Anda di halaman 1dari 4

Nama : Shara Zetiara (123.14.

00005)
MK : Perumahan dan Permukiman
Tugas1 : Teori Perumahan dan Permukiman

Perumahan dan Permukiman

Definisi
 Rumah adalah bangunan gedung yang berfungsi sebagai tempat tinggal yang
layak huni, sarana pembinaan keluarga, cerminan harkat dan martabat
penghuninya, serta aset bagi pemiliknya (UU No. 1 Tahun 2011 Tentang
Perumahan dan Kawasan Permukiman).
 Pasal 1 Undang – Undang Republik Indonesia nomor 1 tahun 2011 tentang
perumahan dan kawasan permukiman mendefinisikan perumahan adalah
kumpulan rumah sebagai bagian dari permukiman, baik perkotaan maupun
perdesaan, yang dilengkapi dengan prasarana, sarana dan utilitas umum sebagai
hasil upaya pemenuhan rumah yang layak huni. Sedangkan permukiman adalah
bagian dari lingkungan hunian yang terdiri atas lebih dari satu satuan perumahan
yang mempunyai prasarana, sarana, utilitas umum, serta mempunyai penunjang
kegiatan fungsi lain dikawasan perkotaan atau kawasan perdesaan.
 Perumahan adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat
tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana
lingkungan. (UU No. 4 Tahun 1992 Tentang Perumahan dan Permukiman).
 Doxiadis (1974) dalam Warsono (2006) permukiman adalah penataan kawasan
yang dibuat oleh manusia yang tujuannya untuk mempertahankan hidup secara
lebih mudah dan lebih aman, dan mengandung kesempatan untuk pembangunan
manusia seutuhnya. Pengertian permukiman juga dapat dirumuskan sebagai
suatu kawasan perumahan yang ditata secara fungsional sebagai satuan sosial,
ekonomi, dan fisik tata ruang, dilengkapi dengan prasarana lingkungan, sarana
umum, dan fasilitas sosial.
 Menurut Doxiadis (1971) dalam Kyo (2011), permukiman atau perumahan akan
berjalan dengan baik jika terkait dengan beberapa unsur, yaitu nature (alam),
man (manusia), society (kehidupan sosial), shell (ruang), dan networks
(hubungan).
 Menurut Charles (1964) dalam Rizki (2010) perumahan merupakan tempat tiap
individu yang ada saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain serta
memiliki sense of belonging atas lingkungan tempat tinggalnya. Perumahan juga
dapat diartikan sebagai suatu cerminan dan pengejawantahan dari diri pribadi
manusia, baik secara perorangan maupun dalam suatu kesatuan dan
kebersamaan dengan lingkungan alamnya dan dapat juga mencerminkan taraf
hidup, kesejahteraan, kepribadian, dan peradaban manusia penghuninya,
masyarakat ataupun suatu bangsa.
 Menurut Sastra dan Marlina (2006), Biasanya sebuah perumahan hanya dikelola
oleh suatu pengembang di bawah koordinasi pemerintah, sedangkan pengelolaan
sebuah permukiman biasanya langsung ditangani oleh pemerintah dan konsep
dan rencana pengembangannya sudah ditentukan dalam bentuk konsep
pengembangan wilayah secara makro melalui Rencana Umum Tata Ruang Kota
(RUTRK) maupun Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK).

Jenis - Jenis Perumahan


Menurut Sastra dan Marlina (2006) dalam buku Perencanaan dan Pengembangan
Perumahan mengutarakan perumahan terbagi menjadi 3 jenis, yaitu :
1. Perumahan sederhana, perumahan sederhana merupakan jenis perumahan yang
biasanya diperuntukkan bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah dan
mempunyai keterbatasan daya beli. Jenis perumahan ini memiliki fasilitas yang
masih minim. Hal ini dikarenakan pihak pengembang tidak dapat menaikkan
harga jual bangunan dan fasilitas pendukung oprasional seperti pada perumahan
menengah dan mewah, di mana harga dan prasarana perumahan dibebabankan
kepda konsumen. Perumahan sederhana biasanya terletak jauh dari pusat kota.
Hal tersebut dikarenakan harga tanah di sekitar pusat kota yang mahal sehingga
tidak dapat dibebankan kepada konsumen.
2. Perumahan menengah, perumahan menengah merupakan jenis perumahan yang
biasanya diperuntukkan bagi masyrakat yang berpengahsilan menengah dan
menengah ke atas. Jenis perumahan ini sudah dilengkapi dengan sarana dan
prasarana penunjang oprasional, seperti jalan, open space berikut tamannya,
jalan serta lampu taman dan lampu jalan, bahkan dilengkapi juga dengan fasilitas
untuk olah raga seperti lapangan tenis. Perumahan menengah biasanya terletak
tidak jauh dari pusat kota yang strategis letaknya terhadap berbagai fasilitas
pendukung lain seperti pusat perbelanjaan, pusat pendidikan, pusat kegiatan
pelayanan barang dan jasa.
3. Perumahan mewah, perumahan mewah merupakan jenis perumahan yang
dikhusukan bagi masyrakat yang berpenghasilan tinggi. Jenis perumahan ini
dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang oprasional yang sudah
sangan lengkap, seperti pusat olah raga, taman dan fasilitas bermain, gedung
pertemuan, pusat perbelanjaan, bahkan fasilitas rekreasi. Hal tersebut
dikarenakan penghuni rumah tersebut menginginkan kemudahan akses dan
pelayanan sekitar perumahan yang cepat dan lengkap. Perumahan mewah
biasanya hanya ada di kota-kota besar dimana lokasinya biasanya berada di pusat
kota, karena konsumennya menginginkan kemudahan akses dan pelayanan
sekitar perumahan yang serba instan dan lengkap.

Bentuk Perumahan
Menurut Sidik (2000) dalam Sari (2010), karakteristik perumahan dapat dipandang
melalui hal-hal berikut :
 Lokasinya yang tetap dan hampir tidak mungkin dipindah
 Pemanfaatannya dalam jangka panjang
 Bersifat heterogen secara multidimensional, terutama dalam lokasi, sumber daya
alam dan preferensinya.
 Secara fisik dapat dimodifikasi.

Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-1733-2004 ketentuan dasar fisik


lingkungan perumahan harus memenuhi faktor-faktor berikut ini:
 Ketinggian lahan tidak berada di bawah permukaan air setempat, kecuali dengan
rekayasa/penyelesaian teknis.
 Kemiringan lahan tidak melebihi 15% dengan ketentuan:
- tanpa rekayasa untuk kawasan yang terletak pada laha bermorfologi
datarlandai dengan kemiringan 0-8%; dan
- diperlukan rekayasa teknis untuk lahan dengan kemiringan 8-15%.

De Chiara dan Koppelman (1997) dalam Herasanti (2002) menjelaskan adanya


tujuh karakteristik yang harus diperhatikan pada perencanaan kawasan perumahan
agar layak huni, adalah :
 Kondisi tanah dan lapisan tanah
 Air tanah dan drainase
 Bebas atau tidaknya dari bahaya banjir permukaan
 Bebas atau tidaknya dari bahaya-bahaya topografi
 Pemenuhan pelayanan kesehatan dan keamanan, pembuangan air limbah,
penyediaan air bersih, pembuangan sampah, dan jaringan utilitas

Unsur-Unsur Perumahan
 Lingkungan alami: lahan permukiman dan tanah.
 Kegiatan sosial: manusia (individu), rumah tangga, komunitas (siskamling, dll).
 Bangunan-bangunan rumah tinggal.
 Sarana dasar fisik dan pelayanan sosial-ekonomi:
- Warung & toko kebutuhan sehari-hari.
- Taman bermain, masjid, dll.
 Sistem jaringan prasarana dasar fisik;
- Jaringan jalan.
- Saluran Drainase.
- Sanitasi.
- Air bersih.
- Listrik, komunikasi

Sumber : Jurnal Universitas Sumatera Utara, Medan.