Anda di halaman 1dari 22

Kapita Selekta DDT

Ferial Hadipoetro Idris


Anamnesis
• informasi yang didapat melalui tanya
jawab/wawancara
• Keluhan Utama: ialah keluhan yang membawa pasien
datang ke dokter
• Riwayat Penyakit Sekarang: ialah penggalian terhadap
keluhan Utama, hal hal apa yang dapat meringankan
atau memperberat keluhan, jenis pertanyaannya
diawali dengan kalimat terbuka agar mendapatkan
informasi lebih murni dari pasien.
• Keluhan sistem: ialah keluhan yang biasanya
berhubungan dengan gangguan pada 11 sistem tubuh
• Riwayat Keluarga, psikososial
Anamnesis Pada anak
• Pada anak: aloanamnesis (ditanyakan
kepada yang membawa anak) , dan
autoanamnesis : ditanyakan langsung
kepada anak yang sudah bisa komunikasi
• Anamnesis pada berbagai kondisi: kejang,
diarae & komplikasi dehidrasi , batuk dan
komplikasi
Pemeriksaan Fisik
• Dilaksanakan sesudah anamnesis dan sebelum pemeriksaan
penunjang
• Pemeriksaan Fisik: segala sesuatu yang ditemukan pada tubuh
mulai dari kepala sampai kaki. Penemuan dilakukan melalui
prosedur: Inspeksi, palpasi, perkusi, auskultasi
• Keadaan umum: tensi, nadi, pernafasan,
• Status Gizi: IMT (Index Masaa Tubuh) : gizi buruk, normal, gizi
lebih,obesitasi 1, obesitas 2
MST (Malnutrition Screening Tools): diperhatikan nafsu makan dan
• Pemeriksaan Fisik pada anak berbeda dengan pada dewasa,
karena anak bukanlah dewasa kecil contoh: Pemeriksaan bisa
dilakukan pada posisi duduk atau berdiri, pemeriksaan tekanan
darah baru bisa dilakukan pada saat 6 tahun.
Diagnosis
• Diagnosis kerja: dibuat setelah anamnesis
dan pemeriksaan fisik
• DD: sesudah diagnosis kerja
• Pemeriksaan Penunjang
• Diagnosis Penyakit : pemeriksaan
penunjang
Pemeriksaan Penunjang
• Dilaksanakan sesudah diagnosi kerja dan deferensial diagnosis
• Meliputi: contoh2 apa saja?
1. pemeriksaan laboratorium klinik
1.1 darah: haemoglobin, dll
1.2 Urine: warna, sedimen, dll
1.3 faeces
2.pemeriksaan radiologi :
2.1 Foto Thoraks layak baca : 2.1.1 ada identitas foto: nama-umur-
nomor foto; 2.1.2 ada marker : R untuk tanda kanan dan L untuk
tanda kiri , 2.1.3 apex paru terlihat, 2.1.4 perbedaan densitas foto
jelas, 2.1.5 vertebra tidak jelas
2.2.Lumbal foto : vertebra jelas
2.3 foto polos abdomen, USG, CT Scan, MRI
Pemeriksaan Penunjang
• 3. pemeriksaan mikrobiologi : kuman dengan
perwarnaan (differensial, tahan asam),
penanaman kuman pada media padat.
4. pemeriksaan parasitologi: telor cacing
5. Pemeriksaan penunjang terkait sistem, misal
:sistem integumen: Tzanck (dermatosis
vesikobulosa), lapangan gelap (Sifilis), prick test
(alergi, kontrol positif dengan histamin), lampu
wood (eritrasma), eflorosensi (krusta)
Sistem Pernafasan
Batuk
• Batuk: untuk mengeluarkan sekret dari
saluran pencernaan.
• Batuk efektif: inspirasi, kompresi, ekspirasi
• Macam Batuk: akut, subakut, khronik,
subkronik, intermediate
• Penyebab batuk bukan dari sistem paru:
obat Ace inhibitor, gastrointestinal refluks

Sistem pernafasan
Sesak
• Mekanisme sesak nafas: syaraf otonom, cortex cerebri, reseptor di
paru dan dinding paru
• Penyebab sesak di paru: asthma bronkhiale, pneumothoraks,
pleuritis, efusi pleura, tbc paru, pneumonia, PPOK, tumor paru
• Penyebab sesak diluar paru: Infark myocard, anemia, faringitis
• Derajat sesak menurut ATS (American Toracic Society:…
• Inspeksi dinding thoraks: unilateral flatening, prominance, barrel
chest, pigeon chest, flat chest, pelebaran sela iga, penggunaan otot
bantu nafas, pursed lips breathing, cuping hidung, salah satu
hemithorak tertinggal dalam nafas
• Palpasi : fremitus
• Auskultasi Paru: duduk
• Suara nafas sesak: wheezing (asthma bronkhiale), ronki basah (),
hipersonor (pneumothoraks)
Sistem Pernafasan
Hemoptisis
Sistem Kardiovaskuler
Sesak
• Pemeriksaan fisik: ronkhi basah halus pada
kedua paru (gagal jantung)
• Penyebab suara jantung S3: suara aliran darah
yang disebabkan tingginya flow aliran darah dari
AS ke VS karena tingginya tekanan atrium kiri
pd pembengkakan jantung
• Penyebab suara jantung S4: suara karena
kekakuan otot ventrikel jantung pada penyakit
jantung hipertensi
• Pemeriksaan penunjang : foto thoraks, EKG, lab
fungsi ginjal dan enzym jantung, hematologi
rutin
Sistem kardio vaskuler
• Penyakit: Hipertensi tingkat I, II, prehipertensi,
Gagal jantung akut pada hipertensi, Infark
myocard akut
• Pemeriksaan jugular venous pressure: pasien
pd posisi berbaring diukur ketinggian vena
jugularis interna dari sternum
• Pemeriksaan auskultasi jantung: berbaring
miring kekiri, suara katup tricuspidal (spatium
intercostal 4 di parasternal kiri)
• Pemeriksaan penunjang: Troponin (jejas pada
jantung), CKMB, CK, LDH
Mata
• Segmen anterior : palpebra, konjungtiva bulbi, sklera,
kornea, pupil
• Segmen tengah: koroid, korpus vitreum
• Segmen posterior: makula lutea, retina
• Pemeriksaan : alat: biometri, biomikroskop, tonometri,
funduskopi, snelen chart
• Organ refrakta: kornea, kamera okuli anterior, lensa,
korpus vitreum
• Test mengedip: test sensibilitas kornea diikuti mengedip
• Gejala perdarahan mata: subkonjutiva bleeding,
hiperemia konjungtiva, hiperemia perikornea, hipema,
hipopion
Telinga – Hidung- tenggorokan
• Anatomi telinga: telinga luar (daun telinga),
telinga tengah ( Meatus akustikus internus,
membran timpani), telinga dalam ( Inkus,
stapes)
• Alat pemeriksaan: otoskop (membran tympani),
spekulum (rongga hidung), kaca mulut (pharing,
laring) corong telinga (telinga tengah)
• Penyakit : Vestibulitis nasi,Karsinoma
Supraglotik, Laringomalasia, tonsilitis, faringitis
Sistem Syaraf
• Otak: hemisfere, lobus frontalis, lobus
oksipital, batang otak, cerebellum
• Syaraf kranial: I-10
• Disfungsi kortikal otak, subkortikal, kortiko-
spinalis, motorsensori, motor neuron
• Lesi upper motor neuron : Babinski
• Parestesia
• Lesi lower motor neuron: decreased deep
tendon reflekses, tonus otot rendah
Tractus Gastro intestinal
• Anatomi dan Fisiologi: Pharynx,
oesophagus, gaster, duodenum, ileum
(usus halus), colon (Usus besar), rectum
• Penyakit: typhoid, cacing (Oxyuris
vermicularis, Ascaris lumbricoideus,
Trichuris trichiura, Necator Americanus)
• Pemeriksaan penunjang: faeces (tinja)
Liver / Hati
• Pemeriksaan penunjang :
albumin : fungsi sintesis
ekskresi: bilirubin
Tractus Urinarius/ Saluran Kemih
• Anatomi, Fisiologi : ginjal, ureter, uretra,
vesica urinaria
• Penyakit: Infeksi
• Pemeriksaan penunjang: urine 24 jam,
sekret uretra, urine sewaktu, urine pagi
hari, Urine mid-stream
Terapi Medikamentosa
• Farmakodinamik adalah ilmu yang mempelajari efek biokimiawi
dan fisiologi obat serta mekanisme kerjanya.
• Farmakokinetik atau kinetika obat adalah nasib obat dalam tubuh
atau efek tubuh terhadap obat. Farmakokinetik mencakup 4 proses,
yaitu proses absorpsi (A), distribusi (D), metabolisme (M), dan
ekskresi (E).
• Obat melintasi dinding sel: difusi pasif, difusi terfasilitasi,
transportasi aktif searah, transportasi aktif dua arah
• Sifat fisikokimiawi obat: asam kuat, basa kuat, asam lemah, basa
lemah, amfoter
• Efek samping obat: di lambung: sekresi asam lambung
• Proses biotransformasi obat fase 1 di hati: endoplasmic retikulum
• Memilih obat: kemurnian, ukuran partikel, uji disolusi, bioavailabilitas
Cara pemberian Obat
• Parentral (Sc, IV, IM)
• Sublingual
• Inhalasi
• Transdermal patch
• Rectal
• Topical
Terapi Medikamentosa
• Fungsi protein di jaringan tubuh: reseptor,
transporter efflux, transporter influx,
metabolisme, pengikat obat dalam plasma
darah
• Obat yang bekerja di otak: blood brain
barrier, faktor yang mempengaruhi lama
kerja obat
• Obat penawar keracunan
• Dosis : beda : oral, Iv dan penyebabnya
Penutup
1. Anamnesis
2. Pemeriksaan Fisik,
3. Pemeriksaan Penunjang
4. Diagnosis
5. Terapi medikamentosa
6. Rehabilitatif