Anda di halaman 1dari 8

RESUME KEPERAWATAN PADA AN.

F DENGAN
FEBRIS & RFA DI RUANG ANGGREK RSUD
PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL

Disusun oleh:
ADI PERMADI
1710206037

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ‘AISYIYAH
YOGYAKARTA
2017
Data pasien:

Nama : An F (ruang 3B)

Jenis kelamin : Perempuan

Tanggal lahir : 22 maret 2014 (3 tahun 8 bulan)

Tanggal masuk : senin sore 20 november 2017

Dx. Medis : Febris dan RFA

GAMBARAN KONDISI PASIEN

Pasien usia 3 tahun 8 bulan, TB 96 cm, BB 13 kg. Pada tanggal tanggal 21 november
2017 dilakukan pengkajiian terhadap An.F Ibu mengatakan anak masih demam
panasnya turun naik, batuk pilek, An F terpasang infus Kn3B 8 tpm. Alasan masuk
RS orang tua mengatakan anak demam pada hari minggu, kemudian dibaw ke IGD
senin sore, anak batuk (+), pilek(+), dan anak ada riwayat kejang. Anak kemudian
dirawat di ruang anggrek masuk pada jam 17.30 WIB.

Masalah keperawatan utama:

Data Etiologi Problem

DS: penyakit Hipertermi

Ibu mengatakan anak


rewel

DO:

An F tampak menangis.
Rewel

Pengukuran suhu 39,1


derajat celcius

PROBLEM NOC (TUJUAN) NIC (TINDAKAN)

Hiertermi b/d penyakit Setelah diilakukan Pengaturan suhu


ditandai dengan tindakan keperawatan
peningkatan suhu tubuh selama 3x24 jam 1. Monitor suhu dan
39,1 derajat celcius, anak hipertermi dapat teratasi warna kulit
2. Tingkatkan intake
tampak menangis, rewel dengan kriteria
cairan dan nutrisi
Termoregulasi adekuat
3. Motivasi banyak
1. Penurunan suhu minum
2. Tidak ada 4. Berikan
perubahan warna pengobatan
kulit antipiretik sesuai
3. Tidak dehidrasi kebutuhan

Tanggal Implementasi Evaluasi TTD

21/11/2017 Jam 09.30 S:

Melakukan pengkajian dengan Ibu mengatakan panas


keluarga awal mula sampai anak turun kemudian
keadaan saat ini panas timbul lagi
setelah 5 jam
Hasil: Ibu mengatakan anak
rewel, An F tampak O:
menangis,Pengukuran suhu
39,1 derajat celcius. Anak ada Kesadaran compos
riwayat kejang pada umur 1,5 mentis. Anak
tahun. An. F terpsang infus terpasang infus Kn3B
Kn3B 8 tpm 8 tpm. An. F tidak
menagis maupun
Jam 09.40 rewel

Melakukan pemeriksaan fisik. A:


Kesadaran compos mentis.BB
13 kg, TB 96 cm Hipertermi b/d
penyakit belum
Jam 09.50 teratasi

Melakukan pengukuran suhu P:


39.1 derajat celcius
Pemantauan kodisi
Jam 10.30 anak. Tetap berikan
paracetamol sesuai
Memberikan obat sirup dosis
paracetamol 1,5 cth plus
diazepam 1,5 gram

Jam 10.40

Memotivasi orang tua untuk


memberikan air minum
banyak kepada anaknya.

22/11/2017 Jam 09.30 S:

Melakukan evaluasi kembali Ibu mengatakan panas


perkembangan anak anak masih turun naik,
terakhir minum
Jam 09.40 paracetamol jam 02.00
Melakukkan pengkuran suhu pagi
anak O:
Jam 10.00 Kesadaran anak
Memotivasi orang tua untuk compos mentis
terus memberikan air minum An. F tidak rewel saat
banyak kepada anaknya diukur suhu. T: 36,7
derajat celcius

A:

Hipertermi b/d
penyakit belum
teratasi

P:

Masih tetap memantau


kondisi anak

Tetap berikan
paracetamol 4x24 jam

Hal yang dipelajari: pemberian obat oral

1. Kemasan paracetamol:

Paracetamol tablet 500 mg.


Paracetamol sirup 125 mg/5 ml.
Paracetamol sirup 160 mg/5 ml.
Paracetamol sirup 250 mg/5 ml.
Paracetamol suppositoria.

DOSIS DAN ATURAN PAKAI Paracetamol Tablet

Dewasa dan anak di atas 12 tahun : 1 tablet, 3 – 4 kali sehari.

Anak-anak 6 – 12 tahun : ½ – 1, tablet 3 – 4 kali sehari.

Paracetamol Sirup 125 mg/5 ml


Anak usia 0 – 1 tahun : ½ sendok takar (5 mL), 3 – 4 kali sehari.
Anak usia 1 – 2 tahun : 1 sendok takar (5 mL), 3 – 4 kali sehari.
Anak usia 2 – 6 tahun : 1 – 2 sendok takar (5 mL), 3 – 4 kali sehari.
Anak usia 6 – 9 tahun : 2 – 3 sendok takar (5 mL), 3 – 4 kali sehari.
Anak usia 9 – 12 tahun : 3 – 4 sendok takar (5 mL), 3 – 4 kali sehari.

Untuk demam
Parasetamol telah disetujui sebagai penurun demam untuk segala usia. WHO
hanya merekomendasikan penggunaan parasetamol sebagai penurun panas
untuk anak-anak jika suhunya melebihi 38.5 C. Namun efektivitas
parasetamol sendiri untuk demam anak masih dipertanyakan, jika
dibandingkan dengan efektivitas ibuprofen
Untuk nyeri
Parasetamol digunakan untuk meredakan nyeri. Obat ini mempunyai aktivitas
sebagai analgesik, tetapi aktivitas antiinflamasinya sangat lemah. Parasetamol
lebih dapat ditoleransi oleh pasien yang mempunyai riwayat gangguan
pencernaan, seperti pengeluaran asam lambung berlebih dan pendarahan
lambung, dibandingkan dengan aspirin

Efek samping paracetamol

Pada dosis yang direkomendasikan, parasetamol tidak mengiritasi lambung,


memengaruhi koagulasi darah, atau memengaruhi fungsi ginjal. Namun, pada
dosis besar (lebih dari 2000 mg per hari) dapat meningkatkan risiko gangguan
pencernaan bagian atas. Hingga tahun 2010, parasetamol dipercaya aman
untuk digunakan selama masa kehamilan.

Kelebihan dosis
Penggunaan parasetamol di atas rentang dosis terapi dapat menyebabkan
gangguan hati. Pengobatan toksisitas parasetamol dapat dilakukan dengan
cara pemberian asetilsistein (N-asetil sistein) yang merupakan prekusor
glutation, membantu tubuh untuk mencegah kerusakan hati lebih lanjut.
2. Diazepam

Diazepam adalah obat untuk mengobati kecemasan, gejala putus alkohol, dan
kejang. Obat ini juga digunakan untuk melemaskan kejang otot dan sebagai
obat penenang menjelang prosedur medis.

Diazepam termasuk obat golongan benzodiazepine yang bekerja di otak dan


saraf (sistem saraf pusat) untuk menghasilkan efek tenang. Obat ini bekerja
dengan meningkatkan efek bahan kimia otak tertentu. Obat ini juga dapat
digunakan untuk mencegah mimpi buruk (night terror)

Dosis
Dosis diazepam untuk mengatasi kecemasan

 Diazepam tablet 2 mg 3 kali sehari, max 30 mg/hari


 Diazepam injeksi atau ampul: 2-5 mg (cemas sedang) atau 5-10 mg
(cemas berat) 1 kali dosis. Dapat diulang dalam 3-4 jam, jika
dibutuhkan.

Dosis diazepam untuk gejala putus alkohol

 Diazepam tablet 5-20 mg, ulangi dalam 2-4 jam, bila diperlukan. Atau
10 mg, 3-4 kali selama 24 jam pertama, lalu 5 mg 3-4 kali sehari
sesuai kebutuhan.
 Diazepam injeksi atau ampul: 10-20 mg

Dosis diazepam untuk kejang otot

 Diazepam tablet 2-15 mg/hari dalam dosis terbagi


 Diazepam injeksi atau ampul: 10 mg, dapat diulang 4 jam kemudian
bila dibutuhkan

Dosis diazepam untuk kejang-kejang

 Diazepam injeksi: dosis awal 5-10 mg, dapat diulang 10-15 menit
hingga max 30 mg. Lanjutkan dengan dosis rumatan bila kejang sudah
berhenti.

Dosis diazepam untuk obat penenang menjelang endoskopi atau


radiologi

 Diazepam oral: 5-20 mg

Dosis diazepam untuk kejang pada anak

 2 -5 tahun: 0.1-0.5 mg/kg, dibulatkan ke dosis terdekat yang tersedia.


Dapat diulang dalam 2-5 menit, max 5-10 mg
 >5 tahun: 1 mg/kg, dibulatkan ke dosis terdekat yang tersedia. Dapat
diulang dalam 2-5 menit, max 5-10 mg
 Tidak dianjurkan untuk bayi berusia di bawah 6 bulan.

Dosis diazepam untuk kecemasan pada anak 1-12 tahun

 Oral: 0.12-0.8 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6-8 jam jika
dibutuhkan.
 Intramuskular: 0.04-0.3 mg/kg setiap 2-4 jam sesuai kebutuhan,
hingga maksimal 0.6 mg/kg dalam 8 jam.

Dosis diazepam untuk pencegahan kejang demam pada anak


 Oral: 1 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 8 jam. Terapi awal untuk
tanda awal demam dan lanjutkan selama 24 jam setelah demam
sembuh.

Dosis diazepam untuk kejang otot pada anak 1-12 tahun

 Oral: 0.12-0.8 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6-8 jam sesuai
kebutuhan.
 Intramuskular: 0.04-0.3 mg/kg setiap 2-4 jam sesuai kebutuhan,
hingga maksimal 0.6 mg/kg dalam 8 jam.

Dosis diazepam untuk pencegahan kejang demam pada anak 1-12


tahun

 Oral: 0.12-0.8 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6-8 jam sesuai
kebutuhan.
 Intramuskular: 0.04-0.3 mg/kg setiap 2-4 jam sesuai kebutuhan,
hingga maksimal 0.6 mg/kg dalam 8 jam.

DAFTAR PUSTAKA
Bulechek, G. M.,et,.all. (2016). Nursing Interventions Classification. (edisi keenam).
Editor bahasa indonesia Intansari Nurjanah & Roxsana Devi Tumanggor.
Yogyakarta: Mocomedia.
Herdman, T. H. (2012). Nanda International Diagnosis Keperawatan Definisi dan
Klasifikasi 2012-2014. Alih bahasa Made Suwarwati & Nike Budhi Subekti.
Jakarta: EGC.
Moorhead, S.,et.all. (2016). Nursing Outcomes Classification. (edisi kelima). Editor
bahasa indonesia Intansari Nurjanah & Roxsana Devi Tumanggor.
Yogyakarta: Mocomedia.
Paracetamol. https://id.wikipedia.org/wiki/Parasetamol diakses pada tanggal 24
November 2017.
Samiadi, L. A. (2017). Diazepam obat apa? https://hellosehat.com/obat/diazepam/
diakses pada tanggal 24 November 2017.