Anda di halaman 1dari 3

SOP/UKP/...

/I/2017
TINDAKAN PENANGANAN KEJANG
No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman :

PUSKESMAS Disahkan Oleh Kepala Puskesmas Tanjung


TANJUNG drg. ADHI SUPRIADI, M.Kes
NIP : 19750427 200501 1 006

1.Pengertian Perawatan anak kejang adalah memberikan tindakan perawatan pada anak yang
mengalami perubahan fungsi pada otak secara mendadak dan sangat singkat/
sementara karena aktifitas otak yang abnormal serta adanya pelepasan listrik
serebral yang sangat berlebihan, akibat dari malformasi otak kongenital,faktor
genetis atau adanya penyakit seperti meningitis, encephalitis serta demam, atau
gangguan metabolisme, trauma, dsb.

2.Tujuan Mencegah atau mengurangi risiko cedera, aspirasi/hypoksia dan kecemasan


keluarga akibat kejang pada anak.
3 .Kebijakan Dibawah tanggung jawab dan pengawasan dokter

4.Referensi 1. Potter, P.A & Perry A.G (2006), Clinical Nursing skills & Techniques 6 th
edition, St Louis : Mosby Year Book,Inc
2. Wong and Whaley (1996), Clinical Manual Of Pediatric Nursing 4 edition, St
Loui : Mosby Year Book,Inc.
3. Alimul, Aziz A H, (2006), pengantar Ilmu Keperawatan Anak, Buku ke-2,
edisi pertama, Salemba medika, Jakarta.
4. Modul Pelatihan Penanganan Penderita Gawat Darurat untuk perawat (2006),
kerjasama RSHS Bandung dengan PKGDI wilayah Jabar.

5.Sarana PERSIAPAN ALAT :

Ø Obat anti-epileptik sesuai resep dokter.


Ø Selimut atau bantalan lunak
Ø Bengkok atau nierbekken
Ø Tabung oksigen dan alat bantu pernafasan
Ø Set infus/ tranfusi dan cairannya
Ø Set alat pengukuran tanda vital
1.
SOP/UKP/... /I/2017
TINDAKAN PENANGANAN KEJANG
No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman :

PUSKESMAS Disahkan Oleh Kepala Puskesmas Tanjung


TANJUNG drg. ADHI SUPRIADI, M.Kes
NIP : 19750427 200501 1 006

6.Langkah-langkah PELAKSANAAN :

1. Libatkan keluarga dalam tindakan keperawatan


2. Lindungi anak selama kejang ; jangan gunakan restrain / paksaan pada anak
(kecuali anak dalam bahaya). Bila anak berdiri atau duduk di kursi roda pada awal
episode, bantu anak untuk mencapai lantai/ tempat baring. Jangan membuat anak
teragitasi, bicara dengan suara lembut dan sikap tenang. Jangan mengharapkan
anak untuk mengikuti instruksi, karena adanya kerusakan kesadaran.
3. Tempatkan selimut kecil yang lunak atau tangan perawat sendiri di bawah
kepala anak.
4. Jangan masukkan benda apapun di mulut anak, keluarkan sisa makanan yang
tertinggal di mulut.
5. Lepaskan kacamata atau gigi palsu bila ada.
6. Longgarkan pakaian anak.
7. Cegah anak dari membenturkan kepala pada objek keras, singkirkan benda-
benda (perabotan) yang dapat menimbulkan bahaya atau cedera.
8. Beri bantalan lunak disekitar tempat tidur / kursi ( pertahankan kondisi ini
tetap terpasang ketika anak sedang tidur,istirahat atau mengalami kejang)
9. Bila mungkin posisikan anak pada garis tengah, hiperektensi, untuk
meningkatkan ventilasi yang adekuat.
10. Bila anak mulai muntah, miringkan dengan hati hati (pertimbangkan posisi
dekubitus lateral bila anak mulai muntah dan pengisapan tidak cukup untuk
mengontrol saluran nafas). Dekatkan bengkok / wadah muntah di sisi dekat mulut
anak.
11. Bila tak terdapat peralatan medis lengkap hubungi pelayanan medis darurat.
12. Bila peralatan memadai, berikan terapi oksigen (lihat SOP cara pemberian
cairan elektrolit per infus) sebagai perawatan pendukung.
13. Berikan obat Antipiletikdalam dosis yang sesuai denganberat badan anak
(lihat SOP cara pemberian obat pada anak )
14. Lakukan perawatan gigi dengan baik selama terapi fenitoin untuk menurunkan
hyperflasi gusi
15. Berikan vitamin d dan asam folat selama terpai fenitoin dan phenobartial
untuk mencegah defisiensi.
16. Lindungi anak pada periode pasca kejang :
SOP/UKP/... /I/2017
TINDAKAN PENANGANAN KEJANG
No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman :

PUSKESMAS Disahkan Oleh Kepala Puskesmas Tanjung


TANJUNG drg. ADHI SUPRIADI, M.Kes
NIP : 19750427 200501 1 006

Pertahankan posisi miring; tetaplah bersama anak dan tenangkan anak sampai ia
sadar ( karena anak mungkin bingung dan takut)
17. Tanyakan perasaan anak dan keluarga setelah tindakan.
18. Ajarkan orang tua dan anak cara mengantipasi kejang dan beradaptasi
terhadap situasi pencetus kejang secara tepat.
19. Akhiri interaksi dengan mengucapkan salam
20. Bereskan semua peralatan, kembalikan ke tempat semula.
21. Cuci tangan (lihat SOP cuci tangan)
22. Dokumentasikan hasil tindakan, termasuk reaksi/ res[on bayi / anak saat
dilakukan tindakan dan sesudahnya.

7. Hal- hal yang perlu 1. Apakah tindakan yang dilakukan sudah benar ?
diperhatikan 2. Pastikan tindakan yang dilakukan tidak menambah luka atau trauma pada
klien ?

8. Unit terkait 1. Ruangan IGD


2. Ruangan Perawatan
3. Ruangan persalinan

9.Dokumen terkait 1. Rekam Medik


2. informed concern

10. Rekaman historis No Yang diubah isi Tgl mulai diberlakukan


perubahan perubahan