Anda di halaman 1dari 6

31

G. PEMBAHASAN
a. Percobaan 01
1. Dari hasil percobaan dan analisa data, ternyata pengaruh dari perbedaan
tingkat transmisi cahaya terhadap beda potensial penghenti dan energi
kinetik maksimun elektronfoto untuk setiap warna yang diamati (kuning
dan hijau) mempunyai nilai yang selisihnya relatif kecil. Hal ini nampak
dari harga tegangan penghenti (V) dan Energi kinetik maksimum yang
didapatkan bahwa semakin besar tingkat transmisi yang digunakan maka
potensial penghenti dan Energi kinetik maksimum juga akan semakin
besar, begitu pula sebaliknya semakin kecil tingkat transmisi (intensitas)
yang digunakan maka potensial penghenti dan Energi kinetik maksimum
juga semakin kecil. Akan tetapi, karena selisih dari potensial penghenti
dan energi kinetik maksimum yang relatif kecil, maka di sini dapat
dikatakan bahwa besarnya potensial penghenti (V) dan Energi kinetik
maksimum (EKmax) tidak bergantung pada tingkat transmisi
(intensitasnya). Dari hasil perhitungan yang dilakukan Energi kinetik
maksimum (EKmax) untuk filter warna hijau memiliki nilai yang relatif
lebih besar dari filter warna kuning.
2. Pengaruh warna cahaya terhadap beda potensial penghenti dan Energi
kinetik maksimum elektronfoto: untuk warna kuning relatif lebih kecil
daripada warna cahaya hijau. Karena semakin pendek panjang gelombang
dari warna kuning s/d ultraviolet, semakin besar frekuensi cahaya,
sehingga mengakibatkan beda potensial penhenti dan Energi kinetik
maksimum (EKmax) elektronfoto semakin besar. Hal ini dikarenakan
frekuensi cahaya yang berbanding terbalik dengan panjang gelombang
dan frekuensi berbanding lurus dengan beda potensial penghenti dan
Energi kinetik maksimum (EKmax) elektronfotonya. Dapat dilihat
hubungan tersebut dalam rumus berikut:
32

EK max c
h  h 0  EK max
dengan = eV dan   

h  W  eV
h W
V    
e e
1
Dari rumus-rumus di atas terlihat   frekuensi berbanding terbalik

dengan panjang gelombang. V   beda potensial penhenti berbanding
lurus dengan frekuensi. EK max  V   Energi kinetik maksimum
berbanding lurus dengan beda potensial penghenti dan berbanding lurus
pula dengan frekuensi. Jika dilihat dari spektrum cahaya berdasarkan
panjang gelombang, bahwa untuk panjang gelombang cahaya warna
kuning sebesar 5770 Ao ini lebih besar dibandingkan dengan panjang
gelombang cahaya warna hijau 5461 Ao. sehingga untuk beda potensial
penghenti dan Energi kinetik maksimum elektronfoto untuk cahaya warna
hijau lebih besar dari pada cahaya warna kuning.
3. Berdasarkan pada hasil percobaan, analisis dan pembahasan di atas,
terdapat indikasi yang dapat mendukung teori kuantum cahay bahwa
energi kuantum (hv) diperoleh dari Energi kinetik maksimum yang
ditambahkan dengan fungsi kerja permukaan (W=hv0). Didapatkan bahwa
semakin besar frekuensi cahaya, maka semakin tinggi pula nilai energi
kinetik maksimum yang dihasilkan.
Ekmax warna kuning tanpa filter 8,80.10-20 Joule dengan frekuensi cahaya
5,19.1014 Hz.
Ekmax warna hijau tanpa filter 1,04.10-19 Joule dengan frekuensi cahaya
5,49.1014 Hz.
Jadi Ekmax untuk warna hijau lebih besar dari Ekmax pada wakna
kuning. Karena frekuensi cahaya warna hijau lebih besar daripada cahaya
warna kuning.
33

4. Adanya perbedaan (penurunan yang kecil) pada nilai beda potensial


penghenti akibat penurunan tingkat transmisi cahaya, diakibatkan karena
adanya penurunan tingkat transmisi cahaya yang dikenakan filter cahaya
yang berfungsi untuk menentukan/menyeleksi intensitas cahaya yang
menuju (akan mengenai) photodiode dan berarti juga bahwa dengan
terlepasnya elektron dari permukaan logam tidak dipengaruhi oleh tingkat
transmisi cahay melainkan dipengaruhi oleh energi kinetik maksimum.
31

b. Percobaan 02
1. Hasil analisis

Metode titik sentroid Analisis Azas kuadrat terkecil


Warna
Orde
Filter
h=ħ+Sh (Js) Rh (%) W (J) h=ħ+Sh (Js) Rh (%) W=W+SW (J) RW (%)

Kuning 1 4,74.10-34 + 1,07.10-35 2,25 1,51.10-19 4,36.10-34 + 5,27.10-35 12,07 1,51.10-19 + 3,52.10-20 23,40

2 8,35.10-35 + 1,07.10-35 12,50 1,28.10-20 6,96.10-35 + 2,52.10-35 36,20 1,29.10-20 + 1,70.10-20 13,19

Hijau 1 5,28.10-34 + 1,07.10-35 2,02 1,70.10-19 4,64.10-34 + 8,23.10-35 17,73 1,70.10-19 + 5,54.10-20 3,27

2 5,86.10-35 + 1,07.10-35 18,18 5,58.10-23 5,03.10-35 + 1,39.10-35 27,58 8,58.10-23 + 9,35.10-21 10,89

Dari tabel hasil analisis di atas, dapat kita lihat tingkat ketelitian hasil pengukuran ditunjukkan oleh prosentase
ketidakpastian. Pada metode titik sentoid, yang mempunyai prosentase di bawah 10% adalah untuk filter warna
kuning, orde 1 dan warna hijau orde 1. Juga mempunyai nilai tetapan planck yang hampir sama dengan nilai
Konstan Planck yang dirintis oleh Planck yaitu h=6,626.10 -34 Js. Dan untuk fungsi kerja pada percobaan ini
rata-rata mempunyai orde –19.
Pada Analisis Azas kuadrat terkecil yang mempunyai prosentase di bawah 10% adalah untuk filter warna hijau
orde 1. Juga mempunyai nilai tetapan planck yang hampir sama dengan nilai Konstan Planck yang dirintis oleh
Planck yaitu h=6,626.10-34 Js, sama-sama berorde -34. Dan untuk fungsi kerja pada percobaan ini mempunyai
orde –19.
31
32

Menurut postulat Einstein bahwa energi yang terbawa oleh radiasi


elektromagnetik harus terdistribusi secara diskrit dalam bundel-bundel
energi/paket-paket energi (foton), bukan didistribusikan secara kontinue
seperti yang telah dinyatakan oleh teori gelombang energi ini. tetapi pada
saat-saat tertentu akan menempati ruang yang terbatas dan tertentu.
Energi tiap foton bergantung pada frekuensinya E=hv.
Apabila terjadi interaksi antara cahaya dan partikel, misalnya elektron
pada efek fotolistrik, setiap foton akan berinteraksi dengan satu elektron
tunggal. Jika energi foton melebihi energi untuk melepaskan elektron dari
lintasannya, maka sisanya energi tersebut akan diubah menjadi energi
gerak (energi kinetik) elektron. Akan tetapi jika energi foton tidak cukup
untuk melepaskan elektron, maka foton tidak akan memberikan energinya
pada elektron yang bersangkutan. Energi foton bergantung pada
frekuensinya, semakin besar frekuensinya maka semakin besar energinya.
h  h 0  EK max

H. DAFTAR PUSTAKA
Beiser Arthur. 1982. Fisika Modern. Jakarta : Erlangga.
Tim Eksperimen Fisika. 2001. Eksperimen Fisika. Malang : Jurusan Fisika
FMIPA UM.
Ronald Gantreau dan William Savin. 1995. Fisika Modern. Jakarta : Erlangga.