Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Keramik berasal dari perkataan Yunani yaitu “keramos”, yang artinya

lempung yang di bakar pada temperatur tinggi (lebih 1500oC). Ada pendapat lain

yang menyatakan bahwa keramik berasal dari perkataan keramikos yaitu segala

hasil yang di perbuat dari lempung (tanah liat). Bahan keramik merupakan

senyawa antara logam dan bukan logam. Senyawa ini mempunyai ikatan ionik

dan atau ikatan kovalen. Jadi sifat-sifatnya berbeda dengan logam. Walaupun

secara umum fasa keramik mempunyai stuktur kristalin, akan tetapi struktur

keramik tidak memiliki banyak elektron bebas. Elektron-elektronnya dipakai

bersama pada atom-atom yang berdekatan dalam ikatan kovalen atau berpindah

dari atom yang satu ke atom yang lainnya membentuk ikatan ionik, jadi atom

terionisasi dan bermuatan. Ikatan ionik menyebabkan keramik mempunyai

stabilitas yang relatif tinggi. Sehingga keramik mempunyai titik cair yang tinggi

(1500oC - 2500oC), dibandingkan logam atau bahan organik (Van Vlack,1983:

305).

Struktur kristal keramik (terdiri dari berbagai ukuran atom yang berbeda

atau minimal terdiri dari 2 jenis unsur) merupakan salah satu yang paling

kompleks dari semua struktur bahan. Ikatan antara atom-atom ini umumnya ikatan

kovalen (berbagi elektron, sehingga ikatan ini kuat) atau ion (terutama

ikatanantara ion bermuatan, sehingga ikatan ini kuat). Ikatan ini jauh lebih kuat

daripada ikatan logam. Akibatnya, sifat-sifat seperti kekerasan dan ketahanan


panas dan listrik secara signifikan lebih tinggi keramik dari pada logam. Keramik

dapat berikatan kristal tunggal atau dalam bentuk polikristalin. Ukuran butir

mempunyai pengaruh besar terhadap kekuatan dan sifat-sifat keramik, ukuran

butir yang halus semakin tinggi kekuatan dan ketangguhannya.

Bahan pembentuk keramik memiliki ikatan ion, ikatan kovalen dan

ikatanantara. Sebagai missal, bagian ikatan ion dalam sistem Mg-O, Al-O, Zn-O

dan Si-O dapat dikatakan masing-masing 70%, 60%, 60% dan 50%. Yang sangat

menarik adalah bahwa pada ReO3,V2O3 dan TiO, yang merupakan oksida dan

tidak pernah menunjukkan sifat liat atau dapat di deformasikan, tetapi memiliki

hantaran listrik yang relatif dapat disamakan dengan logam biasa. Dalam Kristal

yang rumit, berbagai macam atom berperan dan ikatannya merupakan ikatan

campuran dalam banyak hal. Struktur Kristal demikian dapat dimengerti apabila

mengingat bahwa Kristal tersusun oleh kombinasi dari polyhedron koordinasi,

dimana satuan kecil dari kation dikelilingi oleh beberapa anion. Salah satu contoh

adalah silikat yang merupakan bahan baku penting bagi keramik.


1.2. Rumusan Masalah

Makalah ini memiliki beberapa rumusan masalah sebagai berikut :

1. Apa yang dimaksud dengan keramik semikonduktor ?

2. Bahan apa saja yang dapat digunakan sebagai keramik semikonduktor?

3. Bagaimana sifat fisik dan kimia keramik semikonduktor ?

4. Bagaimana struktur keramik semikonduktor?

1.3. Tujuan Makalah

Makalah ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui tentang keramik

semikonduktor.

1.4. Manfaat Makalah

Makalah ini memiliki beberapa manfaaat sebagai berikut :

1. Penulisan karya tulis ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para

mahasiswa dan sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya.

2. Penulisan karya tulis ini diharapkan dapat memperluas pengetahuan

dan cakrawala pemikiran pembaca pada umumnya.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Keramik Semikonduktor

Keramik berasal dari kata Yunani yaitu “keramos” yang berarti tembikar

(pottery) atau peralatan terbuat dari tanah (earthenware). Keramik adalah bahan

padat anorganik yang merupakan paduan dari unsur logam dan non logam. Pada

umumnya ikatan atom pada material keramik didominasi oleh ikatan ionik. Atom

logam dalam keramik akan menjadi kation (bermuatan positif) dan atom non-

logam menjadi anion (bermuatan negatif). Material keramik memiliki

karakteristik yang memungkinkan digunakan untuk berbagai divais, karena sifat-

sifatnya (Anonim,2009) seperti:

1. Kapasitas panas yang baik dan konduktivitas panas yang rendah;

2. Tahan korosi;

3. Sifat listriknya dapat berupa isolator, semikonduktor, konduktor bahkan

superkonduktor;

4. Sifatnya dapat magnetik dan non-magnetik;

5. Keras dan kuat, namun rapuh; dan

6. Kerapatan yang rendah dan juga titik leleh yang tinggi.

Keramik dapat dibagi menjadi beberapa golongan yaitu

isolator,semikonduktor, dan konduktor. Salah satu cara untuk menunjukkan

perbedaan antara konduktor, semikonduktor, dan isolator yaitu dengan

penggambaran tingkat-tingkat energi dalam bentuk pita energi untuk elektron-


elektron dalam bahan. Penggambaran pita energi untuk masing-masing material

tersebut ditunjukkan pada gambar 2.1 berikut :

Gambar 2.1. Pita Energi dari (a) Isolator, (b) Semikonduktor, (c) Konduktor

Pada isolator, ujung atas pita valensi dengan ujung bawah pita

konduksidipisahkan oleh celah pita energi (band gap) yang lebar. Pada konduktor,

ujung atas pita valensi dan ujung bawah pita konduksi saling tumpang-tindih

(overlap) sedangkan pada semikonduktor, celah pita energi antara pita valensi dan

pita konduksi cukup kecil sehingga dengan pemberian sedikit energi termal saja

sudah cukup untuk dapat mengeksitasi elektron dari pita valensi ke pita konduksi

dengan demikian sifat listriknya akan berubah. Bahan keramik semikonduktor

memiliki nilai konduktivitas listrik berada diantara isolator dan konduktor. Oleh

karena itu, keramik semikonduktor dapat bersifat sebagai isolator ataupun

konduktor. Sifat inilah yang memungkinkankeramik semikonduktor banyak

dipakai sebagai divais dalam bidang elektronika.

2.2 Bahan Baku Pembuatan Keramik


2.2.1. Kaolin

Kaolin berasal dari bahasa cina yaitu Kaoling dan disebut juga China Clay.

Kaolin merupakan massa batuan yang tersusun dari material lempung dengan
kandungan besi yang rendah dan umumnya berwarna putih atau agak keputihan.

Kaolin merupakan jenis tanah liat primer yang digunakan sebagai bahan utama

dalam pembuatan keramik putih, dan menggandung mineral kaolinit Al2254

SiO(OH) sebagai bagian yang terbesar. Proses pembentukan (kaolinisasi) dapat

terjadi melalui proses pelapukan dan proses hidrotermal alterasi pada batuan beku

felsfatik.

Dilihat dari sifat dan keadaan bahan, kaolin berwarna putih karena

kandungan besinya yang sangat rendah, tidak plastis, berbutir kasar, berat jenis
3 0
2,60-2,63 g/cm , titik lebur 1850 C, daya hantar panas dan listrik yang rendah.

Kaolin juga mempunyai tingkat keplastisan yang rendah sehingga taraf

penyusutan dan kekuatan keringnya pun lebih rendah dan sangat tahan api. Oleh

karena itu, kaolin tidak dapat dipakai begitu saja untuk membuat barang-barang

keramik, melainkan harus dicampur dahulu dengan bahan lain.

Cadangan kaolin di Indonesia diperkirakan sebesar 57.510.000 ton.

Cadangan tersebut mempunyai mutu yang cukup baik sebagai bahan keramik dan

untuk pengisi (misalnya untuk industri kertas), sedang untuk keperluan industri

yang lain perlu adanya penelitian lebih lanjut. Hasil Analisa Komposisi Kimia

Basa Kaolin Surabaya dengan menggunakan AAS(Atomic Absorption

Spectrometer) dapat dilihat pada tabel 2.2 dibawah ini :


Tabel 2.2.1. Komposisi kimia basa kaolin.

2.2.2 Felspar

Keberadaan feldspar dalam kerak bumi cukup melimpah. Walaupun

demikian untuk keperluan komersial dibutuhkan feldspar yang memiliki

kandungan (K2O + Na2O) > 10%. Selain itu, material pengotor oksida besi,

kuarsa, oksida titanium dan pengotor lain yang berasosiasi dengan feldspar

diusahakan sesedikit mungkin. Felspar dari alam setelah diolah dapat

dimanfaatkan untuk batu gurinda dan feldspar olahan untuk keperluan industri

tertentu. Mineral ikutannya dapat dimanfaatkan untuk keperluan industri lain

sesuai spesifikasi yang ditentukan. Industri keramik halus dan kaca/gelas

merupakan dua industri yang paling banyak mengkomsumsi feldspar olahan,

terutama yang memiliki kandungan K2O tinggi dan CaO rendah. Sebagai mineral

silikat pembentuk batuan, feldspar mempunyai kerangka struktur tektosilikat yang

menunjukkan 4 (empat) atom oksigen dalam struktur tetrahedral SiO2 yang

dipakai juga oleh struktur tetrahedral lainnya. Kondisi ini menghasilkan kisi-kisi

kristal seimbang terutama bila ada kation lain yang masuk kedalam struktur
tersebut seperti pengganti silicon oleh aluminium. Terlepas dari bentuk

strukturnya, apakah triklin atau monoklin. Feldspar secara kimiawi dibagi menjadi

empat kelompok mineral yaitu kalium feldspar (KAlSi3O8), natrium feldspar

(NaAlSi3O8), kalium feldspar (CaAl2Si2O8) dan barium feldspar (Ba Al2Si2O8)

sedangkan secara mineralogi feldspar dikelompokkan menjadi plagioklas dan K-

felspar.

2.2.3 Pasir kuarsa

Pasir kuarsa adalah bahan galian yang terdiri atas kristal-kristal silica

(SiO2) dan menggandung senyawa pengotor yang terbawa selama proses

pengendapan. Pasir kuarsa juga dikenal dengan nama pasir putih, merupakan hasil

pelapukan batuan yang menggandung mineral utama seperti kuarsa dan feldspar.

Pasir kuarsa mempunyai komposisi gabungan dari SiO2, Fe2O3, Al2O3, TiO2,

CaO, MgO, dan K2O, berwarna putih bening atau warna lain bergantung pada

senyawa penggotornya, kekerasan 7 (skala Mohs), berat jenis 2,65 , titik lebur
0
1715 C , bentuk kristal hexagonal.
Tabel 2.2.2. Sifat fisis bahan baku pembuatan keramik.

2.3. Sifat – Sifat Keramik

Keramik memiliki sifat kimia, mekanik, fisika, panas, elektrik, dan

magnetik yang membedakan mereka dari material lain seperti logam dan plastik..

a. Sifat Kimia

Keramik industri sebagian besar adalah oksida (senyawa ikatan oksigen), akan

tetapi ada juga senyawa carbida (senyawa ikatan karbon dan logam berat), nitrida

(senyawa ikatan nitrogen), borida (senyawa ikatan boron) dan silida (senyawa

ikatan silikon). Sebagai contoh, pembuatan keramik alumina menggunakan 85

sampai 99 persen aluminum oksida sebagai bahan utama dan dikombinasikan

dengan berbagai senyawa kompleks secara kimia. Beberapa contoh senyawa

kompleks adalah barium titanate (BaTiO3) dan zinc ferrite (ZnFe2O4).


Material lain yang dapat disebut juga sebagai jenis keramik adalah berlian dan

graphite dari karbon.Keramik lebih resisten terhadap korosi dibanding plastik dan

logam. Keramik biasanya tidak bereaksi dengan sebagian besar cairan, gas, aklali

dan asam. Jenis-jenis keramik memiliki titik leleh yang tinggi dan beberapa

diantaranya masih dapat digunakan pada temperatur mendekati titik lelehnya.

b. Sifat Mekanik

Ikatan keramik dapat dibilang sangat kuat, dapat kita lihat dari kekakuan ikatan

dengan mengukur kemampuan keramik menahan tekanan dan kelengkungan.

Bend Strength atau jumlah tekanan yang diperlukan untuk melengkungkan benda

biasanya digunakan untuk menentukan kekuatan keramik. Salah satu keramik

yang keras adalah Zirconium dioxide yang memiliki bend strength mendekati

senyawa besi. Zirconias (ZrO2) mampu mempertahankan kekuatannya hingga

temperatur 900oC (1652oF), dan bahkan silikon carbida dan silikon nitrida dapat

mempertahankan kekuatannya pada temperatur diatas 1400oC (2552oF). Material-

material silikon ini biasanya digunakan pada peralatan yang memerlukan panas

tinggi seperti bagian dari Gas-Turbine Engine. Walaupun keramik memiliki ikatan

yang kuat dan tahan pada temperatur tinggi, material ini sangat rapuh dan mudah

pecah bila dijatuhkan atau ketika dipanaskan dan didinginkan seketika.

c. Sifat Fisik

Sebagian besar keramik adalah ikatan dari karbon, oksigen atau nitrogen

dengan material lain seperti logam ringan dan semilogam. Hal ini menyebabkan

keramik biasanya memiliki densitas yang kecil. Sebagian keramik yang ringan

mungkin dapat sekeras logam yang berat. Keramik yang keras juga tahan terhadap

gesekan. Senyawa keramik yang paling keras adalah berlian, diikuti boron nitrida
pada urutan kedua dalam bentuk kristal kubusnya. Aluminum oksida dan silikon

karbida biasa digunakan untuk memotong, menggiling, menghaluskan dan

menghaluskan material-material keras lain.

d. Sifat Panas

Sebagian besar keramik memiliki titik leleh yang tinggi, artinya walaupun pada

temperatur yang tinggi material ini dapat bertahan dari deformasi dan dapat

bertahan dibawah tekanan tinggi. Akan tetapi perubahan temperatur yang besar

dan tiba-tiba dapat melemahkan keramik. Kontraksi dan ekspansi pada perubahan

temperatur tersebutlah yang dapat membuat keramik pecah. Silikon karbida dan

silikon nitrida lebih dapat bertahan dari kontraksi dan ekspansi pada perubahan

temperatur tinggi daripada keramik-keramik lain. Oleh karena itu material ini

digunakan pada bagian-bagian mesin seperti rotor pada turbin dalam mesin jet

yang memiliki variasi perubahan temperatur yang ekstrim.

e. Sifat Elektrik

Beberapa jenis keramik dapat menghantarkan listrik. Contohnya Chromium

dioksida yang mampu menghantarkan listrik sama baiknya dengan sebagian besar

logam. Jenis keramik lain seperti silikon karbida, kurang dapat menghantarkan

listrik tapi masih dapat dikatakan sebagai semikonduktor. Keramik seperti

aluminum oksida bahkan tidak menghantarkan listrik sama sekali. Beberapa

keramik seperti porcelain dapat bertindak sebagai insulator (alat untuk

memisahkan elemen-elemen pada sirkuit listrik agar tetap pada jalurnya masing-

masing) pada temperatur rendah tapi dapat menghantarkan listrik pada temperatur

tinggi.
f. Sifat Magnetik

Keramik yang mengandung besi oksida (Fe2O3) dapat memiliki gaya magnetik

mirip dengan magnet besi, nikel dan cobalt. Keramik berbasis besi oksida ini

biasa disebut ferrite. Keramik magnetis lainnya adalah oksida-oksida nikel,

senyawa mangan dan barium. Keramik ber-magnet biasanya digunakan pada

motor elektrik dan sirkuit listrik dan dapat dibuat dengan resistensi tinggi terhadap

demagnetisasi. Ketika elektron-elektron disejajarkan sedemikian rupa, keramik

dapat menghasilkan medan magnet yang sangat kuat dan sukar demagnetisasi

(menghilangkan medan magnet) dengan memecah barisan elektron tersebut.

Keramik industri dibuat dari bubuk yang telah diberi tekanan sedemikian rupa

kemudian dipanaskan pada temperatur tinggi. Keramik tradisional

seperti porcelain, ubin (keramik lantai) dan tembikar dibuat dari bubuk yang

terdiri dari berbagai material seperti tanah liat (lempung), talc, silika dan feldspar.

Akan tetapi, sebagian besar keramik industri dibentuk dari bubuk kimia khusus

seperti silikon karbida, alumina dan barium titanate.

2.4. Perkembangan Industri Keramik

Industri keramik telah bermula dalam tahun 4500 sebelum Masehi yang di

usahakan oleh penduduk di perkampungan neolitik di dalam daerah Shanxi di

negeri China. Industri keramik pada masa itu hanya tertumpu pada penghasilan

tembikar. Tembikar tertua di temui di England, dapat di kesan kembali pada

pertama tahun masehi dan penaklukan Roma. Antara masa itu dan 1500 tahun

Masehi, perkembangan yang paling penting adalah porselin yang dapat

memantulkan cahaya. Aktiviti di England bermula dengan tembikar eistercian

pada awal abad ke enam belas. Abad ketujuh belas mulai nampak permulaan
industri tembikar Inggris melalui Tofst bersaudara yang membuat tembikar slip di

Staffordshire. Dalam abad ke delapan belas menampakkan bibit perkembangan

yang telah menjadikan industri tembikar sebagaimana yang terdapat pada hari ini.

Cabang-cabang lain industri mula wujud pada abad kesembilan belas.

Perhatian yang meningkat adalah tentang sanitasi berdasarkan air Herrington. Di

bagian akhir abad ini pengenalan api elektro telah membawa kepada bibit

permulaan industri porselin elektro. Dalam tempoh selepas perang dunia kedua,

industri keramik tertumpu kepada produksi yang boleh memberikan ciri-ciri yang

istimewa serta Modern. Ia dihasilkan daripada bahan mentah alami atau sintetis

atau campuran yang melibatkan metode berteknologi modern. Keramik jenis ini

digolongkan kepada keramik Modern atau advance keramik.


BAB III

KESIMPULAN

4.1.1. Kesimpulan

Makalah ini memiliki beberapa kesimpulan antara lain :

1. Bahan semikonduktor adalah bahan yang mempunyai level

konduktiviti (kemampuan menghantarkan arus listrik) diantara bahan

konduktor dan isolator Jadi, bahan semikonduktor mampu

menghantarkan listrik lebih baik daripada isolator, tapi lebih rendah

dibandingkan konduktor.

2. Keramik memiliki sifat kimia, mekanik, fisika, panas, elektrik, dan

magnetik yang membedakan mereka dari material lain seperti logam

dan plastik. Industri keramik merubah sifat keramik dengan cara

mengontrol jenis dan jumlah material yang digunakan untuk

pembuatan.

3. Di dalam bidang kedokteran bahan keramik digunakan sebagai

pengganti organ-organ (tulang) manusia yang rusak. Bahan keramik

dapat di bentuk menggunakan mesin perkakas CNC pada proses pra

sintering. Di bidang proses pemesinan, bahan keramik telah digunakan

sebagai bahan mata pahat untuk proses pemesinan kecepatan tinggi

dan pemotongan logam-logam yang keras.


DAFTAR PUSTAKA

http://naidra.student.fkip.uns.ac.id/klasifikasi-material-teknik-baru/) diakses: 9

Desember 2014.

Firmansyah Dodiy,dkk.2010.Penerapan variasi konsentrasi Fe terhadap

konduktivitas besi nikel (Ni1-xFexO. Malang : Universitas Negeri Malang

file:///C:/Users/Dwi%20Ratna/Downloads/semikonduktor.pdf diakses : 10

Desember 2014 pukul : 14.00 WIB

http://irma-teknikkimia.blogspot.com/2013/04/proses-industri-kimia-

keramik.html diakses : 10 Desember 2014 pukul : 11.00 WIB

Anonim.2014.82998564. Keramik –Semikonduktor.pdf-adobe reader, Sumber

http://www.scribd.com/doc/82998564/keramik-semikonduktor diakses :5

Desember 2014