Anda di halaman 1dari 7

Nama Mahasiswa : Stevanius

NIM : 17/417529/PEK/23092
Kelas/Angkatan : Reguler / 42
Mata Kuliah : Leadership Communication
Dosen : Galang Lufityanto Phd.

Company Profile

PT. Caturkarya Gemaswadaya adalah perusahaan distributor dan supplier alat tulis kantor
(ATK) dari produk Lion Office Equipment. PT. Caturkarya Gemaswadaya ini didirikan oleh Bpk.
Budianto pada tanggal 5 Oktober 1995 selaku Direktur Utama. Perusahaan ini sudah beroperasi
sekitar 22 tahun hingga saat ini di bidang distributor dan supplier alat tulis kantor. Perusahaan ini
sudah melalukan tender tender besar seperti di Pemprov DKI, RS. Harapan Kita, Departemen
Kesehatan, Departemen Agama, Universitas Trisakti, dan BUMN lain.

Komposisi pemegang saham PT. Caturkarya Gemaswadaya diantaranya ; Bpk. Budianto


selaku Direktur Utama memiliki 60 saham dalam perseroan, Bpk. Rudy Suwandi selaku Komisaris
Utama memiliki 180 saham perseroan, Bpk. Lim Kian Pih selaku Direktur Perseroan juga memiliki
180 saham dalam perseroan. Dimana Rapat Umum Pemegang Saham bisa diadakan setiap waktu
apabila sedang ada evaluasi perusahaan.

Tujuan perusahaan ini dibangun adalah untuk menjalankan usaha-usaha di bidang


perdagangan, pembangunan, percetakan, dan jasa-jasa. PT. Caturkarya Gemaswadaya berlokasi di
Jl. Kyai Caringin 12-B Jakarta. Perusahaan ini telah di kenal oleh sebagian kalangan perusahaan
supplier lainnya, telah memenangi beberapa proyek proyek tender besar di BUMN.
Latar Belakang Masalah

Pada umumnya, seorang Pemimpin bukan hanya dapat memotivasi karyawannya untuk
berkinerja atau bekerja, tetapi seorang Pemimpin harus bisa berkomunikasi dengan karyawannya.
Komunikasi merupakan salah satu elemen yang penting dalam menjalankan proses administrasi
maupun interaksi pada suatu organisasi baik secara internal maupun eksternal. Tanpa adanya
jalinan komunikasi yang baik dan benar, besar kemungkinan semua proses di dalam organisasi /
lembaga tersebut tidak dapat berjalan dengan maksimal dan sesuai dengan yang di harapkan.
Kemampuan komunikasi yang baik akan membantu semua proses yang terdapat di suatu
organisasi. Menurut J. Barret (6 : 2014) komunikasi adalah transmisi makna dari satu orang ke
orang lain atau ke banyak orang, baik secara verbal maupun nonverbal. Secara tradisional, model
transmisi komunikasi ini atau seperti yang sering disebut, "situasi retorikal", biasanya
digambarkan sebagai segitiga sederhana yang terdiri dari pengirim, pesan, dan penerima..

Menurut J. Barret (3 : 2014), Leadership adalah individu yang membimbing, mengarahkan,


memotivasi, atau menginspirasi orang lain. Mereka adalah pria dan wanita yang mempengaruhi
orang lain dalam sebuah organisasi atau di sebuah komunitas. Mereka mengarahkan perhatian
orang lain. Mereka membujuk orang lain untuk mengikuti mereka atau mengejar tujuan yang
mereka tetapkan. Mereka memperbaiki kinerja kelompok dan organisasi.

Bapak Budianto selaku Direktur Utama PT. Caturkarya Gemaswadaya dalam hal ini adalah
“true leader”, Beliau memiliki visi dan misi yang jelas, membangun perusahaannya menjadi
perusahaan supplier dan distributor sebesar seperti sekarang. Dia selalu berkomunikasi dengan
bawahannya dengan baik, dan selalu memperbaiki kinerja organisasi. Seorang leader harus
mempunyai kemampuan komunikasi yang baik. Menurut J. Barret (7 : 2014), Leadership
Communication adalah transfer makna yang terkontrol dan terarah, yang dengannya individu
memengaruhi satu orang, kelompok, organisasi, atau komunitas dengan menggunakan berbagai
kemampuan komunikasi dan sumber daya mereka untuk terhubung secara positif dengan audiens
mereka, mengatasi gangguan, dan menciptakan dan menyampaikan pesan yang membimbing,
mengarahkan, memotivasi, atau mengilhami orang lain untuk bertindak.

Saya mengambil informasi dari narasumber yaitu Bapak Fransiscus Canger selaku Kepala
divisi Sales Marketing, beliau sudah bekerja di perusahaan ini sejak tahun 1996 dan sudah hamper
21 tahun berpengalaman bekerja di PT. Caturkarya Gemaswadaya ini. Beliau sangat
berpengalaman dalam hal menangani tender tender proyek, mulai dari proyek yang beliau handle
seperti ; tender pengadaan alat tulis kantor, kursi kursi perusahaan merek Indaichi, tender komputer
untuk berbagai instansi pemerintahan. Beliau menceritakan salah satu kendala perusahaan yang
mencolok adalah, masalah keterlambatan pembayaran dari dealer dealer (relasi) kami. Beliau juga
menceritakan bagaimana kendala komunikasi dengan bawahannya, yaitu ketika beliau sedang di
luar kantor untuk menangani penawaran harga untuk tender, beliau menggunakan telepon untuk
mengirim pesan ke bawahannya, namun salah satu gangguan yang dialami adalah sering terjadi
salah pemahaman maksud yang beliau sampaikan ke bawahannya. Sehingga beliau harus
berkomunikasi ulang dengan bawahannya keesokan harinya supaya lebih efektif dan tidak terjadi
misscommunication. Tentu berbeda komunikasi dengan tatap muka / face to face dengan
komunikasi menggunakan elektronik, komunikasi dengan tatap muka lebih efektif dan lebih tepat.
Apalagi menyangkut masalah bisnis perusahaan yang begitu penting, tentu saja komunikasi face
to face lebih tepat. Misscommunication adalah kesalahan pengertian sehingga menghasilkan
respon yang berlawanan dengan tujuan atau maksud yang diharapkan.

Beliau selalu mencoba berkomunikasi bertatap muka dengan bawahannya maupun rekan
kerjanya di kantor atau instansi pemerintahan, karena menurutnya komunikasi dengan bertatap
muka lebih efektif dan lebih tepat dalam berkomunikasi. Permasalahannya muncul ketika beliau
sedang diluar, dan sering terjadi kesalahan komunikasi dengan bawahannya apabila beliau
menggunakan media telepon. Beliau juga selalu mencoba melakukan pendekatan personal untuk
memotivasi bawahannya, tujuannya untuk menciptakan suasana kerja yang harmonis dengan kenal
dekat seperti kerabat dekat.
Solusi

Akar dari permasalahan ini adalah dalam hal komunikasi dari atasan terhadap bawahan,
dari informan yang saya wawancara, karena Bapak Fransiscus Canger lebih banyak menghabiskan
waktu di luar kantor untuk mengurus tender, beliau sering menggunakkan media telepon atau
email dan fax untuk mengirim pesan kepada bawahannya. Tentu saja ini menjadi masalah ketika
sering terjadi miscommunication. Ketika beliau ingin menyampaikan pesan kepada bawahannya,
beliau mengirim pesan dengan telepon, namun terjadi kesalahan dalam berkomunikasi sehingga
pesan dan maksud yang ingin beliau sampaikan tidak sesuai dengan yang di harapkan.

Oleh karena itu solusi yang paling tepat dan paling efektif menurut Bapak. Fransiscus
Canger adalah dengan melakukan komunikasi tatap muka secara langsung dengan bawahannya.
Beliau selalu mencoba untuk bertatap muka apabila maksud pesan yang ingin di sampaikan tidak
tersampaikan dengan benar ke para bawahannya. Selain itu, beliau juga selalu melakukan
pendekatan secara personal kepada para bawahannya supaya lebih kenal dekat dengan
bawahannya. Kemampuan interpersonal skill sangat diperlukan dalam menjaga hubungan baik
dengan para bawahan. Keterampilan interpersonal adalah keterampilan yang kita gunakan setiap
hari saat kita berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain, baik secara individu maupun
kelompok. Orang dengan keterampilan interpersonal yang kuat seringkali lebih berhasil dalam
kehidupan profesional dan pribadi mereka. Keterampilan interpersonal mencakup beragam
keterampilan, meskipun banyak berpusat di seputar komunikasi, seperti mendengarkan,
mempertanyakan dan memahami bahasa tubuh. Mereka juga mencakup keterampilan dan atribut
yang terkait dengan kecerdasan emosional, atau mampu memahami dan mengelola emosi Anda
sendiri dan orang lain. Bapak Fransiscus Canger mempunyai kemampuan interpersonal skill yang
baik, beliau mempunyai banyak rekan kerja yang kenal dekat. Beliau selalu mengajak rekan
kerjanya untuk datang menyambangi rumahnya untuk membicarakan masalah tender proyek
perusahaan.
Ada beberapa cara untuk mengatasi masalah misscommunication yaitu :

1. Menjaga privasi

Jika Anda sedang melakukan pembicaraan dengan salah satu karyawan, maka cobalah ajak
dia ke dalam ruangan Anda. Berikan waktu untuk Anda dan karyawan Anda menyelesaikan
percakapan. Ini akan mengurangi miss komunikasi yang akan terjadi pada karyawan Anda lainnya.

2. Fokus pada pembicaraan

Jangan menyisipkan obrolan selain apa yang harus Anda sampaikan. Fokus pada tujuan
dan pembicaraan Anda dengan karyawan. Fokus memang tidak menutup kemungkinan akan
mengalami kesalahan dalam berbicara, tapi lebih kepada mengurangi akibat dari kesalahan
tersebut.

3. Jangan coba bermain baca pikiran

Ketika berbicara dengan karyawan, cobalah untuk berbicara sesuai dengan porsi dan sesuai
kebutuhan Anda. Jangan sekali – kali coba membaca fikiran dari lawan bicara Anda. Karena itu
akan memperburuk suasana, sekalipun Anda adalah seorang atasan.

4. Dengarkan orang berbicara sampai selesai

Ini penting bagi semua orang, penting untuk mendengarkan lebih banyak dari pada
memaksakan diri dan egois berbicara sebelum pembicaraan mereka selesai. Karyawan Anda akan
merasa tidak dihargai saat ucapan mereka tidak didengar sampai selesai. Anda patut untuk
menghargai setiap ucapan yang disampaikan oleh karyawan Anda. Ini jelas akan mencegah adanya
miss komunikasi dalam penyampaian informasi dari karyawan Anda.

5. Punya kesimpulan yang tepat

Selain menjadi pendengar yang baik, untuk mengurangi resiko miss komunikasi, cobalah
untuk membuat sebuah kesimpulan di akhir percakapan. Pastikan obrolan Anda dengan karyawan
tepat sampai proses kesimpulan. Anda dan karyawan Anda akan mendapatkan hasil obrolan yang
sesuai dengan tujuan awal.
Lampiran

Narasumber : Fransiscus Canger

Metode : Wawancara

Jabatan : Kepala Sales Marketing

Saya : Sejak tahun berapa Bapak sudah mulai bekerja di Perusahaan ini ?

Fransiscus.C : Tahun 1996 saya sudah mulai bekerja di perusahaan ini sebagai sales marketing

Saya : Perusahaan ini bergerak dalam bidang apa ?

Fransiscus.C : Distributor dan supplier produk Lion Office Equipment

Saya : Apakah terdapat kendala dalam masalah bisnis perusahaan selama Bapak
bekerja ?

Fransiscus.C : Ya kalau kendala sejauh ini paling masalah keterlambatan pembayaran dari
dealer dealer kami. Jadi kami kasi waktu jatuh tempo nya 1 bulan, mereka bayar
ke kita nya lebih dari 1 bulan.

Saya : Masalah apa dalam komunikasi terhadap karyawan Bapak?

Fransiscus.C : Saya sering di luar untuk mengurus pengadaan tender tender, memberikan listing
harga harga penawaran tender, kebanyakan saya sering di luar, komunikasi sama
karyawan ya pakai telepon, kadang-kadang salah paham maksud yang saya
ucapkan ke bawahan saya. Waktu itu pernah sinyal hp jelek saat saya lagi telepon
karyawan saya, maksud saya untuk memberikan listing harga via email, gara-gara
sinyal jelek itu ya saya terpaksa menunda keesokan harinya secara tatap muka.

Saya : Bagaimana cara Bapak dalam berkomunikasi dengan bawahan bapak ?

Fransiscus.C : Biasa kami komunikasi tatap muka di kantor dan intansi pemerintahan, dan
kebanyakan saya di luar ,saya bisa pakai telepon atau email dan fax. Tapi
memang kadang kadang pakai telepon, email sering miss komunikasi, ya seperti
yang saya bilang tadi.

Saya : Menurut Bapak, solusi apa yang paling tepat dalam berkomunikasi dengan
bawahan ataupun dengan rekan kerja bapak ?

Fransiscus.C : Komunikasi tatap muka saya rasa lebih tepat dalam komunikasi, lebih efektif
juga, melakukan pendekatan personal juga bisa untuk komunikasi , kenal lebih
dekat lah sehingga nantinya rekan kerja saya atau bawahan saya termotivasi. Saya
punya bawahan juga kerjanya bagus bagus, rajin, benar kerjanya, saya sama
bawahan saya kenal dekat, seperti kerabat dekat lah.