ). kolo{ll 0 , 7 , .8 QaIl9).
c. J~l m lah
nmzah y ang dapat disemp rot ftap hari o /elt Selial) 11 Jumlah jiwa pada rumal l y~ng tidak disemprot.
m), cmprot (out put) 12. Jl!rn lah hari kens dar; setiap penyemprot untuk
Hal ini dap at diketahui dengan membandmgkar\ luas permu li me nye le ~aikan desa tersebut.
kaaJI yang dapat disem prot oleh seorang penyemprot pc
han dcngan rata-rata lu as rumah di lokas i tersebll t berda
sarkan data G.R. Seorang penyemprot rat a-rata c1apat me­
nyemprot pemHl kaan seluas 2. 000 sid 2.500 Il\ " per han
dengan waktu kerja j- 7 jam Kep ad atan rumah di sua
daerah Juga mempengaruhi besamya out pu [ ini
COll toh
Jumlall rumah yang telah c1isemprot A = 800 rum all
Rata-rata lu as rumah (menurut da ta G.R l =- 25 0 m 2
Lama penyemprotan := 20 hari, dan jumlah penycm
p rot = 5 orang. Mak a jumlah rurnah yang dapat disem
prot tlap hari per penyernprot adalah
adalah . 800 ::. H rumal
5 -x 20 .

atau sell1as . 8 rumal1 x 250 n1 " = ::;. OOQ m~

d. Pemaicaian/dos{s insektisida (DD T 75 % WDP) ttap m'


Dosis dapa! di ketahui (kurang/lebih ) denga JJ me nglku ti
seorang penyemp rot sarnpai ia menghabisku n 1-2 tangkl \

larutan insektisida (DDT 757r WOP), kemu dian diu ku r


luas permukaan dinding yang c1isempro C
e Kekompluan pen:vempru tal1 (colllplereness).
Rum ah-rumah yang telah selesai disem prot dlpe riksa untu
mengetahui apakah maslh ada bagian-bagia n nll nall yang
tid ak tersef!1 pro t.
Supervisi secara tidak langsung
Car., mj dilaku kan dengan me nelitl laporan-Iaporan penyelll
20
21

- corong bersaringan

V - pengaduk

- lap

SUPERVISI DAN PENILAIAN


peralatan perawatan alat semprot (obeng pipih, tang
PENYEMPROTAN RUMAH

dan kunci inggeris)


- dan sebagainya.
A. SUPERVISI.
b. Cara petugas melakukan pekerjaannya.
Supervisi penyemprotan dapat dilakukan dengan 2 cara yakni
secara langsung dan ·tidak langsung. I). Penyemprot.
Dari penyemprot dapat diketahui antara lain:

I. Supervisi secara langsung (gunakan formulir pad a lampiran - cara pencampuran insektisida dengan air

7 dan rekapitulasinya pada lampiran 8). - cara pemberian tekanan (pemompaan)

Pengawasan ini dapat dilakukan pada saat penyemprotan ru­ - apakah alat semprot disandang dalam posisi yang

mah sedang berlangsung di mana dapat dijumpai penyem­ benar


prot/kepala regu yang sedang melaksanakan tugasnya, sehing­ - jarak nozzle tip terhadap permukaan dinding yang
ga bila terdapat kekurangan-kekurangan dapat langsung dije­ disemprot (cukup, dekat atau jauh)
laskan pada petugasnya untuk diperbaiki. - kecepatan menyemprot (cukup, lambat atau cepat)
Hal-hal yang dapat dilihat pada saat melakukan supervisi lang­ - apakah alat semprot terpelihara/terawat dengan baik.
sung antara lain:
2). Kepala regu.
a. Perlengkapan penyemprot dan peralatan penyemprotan. Dari kepala regu dapat diketahui antara lain:
I). Perlengkapan penyemprot. - persiapan pelaksanaan penyemprotan, seperti meng­
Apakah cukup tersedia perlengkapan penyemprot hubungi kepala desa agar pad a hari pelaksanaan pe­
untuk mencegah/mengurangi kontak dengan racun nyemprotan yang telah ditentukan penduduk mem­
serangga, misalnya: masker, topi, lap, dan lain-lain. bereskan bagian-bagian rumah yang akan disemprot,
menyediakan tenaga pendamping sukarela, dan lain­
2). Perala tan penyemprotan. lain.
Dilihat antara lain: - koordinasi di antara petugas penyemprot, seperti me­
- alat semprot yang siap pakai netapkan urut-urutan rumah yang akan disemprot
- insektisida (DDT 75% WOP) yang telah dimasuk­ hari itu dan pembagiannya.
kan ke dalam kantong plastik (l kantong - 567 - pengelolaan bahan/alat (insektisida, alat semprot,
gram untuk dosis 2 gr/m 2 atau I kantong - 284 dan lain-lain) seperti menentukan tempat penyim­
gram untuk dosis I grIm 2 ) panan semen tara di lapangan dan pendistt:iJJUsian­
- ember isi IO liter
nya. ,'!
- ember isi 5 liter
- bagaimana menghadapi perilaku masyarakat cli loka­
si penyemprotan (penyuluhan tentang penyem­
protan).
20 21

- corong bersaringan

V - pengaduk

-lap

SUPERVISI DAN PENILAIAN


peralatan perawatan alat semprot (obeng pipih, tang
PENYEMPROTAN RUMAH
dan kunci inggeris)
- dan sebagainya.
A. SUPERVISI.
b. eara petugas melakukan pekerjaannya.
Superyisi penyemprotan dapat dilakukan dengan 2 cara yakni

secara langsung dan .tidak langsung.


1). Penyemprot.
Dari penyemprot dapat diketahui antara lain:

I. Supervisi secara langsung (gunakan fonnulir pada lampiran - cara pencampuran insektisida dengan air

7 dan rekapitulasinya pada lamp iran 8). J - cara pemberian tekanan (pemompaan)

Pengawasan ini dapat dilakukan pada saat penyemprotan ru­ - apakah alat semprot disandang dalam posisi yang

mah sedang berlangsung di mana dapat dijumpai penyem­ benar


prot/kepala regu yang sedang melaksanakan tugasnya, sehing­ - jarak nozzle tip terhadap pennukaan dinding yang
ga bila terdapat kekurangan-kekurangan dapat langsung dije­ disemprot (cukup, dekat atau jauh)
laskan pada petugasnya untuk diperbaiki. - kecepatan menyemprot (cukup, lambat atau cepat)
Hal-hal yang dapat dilihat pada saat melakukan supervisi lang­ - apakah alat semprot terpelihara/terawat dengan baik.
sung antara lain:
2). Kepala regu.
a. Perlengkapan penyemprot dan peralatan penyemprotan. Dari kepala regu dapat diketahui antara lain:
I). Perlengkapan penyemprot. - persiapan pelaksanaan penyemprotan, seperti meng­
Apakah cukup tersedia perlengkapan penyemprot hubungi kepala desa agar pada hari pelaksanaan pe­
untuk mencegah/mengurangi kontak dengan racun nyemprotan yang telah ditentukan penduduk mem­
serangga, misalnya: masker, topi, lap, dan lain-lain. bereskan bagian-bagian rumah yang akan disemprot,
menyediakan tenaga pendamping sukarela, dan lain­
2). Perala tan penyemprotan.
lain.
Dilihat antara lain: - koordinasi di antara petugas penyemprot, sepertime­
- alat semprot yang siap pakai netapkan urut-urutan rumah yang akan disemprot
- insektisida (DDT 75% WDP) yang telah dimasuk­ hari itu dan pembagiannya.
kan ke dalam kantong plastik (1 kantong 567 - pengelolaan bahan/alat (insektisida, alat semprot,
2
gram untuk dosis 2 gr/m atau I kantong - 284 dan lain-lain) seperti menentukan tempat penyim­
gram untuk dosis 1 gr/m 2 ) panan sementara di lapangan dan pendistIj;busian­
- ember isi 10 liter
nya. ,"
- ember isi 5 liter
- bagaimana menghadapi perilaku masyarakat di loka­
si penyemprotan (penyuluhan tentang penyem­
pro tan).
2 19

- bagalmana mengawa ~i pelaksanaan penycmprotan lStl ­ rtl malI yallg tlclc.lh dl:'L-m /lILH ", arena
~ , J tLll1lc.lll
perv isi b ngsung). mahny & terfuhll
- bagaimana pekerjaa.n admimstratifnya (buku stok Ju rnlah nllTIah ya ng lIua!.. QlsenWJOl l~ aJelitl tId al-.
insek tisida, iaporan penyemprotan Op 1, buku su pe rl u
pervisi dan penyimpanan sementara clari bahan /alaI i 0 Jl\m jall rumah y ang t ld ak dlsemprot (jumlal-1 dan
penyemprotan di lapangan). kl)\om 6 , 7, 8 da n 9 )
c. 11lmlaJz nllnalz yang dapar dise11lprol ttap harz oteli se flail j 1 lumlah jiwa pad ii IUm ah yang tIdak dlsempro •.
cllyemprot (out puO 12. I urnlah harl "eda daM setiap penyemprot untui,
Hal ini dapat diketahui dengan membandingk a\l lu as ptnnu menyelesaikan d<!sa tersebut.
kaan yang dapat disemprot oleh seorang penyempro t per
hari dengan rata-rata luas rumah di lokasi tersebu t be rd a
sarkan data G.R Seorang penyemprot rata-rata dapal m;;
nyemprot pennukaan selLlas 2.000 sid 2.500 m Z per han
de ngan waktu kerja :t 7 jam . Kepaciatan rumalT di suaw
daerah juga mempengaruhi besarnya ou t pli t in L
Can toll'
J umi ah nllna h yang telah dlsemprot A :::; 800 mmah
Rata-rat a luas rumah lmenurut data G.R ) = 250 l1l~
Lam a penycmprotan = 20 harl, dan jumlah penyem
prot = 5 o rang. Maka jum lah mmah yang d apat dlsel
prot hap hari per penyemprot adalah .
adalah . ~ =: g rumall

5 x 20

atau seiuas. 8 rumal1 x 250 In" = 2.000 m ?


d Pemakaian/dosis insektisida (DDT 7j % WD P) flap m L

Oasis dapat diketahui (kurang/iebih ) denga ll llJ.englkul


seorang penyempro t salTIpai in rnenghabiskan 1- 2 tangk
larutan insektisida (DDT 75% WDP), kemu dl3l1 diuku r
luas pennukaan dindingy ang discmpro
e. Kekomplitan penyempro ton (completeness).
Rum ah-rumah yang telah selesai disemp rot diperiksa uniu
mengetahu i apak ah masih ad a bagian-bJgian ru mah yang
tid ak terser.1 pro t
SupelVisi secara tidak langsun
af" Iri dilakukan dengall rnenehtt laporan-laporrul pe nyell l
18 23

T = hila pada waktu ru mah tersehu t akan dJ pro taJl ~ epertl .


semprot ternyat a tertu tup/tidak ada peng­ laporan harian penyemprot (OP 1)
huniny a. - laporan pcnycmpro tan kepata TCgu (OP 2 )
TP = Bila rumah/bangu nan tersebu t akan disem­ - tapo ran pcnyemp rotan kecamatan/ kabupa ten
prot terny ata menurut pertimbangan tidak Hal-hal yang dapat diketahui aQtara lain
per1u disempro t (misalny a sudah ditinggal­ - Jumlah banguna n yang disemp rot diban dingkan dengan ha­
kan peng!lU ninya). ngunan selu ru hnya (coverage)

pemakaian insek tisida (DDT 75% WOP) dibandingkan de­

9 Diisi ju mlah jiwa yang ad a pada rumah yang tidak


ngan luas ru mah rata-ra ta dan jumlah rumah disemprot (su[,

disemp rot.
fieien cy)

jumlah ru mah yang tidak dapm. disemprot (m enolak, saki t,

tertutup dan tida k perlu )

B. Laporan Kepala Regu Penyemprot. (Op.2) keteraturan pelaksan aan penyemprotan bai k mengenai wak­

tu nya (timing) maupu n selang wak tunya (in terval)

t. Pe njelasan Umum
B. PENILAIAN
Dibu at berdasark an Op. ] ole h kepala regu penyemprot, Pc nilaian hasil penyemprot an ru mah dilakukan t erhadap ke 4 (em­
setelah I des a selesai disemprot (meru paka n rekapi tu lasi pat) sy arat tehnis penycmpro tan, yaitu cak upan bangunan (co­
Form Op. I ). verage), cak.'U pan pennukaan (completeness), pemenuhan dosi!>
- Tiap lembar Form Op. 2 u ntuk satu desa (su fficie ncy), dan keteratu rannya (regularity) Penilaian cukup dila
ku kan seeara uji petik (samp ling),
Laporan in! diserahkan ke Puskesmas/ Kabupat en segera
sctelah penyemprotan di desa tersebut selesai lumlah rumah yang Clkan dinilai diambil sekitar 2 sid 5~ daTi jumlah
selunth rumah yang disemproI di satu kabupaten . Pengambilan
Petunju k pengisian. sample diJaku kan sebagai contoh berikut dengan cara multi stag
Kolom : 1. l elas
sampling.
. Jelas
OJ kab upaten A dcngan 9 kecama tan yang telah melaksanakan pe

3. l umlah rum ah _- .1esa tersebut yang disemprol nyemProtan mencakup 20.000 rumah, besamya sam ple yang dl­

ole h penyemprot yang bersangkutan. am bit adalah 1.000 rumah ( 5%)

4. lumlah jiwa/pendud uk y ang tinggai d) rumaJl Langkah I : Tentukan kccamatan yang akan dipilih sebal1y ak

rumah ad. 3 keeam at an, . pilih an dap at dilakukan seeaTa ran dom
5. 1umlah DDT 75% WOP yang dipergu nakan oleh dengan membe ri nom or le bih dahu iu pada ke 9 keea­
penyemprot y ang bersangkutan (dalam kan tong). ma tan tersebut , kemudian diIotrt' atau dengan dadu.
6 . l umlah rum ah yang t idak disem prot karena me­ Langkall II : Dari 2 kecamatan yang tel ah dipilih 2 desa pada rn a
nolak. sing-masing kecamatan. Cara pem illhan sam a seperti
. l umlah rum ah y ang tidak disemprot karena ada pada pemilihan kecam atan
penghuninya yang sakit. Langkah m : Dari masing-masing c1esa Y".rtg telah dipilih 4 (empat)
desa, tentukan unit kelompok rumah (kampu ng, du
kU h dan lain-lain), eara pemilihan sarna sepeo l
24 17

pada langkah-langkah sebelumnya. Akhimya dari unit


tersebut akan diperoleh rumah sebanyak 1.000 rumah. IV
Dengan demikian pad a tiap unit, rumah yang akan di­ LAPORAN OPERASI PENYEMPROTAN
periksa adalan 1.000
8
= 125 rumah .
Kalau temyata jumlah rumah yang ada di 8 unit terse­ A. Laporan harian penyemprot. (Op.1)
but kurang dari 1.000, maka diusahakan untuk men­ 1. Penjelasan Umum.
dapat t?mbahan dengan menaikkan jumlah unitnya
misal 3 unit dalam tiap desa, atau menambah jumlah a. Laporan ini dibuat oleh setiap penyemprot.
desa/kecamatan. Makin banyak jumlah kecamatan b. Diserahkan kepada kepala regu setiap hari, setelah diterima
dan desa dipilih akan semakin baik hasilnya. Jumlah­ segera diteliti oleh kepala regu.
nya agar disesuaikan dengan kemampuan yang ada. c. Tiap 1 lembar Op. 1 untuk 1 penyemprot tiap hari.
Pemilihan rumah pada tiap unit dapat dilakukan seca­ 2. Petunjuk pengisian.
ra sistematik random, misalnya dengan mengambil ru­
mah yang mempunyai nomor dengan kelipatan 5 Kolom: 1. Nomor rumah sesuai dengan pembagian nomor pa­
(5, 10, IS, 20, dan seterusnya) bila jumlah seluruh da waktu melakukan G.R.
rumah dalam unit tersebut adalah 625 rumah. Angka 2. Diisi nama kepala keluarga dari rumah yang ber­
5 didapat dengan membagi 625 dengan 125. sangkutan.
I. Cakupan bangunan (coverage) 3. Diisi jumlah jiwa yang ada pad a rumah yang di­
semprot.
Penilaian cakupan bangunan ini dapat dilakukan dengan cara

membandingkan jumlah rumah yang disemprot dengan jumlah


4. Jumlah DDT yang digunakan dalam kantong
yang seharusnya disemprot. Untuk itu perlu dilakukan penilai­
(untuk dosis 2 gram/m2 1 kantong = 567 gram
an terhadap sejumlah rumah mengenai benar tidaknya rumah­
dan untuk dosis 1 gram/m 2 1 kantong = 284 J
rumah tersebut disemprot.
gram), ditulis pada rumah yang disemprot dengan
mengisi tangki dan tidak boleh mengisi angka
Kegiatan penilaian ini sebaiknya dilakukan oleh petugas pro­

pecahan (Yl, Y-& tangki tersebut).


pinsi bersama-sama petugas kabupaten.

5, 6, 7, 8, diisi apabila rumah tersebu t tidak di­


Contoh:
semprot, diberi tanda (+) pada kolom yang bersang­
Jumlah rumah disemprot di Kabupaten A: 20.000 rumah (se­

kutan, sesuai dengan alasannya:


suai dengan laporan penyemprotan)

M = apabila penghuni rumah menolak untuk


Jumlah sample yang dinilai 5% x 20.000 = 1.000 rumah
disemprot.
Dari hasil pemeriksaan rumah-rumah dari sample, temyata
S = apabila penghuni rumah menolak karen a
jumlah rumah yang disemprot adalah 900 rumah, maka ca­
ada yang sakit di rumah tersebut.
kupan bangunan yang disemprot adalah 1~~~ x 100% = 90%
16 25

agar bisa DDT yang melekat jangan sampai mengeras/mengkris­ 2. Cakupan pennukaan (completeness).
tal. Langkah pertama isi tangki spraycan dengan air bersih, Penilaian cakupan permukaan ini dapat dilakukan dengan cara
pompa lalu semprotkan. Buka nozzle tip, semprotkan sampai mengukur luas permukaan dinding rumah yang disemprot de­
sisa DDT terbuang semuanya. ngan baik, kemudian dibandingkan dengan luas permukaan din­
4. Kerusakan yang sering dijumpai di lapangan. ding yang sehamsnya disemprot. Pengukuran ini sebaiknya di­
lakukan pada rumah-rumah yang bam selesai disemprot (1 sId 6
Perhatikan: hari setelah penyemprotan). Hal ini penting sekali karena insek­
"Sebelum memperbaiki spraycan tekanan dalam tangki tis ida yang menempel di permukaan dinding masih jelas keli­
hams dikeluarkan ". hatan dan mudah dibedakan dengan sisa insektisida yang lama.
Di samping itu dapat juga dibedakan dinding yang disemprot
Jenis--jenis kerusakan.
baik dengan dinding yang tidak disemprot atau yang disemprot
a. Tidak dapat menyimpan tekanan. tidak baik (bekas insektisida tidak rata). Dengan cara ini dapat
Kemungkinan ada bagian yang bocor. pula diketahui bagian-bagian rumah yang sering tidak disem­
Carilah letak kebocoran tersebut, bila terdapat pada tutup prot.
tangki (cover) periksa gasketnya, bila rusak gantilah dengan Contoh.
yang bam. lumlah rumah dinilai 1.000 rumah
Bila letak kebocoran sulit dicari, pergunakanlah busa (air lumlah luas permukaan disemprot: 196.000 m 2 (hasil peng­
sabun). ukuran)
b. Tidak dapat menghasilkan tekanan. lumlah luas permukaan yang se­ 225 .000 m 2 (hasil peng­
Periksa kulit pompa (leather cup), bila rusak (sobek) ganti­ harusnya disemprot ukuran)
lah dengan yang bam. Bila kering teteskan sedikit oli Maka cakupan permukaan yang di
196.000 m x 100% = 87%
2
SAE 30. semprot
225.000 m 2
c. Tersumbat (tidak dapat mengeluarkan cairan). Untuk penilaian cakupan permukaan ini digunakan formulir
Buka nozzle tip dan bersihkan dengan air. Bersihkan lubang­ seperti pada lan,piran 9, 10 dan II.
nya dengan benda lunak (misalnya ijuk).
langan membersihkan lubang nozzle tip dengan benda-ben­ 3. Pemenuhan dosis (sufficiency).
da keras.
Penilaian pemenuhan dosis ini dapat dilakukan dengan cara
d. Cairan menetes dari nozzle tip. membagi jumlah insektisida (DDT 75% WDP) yang digunakan
Periksa polythelene gasket, bila rusak gantilah dengan yang (dalam gram) dengan hasil perkalian antara jumlah rumah di­
baru. semprot dengan rata-rata luas rumah, dan hasilnya dikalikan
e. Cairan menetes dari shutoff valve. dengan bilangan *. Kemudian hasil ini dibandingkan dengan
Bukalah shutoff valve periksa semua ring karet, bila ada dosis yang direncanakan, apakah lebih atau kurang.
yang rusak gantilah dengan yang bam. Contoh.
"Dengan pemeliharaan yang baik alat semprot Hudson X-pert. lumlah rumah disemprot di Kabupaten A : 20.000 rumah
akan dapat dipergunakan untukjangka waktu lama".
26 15

_=_,­ ~ J 'lllllah DDT 751 ; WDP diglillakall~ : 16. 000 kg


C. HaJ-hal yang perill diperhatikan agar alat semprot bekerja dengan
L lI a~ rumail r:.l ta-r ~lta eli dJerah terse bllt tG . R): 250 rn 2
sempurna.
· y
D OSIS a lH! (
:l!!una
I ' k'~111 l (i .OOO X 1.000 x ....') :.::.::.., ,4 g.ram !m'" 1. Pencampu ran raeun serangga DDT 75% WOP dengan air.
" ~O.OOO x ~50 4 ~
Untu k menghindari agar sp rayc311 tid ak tersum bat, pencam­
Dalalll penilaian tl! rh alla p cak upa n pennu b an (comp le te ness) puran racu n seranggq DDT 7 5% WDP dengan (l ir hams dilaku­
dik l't ahui Illas ruma h rata-r~lta (Ii dal'l'ah tersebllt: kan sebagai berikut:
22~OO~12 == ~25 1112 Cara I
1.000 Tuangl ah sekaligus raclin serangga DDT 7 5% WDP (I kan tong=
Jadi sebetuln VU do sis yang d ipaka i di dae rah terseb ut adala h 56 7 gr atau 28 5 gr) ke dalam suatu ember y ang telah berisi
' -0 air ± 4 liter. Tunggu sam pai DDT terse but Ianl t semuanya,
lebih t iM ~!!gi lal!~ i y ~1i tu : ~~
c. ) _ x 24 c: r/m 2 =: ~ 7 gr/m 2
5 t ~ , " kemu dian aduk dengan rata.
Dosis Ll ika1akun baik apJ bi la berkisa r 1.8 - 2,~ gr/ m 2 Masukkan ke dalam tangkl dengan memakai corong bersa­
ringan. Tambahk an air ke ember terseb ut kemuJian masuk­
kah ke tangki sehingga sisa DDT yang ada c1 al am ember m asuk
4 . Keteraturan (regularity).
ke daJa.m t311gki. lsilah tangki sampai batas tanda panah y ang
Pel1ilai a.l1 kc tcratutml p eny emprotan dapat d ilak ukan dengan terdapat pada dlnding Iuar tangki.
t.:ura memband ill!!kall saat pel aksiln aa t1 penye111p rotan sehun a
CaraI1
beherapa sikl11s. Hal-hal yang: di,ull ati ad ahh ketepalall waktu
Tuanglah setengah dari isi kantong yang berisi D DT ke dalam

(l imillg) penyem protall dan selang wa ktu Je ngan bu lan pe­


suahl ember yang beriosi air :!. 2 Uter. t unggu sam pai DDT ter­

l1vem Dto t an ben ku t n ya (interval).


sebut lam t semu any a, kemud ian aouk dengan rata . Tambah­

kan air ± 2 liter sambil diad uk.

Masu kkan ke tangki sprayc311 dengan m em akai corang bersa­


'ingan. Kemlldian tuang sjsa DDT yang ad a dal am kantong

dan masukkan ke dalam ember dan ulangi langkah seperti ter­

sebut di atas, kemudjan sisanya dllakukan sepertl di atas.

2. Pemompaan (pemberlan tekanan).


Pompalah sebanya k 55 kali dengall pemompaan semp urn a arti­

nya tangkai pompa dltarik ke atas sampal habis kemud ian di­

t ek an ke bawah sampai habis.

Setelah disempro tkan 3 menit , dip ompa lagi 2 5 kalj, semp ro t­

k an 3 menit dipompa Iagi 25 kali dan semp rotk an sa.l11,Pai habis.

3. Membersihkan spraycsn.
Spraycan h:uus selalu diberc;il1 kan setelah se lesai liipergu nak an,
27

2. BalS~rul pompa (PUIl1}i Assetnbly).


.... ­

c:~ '"t:: '"~

Tarigkai ponipa dan hande lJlY

~ 0 Co
.~
~~~ ~~ ~~
~
CI.l
(Plu nger tu be and Handle) !") ~ § t~ ~ )~ t~ ~
bJ)
::s
I I H r- o
Karet pena11liti bertttlrlin : Karet Untuk menahan ben­ .....l t:: ........ ~~oo
t""'r
t::t::"'"

.....
~
o ~ ~ o.9 .S ~
~
(Bumper p IIIJ) turan hila pompa ditekan. 0 0

Kunci poml'a (Pi1mp Cap) : Ku nd unhi k mencegah ~~ o 0 ~ ";I t


uu ~~~
-- - -=- ~
v
~ ~
~~.
~ ~~f"l"'1'''' 0. f"l"'1'-< o ~
pOll1pa nail< ke aias. ~ ..3..3 . . . .
I ~ ~ ~,::...
~.5 ~ if >. E o . . . . .... W
8 -g ~ ~
r-,
OIl,::...

Pegas penahan benturan : Pegas untuk menahan ben­ I


>.~ I I ~ ~
........
~ ~ OIlS >.
......
!-< I I ::;
..s
v >.
(Bumper spring) turan hila pompa ditarik. ~t::~~-<t EE~~:D ~ ~>.j a:D
00 ........ ~8 uu e: Q) 000 B~

Kulit pompa (Leather Cup) ~ ~ U5 U5 C<I


t::t:: ...
~~
.S
~
~N~ _ _ ~~
N 00
Co'"
r/.) -< ~
::;- u.-r-i:l:i~.<:Q .!::4=·.D'O:::J
~ S .... 0 0
~~ov v~
W
e~
~ .<:
Klep pompa (Check valve : KJep pompa un tuk m eny a­ V
"'::1"0'£
....
~x u.. eo~ ;:! r/.) .0 ....
Assembly) urkan udara ke tan gki dan ~ ~ "5 "5 x 1ii N N ~ ~ 1ii 1ii 0 .5 !-< E- r/.) .. 0

mencegah Iamtan masuk


[ [.,g .,g .E ~
r/.)r/.)r/.) r/.) '::"'-Uf"lf"l»
~ ~ ~ '" '" is ~ :!
u u ~O OO
0;: .9<.e- ~
~ §!f
......l
ke sHlndF.' r pompa. .... -< ~ Lr)
~
V NLr)r-~NM~~~ Lr) OLr)-Lr)N"'1'Lr)
- Silinder pomp a (CylindeI : Tabu Ilg sHinder tempat ~.D --OOLr)NN- - OO O Q~ - r-r-
§ .... 0

pum p) pompa. = ~~ ~~~ ~~ ~~~ ~'9 q ~~ ~ ~ qq


NNNN"'1'-~ OMO _ Lr) Lr) ~~
~
~ '9
~~
~
~~Lr)Lr)
..... _ 00_0000
O-OOLr) "'1'~~
__ _ - 0ON
0 N
00 .....
I - - f -- - - - -- - - - - - - - - - I I 0 1-1- - - 4
3. Slang dan klep pembuka/penutup ams lariHan. (I)

(Hose and Valve Assembly). -< ~ ~' N f"l"'1'or. ..or- oo O'\ O .... N f"l"'1'
..... ..... <Ill
~

a. Pembuka/Penutup arus larutan (Shu toff Assem bly )


Handel pembuka/pellutup arus Iarutan
(Shutoff Operating Lever):
~

~
Handel ditekan larutan kelua!.
b. Slang karet dengan saringan (Hose Willi strame,. Assembly J.
~
Slang karet panjang Ilh meter untuk menyaJurkan

earran melluju ke pipa pemanear.

Saringan (Strainer) untu k menyaring carran sebelum

dikeIu arkan ).

4. Pipa penyambung dan Nozzle (extension tube and nozzle ,

-
Pipa penyambung (Extension tube).
Nozzle tip 8002 HSS : Nozzle tempat larutan memancar
dengan bentuk kipas dengan sudut
~
a:
<t
0..
uJ
J
pancaran: 80 derajat dan lamtan yang ";;;a:
uJ
en
keluar : 0 ,2 gallon per menit atau ¥
Z
757ec per menit. ...«
28 13

Lampiran 2
m
ALAT SEMPROT

II. PUMP . ASSEMBLY


A. Pengantar
I'UIIP AND CYLINDER SERVICE PARTS

'o -@ " Untuk melaksanakan kegiatan penyemprotan rumah (Indoor


Residual Spraying), sampai saat ini alat yang dipergunakan adalah
tipe Compression Pressure Sprayer Hudson X - pert. Dengan de­
mikian pengetahuan tentang alat tersebut harus dipahami benar
antara lain cara kerja, bagian-bagian dan pemeliharaannya.

@ ® B. Bagian-bagian alat semprot

I. Bagian tangki (Tank Assembly)


- Tangki (Tank) ; Tangki tempat larutan serangga yang
• hanya diisi 8Y2 liter, sampai batas
tanda panah yan& terdapat di dinding

Ref Part
~
~~ ilt (Shoulder strap)
luar tangki.
Sabuk penyandang · : Sabuk penyandang yang dapat di­
stel. '
Description Rantai pengikat : Rantai pemegang tutup tangki.
No. Number (Cover chain)
15 147·540 Plunger Assembly Complete Tu tu p tangki : Tutup tangki dengan handel penu­
16 147·501 Plunger Thbe and Handle Only (Cover Assembly- .tl1pnya.
17 151~28 Bumper Pad Complete).
18 149·100 Pump Cap Assembly - Only Karet gasket : Karet di sekeliling tutup tengki
19 150409 Bumper Spring (Cover gasket) untuk mencegah kebocoran udara
20 148·833 Cup Raplacement Kit "­
atau larutan.
20A 15~07 Cup Leather Only
Pipa saluran : Pipa saluran laru tan keluar dari
21 147·202 Pump Cylinder Assembly - Complete
(Dip tube) tangki.
22 151~30 Pump Cylinder Gasket I

23 14O~55 Pump Cylinder Check Valve Assembly Complete


24 805-401 Pump Cylinder Check 0 Ring
25 14O~54 Pump Cylinder Check Valve Assembly
26 150-604 Pump Cylinder Check Valve Spring
27 110-790 Pump Cylinder Check Valve Housing
12 29

b . Bila ada bumng, aquarium dan sebagainya, keluarkan lebih M

dahulu . =
f!
,..,
-===-~

Bila ada orang yang sakit yang tidak dapat bangun tinggal­
kan dahulu bangunan tersebut, untuk disemprot di kemu­
dian hari.
J
::l-
0
Q) v.I '"
.S
~~v~ c...
2. Selama penyemprotan:
.c2 ::lo'''''''
OJ
'"co '"co >
c: ... 0c..?0 c;;
a. Semprotkan ruangan searah dengan jarum jam, dimulai dari .g ~ ~ ~ ~ > .5 ~
~ ;~ . S5 ~ ~ Q..,2
pintu masuk. .S­ ~-~~ ~ ~~c:
b. Tutuplah pintu dan jendela dari ruangan yang sedang di­
...l
!:Q ~ E~66~~~~
oo~~uu-.-
~;5~~
uU~·U
Ei
~.
>
u ~
=
c:; is
~ uu==~~~~ ~~~~~~~.s ~~ >v
semprot tapi bukalah jendela atau pi,1tU yang lain agar ~
Vl
~~~~~~ooc:
~_ 00 ~~c: ~~c...
_5cS_550o~
­
~~
cc .Q~
~
penyemprot tidak bekerja pada ruangan tertutup. Vl E ~~~~~~~c...c...- ·
Euu~ouu~Q~~~o~oo=~~~_~E
c...c...c...~~u-==

~ !~ ~~ ~~::~»»oZt~~~w
<"'~~~co~~",co~_co~~~~u~~~~~~

3 Sesudah penyemprotan: ~ ~~~~~~~~~~>~~~~~~~=22e~~


~~~~~~=~~~cc~~~~~-~~~=cu
a. DDT yang di dindingjangan dihapus.
b. Kaca dan lantai yang terkena DDT boleh dibersihkan dan
DDT hasil pembersihan tersebut harus ditanam.
-
W
Z
~
~
E-< ~
2 £
~-
0 ~ B E u ~ B £ 0 0 £ 3 3 E 3 x ~ £ 3 ~ c ,S
~=~~==~~==cc=====~~==~c~
~ ~ - - ~ ~ ~ - U 0
~~»~~»~~~~~~~~~-~~~~~~
-

~_N~~V~~~VMMO-~~~M~~~-~~
- - - - ~ u - - ~ ~ ­

Vl OOO~~MMO--.MO--~~N~~~~~-
t:~ ~~~~~~~~~~~~~~9~~~~~~~~~
c. Jangan mengapur dinding yang baru disemprot dengan DDT Q ~ E ~~~~~~~~~~OOOM-~M-~~M-=~
•••• __
-000oo-
0 ___ _ _ _ _ _ oo - - - - - ­
_~N~~~O.NNN.
untuk jangka waktu 6 bulan. Z
~
i
~ ~ . < <
ooOO~~OO
< NMM • •
< < ~~~OOOO~~c==
< < <= N
(.J 0 N ("j N N M M M M M M M M M M ,..,.. t"'". M M ("""') ~ '7 v '7 '"1"
~ ~z
0
E-<
::;
:I:
v:
:I:
~

~
t.:..
v:
C'
:r.
_.
=
II:
~
w
()
:;
II:
w
01

...>
c(
>
0lil

30 11

bungkus yang kecil-kecil (a 567 grar.I).

Ref
No.
Part
Number
I Description
~~ ­ Perhatikan hal-hal sebagai berikut :

43 114-905 Male Fitting for Strainer Housing


a). Harus ditempatkan pada ruangan atau peti yang khusus
44 805-310 O-Ring Gasket for Male Strainer Fitting dan dapat dikunci.
45 152-356 Strainer Assem bly b). Harus ada orang yang dapat dipercaya dalam mengawasi
46 146-627 Strainer Housing Assembly
Hose Qamp
keamanan racun serangga yang bersangkutan misalnya:
47 803-623
48 115·902 Hose Only kepala desa.
49 115-970 Nut c). Bila mungkin hindari penyimpanan yang terse bar dalam
50 115-950 Hose Connector satu kegiatan penyemprotan karena akan menyulitkan
51 805-307 O-Ring Gasket for Hose Connector
52 146-689 Hose with Thrustless Shutoff and Strainer AS6embly
pengawasannya.
52A 146-698 Hose with Duo-Tro1 Shutoff and Suainer Assembly
d) Segera setelah selesai kegiatan penyemprotan di wilayah/
desa tersebut, maka sisa racun serangga agar segera dikem­
YEAR OF MANUFACTlTRE MARKINGS
balikan ke gudang, induk. .
0 Penyimpanan racun serangga tersebut harus disertai pencatatan
1962-63 1968-69
0 000 yang teratur.
o 0
1963-64 1966-67 1969- 70
0

o 0
01 2. Cara menimbang racun serangga.
1964-65
0
01 0 1970-71 Untuk membuat konsentrasi yang tepat diperlukan penim­
o ~1965-66
0 o0 0 1967-68
000 0 bangan yang tepat pula, seperti disebutkan di muka untuk
:1 1971-72 ptmyemprotan rumah dengan DDT dalam dosis 2 gram/m 2
diperlukan 567 gram DDT 75% WDP setiap spraycannya.
Untuk penimbangan racun serangga ini biasanya digunakan
timbangan kodok (Roman Balance) dengan anak timbangan
khusus yang beratnya 567 gram. Setelah ditimbang dimasuk­
kan dalam kantong plastik, kemudian dipacking kembali dengan
box pembungkus semula.
Penimbangan racun serangga ini sebaiknya dilakukan di temp at
yang tidak jauh dari gudang dan tidak boleh dilakukan di
lapangan, karena penimbangan di lapangan akan memperbesar
teIjadinya pencemaran lingkungan.

E. Langkah yang perlu dilakukan selama penyemprotan.

1. Sebelum penyemprotan:
a. Minta bantuanpemilik rumah untuk memindahkan pe­
rabot rumah keluar.
31
E

Gambar: 2 Lampiran 4

Cara menumpuk Box DDT


sistim berkait
N. EXTENSION TUBE AND NOZZLE ASSEMBLY
--

53

I~
, ~ j ~lt~X!1

Tumpukan Tumpukan
ganjil genap .
Ref.
Part
,
Keterangan gambar 2: No.
Number Description
I. Jumlah susunan yang diperkirakan maksimum 14 susun.
2. Pada dasat harus diberi alas (flonder) 53 141·966 Extension Tube and Nozzle Assembly for 3 Gallon
Unit
Kalau diadakan penimbangan untuk di pak dalam bentuk 141·972 Extension Tube and Nozzle Assembly for 4 Gallon
yang lebih keeil (misalnya DDT) maka pelaksanaannya tidak Unit
boleh dilakukan dalam gudang tersebut, hams dicarikan 54 141·967 3 Gallon Extension Tube Assembly Only
tempat yang khusus. 141·971 4 Oallon Extension Tube Assembly Only
Membawa raeun serangga dari gudang ke lapangan harus 55 805·337 O·Ring Gasket for Extension Tube
diperhatikan agar tidak teIjadi keboeoran di jalan baik 56 141·989 Nozzle Assembly Complete
karena jatuh/terceeer maupun karena beterbangan tertiup 57 114·791 Nozzle Body
angin sehingga menyebabkan peneemaran lingkungan. 58 123-950 Polyethylene Nozzle Gasket
59 805-855 No . 8002HSS Hardened Stainless Steel Nozzle Tip
2). Penyimpanan di iapangan (di desa) 60 115{;80 Nozzle Body Cap
Prinsipnya sarna yaitu harus terhindar kemungkinan pence­
maran lingkungan.
Di lapangan biasanya sudah dalarn bentuk siap pakai yakni
32 9

Lampiran 5 yang kosong untuk sirkulasi udara.


- Antara dinding dengan tumpukan racun serangga
hams ada jarak (an tara) ± 50 em, hingga orang dapat
mudah melewati.
LAPORAN HARlAN PENYEMPROT - Penumpukan dibuat sedemikian hingga mudah dila­
kukan penghitungan dan barang yang lama akan di­
Op.l keluarkan/dipakai lebih dulu.
Dukuh/desa ....... ....... / ....... . .
Dosis: .. .. .. . .... gram/m 2 - Ada tempat untuk melakukan pengepakan-ulang.
Kecamatan
Tanggal penyemprotan : ...... . - Dilengkapi dengan kartu stock, kartu gudang dan
kartu barang.
Kabupaten
Regu No. . . . .. .. .

Gambar: 1
No . Nama Jumlah jiwa DDT 75% WOP Tidak disemprot Jumlah jiwa ,

Rumah Kep. KeluaIga dilindungi dipakai (kantong) M S T Tp·­ tak terlindu ngil Denah

1 2 3 4 5 6 7 8 9 Situasi gudang DDT

!::...,." ­

-- I
i
1-

-
- --
, - - -I ­ -
. , . ,..­ -- - - -I

--. ~

Jumlah

latah hari ini : ... .. ..... rumah Penyemprot No : .......... . ,


Keterangan: - Pintu dapat merupakan:
DDT diterima hari ini : .......... kantong
I. Pintu dorong
DDT dipakai hari ini : . '. ......... kantong ( ....... ............. ..... ) 2. Pintu biasa yarIg membuka lebar.
Sisa : . . . . ...... kantong Nama terang
Ruang antara tumpukan-tumpukan racun serangga
Keterangan : harus dapat dilalui oleh orang.
M = menolak T tertutup
S = sakit TP tidak perlu
8
33

3. Pemenuhan dosis (sufficiency) \0 ...


E "0
Dosis harus terpenuhi, misalnya 2 gr/m2 atau I gr/m 2 .
.....S
l... U>
'"
.t:;> ,-.
c..
-
Q)
00 ..:.: N
4. Keteraturan (regularity) ~ c: ·S
Kalau disemprot 2 x setahun, maka berarti 6 bulan sekali harus
..J
M
.
C.
~
'0
....
0.
::I:
. -
00
0\
6'0
disemprot, demikian pula halnya dengan yang sekali setahun . Q)

Waktu yang tepat harus diperhatikan dan ditaati.


o 5 ~
·60
c:
et:
2
-- <a'"
.1
.... :::l 00
• • Q) ","0 0. c::
.~ 0..
.- ....
~:3.... ~
Q)
.....
.~

D. Pengelolaan racun serangga.


8~ ....
~
E
0-, Q)
:~
1. Cara menyimpan racun serangga. 8~ a'"
'"E 0. ·z'"
~ -
Racun serangga yang dipakai dalam kegiatan penyemprotan
harus disimpan dengan baik agar :
E-o
o
E
Q)

:a'" et:
E
:::l -
0


'-'

a. Tidak mengotori lingkungan sehingga bahaya yang mung­


"

Q.. ~
"0
j:: 0\
kin timbul bagi kehidupan manusia dan mahluk hidup lain
dapat dicegah.
a1

E=
E­ 00
;Z
b. Racunserangga itu sendiri tidak cepat rusak . W
Q.. tZl r­
Untuk keperluan tersebut ditempuh langkah-Iangkah sebagai ;:J .. .. ..
berikut : c.:; :I ~
\0
w .0 ....
I). Penyimpanan dalam gudang
<OJ
....
.......
.JII

Q)
"
.... ' . 0
....
Q)
:::l
<U
....
'"
~ . "'~
--­
Racun serangga di . temp at ini biasanya masih dalam bung­
Vi ~ .8
-
1 '" Q)
"'......c:cd r-"Oc: ~
kus (doos) asli (belum terbuka).
<
Q..
Q)
::::
'"
a:; a E-c..'"
000
V1
I
]
~
Perlu diusahakan tempat yang khusus, yang tidak tercaru
\J.l "0"0 2 o ~ .(; e
pur dengan barang-barang lain.
~ ~:a ~ ..><: ~
Ol
;z E ~ .2 '0....
p.
EOl
Cara penyimpanan racun serangga adalah sebagai berikut :
< 2 :="!:l , ·tib
a). Tempat harus memenuhi syarat:
- aman dari pencurian .
"
~ ~
o E E ~
!3
a

a
Q)
:a
.~
'"
-g
s::
:::l <:t
.>(
-;;,
Ol
5
<
Q.. :::l
0-,
:::l
0-,
"!
a; ~ ~
..
.~
.>(
- tidak bocor dan t idak pemah kena banjir. ..J
~
_
~0 .~.,
- cukup ventilasi dan penerangan/pencahayaan.
~
.>( ­
.:.( c ~
- jauh dari tempat pemukiman/jualan makanan. E (")
BOl­
e.>o: :I
- mempunyai pintu yang cukup besar. ~ .. .. .

:I~~
co !Q ..
b) Cara mengatur .os .:1 ~
- Diberi alas dari kayu (flonder). s
Q)
..£
_<>-0
.. .,
-0
C'!S
..
~

, I
:>, o.~c
c:: .... .. .. co
- Untuk bungkusan racun serangga yang berbentuk 0 [.:: c 0
~
Q)

box (misalnya DDT) penumpukan dapat dipakai


0. .... N ...- c..
'" 0. E:::l c ;j 5
!I .. .,
sistim berkait , di mana di tengah harus ada ruang c: fii
....~ ....'1.l
0-, !I 0 >.
Z co p. C

'"fii :::l0.
~ u:3 g,
'"'" z0
......
~
Q)
U

0 ~
34 7

Larnpiran 7 2. Cakupan pennukaan yang disemprot (Completeness).


Yang dirnaksud adalah cakupan dari semua pennukaan din­
ding dan sebagainya ( = spray able surface) yang seharusnya
disemprot.
FORMULIR SUPERVISI a. Bila dinding tingginya 3 meter, seluruh dinding disemprot.
b. Bila dinding tingginya lebih dari 3 meter, maka yang disem­
Kecamatan : ... . ...' .. Tgl. supervisi . ....... . prot hanya setinggi 3 meter.
[)esa . ........ . Propinsi : Regu .. . ..... .
Dukuh : . . . .. . .. . Kabupaten : Nama kepala regu : . ...... . Langit-langit.
Langit-langit yang tingginya kurang dari/sama dengan 3
meter harus disemprot, selebihnya tidak perIu disem­
Nama penyemprot prot.
Jenis Pintu dan jendela.
1(.... ) II (....) III (....) IV(.. .. ) V(....) Pintu dan jendela yang membuka ke dalam, kedua per­
mukaannya disemprot, bila membuka keluar, hanya per­
A. I . Keadaan Spraycan b/r.r/r.b b/r.r/r.b b/r.r/r.b b/r .r/r .b b/r.r/r.b mukaan dalam yang disemprot.
2. Perlengkapan & penyem­
protan. : Perabot dalam rumah.
- Masker a I t.a a I t.a a I t.a a I t.a a I t.a Meja, tempat tidur, kursi, lemari dan setemsnya. Pera­
bot harus disemprot bagian bawahnya sedang untuk
- Lap :~ a I t.a a I t.a a I t.a a I t.a a I t.a
lemari dan sejenisnya cukup bagian belakangnya.
- Topi a I t.a a I t.a a I t.a a I t .a a I t.a
Rumah panggung.
- Tas/Kantong DDT a I t.a a I t.a a I t.a a I t.a a I t.a Bila lebih dari satu meter di atas pennukaan tanah dan
-.
- Ember bersaringan ada ruangan, bagian bawahnya harus disemprot.
(ember + saringan) a I t.a a I t.a a I t.a a I t.a a I t.a
Emper depan.
- Pengaduk a I t.a a I t.a a I t.a a I t.a a I t.a Yang digunakan untuk dud uk di sore hari atau malam
hari dinding dan langit-langit yang tingginya kurang
B. Tehnis Penyemprotan :
dari 3 meter harus disemprot.
- Pencampuran DDT de­
ngan air br I t.br br I t.br br I t.br br I t.br br I t.br Teritis (eave).
- Pompaan I, 1I & III elk I I elk I I elk I I elk /1 elk I I Bagian atap yang menonjol di kanan kiri rumah dan
kadang-kadang di belakang rumah yang tingginya sarna
- Tangki digoyang ya/tidak ya/tidak ya/tidak ya/t~dak ya/tidak
atau kurang dari 3 meter.
- Jarak nozzle dgn. per­
mukaan dinding cI dIj cI dIj cIdIj cIdIj cI dIj
- Kecepatan menyem­
prot c/cpt/lbt c/cpt/lbt c/cpt/lbt c/cpt/lbt c/cpt/lbt
6 35

Dengan lebar panearan yang efektif 70 em, maka pada din­


ding yang panjangnya 6,33 m tadi akan diperoleh 9 kolom Jenis L 1(....)
Nama penyemprot
III (. ...) .111( . . ~. ~ :v(, . .. J Iv (. . .. /
(swath) yang harus selesai disemprot dalam waktu 1 menit.
Untuk mendapatkan irama penyemprotan yang baik diperlu­
Hasil semprotan c /tb/tp c /tb/tp c /tb/tp c /tb/ tp c /tb /lp
kan latihan dengan menggunakan dinding/permukaan yang ter­
eantum pada gambar berikut: , .1
c. -~ --~. -

Pencatatan administrasi
kepala regu br / tb

D. Pengisian laporan

i: 1: 1: l~ l~li li]1
I
penyeOlprot (OP 1) br / tb br / tb br / tb br / tb br / tb
I~ E. Jumlah rumah disemprot

11 I I.
I
I I I I I
I
satu hari sebelumnya
(out put) rumah = rumah =rumah = rumah =rllll1ah

I I 'I I I F. Jumlah rumah tidak di·


3m 70em
semprot dengan alasan
I
I I I I I (M, S, T, TP) rumah = rumah =rumah =rumah = rumah
M.17oem
L I I I I I I
G. Stock DDT 75% WDP cc/sk/sl cc/sk/sl cc/sk/sl cc/sk/sl cc/sk fsl
75em I I I I I
I
~
I I I I I I H. Kemampuan kepala regu c/sdg/kr c/sdg/kr c/sdgfkr c/sdg/kr c/ sdgl kr

11 2 3 I 4 _L
5 I 6 l 7 ! 8 1 9 I. Kesimpulan hasil
supervisi
"V" -- --- - L..-.-

6,33 m
Keterangan
C. Syarat-syarat penyemprotan.
@ coret yang tidak perlu. . . . . . . . . . . . .. tgl. . . .. . .. .
Syarat yang dianjurkan oleh WHO untuk daerah penyemprotan me­ b baik j jauh Petllgas sllpervisi.
liputi: rr rusak ringan cpt = cepat
rb rusak berat lbt lambat
1. Cakupan bangunan yang disemprot (Coverage) a ada tb tebal
Rumah atau bangunan dalam daerah tersebut harus diu sa­
ta tidak ada tp tipis ( ....... . . . .. . . .... )

br = benar cc cocok
hakan agar dapat semuanya tersemprot.

t.br = tidak benar sk = selisih kurang


Yang dimaksud dengan rumah/bangunan:

c cukup sl seIisih lebih


Rumah/bangunan tempat tinggal, yang digunakan pada k = kurang sdg = sedang
malam hari untuk tidur. 1 lebih kr = kurang
Rumah/bangunan yang ada di ladang (= malam hari di­ d dekat
tempati untuk menunggu sawah dan sebagainya).
Kandanghewan (sapi, kerbau dan lain-lain).
36 5

Lampiran 8 b. Semprotkan 3 menit:


- Semprot dinding seluas 3 x 19 ml = 57 m 2 •
- Cairan yang keluar = 3 x 757 cc = 2,3 liter.
e. Pompa lagi 25 kali.
REKAPITU LASI
d . Semprotkan 3 menit.

HASIL SUPERVISI PENY EM PROTAN


- Semprot dinding seluas 57 m 1 lagi.

Pro pinsi
Kabupaten
Kecamatan
Waktu supervisi :
• - Cairan yang telah keluar sebanyak = 4,5 liter .

e. Pompa lagi 25 kali.


f. Semprotkan terus sampai eairan dalam tangki habis.

Jumlah regu yang ada regu 4. Jarak antara nozzle dan pennukaan yang disemprot.
Jumlah regu yang di supervisi regu
penyemprot
Untuk mendapatkan dosis yang diharapkan (2 gr/m 1 atau
Jumlah penyemprot yang di supervisi
1 gram/m 2) diperlukan jarak antara nozzle dengan permu­
kaan dinding yang disemprot = 46 em. Untuk meneapai ini
K e a d a a n
diperlukan latihan praktek yang berulang-ulang sampai para
J e n i s
penyemprot seeara otomatis menempatkan nozzlenya sekitar
A. Keadaan spray can : baik = Ir.r = Ir 11 = bh . 46 em dari permukaan temp at yang disemprot. Pada jarak
antara nozzle dengan dinding yang disemprot 46 em, tekanan
B. Perlengkapan penyemprot &
dalam tangki 2,8 km/em 1 (40 PSI) akan diperoleh lebar pan­
penyemprotan.
Masker ada = /tdk . ada = buah. earan 75 em. Tetapi dalam praktek lebar panearail yang efek­
Lap ada = I t.a = buah. tif hanya 70 em, karena penyemprotan swath berikutnya harus .
Topi ada :: La buah. ditumpangkan 5 em pada swath sebelumnya,.
Tas (tempat DDT) ada = 1.:1 = buah.
5. Kecepatan (irama) menyemprot.
Ember bersaringan (Ember +
(orang bersaringan ) ada t.J buah. Mengingat konsentrasi yang dipakai adalah 5% dan panearan
- Pengaduk ada l .a buah. alat semprot 757 ee permenit, maka DDT yang terkandung

C. Tehnis penyemprotan di dalam 757 ee tersebut adalah:

Pencanlpuran DDT de­ _5_ x 757 gram = 37,85 gram (38 gram).

ngan air : benar = tidak benar = 100

Pemol11paan I , II dan III : cukup = / kurang = Ilebih = Permukaan yang dapat disemprot dalam 1 menit adalah:

ya = / tidak =
- Tangki digoyang
- Jarak nozzle tip dengan
~ = 19 m 1

2
permulaan dinding : cukup = Idekat = Ijauh =
Dengan ketentuan yang kita ikuti bahwa tinggi penyemprotan
Kecepatan menyemprot : cukup = jcepat = /lanl bat =
maksimal adalah 3 meter dari lantai, dengan luas 19 ml, maka
Ha sil semprotan : baik = /tebal = /tipis
panjang permukaan yang disemprot:
D. Pencatatan administrasi.

- Penyemprot
: benar = /tidak benar ,=
1- = 6,33 meter (6,5 meter)
4 37

8,5 x 1.000 x 5 = 425 gram. J e n i s K e a d a a n


100 .
Pada umumnya yang dipakai adalah DDT 75% WOP, maka - Kepala regu : benar /tidak benar
DDT yang dibutuhkan adalah:
E. Jumlah rumah disemprot
100 x 425 gram = 5666 gram dibulatkan menJ·adi 567 gram . - Direncanakan (rata·rata per
75 ."
Kalau dosis yang diinginkan adalah I gram/m z , maka konsen­
hari per penyemprot) = rumah.
Yang berhasil disemprot
trasi suspensi yang dipakai adalah 2,5% dan DDT 75% WOP (rata-rata per han per pe­
yang diperlukan untuk tiap tangki (spray can) adalah separuh­ nyemprot) rumah.
nya atau 284 gr. Yang tidak disemprot de­
ngan alasan a. menolak rumah.
2. Macam nozzle. b. sakit = rumah.
Macam nozzle tip yang digunakan adalah yang berkode 8002 c. tertutup = rumah.
HSS yang berarti: d. tak perlu rumah.

a. Pada tekanan 2,8 kg/cmz (40 PSI) mempunyai sudut pan­ F. Stok DDT 75% WOP : cocok = /sel. kurang = /sel. lebih =
caran 800 • G. Kemampuan Kepala regu : cukup = /sedang = /kurang =
b. Pada tekanan 2,8 kg/cml akan dipancarkan 0,2 gallon
(757 cc) suspensi setiap menitnya.
Kepala malaria Kabupaten, ..... .. ...... tgl. .... . . .
c. HSS berarti Hardened Stainless Steel (tahan karat) .
Petugas supervisi,
Dalam praktek untuk mempertahankan tekanan sebesar itu,
sangat sulit, maka diambil interval tekanan an tara : 1,8 - 3,8 kg/
cm l atau 25 - 55 PSI. ( ................ )
( )

3. Tekanan dalarn tangki.


Untuk mendapatkan tekanan sebesar 3,8 kg/cml (55 PSI)
dalam tangki yang berisi 8,5 liter, perlu dipompa sempurna
sebanyak 55 x. Setelah disemprotkan selama 3 menit terus-me­
nerus, tekanan dalam tangki akan turun menjadi 2,1 kg/cml
(30 PSI), dan telah keluar cairan sebanyak: 3 x 757 cc = 2,271
liter.
Untuk memellhara tekanan dalam tangki agar berada di an tara
1,8 - 3,8 kg/cm z , setelah disemprotkan selama 3 menit perlu
dipompa sempurna sebanyak 25 kali.
Untuk menghabiskan. isi tangki sebanyak 8¥Z liter tersebut,
dilakukan tindakan sebagai berikut :
a. Pompa pertama 55 kali.
38 3

PENILAIAN CAKUPAN PERMUKAAN


Lampiran 9
Kabup.ten Propinsi : Nama KepaLt Keluarga
II
Kccmlatan tg). ponyemprotan
Dc sa tg). evaluasi PENYEMPROTAN
Dulruh/ Kampu ng Nama polUg..
NomorRumah (G.R)

A. Tujuan operasional
Jenis ruangan Dinding disemprot Atapl Langit-Iangit disemprot I
Tota11uas disemprot Kcterangan
Seharumya Kenyataan Seharusnya I Kenyataan Seharusnyal Kenyataan Menempelkan raeun serangga tertentu dengan, dosis tertentu pula
I. P x L = Luas M' P x L= Lu.s I M' M' M'
untuk tiap-tiap m 2 permukaan_
x X=
x X=
Di Indonesia, raeun serangga DDT 75% WDP (WDP adalah sing­
x x = katan Water Dispersable Powder, DDT 75 % WDP berarti DDT
x x = tersebut mengandung 75% bahan aktif) dipakai dcngan dosis
x x =
x x
2 gr/m 2 atau 1 gr/m 2 bahan aktif. -
x x= Nyamuk yang menjadi vektor akan mati setelah b ebe ra pa kali
x x= hinggap di tempat-tempat yang telah ditempeli de nga n ra-elln
x x= serangga terse but_
x x=
x x
Untuk mendapatkan dosis yang telah ditetapkan , peril! diperha­
x x= tikan faktor-faktor sebagai berikut:
x x= 1. konsentrasi suspensi dalam larutan
x x
x x= 2. maeam nozzle yang dipakai
x X· = 3. tekanan dalam tangki
x x 4. jarak antara nozzle dengan permukaan yang disemprot
x x 5. keeepatan menyemproL
x x=
x x=
x x B. Dengan memakai alat semprot (Sprayean) buatan Hudson dan
x x=
x x= raeun serangga DDT 75 % WDP, untuk mendapatkan dosis ter­
x x tentu yang diinginkan perlu kita tinjau faktor demi faktor di
atas sebagai berikut:

1. Konsentrasi suspensi
Untuk memperoleh dosis 2 gr/m 2 , diperlukan suspensi DDT
dengan kepekat.. n 5%. lsi (volume) sprayean Hudson yang
dipakai adalah 8,5 liter. Untuk mendapatkan suspensi tersebut
diperlukan DDT murni 000%) sebagai berikut:
2
39

Dlnding dilemprot Atop/lanpt-langJt dl5emprot Totll bas disemprot


JeRis IlWlgan Keterangan
I Seharumya Kenyltun Seharumya KenYltun Seharusnya Kenyatun

Px L = I..llas. M' Px L = Luu M' M' M'


PENDAHULUAN
X = X
X X =
Penyemprotan rumah dengan efek residual (I R S = Indoor Residual X X =
Spraying), telah lama dilakukan dalam pemberantasan malaria di Indo­ X = X -
X X
nesia . Sampai sekarang cara ini masih dipakai, karena dipandang paling X X
tepat dan besar manfaatnya untuk memutuskan transmisi, murah eko­ X X

nomis. X = X

Untuk memperoleh hasH yang maksimal dari kegiatan terse h lt, X X


X = X =
diperlakukan pengetahuan dan ketrampilan yang baik mengenai :
X = X =

tujuan penyemprotan dari segi operasionalnya X = X


X X
. syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam penyemprotan X X =
cara membuat suspensi X X
cara menyemprot X X =
X = X
dan sebagainya .
X = X =
Selain itu pengenalan terhadap alat-alat yang dipakai dan hubung­ X X
X X
annya dengan pencapaian tujuan harus dimiliki dan dihayati oleh semua
Sub Total
petugas yang berkecimpung dalam kegiatan penyemprotan.
To tal

';I(, Calcupan pennukaan

Keroranpn : . •..... .. .... . . .. .. .. 19 .. ..


Jenis ftllIDpII : PelUgas evlluasi,
I. Ruang Depan (Ruang Tamu). 5. Eave.
2. Kamar TIdur. 6. Kandang
3. Emper/Serarnbi. 7. Lain·1ain ruangan.
4. Dapur.
- C&ra mongulrur: Panjang, lebar dllam salUan Meier (0,25 , 0,50,0,75, 1.00) ( ....... . ... ... ..... )

- BiIa angka pecahan bu~tlcan ke bUangan terdekat (0,25, 0,50, 0,75 , I meter).
- Setiap mengulrur JUangan sudah tennasuk lIat..at yang

berada di dIlarnnya (PerabotaD rumah: Moja, Kursi, Templt

lidur) talc perlu diuJrur karena dipedtilUagkan 1';I(,lu.. rumah.

40 1

Lampiran 10
DAFfAR lSI

REKAPITULASI PENILAIAN Halaman


CAKUPANPERMUKAAN
1. PENDAHULUAN 2
Propinsi :
Kabupaten Waktu penyemprotan II. PENYEMPROTAN .....,' ...... , . . . , .. , ......... , .. 3
Kecamatan Waktu penilaian
Desa III. ALAT SEMPROT .............. .. .. . ..... . , .... . . . 13

IV. LAPORAN OPERASI PENYEMPROTAN .... . .. , ..... ' 17

No. Totalluas disemprot baik (m 2 ) V. SUSPERVISI DAN PENILAIAN PENYEMPROTAN


Urut Nama Kepala Keluarga No.M RUMAH ................ .. .. . ..... . ............. 20
Seharusnya Kenyataan

..

- ~.-- r

" . .

% Cakupan pennukaan. ----,---- x 100% = ... %


................ tgl.......... .
P etugas Evaluasi,
41

10. Entomologi I
II. Pemeliharaan mikroskop c ... .21'
]~~
12. Penataran tenaga malaria. ....ec. ~~t, a-

E .
..c ..
,.... c
Oisadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan pada edisi per­ j ~ ';;('4 ]"
tama dari buku pedoman ini. Saran-saran sangat diharapkan guna per­ Ii ~.g.§. - 1- II
'c
.; E ... __ ~_
baikan edisi selanjutnya. ~., =­.,; ~ '._-­ 1-- -1---+ - "0.
Oengan dikeluarkannya buku pedoman ini, maka pedoman yang =­ ; .. ,.... v.
'"
'a c,~ ~ :J.

dikeluarkan sebelumnya dan isinya tidal< sesuai dinyatakan tidal< berla­ C


..
.;
x~§; u~
2
~
ku lagi. :=
C
;c,C,....
Ii
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Sub Oit Malaria dan ~
].. ~~
Ka Oit P2B2 Oit Jen P3M yang telah berhasil menyusun buku pedoman ~ u]
c~

inL .!. ';


Semoga buku pedoman ini bermanfaat bagi upaya pemberantasan t::=
C

malaria sebagai salah satu upaya pemberantasan penyakit menular.


.;j:;;
E~
z

.=: E
...+ I I I
~ 2E
Juni 1983 ~.~ 0
~~
Jakarta,
-CII:: -"''''
E ~ c,
<z
DIREKTUR JENDERAL P3M
=<

ZE­
~ 0 .,
.=: E
2~
I I I I I I t.... ~ I I I

dr. M. ADHYATMA MPH


-
...l CII::
Q.,
rn ••~,
< - =­
:c>
'"
.9
.,...
-.=:c E '"'"'"
~ ~
~
t'..J

is
Q.,
dJ
'" .S'" , .- tll
,c::::l
oj
_0
...-'"
§ lJ! ....J

.'" ­
., 0
'" ...
~
_
~ E
Q.

...~~
dJ c
"'OIl
~
~ ;>, ''"" :::I
.0 ;
C
..:!
~
-

... lJ! '" ..0


'5
-:::I
.&J
::I
J:)
'-D
'" ..0
.. OIl
C
C C :5 .;; f!
.,
; ';j
'"
~
.0
.S!
G)
Q."':
::s
Q. C ~ ::I ::I ::I
:::I . ­ ;j
~ go ~ Ii~~~ Ii
~ct: ~ ~ ~ ~ ~ i
z
o ~., II 11·1
a.I ;-
• ~
KATA PENGANTAR

Di Indonesia sampai saat ini penyakit malaria masih merupakan


masalah kesehatan masyarakat . Angka kesakitan penyakit ini masih cu­
kup tinggi, terutama di daerah Luar Jawa dan Bali. Di daerah transmigra­
si di mana terdapat campuran penduduk yang berasal dari daerah yang
endemis dan yang tidak endemis malaria, masih sering terjadi letusan
atau wabah yang menimbulkan banyak kematian.
Upaya pemberantasan penyakit malaria dewasa ini ditujukan
terhadap:
1. Parasit malaria dengan memberikan pengobatan kepada mereka
yang diduga menderita malaria atau yang telah terbukti positif secara
labora torium.
2. Nyamuk malaria dengan mengadakan penyemprotan rumah dengan
racun serangga untuk membunuh nyamuk dewasa dan upaya Jain
yang ditujukan padajentiknya.
Buku ini merupakan salah satu dari 12 jilid yang diterbitkan· dengan
maksud agar dapat dijadikan pedoman bagi para petugas kesehatan yang
melaksanakan pemberantasan malaria.
Judul dari kedua belas jilid buku pedoman pemberantasan malaria ter­
maksud adalah:

1. Epidemiologi
2. Program pemberantasan
3. Pengobatan
4. Penyemprotan rumah
5. Tindakan anti larva
6. Survai malariometrik
7. Pemeriksaan parasit malaria secara mikroskopik
8. Pengenalan wilayah (G.R.)
9. Tes resistensi In-vivo dan in vitro untuk. P. falciparum
M l LI

M A L A R I A

PEIYEMPROIAI RUIAH

DEPARTEMEN KESEHATAN R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN

PENY AKIT MENULAR

1983
PERPUSTAKA AN
~ DEPARTEMEN KESEHATAN
1.~
: 4 REPUBL I K I NDONES I A

I ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~II
00101 1223