Anda di halaman 1dari 14

AKUNTANSI INSTRUMEN KEUANGAN MAJEMUK

AKUNTANSI INSTRUMEN KEUANGAN MAJEMUK Oleh : Rizki Kurniasari 2013230890 Program Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Oleh :

Rizki Kurniasari

2013230890

Program Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

2014

1.

Latar Belakang

PSAK No. 50 (1998) mengalami revisi yaitu menjadi PSAK No.50 (revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan : Penyajian dan pengungkapan pada tanggal 16 Desember 2006. PSAK 50 & 55 revisi 2006 ini sudah mengadopsi sebagian besar aturan IFRS, berbeda dengan PSAK No. 50 (1998) yang lebih cenderung ke US GAAP.

Karena penerapan yang dilakukan perusahaan dan lembaga keuangan terhadap PSAK tersebut belum sempurna, Dewan Standar Akuntansi Keuangan mengeluarkan lagi PSAK 50 (revisi 2010): Instrumen Keuangan: Penyajian yang disahkan pada tanggal 26 November 2010 yang mana merevisi PSAK 50 (revisi 2006): Instrumen Keuangan:Penyajian dan Pengungkapan.

Salah satu isi pembahasan yang menarik dalam PSAK 50 mengenai Akuntansi Instrumen Keuangan Majemuk. Salah satu contohnya yaitu Obligasi Konversi (Convertible Bond).

  • 2. PEMBAHASAN 2.1. Sekilas tentang PSAK 50 Revisi 2010

PSAK 50 (revisi 2010) tentang efektif dan ketentuan transisi tidak diadopsi karena tidak relevan. Instrumen Keuangan : Penyajian telah disahkan pada tanggal 26 Novemer 2010, dalam rangka merevisi PSAK 50 (revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan : Penyajian dan Pengungkapan. Alasan DSAK dan IAI merevisi ini, tidak lain karena ingin segera mengejar target karena pada 2012 nanti Indonesia sudah harus mengadopsi seluruh standar IFRS.

PSAK 50 (revisi 2010): Instrumen Keuangan: Penyajian mengadopsi seluruh pengaturan dalam IAS 32 per Oktober 2009 : Financial Instruments: Presentation, kecuali:

  • a. IAS 32 paragraf 96-97F tentang tanggal

  • b. IAS 32 paragraf 98-100 tentang penarikan tidak diadopsi karena tidak relevan.

Pada dasarnya tidak banyak perbedaan antara PSAK 50 revisi 2010 dan 2006. Kecuali adanya tambahan khusus tentang Puttable Instrumen, kewajiban untuk menyerahkan bagian aset neto secara prorata saat likuidasi, dan rights, opsi, waran dikategorikan dan disajikan sebagai liabilitas keuangan, akan tetapi dapat dikategorikan sebagai instrumen ekuitas jika memenuhi

syarat-syarat tertentu. Selain itu dalam Revisi 2010 Pengungkapannya tidak dijelaskan pada PSAK 50 melainkan dipindahkan ke PSAK 60.

2.2. Perbedaan

PSAK

50

(Revisi

2006)

dengan

PSAK

50

(Revisi

2010)

yang

telah

dikonversi dengan IFRS.

Dengan dilakukannya konversi IFRS ini, maka ada beberapa bagian dalam PSAK 50 yang berubah. Hal-hal yang berubah antara lain:

  • a. Ruang lingkup Dalam ruang lingkup PSAK 50 (Revisi 2006) kontrak untuk imbalan kontijensi dalam kombinasi bisnis tidak termasuk dalam ruang lingkup, sedangkan dalam PSAK 50 (Revisi 2010) kontrak untuk imbalan kontijensi dalam kombinasi bisnis termasuk dalam ruang lingkup.

  • b. Definisi Dalam definisi, terdapat 3 definisi yang berbeda yaitu:

    • Definisi Puttable instrument. Dalam PSAK 50 (revisi 2006) definisi ini tidak dimasukan, tetapi dalam PSAK 50 (revisi 2010) definisi ini dimasukan.

    • Pada PSAK 50 (revisi 2010) Definisi aset keuangan termasuk suatu kontrak derivatif yang diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas (tidak termasuk kontrak untuk menyerahkan instrumen ekuitas di masa depan, puttable instruments, dan kontrak untuk menyerahkan bagian pro rata aset neto saat likuidasi). Sedangkan dalam PSAK (revisi 2006) puttable instruments dan kontrak untuk menyerahkan bagian pro rata aset neto saat likuidasi tidak termasuk dalam instrumen ekuitas entitas.

    • Pada PSAK 50 (revisi 2010) Definisi liabilitas keuangan termasuk suatu kontrak derivatif yang diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas (termasuk rights, opsi, dan waran pro-rata untuk semua pemilik, tetapi tidak termasuk kontrak untuk menerima atau menyerahkan instrumen ekuitas entitas di masa depan, puttable instruments, dan kontrak untuk menyerahkan bagian pro rata aset neto saat likuidasi). Sedangkan pada PSAK 50 (revisi 2006) puttable instruments, dan kontrak untuk menyerahkan bagian pro rata aset neto saat likuidasi belum menjadi bagian di dalam kontrak tersebut.

  • c. Instrumen keuangan Pada PSAK 50 (revisi 2010) Instrumen keuangan diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas jika:

    • Tidak memiliki kewajiban kontraktual untuk menyerahkan aset keuangan, atau mempertukarkan aset keuangan atau liabilitas keuangan yang berpotensi tidak menguntungkan; dan

    • Jika diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas, instrumen keuangan tersebut merupakan nonderivatif dengan kewajiban untuk menyerahkan instrumen ekuitas dengan jumlah bervariasi, atau derivatif yang diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas (termasuk termasuk rights,opsi, dan waran pro rata kepada semua pemilik, tetapi tidak termasuk kontrak untuk menerima atau menyerahkan instrumen ekuitas entitas di masa depan, puttable instruments, dan kontrak untuk menyerahkan bagian pro rata aset neto saat likuidasi).

Sedangkan dalam PSAK 50 (revisi 2006) tidak termasuk kontrak untuk menerima atau menyerahkan instrumen ekuitas entitas di masa depan.

  • d. Puttable instrument Dalam PSAK 50 (Revisi 2010) Puttable instruments diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas jika memenuhi syarat tertentu, sedangkan dalam PSAK 50 (revisi 2006) hal ini tidak dibahas.

  • e. Kewajiban menyerahkan bagian aset neto secara pro rata saat likuidasi Di dalam PSAK 50 (revisi 2010) diatur bahwa Instrumen dengan kewajiban menyerahkan bagian aset neto secara pro rata saat likuidasi diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas jika memenuhi syarat tertentu. Sedangkan dalam PSAK 50 (revisi 2006) hal ini tidak diatur.

  • f. Reklasifikasi dari liabilitas keuangan ke instrumen ekuitas Dalam PSAK 50 (revisi 2010) diatur tentang Puttabale instruments dan instrumen dengan kewajiban menyerahkan bagian aset neto secara pro rata saat likuidasi direklasifikasi dari liabilitas keuangan ke instrumen ekuitas ketika semua syarat terpenuhi, dan sebaliknya. Hal ini tidak diatur dalam PSAK 50 (revisi 2006).

PSAK 50 (revisi 2010) menetapkan prinsip penyajian instrumen keuangan sebagai liabilitas atau ekuitas dan saling hapus aset keuangan dan liabilitas keuangan. Hal ini berlaku terhadap kategori instrumen keuangan, dari perspektif penerbit, dalam aset keuangan, liabilitas keuangan, dan instrumen ekuitas; pengategorian yang terkait dengan suku bunga, dividen, kerugian dan keuntungan; dan keadaan aset keuangan dan liabilitas keuangan akan saling hapus. PSAK 50 (revisi 2010) meliputi hal-hal berikut :

  • a. Seluruh tipe instrumen keuangan

  • b. Definisi detail atas instrumen keuangan : aset keuangan, liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas.

  • c. Instrumen ekuitas adalah kontrak yang memberikan kepada pemegangnya hak residu atas aset entitas setelah dikurangi dengan semua liabilitas

  • d. Alokasi nilai buku instrumen keuangan untuk komponen ekuitas dan utang. Nilai utang ditetapkan terlebih dahulu

  • e. Pembelian saham diperoleh kembali (treasury stock) dicatat sebagai perubahan atas ekuitas sehingga tidak ada keuntungan/kerugian yang diakui

Termasuk dalam definisi aset dan liabilitas keuangan adalah kontrak yang diselesaikan dengan instrumen ekuitas suatu entitas. Aset dan liabilitas keuangan diakui ketika entitas mengambil bagian dalam suatu kontrak provisi atas suatu instrumen.

2.3. Instrumen Keuangan Majemuk

  • 2.3.1. Klasifikasi Penyajian Instrumen Keuangan

Instrumen keuangan (financial instruments) adalah setiap kontrak yang menambah nilai aset keuangan (financial assets) entitas dan liabilitas keuangan (financial liability) atau instrumen ekuitas (equity instruments) entitas lain. Maka dari itu Instrumen keuangan dibagi menjadi tiga yaitu :

  • a. Aset keuangan merupakan setiap aset yang berbentuk:

i.

Kas

 

ii.

Instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh entitas lain

iii.

Hak

kontraktual

untuk

menerima

kas

atau

aset

dan

mempertukarkan

aset

keuangan

 

iv. Kontrak yang mungkin diselesaikan dengan menggunakan instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh entitas dan merupakan non-derivatif dan derivatif.

  • b. Kewajiban Keuangan adalah setiap kewajiban yang berupa:

    • i. Kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain dan untuk

ii.

mempertukarkan instrumen keuangan lain dengan kondisi yang tidak menguntungkan entitas tersebut. Kontrak yang akan mungkin diselesaikan selain dengan mempertukarkan

sejumlah tertentu kas atau aset keuangan lain dengan sejumlah tertentu instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas.

  • c. Instrumen Ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu entitas setelah dikurangi dengan seluruh kewajibannya.

Penerbit instrumen keuangan pada saat pengakuan awal harus mengklasifikasikan instrumen tersebut atau komponen-komponennya sebagai kewajiban keuangan, aset keuangan atau instrumen ekuitas sesuai substansi perjanjian kontraktual dan definisi kewajiban keuangan, aset keuangan dan instrumen ekuitas.

  • 2.3.2. Penyajian Instrumen Keuangan Majemuk

Penerbit instrumen keuangan non-derivatif mengevaluasi persyaratan instrumen keuangannya untuk menentukan apakah instrumen tersebut mengandung komponen ekuitas dan kewajiban. Komponen tersebut harus diklasifikasikan secara terpisah sebagai kewajiban keuangan, aset keuangan dan instrumen ekuitas. Entitas mengakui secara terpisah komponen- kompnen instrumen keuangan yang:

  • a. Menimbulkan kewajiban keuangan bagi entitas

  • b. Memberikan opsi bagi pemegang instrumen untuk menkonversi instrumen keuangan tersebut menjadi instrumen ekuitas dari entitas yang bersangkutan.

Contoh obligasi konversi yang dapat dikonversi oleh para pemegangnya menjadi menjadi saham biasa yang telah ditetapkan. Dari sudut pandang entitas, instrumen ini terdiri dari dua komponen: liabilitas keuangan (perjanjian kontraktual untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lainnya) dan instrumen ekuitas (opsi beli yang memberikan hak pada pemegangnya

selama jangka waktu tertentu untuk mengkonversi instrumen tersebut menjadi saham biasa dengan jumlah yang telah ditetapkan).

Ketika nilai tercatat awal suatu instrumen keuangan majemuk dialokasikan pada komponen ekuitas dan kewajiban, maka komponen ekuitas yang dialokasikan adalah nilai sisa dari nilai wajar instrumen keuangan secara keseluruhan dikurangi dengan nilai komponen kewajiban yang ditetapkan secara terpisah. Tidak ada keuntungan atau kerugian yang ditimbulkan dari pengakuan awal komponen-komponen instrumen secara terpisah.

Nilai tercatat komponen kewajiban ditentukan dengan mengukur nilai wajar kewajiban serupa yang tidak memiliki komponen ekuitas. Nilai tercatat instrumen ekuitas yang ditunjukkan oleh opsi untuk mengonversi instrumen tersebut menjadi saham biasa ditetapkan dengan cara mengurangkan nilai wajar kewajiban keuangan dari nilai wajar instrumen keuangan majemuk secara keseluruhan.

Pada saat dilakukan konversi atas instrumen yang dapat dikonversi pada saat jatuh tempo, entitas menghentikan pengakuan komponen kewajiban dan mengakuinya sebagai ekuitas. Komponen awal dari ekuitas tetap sebagai ekuitas (meskipun komponen tersebut mungkin dipindahkan dari satu pos ke pos lainnya dalam ekuitas). Tidak terdapat pengakuan keuntungan atau kerugian pada saat dilakukan konversi saat jatuh tempo. (PA42.)

Ketika entitas menghapuskan instrumen yang dapat dikonversi sebelum jatuh tempo melalui penebusan atau pembelian kembali secara dini yang tidak mengubah hak konversi semula, maka pada tanggal transaksi entitas mengalokasikan jumlah yang dibayarkan serta biaya transaksi untuk pembelian kembali atau penebusan secara dini tersebut ke dalam komponen liabilitas dan komponen ekuitas instrumen tersebut. Metode yang digunakan untuk mengalokasikan jumlah yang dibayarkan dan biaya transaksi pada setiap komponen yang terpisah harus konsisten dengan metode yang digunakan untuk alokasi awal pada setiap komponen yang terpisah atas hasil yang diperoleh dari penerbitan instrumen yang dapat dikonversi tersebut, sesuai ketentuan paragraf 31-35. (PA43.)

Sekali alokasi pembayaran tersebut dilakukan, maka setiap keuntungan atau kerugian yang timbul diperlakukan sesuai prinsip akuntansi yang dapat diterapkan pada komponen terkait, sebagai berikut:

  • a. jumlah keuntungan atau kerugian yang terkait dengan komponen kewajiban diakui dalam laporan laba rugi; dan

  • b. jumlah pembayaran yang terkait dengan komponen ekuitas diakui dalam ekuitas.

Entitas dapat mengubah persyaratan instrumen yang dapat dikonversi untuk mendorong dilakukannya konversi dini, contohnya dengan menawarkan rasio konversi yang lebih menarik atau menawarkan pembayaran ekstra jika konversi dilakukan sebelum tanggal yang ditetapkan. Perbedaan, pada tanggal dilakukan perubahan persyaratan, antara nilai wajar dari pembayaran yang diterima pemegang instrumen pada saat dilakukan konversi berdasarkan persyaratan yang telah diubah dan nilai wajar dari pembayaran yang akan diterima pemegang instrumen berdasarkan persyaratan awal diakui sebagai kerugian dalam laporan laba rugi.

  • 2.3.3. Pengungkapan Liabilitas dan Ekuitas (lihat juga paragraf PA13-PA24 dan

PA34-PA39)

Penerbit instrumen keuangan pada saat pengakuan awal mengategorikan instrumen tersebut atau komponenkomponennya sebagai liabilitas keuangan, aset keuangan, atau instrumen ekuitas sesuai dengan substansi perjanjian kontraktual dan definisi liabilitas keuangan, aset

keuangan, dan instrumen ekuitas. Ketika penerbit menerapkan definisi untuk menentukan apakah instrumen keuangan

merupakan instrumen ekuitas, dan bukan merupakan liabilitas keuangan, maka instrumen tersebut merupakan instrumen ekuitas jika, dan hanya jika, kedua kondisi (a) dan (b) berikut terpenuhi:

  • a. Instrumen tersebut tidak memiliki kewajiban kontraktual:

i.

untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada entitas lain; atau

ii.

untuk mempertukarkan aset keuangan atau liabilitas keuangan dengan entitas lain

iii.

dengan kondisi yang berpotensi tidak menguntungkan penerbit. Jika instrumen tersebut akan atau mungkin diselesaikan dengan instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas, instrumen tersebut merupakan:

  • nonderivatif yang tidak memiliki kewajiban kontraktual bagi penerbitnya untuk menyerahkan suatu jumlah yang bervariasi dari instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas; atau

  • derivatif yang akan diselesaikan hanya dengan mempertukarkan sejumlah

tertentu kas atau asset keuangan lain dengan sejumlah tertentu instrument ekuitas yang diterbitkan entitas. Untuk tujuan ini, rights, opsi atau waran untuk memperoleh suatu jumlah yang tetap instrumen ekuitas yang dimiliki entitas untuk jumlah yang tetap dari berbagai mata uang adalah instrumen ekuitas jika entitas menawarkan rights, opsi atau waran prorata terhadap semua pemilik yang ada saat ini pada kategori yang sama pada instrumen ekuitas nonderivatif yang dimiliki. Juga, untuk tujuan ini instrumen ekuitas yang diterbitkan penerbit tidak termasuk instrument yang memiliki semua fitur dan memenuhi persyaratan yang dijelaskan di paragraf 13 dan 14, atau paragraph 15 dan 16, atau instrumen yang merupakan kontrak untuk menerima atau menyerahkan instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas di masa yang akan datang. Kewajiban kontraktual, termasuk kewajiban yang berasal dari instrumen keuangan derivatif, yang akan atau dapat menyebabkan adanya penerimaan atau penyerahan instrument ekuitas milik penerbit di masa yang akan datang, namun tidak memenuhi kondisi (a) dan (b) di atas, bukan merupakan instrumen ekuitas. Sebagai pengecualian, suatu instrumen yang memenuhi definisi liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas jika memiliki semua fitur dan memenuhi kondisi di paragraf 13 dan 14 atau paragraf 15 dan 16.

  • 2.3.4. instrumen yang mempunyai fitur opsi jual (puttable instrument)

Suatu instrumen keuangan yang mempunyai fitur opsi jual mencakup kewajiban kontraktual bagi penerbit untuk membeli kembali atau menebus instrumen tersebut dan menerima kas atau aset keuangan lain pada saat melakukan eksekusi opsi jual tersebut. Sebagai

pengecualian atas definisi liabilitas keuangan, instrumen yang mencakup kewajiban tersebut dikategorikan sebagai instrumen ekuitas jika memiliki semua fitur berikut:

  • a. memberikan hak kepada pemegangnya atas bagian prorate aset neto entitas pada saat likuidasi entitas. Aset neto entitas adalah aset yang tersisa setelah dikurangi semua klaim atas aset tersebut. Bagian prorata ditentukan oleh:

    • i. membagi aset neto entitas pada saat likuidasi ke dalam

      • unit-unit dengan jumlah yang sama, dan

  • mengalikan jumlah tersebut dengan jumlah unit yang dimiliki oleh pemegang instrumen keuangan.

  • b. instrumen berada dalam kelompok instrumen yang merupakan subordinat dari semua kelompok instrument lainnya.Untuk berada dalam tingkat tersebut instrumen:

i.

tidak memiliki prioritas melebihi klaim pihak lain atas aset entitas pada saat

Seluruh instrumen keuangan dalam kelompok instrument yang merupakan

ii.

likuidasi, dan tidak perlu dikonversi menjadi instrumen lain sebelum berada pada kelompok

iii.

instrumen yang merupakan subordinat dari seluruh kelompok instrumen lain.

iv.

subordinat dari semua kelompok instrumen lainnya memiliki fitur yang identik. Misalnya, instrumen tersebut harus dapat dijual kembali, dan rumus atau metode lain yang digunakan untuk menghitung harga pembelian kembali atau penebusan adalah sama untuk semua instrumen pada kelompok tersebut. Selain kewajiban kontraktual bagi penerbit untuk membeli kembali atau menebus

instrumen dan menerima kas atau aset keuangan lain, instrumen tersebut tidak termasuk kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada entitas lain, atau untuk mempertukarkan aset keuangan atau liabilitas keuangan dengan entitas lain dalam kondisi yang berpotensi tidak menguntungkan bagi entitas tersebut, dan bukan suatu kontrak yang akan atau dapat ditunaikan dengan instrument ekuitas yang diterbitkan entitas seperti yang diatur di subparagraf (b) dari definisi liabilitas keuangan.

Jumlah arus kas yang diharapkan dihasilkan dari instrument selama umur instrumen didasarkan secara substansial pada laba rugi, perubahan dalam aset neto yang diakui atau perubahan dalam nilai wajar aset neto entitas yang diakui atau yang belum diakui selama umur instrumen (tidak termasuk dampak dari instrumen). Untuk instrumen yang dikategorikan sebagai instrument ekuitas, selain instrumen yang memiliki semua fitur di atas,maka penerbit harus tidak memiliki instrumen keuangan lain atau

v.

kontrak yang memiliki:

  • a. jumlah arus kas yang secara substansial bergantung pada laba rugi, perubahan dalam aset neto entitas yang diakui atau perubahan pada nilai wajar aset neto entitas yang diakui dan

yang belum diakui (tidak termasuk dampak dari instrumen tersebut atau kontrak tersebut), dan;

  • b. dampak dari pembatasan atau penetapan secara substansial atas pengembalian residu

kepada pemegang instrument yang mempunyai fitur opsi jual. Untuk tujuan menerapkan kondisi ini, entitas tidak mempertimbangkan kontrak nonkeuangan dengan pemegang instrumen yang dijelaskan di paragraf 13 yang memiliki syarat dan kondisi kontraktual yang serupa dengan syarat dan kondisi dari kontrak yang setara yang mungkin terjadi antara bukan pemegang instrumen dan entitas yang menerbitkan. Jika entitas

tidak dapat menentukan bahwa kondisi ini terpenuhi, maka entitas tidak boleh mengategorikan instrumen yang mempunyai fitur opsi jual sebagai instrumen ekuitas.

  • 2.3.5. Instrumen, atau Komponen Instrumen, yang Mensyaratkan suatu Kewajiban

kepada Entitas untuk Menyerahkan Ke Pihak Lain Bagian Aset Neto Entitas secara Pro Rata hanya pada saat Likuidasi. Beberapa instrumen keuangan termasuk kewajiban kontraktual bagi entitas penerbit untuk menyerahkan kepada entitas lain bagian prorata aset neto hanya pada saat likuidasi. Kewajiban timbul karena likuidasi baik pasti terjadi ataupun berada di luar kendali entitas

(misalnya, umur entitas yang terbatas) atau tidak pasti terjadi tetapi berdasarkan opsi dari pemegang instrumen. Sebagai pengecualian dari definisi liabilitas keuangan, suatu instrumen yang mencakup kewajiban tersebut dikategorikan sebagai instrumen ekuitas jika memiliki seluruh fitur berikut:

  • a. Entitas memberikan hak kepada pemegang instrument untuk bagian prorata aset neto entitas dalam hal likuidasi entitas. Aset neto entitas adalah aset yang tersisa setelah dikurangi semua klaim pihak lain atas aset tersebut. Suatu bagian prorata ditentukan dengan:

    • i. membagi aset neto entitas pada saat likuidasi dalam unit jumlah yang sama; dan mengalikan jumlah tersebut dengan jumlah unit yang dimiliki oleh pemegang instrumen

ii.

keuangan.

  • b. Instrumen ini berada berada pada kelompok instrument yang merupakan subordinat dari semua kelompok instrumen lainnya. Untuk berada dalam kelompok tersebut instrumen:

    • i. tidak memiliki prioritas melebihi klaim pihak lain atas aset entitas pada saat likuidasi, dan tidak perlu dikonversi menjadi instrumen lain sebelum berada pada kelompok instrumen yang merupakan subordinat dari semua kelompok instrumen lain.

ii.

  • c. Seluruh instrumen yang berada pada kelompok instrument yang merupakan subordinat dari semua kelompok instrumen lainnya harus memiliki kewajiban kontraktual identik bagi entitas penerbit untuk memberikan bagian prorata aset neto pada saat likuidasi. Untuk instrumen yang dikategorikan sebagai instrument ekuitas, selain instrumen yang memiliki semua fitur di atas, maka penerbit harus tidak memiliki instrumen keuangan lain atau kontrak yang memiliki:

  • a. jumlah arus kas yang secara substansial bergantung pada laba rugi, perubahan aset neto entitas yang diakui atau perubahan nilai wajar aset neto entitas yang diakui dan yang belum diakui (tidak termasuk dampak dari instrument tersebut atau kontrak) dan

  • b. dampak dari pembatasan atau penetapan secara substansial atas pengembalian residu kepada

pemegang instrument yang mempunyai fitur opsi jual. Untuk tujuan menerapkan kondisi ini, entitas tidak mempertimbangkan kontrak nonkeuangan dengan pemegang instrumen yang dijelaskan di paragraf 15 yang memiliki syarat dan kondisi kontraktual yang serupa dengan syarat dan kondisi dari kontrak yang setara yang mungkin terjadi antara bukan pemegang instrumen dan entitas yang menerbitkan. Jika entitas tidak dapat menentukan bahwa kondisi ini terpenuhi, maka entitas tidak boleh mengategorikan instrumen

yang mempunyai fitur opsi jual sebagai instrumen ekuitas.

  • 2.3.6. Saham Treasuri

Jika entitas memperoleh kembali instrument ekuitasnya, instrumen-instrumen tersebut (saham treasuri) dikurangkan dari ekuitas. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari

pembelian, penjualan, penerbitan, atau pembatalan instrumen ekuitas entitas tersebut tidak dapat diakui dalam laporan laba rugi. Saham treasuri tersebut dapat diperoleh dan dimiliki oleh entitas yang bersangkutan atau oleh anggota lain dalam kelompok usaha yang dikonsolidasi. Jumlah yang dibayarkan atau diterima diakui secara langsung di ekuitas.

  • 2.3.7. Bunga, Dividen, Kerugian dan Keuntungan

Bunga, dividen, kerugian dan keuntungan yang berkaitan dengan instrumen keuangan atau komponen yang merupakan liabilitas keuangan diakui sebagai pendapatan atau beban dalam laporan laba rugi. Distribusi kepada pemegang instrumen ekuitas didebit oleh entitas secara langsung ke ekuitas, setelah dikurangi dampak pajak penghasilan terkait. Biaya transaksi yang timbul dari transaksi ekuitas, dicatat sebgai pengurang ekuitas, setelah dikurangi dampak pajak penghasilan terkait.

Klasifikasi instrumen keuangan sebagai liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas menentukan apakah bunga, dividen, kerugian dan keuntungan terkait dengan instrument tersebut diakui sebagai pendapatan atau beban dalam laporan laba rugi. Jadi, pembayaran dividen atas saham yang sepenuhnya diakui sebagai liabilitas, diakui sebagai beban sebagaimana pembayaran bunga atas obligasi. Demikian juga, keuntungan dan kerugian yang terkait dengan penebusan atau pembiayaan kembali liabilitas keuangan diakui dalam laporan laba rugi, sedangkan penebusan atau pembiayaan kembali instrumen ekuitas diakui sebagai perubahan ekuitas. Perubahan nilai wajar instrumen ekuitas tidak diakui dalam laporan keuangan. Entitas umumnya membayar berbagai biaya dalam penerbitan atau perolehan kembali instrumen ekuitasnya. Biaya tersebut antara lain berupa biaya pendaftaran dan komisi lain yang ditetapkan, biaya yang dibayarkan kepada penasehat hukum, akuntan, dan penasehat profesional lain, biaya percetakan dan materai. Biaya transaksi yang timbul dari transaksi ekuitas dicatat sebagai pengurang ekuitas (setelah dikurangi dampak pajak penghasilan), sepanjang biaya tersebut merupakan biaya tambahan yang dapat diatribusikan secara langsung dengan transaksi ekuitas, tetapi diabaikan jika tidak dapat diatribusikan secara langsung. Biaya transaksi ekuitas yang diabaikan tersebut diakui sebagai beban. Biaya transaksi yang terkait dengan penerbitan instrumen keuangan majemuk dialokasikan pada komponen liabilitas dan ekuitas dari instrumen secara proporsional dengan alokasi hasil yang diperoleh. Biaya transaksi yang terkait dengan lebih dari satu transaksi (misalnya biaya yang timbul dari penawaran atas sejumlah saham dan pencatatan saham lainnya secara bersamaan di bursa) dialokasikan pada seluruh transaksi tersebut dengan menggunakan dasar alokasi yang rasional dan konsisten dengan transaksi serupa. Jumlah biaya transaksi yang dicatat sebagai pengurang ekuitas dalam suatu periode diungkapkan secara terpisah berdasarkan PSAK 1 (revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan. Jumlah pajak penghasilan terkait yang diakui secara langsung di ekuitas dimasukkan dalam jumlah agregat pajak penghasilan periode berjalan dan pajak penghasilan tangguhan yang ditambahkan atau dibebankan pada ekuitas, yang diungkapkan berdasarkan PSAK 46 (revisi 2010): Pajak Penghasilan.

3. KESIMPULAN

Dengan dilakukannya konversi IFRS ini, maka terjadi perubahan pada PSAK 50. Dalam ruang lingkup PSAK 50 (Revisi 2006) kontrak untuk imbalan kontijensi dalam kombinasi bisnis tidak termasuk dalam ruang lingkup, sedangkan dalam PSAK 50 (Revisi 2010) kontrak untuk imbalan kontijensi dalam kombinasi bisnis termasuk dalam ruang lingkup. Kemudian ada juga pengklasifikasian instrumen keuangan seperti tidak memiliki kewajiban kontraktual untuk menyerahkan aset keuangan, atau mempertukarkan aset keuangan atau liabilitas keuangan yang berpotensi tidak menguntungkan; dan jika diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas, instrumen keuangan tersebut merupakan nonderivatif dengan kewajiban untuk menyerahkan instrumen ekuitas dengan jumlah bervariasi, atau derivatif yang diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas (termasuk termasuk rights,opsi, dan waran pro rata kepada semua pemilik, tetapi tidak termasuk kontrak untuk menerima atau menyerahkan instrumen ekuitas entitas di masa depan, puttable instruments, dan kontrak untuk menyerahkan bagian pro rata aset neto saat likuidasi). Dalam PSAK 50 (Revisi 2010) juga terdapat Puttable instruments diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas jika memenuhi syarat tertentu yang belum dibahas di PSAK 50 sebelumnya.

DAFTAR PUSTAKA

Kieso, D. E., Jerry J. Weiganndt & Tery D. Warfield.(2007). Akuntansi Intermediate. Jakarta:

Penerbit Erlangga.

PSAK No. 50