Anda di halaman 1dari 25

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG

Meningkatnya prevalensi Diabetes Melitus di beberapa negara


berkembang, akibat peningkatan kemakmuran di Negara bersangkutan
Peningkatan pendapatan per kapita dan perubahan gaya hidup terutama
dikota-kota besar, menyebabkan peningkatan prevalensi penyakit
degeneratif (Noer, 1996).
Diabetes Melitus adalah penyakit yang ditandai dengan hiperglisemia
yang terus-menerus dan bervariasi terutama setelah makan atau keadaan
hiperglikemia kronik disertai berbagai kelainan metabolic akibat gangguan
hormonal yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal,
pembuluh darah, disertai lesi pada membran basalis dalam pemeriksaan
dengan mikroskop elektron (Maulana, 2014).
Normalnya kadar gula dalam darah berkisar antara 70-150 mg/dL
{millimoles/liter (satuan unit United Kingdom)} atau 4-8 mmol/l
{milligrams/deciliter (satuan unit United State)}, Dimana 1 mmol/l = 18
mg/dl. Namun demikian, kadar gula tentu saja terjadi peningkatan setelah
makan dan mengalami penurunan di waktu pagi hari bangun tidur. Seseorang
dikatakan mengalami hyperglycemia apabila kadar gula dalam darah jauh di
atas nilai normal, sedangkan hypoglycemia adalah suatu kondisi dimana
seseorang mengalami penurunan nilai gula dalam darah di bawah normal.
Diagnosa diabetes dapat ditegakkan jika hasil pemeriksaan gula darah puasa
mencapai level 126 mg/dl atau bahkan lebih, dan pemeriksaan gula darah 2
jam setelah puasa (minimal 8 jam) mencapai level 180 mg/dl. Sedangkan
pemeriksaan gula darah yang dilakukan secara random (sewaktu-waktu)
dapat membantu diagnosa diabetes jika nilai kadar gula darah mencapai level
antara 140 mg/dL dan 200 mg/dL, terlebih lagi bila di atas 200 mg/dl
(http://medicine.uii.ac.id)
Penyakit Diabetes Melitus berdampak negatif, tidak hanya bagi
penderita tapi juga bagi anggota keluarga yang lain. Pengaruh negative
tersebut meliputi pengaruh fisik, psikologi, sosial dan ekonomi. Secara fisik
tubuh penderita Diabetes Melitus lemah dan imunitas juga menurun, dampak
psikologis penyakit yang kronis bisa membuat penderita menjadi frustasi,
depresi apalagi rendah diri karena luka Diabetes Melitus yang sulit sembuh,
dampak sosial terjadi perubahan peran oleh karena perubahan fisik dan
kondisi luka Diabetes Melitus yang membuat penderita menjauh dari sosial
atau isolasi sosial, sedangkan secara ekonomi bagi yang tidak medapat
jaminan kesehatan penyembuhan sakit Diabetes Melitus apalagi dengan luka
membutuhkan biaya yang banyak.

Berdasarkan pemikiran diatas, perlu dilakukan kajian lebih dalam


untuk selanjutnya disusun sebagai laporan Kasus Asuhan Keperawatan
keluarga Tn,RB dengan masalah utama Diabetes Melitus pada Tn,RB Kab,.
Barito Utara
I.2 PERMASALAHAN/BATASAN MASALAH

Asuhan Keperawatan Keluarga Tn,RB yang anggota keluarganya


menderita diabetes militus dengan masalah nutrisi dan lingkungan tempat
tingal di RT 13.kecamatan TewehTimur.

I.3 TUJUAN

1.3.1 Tujuan Umum :

 Menerapkan asuhan keperawatan keluarga pada klien dengan menderita


Diabetes Melitus di wilayah Kerja Puskesmas Teweh Timur

1.3.2 Tujuan Khusus.

 Melakukan pengkajian keperawatan pasien dengan diabetes


 Memberikan tindakan keperawatan kepada klien diabetes mellitus
 Memberikan dan menjelaskan rencana asuhan keperawatan kepada klien
diabetes mellitus
 Memberikan penyuluhan tentang diabetes mellitus
 Melakukan evaluasi keperawatan dan keluarga mampu merawat anggota
keluarga yang terkena diabetes mellitus
 Memberikan diagnose keperawtan kepada pasien dengan diabetes
mellitus.
I.4 MANFAAT

1.4.1 Bagi Penulis


pada klien dengan Diabetes Melitus sehingga dapat mengembangkan
ilmu pengetahuan sebagai profesi.
1.4.2 Bagi Instistusi
 Dapat mengevaluasi hasil mata ajaran dan aplikasinya di keluarga dan
masyarakat
 Mengetahui masalah-masalah kesehatan yang ada di masyarakat

1.4.3 Bagi Keluarga

Dengan perawatan dan penyuluhan yang diberikan dapat


menambah pengetahuan keluarga klien dan dapat merawat anggota keluarga
lain serta mampu melakukan tindakan proteksi diri secara mandiri.
BAB II

METODOLOGI

II. 1 Lokasi Praktik


Lokasi pelaksanaan praktik asuhan keperawatan keluarga
adalah di wilayah Jl. Tujuh enam RT 13, Benagin Kecamatan
Teweh Timur, Kota Muara teweh,Kab Barito utara

II. 2 Strategi Perencanaan


Mahasiswa melaksanakan praktik asuhan keperawatan
keluarga di RT 13,Benangin, yang merupakan wilayah kerja
Puskesmas TewehTimur

II. 3 Penggumpulan Data


Pengumpulan data dilakukan dengan cara :
 Wawancara
 Kunjungan rumah
 Observasi
 Catatan Kesehatan
 Kunjungan Rumah
II. 4 Pengolahan Data
Data yang telah terkumpul di analisa, ditentukan diagnosa
keperawatan keluarga, kemudian disusun perencanaan, implementasi
serta evaluasi dari permasalahannya.

II. 5 Jadwal Kegiatan


Kegiatan Pelaksanaan asuhan Keperawatan keluarga
dilaksanakan mulai tanggal 15 juni sampai dengan 18 juni 2014.
Tanggal 15 juni 2014 Mengadakan perkenalan dan menjelaskan
maksud kedatangan,
Tanggal 15 Juni 2014 Melakukan pengkajian
Tanggal 16-17 Juni 2014 Melakukan intervensi
Tanggal 18 Juni 2014 Evaluasi dan mengakhiri kunjungan.
BAB III

HASIL KEGIATAN

No Nama-nama Hubungan L/ Umur Tanggal lahir Tanggal Pekerjaaan Status


anggota dengan kepala P lahir
keluarga keluarga
Tn,RB 45 thn SLTA K
Ny,M 38 thn SLTA K
Nn, E Anak 1 P 15 thn SMP Pelajar BK
An, D Anak 2 L 10 thn SD Pelajar BK
GENOGRAM
I . 1 Hasil Kuesioner

Tn RB adalah adalah pegawai swata merupakan keluarga


dengan tipe keluarga Nuclear famliy dimana Tn,Rb tinggal berempat
dalam satu rumah dengan istrinya dan kedua anaknya, Tn, RB tidak
tinggal/menempati rumahnya sendiri namun rumah sewaan dengan
biaya sewaan sebesar 250.000/bulan dengan ukuran rumah 3 x 4 m,
dengan 1 kamar tidur, dapur dan ruang tamu, rumah Tn, RB kurang
memiliki sirkulaasi udara/ventilasi hanya ada satu jendela dalam
rumahnya sehinga pertukaran oksigen tidak bagus.
Rumah Tn, RBberlantai depan dengan kebersihan kurang
karena digunakan Tn, RB untuk tempat sendal dan tempat
keluar masuk penghuni lain dari sebelah dan jarang sekali di
sapu atau dipel dan tanam tanaman seperti bungga atau yang
lain tidak ada, Tn, RB mengatakan keluarganya memasak
mengunakan kayu bakar. Tn,RB sudah mengunakan air ledeng
untuk keperluan air minum,namun untuk keperluan sehari hari
keluarga Tn, RB masih mengunakan air sungai.
Keluarga Tn, RB belum mempunyai WC sendiri sehinga bila
ingin buang air besar keluarga mengatakan langsung kesungai,
pembuangan limbah langsung kekolong rumah dan pembuangan
sampah dibuang disungai keluarga Tn,RB mengatakan bila sakit
langsung berobat kepukesmas atau Rumah Sakit.
TN,RB mengatakan kalau ia menderita kencing
manis/diabetes melitus Tn.RB mengeluh kadang-kadang merasa
lemas, telapak kaki tidak berasa, mata rabun Tn, RBSaat dilakukan
pemeriksaan terdapat luka pada di bagian kaki kiri tampak lesi di
bagian kaki kiri klien dan dengan diagnose,resiko syoc hyperglikemi
b/d ke tidak mampuan keluarga merawat keluarga yang sakit,
tekanan darah diketahui tekanan darah Tn,RB 110/70 mmHg, nadi:
85 x/menit, pernapasan: 22 x/ menit temperature 36,5 °c.

III . 2 Analisa Data


a. Ancaman Kesehatan : Resiko
b. Kurang/ Tidak Sehat : Tn,RB menderita diabetes meitus
c. Krisis : Tidak ada

III . 3 Mengidentifikasi Masalah


Data Masalah
Data S: 1. Masalah kesehatan: Tn,RB
 Tn. RB mengatakan, menderita Diabetes Melitus.
terdapat luka dibagian kaki 2. Masalah Keperawatan:
kiri Problem: kerusakan intergritas
Data O: kulit,
 Tampak lesi/luka dibagian Etiologi: ketidak mampuan
kiri klien. keluarga merawat anggota
keluaga yang sakit.

1. Masalah kesehatan: TN,RB


Data S: Tn,RbMengatakan mudah menderita Diabetes Melitus.
lemas dan TN,RB juga 2. Masalah Keperawatan: risiko
mengatakan matanya kabur. terjadinya komplikasi.
Data O:
 BP: 110/70
 Respirasi: 22 x/ menit
 Klien tampak bingung
dengan kedaannya
sekarang.

III . 4 Prioritas Masalah


1. Kerusakan intergritas kulit berhubungan dengan ketidak
mampuan keluarga merawat keluarga yang sakit.

No Criteria Skor Bob Hasil Pembenaran


ot
1 Sifat masalah
‒ Actual: 3 3 3/1x3=3/1 Masalah sudah terjadi
‒ Risiko: 2 2 1
‒ Potensial: 1 1
Kemungkinan Kebiasan klien yang
2 masalah untuk dapat mendorong
dipecahkan/ dapat 2 1/2x2=1 kekambuhan akan
diubah: terulang kembali saat
‒ Mudah : 2 2 klien merasakan dalam
‒ Sebagian: 1 1 sehat.
‒ Tidak dapat: 0 0
3 Potensi masalah Sumber-sumber
untuk dapat dicegah tindakan yang
3 1 2/3x1=
‒ Tinggi: 3 mencegah
2 2/3
‒ Cukup: 2 1 kekambuhan dapat
‒ Rendah : 1 dijangkau oleh klien.

2Menonjolnya
4 masalah Tn,RB hanya lulusan
‒ Segera 2 0/2x1=0 SD dan tidak
ditangani 1 1 mengetahui masalah
‒ Tak perlu 0 yang diderita
segera
ditangani
‒ Tak dirasakan.

Total 2 2/3
No Criteria Skor Bobot Hasil Pembenaran

1 Sifat masalah
‒ Actual: 3 3 Masalah sudah terjadi
2/3x1=2/3
‒ Risiko: 2 2
1
‒ Potensial: 1 1
2 Kemungkinan Kebiasan klien yang
masalah untuk dapat mendorong
dipecahkan/ dapat kekambuhan akan
1/2x1=1
diubah: terulang kembali saat
‒ Mudah : 2 2 2 klien merasakan dalam
‒ Sebagian: 1 1 sehat.
‒ Tidak dapat: 0 0
3 Potensi masalah Sumber-sumber
untuk dapat tindakan yang
dicegah mencegah kekambuhan
1 1/3x1=1/3
‒ Tinggi: 3 3 dapat dijangkau oleh
‒ Cukup: 2 2 klien.
‒ Rendah : 1 1

4 Menonjolnya
masalah Tn,RB hanya lulusan
0/2x1=0
‒ Segera 2 SD dan tidak
ditangani mengetahui masalah
‒ Tak perlu yang diderita
segera 1
1
ditangani
‒ Tak 0
dirasakan.

Total 1 2/3

2. Risiko terjadinya komplikasi penyakit berhubungan dengan


ketidaktahuan keluarga mengenal masalah penyakit.

Berdasarkan pembobotan masalah diatas, maka urutan prioritas


masalah kesehatan pada keluarga Tn,RB adalah sebagai berikut;
1. Kerusakan intergritas kulit berhubungan dengan ketidak
mampuan anggota keluarga merawat anggota keluaga
yang sakit.
2. Risiko terjadinya komplikasi penyakit berhubungan
dengan ketidaktahuan keluarga mengenal masalah
penyakit.
III . 5 Rencana Asuhan Keperawatan Keluarga

Diagnosa Kriteria
No. Tujuan Standar Evaluasi Rencana Intervensi
Keperawatan Evaluasi

1 Kerusakan Setelah Respon  Keluanga 1. Beri penyuluhan


intergritas kulit dilakukan 3 Motorik mampu perawatan luka pada
berhubungan kali
merawat klien diabetes mellitus
dengan ketidak kunjungan
mampuan keluarga klien anggota 2. Demonstrasi cara
anggota mampu keluarga yang merawat
keluarga merawat
sakit 3. Gunakan alat dalam
merawat anggota
anggota keluarga yang  Memberika rumah atau fasilitas yang
keluaga yang sakit penyuluhan. ada
sakit Dengan cara
 Demonstrasi 4. Awasi keluarga dalam
mengajarkan
salah satu cara merawat melakukan perawatan
anggota  Awasi keluarga
keluaraga
dalam
klien
perawatan melakukan
luka. perawatan

2 Risiko Setelah 1. Jelaskan pengertian


terjadinya dilakukan  mampu Diabetes Melitus
penyuluhan
komplikasi menjelaskan 2. Jelaskan tanda dan gejala
dan
penyakit pendidikan Respon pengertian diabetes diabetes mellitus
berhubungan kesehatan, verbal mellitus, 3. Jelaskan penyebab
keluarga
dengan
mampu  tanda dan gejala, diabetes mellitus
ketidaktahuan mengetahui  penyebab serta 4. Jelaskan tentang
keluarga tentang pencegahan pencegahan dan
penyakit
mengenal
diabetes  perawatan perawatan diabetes
masalah mellitus dan penyakit diabetes mellitus
penyakit. mampu mellitus 5. Beri arahan tentang diet
melakukan
dan jadwal olahraga
perawtan luka
pada penyakit 6. Diskusikan masalah yang
diabetes terjadi
mellitus
III . 7 Evaluasi

No

Diagnosa Keperawatan Catatan perkembangan Paraf

1 1. Kerusakan intergritas kulit S: Tn,RB mengatakan sudah tahu cara merawat luka
berhubungan dengan ketidak dengan Diabetes Melitus.
mampuan anggota keluarga O: Luka klien ditutup dengan balutan perban.
merawat anggota keluaga
yang sakit A: Masalah teratasi sebagian

P: Lanjutka Intervensi

2 2. Risiko terjadinya S: Tn,RB mengatakan sudah mengerti tentang


komplikasi penyakit  Pengertian
berhubungan dengan  Penyebab
ketidaktahuan keluarga  Tanda dan gejala
mengenal masalah penyakit.  Komplikasi
 Dan perawatan pada Diabetes Melitus
O: Klien tidak bertanya lagi
A: Masalah teratasi

P: Intervensi di hentikan
BAB IV

PEMBAHASAN

IV. 1 Tahap Pengkajian


1. Pengkajian

Pengkajian adalah merupakan upaya pengumpulan data secara


lengkap dan sistematis terhadap masyarakat untuk dikaji dan dianalisis
sehingga masalah kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat baik
individu, keluarga atau kelompok yang menyangkut permasalahan pada
fisiologis, psikologis, sosial ekonomi, maupun spiritual dapat ditentukan
(Mubarak, 2009).
Dalam proses pengkajian keperawatan keluarga pada Tn, RB
dengan Diabetes Melitus, terdapat beberapa aspek yang dapat dinilai
berdasarkan format pengkajian. Pengkajian dilakukan secara langsung
kepada klien melalui wawancara dengan keluarga klien, observasi
keadaan keluarga, lingkungan rumah, dan melalui pemeriksaan fisik.
Pengkajian pada Tn,RB dilakukan pada tanggal 18 juni 2014
pukul 13.00 WITA dari hasil pengkajian didapat bahwa Tn,RB sedang
mengalami yaitu: matanya sering kabur dan lemes. Sesuai teori dari
Bustan (2007), tanda dan gejala penyakit Diabete Melitus yaitu: Poliuria
(banyak kencing), polidipsi (banyak minum), polipagia (banyak makan),
berat badan menurun, lemas, lekas lelah, tenaga kurang. Ternyata
terdapat kesusuaian antara data pengkajian yang didapat dengan teori
untuk tanda dan gejala Diabetes Melitus.
Saat pengkajian didapat TD: 110/70, Respirasi: 22 x/menit, Nadi:
85 x/menit, Suhu: 36,5 °c, selain itu pada pengkajian keadaan kesehatan,
didapat data bahwa Tn,RB sudah mengalami penyakit Diabetes Melitus
sejak 5 tahun yang lalu. Sedangkan hambatan yang dirasakan dalam
melakukan pengkajian tidak begitu dirasakan perawat karena keluarga
sangat kooperatif dan terbuka.

2. Diagnosa
Pada saat pengkajian diagnose yang didapat yaitu: kurang
pengetahuan terhadap penyakit dan gangguan intergitas kulit.
Sedangkan menurut NANDA (2012) diagnose yang mungkin
muncul pada Diabetes Melitus.
a. Ketidakseimbangan nutrsi kurang dari kebutuhan tubuh.
b. Deficit volume cairan atau kurang cairan elektrolit.
c. Kerusakan intergritasi kulit.
d. Intoleransi aktivitas.
e. Risiko infeksi.
Berdasarkan landasan teori yang ada, kemungkinan diagnose
keperawatan keluarga yang muncul padda Tn,RB dengan Diabetes
Melitus yaitu:
a. Kerusakan intergritas kulit berhubungan dengan ketidak mampuan
anggota keluarga merawat anggota keluaga yang sakit.
b. Kurang pengetahuan tentang penyakit berhubungan dengan ketidak
tahuan keluarga mengenal masalah penyakit.
VI . 2 Tahap Perencanaan

Mahasiswa bersama keluarga merumuskan rencana kegiatan


untuk mengatasi masalah keperawatan resiko
kekambuhan/ketidakpatuhan terhadap program perawatan diri pada
Tn,RB dan perilaku gaya hidup cenderung beresiko masyarakat
tentang pengertian, penyebab, tanda dan gejala serta pencegahannya
pada keluarga Tn,RB dengan menggunakan strategi intervensi
keperawatan keluarga antara lain dengan melakukan pendidikan
kesehatan / penyuluhan tentang penyakit Diabetes Melitus.

VI . 3 Tahap Pelaksanaan
Implementasi dari asuhan keperawatan keluarga dilakukan selama 2
hari dan keluarga dapat bekerja sama dengan baik.

VI . 4 Evaluasi
Keluarga mampu menjalankan tugas dan fungsi keluarga dengan
cukup baik.
BAB V

PENUTUP

V.1 Kesimpulan

Setelah melakukan Asuhan Keperawatan Keluarga pada klien Tn RB


dengan Diabetes Melitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Benangin Muara
Teweh dimulai pada tanggal 15 juni 2014 sampai dengan 18 juni 2014
dengan menggunakan metode pendekatan proses keperawatan yang meliputi
Pengkajian, Diagnosa Keperawatan, Intervensi Keperawata, Implementasi
Keperawatan, dan Evaluasi Keperawatan serta Dokumentasi Keperawatan
maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Pada saat pengkajian Tn RB dengan Diabetes Melitus terdapat


persamaan antara teori dan kenyataan karena tanda dan gejala Diabetes
Melitus salah satunya adalah mata terasa kabur, selain itu penyakit ini
penyakit dalam jangka lama.
2. Diagnose yang muncul dari hasil pengkajian Asuhan Keperawatan
Keluarga pada TN, RBdengan Diabetes Melitus adalah: kerusakan
intergritas kulit berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga
merawat anggota keluarga yang sakit, dan Risiko terjadinya komplikasi
penyakit berhubungan dengan ketidaktahuan keluarga mengenal
masalah penyakit.
3. Perencanaan yang dibuat difokuskan untuk menyelesaikan atau
mengatasi masalah kesehatan yang teridentifikasi pada saat pengkajian
asuhan keperawatan keluarga TN, RB dengan Diabetes Melitus, tidak
hanya difokuskan pada anggota keluarga yang sakit saja, tetapi
mencakup seluruh masalah yang dialami keluarga pada Tn, RB. dengan
menekankan promotif dan preventif, tanpa melupakan usaha kuratif dan
rehabilitative serta kerja sama antara petugas kesehatan dan anggota
keluarga. Selain itu disesuaikan pula dengan prioritas masalah yang
telah diskoring dan kondisi keluarga atau klien.
4. Implementasi seluruh rencana keperawatan keluarga Tn,RB dapat
dilaksanakan dengan adanya bantuan dan peran serta dari seluruh
anggota keluarga dan mklien itu sendiri. Dalam upaya untuk
menyelesaikan masalah yang terjadi didalam keluarga. Perawat
berkesempatan untuk membangkitkan minat keluarga dalam
mengadakan perbaikan kearah perilaku hidup sehat.
5. Evaluasi merupakan tahap penilaian untuk melihat keberhasilan dari
rencana tindakan yang telah diberikan. Evaluasi dari dua diagnose
keperawatan keluarga pada Tn,RB yang diberikan tampak dalam
evaluasi klien, adapaun kurang pengetahuan dapat teratasi dalam
kunjungan kedua, sedangkan gangguan intergritas kulit pada TN,RB
hanya sebagian teratasi, kunjungan ke tiga.

V.2 Saran
Diharapkan keluarga dapat ikut serta dalam memebrikan perhatian
dan dukungan penuh kepada Tn,RBdalam usaha pemulihan dan pemenuhan
kebutuhan bio-psiko-sosio-spiritual-kultural pada Tn,RBdengan Diabetes
Melitus.
DAPTAR PUSTAKA

Carpenito, Lynda Juall, 1997. Buku Saku Diagnosa Keperawatan edisi 6


alih bahasa YasminAsih, Jakarta : EGC..
Doenges, Marilyn E, 1999. Rencana Asuhan Keperawatan Pedoman untuk
Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien edisi 3 alih
bahasa I Made Kariasa, Ni Made Sumarwati, Jakarta : EGC.
Effendi, Nasrul, 1998.Perawatan Kesehatan Masyarakat, Jakarta : Depkes
RI.
Tjokronegoro, Arjatmo, 2002. Penatalaksanaan Diabetes Melitus
Terpadu.Cet 2. Jakarta : Balai Penerbit FKUI.