Anda di halaman 1dari 4

REVIEW JURNAL

LTE Coverage Network Planning and Comparison with Different Propagation Models”

REVIEW JURNAL “ LTE Coverage Network Planning and Comparison with Different Propagation Models” YOEL STHEFIANUS NIM

YOEL STHEFIANUS

NIM : 1304405067

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO DAN KOMPUTER FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA BUKIT JIMBARAN

2017

PENDAHULUAN

Penyebaran LTE dimulai pada akhir 2009, yang bertujuan untuk meningkatkan Universal Mobile Telecommunication System (UMTS) standar ponsel untuk mengatasi kebutuhan masa depan, Standar terbaru 3-GPP LTE, sebagai tindak lanjut UMTS, dirancang untuk membuat kontribusi yang signifikan dalam arah ini. LTE memberikan peningkatan tingkat puncak data (hingga 50 Mbps dan 100 Mbps untuk uplink dan downlink masing-masing di MHz bandwidth yang 20 (BW)); dan efisiensi spektral (hingga 2,5 bps / Hz dan 5 bps / Hz untuk uplink dan downlink, masing-masing). Keuntungan lainnya termasuk penurunan latency jaringan, kapasitas BW terukur (mulai dari 1.25 sampai 20 MHz), kinerja tepi sel yang lebih baik dan yang lebih penting kompatibilitas dengan baik 2G dan standar 3G. Dari perspektif seluruh dunia, banyak operator telah dikerahkan dan dioperasikan pada jaringan LTE komersial. sistem LTE mendukung kedua duplex pembagian frekuensi (FDD) dan waktu division duplex (TDD) teknik. Teknologi 4G terutama bertujuan untuk memberikan kecepatan tinggi, kualitas tinggi, kapasitas tinggi dan layanan biaya rendah (misalnya suara, multimedia dan internet over IP).

PEMBAHASAN

Penelitian ini hanya berfokus pada proses dimensioning LTE, sebagai salah satu langkah dasar dalam perencanaan jaringan LTE. Perangkat lunak ATDI ICS TELCOM telah digunakan dalam penelitian ini untuk merancang jaringan LTE. Efek keseluruhan parameter sistem pada kinerja sistem LTE telah diselidiki. Ini termasuk dasar tinggi stasiun, jumlah antena transmisi, wilayah alam

kapasitas, dan sensitivitas peralatan pengguna. Penelitian yang diusulkan bermaksud untuk memberikan pemahaman dasar tentang aspek radio LTE. Selain itu informasi yang diberikan pada prosedur perencanaan jaringan radio dan rekomendasi, yang berguna untuk mengembangkan proses perencanaan jaringan radio. Prosedur ini biasanya disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan spesifik operator radio. Sebuah penyelidikan komparatif dari model propagasi radio yang

ada dikembangkan dengan menggunakan ATDI software ICS TELECOM juga disajikan. model propagasi radio menggambarkan perilaku sinyal ketika sedang ditransmisikan dari pemancar menuju penerima. Hal ini biasanya berkaitan path loss dengan jarak antara pemancar dan penerima; tergantung pada frekuensi operasi dan berlaku kondisi atmosfer dan lingkungan (seperti indoor / outdoor, perkotaan, pedesaan, pinggiran kota, terbuka, hutan, laut, dan sebagainya). Ini memberikan wawasan yang diijinkan kisaran path loss dan sel cakupan maksimum antara pemancar & penerima.

KESIMPULAN

Di antara beberapa teknologi yang muncul, LTE merupakan kandidat posisi yang baik untuk memenuhi persyaratan jaringan mobile 4G bagi pengguna dan operator. LTE dirancang untuk memberikan pengalaman pengguna yang sangat meningkat; dan teknologi telah memecahkan sejumlah besar masalah teknis yang dihadapi oleh sistem komunikasi bergerak sebelumnya. dimensioning LTE dianggap sebagai tahap utama dalam proses perencanaan radio. Makalah ini telah dipresentasikan dimensi LTE rinci dengan menggunakan ATDI ICS TELECOM. Efek dari semua parameter (tinggi BS, jumlah antena transmisi, wilayah alam kapasitas, peralatan sensitivitas pengguna, dan sebagainya) pada kinerja sistem LTE telah dibahas. Evaluasi kinerja jaringan selular LTE telah disimulasikan dan dievaluasi dalam hal cakupan jaringan. Perbandingan model propagasi yang berbeda dengan model yang diusulkan untuk UTM juga telah disajikan. Kerja Masa Depan: perencanaan jaringan LTE untuk cakupan dan kapasitas dapat diimplementasikan dengan menggunakan alat alternatif, seperti

atol. Perangkat lunak (atol) adalah 64-bit perangkat lunak multi-teknologi dan memiliki optimasi parameter jaringan otomatis untuk meningkatkan jangkauan jaringan radio dan kapasitas.

DAFTAR PUSTAKA [1] Astély, D., et al. LTE: the evolution of mobile broadband. Communications Magazine, IEEE. 2009; 47(4): 44-51. [2] Bahattin, K., A. Hüseyin, and Ç. Hakan A. An adaptive channel interpolator based on Kalman filter for LTE uplink in high Doppler spread environments. EURASIP Journal on Wireless Communications and Networking. 2009. [3] Mathew, S. LTE Performance Measurement In Trial Network & Validation Of LTE Performance Estimation Models. 2012. [4] Kottkamp, M. LTE Advanced Technology Introduction. White paper, Rohde & Schwarz. 2010. [5] Kiiski, M. LTE-Advanced: The mainstream in mobile broadband evolution. Wireless Conference (EW), 2010 European. IEEE. 2010. [6] Abed Astély, D., et al. LTE: the evolution of mobile broadband. Communications Magazine, IEEE. 2009; 47(4): 44-51. G.A., M. Ismail, and K. Jumari. The Evolution to 4G Cellular Systems: Architecture and Key Features of LTE-Advanced Networks. Spectrum. 2012; 2(1).