Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Sains ibarat pedang bermata dua, dapat digunakan untuk kebaikan
maupun kejahatan. Di tangan ilmuwan yang tidak bertanggung jawab,
sains dapat dimanfaatkan untuk membuat sistem persenjataan yang efektif.
Penyalahgunaan sains yang sedang marak pada dekade ini terutama pada
bagian ilmu hayati (biologi) karena efektivitasnya yang tinggi. Karena itu,
senjata biologis, yang berupa mikroorganisme pembawa wabah penyakit,
pada tahun-tahun terakhir abad ini sering dimanfaatkan sebagai sarana
terorisme yang melanda berbagai negara, tak terkecuali Indonesia.
Terorisme dengan agen biologi (bioterorisme) dapat membahayakan
ketahanan nasional karena kerusakan yang mungkin ditimbulkannya, baik
dalam hal fisik maupun finansial. Tanpa pemahaman dan penyadaran
masyarakat serta peran aktif pihak-pihak terkait dalam menangani dampak
bioterorisme, maka akan mengancam ketahanan nasional seperti
keamanan, kesehatan mastarakat, dan ekonomi.
Bioterorisme belum banyak diuraikan pada buku-buku
mikrobiologi kedokteran. Hanya sedikit buku yang membahas
bioterorisme. Apalagi buku-buku mikrobiologi kedokteran berbahasa
Indonesia. Artikel di media massa yang membicarakan bioterorisme juga
sangat sedikit. Hampir tidak ada yang menyinggung – meskipun hanya
sekilas – bioterorisme. Topik yang banyak ditulis adalah tentang terorisme
bukan tentang bioterorisme. Oleh karena itu, penulis akan memulai tulisan
ini dengan menguraikan beberapa hal yang berkaitan dengan
bioterorisme.
Bioterorisme adalah penggunaan bakteri jahat, virus, atau racun
terhadap manusia, hewan, atau tanaman dalam upaya untuk menyebabkan
kerusakan dan menciptakan rasa takut. Bioterorisme menggunakan produk
mikroba atau mikroba. Ada empat mikroba populer biasanya dimanfaatkan
oleh para teroris, yaitu Bacillus anthracis, Clostridium botulinum, Yersinia

1
pestis dan virus cacar. Mikroba yang digunakan dalam bioterorisme
diklasifikasikan menjadi tiga kategori. Kategori A adalah yang paling
berbahaya di antara tiga kategori.

2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah pada makalah ini
adalah:
a. Apakah yang dimaksud bioterorisme?
b. Apa saja yang termasuk senjata biologi?
3. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah:
a. Untuk mengetahui pengertian bioterorisme
b. Untuk mengetahui senjata biologi