Anda di halaman 1dari 12

IMPLEMENTASI ALAT PRAKTIKUM SMART PULLEY SEBAGAI MEDIA

PEMBELAJARAN PADA MATERI HUKUM II NEWTON

Ade Putri1,a) Ainul Yakin1 Erna Siti Nurhasanah1 Adam Malik1

1
Program Studi Pendidikan Fisika,
Jurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Gunung Djati Bandung,
Jl. A.H Nasution 105 Bandung, Indonesia, 40614

a)
adelp7980@gmail.com

ABSTRAK. Salah satu tantangan nyata dalam pendidikan adalah bahwa pendidikan
hendaknya mampu menghasilkan SDM yang memiliki kompetensi utuh seperti
penguasaan akan teknologi, dan media pembelajaran. Dengan adanya media pembelajaran,
peserta didik menjadi lebih aktif, kreatif dan inovatif. Selain itu, media pembelajaran
berfungsi menggambarkan suatu fenomena alam yang masih bersifat abstrak. Salah satu
materi fisika yang masih dirasa sulit untuk dipahami adalah materi hukum II Newton. Oleh
karena itu, untuk memudahkan peserta didik dalam memahami materi ini, dibutuhkan suatu
media pembelajaran yang interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kelayakan alat
praktikum smart pulley sebagai media untuk meningkatkan pemahaman peserta didik pada
materi hukum II Newton. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah research and
development. Data penelitian diperoleh menggunakan data pretest, posttest dan angket uji
kelayakan alat. Subjek penelitian adalah mahasiswa Pendidikan Fisika semester V UIN
Sunan Gunung Djati Bandung dan peserta didik MAN 2 Bandung. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa rata-rata tertinggi pemahaman konsep peserta didik setelah
menggunakan alat praktikum smart pulley adalah 90,48 dan terendahnya 85,71. Hasil
penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan alat praktikum smart
pulley sebagai media penunjang pemahaman konsep pada materi hukum II Newton.

Kata kunci: Media pembelajaran, alat praktikum smart pulley

PENDAHULUAN apa yang digunakan siswa dalam memahami


Pengetahuan kognitif konsep fisika seperti penggunaan suatu
menggambarkan bahwa orang cenderung media, kita dapat membantu siswa untuk
mengatur dan menganalis pengamatan, dan membangun pemahaman akan konsep yang
pengalaman mereka untuk mengungkapkan telihat abstrak tersebut [1]
konsep yang terlihat abstrak dengan bahasa Cara penyampaian materi fisika yang
mereka sendiri. Jadi, dengan menginvestigasi dapat menjembatani antara konsep fisis yang
nyata adalah dengan menggunakan media. meningkatkan kreativitas, dan keterampilan.
Berbagai media dapat digunakan sebagai Dengan demikian akan lebih termotivasi
perantara dalam pembelajaran fisika, dalam mengkaji suatu teori, dan secara tidak
misalnya alat peraga dan alat praktikum [2] langsung rasa keingintahuan juga turut
Media pembelajaran merupakan alat berkembang dan lebih besar dalam proses
yang digunakan sebagai perantara atau belajar [5], Kegiatan praktikum sangat
penyampai informasi isi berupa pengetahuan bermanfaat dalam pembelajaran fisika, pada
visual dan verbal untuk keperluan dasarnya banyak sekali konsep yang harus
pembelajaran. Secara umum media dibuktikan [6]
pembelajaran merupakan alat bantu proses Namun, pembelajaran praktikum di
pembelajaran. Karena, dengan adanya media sekolah sulit dilaksanakan, terbatasnya alat
pembelajaran menjadikan siswa terangsang dan prasarana percobaan di sekolah menjadi
untuk mengolah pikiran serta daya ingatnya kendala terbesar yang dihadapi para guru.
selama kegiatan pembelajaran berlangsung Untuk Mengatasi kendala tersebut, guru
[3] harus lebih kreatif mengupayakan kegiatan
Salah satu cara kegiatan pembelajaran praktik dengan alat-alat praktikum sederhana
yang dapat merangsang siswa untuk yaitu dengan memanfaatkan bahan atau
mempertahankan pengetahuan dan konsep peralatan di lingkungan sekitar [7]
yang ia dapatkan agar bertahan lebih lama Salah satu materi yang dirasa sulit
adalah dengan kegiatan praktikum [4] dipahami adalah materi hukum Newton,
Praktikum dalam pembelajaran fisika karena dalam materi ini sering terjadi
merupakan suatu rangkaian kegiatan miskonsepsi, selain itu ketika siswa diberikan
pembuktian dan pengembangan konsep fisika sebuah persoalan mengenai konsep fisika
yang telah dipelajari secara abstrak melalui pada materi hukum Newton, banyak siswa
buku, internet dan pembelajaran di kelas. yang masih kurang mengerti, terutama dalam
Belajar dengan menggunakan alat menggambarkan diagram gaya untuk
praktiktikum memberi kesempatan kepada menyelesaikan permasalahan tersebut [8]
peserta didik untuk dapat melihat dan Hukum Newton tentang gerak
membuktikan teori yang telah dipelajari, merupakan materi yang diberikan pada kelas
melalui pengamatan dan percobaan secara X SMA [9], materi hukum newton
langsung. Hal ini tentunya akan merupakan salahsatu materi yang
fundamental, sebab dalam kehidupan sehari- Berdasar latar belakang di atas maka
hari kita sering menjumpai peristiwa yang dilakukan penelitian untuk mengembangkan
berkaitan dengan hukum Newton seperti suatu media pembelajaran fisika yang
gerakan pada sebuah lift, pemakaian roda gila diharapkan mampu menarik minat belajar
pada mesin mobil, dan lain sebagainya [10] siswa sehingga prestasi belajarnya pun juga
Menurut hasil penelitian diharapkan dapat meningkat. Tujuan dari
(Sornkhatha, Prapaporn, dan Niwat penelitian dan pengembangan ini adalah: (1)
Srisawasdi. 2013) metode pembelajaran mengembangkan alat praktikum smart pulley
inquiry berbasis simulasi dapat dianggap pada pembelajaran fisika (2) mengetahui
sebagai alat pedagogis untuk meningkatkan kelayakan alat praktikum smart pulley pada
pemahaman konseptual siswa pada materi pembelajara fisika (3) mengetahui tingkat
hukum Newton [11] pencapaian konsep peserta didik setelah
Penelitian terkini yang dilakukan mengikuti proses pembelajaran
oleh (Dias, Carvalho and Vianna, 2016) menggunakan alat praktikum smart pulley.
mengungkapkan bahwa pemodelan gambar
merupakan pendekatan pembelajaran yang METODE
baik untuk memahami materi hukum II Selama proses penelitian
Newton, karena dalam pendekatan ini berlangsung, peneliti menggunakan metode
melibatkan siswa dalam mendeskripsikan research and development. Dengan langkah-
suatu fenomena, menganalisis hasil langka yaitu: (1) studi pendahuluan alat
eksperimen dan brainstorming. Siswa tidak praktikum yang akan dikembangkan, (2)
hanya mengidentifikasi dalam praktik desain produk (3) validasi design alat (4)
implikasi hukum fisik saja, tetapi mereka perbaikan design alat (5) pengembangan
harus menghitung secara matematis gerak media awal, (6) uji coba lapangan (7) revisi
sedemikian rupa sehingga proses belajar produk akhir.
mengajar jauh lebih menarik. Pemodelan Subjek penelitian terdiri dari dua
gambar ini merupakan kombinasi dari golongan yaitu: Subyek expert judgement
gambar strobo dan analisis video. Alat ini atau Ahli/Pakar yang terdiri dari subjek
dapat memungkinkan adanya pendekatan analisis kebutuhan yang dalam hal ini adalah
kualitatif dan kuantitatif terhadap Dosen pengampu mata kuliah laboratorium
pembelajaran fisika [12] fisika dan teman sejawat, yaitu mahasiswa
pendidikan fisika semester V UIN Sunan yang dirasa sulit untuk dipahami adalah
Gunung Djati Bandung. Subjek coba (User) materi hukum II Newton, karena pada materi
dalam penelitian dan pengembangan ini yaitu ini peserta didik cenderung hanya menghafal
peserta didik kelas X MAN 2 Bandung tahun hukum Newton secara matematis saja. Selain
pelajaran 2016/2017. itu, menurut penelitian (Alias dan Ibrahim,
Instrumen yang digunakan dalam 2016) [13], menunjukkan bahwa siswa
penelitian dan pengembangan ini berupa soal mengalami beberapa masalah dalam
pretest, posttest dan angket. Analisis data dan pendekatan terminologi dan pemecahan
uji coba pengembangan produk terdiri dari masalah hukum Newton. Oleh karena itu,
analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. untuk mengatasi hal tersebut perlu adanya
Teknik analisis kualitatif digunakan untuk suatu metode dan model pembelajaran yang
mengolah data yang diperoleh dari analisis tepat. Model pembelajaran yang
kebutuhan, validasi, uji coba produk serta uji dikembangkan oleh peneliti adalah model
coba pemakaian berupa tanggapan, masukan, Inquary Based Learning. Di mana selama
kritik dan saran yang digunakan untuk proses pembelajaran disediakan sebuah alat
merevisi produk. Pengolahan data kualitatif praktikum dan selama kegiatan pembelajaran
diolah dengan menggunakan teknik diskriptif berlangsung, peserta didik menggunakan alat
kualitatif. Data yang dianalisis dengan praktikum yang telah dibuat. Alat praktikum
menggunakan teknik analisis kuantitatif yang dibuat oleh peneliti untuk memudahkan
adalah data analisis kebutuhan yang peserta didik dalam memahami konsep
dikuantitatifkan, seperti data angket hukum Newton adalah alat smart pulley.
penilaian/tanggapan uji coba produk dan data Rangkaian desain alat praktikum smart
pretest-posttest. pulley yang akan dikembangkan oleh peneliti
adalah sebagai berikut:
PEMBAHASAN
1. Tahap studi pendahuluan alat
Pada tahap studi pendahuluan alat
yaitu berupa pengajuan ide mengenai alat
praktikum yang dibuat. Terlebih dahulu
peneliti menentukan materi yang dirasa sulit
untuk dipahami. Menurut peneliti materi
2. Tahap desain produk katrol. Percepatan gerobak ditentukan dari
Setelah bentuk media berupa alat kemiringan grafik kecepatan keranjang
praktikum ditentukan kemudian dilakukan terhadap waktu. Di mana kecepatan sebuah
tahap pendesain pengembangan produk. benda dapat dicari melalui seberapa panjang
Rangkaian desain alat praktikum lintasan yang dilalui oleh kereta, dan waktu
smart pulley yang dibuat oleh peneliti yang tercatat pada saat kereta melintas. Tali
berdasarkan desain pada tahap pendahuluan di bawah katrol kedua akan mempercepat
alat seperti berikut ini: percepatan massa pada sebuah kereta dan
kemudian terhubung ke neraca pegas. Neraca
pegas mengukur tegangan tali yang mana
gaya ini akan mempercepat laju kereta.

3. Tahap validasi alat


Produk yang telah dikembangkan
berupa alat praktikum fisika smart pulley
kemudian divalidasi oleh 2 validator untuk
Alat dan bahan yang digunakan untuk menilai kelayakan sebelum uji coba lapangan
membuat alat praktikum smart pulley di atas skala besar. Validasi pertama dilakukan oleh
yaitu: dosen pengampu mata kuliah Laboratorium
a. Kereta 1 buah Fisika Sekolah II yaitu dengan menganalisis
b. Massa beban yang berbeda 5 buah
c. Track 1 balok apakah alat praktikum smartpulley dapat
d. Katrol 2 buah menjelaskan fenomena tentang hukum II
e. Neraca pegas 1 buah
f. Balok lintasan 1 buah Newton. Dan validasi kedua dilakukan oleh
g. Stopwatch 1 buah teman sejawat di mana diberikan angket
h. Tali Secukupnya
dengan aspek yang dinilai meliputi tampilan
Prinsip Kerja Alat:
alat, keterkaitan dengan bahan ajar,
Sebuah gaya total, F yang diberikan oleh
keakuratan dan efisiensi.
objek dengan massa, M akan menyebabkan
Alat praktikum yang berhasil
massa dalam mobil berpindah dengan
dikembangkan, kemudian diajukan kepada
percepatan, a. Dalam percobaan ini kereta
validator untuk divalidasi guna mendapatkan
dinamika dipercepat oleh tali yang melewati
saran dan masukan dari validator. Ketepatan
pemasangan komponen tali penghubung Pada tahap pengembangan dilakukan
kereta ketika melewati lintasan, dan kondisi oleh teman sejawat yaitu mahasiswa
lintasan papan kayu tanpa penghalang pendidikan fisika semester V UIN Sunan
membuat beban yang terdapat dalam trolly Gunung Djati Bandung. Tujuan dari
terjatuh saat melintas menjadi saran dari pengembangan awal ini adalah untuk
validator agar diperbaiki karena pada hal ini mengumpulkan informasi dan keterbacaan
membuat tingkat estetika alat berkurang. dari produk yang dikembangkan. Informasi
Berdasarkan hasil pengembangan, alat yang diperoleh dari pengembangan awal ini
praktikum yang telah dibuat memiliki kemudian digunakan untuk penyempurnaan
beberapa kelemahan antara lain: pengamatan produk. Pengembangan awal dilakukan
waktu relatif bergantung pada praktikan, dengan berdiskusi dengan subjek
jarak tempuh benda terbatas, tidak semua pengembangan awal untuk memperoleh data
materi hukum Newton dapat digunakan kekurangan dari produk. Subjek
dengan menerapkan alat praktikum hukum pengembangan awal ini diberi kebebasan
smart pulley ini. Kelebihan alat praktikum untuk memberikan pendapat dan penilaian
smart pulley yang dibuat diantaramya: bahan terhadap produk yang diujicobakan. Selain
yang digunakan mudah didapat, mudah itu uji coba produk ini dilakukan dengan 3
dipindah-pindah, alat mudah dirangkai. tahap, tahap pertama pemberian soal pretest,
tahap kedua kegiatan praktikum, tahap ketiga
4. Tahap perbaikan alat pemberian soal posttest.
Tahapan ini didasarkan pada tahapan Berikut adalah data hasil pretest-
validasi design alat, di mana setelah posttest pada materi hukum II Newton
mendapatkan saran, peneliti memperbaiki mahasiswa menggunakan media berupa alat
design media smart pulley. Perbaikannya praktikum smart pulley:
dilakukan di tampilan media smart pulley, Responden Pretest Posttest N-Gain
yaitu pada lintasan dengan menggunakan R-1 80,95 85,71 0,25
penghalang, agar ketika mobil melintas tidak R-2 76,19 80,95 0,20
membuat beban terjatuh ke samping. R-3 80,95 90,48 0,50
R-4 76,19 80,95 0,20
5. Tahap pengembangan awal Rata-rata 78,57 84,52 0,29
Pada tabel tersebut, dapat diketahui Keterangan:
bahwa terdapat peningkatan kompetensi KPM 1 = Menafsirkan
ketika menggunakan alat praktikum smart KPM 2 = Memberi contoh
pulley. Hal ini dapat dilihat melalui rata-rata KPM 3 = Mengklasifikasikan
pencapaian kompetensi pada soal pretest dan KPM 4 = Meringkas
posttest mahasiswa. Untuk nilai pretest, rata- KPM 5 = Menarik kesimpulan
ratanya adalah 78,57 dan posttest 84,52. KPM 6 = Membandingkan
Soal pretest dan posttest yang KPM 7 = Menjelaskan
digunakan merupakan soal pemahaman Berdasarkan grafik tersebut,
konsep yang mengacu pada materi hukum II didapatkan bahwa rata-rata hasil pencapaian
Newton. Butir soal disusun berdasarkan konsep tertinggi ada pada indikator
taksonomi bloom katagori memahami (C2) menafsirkan yaitu 100% dan pada
yang terdiri dari tujuh indikator yaitu kemampuan rata-rata terendah ada pada
menafsirkan, memberi contoh, indikator meringkas yaitu 70,83%.
mengklasifikasikan, meringkas, menarik Melihat hasil rekapitulasi data dari
kesimpulan, membandingkan, dan tabel dan grafik tersebut dapat dikatakan
menjaelaskan. Presentase kemampuan bahwa alat praktikum smart pulley dapat diuji
peserta didik dalam pemahaman konsep di lapangan untuk kemudian dapat gunakan
berdasarkan indikator dapat dilihat pada sebagai media pembelajaran pada materi
grafik dibawah ini: hukum II Newton.

6. Tahap Uji lapangan


Grafik rata-rata hasil pencapaian
konsep berdasarkan indikator Tahap uji coba lapangan dilakukan
120% 100% pada peserta didik di kelas X MAN 2
100% 87.50% 83.33%
75.00% 70.83% 79.17% 75.00%
Prosentase

80% Bandung dengan jumlah 10 responden. Uji


60% coba lapangan dilakukan di ruang kelas X
40%
20% dengan mengikuti rencangan pembelajaran
0%
yang telah dibuat. Uji coba lapangan
KPM KPM KPM KPM KPM KPM KPM
1 2 3 4 5 6 7 ditujukan untuk mengetahui kelayakan alat
Indikator Keterampilan Proses
Mahasiswa C2 praktikum yang telah dikembangkan. Data
yang diperoleh pada tahap uji coba Nilai Gain dan N-gain yang
pemakaian adalah sebagai berikut: dihasilkan oleh peserta didik ditunjukkan
a. Data pretest pada tabel berikut ini:
No. Responden Gain N-Gain
Responden Nilai
1. R-1 1,00 0,25
R-1 80,95 2. R-2 6,00 0,67
R-2 57,14 3. R-3 7,00 0,78
R-3 57,14 4. R-4 3,00 0,60
R-4 76,19 5. R-5 4,00 0,67
R-5 71,42 6. R-6 6,00 0,75
R-6 61,9 7. R-7 2,00 0,40
R-7 76,19 8. R-8 4,00 0,67
R-8 71,42 9. R-9 5,00 0,63
R-9 76,19 10. R-10 3,00 0,60
R-10 61,9 Rata-rata 4,10 0,60
Rata-rata 69,04 Peningkatan hasil belajar siswa dapat
dilihat berdasarkan nilai rata-rata N-gain.
Berdasarkan tabel di atas bahwa skor Nilai rata-rata N-gain yang diperoleh 0,60.
tertinggi yang diperoleh pada soal pretest Adapun untuk melihat sejauh mana
adalah 80,95 dan terendah adalah 57,14. kompetensi peserta didik pada materi hukum
b. Data posttest II Newton dapat diketahui melalui grafik
Responden Nilai pemahaman konsep berdasarkan indikator

R-1 85,71 pemahaman kompetensi C2 (memahami) di


R-2 85,71 bawah ini:
R-3 90,48
R-4 90,48 Grafik rata-rata hasil pencapaian
R-5 90,48 konsep berdasarkan indiktor
R-6 85,71 pencapaian kompetensi
R-7 90,48 120.00%
R-8 85,71
100.00%
R-9 90,48
Prosentase

80.00%
R-10 85,71
Rata-rata 88,09 60.00%

40.00%

Tabel di atas menunjukkan bahwa 20.00%

perolehan nilai tertinggi yaitu 90,48 dan 0.00%


KPS 1 KPS 2 KPS 3 KPS 4 KPS 5 KPS 6 KPS 7
terendah adalah 85,71.
Indikator Keterampilan Proses Siswa C2
mengalami peningkatan yang cukup
Keterangan: signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa alat
KPS 1 = Menafsirkan praktikum smart pulley layak digunakan
KPS 2 = Memberi contoh sebagai media penunjang dalam memahami
KPS 3 = Mengklasifikasikan konsep hukum II Newton.
KPS 4 = Meringkas c. Angket
KPS 5 = Menarik kesimpulan Setelah kegiatan praktikum dilakukan,
KPS 6 = Membandingkan siswa diberi angket yang digunakan untuk
KPS 7 = Menjelaskan mengetahui respons siswa setelah
Data grafik mengenai pencapaian menggunakan alat praktikum smart pulley.
konsep siswa pada materi hukum newton Berikut ini adalah hasil angket respons siswa
menggambarkan bahwa rata-rata tertinggi setelah menggunakan alat praktikum:
kompetensi peserta didik ada pada indikator
No Pertanyaan Prosentase
menafsirkan yaitu sekitar 96,67%, hal ini
Saya belum pernah
menjelaskan bahwa peserta didik dapat menggunakan alat
1 100%
menafsirkan fenomena yang berkaitan praktikum tentang hukum
II Newton
dengan hukum II Newton. Sedangkan Alat praktikum dapat
kompetensi terendah ada pada indikator membantu saya
2 menemukan konsep dasar 80%
mengklasifikasikan sekitar 66,67%. tentang hukum II
Berdasarkan tabel pretest, posttest Newton.
Dengan adanya alat
dan nilai N-gain didapatkan data bahwa praktikum, saya dapat
terjadi peningkatan pemahaman konsep 3 menganalisis konsep 85%
mengenai hukum II
peserta didik setelah menggunakan alat Newton
praktikum smart pulley. Di mana Alat praktikum dapat
membantu saya
peningkatan pemahaman konsep ini dapat menyelesaikan
4 90%
dilihat melalui rata-rata nilai pretest yaitu permasalahan yang
berkaitan dengan hukum
69,04, nilai posttest, yaitu 88,09 dan nilai N- II Newton.
gain 0,60. Selain itu dalam grafik indikator Dengan adanya alat
praktikum, dapat
pemahaman konsep C2 bahwa rata-rata 5 menambah pengetahuan 90%
terendah di atas 50% hal ini menandakan saya tentang penggunaan
konsep hukum II Newton
bahwa pengetahuan konsep peserta didik
Adanya alat praktikum Berdasarkan tabel grafik di atas, dapat
membuat saya
ditarik kesimpulan bahwa rata – rata respon
bersemangat untuk
6 memperdalam 90% peserta didik terhadap media praktikum
pengetahuan saya
sangat baik, hal ini dapat dibuktikan pada niai
mengenai materi hukum
Newton tentang gerak. atau rentan presentase respon peserta didik
Adanya alat praktikum tiap klue diatas 50%. Ini berarti bahwa media
dalam kegiatan praktikum
membuat saya tertarik praktikum yang di buat dapat membantu
7 75%
mencoba dan membuat meningkatkan pemahaman peserta didik
alat praktikum seperti
yang dicontohkan dalam materi hukum II Newton.
Dengan adanya alat 7. Revisi Produk Akhir
praktikum, saya lebih
8 bersemangat dalam 100% Berdasarkan hasil uji coba lapangan,
melakukan kegiatan peneliti masih menemukan berbagai
praktikum
Saya dapat menggunakan kekurangan dalam alat praktikum yang
9 alat praktikum dengan 100% dikembangkan, di antaranya adalah desain
mudah.
Saya dapat merangkai alat alat yang kurang menarik serta penggunaan
10 95%
praktikum dengan mudah. stopwatch melalui handpone. Kedua sebab
Saya mampu bekerja
sama dengan teman ini menjadikan kegiatan praktikum tidak
11 kelompok pada saat 80% berjalan secara efektif, olehkarenanya dalam
kegiatan praktikum
berlagsung revisi produk akhir ini peneliti melakukan
Saya dapat menganalisis desain ulang kembali alat praktikum dan
data hasil praktikum dari
12 hasil percobaan 75% menempatkan stopwatch digital di salahsatu
menggunakan alat sisi alat, sehingga memudahkan keterbacaan
praktikum dengan mudah.
Saya dapat perhitungan waktu tanpa harus membuka
mendiskusikan data hasil handpone terlebih dahulu.
13 80%
praktikum dengan teman
kelompok
Alat praktikum dapat KESIMPULAN
berfungsi dengan baik Berdasarkan analisis data secara
14 90%
selama kegiatan
praktikum berlangsung. umum dapat disimpulkan bahwa hasil
Saya tertarik dengan pengembangan alat praktikum smart pulley
tampilan keseluruhan dari
15 100% dinyatakan layak digunakan untuk
alat praktikum hukum II
Newton menunjang pembelajaran fisika pada materi
hukum II Newton. Alat praktikum smart [4] Malonzo, Cristy R., dan Maria Teresa M.
Fajardo 2017 Design and Evaluation
pulley yang dikembangkan memiliki
of Demonstration Tools for Newton’s
persentase kelayakan sebesar 88,67% dengan Law of Motion. American Journal of
kategori sangat baik. Hal ini menunjukkan Educational Research 5 (2): 155-160.

bahwa berdasarkan validitas kelayakan alat [5] Aslam, Syamsu, Darsikin, dan Unggul
Wahyono 2016 Pengembangan Alat
peraga percepatan benda dinyatakan layak
Praktikum Hukum Ohm Berbasis
digunakan. Berdasarkan hasil analisis uji Grafik Menggunakan Mikrokontrolel
coba lapangan alat praktikum smart pulley pada Mahasiswa Calon Guru Fisika.
Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako
terhadap 10 peserta didik MAN 2 Bandung, (JPFT) 4 (1): 21-26.
didapatkan nilai tertinggi sebesar 90,48 dan
[6] Amin, Wildan Hasyim, Darsikin, dan
terendah 85,71. Siswa memberikan respons Unggul Wahyono 2015 Analisis
sangat positif terhadap penggunaan alat Koherensi Konsep Hukum Newton
pada Siswa Kelas X SMA Negeri 5
praktikum smart pulley dalam kegiatan Palu. Jurnal Pendidikan Fisika
pembelajaran lebih dari 50%. Tadulako (JPFT) 3 (2): 40-45.
[7] Mustika, Indriyani 2011 Upaya
DAFTAR PUSTAKA Meningkatkan hasil belajar IPA
[1] Itza-Ortiz, Salomon F, Sanjay Rebello, Fisika melalui pembelajaran
dan Dean Zollman 2004 Students’ praktikum dengan memanfaatkan alat
models of Newton’s second law in dan bahan di lingkungan sekitar pada
mechanics and electromagnetism. siswa kelas VII SMPN 4 Kragan.
European Journal of Physics 81-89. JP2F 89-99.
[2] Ramadhan, Diajeng, Vina Sarevina, dan [8] Rochaeni, Siti, Desnita, dan Raihanati.
Raihanati 2016 Pengembangan alat 2015. "Pengembangan Alat Peraga
praktikum viskometer metode bola Fisika SMA Materi Hukum II
jatuh bebas berbasis sensor efek hall Newton." E-Journal 4: 71-75.
UGN3503 sebagai media
pembelajaran fisika. E-Journal [9] Salisa Nun Shiha, Prabowo 2014
SNF2016 7-10. Pengembangan Alat Peraga
Percepatan Benda Untuk Menunjang
[3] Triyanto, Eko, Sri Anitah, dan Nunuk Pembelajaran Fisika Pada Materi
Suryani 2013 Peran Kepemimpinan Hukum Newton Tentang Gerak.
Sekolah dalam pemanfaatan media Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika
pembelajaran sebagai upaya (JIPF) 180-184.
peningkatan kualitas pembelajaran.
Jurnal Teknologi Pendidikan 1 (2): [10] Arslan, Aysegül Saglam, dan Yasemin
226-238. Devecioglu 2010 Student teachers’
levels of understanding and model of
understanding about Newton's laws
of motion. Asia-Pacific Forum on
Science Learning and Teaching 11
(1).
[11] Sornkhatha, Prapaporn, dan Niwat
Srisawasdi. 2013 Supporting
Conceptual Development in
Newton’s Laws of Motion using an
Interactive Computer-Simulated
Laboratory Environment. Procedia
Social and Behavioral Sciences 93:
2010-2014.
[12]Dias, Marco Adriano ,
Paulo Simeão Carvalho dan
Deise Miranda Vianna 2016 Using
image modelling to teach Newton’s
Laws with the Ollie trick. Phys. Educ
51: 1-6.
[13] Alias, Siti Nursaila, dan Faridah Ibrahim
2016 A Preliminary Study of
Students' Problems on Newton Law's.
International Journal of Business and
Social Science 7 (4): 133-139.