Anda di halaman 1dari 4

Pengertian MRCP

Magnetic Resonance Cholangiopancreatography (MRCP) adalah pemeriksaan

imaging non invasive, yang digunakan untuk mengevaluasi traktus biliaris, ductus

pankreatikus dan kandung empedu (Linely, 2006).

Pencitraan MRCP

Pencitraan MRCP yang digunakan biasanya dalam potongan axial, coronal dan

format 3D untuk menampakkan liver, kandung empedu, saluran empedu dan

pancreas (Joseph, 2007).

Persiapan Pasien

Pada pemeriksaan MRCP persiapan yang perlu dilakukan antara lain:

1. Pasien puasa selama 4 sebelum pemeriksaan, hal ini dilakukan untuk

mengurangi sekresi cairan dalam lambung dan duodenum yang

mengakibatkan pemeriksaan akan sulit dalam menampakkan kandung

empedu dan pancreas, mengurangi gerakan peristaltic usus, dan

mengembangkan kandung empedu (Griffin, 2011)

2. Sebelum pemeriksaan dilakukan, pasien dipersilahkan pergi ke toilet agar

bladder dalam keadaan kosong dan tidak mengganggu waktu jalannya

pemeriksaan karena pemeriksaan cukup lama.

3. Melakukan screening terhadap pasien, yaitu dengan memberikan penjelasan

kepada pasien dan melepas barang-barang yang dapat menimbulkan artefak.

Selanjutnya pasien mengganti pakaian yang telah disediakan (Moeller, 2003).

4. Komunikasikan dengan pasien tentang jalannya pemeriksaan. Termasuk juga

dalam hal ini dilakukan instruksi dan latihan pola tahan nafas. Pola tahan

nafas ini sangat menentukan keberhasilan pemeriksaan (Mandarano, 2008).

Teknik Pemeriksaan
Teknik pemeriksaan MRCP Menurut Moeller (2003) adalah:

1. Posisi pasien

Posisi pasien supine di meja MRI, dengan kedua tangan diatas kepala

2. Perisapan alat

Persiapan alat yang disiapkan:

a. Body array coil atau body coil

b. Pasang respiratory trigger

c. Ear plugs

3. Landmark pada bagian bawah prosesus xyphoideus

4. Pengambilan image

Penggunaan fast pulse sequence pada pembobotan T2 seperti TSE atau

HASTE dapat digunakan dalam pencitraan MRCP (Reimer, 2006). Selain itu

sekuens yang digunakan pada pemeriksaan MRCP antara lain axial T2, axial

fat saturation, MRCP (Thick slice) dan MRCP (Thin Slice). Berikut protokol

MRCP (Prince, 2006):

a. Scanning 1 (Localizer)

Scanning 1 adalah SSFSE bertujuan untuk menampakkan gambaran

anatomi abdomen dengan baik. Scanning dilakukan dengan tahan nafas

yang digunakan untuk planning atau referensi scanning 2 dan 3 Axial T2,

T1.

Gambar Scanning 1 Localizer (Prince, 2006)

Penggunaan teknik tahan nafas FMPSGR (fast multiplanar spoiled gradien

echo) atau coronal T1 spin echo (dengan kompensasi tahan nafas)

sekuens akan lebih baik. SSFE atau FMSPGR menggunakan large field of

view (FOV) sesuai untuk pasin untuk mengurangi wrap-around arifact.


Axial T2

Scanning 2 dari axial untuk mengidentifikasi hepar, pankreas, lesi yang

lain dan menampilkan gambaran kandung empedu secara umum untuk

membantu dalam pernafasan dapat ditampilkan dengan interval yang

teratur digunakan respirator triggering. Slice thickness menggunakan

seperlunya untuk menampakan liver dan pankreas secara utuh.

Scanning ke tiga axial in phase (fat saturation)

Scanning phase axial sangat bagus dalam memperlihatkan patologi

pankreas dan sangat sensistif untuk mengidentifikasi massa pankreas.

Pada scan phase acial sebaiknya mencakup pankreas secara utuh dan

jika dibutuhkan irisannya dibuat setipis mungkin jika memungkinkan

coverage yang lebih luas. Hal ini dapat ditampakkan dengan cara tahan

nafas, jika pasien tidak mampu tahan nafas lebih panjang maka digunakan

T1 Spin echo (slice thick intervleaved 6 mm) dengan fat saturation.

MRCP (Thin Slice)

Tujuan dari sekuens ini adalah untuk mendapatkan gambaran

komprehensif dari duktus biliaris pada pasien dengan suspek obstruksi

akibat adanya batu atau post trasplantasi hepar. Pengambilan gambar

dilakukan dengan irisan coronal dan untuk lebih lengkapnya dilakukan

juga dengan coronal oblik. Perencanaan irisan menggunakan axial T2,

pilihlah image yang menampakkan duktus biliaris. Menggunakan irisan 5

mm dan gap 0 mm. Slice diambil sebanyak 15 irisan dengan

menggunakan teknik tahan nafas. Irisan coronal dimulai dari posterior

CBD melalui kepala pankreas kearah anterior hepar. Idealnya gall bladder

tercover sebanyak 15 irisan. Sedangkan pada potongan coronal oblik


(RAO) rotasikan arah irisan berlawanan arah jarum jam 20-30 derajat

melalui CBD. Pada coronal oblik yang kedua (LAO) rotasikan arah irisan

20-30 derajat searah jarum jam berpusat pada CBD dan pastikan seluruh

gall bladder masuk.

Gambar planning irisan MRCP Thin Slice

MRCP (Thick Slab)

Merupakan alternatif dalam proses akuisisi image pada pemeriksaan

MRCP yang mencakup seluruh sistem biliaris. Pengambilan image

dilakukan dengan beberapa slab dengan sudut yang berbeda. Teknik

MRCP ini digunakan untuk mengakuisisi image kandung empedu sampai

sistem bilier, dilakukan hanya dalam 2 detik dengan menggunakan irisan

oblik.

Gambar Potongan MRCP Thick Slab