Anda di halaman 1dari 2

1. Apa definisi gagal jantung?

2. Apa faktor resiko gagal jantung? (tia, desra)


3. Bagaimana hubungan antara edema paru dan gagal jantung? (desra, lya)
4. Jelaskan mengenai gagal jantung kronik dan akut (wila, desra)
5. Bagaimana edukasi untuk kesehatan jantung? (desra, chris)

Jawab
1. Gagal jantung adalah sindroma klinik yang kompleks akibat kelainan struktural
dan fungsional jantung yang mengganggu kemampuan ventrikel untuk diisi darah
atau untuk mengeluarkan darah. Gangguan fungsi jantung dapat berupa gangguan
fungsi diastolik atau sistolik, gangguan irama jantung, atau ketidaksesuaian
preload dan afterload.(1)

4. Gagal jantung akut (2)

Timbulnya sesak napas secara cepat (<24 jam) akibat kelainan fungsi jantung,
gangguan fungsi sistolik atau diastolik atau irama jantung, atau kelebihan beban awal
(preload), dan beban akhir (afterload), serta kontraktilitas. Sangat berbahaya bila tidak
dilakukan penanganan lanjut dan tepat.

Gagal jantung Kronik

Sindrom klinis yang kompleks akibat kelainan struktural atau fungsional yang
mengganggu kemampuan pompa jantung mengganggu pengisian jantung.

Terminologi lain gagal jantung dapat berdasarkan nilai fraksi ejeksi :

 Heart failure-reduced ejection fraction (HR-REF) adanya tanda dan gejala gagal
jantung yang disertai penurunun nilai fraksi ejeksi ventrikel kiri.
 Heart failure-perserverd ejection fraction (HR-REF) adanya tanda dan gejala gagal
jantung. Namun nilai fraksi ejeksi normal atau menurun sedikit. Serta tidak ada
dilatasi ventrikel kiri. Kondisi ini berhubungan dengan kelainan struktural. Seperti
hipertrofi ventrikel kiri atau atrium kiri dan/disfungsi diastolik.
5. Edukasi kesehatan jantung(2)

1. Diet rendah garam 2g (setengah sendok teh) pada gagal jantung ringan dan 1g pada
gagal jantung berat, jumlah cairan 1,5 liter/per hari pada gagal jantung dan 1
liter/hari pada gagal jantung berat
2. Berhenti merokok dan alkohol ( terutama kardiomiopati)
3. Aktivitas fisis rutin, misalnya berjalan kaki 3-5kali/minggu sealam 20-30 menit atau
sepeda statis 5 kali/minggu selama 20 menit dengan bebar 70-80% denyut jantung
maksimal pada gagal jantung ringan dan sedang
4. Istirahat tirah baring pada gagal jantung akut berat dan ekserbasi akut

Dapus

1. Syarif A, Estuningtyas A, Setiawati A, Muchtar A. Farmakologi dan Terapi. 5th ed. Jakarta: Balai
Penerbit FK UI; 2012.

2. Tanto Chris. Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ke-4 Jilid II FKUI. Jakarta : Media
Aesculapius. 2014.