Anda di halaman 1dari 5

Urai Rifaldy Aryandi

20150340091

LO BLOK 14 SKENARIO 2

1. Mekanisme merokok menjadi cancer?


Cancer terjadi karena adanya pembelahan sel yang terjadi secara abnormal, pertumbuhan yg
abnormal ini terjadi karena adanya mutase gen. Normalnya pembelahan sel itu terjadi ketika
dibutuhkan, seperti ketika bayi  anak anak  remaja  dewasa. Sel baru terkadang
membelah sekaligus untuk menggantikan sel lama yg sudah rusak. Namun sel kanker ini
membelah secara terus menerus dan tanpa henti sehingga menekan sel yg sehat. Sebuah kanker
dikatakan malignant ketika kanker tersebut sudah mencapai dasar sel dan menembus pembuluh
darah dan dapat bermetastasis ke bagian tubuh lain. Namun jika dia berhenti tumbuh dan tidak
menyebar disebut belignant.

Tobacco is known to have around 4,200 different chemicals. Smokeless tobacco contains toxic
metals such as mercury, lead, and chromium; smokeless tobacco is known to contain various
carcinogenic compounds as well, such as polycyclic aromatic hydrocarbons, lactones, coumarin,
ethyl carbamate, some volatile aldehydes, volatile N-nitrosamines, nitrosamino acids, tobacco
specific N-nitrosamines, inorganic compounds, radioactive Polonium 210, and Uranium 235 &
238
Specifically, (S)-N’-nitrosonornicotine ((S)-NNN) has been identified as a strong oral carcinogen
to humans
Sumber : Tobacco Consumption and Oral, Pharyngeal and Lung Cancers

Karsinogen dapat bekerja dalam banyak cara, yaitu langsung merusak DNA dalam sel sehingga
menyebabkan kelainan pada sel normal, dan cara lainnya yaitu dengan menyebabkan kerusakan
sel yang menyebabkan sel-sel membelah lebih cepat, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan
berkembangnya penyakit kanker.
Sumber : https://hellosehat.com/hidup-sehat/nutrisi/apa-itu-karsinogen-senyawa-penyebab-
kanker/

2. Indikasi dari pertumbuhan sel yang tidak normal


Urai Rifaldy Aryandi
20150340091

3. Bagaimana menentukan stadium cancer?

Sumber : jurnal Oral Cavity Squamous Cell Carcinoma – An Overview

Table 2. Stadium kanker rongga mulut


Stadium TNM Keterangan
Stage I TI, N0, M0 Pada stadium ini pembesaran pada jaringan masih
belum dianggap kanker dan tumor < 2 cm
Stage II T2, N0, M0 Pada stadium ini tumor < 4 cm
Stage IIIA T3, N0, M0 Pada stadium ini pembesaran >4cm, tetapi tidak
didapatkan pembesaran nodus limfe dan tidak ada
metastasis ke organ lainnya
Stage IIIB T1, T2, T3, N1, M0 Pada stadium ini tumor dapat berukuran kurang
dari 2 cm, dibawah 4 cm atau lebih tetapi kanker
belum mempengaruhi nodus homolateral
limfatik.
Urai Rifaldy Aryandi
20150340091

Stage IVA T4, N0, M0 Pada stadium ini tumor melebihi 4 cm dan
tertanam dalam pada otot, tulang, atau struktur
jaringan di bawahnya.
Stage IVB Any T, N2 or N3, M0 Pada stadium ini tumor bisa berbagai ukuran,
tetapi tertanam dalam pada otot, tulang atau
struktur jaringan di bawahnya serta terdapat
keterlibatan dari nodus homolateral atau bilateral
limfatik
Stage IVC Any T, any N, any M Pada stadium ini terjadi berbagai situasi berat
baik ukuran tumor, keterlibatan nodus limfatik
dan metastasis ke organ lain.
Sumber : ASKEP ORAL CANCER

4. Cara penanganan oral cancer?


1. Pembedahan
Pembedahan dilakukan untuk mengangkat keseluruhan lesi untuk mencegah terjadinya
penyebaran sel kanker pada nodul limfa, pembuluh darah, dan saraf. Setelah pembedahan
untuk mengangkat sel kanker, dilakukan pembedahan rekonstruktif bertujuan untuk
mempercepat proses penyembuhan, mengembalikan fungsi, serta meningkatkan kualitas hidup
pasien.
2. Radiasi
Radiasi jarang digunakan sebagai pengobatan yang utama. Radiasi sering digunakan untuk
mengecilkan sel kanker sebelum dilakukan pembedahan, dan untuk mencegah sel kanker timbul
kembali atau untuk menghancurkan sisa-sisa sel kanker yang tidak terambil keseluruhannya
ketika pembedahan.
Dosis yang digunakan pada perawatan ini kecil. Terapi radiasi ini dilakukan lima hari berturut-
turut dan diberikan selang waktu dua hari untuk istirahat. Waktu yang digunakan untuk terapi
radiasi ini antara 10-15 menit. Terapi ini dilakukan antara 2-8 minggu, agar sel yang baru dapat
tumbuh dan meminimalkan efek yang timbul akibat radiasi.
3. Kemoterapi
salah satu bentuk terapi paliatif, digunakan apabila sel kanker timbul kembali pada pasien atau
telah terjadi metastase. Kemoterapi merupakan terapi yang menggunakan bahan kimia yang
berfungsi untuk menghancurkan sel kanker. Terdapat enam jenis bahan yang digunakan untuk
kemoterapi, di antaranya alkylating agent, nitrosoureas, anti metabolite, anti tumor antibiotic,
plant alkoloid, dan steroid hormone.
Bahan alkylating agent bekerja dengan mengikat DNA di inti sel, sehingga sel-sel tersebut tidak
dapat melakukan replikasi. Contoh bahan ini adalah Cyclophosphamide dan Mechlorethamine.
Bahan nitrosoureas bekerja seperti alkylating agent yaitu menghalangi perubahan pada sel DNA,
misalnya Carmustine dan Lomustine. Bahan anti metabolite dapat bekerja langsung pada
Urai Rifaldy Aryandi
20150340091

molekul basal inti sel, yang berakibat menghambat sintesis DNA, misalnya 6-mercaptopurine
dan 5-fluorouracil.
Sementara bahan anti tumor antibiotik bekerja dengan menghambat sintesis RNA, misalnya
Doxorubicin dan Mitomycin-C. Bahan plant alkoloid bekerja dengan menghalangi pembelahan
sel, antara lain Vincristine dan Vinblastine. Sementara bahan steroid hormone bekerja dengan
memodifikasi pertumbuhan hormon yang menyebabkan terjadinya kanker. Contoh bahan ini
adalah Tamoxifen dan Flutamide.
Sumber : ASKEP ORAL CANCER

Tujuan utama perawatan kanker mulut adalah kontrol dari kanker primer. Pemilihan perawatan
tegantung dari beberapa sebab yaitu tipe sel dan derajat diferensiasi, bagian yang terlibat
ukuran serta lokasi dari kanker primer, keterlibatan jaringan getah bening, ada tidaknya
keterlibatan tulang, kemampuan tercapainya tepi kanker pada waktu operasi, kemampuan
mempertahankan fungsi komunikasi, kemampuan mempertahankan fungsi menelan, status fisik
dan mental pasien, komplikasi yang mungkin terjadi, kerjasama pasien.

Secara umum perawatan kanker mulut biasanya dilakukan dengan pembedahan dan
radioterapi. Lesi kecil seperti Karsinoma stadium I dan stadium II dapat diobati dengan
pembedahan saja, pengobatan dengan radiasi ditunda bila terjadi kekambuhan. Lesi yang
besar seperti lesi stadium III dan stadium IV biasanya diobati dengan pembedahan dan diikuti
dengan radiasi. Stadium II dan lesi yang lebih besar sering dilakukan diseksi pada leher. Dosis
radiasi yang diperlukan untuk pengobatan karsinoma sel skuamosa yang berhasil baik metode
primer atau tambahan terentang antara 4000 sampai 7000 rads.
Sumber : http://asnuldentist.blogspot.co.id/2011/01/karsinoma-sel-skuamosa-squamous-
cell.html
Urai Rifaldy Aryandi
Faktor Lokal 20150340091
Faktor Host Faktor Luar

Rongga mulut kotor Genetik Karsinogen Kimia

Memicu tumbuhnya Sel turunan yang Rokok


bakteri/jamur abnormal

Kontak sel normal dengan


Infeksi Fungsi sistem imun zat karsinogenik
menurun

Terjadi lesi yang


berulang Membentuk Klon melalui
pembelahan

Sel membelah secara


berlebihan Poliferasi

Muncul karakteristik neoplasma ganas

Kanker Oral Cavity

Benjolan pada rongga mulut Kerusakan pada sistem anatomi

Benjolan semakin besar dan


memenuhi rongga mulut MK : Ketidakmampuan Intake nutrisi tidak
menelan adekuat

Mempengaruhi fungsi lidah


MK : Gangguan MK : Nutrisi kurang
komunikasi verbal dari kebutuhan