Anda di halaman 1dari 19

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI & PENDIDIKAN TINGGI

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN


Jalan Amal Lama Nomor 1 Tarakan
Telp. 0551-5507023 Fax. 0551-2028655, 2052558
Laman : www.borneo.ac.id

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Osteoarthritis


Hari/Tanggal : Kamis, 30 November 2017
Waktu/jam : 09.45 WITA
Sasaran : Lansia
Tempat : Panti Jompo

A. Latar Belakang
Osteoartritis adalaha kondisi dimana sendi terasa nyeri akibat inflamasi
ringan yang timbul karena gesekan ujung- ujung tulang penyusun sendi
(Soenarwo, 2011)
Osteoartritis adalah kondisi dimana sendi terasa nyeri akibat inflamasi ringan
yang timbul karena gesekan ujung- ujung tulang penyusun sendi. (Soenarwo,
2011)

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Memenuhi pembuatan tugas Keperawatan Gerontik di Semester 5
2. Tujuan Khusus
a. Pembaca dapat mengetahui definisi dari Osteoarthritis
b. Pembaca dapat mengetahui etiologi dari Osteoarthritis
c. Pembaca dapat mengetahui tanda dan gejala dari Osteoarthritis
d. Pembaca dapat mengetahui tentang penatalaksanaan Osteoarthritis
e. Pembaca dapat mengetahui diet pada Osteoarthritis

C. Materi
1. Definisi Osteoarthritis
2. Etiologi Osteoarthritis
3. Tanda dan Gejala Osteoarthritis
4. Penatalaksanaan Osteoarthritis
5. Diet Osteoarthritis

D. Metode
1. Ceramah
2. Diskusi / Tanya Jawab

E. Metode
1. Senam

F. Pengorganisasian
1. Pembawa acara (MC) : Istiqomah
2. Pembawa Materi (Penyaji) : Ida Bagus Nur.I.R
3. Observer : Rizal
4. Fasilitator : Rochmadiah, Ilham Dede.R, Julia Arna.S, Luh Netha.H,
Melbin Kristian.K, Luchiana Dhue.R, Desi Arisandi, Bellarina

3
6
4
4

2 7

4 1

6
5
G. Kegiatan Penyuluhan

No. Fase Kegiatan Penyuluh Kegiatan Peserta Alokasi


waktu

1. Salam terapeutik 1. Menjawab salam


2. Memperkenalkan diri 2. Memperhatikan
1. Pra 5 menit
3. Menjelaskan tujuan dari 3. Memperhatikan
interaksi
penyuluhan. 4. Menyepakati
4. Kontrak waktu waktu
5. Menanyakan pada peserta 5. Menjawab
tentang apa yang diketahui pertanyaan
2. Kerja 25 menit
mengenai Osteoarthritis
6. Menjelaskan Pengertian 6. Memperhatikan
Osteoarthritis
7. Menjelaskan penyebab 7. Memperhatikan
Osteoarthritis
8. Menjelaskan tanda dan gejala 8. Memperhatikan
Osteoarthritis
9. Menjelaskan mengenai 9. Memperhatikan
penatalaksanaan Osteoarthritis
10. Menjelaskan tentang diet 10. Memperhatikan
Osteoarthritis
11. Tanya jawab 11. Bertanya dan
menjawab
pertanyaan
3. Terminasi 12. Mengevaluasi pemahaman 12. Menjawab
masyarakat dengan pertanyaan
memberi pertanyaan secara
lisan 10 menit
13. Membuat kesimpulan 13. Memperhatikan
14. Menyampaikan anjuran dan 14. Menjawab
harapan Pertanyaan
15. Mengucapkan terima kasih dan 15. Menjawab salam
salam penutup

H. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi struktur
a. Kesesuaian pelaksanaan peran & tugas
b. Ketepatan setting lokasi dengan situasi dan kondisi tempat
c. Kelengkapan panitia (petugas)
d. Jumlah peserta terhadap target sasaran
e. Kesesuaian peserta terhadap target
f. Kelengkapan dan ketepatan media dan alat bantu lainnya
g. Efektifitas dan efisiensi penggunaan dana

2. Evaluasi proses
a. Ketepatan waktu (mulai, lamanya dan berakhirnya)
b. Kelancaran acara dan kemampuan panitia mengeliminasi hambatan
c. Sikap tubuh dan penggunaan bahasa oleh petugas/panitia
d. Respon peserta
e. Ketepatan penggunaan metoda dan media

3. Evaluasi hasil
a. Peserta mampu menyebutkan pengertian Osteoarthritis dengan benar
menurut bahasanya sendiri
b. Peserta dapat menyebutkan penyebab Osteoarthritis dengan benar
c. Peserta mampu menyebutkan minimal 3 tanda dan gejala Osteoarthritis
dengan benar
d. Peserta mampu menyebutkan penatalaksanaan keperawatan Tetanus
dengan benar menurut bahasanya sendiri
e. Peserta mampu menyebutkan diet Osteoarthritis dengan benar menurut
bahasanya sendiri
MATERI PENYULUHAN

A. Definisi
Osteoarthritis (OA) merupakan penyakit sendi degenerative yang berkaitan
dengan kerusakan kartilago sendi. Vertebra, panggul, lutut dan pergelangan kaki
paling sering terkena OA dan memiliki gambaran yang khas yaitu sendi falang
distal dn proksimal sering terkena
Osteoartritis adalah kondisi dimana sendi terasa nyeri akibat inflamasi ringan
yang timbul karena gesekan ujung- ujung tulang penyusun sendi ( Soenarwo,
2011)
Osteoartritis adalah kondisi dimana sendi terasa nyeri akibat inflamasi ringan
yang timbul karena gesekan ujung- ujung tulang penyusun sendi.
Jadi osteoartritis merupakan kelainan yang bersifat progresif lambat yang
mengenai rawan sendi. (Soenarwo, 2011)

B. Etiologi
Penyebab dari OA untuk sekarang masih belum jelas tetapi faktor resiko OA
dapat diketahui dari :
a. Umur
Dari semua faktor risiko untuk timbulnya osteoartritis, faktor ketuaan
adalah yang terkuat. Prevalensi, dan beratnya osteoartritis semakin
meningkat dengan bertambahnya umur. Hal ini disebabkan karena adanya
hubungan antara umur dengan penurunan kekuatan kolagen dan
proteoglikan pada kartilago sendi. Rata – rata laki – laki mendapat
osteoartritis sendi lutut pada umur 59 tahun dengan puncaknya pada usia
55 - 64 tahun, sedang wanita 65,3 tahun dengan puncaknya pada usia 65 –
74 tahun. (Garrison, 1996).
b. Jenis kelamin
Pada orang tua yang berumur lebih dari 55 tahun, prevalensi terkenanya
osteoartritis pada wanita lebih tinggi dari pria. Usia kurang dari 45 tahun
osteoartritis lebih sering terjadi pada pria dari wanita (Partojo, 2000)
c. Suku bangsa (Ras)
Osteoartritis primer dapat menyerang semua ras meskipun terdapat
perbedaan prevalensi pola terkenanya sendi pada osteoartritis. Orang kulit
putih cenderung lebih sering terkena Osteoartritis dibandingkan dengan
orang kulit hitam. Hal ini mungkin berkaitan dengan perbedaan cara hidup
maupun perbedaan frekuensi pada kelainan kongenital dan pertumbuhan.
(Kalim, 1996)
d. Genetik
Faktor herediter juga berperan pada timbulnya osteoartritis. Adanya mutasi
dalam gen prokolagen atau gen-gen struktural lain untuk unsur-unsur
tulang rawan sendi seperti kolagen, proteoglikan berperan dalam
timbulnya kecenderungan familial pada osteoartritis.
e. Kegemukan dan penyakit metabolic
Berat badan yang berlebih ternyata dapat meningkatkan tekanan mekanik
pada sendi penahan beban tubuh, dan lebih sering menyebabkan
osteoartritis lutut. Kegemukan ternyata tidak hanya berkaitan dengan
osteoartritis pada sendi yang menanggung beban, tetapi juga dengan
osteoartritis sendi lain, diduga terdapat factor lain (metabolik) yang
berperan pada timbulnya kaitan tersebut antara lain penyakit jantung
koroner, diabetes melitus dan hipertensi. (Partojo, 2000)
f. Cedera sendi (trauma)
Cedera sendi, terutama pada sendi – sendi penumpu berat tubuh seperti
sendi pada lutut berkaitan dengan risiko osteoartritis yang lebih tinggi.
Trauma lutut yang akut termasuk robekan terhadap ligamentum krusiatum
dan meniskus merupakan faktor timbulnya osteoartritis lutut. (Kalim,
1996)
C. Manifestasi Klinis
a. Keluhan utama biasanya nyeri sendi dan cenderung memiliki onset yang
perlahan
b. Hambatan gerak sendi, gangguan ini biasanya semakin berat dengan pelan-
pelan sejalan bertambahnya rasa nyeri
c. Nyeri bertambah dengan aktivitas, membaik dengan istirahat, terasa paling
nyeri pada akhir hari, dan seiring dengan memburuknya penyakit, menjadi
semakin parah, sampai pada tahap dimana pergerakan minimal saja sudah
menimbulkan rasa nyeri bias menggangg tidur
d. Kekakuan paling ringan pada pagi hari namun terjadi berulang-ulang
sepanjang hari dengan periode istirahat
e. Krepitasi, rasa gemeretak (kadang-kadang dapat terdengar) pada sendi
yang sakit
f. Pembesaran sendi (deformitas)
g. Perubahan gaya be
h. Tanda-tanda peradangan, tanda-tanda peradangan pada sendi (nyeri tekan,
gangguan gerak, rasa hangat yang merata dan warna kemerahan
(Australian Physiotherapy Association (APA) , 2003)

D. Penatalaksanaan
Pengelolaan OA berdasarkan atas sendi yang terkena dan berat ringannya OA
yang diderita. Penatalaksanaan OA terbagi atas 3 hal, yaitu :
a. Terapi non-Farmakologis
1) Edukasi
Edukasi atau penjelasan kepada pasien perlu dilakukan agar pasien
dapat mengetahui serta memahami tentang penyakit yang dideritanya,
bagaimana agar penyakitnya tidak bertambah semakin parah, dn agar
persendiannya tetap terpakai
2) Terapi fisik atau rehabilitasi
Pasien dapat mengalami kesulitan berjalan akibat rasa sakit. Terapi ini
dilakukan untuk melatih pasien agar persendiannya tetap dapat dipakai
dan melatih pasien untuk melindungi sendi yang sakit (Nur, 2009)
3) Penurunan berat badan
4) Berat baan yang berlebih merupakan faktor yang memperberat OA.
Oleh karena itu, berat badan harus dapat dijaga agar tidak berlebih dan
diupayakan untuk melakukan penurunan berat badan apabila berat
badan berlebih
b. Resep Tradisional
1) Resep tradisional akar jombang
Cara pemakaian :
Akar jombang di potong-potong seperlunya , rebus dengan 3 gelas air
sampai airnya tersisa 1 gelas, setelah dingin disaring lalu minum dua
kali sehari masing-masing setengah gelas.
2) Kunyit dengan jahe
Cara pemakaian :
Dalam 2 gelas air mendidih tambahkan masing-masing setengah sendok
teh jahe bubuk jahe dan bubuk kunyit. Biarkan mendidih selama 15-30
menit. Kemudian saring campuran tadi dan jika Anda ingin lebih manis,
tambahkan sedikit madu atau stevia. Minum secara teratur.
3) Baluran serai
Cara mengolah:
Serai diolah menjadi minyak kemudian dicampur dengan air kelapa
dengan perbandingan 1:2 lalu di gosok kan pada sendi lutut yang nyeri
biarkan selama beberapa jam sebelum dibilas. Lakukan rutin selama
beberapa minggu untuk hasil terbaik
c. Terapi Farmakologis
Penanganan terapi farmakologi melingkupi penurunan rasa nyeri yang timbul,
mengoreksi gangguan yang timbul dan mengidentifikasi maniestasi klinis dari
ketidakstabilan sendi (Imayati, 2012)
1) Obat Antiinflamasi Nonsteroid (AINS), inhibitor Siklooksigenase-2 (COX
2), dan Asetaminofen
Untuk mengobati rasa nyeri yang timbul pada OA lutut, penggunaan obat
AINS dan Inhibitor COX-2 dinilai lebih efektif daripada penggunaan
asetaminofen. Namun karena risiko toksisitas obat AINS lebih tinggi
daripada asetaminofen, asetaminofen tetap menjadi obat pilihan pertama
dalam penanganan rasa nyeri pada OA. Cara lain untuk mengurangi
dampak toksisitas dari obat AINS adalah dengan cara
mengombinasikannya dengan menggunakan inhibitor COX-2
2) Chondroprotective Agent
Chondroprotective Agent adalah obat-obatan yang dapat menjaga ata
merangsang perbaikan dari kartilago pada pasien OA. Obat-obatan yang
termasuk dalam kelompok obat ini adalah : tetrasiklin, asam hialuronat,
kondroitin sulfar, glikosaminoglikan, vitamin C dan sebagainya
3) Terapi pembedahan
Terapi ini diberikan apabila terapi farmakologis tidak berhasil untuk
mengurangi rasa sakit dan juga untuk melakukan koreksi apabila terjadi
deformitas sendi yang mengganggu aktivitas sehari-sehari

E. Diet osteoartritis
a. Diet yang Baik
1) Diet karotenoid adalah bahan aktif lain yang memperlambat degradasi
bawah sendi pada pasien arthritis. Hal ini hadir dalam jumlah tinggi
dalam sayuran berdaun hijau, wortel, tomat dan jeruk.
2) Makanan kaya dengan vitamin E, diantaranya biji bunga matahari,
sereal, almond, hazelnut, kacang tanah, tomat, bayam, dll.
3) Produk kaya vitamin C (misalnya buah jeruk, kubis, brokoli, dll)
4) Menyertakan kenari dan biji rami dalam rencana diet rutin. Biji dan
kacang ini sarat dengan omega-3 asam lemak dan lemak sehat.
5) Sertakan banyak makanan kaya serat dalam diet. Mereka membantu
dalam pemeliharaan kesehatan dari sistem pencernaan dan juga,
melawan efek samping obat rematik (khususnya konstipasi).
b. Diet yang Tidak Baik
1) Produk umum yang dikenal untuk memicu serangan osteoarthritis
adalah terong, kentang dan paprika. Secara ketat hindari dalam rencana
makanan Anda.
2) Mengurangi asupan bahan makanan yang mengandung lemak, seperti
minyak terhidrogenasi parsial dan asam lemak tak jenuh ganda. Mereka
tidak hanya menggemukkan, tetapi juga memperburuk gejala nyeri
secara tidak langsung.
3) Batasi asupan makanan kemasan atau makanan berbahan pengawet.
4) Bahan makanan lainnya yang harus dihindari oleh pasien osteoarthritis
adalah minuman berkafein, minuman beralkohol, produk susu,
makanan manis, makanan gorengan, makanan yang kaya fosfor,
makanan yang mengandung gluten dan yang memiliki asam oksalat.
Daftar Pustaka
Dalimartha, Setiawan. 2010. ResepTumbuhan Obat Untuk Asam Urat. Niaga
Swadaya : Jogjakarta
Suddarth, Brunner. 2015. Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta : EGC
Nurarif, Huda. 2015. Aplikasi Asuhan Keperawatan berdasarkan NANDA
NIC NOC Jilid 3. MediAction. Yogyakarta : MediAction
LAPORAN HASIL OBSERVASI
KEGIATAN SENAM OSTEOATRITIS
(RADANG SENDI)
DI PANTI HARAPAN KITA JUATA TERPADU

Acara : kegiatan Senam Osteoatritis (Radang Sendi)


Hari/tanggal : kamis 30 november 2017
Waktu : 10.00-selesai
Tempat : panti harapan kita

A. Definisi
Osteoarthritis (OA) merupakan penyakit sendi degenerative yang berkaitan
dengan kerusakan kartilago sendi. Vertebra, panggul, lutut dan pergelangan kaki
paling sering terkena OA dan memiliki gambaran yang khas yaitu sendi falang
distal dn proksimal sering terkena
Osteoartritis adalah kondisi dimana sendi terasa nyeri akibat inflamasi ringan
yang timbul karena gesekan ujung- ujung tulang penyusun sendi ( Soenarwo,
2011)
Osteoartritis adalah kondisi dimana sendi terasa nyeri akibat inflamasi ringan
yang timbul karena gesekan ujung- ujung tulang penyusun sendi.
Jadi osteoartritis merupakan kelainan yang bersifat progresif lambat yang
mengenai rawan sendi. (Soenarwo, 2011)

B. Tujuan
1. Tujuan Umum

Memenuhi pembuatan tugas Keperawatan Gerontik di Semester 5

2. Tujuan Khusus

a. Pembaca dapat mengetahui definisi dari Osteoarthritis


b. Pembaca dapat mengetahui etiologi dari Osteoarthritis
c. Pembaca dapat mengetahui tanda dan gejala dari Osteoarthritis
d. Pembaca dapat mengetahui tentang penatalaksanaan Osteoarthritis
e. Pembaca dapat mengetahui diet pada Osteoarthritis

C. Tahap Persiapan
1. Tahap persiapan dari awal sesuai pre-planning yang telah dikonsulkan
pada dosen pembimbing.persiapan penyajian penyuluhan sudah di
selesaikan oleh kelompok, sesuai dengan tanggung jawab masing-masing.
2. Mahasiswa menyiapkan tempat senam, materi osteoatritis,lagu senam
salon dan konsumsi
3. Mahasiswa telah membentuk kepanitiaan untuk melaksanakan kegiatan
penyuluhan yang terdiri moderator, pemateri, observasi, fasilitator.

D. Tahap Pelaksanaan
Kegiatan dilaksanakan pada jam 10.00 sampai dengan selesai, kegiatan
berlangsung selama kuran lebih setengah jam. Acara direncanakan mulai jam
10.00 .-10.50
1. Acara seharusnya diadakan jam 7.00 tetapi di karenakan lansian ada
kegiatan pengajian jadi acara di mulai jam 10.00
2. Jumlah peserta 8 orang lansia.
3. Pemateri membuka penyuluhan dan menjelaskan isi dari materi
penyuluhan
4. Selama penyuluhan berlangsung, suasana dalam keadaan tenang
5. Para peserta yang datang sangat antusias untuk bertanya dan tertarik
dengan penyuluhan tersebut
6. Acara berlangsung kurang lebih setengah jam
7. Masih-masing mahasiswa melakukan perannya sebagai
moderator,pemateri,observer, dokumentasi.
8. Penutup dilakukan kurang lebih 2 menit
9. Acara selesai kurang lebih jam 10.50
E. Kegiatan

No. Fase Kegiatan Penyuluh Kegiatan Peserta Alokasi


waktu

1. Salam terapeutik 1. Menjawab salam


2. Memperkenalkan diri 2. Memperhatikan
1. Pra 5
3. Menjelaskan tujuan dari 3. Memperhatikan
interaksi
penyuluhan. 4. Menyepakati menit
4. Kontrak waktu waktu
5. Menanyakan pada peserta 5. Menjawab
tentang apa yang diketahui pertanyaan
2. Kerja 25
mengenai Osteoarthritis
6. Menjelaskan Pengertian 6. Memperhatikan menit
Osteoarthritis
7. Menjelaskan penyebab 7. Memperhatikan
Osteoarthritis
8. Menjelaskan tanda dan gejala 8. Memperhatikan
Osteoarthritis
9. Menjelaskan mengenai 9. Memperhatikan
penatalaksanaan Osteoarthritis
10. Menjelaskan tentang diet 10. Memperhatikan
Osteoarthritis
11. Tanya jawab 11. Bertanya dan
menjawab
pertanyaan
3. Terminasi 12. Mengevaluasi pemahaman 12. Menjawab 10
masyarakat dengan pertanyaan
menit
memberi pertanyaan secara
lisan
13. Membuat kesimpulan 13. Memperhatikan
14. Menyampaikan anjuran dan 14. Menjawab
harapan Pertanyaan
15. Mengucapkan terima kasih dan 15. Menjawab salam
salam penutup

F. Daftar pertanyaan/diskusi
Selama proses berjalannya diskusi atau tanya jawab, para peserta antusias dan
ikut berpartisipasi dan pada saat selesai senam peserta pun masih banyak yang
bertanya
1. Evaluasi struktur
a. Pemateri : pada saat menyampaikan materi pemateri nya terlalu cepat
dan suara nya pelan, dan pada saat menjawab pertanyaan yang di
lontarkan kepadanya pemateri terlalu cepat dalam memberikan jawaban
nya sehingga peserta tidak terlalu mendengarkan .
b. Moderator : pada saat membuk kegiatan penyuluhan moderator
membuka dengan baik sehingga acara penyuluhan berjalan sesuai
dengan yang direncanakan
c. Fasilitator : fasilitator berperan aktif dalam penyuluhan yang di
selenggarakan dan berpartisipasi dalam penyuluhan tersebut.
d. Dokumentasi : dapat mendokumentasi dengan benar .
e. peserta : Warga berperan aktif dalam penyuluhan dan memperagakan
cara cuci tangan
f. Peserta yang hadir 8 orang yang terdiri dari 3 laki laki dan 5 perempuan
Kehadiran : 99 %. Partisipasi : 100 %
g. Penyuluhan dilaksanakan bertempat diruang tamu panti
h. Perlengkapan alat dan media yang digunakan sudah lengkap sesuai
dengan yang direncanakan
2. Evaluasi proses
a. Kegiatan dilaksanakan pada hari kamis 30 november 2017 dan berakhir
pada pukul 10.55
b. Peran mahasiswa dalam acara penyuluhan dilaksanakan dengan baik
dan sesuai dengan yang direncanakan
c. Seluruh peserta penyuluhan mengikuti kegiatan sampai selesai dan
tidak ada yang meninggalkan tempat sebelum acara selesai.
3. Evaluasi hasil
a. Peserta mampu menyebutkan pengertian Osteoarthritis dengan benar
menurut bahasanya sendiri
b. Peserta dapat menyebutkan penyebab Osteoarthritis dengan benar
c. Peserta mampu menyebutkan minimal 3 tanda dan gejala Osteoarthritis
dengan benar
d. Peserta mampu menyebutkan penatalaksanaan keperawatan Tetanus
dengan benar menurut bahasanya sendiri
e. Peserta mampu menyebutkan diet Osteoarthritis dengan benar menurut
bahasanya sendiri
FOTO KEGIATAN