Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG


Remaja adalah makhluk sosial yang membutuhkan perhatian dalam setiap
tumbuh kembangnya. Masa remaja sering disebut sebagai masa transisi. Sebab, di
masa ini seseorang akan beralih dari masa anak-anak ke masa dewasa. Banyak
sekali yang terjadi dalam perkembangan remaja, diantaranya yaitu perkembangan
fisik dan intelektual yang akan diuraikan dalam makalah ini.
Salah satu segi perkembangan yang cukup pesat dan nampak dari luar
adalah perkembangan fisik pada masa remaja. Pada masa awal remaja (usia
SLTP) anak-anak ini nampak postur tubuhnya tinggi-tinggi tetapi kurus. Lengan
kaki dan leher mereka panjang-panjang, kemudian berat badan mereka mengikuti
dan pada akhir masa remaja, proporsi tinggi dan berat badan mereka seimbang.
Pada usia 11-12 tahun tinggi badan anak laki-laki dan anak wanita tidak jauh
berbeda, pada usia 12-13 tahun pertambahan tinggi badan anak wanita lebih cepat
dibandingkan anak laki-laki, tetapi pada usia 14-15 tahun anak laki-laki akan
mengejarnya,sehingga ada usia 18-19 tahun tinggi badan anak laki-laki jauh dari
anak wanita, lebih tinggi sekitar 7 -10cm.
Pikiran remaja sering dipengaruhi oleh ide-ide dan teori-teori yang
menyebabkan sikap kritis terhadap situasi dan orang tua. Setiap pendapat orang
tua dibandingkan dengan teori yang diikuti atau diharapkan. Sikap kritis ini juga
ditunjukkan dalam hal-hal yang sudah umum baginya pada masa sebelumnya,
sehingga tata cara, adat istiadat yang berlaku di lingkungan keluarga sering terjadi
adanya pertentangan dengan sikap kritis yang tampak pada perilakunya.

1.2. RUMUSAN MASALAH


a) Bagaimana perkembangan fisik pada remaja?
b) Faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan fisik remaja?
c) Bagaimana perkembangan intelektual pada remaja?
d) Tahap apa saja yang dialami dalam perkembangan intelektual pada remaja?

1
1.3. TUJUAN
1.3.1. Tujuan Umum
a) Mampu mendeskripsikan perkembangan remaja secara umum.
b) Mampu menjelaskan perkembangan fisik dan perkembangan intelektual remaja.
1.3.2. Tujuan Khusus
a) Menjelaskan perkembangan fisik remaja usia sekolah menengah.
b) Mengetahui perbedaan fisik remaja perempuan dan laki-laki.
c) Menjelaskan perkembangan intelektual remaja usia sekolah menengah.
d) Memahami teori-teori perkembangan intelektual.

2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. PERKEMBANGAN FISIK

Pada usia sekolah menengah yaitu SLTP dan SLTA, anak berada pada
masa remaja atau pubertas atau adolesen. Masa remaja masa perlalihan antara
masa kanak-kanak dengan dewasa.
Salah satu segi perkembangan yang cukup pesat dan nampak dari luar
adalah perkembangan fisik pada masa remaja. Pada masa awal remaja (usia
SLTP) anak-anak ini nampak postur tubuhnya tinggi-tinggi tetapi kurus. Lengan
kaki dan leher mereka panjang-panjang, kemudian berat badan mereka mengikuti
dan pada akhir masa remaja, proporsi tinggi dan berat badan mereka seimbang.
Pada usia 11-12 tahun tinggi badan anak laki-laki dan anak wanita tidak jauh
berbeda, pada usia 12-13 tahun pertambahan tinggi badan anak wanita lebih cepat
dibandingkan anak laki-laki, tetapi pada usia 14-15 tahun anak laki-laki akan
mengejarnya,sehingga ada usia 18-19 tahun tinggi badan anak laki-laki jauh dari
anak wanita, lebih tinggi sekitar 7 -10cm.
Selain terjadi pertambahan tinggi badan yang sangat cepat pada masa
remaja berlangsung perkembangan seksual yang cepat pula. Pada awal masa
remaja anak wanita mulai mengalami menstruasi dan laki-laki mengalami mimpi
basah, dan pengalaman ini merupakan tanda bahwa mereka telah memasuki masa
kematangan seksual. Selanjutnya, ciri-ciri kelamin sekunder berkenaan dengan
tumbuhnya bulu-bulu lada seluruh badan, perubahan suara semakin rendah-besar
(lebih-lebih pada pria), memperbesarnya buah dada pada wanita , dan tumbuhnya
jakun pada pria.
Masih dalam kaitan dengan perkembangan fisik, pada masa remaja juga
terjadi perkembangan hormon seksual yang disesuaikan oleh kelenjar endokrin
yang masuk ke dalam darah. Hormon yang terpenting yang berkaitan dengan
perkembangan kehidupan seksual adalah testeron dan estrogen. Keduanya ada,
pada pria dan wanita, tetapi konsentrasi yang tinggi dari testerone ada pada pria,
sehingga sering disebt sebagai hormon kepriaan dan estrogen terkonsentrasi tinggi

3
pada wanita disebut hormon kewanitaan. Memang kedua jenis hormon terseubt
mempengaruhi perkembangan karakteristik kepriaan dan kewanitaan.
Testeron merangasang pertumbuhan oto dan tulang-tulang, baik pada pria
dan wanita. Sampai dengan usia sekolah dasar pertumbuhan otot dan tulang
keduanya sama, tetapi pada masa remaja terdapat perbedaan. Pertumbuhan otot-
otot dan tulang-tulang pria lebih besar dan panjang dari wanita.
Estrogen merangsang pertambahan penyimpanan lemak di bawah kulit dan
mendrong pematangan tulang-tulang, sehingga mencapai bentuk dan kekuatan
sebagai orang dewasa. Dalam usia sekolah dasar pra dan wanita dengan
rangsangan estrogen memiliki jumlah lemak yang hamir sama, sekitar 1/5 dari
tubuhnya, tetapi pada masa pubertas, pertambahannya menjadi berbeda.
Abin Syamsudin Makmun (1996:92) memtakan perbedaan profil
perkembangan fisik dan perilaku prikomotorik antara remaja awal dengan remaja
akhir seperti tampak pada tabel berikut :
NO SISWA SLTP ( REMAJA AWAL) SISWA SLTA (REMAJA AKHIR)
1 Laju perkembangan secara umum Laju perkembangan secara umum
berlangsung secara cepat. kembali menurun, sangan lambat.
2 Proporsi ukuran tinggi dan berat bdan Proporsi ukuran tinggi dan berat badab
sering kurang seimbang lebih seimbang mendekati kekuatan
tubuh orang dewasa.
3 Munculnya ciri-ciri sekunder, disetrtai Siap berfungsi organ-organ reprodukti
mulai aktifitnya sekresi kelenjar jenis seperti pada orang yang sudah dewasa.
4 Gerak-gerik tampak canggung dan Gerak-gerik mulai mantap
kurang terkoordiasi
5 Aktif dalam berbagai cabang, permainan Jenis dan jumlah cabang permanian
yang dicobanya lebih selektif dan terbatas ada
keterampilan yang menunjang kepada
persiapan kerja

2.1.1. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Fisik


Ada sejumlah faktor yang memperngaruhi pertumbuhan fisik individu yaitu
sebagai berikut :

4
1. Faktor Internal
a) Sifat jasmaniah yang diwariskan dari orangtuanya
Anak yang ayah dan ibunya bertubuh tinggi cenderung lebih keras menjadi tinggi
dari pada anak yang berasal dari orangtua yang bertumbuh pendek.
b) Kematangan
Secara sepintas, pertumbuhan fisik seolah-oalh seperti sudah direncanakan oleh
faktor kematangan. Meskipun anak itu diberi makanan yang bergizi tinggi, tetapi
kalai saat kematangan belum sampai, pertumbuhan akan tertunda.

2. Faktor Eksternal
a) Kesehatan
Anak yang sering sakit-saktian pertumbuhan fisiknya akan terhambat.
b) Makanan
Anak yang kurang gizi pertumbuhanya akan terhambat dan sebaliknya.
c) Stimulasi lingkungan
Individu yang tubuhnya sering dilatih percepatan pertumbuhannya akan berbeda
dengan yang tidak pernah mendapat latihan.

2.2. PERKEMBANGAN INTELEKTUAL


Menurut English & English dalam bukuya “A Comprehensive Dictionary
of Psychoanalitical Terms (dalam Sunarto, 2002), istilah intellect bearti (1)
kekuatan mental di mana manusia dapat berpikir, (2) suatu rumpun nama untuk
proses kognitif, terutama untuk aktivitas yang berkenaan dengan berpikir,
(misalnya untuk menghubungkan, menimbang, dan memahami), serta (3)
kecakapan yang tinggi untuk berpikir.
Selanjutnya Mahfudin Shalahudin (1989) menyatakan bahwa “intelek”
adalah akal budi atau inteligensi yang bearti kemampuan untuk meletakkan
hubungan dari proses berfikir. Menurut William Stern, salah seorang pelopor
dalam penelitian intelegensi menyatakan bahwa inteligensi adalah kemampuan
untuk menggunakan secara tepat alat-alat bantu dan pikiran guna menyesuaikan
diri terhadap tuntutan-tuntutan baru. Sedangka menurut Leis Hedison Terman
berpendapat bahwa inteligensi adalah kesanggupan untuk belajar secara abstrak.

5
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian intelek
tidak berbeda dengan pengertian inteligensi yang memiliki arti kemampuan untuk
melakukan abstraksi, serta berpikir logis dan cepat sehingga dapat bergerak dan
menyesuaikan diri terhadap situasi baru.
Sejalan dengan perkembangan fisik yang cepat, berkembang pula
kemampuan intelektual berpikirnya. Berkembangnya kemampuan berfikir formal
operasional pada remaja ditandai dengan 3 hal penting, yaitu:
1. Anak mulai mampu melihat (berpikir) tentang kemungkinan-kemungkinan.
2. Anak telah mampu berpikir ilmiah
3. Remaja telah mampu memadukan ide-ide secara logis.

Berikut ini disajikan perbedaan perkembangan intelektual antara siswa SLTP


dengan siswa SLTA dari pengayaan Abin Syamsudi Makmun (1996:92):
Perbedaan Profil Perkembangan Intelektual
Antara Siswa SLTP dengan Siswa SLTA
NO Siswa SLTP (Remaja Awal) Siswa SLTA (Remaja Akhir)
1 Proses berpikirnya sudah mampu Sudah mampu mengoperasikan
mengoperasikan kaidah-kaidah kaidah-kaidah logika formal disertai
logika formal (asosiasi, kemampuan membuat generalisasi
differensiasi, komparasi, dan yang lebih konklusif dan
kausalitas) dalam ide-ide atau komprehensif
pemikiran abstrak (meskipun
relative terbatas)
2 Kecakapan dasar umum (general Tercapainya titik puncak
intelligence) menjalani laju (kedewasaan intelektual umum,
perkembangan yang yang mungkin ada pertambahan
terpesat(terutama bagi yang belajar yang sangat terbatas bagi yang terus
di sekolah) bersekolah)
3 Kecakapan dasar khusus (bakat atau Kecenderungan bakat tertentu
attitude) mulai menunjukkan mencapai titik puncak dan
kecenderungan-kecenderungan kemantapannya.
lebih jelas

6
2.2.1.Tahapan Perkembangan Intelek/Kognitif
Jean Piaget (Bybee and Sun, 1982) membagi perkembangan
intelek/kognitif menjadi empat tahapan, yaitu sebagai berikut:
1. Tahap Sensori-Motoris (0-2 tahun)
Menurut Piaget(Bybee and Sun, 1982-27), pada tahap ini interaksi anak dengan
lingkungannya, termasuk orangtuanya, terutama dilakukan melakukan perasaan
dan otot-ototnya. Interaksi ini terutama diarahkan oleh sensasi-sensasi dari
lingkungannya. Dalam melakukan interaksi dengan lingkungan dan orangtuanya,
anak mengembangkan kemampuannya untuk mempersepsi, melakukan sentuhan-
sentuhan, melakukan berbagai gerakan, dan secara perlahan-lahan belajar
mengkoordinasikan tindakan-tindakannya.
2. Tahap Praoperasional (2-7 tahun)
Tahap ini disebut juga tahap intuisi, karena perkembangan kognitifnya
memperlihatkan kecenderungan yang ditandai oleh suasana intuitif. Menurut
Piaget (Bybee and Sun,1982:29), pada tahap ini anak sangat bersifat egosentris
sehingga seringkali mengalami masalah dalam berinteraksi dengan
lingkungannya, termasuk dengan orang tuanya. Dalam berinteraksi dengan orang
lain, anak cenderung sulit untuk memahami pandangan orang lain dan lebih
banyak mengutamakan pandangannya sendiri. Ia masih sulit untuk membaca
kesempatan atau kemungkinan-kemungkinan karena masih unya anggapan bahwa
hanya ada satu kebenaran atau peristiwa dalam setiap situasi.
3. Tahap Operasional Konkret(7-11 tahun)
Pada tahap ini, menurut Piaget, interaksinya dengan lingkungannya termsuk
dengan orang tuanya sudah semakin berkembang dengan baik karena
egosentrisnya sudah semakin berkurang. Anak sudah dapat mengamati,
emnimbag, mengevaluasi dan menjelaskan pikiran-pikiran orang lain dalam cara-
cara yang kurang egosentris dan lebih objektif.
4. Tahap Operasional Formal(11 tahun keatas)
Pada masa ini anak telah mampu mewujudkan suatu keseluruhan dalam
pekerjaannya yang merupakan hasil berpikir logis. Menurut Piaget, pada tahap ini
anak berinteraksi dengan lingkungan sudah amat luas, menjangkau banyak teman
sebayanya bahkan berusaha untuk dapat berinteraksi dengan orang dewasa.

7
2.1.2.Karakteristik Perkembangan Intelek/Kognitif
Adapun karakteristik setiap tahapan perkembangan intelek tersebut adalah
sebagai berikut:
1. Karakteristik Tahap Sensori-Motoris
a) Sebagian tindakannya masih bersifat naluriah
b) Aktivitas pengalaman didasarkan terutama pada pengalaman indera
c) Individu baru mampu melihat dan meresapi pengalaman, tetapi belum mampu
untuk mengkategorikan pengalaman.
d) Individu mulai belajar menangani objek-objek konkret melalui skema-skema
sensori-motorisnya.
2. Karakteristik Tahap Praoperasional
a) Individu telah mengkombinasikan dan mentransformasikan berbagai informasi
b) Individu telah mampu mengemukakan alasan-alasan dalam menyatakan ide-ide
c) Individu telah mengerti adanya hubungan sebab-akibat dalam suatu peristiwa
konkret, meskipun logika hubungan sebab akibat belum tepat
d) Cara berpikir individu bersifat egosentris ditandai oleh tingkah laku: (a) berpikir
imajinatif, (b) berbahasa egosentris, (c) memiliki aku yang tinggi, (d)
menampakkan bahasa mulai pesat
3. Karakteristik Tahap Operasional Konkret
Tahap Operasional Konkret ditandai dengan karakteristik menonjol bahwa segala
sesuatu dipahami sebagaimana yang tampak saja atau sebagaimana kenyataan
yang mereka alami.
4. Karakteristik Tahap Operasional Formal
a) Individu dapat mencapai logika dan rasio serta dapat menggunakan abstraksi
b) Individu mulai mampu berpikir logis dengan objek-objek yang abstrak
c) Individu mulai mampu memecahkan persoalan-persoalan yang bersifat hipotesis
d) Individu mulai mampu membuat pikiran (forecasting) di masa depan
e) Individu mulai mampu untuk mengintropeksi diri sendiri sehingga kesadaran
diri sendiri tercapai
f) Indivodu mulai mampu membayangkan peranan-peranan yang akan diperankan
sebagai orang dewasa

8
g) Individu mulai mampu untuk menyadari diri mempertahankan kepentingan
masyarakat di lingkungannya dan seorang dalam masyarakat tersebut.
Menurut teori Piaget, remaja termotivasi untuk memahami dunianya karena
hal ini merupakan suatu bentuk adaptasi biologisnya. Remaja secara aktif
mengkontruksikan dunia kognitifnya sendiri; dengan demikian informasi-
informasi dari lingkungan tidak hanya sekedar dituangkan dalam pikiran mereka.
2.1.3. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Intelektual
Perkembangan intelektual dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu :
1. Faktor Hereditas
Semenjak dalam kandungan, anak telah memiliki sifat-sifat yang menentukan
daya kerja intelektualnya.Secara potensial anak telah membawa kemungkinan,
apakah akan menjadi kemampuan berpikir setaraf normal, di atas normal, atau
dibawah normal. Namun, potensi ini tidak akan berkembang atau terwujud secara
optimal apabila lingkungan tidak memberi kesempatan untuk berkembang. Oleh
karena itu, peran lingkungan sangat menentukan perkembangan intelektual anak.
2. Faktor Lingkungan
Ada dua unsur lingkungan yang sangat penting perannya dalam mempengaruhi
perkembangan intelektual anak, yaitu:
a) Keluarga
Intervensi yang paling penting dilakukan oleh keluarga atau orang tua adalah
memberikan pengalaman kepada anak dalam berbagai bidang kehidupan sehingga
anak memiliki informasi yang banyak yang merupakan alat bagi anak untuk
berpikir. Cara-cara yang digunakan misalnya memberi kesempatan kepada anak
untuk merealisasikan ide-idenya, menghargai ide-ide anak tersebut, memuaskan
dorongan keingin tahuan anak dengan jalan seperti menyediakan bacaan, alat-alat
keterampilan, dan lain-lain.
b) Sekolah
Sekolah adalah lembaga formal yang diberi tanggung jawab untuk meningkatkan
perkembangan anak termasuk perkembangan berpikir anak. Dalam hal ini, guru
hendaknya menyadari bahwa perkembangan intelektual anak terletak di
tangannya. Bbeberapa cara diantaranya sebagai berikut :
Menciptakan interaksi atau hubungan yang akarab dengan peserta didik.

9
Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk berdialog dengan orang-
orang yang ahli dan berpengalaman dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan
Menjaga dan meningkatkan pertumbuhan fisik anak.
Meningkatkan kemampuan berbahasa peserta didik.

10
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Masa remaja merupakan masa transisi dari masa anak-anak ke masa dewasa,
dimana dalam masa ini anak sangat membutuhkan perhatian yang lebih dari
orangtua maupun dari lingkungannya dalam perkembangan fisik dan intelektual
anak.
Pada masa remaja juga terjadi perkembangan hormon seksual yang
disesuaikan oleh kelenjar endokrin yang masuk ke dalam darah. Hormon yang
terpenting yang berkaitan dengan perkembangan kehidupan seksual adalah
testeron dan estrogen. Keduanya ada, pada pria dan wanita, tetapi konsentrasi
yang tinggi dari testerone ada pada pria, sehingga sering disebt sebagai hormon
kepriaan dan estrogen terkonsentrasi tinggi pada wanita disebut hormon
kewanitaan. Memang kedua jenis hormon terseubt mempengaruhi perkembangan
karakteristik kepriaan dan kewanitaan.
Sejalan dengan perkembangan fisik yang cepat, berkembang pula kemampuan
intelektual berpikirnya. Berkembangnya kemampuan berfikir formal operasional
pada remaja ditandai dengan 3 hal penting, yaitu:
1. Anak mulai mampu melihat (berpikir) tentang kemungkinan-kemungkinan.
2. Anak telah mampu berpikir ilmiah
3. Remaja telah mampu memadukan ide-ide secara logis.

11
DAFTAR PUSTAKA

Ali, Muhamad. Psikologi remaja.Bandung:Bumi Aksara,2005.

Darajath, Zakiah. Peran Agama Dalam Kesehatan Mental, Gunung Agung,


Jakarta, 1970
Dunia Psikologi : Teori perkembangan masa remaja

Ening . Remaja, Problematika, Solusinya, Perkembangan Remaja, Masa Remaja.


Jakarta:Sinar Mas,2010

F.J.Monk dkk. psikologi perkembangan,Yogyakarta:Gadjah Mada


University Press,2004

Hurlock, Elizabeth B. Psikologi Perkembangan. Jakarta : Erlangga, 1980.

Hurlock, Elizabeth B. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang


Rentan Kehidupan, Jakarta :Erlangga, 1992.

Huston, A.C.,Child Devlompment and Personality. New York : Harper and Row
Publiser,1989

I,Muhamad. Psikologi Remaja.Bandung :Bumi Aksara,2005.

Kartini Kartono. Psikologi Sosial 2, Kenakalan Remaja. Jakarta : Rajawali, 1989.

Kusmiran, Eny. Kesehatan Reproduksi remaja dan Wanita. Bandung : Salemba


Medika, 2011.

Mapiare. Psikologi Masa Remaja. Surabaya : Usaha Nasional,1984

Mari’at, Samsunuwiyati. Psikologi Perkembangan. Bandung :Remaja Rosda


Karya,2005.

Muhibbin Syah. Psikologi Pendidikan. Bandung: Rosda Karya, 1997.

Sunaryo. Psikologi untuk Keperawatan. Jakarta:EGC,2004.


Syarif, Kemali. 2015. Perkembangan Peserta Didik. Medan : Unimed Press
Pigaet. The Construction of Reality in the Child. New York: Inc ,2001

12
KATA PENGANTAR

Puji Syukur Kami Panjatkan Kepada Tuhan Yang Maha Esa Karena Atas
Rahmat Dan Karunianya lah Kami Dapat Menyelesaikan Tugas Makalah Tentang
Mengenal dan Memahami Rukun Iman dalam Ajaran Islam ini dengan baik. Tak
lupa pula kami berterima kasih kepada dosen mata kuliah. Pembuatan tugas ini
merupakan sarana bagi kami untuk manambah wawasan dan pengetahuan.

Kami menyadari pembuatan makalah ini masih jauh dari kata sempurna,
oleh sebab itu saran dan kritik yang membangun sangat kami harapkan, demi
perbaikan makalah ini. Semoga makalah ini dapat berguna dan bermanfaat. Akhir
kata kami ucapkan terimakasih.

Banjarbaru, Maret 2017

Penyusun

13
i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ................................................................................................. i


Daftar Isi........................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 1
1.1 Latar Belakang .............................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ......................................................................... 1
1.3 Tujuan............................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN ............................................................................... 3
2.1 Perkembangan Fisik ...................................................................... 3
2.1.1. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik............... 4
1. Faktor Internal ............................................................................... 5
2. Faktor Eksternal ............................................................................ 5
2.2 Perkembangan Intelektual .............................................................. 5
2.2.1. Tahap perkembangan intelek/kognitif ........................................ 7
1. Tahap Sensori-Motoris (0-2 tahun) ............................................... 7
2. Tahap Praoperasional (2-7 tahun) ................................................. 7
3. Tahap Operasional Konkret (7-11 tahum) .................................... 7
4. Tahap Operasional Formal (11 tahun keatas) ............................... 7
2.1.2. Karakteristik perkembangan intelek/kognitif ............................. 8
1. Karakteristik Tahap Sensori-Motoris ............................................ 8
2. Karakteristik Praoperasional ......................................................... 8
3. Karakteristik Tahap Operasional Konkret .................................... 8
4. Karakteristik Tahap Operasional Formal ...................................... 8
2.1.3. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan intelektual .. 9
1. Faktor Hereditas ............................................................................ 9
2. Faktor Lingkungan ........................................................................ 9
BAB III PENUTUP ........................................................................................ 11
A. Kesimpulan .................................................................................. 11
DAFTAR PUSAKA ........................................................................................ 12

ii
14