Anda di halaman 1dari 30

PAPUA BARAT MODUL 5A

APLIKASI SIG TINGKAT


LANJUT

Pemrosesan Data Spasial

Penyediaan Data Dasar dan Peta Kadastral


untuk Provinsi Papua dan Papua Barat di
Indonesia
APLIKASI SIG TINGKAT
LANJUT

Module 5A Pemrosesan Data Spasial

Modul ini secara umum bertujuan untuk mengenalkan pembaca


mengenai prinsip-prinsip pemrosesan data spasial, contoh aplikasi
diberikan dengan menggunakan ArcGIS.
APLIKASI SIG TINGKAT LANJUT

APLIKASI SIG TINGKAT LANJUT


PEMROSESAN DATA SPASIAL

Disusun oleh:
Tim GIS
PT Serasi Kelola Alam (SEKALA)
Jl. Subak Sari, Gg. Mango No. 1
Pantai Brawa, Canggu – Bali 80361, Indonesia
Telp. 62-361-8555171
Fax. 62-361-2733061
Email: info@sekala.net
Website: www.sekala.net

Page 1
APLIKASI SIG TINGKAT LANJUT

KATA PENGANTAR
Modul pelatihan Sistem Informasi Geografis ini merupakan bagian dari sekumpulan modul pelatihan
yang disusun oleh tim SIG dan Penginderaan Jauh PT Serasi Kelola Alam yang dirangkum dari bahan-
bahan internal yang sebelumnya dibuat sebagai bahan bacaan peserta magang dan pelatihan yang
diadakan oleh PT Serasi Kelola Alam. Kumpulan modul ini tidak untuk dipublikasikan tetapi merupakan
bahan internal tambahan untuk peserta magang dan pelatihan yang mengikuti program peningkatan
kapasitas yang diadakan oleh PT Serasi Kelola Alam.
Peserta magang dan pelatihan diminta untuk memberikan masukan bagi meningkatkan isi dari modul ini
sehingga ke depan diharapkan akan menjadi lebih sempurna.

Denpasar, 19 Desember 2012.


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................................................................. 2
No table of figures entries found. ................................................................... ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
PEMROSESAN DATA SPASIAL ............................................................................................................................. 4
1. PENGGUNAAN QUERIES DATA UNTUK EKSTRAKSI FEATURE ........................................................................................................ 4
2. GEOPROCESING TOOLS ............................................................................................................................................................. 9
3. MODEL BUILDER ........................................................................................................................................................................ 18
MEMBUAT MODEL .......................................................................................................................................................................... 18
MENAMBAHKAN FUNGSI CLIP PADA MODEL.................................................................................................................................. 19
MENGHUBUNGKAN LAYER DATA KE FUNGSI CLIP ......................................................................................................................... 20
MENAMBAH FUNGSI UNION PADA LAYER...................................................................................................................................... 21
MENJALANKAN MODEL .................................................................................................................................................................. 23
MENAMPILKAN SHAPEFILE HASIL ANALISIS ..................................................................................................................................... 24

Page 3
APLIKASI SIG TINGKAT LANJUT

PEMROSESAN DATA SPASIAL

Data dasar pada umumnya tersedia dari bermacam-macam sumber, akan tetapi kita kadang-kadang
harus memodifikasi peta-peta tersebut untuk kegiatan tertentu. Pada bagian ini kita akan belajar
bagaimana mengekstrak sebagian data spasial dari sebuah peta dengan menggunakan perintah Query
atribut atau spasial. Disamping itu kita juga akan belajar bagaimana menyatukan beberapa polygon
dan bagaimana menggabungkan beberapa layer manjadi satu layer. Fungsi-fungsi ini disebut fungsi
geoprosessing yang biasanya dipakai bersama-sama untuk melakukan berbagai jenis analisis spasial.
Salah satu cara untuk membuat, membagi dan mendokumentasikan aliran kerja GIS kita adalah dengan
membuat dan menjalankan model aliran kerja GIS yang juga akan diberikan pada bagian terakhir.

1. Penggunaan Queries Data untuk Ekstraksi Feature


Penggunaan Select by Attribute
Di sini kita akan belajar mengekstrak satu atau beberapa polygon dari layer tertentu. Kita akan
menggunakan fungsi Select By Attributes yang terdapat pada ArcMap.
1. Klik Selection pada ArcMap, lalu pilih
Select by Attributes.
2. Pada dialog box Select by Attributes, pilih
layer yang akan diekstrak (pada contoh ini
layer Boroughs)
3. Pada kotak Fields akan muncul daftar
fields, lalu pilih “NAME” dan tekan tombol
= di bawahnya kemudian tekan tombol
Get Unique Values untuk memunculkan
atribut dibawah field NAME. Klik dua kali
“Manhattan” karena kita akan
mengekstrak poligon Manhattan.
4. Lalu klik Apply dan setelah itu Close.
Perlihatkan features yang dipilih lalu konvert ke shapefile.

1. Klik menu View, lalu pilih Zoom Data, kemudian pilih lagi Zoom to Selected Features.

2. Pada table of contents, klik kanan layer Boroughs , klik Data dan kemudian klik Export Data.
3. Simpan output shapefile dengan nama dan directory yang diinginkan (pada contoh ini disimpan
sebagai \GIStutorial\UnitedStates\NewYork\Manhattan.shp.
4. Klik OK, kemudian Yes dan tambahkan layer ke peta. Sekarang kita memiliki shapefile baru
yang bernama manhattan.shp yang hanya berisi peta Manhattan.

Page 5
Penggunaan fungsi Select Features pada Arcmap

Kadang-kadang akan lebih mudah bagi kita untuk mengekstrak data atau feature yang kita inginkan
dengan langsung memilihnya pada saat ditampilkan di layar komputer dibandingkan harus membuat
pilihan-pilihan dengan fungsi Select by Attribute seperti di atas.

1. Pilih tombol Full Extent, lalu klik tombol Select Features.

2. Pilih dengan mengklik di tengah poligon yang diinginkan (dalam contoh ini Brooklyn).
3. Pada table of contents, klik kanan layer Boroughs, lalu klik Data dan kemudian klik Export Data.
4. Simpan output shapefile dengan nama dan directory yang diinginkan (pada contoh ini disimpan
sebagai \GIStutorial\UnitedStates\NewYork \Brooklyn.shp).
5. Klik OK, kmudian klik Yes untuk menambahkan layer yang baru ke peta. Sekarang kita memilliki
shapefile beru yang bernama brooklyn.shp yang hanya berisi peta Brooklyn.

Page 6
Penggunaan CLIP
Pada bagian ini kita akan menggunakan fungsi ArcMap yaitu Select by Location untuk memilih jalan.
Setelah memilih jalan, kita akan membuat file shapefile baru untuk jalan yang kita pilih tersebut.

1. Klik Selection, lalu pilih Selection by Location.


2. Jika perlu, pada menu drop down I want to, pilih select features from.
3. Pilih layer yang mana feature-nya akan dipilih (pada contoh ini dipilih data jalan
NYMetroRoads).
4. Pada menu drop down that pilih intersect.
5. Pada menu drop down terakhir the features in this layer, pilih shapefile yang mengandung
poligon Manhattan.

Page 7
Export Feature Terpilih
1. Klik View, Zoom Data, lalu Zoom to Selected Features pada ArcMap. Jalan yang terpilih hanya
yang di dalam dan yang berpotongan dengan batas Manhattan.

2. Pada table of contents, klik kanan layer NYMetroRoads, lalu klik Data dan klik Export Data.
3. Simpan shapefile output, dalam contoh ini
\GIStutorial\UnitedStates\ NewYork\ManhattanRoads.shp).
4. Klik OK, kemudian klik Yes untuk menambahkan layer ke peta.
5. Matikan layer NYMetroRoads pada ArcMap sehingga hanya menampilkan data jalan yang
dipilih tadi, yaitu layer ManhattanRoads. Perhatikan beberapa jalan pada layer
ManhattanRoads keluar batas Manhattan.

Page 8
2. Geoprocesing Tools
Menggunakan fungsi Clip
Selanjutnya kita perlu memotong jalan yang keluar dari batas Manhattan dengan menggunakan fungsi
Clip yang merupakan salah satu fungsi pada ArcToolbox.

1. Klik tombol ArcToolbox.

2. Pada ArcToolbox, klik tanda + pada Analysis Tools, lalu klik


+ pada Extract, kemudian klik dua kali Clip yang kemudian
membuka dialog box fungsi Clip.
3. Klik drop down Input Features dengan memilih layer jalan
yang akan diclip (dalam contoh ini layer NYMetroRoads)
4. Klik drop down Clip features dengan memilih layer yang
berisi poligon wilayah Manhattan yang akan digunakan
untuk memotong feature jalan.
5. Simpan shapefile output, dalam contoh ini
\GIStutorial\UnitedStates\NewYork\ClippedManhattanRoa
ds.shp).
6. Matikan layer ManhattanRoads pada ArcMap sehingga
hanya menampilkan data jalan yang dipilih tadi, yaitu layer
ClippedManhattanRoads. Perhatikan beberapa jalan yang
pada layer ManhattanRoads keluar batas Manhattan, kini
sudah terpotong di batas luar Manhattan.

Page 9
Menggunakan Fungsi Dissolve
Kadang kita ingin mendapatkan batas administrasi atau batas lain dengan menggabungkan kelas-kelas
features yang memiliki atribut yang sama, seperti kabupaten atau propinsi. Penggabungan ini disebut
dengan “dissolve” atau “melarutkan”. Pada contoh berikut kita akan memakai fungsi Dissolve untuk men-
dissolve kode pos berdasarkan nama wilayah.
Dissolve kode pos dengan menggunakan perintah (Command Line) pada ArcMap
1. Klik Window menu pada ArcMap, lalu klik Command Line.
2. Pada baris atas window Command Line, ketik Dissolve.
3. Tekan tombol spasi pada keyboard, lalu pilih layer dengan kode pos (pada contoh ini layer NY
Metro ZIPS) pada pop-up list, kemudian tekan Enter.
4. Tekan kembali tombol spasi pada keyboard, lalu ketik nama shapefile output, misalnya
C:\GIStutorial\UnitedStates\NewYork \DissolvedNYBoroughs.shp.

Page 10
5. Tekan kembali tombol spasi pada keyboard dan pilih PO_NAME dari pop-up list. Kemudian
tekan Enter.

6. Tekan kembali tombol spasi pada keyboard dan pilih POP2003. Pada setting tambahan, ketika
perintah dissolve dijalankan, nilai POP2003 akan dirangkum untuk tiap kelompok poligon
dengan nilai PO_NAME yang sama. Dengan kata lain, ini akan menambahkan nilai rangkuman
POP2003 pada tiap poligon baru hasil dissolve.

7. Ketik SUM pada Command Line baris atas, lalu ketik “POP2003 SUM”, jangan lupa tanda kutip.
Lalu tekan Enter.

8. Baris kedua (di bagian bawah) window Command Line akan melaporkan status proses dissolve
dan memberitahukan apakah proses ini berhasil atau tidak. Setelah proses dissolve lengkap,
shapefile DissolvedNYBoroughs secara otomatis akan ditambahkan ke peta. Shapefile yang baru
ini berisi batas-batas yang dihasilkan dari dissolve poligon-poligon dengan kode pos. Kode pos

Page 11
untuk wilayah Queens tidak ter-dissolve karena kode pos pada wilayah tersebut memiliki nilai
yang unik pada field PO_NAME.

Page 12
9. Gunakan tombol Identity pada ArcMap untuk melihat informasi atribut tiap wilayah yang
di-dissolve.

Menggunakan Fungsi APPEND


Kadang-kadang kita perlu menggabungkan beberapa layer data spasial menjadi satu layer data.
Sebagai contoh, kita ingin membuat satu layer data tanah untuk lingkungan studi kita, dan kita sudah
memiliki data tanah untuk tiap kabupaten. Kita ingin menggabungkan semua data tanah tiap kabupaten
ini untuk menjadi satu data provinsi. Ketika memakai fungsi APPEND, semua layer harus mempunya jenis
geometri yang sama (misalnya titik, garis dan poligon). Kita bisa memakai append untuk kelas feature
yang tidak sama field attributnya, field yang berbeda akan dihilangkan dari hasil analisis.
Buat Layer kosong untuk menjalankan APPEND
1. Pada ArcMap, klik tombol ArcCatalog .

2. Pada ArcCatalog, buat shapefile poligon yang baru dan berikan nama (dalam contoh ini adalah
AppendedNYBoroughs.shp pada folder \GIStutorial\UnitedStates\NewYork).
3. Tutup ArcCatalog.
4. Tambahkan AppendedNYBoroughs.shp ke ArcMap.

Page 13
Append beberapa shapefile menjadi satu shapefile
1. Pada ArcMap, klik tombol ArcToolbox

2. Klik tanda + pada General, lalu klik dua kali Append. Ini
akan membuka dialog box Append.
3. Pada drop box Input Features, lalu tambahkan shapefile
yang mau di-append satu persatu.
4. Lalu pada drop-down Target Dataset, pilih shapefile
kosong yang telah dipersiapkan sebelumnya, yaitu
AppendedNYBoroughs.shp.
5. Pada drop-down Schema Type (optional), pilih NO_TEST,
lalu klik OK. Sekarang layer AppendedNYBoroughs berisi
penggabungan kelima layer tersebut.

Page 14
Page 15
Menggunakan Fungsi Union
Fungsi Union berguna untuk mengoverlay (tumpang tindih) dua atau lebih poligon dimana geometri dan
atributnya digabungkan. Hasil dari Union berisi poligon yang dihasilkan dari irisan geometris dua atau
lebih poligon-poligon input. Poligon hasil Union ini juga mengandung atribut yang berisi atribut poligon-
poligon input tersebut. Sebagai contoh, kalau kita meng-Union layer vegetasi dan layer tanah, hasilnya
adalah poligon dengan informasi vegetasi dan tanah tertentu.
Pada bagian ini kita akan meng-Union laer yang mengandung kode pos di wilayah Queens dengan
layer batas wilayah Queens. Hasilnya adalah semua kode pos yang terdapat di wilayah queens.
1. Pada ArcToolbox, klik + pada Analysis Tools, lalu klik + pada Overlay dan klik dua kali pada
Union. Ini akan membuka dialog box Union.

Page 16
2. Pada drop-down Input Fatures, pilih semua shapefile yang mau diUnion. Dalam contoh ini akan
dipilih layer QueensBorough dan layer QueensZips.

3. Simpan shapefile output, dalam contoh ini


\GIStutorial\UnitedStates\NewYork\ QueensBoroughZips_Union.shp).
4. Pada drop-down Join Attribute, pilih ALL. Kemudian klik OK. Ouput dari proses ini adalah peta
dan atributnya yang merupakan penggabungan antara layer QueensBorough dan layer
QueensZips.

Page 17
3. Model Builder
Fungsi-fungsi geoprocessing dalam ArcGIS sering dipakai secara serempak tapi berurutan untuk
melakukan analisis-analisis spasial. Kadang-kadang banyak tahapan yang dibutuhkan sehingga
menyulitkan untuk merunut kembali fungsi apa saja yang sudah dijalankan, database apa saja yang
dipakai dan parameter-parameter yang didefinisikan sebelumnya.
Model Builder adalah sebuah aplikasi yang tersedia di ArcGIS yang bermanfaat untuk
mendokumentasikan dan memproses secara otomatis semua tahapan geoprocessing secara menyeluruh.
Dengan Model Builder kita bisa membuat diagram model dari data dan fungsi-fungsi geoprocessing
yang dibutuhkan untuk analisis atau bekerja secara bertahap. Sekali Model Builder telah dibuat, kita
bisa menyimpannya dan menjalankannya berkali-kali dengan menggunakan parameter data yang
berbeda-beda.

Membuat model
1. Buka ArcToolbox
2. Klik kanan kursor mouse di daerah putih di mana saja di dalam ArcToolbox, dan pilih New
Toolbox.
3. Nama dari toolbox baru ini adalah ModelBuilder.

Page 18
4. Klik kanan ModelBuilder toolbox dan klik New, Model. Window Model akan terbuka secara
otomatis seperti terlihat di bawah ini.

Menambahkan fungsi Clip pada model


1. Jika perlu, posisi window Model digeser sedemikian rupa supaya kita bisa melihat table of
contents dan ArcToolbox, lalu clik layer yang mau digunakan dalam analsis (dalam contoh ini
layer tersebut namanya PATractStatePlane), lalu drag ke dalam window Model.

2. Dalam ArcToolbox, clik tanda + untuk memperluas fungsi Analisis Tools pada toolbox, lalu clik
tanda + pada Extract untuk melihat fungsi Clip, pilih fungsi Clip ini lalu drag ke window Model.

Page 19
Menghubungkan layer data ke fungsi Clip
1. Pada toolbar window Model, tekan tombol Add Connection

2. Pada window Model, clik layer data yang akan diClip (PATractStatePlane) dan drag garis
panah ke arah fungsi Clip.

Page 20
3. Pada toolbar window Model, tekan tombol Select.

4. Pada window Model klik dua kali fungsi Clip yang mengakibatkan Clip dialog box muncul
dengan Input Feature sudah didefinisikan dengan nama layer data yang dipakai, lalu pada Clip
Features pilih layer data yang akan dipakai untuk mengClip (pada contoh ini nama layer
tersebut Neigborhoods).

5. Simpan nama hasil Clip ini dengan mengsi Output Feature Class dengan folder dan nama file
output. Dalam contoh ini dibuat
\GIStutorial\UnitedStates\Pennsylvania\PATractStatePlane_Clip.shp.

Menambah fungsi Union pada layer


1. Pada ArcToolbox, clik + pada Analysis Tools lalu clik + pada Overlay dan pilih Union.
2. Pada window Model klik tombol Add Connection lalu click PATractStatePlane_Clip.shp pada
window Model dan drag garis panah ke fungsi Union.
3. Pada window Model klik layer Neigborhoods dan drag garis panah ke arah fungsi Union.

Page 21
4. Pada window Model clik tombol Select, kemudian klik dua kali fungsi Union, yang akan
memunculkan dialog box fungsi Union.

5. Berikan nama hasil union pada Output Features Class, dalam contoh ini dinamai
TractNeigh_Clip_Union.shp.

Page 22
6. Pada window Model, tekan tombol Auto Layout , kemudian klik tombol Full Extent.
Dengan menekan tombol Auto Layout lalu Full Extent maka akan memudahkan kita melihat model
secara keseluruhan dan memudahkan kita untuk mengaturnya.

Menjalankan model
1. Pada window Model, pilih menu Model, lalu pilih Run. Fungsi ini akan memproses sesuai alur yang
dibangun pada model dan akan terlihat pesan model tesebut sudah dijalankan dengan sukses.

2. Klik Close ketika proses ini sudah selesai.

Page 23
Menampilkan shapefile hasil analisis
1. Pada window Model, klik kanan pada shapefile hasil analisis (dalam contoh ini
TractNeigh_Clip_Union.shp) dan pilih Add to Display.

2. Simpan model dengan menekan tombol Save lalu tutup window Model.
3. Pada table of contents di ArcMap, shapefile hasil analisis akan otomatis tampil pada ArcMap.

Page 24
4. Gunakan tombol Identify untuk melihat atribut tiap poligon shapefile hasil analisis dimana
terjadi penggabungan atribut layer Neighborhoods dan PATracStatPlane.

Page 25