Anda di halaman 1dari 5

Nama : Shara Zetiara (123.14.

00005)
MK : Perumahan dan Permukiman
Tugas 2 : Menginventarisasi Tipologi Perumahan dan Permukiman

Inventarisasi Tipologi Perumahan dan Permukiman


Perumahan dan permukiman merupakan kebutuhan dasar manusia. Perumahan beserta
prasarana pendukungnya merupakan pencerminan dari jati diri manusia, baik secara
perseorangan maupun dalam suatu kesatuan dan kebersamaan serta keserasian dengan
lingkungan sekitarnya. Perumahan dan permukiman juga mempunyai peranan yang
sangat strategis dalam pembentukan watak serta kepribadian bangsa, sehingga perlu
dibina dan dikembangkan demi kelangsungan serta peningkatan kehidupan dan
penghidupan masyarakat.
Penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman adalah kegiatan perencanaan,
pembangunan, pemanfaatan, dan pengendalian, termasuk di dalamnya pengembangan
kelembagaan, pendanaan dan sistem pembiayaan, serta peran masyarakat yang
terkoordinasi dan terpadu.
Perumahan dan kawasan permukiman diselenggarakan dengan berasaskan :
a) Kesejahteraan
b) Keadilan dan pemerataan
c) Kenasionalan
d) Keefisienan dan kemanfaatan
e) Keterjangkauan dan kemudahan
f) Kemandirian dan kebersamaan
g) Kemitraan
h) Keserasian dan keseimbangan
i) Keterpaduan
j) Kesehatan
k) Kelestarian dan keberlanjutan
l) Keselamatan, keamanan, ketertiban, dan keteraturan.
Perumahan dan kawasan permukiman diselenggarakan untuk :
a) Memberikan kepastian hukum dalam penyelenggaraan perumahan dan kawasan
permukiman
b) Mendukung penataan dan pengembangan wilayah serta penyebaran penduduk yang
proporsional melalui pertumbuhan lingkungan hunian dan kawasan permukiman
sesuai dengan tata ruang untuk mewujudkan keseimbangan kepentingan, terutama
bagi MBR.
c) Meningkatkan daya guna dan hasil guna sumber daya alam bagi pembangunan
perumahan dengan tetap memperhatikan kelestarian fungsi lingkungan, baik
dikawasan perkotaan maupun kawasan perdesaan.
d) Memberdayakan para pemangku kepentingan bidang pembangunan perumahan dan
kawasan permukiman
e) Menunjang pembangunan di bidang ekonomi, sosial, dan budaya
f) Menjamin terwujudnya rumah yang layak huni dan terjangkau dalam lingkungan yang
sehat, aman, serasi, teratur, terencana, terpadu, dan berkelanjutan.

Perumahan di perkotaan dapat dilihat dari bermacam-macam aspek. Setiap aspek ini
memperlihatkan tipe-tipe perumahan yang umum ditemui di perkotaan besar seperti
Jakarta. Menurut Sulistiyani (2002), aspek-aspek tersebut antara lain :
1. Aspek kualitas fiskal
- Tipe rumah mewah (berada di tengah kota) maupun kawasan real estate.
- Tipe rumah sederhana
- Tipe rumah sangat sederhana
2. Aspek kesehatan rumah
- Tipe rumah sehat
- Tipe rumah kurang sehat
- Tipe rumah tidak sehat
3. Aspek perizinan bangunan
- Tipe rumah yang memiliki IMB
- Tipe rumah spontan (tidak memiliki IMB)
4. Aspek kapasitas
- Tipe condominium (tipe rumah susun mewah/apartement)
- Tipe flat (tipe rumah susun sederhana)
5. Aspek kepemilikan rumah
- Tipe rumah milik pribadi
- Tipe hak guna bangunan
- Tipe rumah sewa

Adapun tipologi perumahan menurut SNI 03-1733-2004, yaitu :


a) Rumah Tunggal (hunian tidak bertingkat). Rumah kediaman yang mempunyai persil
sendiri dan salah satu dinding bangunan induknya tidak dibangun tepat pada batas
persil.
b) Rumah Kopel (hunian gandeng dua). Dua buah tempat kediaman lengkap, dimana
salah satu sisi bangunan induknya menyatu dengan sisi satu bangunan lain atau
satu tempat kediaman lain, dan masing-masing mempunyai persil sendiri.
c) Rumah Deret (hunian gandeng banyak). Beberapa tempat kediaman lengkap dimana
satu atau lebih dari sisi bangunan induknya menyatu dengan sisi satu atau lebih
bangunan lain atau tempat kediaman lain, tetapi masing-masing mempunyai persil
sendiri.
d) Rumah Susun (hunian bertingkat). Bangunan gedung bertingkat yang dibangun
dalam suatu lingkungan yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara
fungsional dalam arah horizontal maupun vertikal dan merupakan satuan-satuan
yang masing-masing dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah, terutama
untuk tempat hunian, yang dilengkapi dengan bagian-bersama, benda bersama dan
tanah bersama.
Selain itu, Tipologi Perumahan di Perkotaan diantaranya :
- Perumahan yang direncanakan sepenuhnya (real estate, perumnas)
- Perumahan di rencanakan sebagian (site and services)
- Perumahan tumbuh spontan & incremental
- Perumahan kampung yang mengalami pemadatan dan pertumbuhan.

Tipologi perumahan berdasarkan pola jalan yang digunakan :


- Pola Linear
- Pola Curva Linear
- Pola Grid Iron / Papan Catur
- Pola Radial
- Grid Radial
Tipologi perumahan dalam kavling :
- Rumah tunggal : Bangunan Tunggal adalah bangunan yang harus memiliki jarak bebas
dengan batas perpetakan atau batas pekarangan pada sisi samping dan belakang.
- Rumah kopel : Rumah Kopel adalah rumah yang berpasangan (berhimpitan), biasanya
satu atap, terdiri atas lebih dari satu rumah; rumah petak.
- Rumah deret : Bangunan Deret/Rapat adalah bangunan yang diperbolehkan rapat
dengan batas perpetakan atau batas pekarangan pada sisi samping.

Sedangkan tipologi permukiman dapat dibedakan dalam 5 kelompok, yaitu :


1. Permukiman berdasarkan Karakteristik Ukuran
- Permukiman Tunggal (Homogen) adalah sebuah permukiman yang terdiri
dari kumpulan unit yang kohesif seperti : permukiman petani, permukiman
militer, permukiman biara dll.
- Permukiman Campuran (Heterogen) adalah sebuah permukiman yang terdiri
dari banyak kumpulan unit yang kohesif dan ada campuran dengan unit lain
seperti perumahan petani dengan perumahan militer.
2. Permukiman berdasarkan Permanencya.
- Permukiman Temporer (sementara). Contoh : penampungan korban tsunami,
penampunga korban gempa bumi, penampungan korban kebakaran.
- Permukiman Permanen (tetap). Contoh : permukiman transmigrasi, permukiman
anggota DPR, permukiman buruh pabrik, permukiman nelayan.
3. Permukiman berdasarkan Metoda Penciptaan Permukiman
- Permukiman Natural (Alami / Tidak Terencana) Contoh : Permukiman
sepanjang bantaran sungai, bantaran rel kereta api, permukiman kumuh di
pusat kota, permukiman nelayan di pesisir pantai
- Permukiman Terencana Contoh : Permukiman Pantai Indah Kapuk,
Permukiman Kelapa Gading Permai, Permukiman Bumi Serpong Damai dll
4. Permukiman berdasarkan Fungsi dan Tujuan.
- Permukiman Rural (Perdesaan). Contoh : Permukiman Nomaden (berpindah-
pindah/temporer), Permukiman Semi Nomanen/Semi Permanen, Permukiman
One Family Permanent (suku terasing), Permukiman Komposit Permanen.
5. Permukiman berdasarkan Karakteristik Ukuran, Fungsi, Struktur dan Bentuk
darijaman primitive sampai jaman modern.
- Permukiman Nomaden
- Permukiman Campuran (Urban-agricultural)
- Towns dan Cities
- Metropolise
- Dinapolis
- Dynametropolis
- Megalopolis
- Eunocopolis

Dilihat dari elemen-elemen permukiman adalah sebagai berikut :


a) Alam Lingkungan (nature). Keadaan geologi, kondisi topografi, kondisi tanah,
hidrografi, flora dan fauna serta iklim.
b) Manusia (man). Kebutuhan biologi, ruang, udara dan suhu, perasaan dan penglihatan,
kebutuhan emosi (hubungan sosial,keamanan dan keindahan), nilai moral.
c) Masyarakat (society). Komposisi jumlah dan kepadatan penduduk, strata sosial, pola-
pola kebudayaan, pertumbuhan ekonomi, tingkat pendidikan, tingkat kesehatan dan
kesejahtraan, hukum dan administrasi.
d) Sarana (shells). Perumahan, pelayanan masyarakat (sekolah, rumah sakit), pertokoan
dan pasar, fasilitas rekreasi (teater,museum,stadion), pusat pemerintahan,pusat
pelayanan informasi.
e) Jaringan Prasarana (Networks). Air bersih, listrik, jaringan transportasi (jalan, jalur
kereta api), sistem komunikasi, saluran air kotor, lay out lingkungan (pola
lingkungan).

Sumber :
1. Ambar Teguh Sulistiyani, Problema & Kebijakan Perumahan di Perkotaan.
2. Etty R Kridarso, Dasar-Dasar Permukiman dan Perkotaan. Jurusan Arsitektur. Universitas Trisakti.
3. UU No. 1 Tahun 2011 Tentang Perumahan dan Permukiman.
4. SNI 03-1733-2004