Anda di halaman 1dari 5

BAB 2

PEMBAHASAN

1.Ciri-Ciri Virus
Virus memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1. Virus bersifat aseluler (tidak mempunyai sel)


2. Virus berukuran amat kecil,jauh lebih kecil dari bakteri,yakni berkisar antara 20 mu-
300 mu ( 1 mikron=1000 milimikron). Untuk mengamatinya di perlukan mikroskop
electron yang pembesarannya dapat mencapai 50.000 X.
3. Virus hanya memiliki salah satu macam asam nukleat (RNA atau DNA)
4. Virus umumnya berupa semacam hablur (Kristal) dan bentuknya sangat
bervariasi.Ada yang berbentuk oval,memanjang,silindris,kotak dan kebanyakan
berbentuk seperti kecebong dengan ‘’kepala’’ oval dan ‘’ekor’’ silindris
5. Tubuh virus dari atas : kepala,kulit (selubung atau kapsid),isi tubuh,dan serabut
ekor.
6. Virus memiliki lapisan protein yang di sebut kapsid
7. Virus hanya dapat berkembangbiak di sel hidup lainnya seperti sel hidup pada
bakteri,hewan,tumbuhan dan sel hidup pada manusia
8. Virus tidak dapat membelah diri
9. Virus tidak dapat di endapkat dengan sentrifugasi biasa, tetapi dapat di kristalkan.

2. Replikasi Virus
Virus hanya dapat berproduksi/replikasi dalam sel hidup atau jaringan hidup lain.
Replikasi virus merupakan proses penggadaan virus. Proses replikasi virus dapat diamati
dengan jelas pada bakteriofage yang menyerang bakteri Echerichia coli. Proses replikasi
virus ada dua macam, aitu daur litik dan daur lisogenik.
1. Daur Litik (pecah)

Pada daur litik, virus akan menghancurkan sel hospes (sel yang ditumpanginya) setelah
selesai melakukan replikasi. Daur litik terjadi dalam beberapa tahap berikut

a) Adsorpsi yaitu melekatnya ekor virus pada dinding sel bakteri.


b) Penetrasi yaitu ujung serabut ekor virus masuk dan menyatu dengan sel bakteri
sehingga terbentuk saluran dari tubuh virus ke bakteri. Virus memasukan materi
genetiknya (asam nukleat) ke dalam bakteri melalui saluran tersebut. Kapsid virus
tetap berada di luar sel bakteri. Jika telah kosong,kapsid akan terlepas dan tidak
berfungsi lagi
c) Eklifave yaitu firus mengambil alih perlengkapan metaboli sel bakteri.
Selanjutnya,asam nukleat virus mengendalikan pembentukan protein dan
komponen komponen tubuh virus baru dengan menggunakan bahan yang
tersedia dalam sitop plasma bakteri
d) Replikasi yaitu pembentukan bagian bagian tubuh virus baru
e) Perakitan yaitu bagian bagian tubuh virus yang terbentuk dalam replikasi
selanjutnya akan membentuk virus virus bakteriofage yang baru
f) Lisis yaitu pecahnya sel bacteri yang mengeluarkan virus virus baru yang akan
menginfeksi bakteri dan memulai daur litik kembali.

2. Daur Lisogenik

Pada daur lisogenik,virus tidak menghancurkan sel bakteri. Asam nukleat virus
tidak mengambil alih fungsi proses sintesis asam nukleat bakteri,tetapi menjadi
bagian dari DNA bakteri. Adapun tahapan dalam daur lisogenik sbb:
1. Adsorpsi dan penetrasi,prosesna sama dengan daur litik
2. Penggabungan yaitu asam nukleat virus bergabung atau menyisip pada asam
nukleat bakteri. Gabungan asam nukleat ini di sebut profage
3. Pembelahan, pada saat bakteri membelah diri, Profage ikut membelah
sehingga menghasilkan bakteri bakteri yang mengandung profage
4. Sintesis,yaitu asam nukleat virus secara alami akan memisahkan diri dari asam
nukleat bakteri untuk memasuki daur litik.selanjutnya,asam nukleat virus
akan membentuk pertikel pertikel virus baru

3. Klasifikasi Virus
Para ahli virology bekerja dan melakukan penelitian tentang jenis jenis
virus,karakter,ciri ciri,dan pemanfaatannya.Semua kegiatan tersebut di dengan
upaya klasifikasi (Pengelompokan) agar virus menjadi lebih mudah untuk di pelajari.
Berikut adalah pengelompokan virus berdasarkan criteria tertentu.
Berikut adalah klasifikasi virus berdasarkan cirri cirri tertentu:
1. Berdasarkan kandungan asam nukleatna,Virus di klasifikasikan menjadi dua yaitu
Ribovirus (Virus RNA) dan Deoksiribovirus (Virus DNA)
2. Berdasarkan benruk dasarnya,Virus di klasifikasikan sbb.
a) Virus bentuk Ikosahedral:Bentuk tata ruang yang di batasi oleh 20 segitiga
sama sisi dengan sumbu rotasi ganda.Contoh virus polio dan adenovirus
b) Virus bentuk Helikal: Menyerupai batang panjang,Nukleokapsitnya tidak
kaku,berbentuk heliks,dan memiliki satu sumbu rotasi.Pada bagian atas
terlihat RNA virus dengan kapsomer,missal virus influenza dan TMV.
c) Virus bentuk kompleks,struktur yang amat kompleks dan pada umunya lebih
lengkap di banding dengan virus lainnya.Contoh POXVIRUS (Virus cacar)
mempunyai selubung yang menyelubungi asam nukleat
3. Berdasarkan keberadaan selubung yang melapisi nukleokapsid,Virus di bedakan
menjadi 2 .
a) Virus berselubung,mempunyai selubung yang tersusun dari lipoprotein atau
glikoprotein. Contoh POXIVIRUS, HERPESVIRUS, ORTHOMYXOVIRUS,
PARAMYXOVIRUS, RHABDOVIRUS, TOGAVIRUS, dan RETROVIRUS.
b) Virus telanjang. Nukleokapsid tidak di selubungi oleh lapisan yang lain.
Contoh ADENOVIRUSES, PAPOVARIRUSES, PICORNAVIRUSES, dan
REOVIRUSES.
4. Berdasarkan jumlah kapsomernya, virus diklasifikasikan sbb.
a) Virus dengan 252 kapsomer, contoh adenovirus.
b) Virus dengan 162 kapsomer, contoh herpesvirus.
c) Virus dengan 72 kapsomer, contoh papovavirus.
d) Virus dengan 60 kapsomer, contoh picornavirus.
e) Virus dengan 32 kaposmer, contoh parvovirus.
5. Berdasarkan sel inangnya,Virus di klasifikasikan sbb.
a) Virus yang menyerang manusia,Contoh HIV
b) Virus yang menyerang hewan,contoh Rabies
c) Virus yang menyerang tumbuhan,contoh TMV
d) Virus yang menyerang bakteri,contoh virus T
BAB 3
PENUTUP

1. Kesimpulan
Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme
biologis. Virus hanya dapat berproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi
dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan
selular untuk berproduksi sendiri.

Struktur dan anatomi virus. Model skematik virus berkapsid heliks (virus mosalik
tembakau): 1. Asam nukleat (RNA), 2. Kapsomer, 3. Kapsid. Virus merupakan
organisme subseluler yang karena ukurannya sangat kecil, hanya dapat dilihat
dengan menggunakan mikroskop elektron.

Beberapa virus ada yang dapat di manfaatkan dalam rekombinasi genetika.


Melalui terapi gen, gen jahat (penyebab infeksi) yang terdapat dalam virus di ubah
menjadi gen baik (penyembuh). David sanders berhasil menjinakan cangkang luar
virus Ebola sehingga dapat di manfaatkan sebagai pembawa gen kepada selyang
sakit (paru-paru).

Penyakit pada manusia akibat virus yang menyebabkan selesma menyerang


saluran pernapasan, virus campak menginfeksi kulit, virus hepatitis menginfeksi hati,
dan virus rabies menyerang sel-sel saraf. Begitu juga yang terjadi pada penyakit
AIDS (acquired immune deficiency syndrome),yaitu suatu penyakit yang
mengakibatkan menurunnya daya tahan tubuh penderita penyakit tersebut di
sebabkan oleh virus HIV yang secara khusus menyerang sel darah putih. Selain itu,
penyakit hewan akibat virus yaitu penyakit tetelo penyebabnya adalah new castle
disease virus (NCDV), penyakit kuku dan mulut penyakit kanker pada ayam oleh rous
sarcoma virus (RSV) dan penyakit rabies. Sedangkan penyakit tumbuhan akibat virus
diantaranya : penyakit mosaik, penyakit degenerasi pembuluh tapis pada jeruk, dan
vein phloem degeneration (CVPD).

Virus sangat sulit untuk dibunuh. Metode pengobatan sejauh ini yang dianggap
paling efektif adalah vaksinasi,untuk merangsang kekebalan alami tubuh terhadap
proses infrksi, dan obat-obatan yang mengatasi gejala akibat infeksi virus. Selain itu,
di perlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah suatu penyakit di
sebabkan oleh bakteri atau virus.

2. Saran
Setiap unsur memiliki kerugian dan keuntungan begitu pula dengan virus. Virus
memiliki kerugian dan juga keuntungan bagi manusia. Semakin orang menjadi pintar
semakin orang menyadari bahwa dirinya tidak banyak tahu atas segala sesuatu. Dan
kita tidak boleh menganggap ringan tentang hal yang kecil karena sesuatu yang kecil
itu bahkan lebih membahayakan dari pada hal yang besar sehingga kebanyakan
orang yang terkenal (orang besar) jatuh karena tidak melihat hal yang kecil itu.