Anda di halaman 1dari 14

GARIS-GARIS BESAR PROGAM PEMBELAJARAN (GBPP)

Program Studi : SI Keperawatan


Kode Mata Kuliah : SP0206
Nama Mata Kuliah : Ilmu Sosial Dasar
Jumlah SKS : 2 SKS
Semester : II
Pengampu :

A. Deskripsi Mata Kuliah :


Mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) adalah salah satu dari mata kuliah kelompok Matakuliah Berkehidupan
Bermasyarakat (MBB) di perguruan tinggi . Visi kelompok MBB di perguruan tinggi merupakan sumber nilai dan pedoman
bagi penyelenggaraaan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan: kepribadian, kepekaan sosial,
kemampuan hidup bermasyarakat, pengetahuan tentang pelestarian, pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan hidup, dan
mempunyai wawasan tentang perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Misi kelompok MBB di perguruan tinggi
membantu menumbuhkembangkan: daya kritis, daya kreatif, apresiasi, dan kepekaan mahasiswa terhadap nilai-nilai sosial dan
budaya demi memantapkan kepribadiaannya sebagi bekal hidup bermasyarakat selaku individu dan mahluk sosial yang: (a)
bersifat demokratis, berkeadaban, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, bermartabat serta peduli terhadap pelestarian
sumber daya alam dan lingkungan hidup, (b) memiliki kemampuan untuk menguasai dasar-dasar ilmu pengetahuan, teknologi,
dan seni, dan (c) ikut berperan mencari solusi pemecahan masalah sosial budaya dan lingkungan hidup secara arif. Matakuliah
ISBD mengetengahkan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep manusia, konsep-konsep kebudayaan, konsep-konsep
sosiologi, konsep-konsep nilai, moral, dan hukum, dan konsep-konsep sains, teknoloi, seni, dan lingkungan.

B. Standar Kompetensi :
Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa dapat menjadi ilmuwan dan professional yang berpikir kritis, kreatif, sistemik dan
ilmiah, berwawasan luas, etis, memiliki kepekaan dan empati sosial, bersikap demikratis, berkeadaban serta dapat ikut
berperan mencari solusi pemecahan masalah sosial dan budaya secara arif.

C. Rencana Pembelajaran

Kompetensi Indikator Pengalaman Materi Ajar Waktu Alat/Bahan/Sumber Penilaian


Dasar Pembelajaran Belajar
Memahami GBPP Menyebutkan isi Ceramah - 100 Kehadiran
silabus GBPP  Menyimak materi
yang di sampaikan
 Mencatat hal-hal
yang dianggap
penting
 Menanyakan hal-
hal yang belum
jelas
 Menjawab
pertanyaan yang
diberikan

Mengidentifikasi 1. 1.Mhs.dapat 1. Mengkaji hakikat 1. Hakikat 100’ OHP- OHT, LAPTOP Portofolio,
perlunya ISBD menjelaskan dan ruang lingkup dan – LCD tes esai,
sebagai matakuliah hakikat dan ruang ISBD ruang Baker, A. 1992. kuis.
MBB sebagai lingkup ISBD 2. Mengkaji ISBD lingkup Ontologi: Metafisika
solusi problem 2. Mhs. dapat sebagai MBB ISBD Umum. Kanisius.
sosbud. menjelaskan ISBD 3. 3. Mendiskusikan 2. ISBD Yogyakarta.
sebagai MBB problem sosbud sebagai Geerzt, H. 1980.
3. 3. Mhs. dapat dan solusinya MBB Aneka Budaya dan
menemukan solusi 3. 3. ISBD Komunitas di
problem sosbud sebagai Indonsia. Yis dan FIS
alternatif UI. Jakarta.
solusi Kuntowijoyo. 1990.
problem Metodologi Sejarah.
sosbud Tiara Wacana.
Yogakarta.
Salam, Burhanuddin.
1988. Filsafat
Manusia
(Antropologi
Metafisika). Bina
Aksara. Jakarta.
Schuon, F. 1997.
Hakikat Manusia.
Pustaka Pelajar.
Yogakarta.
Setiadi, Elly M. dkk.
2006. ISBD.
Kencana. Jakarta.
Soekanto, Soejono.
1983. Struktur
Masyarakat.
Rajawali. Jakarta.
Suleman, munandar.
1995. Ilmu Budaya
Dasar. Eresco.
Bandung.

Memahami 1. Mhs. dapat 1. Mengkaji 1. Hakikat 2x100’ OHP- OHT, LAPTOP Portofolio,
manusia sebagai menjelaskan manusia sebgai manusia – LCD tes esai,
mahluk berbudaya, manusia sebagai mahluk sebagai Baker, A. 1992. kuis.
beretika, dan mahluk berbudaya berbudaya mahluk Ontologi: Metafisika
berestetika 2. Mhs.dapat 2. Mengekspresikan budaya Umum. Kanisius.
mengekspresikan apresiasi 2. Apresiasi Yogyakarta.
apresiasi terhadap kemanusiaan dan kemanusi Geerzt, H. 1980.
kemanusian dan kebudayaan aan dan Aneka Budaya dan
kebudayaan melalui kelompok kebudaya Komunitas di
3. Mhs. dapat debat an Indonsia. Yis dan FIS
menjelaskan etika 3. Mengkaji etika 3. Etika dan UI. Jakarta.
dan estetika budaya dan esetika Estetika Kuntowijoyo. 1990.
4. Mhs. dapat budaya budaya Metodologi Sejarah.
menjelaskan 4. Mengkaji konsep- 4. Konsep- Tiara Wacana.
konsep-konsep konsep dasar konsep Yogakarta.
dasar manusia manusia dasar Salam, Burhanuddin.
5. 5. Mhs. dapat 5. 5. Mendiskusikan manusia 1988. Filsafat
menemukan solusi topik problema 5. Problema Manusia
bagi problema kebudayaan kebudaya (Antropologi
kebudayaan an Metafisika). Bina
Aksara. Jakarta.
Schuon, F. 1997.
Hakikat Manusia.
Pustaka Pelajar.
Yogakarta.
Setiadi, Elly M. dkk.
2006. ISBD.
Kencana. Jakarta.
Soekanto, Soejono.
1983. Struktur
Masyarakat.
Rajawali. Jakarta.
Suleman, munandar.
1995. Ilmu Budaya
Dasar. Eresco.
Bandung.

Memahami hakikat 1. Mhs. dapat 1. Mengkaji hakikat 1. Hakikat 100’ OHP- OHT, LAPTOP Portofolio,
manusia sebagai menjelaskan manusia sebagai manusia – LCD tes esai,
individu dan hakikat manusia individu dan sebagai Baker, A. 1992. kuis.
mahluk sosial, sebagai individu mahluk sosial individu Ontologi: Metafisika
dinamika dan dan mahluk sosial 2. Mengkaji fungsi dan Umum. Kanisius.
dilema interaksi 2. Mhs. apat dan peran mahluk Yogyakarta.
sosial menjelaskan fungsi manusia sebagai sosial Geerzt, H. 1980.
dan peran manusia individu dan 2. Fungsi Aneka Budaya dan
sebagai individu mahluk sosial dan peran Komunitas di
dan mahluk sosial 3. Mengkaji manusia Indonsia. Yis dan FIS
3. Mhs. dapat dinamika sebagai UI. Jakarta.
menjelaskan interaksi sosial individu Kuntowijoyo. 1990.
dinamika interaksi 4. 4. Mendiskusikan dan Metodologi Sejarah.
sosial dilema mahluk Tiara Wacana.
4. 4. Mhs. dapat kepentingan sosial Yogakarta.
menemukan solusi individu dan 3. Dinamika Salam, Burhanuddin.
terhadap dilema masyarakat interaksi 1988. Filsafat
kepentingan sosial Manusia
individu dan 4. 4. Dilema (Antropologi
masyarakat kepenting Metafisika). Bina
an Aksara. Jakarta.
individu Schuon, F. 1997.
dan Hakikat Manusia.
masyarak Pustaka Pelajar.
at Yogakarta.
Setiadi, Elly M. dkk.
2006. ISBD.
Kencana. Jakarta.
Soekanto, Soejono.
1983. Struktur
Masyarakat.
Rajawali. Jakarta.
Suleman, munandar.
1995. Ilmu Budaya
Dasar. Eresco.
Bandung.

Memahami hakikat 1. Mhs. dapat 1. Mengkaji hakikat 1. Hakikat 100’ OHP- OHT, LAPTOP Portofolio,
manusia dan menjelaskan peradaban peradaba – LCD tes esai,
peradaban, dan hakikat peradaban 2. Mengkaji mahluk n Baker, A. 1992. kuis.
dinamika 2. Mhs. dapat beradab dan 2. Mahluk Ontologi: Metafisika
peradaban global menjelaskan masyarakat beradab Umum. Kanisius.
mahluk beradab beradab dan Yogyakarta.
dan masyarakat 3. Mengkaji evolusi masyarak Geerzt, H. 1980.
beradab budaya dan wujud at Aneka Budaya dan
3. Mhs. dapat peradaban beradab Komunitas di
menjelaskan 4. Mengkaji 3. Evolusi Indonsia. Yis dan FIS
evolusi budaya dan dinamika budaya UI. Jakarta.
wujud peradaban peradaban global dan Kuntowijoyo. 1990.
4. Mhs. dapat 5. 5. Mendiskusikan wujud Metodologi Sejarah.
menjelaskan problematika peradaba Tiara Wacana.
dinamika peradaban peradaban n Yogakarta.
global 4. Dinamika Salam, Burhanuddin.
5. Mhs. dapat peradaba 1988. Filsafat
menemukan solusi n global Manusia
problematika 5. Problema (Antropologi
peradaban tika Metafisika). Bina
peradaba Aksara. Jakarta.
n Schuon, F. 1997.
Hakikat Manusia.
Pustaka Pelajar.
Yogakarta.
Setiadi, Elly M. dkk.
2006. ISBD.
Kencana. Jakarta.
Soekanto, Soejono.
1983. Struktur
Masyarakat.
Rajawali. Jakarta.
Suleman, munandar.
1995. Ilmu Budaya
Dasar. Eresco.
Bandung.

Memahami hakikat 1. Mhs. dapat 1. mengkaji hakikat 1. Hakikat 2X100’ OHP- OHT, LAPTOP Portofolio,
manusia, menjelaskan keragaman dan keragama – LCD tes esai,
keragaman dan hakikat keragaman kesetaraanmanusi n dan Baker, A. 1992. kuis.
kesetaraan dalam dan kesetaraan a kesetaraa Ontologi: Metafisika
dinamika sosial manusia 2. Mengkaji nmanusia Umum. Kanisius.
budaya 2. Mhs. dapat kemajemukan 2. Kemajem Yogyakarta.
menjelaskan dalam dinamika ukan Geerzt, H. 1980.
kemajemukan sosial budaya dalam Aneka Budaya dan
dalam dinamika 3. Mengkaji dinamika Komunitas di
sosial budaya keragaman dan sosial Indonsia. Yis dan FIS
3. Mhs.dapat kesetaraan budaya UI. Jakarta.
menjelaskan sebagai kekayaan 3. Keragam Kuntowijoyo. 1990.
keragaman dan sosial budaya an dan Metodologi Sejarah.
kesetaraan sebagai 4. Mendiskusikan kesetaraa Tiara Wacana.
kekayaan sosial problematika n sebagai Yogakarta.
budaya keragaman dan kekayaan Salam, Burhanuddin.
4. Mhs.dapat kesetaraan sosial 1988. Filsafat
menemukan solusi budaya Manusia
problematika 4. Problema (Antropologi
keragaman dan tika Metafisika). Bina
kesetaraan keragama Aksara. Jakarta.
n dan Schuon, F. 1997.
kesetaraa Hakikat Manusia.
n Pustaka Pelajar.
Yogakarta.
Setiadi, Elly M. dkk.
2006. ISBD.
Kencana. Jakarta.
Soekanto, Soejono.
1983. Struktur
Masyarakat.
Rajawali. Jakarta.
Suleman, munandar.
1995. Ilmu Budaya
Dasar. Eresco.
Bandung.

UTS
Memahami 1. .Mhs. dapat 1. Mengkaji hakikat, 1. Hakikat, 2X100’ OHP- OHT, LAPTOP Portofolio,
hakikat, fungsi, menjelaskan fungsi, nilai, fungsi, – LCD tes esai,
nilai, moral, dan hakikat, fungsi, moral dan hukum nilai, Baker, A. 1992. kuis.
hukum dalam nilai, moral dan 2. Mengkaji moral Ontologi: Metafisika
upaya hukum keadilan, dan Umum. Kanisius.
mendapatkan 2. Mhs. Dapat ketertiban dan hukum Yogyakarta.
keadilan, menjelaskan kesejahteraan 2. Keadilan, Geerzt, H. 1980.
ketertiban dan keadilan, ketertiban 3. Mengidentifikasi ketertiba Aneka Budaya dan
kesejahteraan dan kesejahteraan perwujudan n dan Komunitas di
masyarakat 3. Mhs.dapat masyarakat kesejahte Indonsia. Yis dan FIS
mengidentifikasi bermoral dan taat raan UI. Jakarta.
perwujudan hukum 3. Perwujud Kuntowijoyo. 1990.
masyarakat 4. Mendiskusikan an Metodologi Sejarah.
bermoral dan taat problematika masyarak Tiara Wacana.
hukum nilai, moral, dan at Yogakarta.
4. Mhs. Dapat hukum bermoral Salam, Burhanuddin.
menemukan solusi dan taat 1988. Filsafat
problematika nilai, hukum Manusia
moral, dan hukum 4. 4. (Antropologi
Problema Metafisika). Bina
tika nilai, Aksara. Jakarta.
moral, Schuon, F. 1997.
dan Hakikat Manusia.
hukum Pustaka Pelajar.
Yogakarta.
Setiadi, Elly M. Dkk.
2006. ISBD.
Kencana. Jakarta.
Soekanto, Soejono.
1983. Struktur
Masyarakat.
Rajawali. Jakarta.
Suleman, munandar.
1995. Ilmu Budaya
Dasar. Eresco.
Bandung.

Memahami hakikat 1. Mhs. dapat 1. Mengkaji hakikat 1. Hakikat 2X100’ OHP- OHT, LAPTOP Portofolio,
dan makna sains, menjelaskan dan makna sains, dan – LCD tes esai,
teknologi, dan hakikat dan makna teknologi, dan makna Baker, A. 1992. kuis.
seni, dan dampak sains, teknologi, seni bagi manusia sains, Ontologi: Metafisika
dan pemanfaatan dan seni bagi 2. Mengkaji dampak teknologi Umum. Kanisius.
teknologi di manusia penyalahgunaan , dan seni Yogyakarta.
Indonesia 2. Mhs. dapat IPTEKS pada bagi Geerzt, H. 1980.
menjelaskan kehidupan sosbud manusia Aneka Budaya dan
dampak 3. 3. Mendiskusikan 2. Dampak Komunitas di
penyalahgunaan problematika penyalah Indonsia. Yis dan FIS
IPTEKS pada pemanfaatan gunaan UI. Jakarta.
kehidupan sosbud IPTEKS di IPTEKS Kuntowijoyo. 1990.
3. 3. Mhs. dapat Indonesia pada Metodologi Sejarah.
menemukan solusi 4. Mempresentasika kehidupa Tiara Wacana.
problematika n hasil diskusi n sosbud Yogakarta.
pemanfaatan 3. 3. Salam, Burhanuddin.
IPTEKS di Problema 1988. Filsafat
Indonesia tika Manusia
pemanfaa (Antropologi
tan Metafisika). Bina
IPTEKS Aksara. Jakarta.
di Schuon, F. 1997.
Indonesia Hakikat Manusia.
Pustaka Pelajar.
Yogakarta.
Setiadi, Elly M. dkk.
2006. ISBD.
Kencana. Jakarta’
Soekanto, Soejono.
1983. Struktur
Masyarakat.
Rajawali. Jakarta.
Suleman, munandar.
1995. Ilmu Budaya
Dasar. Eresco.
Bandung.

Memahami hakikat 1. Mhs. dapat 1. Mengkaji hakikat 1. Hakikat 2X100’ OHP- OHT, LAPTOP Portofolio,
dan makna menjelaskan dan makna dan – LCD tes esai,
lingkungan bagi hakikat dan makna lingkungan bagi makna Baker, A. 1992. kuis.
kesejahteraan lingkungan bagi manusia lingkung Ontologi: Metafisika
manusia 2. Mengkaji kualitas an bagi Umum. Kanisius.
2. Mhs. dapat penduduk dan manusia Yogyakarta.
menjelaskan lingkungan 2. Kualitas Geerzt, H. 1980.
kualitas penduduk terhadap penduduk Aneka Budaya dan
dan lingkungan kesejahteraan dan Komunitas di
terhadap 3. Mendiskusikan lingkung Indonsia. Yis dan FIS
kesejahteraan problema an UI. Jakarta.
3. Mhs.dapat lingkungan sosial terhadap Kuntowijoyo. 1990.
menemukan solusi budaya kesejahte Metodologi Sejarah.
problema 4. Mengidentifikasi raan Tiara Wacana.
lingkungan sosial isu-isu penting 3. Problema Yogakarta.
budaya tentang lintas lingkung Salam, Burhanuddin.
4. 4. Mhs. dapat budaya dan an sosial 1988. Filsafat
mengidentifikasi bangsa budaya Manusia
isu-isu penting 4. 4. Isu-isu (Antropologi
tentang lintas penting Metafisika). Bina
budaya dan bangsa tentang Aksara. Jakarta.
lintas Schuon, F. 1997.
budaya Hakikat Manusia.
dan Pustaka Pelajar.
bangsa Yogakarta.
Setiadi, Elly M. dkk.
2006. ISBD.
Kencana. Jakarta.
Soekanto, Soejono.
1983. Struktur
Masyarakat.
Rajawali. Jakarta.
Suleman, munandar.
1995. Ilmu Budaya
Dasar. Eresco.
Bandung.

UAS
D. Evaluasi Mata Kuliah
Pada prinsipnya sistem penilaian dilakukan untuk menilai pencapaian kompetensi oleh mahasiswa selama mengikuti proses pembelajaran.
Aspek yang dinilai meliputi ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Sistem penilaian bersifat proporsional artinya penilaian pencapaian
kompetensi oleh mahasiswa dalam satu kegiatan pembelajaran sesuai dengan prosentase distribusi tujuan pembelajaran dalam tiap
kegiatan yang meliputi :
Kehadiran fisik min 75% : 5 % (bila tidak hadir membuat paper)
Tugas kelompok/makalah : 10 %
Quis : 15 %
Seminar : 10%
UTS : 25
UAS : 35 %
Nilai akhir yang dicapai mahasiswa setelah menempuh semua kegiatan ditetapkan berdasarkan standar yang berlaku di STIKIM, yaitu :

No Nilai Lamb Mutu


1 80 -100 A 4
2 68 – 79 B 3
3 56 - 67 C 2
4 45 - 55 D 1
5 0 - 44 E 0

E. Persiapan Peserta Didik


1. Izin ketidakhadiran yang diperbolehkan bila telah melalui koordinator matakuliah atau bagian akademik.
2. Selama mengikuti mata pelajaran ini peserta didik harus mematuhi segala peraturan dan kewajiban pada mata ajaran.
3. Setiap peserta didik dapat mengikuti ujian semester jika :
a. Telah menyelesaikan administrasi akademik.
b. Kehadiran 75% - 90% akan dikenakan sanksi akademik (akan ditentukan oleh bidang akademik).
c. Kehadiran <75% maka mahasiswa tidak dapat mengikuti ujian semester.
d. d. Telah menyerahkan penugasan selama kegiatan belajar mengajar baik penugasan individu maupun kelompok

F. Bahan/Sumber Belajar :
1. Baker, A. 1992. Ontologi: Metafisika Umum. Kanisius. Yogyakarta.
2. Geerzt, H. 1980. Aneka Budaya dan Komunitas di Indonsia. Yis dan FIS UI. Jakarta.
3. Kuntowijoyo. 1990. Metodologi Sejarah. Tiara Wacana. Yogakarta.
4. Salam, Burhanuddin. 1988. Filsafat Manusia (Antropologi Metafisika). Bina Aksara. Jakarta.
5. Schuon, F. 1997. Hakikat Manusia. Pustaka Pelajar. Yogakarta.
6. Setiadi, Elly M.dkk. 2006. Ilmu SosialBudaya Dasar. Kencana. Jakarta.
7. Soekanto, Soejono. 1983. Struktur Masyarakat. Rajawali. Jakarta.
8. Suleman, munandar. 1995. Ilmu Budaya Dasar. Eresco. Bandung.