Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Ada empat keterampilan/mahârah yang hendaknya dikuasai
dalam berbahasa Arab. Keempat keterampilan/mahârah itu ialah,

mahârah al-istima‟, mahârah kalâm, mahârah qirâ‟ah dan mahârah

kitâbah. Keempat mahârah tersebut ditinjau dari segi kemampuan


pengguna bahasa terbagi dua. Pertama, kemampuan reseptif dan
kemampuan produktif. Kemampuan reseptif yaitu kemampuan
mendengar dan membaca, sementara kemampuan produktif yaitu
kemampuan berbicara dan menulis.
Diantara keempat keterampila berbahasa, keterampilan
kitâbah/menulis jarang dilatih dan diajarkan di madrasah-madrasah.
Hal ini selain waktu yang tersedian kurang memadai,
keterampilan ini juga termasuk keterampilan berbahasa paling sulit.
Seseorang yang ingin menuangkan ide dalam Bahasa Arab disamping
menguasai kosa kata, struktur bahasa, juga harus memiliki dzauq
al-lughah (rasa bahasa) dan keterampilan menuangkan
pikiran dalam bahasa tulisan. Oleh karena keterampilan.
Menulis merupakan keterampilan tingkat tinggi dalam berbahasa,
sehingga tidak banyak penulis yang mampu menuangkan ide secara
langsung kedalam Bahasa Arab. Kecuali dengan cara penerjemahkan
teks yang sudah ada kedalam Bahasa Arab, baik secara manual,
maupun bantuan perangkat lunak penerjemah yang sekarang ini
sudah mudah dilakukan melalui translate google.
BAB II
PEMBAHASAN

A. HURUF-HURUF ARAB
 Dalam bahasa Arab tidak ada huruf yang setara dengan huruf "P"
atau huruf "G" tetapi beberapa bahasa yang menggunakan huruf
Arab (seperti Urdu dan Persia) meletakkan tiga titik di bawah huruf
(ba') yang kemudian diucapkan sebagai "P" dalam "Paman" dan
pada huruf (Jim) yang selanjutnya diucapkan sebagai "G".
 Huruf yang pengucapannya ditandai merah, merupakan
kemungkinan ucapan yang paling mirip dalam bahasa Indonesia.
Untuk benar-benar mengetahui bagaimana cara mengucapkannya,
Anda harus mendengar dan berusaha terbiasa dengannya
 Dalam bahasa Arab, tidak ada huruf besar atau kecil’1.

Huruf Arab Diucapkan Seperti Dalam

A A nak

B/P B apak/ P asar

T T adi

Ts Ts abit

1
Bawani, Imam. 1987. Tata Bahasa Bahasa Arab Tingkat Permulaan. Surabaya: Al Ikhlas. Hal.89
J J am

H H arus

Kh Kh awatir

D D ari

Dz Dz at

R R ontok

Z Z akat

S S atu

Sy Sy aitan

Sh Shodaqoh

Dh D ompet

Th Th oko
Zh Zh ombi

'A Jama 'a h

Gh G aransi

F F antastis

Q Q omar

K K amar

L L ampu

M M akan

N N asi

H H adiah

W W anita

Y Y akin
A A tas

B. CARA MENULIS HURUF ARAB


1. Penulisan huruf Arab dimulai dari kanan ke kiri.
2. Jumlah huruf Arab (disebut dengan huruf Hijaiyyah). Huruf ini
jumlahnya ada 28 huruf
3. Huruf-huruf itu ada yang dapat menyambung dan
disambung, ada yang bisa disambung tetapi tidak bisa
menyambung. Masing-masing mempunyai bentuk huruf sesuai
posisinya (di depan, tengah, belakang atau terpisah). Di antara
huruf-huruf itu terdapat beberapa huruf yang dapat disambung dan
menyambung dan beberapa huruf yang hanya dapat disambung.
4. Semua huruf Arab adalah konsonan, termasuk alif, wawu dan
ya (sering disebut huruf illat), maka mereka memerlukan tanda
vokal (sakal)2.

2
Susiyanto, Azib. Kitabiah: Pedoman menulis Huruf Arab dan Al Quran Sistem 5 Jam.
Yogyakarta: Pustaka Kitabiah.2002.hal.58
C. Huruf Arab dan cara penulisannya
Untuk dapat menulis huruf Arab, maka perlu menguasai huruf-huruf Arab berikut
bunyinya. Berikut ini adalah tabel nama huruf Arab beserta letaknya dan bunyinya

Contoh Di akhir Di tengah Di Berdiri Bunyi Nama


awal sendiri
- Alif
B Ba
T Ta
Ts Tsa
J Jim
Ch Cha
Kh Kho
D Dal
Dz Dzal
R Ra
Z Za
S Sin
Sy Syin
Sh Shod
Dh Dhad
Th Tha
Zh Zho
„ „ain
Gh Ghain
F Fa
Q Qaf
K Kaf
L Lam
M Min
N Nun
W Wawu
H Ha
— L Lam

—- — —- „ Hamzah
alif
Y Ya

D. Cara Menyambung huruf


Di antara 28 huruf hijaiyyah terdapat huruf yang dapat disambung dan menyambung,
ada yang dapat disambung tetapi tak dapat menyambung. Di bawah ini adalah huruf-huruf
yang dapat disambung tetapi tak dapat menyambung3.

Selain enam huruf di atas, semua huruf dapat menyambung dan disambung.
Contoh
Perhatikan contoh berikut

sambung pisah Sambung Pisah

3
Sukamto, Imaduddin dan Ahmad Munawwari, Tata Bahasa Arab Sistematis. Yogyakara: Nuansa Aksara
Group. 2002. Hal.67
BAB III

PRNUTUP

A. KESIMPULAN
 Dalam bahasa Arab tidak ada huruf yang setara dengan huruf "P" atau huruf "G"
tetapi beberapa bahasa yang menggunakan huruf Arab (seperti Urdu dan Persia)
meletakkan tiga titik di bawah huruf (ba') yang kemudian diucapkan sebagai "P"
dalam "Paman" dan pada huruf (Jim) yang selanjutnya diucapkan sebagai "G".
 Huruf yang pengucapannya ditandai merah, merupakan kemungkinan ucapan yang
paling mirip dalam bahasa Indonesia. Untuk benar-benar mengetahui bagaimana cara
mengucapkannya, Anda harus mendengar dan berusaha terbiasa dengannya
 Dalam bahasa Arab, tidak ada huruf besar atau kecil’

B. SARAN
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Maka penulis mohon kritik
dan saran guna perbaikan untuk masa yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA

Bawani, Imam. 1987. Tata Bahasa Bahasa Arab Tingkat Permulaan. Surabaya: Al Ikhlas
Sukamto, Imaduddin dan Ahmad Munawwari, 2005. Tata Bahasa Arab Sistematis.
Yogyakara: Nuansa Aksara Group
Susiyanto, Azib. 2002. Kitabiah: Pedoman menulis Huruf Arab dan Al Quran Sistem 5 Jam.
Yogyakarta: Pustaka Kitabiah