Anda di halaman 1dari 37

TUGAS KEWIRAUSAHAAN TEKNIK SIPIL

KONSEP BISNIS PLAN KONSTRUKSI

DISUSUN OLEH:
KELOMPOK 11

JURUSAN/PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS WARMADEWA
GANJIL 2017/2018

0
KATA PENGANTAR

Puji syukur dipanjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang telah
melimpahkan Rahmat dan Karunia-Nya akhirnya penulis dapat menyelesaikan
Tugas ini tepat pada waktunya. penulis membuat sebagai salah satu syarat dalam
menyelesaikan Mata Kuliah Kewirausahaan Teknik Sipil pada Fakultas Teknik,
Jurusan Teknik Sipil, Universitas Warmadewa, serta sebagai pembelajaran dalam
menyusun tugas sesuai dengan ilmu yang telah diterima selama kuliah.
Adapun judul Tugas ini adalah “KONSEP BISNIS PLAN
KONSTRUKSI”. Tugas Tugas ini bisa terselesaikan atas bantuan banyak pihak,
untuk itu penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada yang
terhormat:
1. Ibu Ni Komang Armaeni, ST, MT. selaku Dosen Pengampu yang telah
membimbing hingga selesainya tugas ini.
2. Teman–teman anggota kelompok, dan teknik sipil angkatan 2014 yang
tidak bisa disebutkan satu persatu yang telah banyak membantu, baik
secara langsung maupun tidak langsung sehingga tugas ini dapat
terselesaikan.
Akhirnya, tidak lupa penulis memohon maaf atas segala kekurangan dan
kesalahan dalam tugas ini. Penulis sadar bahwa tugas ini masih jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang
bersifat membangun yang sekiranya dapat digunakan untuk perbaikan pada
penyusunan tugas berikutnya. Untuk itu kami ucapkan terima kasih.

Denpasar, 15 Nopember 2017

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ i


DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 4
1.1 Latar Belakang ................................................................................................. 4
1.2 Tujuan .............................................................................................................. 5
1.3 Topik Bahasan ................................................................................................. 5
BAB II PEMBAHASAN ....................................................................................... 6
2.1 Pengertian Bisnis Plan ..................................................................................... 6
2.1.1 Pengertian Bisnis Menurut Para Ahli ................................................ 7
2.2 Jasa Konstruksi ................................................................................................ 8
2.3 Konsep Bisnis Plan ........................................................................................ 11
2.4 Tujuan Bisnis Plan ......................................................................................... 12
2.5 Manfaat Bisnis Plan ....................................................................................... 12
2.6 Dasar – dasar Rencana Bisnis Plan ................................................................ 13
2.7 Langkah – langkah Membuat Bisnis Plan ..................................................... 16
2.8 Kerangka Rencana Bisnis .............................................................................. 19
2.9 Elemen Dari Bisnis Plan ................................................................................ 22
2.10Contoh Perencanaan Bisnis (Business Plan) ................................................. 24
2.10.1 Identitas Perusahaan ........................................................................ 24
2.10.2 Sejarah Perusahaan.......................................................................... 24
2.10.3 Kebijakan Strategi ........................................................................... 25
2.10.4 Perkembangan Usaha ...................................................................... 26
2.10.5 Bisnis Perusahaan ........................................................................... 27
2.10.6 Bisnis Perusahaan ........................................................................... 28
2.10.7 Deskripsi Kerja................................................................................ 29
2.10.8 Grafik Data Keuangan dan Oprasional ........................................... 32
2.10.9 Konstruksi yang Pernah Dikerjakan................................................ 33
BAB III KESIMPULAN ..................................................................................... 34
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 36

ii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2. 1 9 Dasar Rencana Bisnis .................................................................... 14


Gambar 2. 2 Struktur Bisnis PT HK (Persero) ...................................................... 27
Gambar 2. 3 Struktur Organisasi PT HK (Persero)............................................... 29
Gambar 2. 4 Alur Kerja Pekerjaan Konstruksi ..................................................... 30
Gambar 2. 5 Grafik Data Keuangan ...................................................................... 32
Gambar 2. 6 Grafik Data Oprasional .................................................................... 32
Gambar 2. 7 Fly Over Bojonegoro dan Jalan kelok 9 Sumatra Barat ................... 33

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Membuka usaha baru tidak mungkin tanpa ada rencana sebelumnya.
Rencana harus ada betapapun sederhananya secara tertulis. Namun, wirausaha baru
di negara kita banyak yang tidak mau ataupun mungkin tidak mampu atau segan
menulis rencana tertulis tersebut karena berbagai alasan. Perencanaan yang tidak
tertulis pasti sudah ada rekayasa dalam pikiran, yaitu suatu rekayasa secara
sederhana tentang jawaban dari berbagai pertanyaan antara lain, usaha apa yang
akan dibuka, mengapa memilih usaha tersebut, dimana lokasinya, siapa
konsumennya, darimana sumber modalnya, dan sebagainya.
Dewasa ini, jasa konstruksi merupakan bidang usaha yang banyak diminati
oleh anggota masyarakat di berbagai tingkatan sebagaimana terlihat dari makin
besarnya jumlah perusahaan yang bergerak di bidang usaha jasa konstruksi.
Perkembangan jasa kontruksi yang pesat membawa implikasi pada persaingan antar
perusahaan. Peningkatan jumlah perusahaan ini tenyata belum diikuti dengan
peningkatan kualifikasi dan kinerjanya, yang tercermin pada kenyataan bahwa
mutu produk ketepatan waktu pelaksanaan, dan efisiensi pemanfaatan sumber daya
manusia, modal, dan teknologi dalam penyelenggaraan jasa konstruksi belum
sebagaimana yang diharapkan. Akibatnya tidak sedikit perusahaan di bidang jasa
kontruksi ini yang mengalami kebangkrutan dan akhirnya tutup.
Perencanaan bisnis ( business plan ) pada jasa konstruksi yang dibuat mau
tidak mau harus memulainya dari perencanaan awal seperti menentukan tujuan
yang dicapai, sumber daya manusia yang digunakan, sistem organisasi perusahaan,
masalah pendanaan, dll. Perencanaan bisnis ini dibuat agar hasil penciptaan usaha
yang dibuat mendekati dengan kenyataannya. Diharapkan dengan perencanaan
bisnis yang baik maka perencanaan dengan kenyataannya memiliki perbedaan yang
cukup kecil. Karena itu perencanaan bisnis ini dapat digunakan sebagai pedoman
penciptaan usaha. Maka dari perencanaan bisnis tersebut dapat tercipta perusahaan-
perusahaan yang sukses dan maju, walaupun tidak sedikit pula kendala-kendala
yang dihadapi dalam bisnis tersebut.

4
PT .Hutama Karya merupakan salah satu perusahaan BUMN Jasa
Konstruksi yang sudah berdiri sejak 51 tahun yang lalu, sebagai kontraktor yang
termasuk dalam jajaran 10 besar kontraktor nasional, PT .Hutama Karya
menduduki urutan ke 5 dari ke 10 kontraktor besar tersebut. Untuk mangejar ke
urutan 1 dari urutan ke 5, dalam lingkungan persaingan yang ketat itu diperlu-kan
strategi pemasaran yang baik. Strategi pemasaran yang baik, perlu memperhatikan
lingkungan ekternal dan internal perusahaan, serta mempunyai perencanaan bisnis
untuk mewujudkan berjalannya roda perusahaan yang lebih baik

1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari konsep bisnis plan ini adalah sebagai berikut :
1. Sebagai bahan bacaan untuk menambah wawasan mengenai Bisnis
Plan Konstruksi
2. Sebagai syarat untuk menuntaskan mata kuliah Kewirausahaan Fakultas
Teknik Sipil.

1.3 Topik Bahasan


Adapun topik dari makalah konsep bisnis plan ini adalah sebagai berikut :
1. Pengertian Bisnis Plan
2. Jasa Konstruksi
3. Konsep Bisnis Plan
4. Tujuan Bisnis Plan
5. Manfaat Bisnis Plan
6. Dasar – dasar Rencana Bisnis Plan
7. Langkah – langkah Membuat Bisnis Plan
8. Kerangka Membuat Bisnis Plan
9. Elemen Dari Bisnis Plan
10. Contoh Perencanaan Bisnis Plan

5
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Bisnis Plan


Bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada
konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis
dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam
konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk
mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Perencanaan bisnis merupakan pedoman untuk mempertaj.am rencana-
rencana yang diharapkan, karena di dalam perencanaan bisnis ini dapat diketahui
posisi perusahaan saat ini, arah dan tujuan perusahaan, dan cara mencapai sasaran
yang ingin dicapai.
Agar perusahaan berjalan pada jalan yang benar maka seorang wirausaha
harus menyususn Business Plan. Business Plan merupakan suatu dokumen yang
menyatakan keyakinan akan kemampuan sebuah bisnis untuk menjual barang atau
jasa dengan menghasilkan keuntungan yang memuaskan dan menarik bagi
penyandang saran. Pengertian lain dari business plan adalah sebuah selling
document yang mengungkapkan daya tarik dan harapan sebuah bisnis kepada
penyandang dana potensial.
Menurut Bygrave, 1994 : 441 (dalam Buchari Alma, 2006 : 198)
mendefinisikan Business Plan sebagai dokumen yang disediakan oleh enterpreuner
yang memuat rincian tentang masa lalu, keadaan sekarang dan kecenderungan masa
depan dari sebuah perusahaan. Isinya mencakup analisis tentang manajerial,
keadaan fisik bangunan, karyawan, produk, sumber permodalan, informasi tentang
jalannya perusahaan selama ini dan posisi pasar dari perusahaan. Business Plan juga
berisi tentang rincian profit, neraca pembayaran, proyeksi aliran kas untuk dua
tahun yang akan datang. Selain itu juga memuat pandangan dan ide dari untuk dua
tahun yang akan datang, pandangan dan ide dari anggota tim manajemen serta
menyangkut strategi dan tujuan perusahaan yang hendak dicapai.
Jadi business plan adalah dokumen tertulis yang disiapkan oleh wirausaha
yang menggambarkan semua unsur-unsur yang relevan baik internal maupun
eksternal mengenai perusahaan untuk memulai suatu usaha. Isi dari business plan

6
sering merupakan perencanaan terpadu yang menyangkut pemasaran, permodalan,
nmanufacturig dan sumber daya manusia.
Di dalam perencanaan bisnis perlu dilakukan analisis kelayakan Usaha, hal
ini dikarenakan aspek utama dalam melakukan usaha pertama kali faktor kelayakan
perlu diperhatikan dan merupakan hal yang cukup penting. Perencanaan usaha
diperlukan dalam kegiatan bisnis yang akan dilakukan maupun yang sedang
berjalan agar tetap berada dijalur yang benar sesuai dengan yang direncanakan.
Perencanaan usaha merupakan alat yang sangat penting bagi pengusaha maupun
pengambil keputusan kebijakan perusahaan. Perencanaan usaha juga dapat dipakai
sebagai alat untuk mencari dana dari pihak ketiga. Ada lingkup yang perlu
dijelaskan, untuk menuju perencanaan usaha yang optimal.
Dalam ekonomi kapitalis, dimana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak
swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran
para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan
sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka berikan. Namun tidak semua
bisnis mengejar keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperatif yang bertujuan
meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang
bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti ini kontras
dengan sistem sosialistik, dimana bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh
pemerintah, masyarakat umum, atau serikat pekerja.
Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok
orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata “bisnis”
sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung skupnya — penggunaan singular kata
bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan
ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Penggunaan yang lebih
luas dapat merujuk pada sektor pasar tertentu, misalnya “bisnis pertelevisian.”
Penggunaan yang paling luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh
komunitas penyedia barang dan jasa. Meskipun demikian, definisi “bisnis” yang
tepat masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini (Masriah Ria, 2017).

2.1.1 Pengertian Bisnis Menurut Para Ahli


Adapun pengertian business plan menurut para ahli adalah sebagai berikut
(Anonim, 2017) :

7
1. Hisrich dan Peters (1995:113)
Menurut Hisrich dan Peters, The business plan is a written document
prepared by the entrepeneur that describe all the relevant external and
internal elements involved in starting a new venture. It is often an
integration of functional plans such as marketing, finance, manu-
facturing and human resources.

2. Max Coulthard, Andrea Howell dan Geoff Clarke (1999:3)


Menurut Max Coulthard, Andrea Howell dan Geoff Clarke, Business
plan is a detailed study of the organization’s activities, which highlights
where the organization has been, where it is owe and where it might get
to in the future, and incorporates an action program to achieve these
results.

3. Megginson (2000)
Menurut Megginson, Business plan adalah suatu rencana tertulis yang
memuat mini dan tujuan bisnis, cara kerja dan rincian
keuangan/permodalan susunan para pemilik dan manajemen, dan
bagaimana cara mencapai tujuan bisnisnya.

4. Bygrave (1994: 114)


Menurut Bygrave, Business Plan adalah suatu dokumen yang
menyatakan keyakinan akan kemampuan sebuah bisnis untuk menjual
barang atau jasa dengan menghasilkan keuntungan yang memuaskan
dan menarik bagi penyandang dana.

2.2 Jasa Konstruksi


Pengertian "konstruksi" adalah suatu kegiatan membangun sarana
maupun prasarana yang meliputi pembangunan gedung (building construction),
pembangunan prasarana sipil (Civil Engineer), dan instalasi mekanikal dan
elektrikal. Walaupun kegiatan konstruksi dikenal sebagai suatu pekerjaan, tetapi
dalam kenyataannya konstruksi merupakan suatu kegiatan yang terdiri dari
beberapa pekerjaan lain yang berbeda yang dirangkai menjadi satu unit bangunan,
itulah sebabnya ada bidang/sub bidang yang dikenal sebagai klasifikasi.

8
Pada umumnya kegiatan konstruksi dimulai dari perencanaan yang
dilakukan oleh konsultan perencana (team Leader) dan kemudian dilaksanakan oleh
kontraktor konstruksi yang manajer proyek/kepala proyek. Orang-orang ini bekerja
didalam kantor, sedangkan pelaksanaan dilapangan dilakukan oleh mandor proyek
yang mengawasi buruh bangunan, tukang dan ahli bangunan lainnya untuk
menyelesaikan fisik sebuah konstruksi. Transfer perintah tersebut dilakukan oleh
Pelaksana Lapangan. Dalam pelaksanaan bangunan ini, juga diawasi oleh
konsultan pengawas (Supervision Engineer).
Dalam melakukan suatu konstruksi biasanya dilakukan sebuah perencanaan
terpadu. Hal ini terkait dengan metode penentuan besarnya biaya yang diperlukan,
rancang bangun, dan efek lain yang akan terjadi saat pelaksanaan
konstruksi. Sebuah jadual perencanaan yang baik, akan menentukan suksesnya
sebuah bangunan yang terkait dengan pendanaan, dampak lingkungan, keamanan
lingkungan, ketersediaan material, logistik, ketidaknyamanan publik terkait dengan
pekerjaan konstruksi, persiapan dokumen tender, dan lain sebagainya.
Menurut Undang-undang tentang Jasa konstruksi, "Jasa Konstruksi" adalah
layanan jasa konsultansi perencanaan pekerjaan konstruksi, layanan jasa
pelaksanaan pekerjaan konstruksi dan layanan jasa konsultansi pengawasan
pekerjaan konstruksi. "Pekerjaan Konstruksi" adalah keseluruhan atau sebagian
rangkaian kegiatan perencanaan dan/atau pelaksanaan beserta pengawasan yang
mencakup pekerjaan arsitektural, sipil, mekanikal, elektrikal dan tata lingkungan
masing-masing beserta kelengkapannya untuk mewujudkan suatu bangunan atau
bentuk fisik lain.
Dari pengertian dalam UUJK tersebut maka dalam masyarakat terbentuklah
"USAHA JASA KONSTRUKSI", yaitu usaha tentang "jasa" atau services di
bidang perencana, pelaksana dan pengawas konstruksi yang semuanya disebut
"PENYEDIA JASA" yang dulu lebih dikenal dengan bowher atau owner".
Disisi lain muncul istilah "PENGGUNA JASA" yaitu yang memberikan pekerjaan
yang bisa berbentuk orang perseorangan, badan usaha maupun instansi pemerintah.
Sehingga pengertian utuhnya dari Usaha Jasa Konstruksi adalah salah satu
usaha dalam sektor ekonomi yang berhubungan dengan suatu perencanaan atau
pelaksanaan dan atau pengawasan suatu kegiatan konstruksi untuk membentuk

9
suatu bangunan atau bentuk fisik lain yang dalam pelaksanaan penggunaan atau
pemanfaatan bangunan tersebut menyangkut kepentingan dan keselamatan
masyarakat pemakai/pemanfaat bangunan tersebut, tertib pembangunannya serta
kelestarian lingkungan hidup.
Ada 3 (tiga) katagori kegiatan yang tercakup dalam jenis usaha jasa
konstruksi menurut UU No. 18 Tahun 1999, yaitu :
1. perencana konstruksi yaitu yang memberikan layanan jasa
perencanaaan dalam konstruksi yang meliputi rangkaian kegiatan atau
bagian-bagian dari kegiatan mulai dari studi pengembangan sampai
dengan penyusunan dokumen kontrak kerja konstruksi, ini umumnya
disebut Konsultan Perencana.

2. pelaksana konstruksi yaitu yang memberikan layanan jasa pelaksanaan


dalam pekerjaan konstruksi yang meliputi rangkaian kegiatan atau
bagian-bagian dari kegiatan mulai dari penyiapan lapangan sampai
dengan penyerahan akhir hasil pekerjaan konstruksi, yang umumnya
disebut Kontraktor Konstruksi.

3. pengawasan konstruksi yaitu kegiatan yang memberikan layanan jasa


pengawasan baik sebagian atau keseluruhan pekerjaan pelaksanaan
konstruksi mulai dari penyiapan lapangan sampai dengan penyerahan
akhir konstruksi, ini biasa disebut Konsultan Pengawas.

Dengan definisi diatas, maka istilah yang selama ini di kenal yaitu
KONSULTAN dan KONTRAKTOR sesungguhnya menjadi "tiga kategori"
sebagaimana diuraikan diatas.
Bentuk usaha dari kegiatan konstruksi ini adalah Perseorangan dan Badan
Usaha. Bentuk usaha Perseorangan hanya untuk pekerjaan beresiko kecil,
berteknologi sederhana dan berbiaya kecil. Sedangkan bentuk usaha ber-Badan
Usaha adalah untuk pekerjaan beresiko besar, berteknologi tinggi dan berbiaya
besar.
Perusahaan jasa konstruksi yang diperbolehkan berusaha adalah (Tianto,
2011):

10
1. Perusahaan Badan Usaha Nasional berbadan hukum yang dibagi dalam
:
a. Perusahaan Nasional berbadan hukum seperti Perseroan terbatas
(PT),
b. Perusahaan bukan berbadan hukum seperti CV, Fa, Pb, Koperasi,
dsb.

2. Badan Usaha asing yang dipersamakan

2.3 Konsep Bisnis Plan


Konsep bisnis yang diuraikan dalam business plan memuat antara lain nama
unit bisnis, bentuk bisnis, dan stuktur organisasi unit bisnis serta personil penting
dalam unit bisnis (pemilik, mitra usaha, investor, konsultan profesional dan
sebagainya). Selain itu dalam konsep bisnis yang pada umumnya diletakkan pada
bagian awal dokumen business plan juga dijelaskan alamat kantor dan wilayah
operasional unit bisnis, alamat surat, nomer telepon dan faks, ijin usaha dan
identitas penting lainnya seperti NPWP, SIUP, dan sebagainya. Brand name, logo
dan businesscard seringkali juga disertakan sebagai pelengkap business plan.
Setelah uraian mengenai konsep bisnis business plan sebaiknya
memberikan gambaran ilustratif tentang profil industri di mana unit bisnis
beroperasi. Termasuk dalam ilustrasi beberapa informasi sebagai berikut (Fatria D.
R., 2012) :
a. trend teknologi produk, estimasi total penjualan dan jenis bisnis
(pertanian, konstruksi, manufaktur, retail, jasa transportasi, dan
sebagainya)
b. latar belakang ekonomi, sosial, budaya dan politik
c. perilaku konsumen produk
d. change driver
e. faktor determinan kesuksesan dan kegagalan unit bisnis dalam industri
penghalang masuk dan keluar dalam industri (entry and exit barriers)
g. bagaimana unit bisnis baru dapat berkompetisi dalam industri

Konsep bisnis dan posisi unit bisnis di dalam industri, merupakan


rasionalisasi penetapan tujuan bisnis yang tertuang dalam visi,misi dan tujuan unit

11
bisnis.Visi bisnis menjawab pertanyaan what business are you in? Where your
business will go and why? Sedangkan misi menyatakan bagaimana unit bisnis dapat
mencapai visinya. Pada tahapan selanjutnya, misi unit bisnis diterjemahkan menjadi
tujuan unit bisnis secara spesifik, terukur, achieveable, reasonable dan memiliki
time frame yang jelas.
Business Plan atau Perencanaan Bisnis merupakan pernyataan formal yang
berisi tujuan berdirinya sebuah bisnis, alasan mengapa pendiri bisnis tersebut yakin
tujuan tersebut bisa dicapai dan juga strategi atau rencana apa yang akan dijalankan
guna mencapai tujuan tersebut. Rencana bisnis juga bisa mengandung informasi
mengenai latar belakang organisasi atau tim yang bertanggung jawab untuk
memenuhi tujuan itu (Fatria D. R., 2012).

2.4 Tujuan Bisnis Plan


Adapun tujuan dibuatnya rencana bisnis yaitu (Anonim, 2017) :
1. Untuk mempertajam rencana-rencana yang telah ditetapkan atau
rencana yang diharapkan.
2. Untuk mengetahui arah dan tujuan perusahaan.
3. Sebagai cara untuk mencapai sasaran yang ingin dicapai.
4. Sebagai alat untuk mencari laba dari pihak ketiga seperti investor, bank
atau lainnya.

2.5 Manfaat Bisnis Plan


Terdapat beberapa manfaat atau fungsi business plan, berikut ini adalah
manfaat business plan yang perlu diketahui pentingnya business plan bagi
wirausaha (Anonim, 2017) :
1. Untuk Mengawali Sebuah Bisnis atau Usaha
Bussiness plan berfungsi untuk merancang stategi dan rencana awal
bisnis. Sebuah bisnis akan sulit berkembang apabila dijalankan tanpa
rencana ataupun rancangan bisnis. Untuk itu sangatlah penting bagi
seorang wira usaha untuk menyusun sebuah rencana bisnis agar bisnis
yang ditekuni lebih terarah dan terorientasi dengan benar dan dapat
mencapai kesuksesan.

12
2. Untuk Mencari Sumber Dana
Rencana bisnis yang telah disusun bermanfaat untuk mendatangkan
pihak ketika seperti investor, bank atau yang lainnya yang akan
membantu bisnis yang dijalankan. Artinya, rencana bisnis yang sudah
dibuat dapat menjadi semacam proposal atau pelengkap proposal yang
akan membantu mendapatkan modal usaha.

3. Membuat Bisnis Lebih Fokus dan Terarah


Seorang pebisnis perlu menyusun sebuah business plan atau rencana dan
rancangan bisnis agar nantinya bisnis yang akan dijalankan akan lebih
fokus dan terarah dalam menentukan jenis bisnis, modal, strategi bisnis
serta jenis pemasaran yang akan digunakan.

4. Memprediksi Masa Depan


Business plan juga dapat digunakan untuk memprediksi masa depan
bisnis yang kan dijalankan. Sebab, saat menyusun rencana bisnis, maka
akan terlihat gambaran jangka pendek, menengah dan panjang bagi bisnis
yang akan dijalankan.

5. Untuk Menaikkan Level Bisnis


Business plan juga dapat menaikkan level bisnis yang sedang
dijalankan. Rencana dan rancangan bisnis yang disusun dengan baik
akan membuat gairah tersendiri bagi pebisnis untuk menjalankan usaha
mereka.

2.6 Dasar – dasar Rencana Bisnis Plan


Penyedia jasa konstruksi yang berbentuk badan usaha harus memenuhi
ketentuan perizinan usaha di bidang jasa konstruksi dan Memiliki sertifikat,
klasifikasi, dan kualifikasi perusahaan jasa konstruksi. Standar klasifikasi dan
kualifikasi keahlian kerja adalah pengakuan tingkat keahlian kerja setiap badan
usaha baik nasional maupun asing yang bekerja di bidang usaha jasa konstruksi.
Pengakuan tersebut diperoleh melalui ujian yang dilakukan oleh
badan/lembaga yang bertugas untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut. Proses
untuk mendapatkan pengakuan tersebut dilakukan melalui kegiatan registrasi, yang

13
meliputi klasifikasi, kualifikasi, dan sertifikasi. Dengan demikian, hanya badan
usaha yang memiliki sertifikat tersebut yang diizinkan untuk bekerja di bidang
usaha jasa konstruksi. Adapun dasar – dasar yang harus dilakukan sebelum
memulai suatu bisnis adalah sebagai berikut (Anonim, 2017) :

Ringkasan Latar
Eksekutif Belakang
Perusahaan

Resiko Usaha

Analisis
Pasar dan
Pemasaran

Rencana
Pengembanga
n Usaha

Organisasi
Pengelola

Analisis
Keuangan

Analisis Analisis
Sumber Produksi
Daya
Manusia

Gambar 2. 1 9 Dasar Rencana Bisnis


(Sumber : www.pelajaran.co.id dikutip tanggal 10 November)

1. Ringkasan Eksekutif
Ringkasan eksekutif bercerita mengenai bisnis apa yang akan dibuat,
visi dan misi, tujuan bisnis. Sederhananya bagian ini adalah bagian
kesimpulan dari sebuah rencana bisnis atau business plan. Salah satu
trick membuat rencana bisnis atau business plan yang menjual adalah
buat ringkasan eksekutif yang menjual.

2. Latar Belakang Perusahaan


Latar belakang perusahaan bercerita mengenal data perusahaan, orang-
orang dibalik bisnis Kita, struktur organisasi, konsultan atau ahli yang

14
mendampingi, susunan pemilik saham (berlaku jika bisnis berbadan
hukum Perseoran Terbatas).

3. Analisis Pasar dan Pemasaran


Analisis pasar dan pemasaran bercerita mengenai strategi Kita
melakukan pemasaran produk. Dalam tindak lanjutan biasanya orang
menggunakan rencana pemasaran (marketing plan) untuk menjelaskan
detill atau strategi pemasaran

4. Organisasi Pengelola
Dibagian ini harus anda jelaskan bagaimana struktur organisasi berikut
sistem pengelolaannya. Sebutkan nama-nama staf, manajer, pemilik
dan tim manajemen yang bertanggung jawab serta kualifikasinya.
Untuk menulis bagian ini mungkin modul-modul yang lain dapat
membantu anda, misalnya bagaimana menentukan struktur yang tepat
dalam bisnis anda

5. Analisis Produksi
Analisis produksi menjelaskan sistem operasi bisnis Kita. Misal bisnis
Kita adalah jenis produksi atau manufaktur, perlu diketahui bagaimana
proses dari penerimaan pesanan, produksi, distribusi barang-barang dan
penagihan. Jika bisnis Kita adalah bisnis jasa, Kita harus menuliskan
dengan jelas bagaimana cara Kita menyalurkan jasa kepada pembeli.

6. Analisis Sumber Daya Manusia


Analisis sumber daya manusia menceritakan orang-orang yang
dibutuhkan dari kompetensi, jumlah orang yang dibutuhkan. Rencana
pengemabangan sumber daya manusia. Bagi sebagian calon
entrepreneur bagian ini biasanya dianggap remeh, tetapi hal inilah yang
salah satunya penentu kecepatan dalam bisnis.

15
7. Analisis Keuangan
Analisis keuangan berisi proyeksi (forecasting atau peramalan)
pendapatan dan pengeluaran, pengembalian modal (break event point),
pengembalian atas investasi (return on investment), perhitungan
penggunaan daya ungkit (leverage) dan lainnya.

8. Rencana Pengembangan Usaha


Rencana pengembanagn usaha adalah salah satu bagian yang dilihat
penting bagi sorang investor. Calon investor akan melihat seberapa
besar usaha yang akan Kita buat. Termasuk didalamnya adalah rencana
keluar atau exit strategy dari bisnis Kita.

9. Risiko Usaha
Risiko usaha adalah hal-hal yang terkait risiko atas bisnis Kita, misal
risiko operasional, risiko bisnis, risiko likuiditas atau risiko keuangan
dan lainnya. Risiko usaha tidak hanya berhenti pada identifikasi risiko,
tetapi juga strategi Kita menghadapi atau mengurangi dampak dari
risiko tersebut.

2.7 Langkah – langkah Membuat Bisnis Plan


Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan untuk membuat sebuah
business plan (Anonim, 2017) :

1. Mengenal Bisnis Yang Akan Dijalankan


Langkah pertama perlu dilakukan untuk membuat rencana bisnis yaitu
harus mengetahui luar dalam dalam dari industri yang akan dimasuki.
Artinya harus banyak banyak melakukan penelitian. Ada du bentuk
penelitian yang dapat dilakukan yaitu membaca segala sesuatu tentang
industri tersebut dan berbicara dengan orang yang telah lebih dulu
terjun ke industri tersebut.

2. Menentukan Visi
Langkah selanjutnya yaitu menentukan visi. Sebuah rencana bisnis
berfungsi untuk mengkristalkan visi bisnis dan membimbing untuk

16
memenuhi visi tersebut. Jika pembiayaan bisnis berasal dari investor,
maka visi harus dirancang sebaik mungkin untuk menarik investor.
Namun saat pembiayaan berasal dari sendiri, visi yang dimasukkan
bebas memasukkan sesuai idealisme.

3. Menentukan Audiens
Jika audiens dari business plan merupakan investor, atau berencana
merekrut investor bermodalkan business plan, maka perlu membuat
business plan yang sesuai dengan mereka. Bahasa yang digunakan
dalam rencana bisnis harus sesuai dengan audiens: investor yang kurang
modern mungkin akan terpengaruh oleh jargon-jargon industri,
sedangkan profesional justru akan mengharapkan tersebut.

4. Membuat Rencana Bisnis


Langkah selanjutnya adalah membuat kerangka rencana bisnis.
Selanjutnya kerangka rencana bisnis tersebut dikembangkan. Susun
kerangka bisnis sesuai dengan urutan.
a. Pernyataan Misi, deskripsi 1-3 paragraf singkat berisi tujuan bisnis
atau prinsip-prinsip yang dianut bisnis yang akan dijalankan. Bagian ini
harus menyatakan unique selling point (USP) bisnis yang membedakan
antara perusahaan yang dimiliki dengan perusahaan lain dalam industri
yang sama.
b. Ringkasan Eksekutif, ringkasan 1-2 halaman bisnis yang akan
dijalankan. Para investor akan membaca halaman ini untuk
memutuskan apakah mereka ingin melihat sisa dari paket rencana
bisnis.
c. Penawaran Produk atau Jasa, Bagian ini menjelaskan produk atau
jasa yang ditawarkan secara detail, serta harga yang akan diterapkan.
d. Target Pasar. Bagian ini berisi siapa target pasar primer dan
sekunder perusahaan, bersama dengan penelitian yang menunjukkan
bagaimana target pasar akan membeli apa yang ditawarkan.

17
e. Marketing Plan. Bagian ini mempresentasikan rencana pemasaran
secara rinci bagaimana perusahaan akan mencapai target pasar,
meliputi iklan dan strategi promosi lainnya.
f. Analisis Industri dan Kompetisi. Bagian ini berisi analisis yang
lengkap dan menyeluruh terhadap industri dan kompetisi yang
mencakup semua stakeholder dalam bisnis yang dijalankan.
g. Laporan Keuangan. Laporan keuangan dibuat menggunakan
proyeksi yang realistis yaitu didasarkan pada penelitian industri secara
menyeluruh yang dikombinasikan dengan strategi bagaimana
perusahaan akan bersaing. Setiap angka pada spreadsheet harus berarti
sesuatu. Laporan laba rugi harus seimbang dengan laporan arus kas
perusahaan yang seimbang dengan neraca perusahaan. Neraca
perusahaan harus seimbang pada akhir setiap periode. Cantumkan
seberapa cepat perusahaan akan mencapai arus kas positif.
h. Resume of Company Principal. Pada bagian ini sertakan biografi
dan latar belakang profesional dari semua karyawan yang signifikan di
dalam bisnis yang dijalankan. Pada bagian ini harus ditekankan
bagaimana karyawan siap untuk mengambil tantangan menjalankan
startup perusahaan.
i. Penawaran. Bagian iniberisi paket-paket investasi yang sedang
ditawarkan, dan tujuan apa menggunakan dana tersebut.

5. Membuat Business Plan Secara Profesional


Setelah mengumpulkan semua informasi penting, pastikan
presentasikan rencana secara profesional. Bussines plan harus diketik,
margin selaras dan rapi. Gunakan gambar grafis dan warna yang
menarik. Jangan menulis tangan semua koreksi. Kualitas makalah
rencana bisnis yang dibuat harus mendekati buku atau

18
2.8 Kerangka Rencana Bisnis
Pokok-pokok pikiran perencanaan bisnis mencakup (Eko S., 2015) :
1. Nama perusahaan
Nama yang diberikan sebaiknya jangan hanya mementingkan factor
yangs edang hangat pada saat ini melainkan lebih berorientasi ke masa
depan. Canon dan Wichert menyatakan ciri-ciri merek yang baik
adalah:
a. Short-pendek
b. Simple-sederhana
c. Easy to spell-mudah dieja
d. Easy to remember-mudah diingat
e. Pleasing when read-enak dibaca
f. No disagreeble sound-tak ada nada sumbang
g. Does not go out of date-tak ketinggalan zaman
h. Ada hubungan dengan barang dagangan
i. Bila diekspor gampang dibaca oleh orang luar negeri
j. Tidak menyinggung perasaan kelompok/orang lain atau tidak
negative
k. Membayangkan apa produk itu atau memberi sugesti penggunaan
produk tersebut.

2. Lokasi
a. Lokasi perusahaan
Ada dua hal penting menyangkut lokasi yang akan dipilih, yaitu:
1. Lokasi perkantoran, disebut tempat kedudukan berarti tempat
(kantor) badan usaha, biasanya mengelola perusahaan yang
berada ditempat lain.
2. Lokasi perusahaan, disebut tempat kediaman berarti tempat
perusahaan beroperasi.
b. Lokasi pertokoan
Umumnya lokasi pertokoan harus diingat bahwa konsumen untuk
belanja ke toko atau ke lokasi yang mempunyai banyak jenis dan

19
persediaan barang dagangan dan memiliki reputasi sebagai lokasi
yang memilikibarang bermutu dan barang bersaing.
c. Lokasi pabrik/industri
Ada dua hal utama yang harus diperhatikan dalam memilih lokasi
pabrik/industri yang baik, yakni:
1. Backward linkage, berarti pertalian belakang, yaitu
bagaimana sumber daya (resources) yang akan digunakan.
Ini termasuk bahan baku, tenaga kerja, suasana dan kondisi
masyarakat setempat.
2. Forward linkage, berarti pertalian ke depan, yaitu daerah
pemasaran hasil produksi. Apakah tersedia konsumen yang
cukup untuk menyerap hasil produksi.
3. Komoditi yang akan diusahakan
Kesempatan memilih komoditi yang diusahakan dapat
mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
a. Membanjirnya permintaan masyarakat terhadap jenis-
jenis hasil usaha tertentu, baik berupa barang-barang
ataupun jasa.
b. Teridentifikasinya kebutuhan tersembunyi masyarakat
akan barang-barang atau jasa tertentu.
c. Kurangnya saingan dalam bidang usaha yang ingin kita
kerjakan.
d. Adanya kemampuan yang meyakinkan untuk bersaing
usaha dengan orang lain dalam mengembangkan suatu
bidang usaha yang sama. (Drs. Wasty Soemanto,
1992:224)

3. Konsumen yang dituju


Prospek konsumen didasarkan atas bentuk usaha dan jenis usahanya.
Jika jenis usaha berbentuk industry tentu jangkauan konsumen yang
akan dituju lebih jauh dibandingkan dengan usaha bentuk pertokoan.

20
4. Pasar yang akan dimasuki
Sebuah perusahaan yang akan memasuki pasar akan menempatkan
perusahaannya sebagai pemimpin pasar (market leader), penantang
pasar (market challenger), pengikut pasar (market follower), atau
perelung pasar (market nicher).

5. Partner yang akan diajak kerjasama


Partnership merupakan suatu asosiasi atau persekutuan dua orang atau
lebih untuk menjalankan suatu usaha mencari keuntungan. Ada dua
macam partnership yakni:
a. General partnership, dimana semua anggota ikut secara aktif
mengoperasikan bisnis sama-sama bertanggungjawab, termasuk
tanggung jawab yangb tidak terbatas terhadap utang-utang bisnis.
b. Limited partnership, dimana memiliki anggota sekurang-kurangnya
satu orang yang bertanggungjawab tidak terbatas dan anggota
lainnya bertanggung jawab terbatas.
c. Dan masih banyak bentuk partnership lainnya seperti secret partner,
silent partner, nominal partner, general partner, senior partner,
yunior partner, dan lain-lain.

6. Personil yang dipercaya untuk menjalankan perusahaan


Memilih personil yang dipercaya menyangkut masalah karakter,
kejujuran, dan kemampuan seseorang.

7. Jumlah modal yang diharapkan dan yang tersedia


Jika modal sangat kecil dapat dilakukan kerjasama dengan partner,
yang masing-masing menyetorkan modalnya. Semua sumber dan
kemampuan pengumpulan modal ini harus ditulis. Modal juga bisa
didapat dari tabungan, menjual harta, atau pinjaman dari orangtua dan
family maupun pinjaman dari bank atau lembaga keuangan lainnya.

21
2.9 Elemen Dari Bisnis Plan
Rencana Bisnis (business plan) memiliki berbagai elemen penting.
Mengutip dari Business Incubator Centre-Universitas Gunadarma, elemen yang
dimaksud dan penjelasannya sebagai berikut (Masriah Ria, 2017) :

1. Tujuan.

Tetapkan tujuan kita, misal pangsa pasar, penjualan, dan keuntungan.


Yakinkan bahwa tujuan tersebut kongkrit, dan terukur. Tujuan harus
menunjukkan tingkat penjualan atau keuntungan, persentase gross
margin, laju pertumbuhan, atau pangsa pasar yang ingin diraih. Hindari
penggunaan tujuan yang tidak jelas, misal “menjadi yang terbaik” atau
pertumbuhan yang cepat, Kita sebaiknya menetapkan paling sedikit tiga
tujuan.

2. Pernyataan Misi
Pernyataan misi mengekspresikan tujuan tertinggi dari perusahaan kita,
misalnya menyediakan layanan ke industri tertentu, menyebarkan
teknologi baru, atau meningkatkan pendidikan. Jika perusahaan kita
mempunyai misi, nyatakan secara sederhana dalam satu atau dua
kalimat.

3. Perusahaan
Buat ringkasan perusahaan dengan menjelaskan secara jelas apa yang
dijual, melalui saluran distribusi apa, dan dijual ke siapa/mana.

4. Kepemilikan Perusahaan
Jelaskan bentuk kepemilikan perusahaan kita. Apakah partnership, sole
proprietorship, atau corporation? Publik atau perorangan?

5. Sejarah Perusahaan

Sebutkan kapan perusahaan didirirkan, oleh siapa, dan dengan tujuan


apa. Bagaimana perusahaan berkembang setelah itu? Dimana kita
merelokasi kantor, mengembangkan lini produk atau perubahan
signifikan lainnya? Ingatlah untuk memasukkan informasi mengenai

22
penjualan, barang/jasa, dan pasar yang dilayani serta bagaiman hal-hal
tadi berubah atau berkembang sepanjang waktu. Jika perusahaan kita
baru, nyatakan mengapa kita memutuskan memulai berbisnis.

6. Lokasi dan Fasilitas Perusahaan


Jelaskan dengan ringkas kantor dan lokasi perusahaan, sifat dan
fungsinya, luas, status penyewaan, dan informasi mengenai fasilitas
lainnya.

7. Produk/Jasa
Paragraf ini merupakan ringkasan barang dan jasa yang ditawarkan.
Ringkasan kita harus point-point-nya saja. dan menjelaskan barang dan
jasa kita. Jelaskan bagaimana barang/jasa saling melengkapi satu sama
lain atau dijual bersamaan, jika ada.

8. Deskripsi Barang dan Jasa


Buat List barang dan jasa secara individual dan jelaskan bagaimana
barang/jasa tersebut bermanfaat untuk pelanggan.

9. Karakteristik dan Perbandingan Kompetitif Barang/Jasa


Jelaskan karakteristik bersaing utama dari barang/jasa kita. Mengapa
orang-orang membeli barang/jasa kita dibandingkan yang lain? Apakah
kita menawarkan yang lebih baik untuk karakteristik, harga,kualitas,
atau pelayanannya? Jelaskan sifat penjualan yang khas yang
memberikan daya saing.

10. Layanan Konsumen/Tindak Lanjut Layanan


Jelaskan bagaimana kita menawarkan pelayanan terhadap barang/jasa
yang kita jual. Jika perusahaan kita hanya menawarkan jasa, rubahlah
judul diatas dengan tindak lanjut layanannya dan jelaskan bagaimana
kita menyediakan dukungan terhadap pelanggan. Juga masukkan jam
operasi atau kebijakan garansi.

23
2.10 Contoh Perencanaan Bisnis (Business Plan)

2.10.1 Identitas Perusahaan


1. Nama Perusahaan
PT. Hutama Karya (Persero)
2. Alamat :
Kantor Pusat : Jalan Letjend. Haryono M.T Kav. 8 Cawang, Jakarta
13340, Indonesia
3. Tanggal Pendirian : 29 Maret 1961
4. Dasar Pendirian :
Akta pendirian No. 74 tanggal 15 Maret 1973 dan diubah dengan Akta
Perubahan No.48 tanggal 8 Agustus 1973, keduanya dibuat dihadapan
Kartini Muljadi, S.H., Notaris di Jakarta, yangtelah mendapat
pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (d/h Menteri
Kehakiman)Surat Keputusan No. Y. A.5/300/4 tanggal 20 Agustus 1973,
dan telah didaftarkanpada kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta di
bawah No. 3028 dan No. 3029 tanggal 22 Agustus1973, serta telah
diumumkan dalam berita Negara Republik Indonesia No.54 tanggal 1
Februari1974, Tambahan No. 10. Akta pendirian Perseroan ini
merupakan pelaksanaan dari PeraturanPemerintah No.14 Tahun 1971
tentang Pengalihan Bentuk Perusahaan bangunan Negara HutamaKarya
menjadi perusahaan Perseroan (Persero).
5. Modal :
a. Modal Dasar : Rp16.400.000.000.000
b. Modal Disetor : Rp4.100.000.000.000,- atau 4.100.000 lembar
saham
6. Kepemilikan : Pemerintah Republik Indonesia 100%

2.10.2 Sejarah Perusahaan


Karya (Persero) ikut memberi andil di bidang pengembangan teknologi
konstruksi dengan pengembangan teknologi seperti, Teknologi LPBH (Landas
Putar Bebas Hambatan) ‘Sosro Bahu’, Teknologi Jembatan Bentang Panjang,
Teknologi Beton Ringan, sistim pracetak ‘Bresphaka’ dan lain sebagainya. Adapun

24
proyek-proyek besar yang pernah dikerjakan adalah (1) Jembatan Batanghari di
Jambi; (2) Jalan Raya Sumatera East JBIC di Jepara; (2) Irigasi Batanghari di
Jambi; (3) Pembangunan Causeway Jembatan Suramadu, dan lainnya. Sedangkan
proyek yang di luar negeri diantaranya adalah pembangunan jalan tol layang di
Malaysia, irigasi di Papua New Guinea, dan jalan raya di Timur Tengah. Untuk
menjamin kualitas produk, perlindungan safety dalam pekerjaan serta dan
lingkungan kerja, PT. Hutama Karya (Persero) sudah memperoleh sertifikasi:
1. Bidang Mutu, ISO 9002 sejak tahun 1998 yang ditingkatkan menjadi
ISO 9001 pada tahun 2002,
2. Bidang Kesehatan & Keselamatan Kerja (K3), OHSAS 18001 sejak
tahun 2004, Bidang Lingkungan, ISO 14001 sejak tahun 2006.

2.10.3 Kebijakan Strategi


1. Visi Perusahaan :
Visi yang ingin dicapai perusahaan adalah sebagai berikut:
“ Menjadi Perusahaan Industri Konstruksi yang Handal dan Terkemuka
“.
2. Misi Perusahaan :
Misi yang dijalankan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya adalah
sebagai berikut:
b. Berperan Aktif Dalam Pelaksanaan Pembangunan, Pengembangan
Sarana dan Prasarana melalui Industri Konstruksi.
c. Mendapatkan Kepercayaan dari Pelanggan melalui
Profesionalisme.
d. Memberikan Nilai Tambah pada Shareholder dan Stakeholder.
3. Moto Perusahaan
Adapun moto perusahaan adalah sebagai berikut :
“INSAN HUTAMA senantiasa mencari alternatifcara baru dalam
pengelolaan aktivitas danpernyelesaian permasalahan
4. Budaya Perusahaan
a. Orientasi Pada Pelanggan
1. Insan Hutama senantiasa mengutamakan kepuasan pelanggan
2. Keberpihakan pada kepuasan pelanggan

25
3. Pelanggan internal maupun pelanggan eksternal
b. integritas
Insan Hutama memiliki moral dan etika usaha yang baik
c. Profesional
Insan Hutama bekerja sesuai tanggung jawab profesinya secara
baik dan benar berdasarkan sistem manajemen dan GCG

2.10.4 Perkembangan Usaha


Wilayah operasional PT. Hutama Karya (Persero) saat ini meliputi seluruh
wilayah pemerintahan Republik Indonesia, serta pernah melakukan ekspansi
pelaksanaan pekerjaan sipil di luar negeri seperti Timur Tengah, Malaysia,
Philipina dan Papua New Guinea. Saat ini pada tahun 2008 dilakukan reorganisasi
perusahaan, organisasi yang sebelumnya bersifat Regional diubah menjadi
Divisional dan Regional, terdapat 5 Divisi dan 6 Wilayah Operasional, yaitu Divisi
Jalan & Jembatan, Bendungan/Irigasi, Bangunan Gedung, Pelabuhan/Dermaga,
dan Bisnis Engineering Procurement & Construction (EPC), sedangkan Wilayah
Operasional terbagi atas cabang-cabang yang mempunyai fungsi utama sebagai
Pemasaran, selainitu juga sebagai office representative dan pemantauan informasi
perkembangan operasional Produksi untuk masing-masing areanya.
Wilayah operasional tersebut adalah
1. Wilayah I adalah Nangro Aceh Darusalam, Sumatra Utara, Sumatra
Barat, Kepulauan Riau, Riau, Jambi, Bengkulu, Babel, dan Lampung;
2. Wilayah II adalah DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi;
3. Wilayah III adalah Jawa Barat, dan Banten;
4. Wilayah IV adalah Jawa Tengah, DI Jogjagarta, Kalimantan Timur,
Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat;
5. Wilayah V adalah Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT; dan
6. Wilayah VI adalah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara,
Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan
Irianjaya Barat.
Dalam penyelenggaraan operasional perusahaan dilakukan dengan pola
Sentralisasi, walaupun dalam operasional Pemasaran dan Produksi untuk proyek-
proyek konstruksi di bawah Rp. 75 milyar masih di bawah tanggung jawab Wilayah

26
Operasional, sedangkan untuk proyek-proyek besar yang bernilai Rp. 75 milyar ke
atas dilaksanakan secara sentral oleh Divisi. Sedangkan pola dalam
penyelenggaraan operasional Keuangan dan SDM dilakuan secara sentralisasi
terpusat di Kantor Pusat.
Perkembangan usaha PT. Hutama Karya (Persero) di dalam industri
konstruksi secara umum dapat dikatakan berkembang dan tumbuh secara stabil, dan
sampai dengan saat ini dalam usahanya perusahaan masih sangat diperhitungkan
oleh para competitor .

2.10.5 Bisnis Perusahaan


Produk dan Jasa utama perusahaan adalah Jasa konstruksi bidang Jalan dan
Jembatan, Bendungan / Irigasi, Bangunan & Gedung, Pelabuhan / Dermaga dan
Bisnis EPC. Sehingga berdasarkan kelima produk dan jasa usaha tersebut, maka
unit bisnis yang dimiliki seperti yang disampaikan pada bagan di bawah ini, yaitu:

Gambar 2. 2 Struktur Bisnis PT HK (Persero)


(sumber : www.hutamakarya.com Dikutip tanggal 12 November 2017)

Atas dasar struktur bisnis di atas, pada penelitian ini akan dilakukan analisis
manajemen risiko yang hanya terbatas pada unit bisnis Jalan dan Jembatan sebagai
salah satu unit bisnis yang dimiliki oleh PT HK (Persero). Dipilihnya unit bisnis
ini karena sesuai dengan kapabilitas yang dimiliki oleh perusahaan, yaitu sebagai
perusahaan konstruksi yang menspesialisasikan diri pada jalan dan jembatan.
Keseluruhan unit bisnis di atas diketuai oleh Direktur Produksi yang
beranggotakan para Manajer Senior yang bertanggungjawab pada setiap unit bisnis.

27
Sehingga, untuk unit bisnis Jalan dan Jembatan diketuai oleh seorang Manajer
Senior, sekaligus bertanggungjawab atas manajemen risiko pada bisnis tersebut.

2.10.6 Bisnis Perusahaan


PT HK (Persero) memiliki bagan struktur organisasi matriks, yaitu sebuah
bentuk struktur organisasi yang lengkap antara fungsi manajemen perusahaan,
bisnis perusahaan dan cakupan wilayah usahanya.
Struktur organisasi matriks menggabungkan karakteristik-karakteristik
struktur organisasi fungsional dan struktur organiasi project (projectized
organization) untuk memperoleh manfaat yang dimilki oleh kedua jenis struktur
organisasi tersebut (PMBOK, 1996 Edition). Ada perusahaan yang
menggunakanstruktur matriks yang menggabungkan divisi wilayah dengan divisi
produk seperti halnya PT Hutama Karya (Persero). Struktur geografis semacam ini
memungkinkan penyelarasan dengan kebutuhan tiap wilayah. Banyak perusahaan
juga menjalankan degrees of matrix structure, yang berarti setiap kelompok
divisional memliki tugas & tanggung jawab yang spesifik tetapi untuk beberapa hal
harus diputuskan bersama oleh semua kelompok divisi. Disamping itu, juga ada
struktur matriks yang meng- overlap struktur funngsional dengan tim proyek.
Pegawai dari kelompok-kelompok funsgsional ditugaskan kepada suatu tim proyek
sesuai kebutuhan tim dan dikembalikan setelah proyek selesai.
Struktur matriks menciptakan situasi dimana seorang pegawai memiliki dua
pimpinan. Anggota suatu tim proyek akan melapor harian kepada pimpinan proyek
tetapi dia juga melapor kepada pimpinan divisi fungsionalnya (produksi, rekayasa
teknik, marketing, dll). Hal ini, seperti yang digunakan di PT Hutama Karya
(Persero) berpotensi menimbulkan ketidak jelasan dalam penanganan risiko tetapi
sebaliknya juga mendorong pertukaran informasi yang lebih cepat. Adapun bagan
struktur yang digunakan PT HK (Persero) adalah sbb:

28
Gambar 2. 3 Struktur Organisasi PT HK (Persero)
(sumber : www.hutamakarya.com Dikutip tanggal 12 November 2017)

Berdasarkan bagan di atas, seperti yang tertuang dalam Laporan Tahunan,


berkaitan dengan risiko usaha dan untuk memperjelas siapa yang bertanggung
jawab menangani risiko usaha, maka PT HK (Persero) memiliki Tim Manajemen
Risiko diketuai oleh Direktur Produksi dan beranggotakan para Manajer Senior dari
unit usaha yang mengandung risiko dan berfungsi sebagai suatu tim eksekutif yang
membantu Direksi dalam seluruh aspek yang menyangkut risiko dan pengelolaan
risiko.

2.10.7 Deskripsi Kerja


Atas dasar struktur organisasi di atas, maka deskripsi kerja pada masing-
masing komponen di atas adalah sebagai berikut:
1. Dewan Komisaris, yaitu pemilik perusahaan yang bertugas melakukan
pengawasan kegiatan usaha perusahaan. Pemilik usaha di sini adalah
wakil dari Pemerintah Republik Indonesia yang memiliki saham
perusahaan.
2. Direktur Utama, yaitu pimpinan tertinggi perusahaan yang
bertanggungjawab menjalankan seluruh kegiatan usaha perusahaan.
3. Direktur Pemasaran, yaitu pimpinan tertinggi perusahaan yang
bertanggungjawab khusus pada bidang pemasaran usaha.
4. Direktur Produksi, yaitu pimpinan tertinggi perusahaan yang
bertanggungjawab khusus pada bidang produksi konstruksi.

29
5. Direktur Keuangan dan Administrasi, yaitu pimpinan tertinggi
perusahaan yang bertanggungjawab khusus pada bidang keuangan dan
administrasi usaha.
6. Direktur SDM, Umum, dan Pengembangan, yaitu pimpinan tertinggi
perusahaan yang bertanggungjawab khusus pada bidang SDM, umum
dan pengembangan usaha.
7. Wilayah Usaha, yaitu pimpinan wilayah usaha yang bertanggungjawab
khusus pada lingkup wilayah yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
Setiap wilayah usaha akan diketuai oleh Manajer Wilayah
8. Unit Bisnis, yaitu pimpinan unit usaha perusahaan yang
bertanggungjawab khusus pada salah satu unit usha perusahaan. Setiap
unit bisnis ini akan diketuai oleh Senior Manajer. Sesuai dengan bagan
dan deskripsi kerja yang telah disampaikan di atas, maka jalur kerja
yang mengkaitkan masing-masing unit organisasi yang telah
disampaikan pada bagan organisasi di atas, dapat disampaikan sebagai
berikut:

Gambar 2. 4 Alur Kerja Pekerjaan Konstruksi


(sumber : www.hutamakarya.com Dikutip tanggal 12 November 2017)

Atas dasar bagan di atas, maka dapat dijelaskan sebagai berikut:


a. Direktorat Pemasaran akan mencari berbagai proyek baik
Pemerintah maupun Non-Pemerintah melalui tender, sehingga
setelah selesai tender dimenangkan maka Pemilik Proyek akan
memberikan Surat Perintah Kerja kepada Perusahan untuk memulai
pekerjaan tersebut. Selanjutnya oleh Direktorat Pemasaran,

30
pekerjaan yang telah diperintahkan oleh Pemilik Proyek diserahkan
kepada Direktorat Produksi untuk menyiapkan dan menjalankan
tugas pekerjaan tersebut.
b. Direktorat Produksi akan bekerja sama dengan beberapa sub
organisasi lainnya, seperti:
1) Unit Bisnis, untuk menyiapkan lingkup pekerjaan dan berbagai
standar kerja dalam pekerjaan, sebagai contoh bila perintah
kerja merupakan pekerjaan jalan dan jembatan, maka akan
dilakukan koordinasi kepada unit bisnis Jalan dan Jembatan;
2) Wilayah Produksi, yaitu wilayah dimana pekerjaan akan
dilaksanakan. Sebagai contoh bila pekarjaan yang harus
dikerjakan berlokasi di Surabaya maka akan dilakukan
koordinasi kepada Wilayah V adalah Jawa Timur, Bali, NTB,
dan NTT
3) Direktorat Keuangan dan Administrasi, yaitu menyiapkan
berbagai administasi keuangan guna memperlancar pembayaran
proyek
4) dan Direktorat SDM, Umum dan Pengembangan, yaitu guna
menyiapkan karyawan dan tenaga kerja kontrak yang akan
melakukan pekerjaan.
5) Selanjutnya pekerjaan dikerjakan hingga selesai sesuai dengan
perintah kerja yang diberikan oleh Pemilik Proyek, dan
pekerjaan akan diserahkan bila telah sesuai dengan perintah
kerja yang diberikan oleh Pemilik Proyek

31
2.10.8 Grafik Data Keuangan dan Oprasional

Gambar 2. 5 Grafik Data Keuangan


(sumber : www.hutamakarya.com Dikutip tanggal 12 November 2017)

Gambar 2. 6 Grafik Data Oprasional


(sumber : www.hutamakarya.com Dikutip tanggal 12 November 2017)

32
2.10.9 Konstruksi yang Pernah Dikerjakan

Gambar 2. 7 Fly Over Bojonegoro dan Jalan kelok 9 Sumatra Barat


(sumber : www.hutamakarya.com Dikutip tanggal 12 November 2017)

33
BAB III
KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pembahasan diatas mengenai konsep bisnis plan jasa


konstruksi maka dapat kami simpulkan adalah sebagai berikut :
1. Pengertian Bisnis Plan
adalah dokumen tertulis yang disiapkan oleh wirausaha yang
menggambarkan semua unsur-unsur yang relevan baik internal maupun
eksternal mengenai perusahaan untuk memulai suatu usaha.
2. Pengertian Jasa Konstruksi
adalah salah satu usaha dalam sektor ekonomi yang berhubungan
dengan suatu perencanaan atau pelaksanaan dan atau pengawasan suatu
kegiatan konstruksi.
3. Konsep Bisnis Plan
Memuat rasionalisasi penetapan tujuan bisnis yang tertuang dalam
visi,misi dan tujuan unit bisnis
4. Dasar – dasar Rencana Bisnis Plan
a. Ringkasan Eksekutif
b. Latar belakang perusahaan).
c. Analisis Pasar dan Pemasaran
d. Analisis Produksi
e. Analisis Sumber Daya Manusia
f. Analisis Keuangan
g. Rencana Pengembangan Usaha.
h. Risiko Usaha
5. Elemen Penting Bisnis Plan
a. Tujuan.
b. Pernyataan Misi
c. Perusahaan
d. Kepemilikan Perusahaan
e. Sejarah Perusahaan.
f. Lokasi dan Fasilitas Perusahaan

34
g. Produk/Jasa
h. Deskripsi Barang dan Jasa
i. Karakteristik dan Perbandingan Kompetitif Barang/Jasa
j. Layanan Konsumen/Tindak Lanjut Layanan
6. Perkembangan usaha PT. Hutama Karya (Persero) di dalam industri
konstruksi secara umum dapat dikatakan berkembang dan tumbuh
secara stabil, dan sampai dengan saat ini dalam usahanya perusahaan
masih sangat diperhitungkan oleh para competitor

35
DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2017, “ Pengertian Business Plan, Tujuan, Manfaat, dan Langkah-


Langkah Membuat Business Plan Lengkap “
http://www.pelajaran.co.id/2017/27/pengertian-business-plan-tujuan-
manfaat-dan-langkah-langkah-membuat-business-plan.html ((Dikutip pada
tanggal 10 November 2017).
Anonim, 2017, “ Pengertian Business Plan, Tujuan, Manfaat, dan Langkah
Membuat Business Plan Lengkap “
http://www.sekolahpendidikan.com/2017/07/pengertian-business-plan-
tujuan-manfaat.html (Dikutip pada tanggal 12 November 2017).
Anonim, 2017, “ Membuat Rencana Bisnis atau Business Plan “
https://www.finansialku.com/membuat-rencana-bisnis-atau-business-plan/
(Dikutip pada tanggal 12 November 2017).
Eko S., 2015, “ Makalah Tentang Perencanaan Bisnis (Business Plan) “
http://cacingalaska.blogspot.com/2015/03/makalah-tentang-perencanaan-
bisnis.html ((Dikutip pada tanggal 10 November 2017).
Fatria D. R., 2012, “ Anatomi Rancangan Usaha Agribisnis “
riyanti.lecture.ub.ac.id/files/2013/02/RUA_2_anatomi2.doc (Dikutip pada
tanggal 13 November 2017).
Masriah Ria, 2017, “ Makalah Business Plan (Perencanaan Bisnis) ”
http://papermakalah.blogspot.co.id/2017/10/makalah-business-plan-
perencanaan-bisnis.html (Dikutip pada tanggal 12 November 2017).
PT. Hutama Karya (Persero). 2017 “Profil Perusahaan”
https://www.hutamakarya.com/sejarah-perusahaan (Dikutip pada tanggal
12 November 2017).

Tianto, 2011, “Apa Itu Usaha Jasa Konstruksi ? “


http://triantomedia.blogspot.co.id/2011/01/apa-itu-usaha-jasa-
konstruksi.html (Dikutip pada tanggal 12 November 2017).

36