Anda di halaman 1dari 4

Diagnostik dan Tatalaksana Stroke

1. Diagnostik stroke oleh tenaga kesehatan


 Anamnesa dilakukan terarah, kemudian tentukan progesifitas
stroke untuk mengklarifikasi stroke (TIA, RIND, SIE, atau CS).
Petugas dapat menggunakan:

interprestasi :
a. Tansient Ischemic Attact (TIA): serangan stroke sementara yang
berlangsung 15 menit dan dapat berlangsung sampai 24 jam.
b. Reversibel Ischemik Neurologic Deficit (RIND): gejala neurologis akan
menghilang antara > 24 jam sampai 21 hari
c. Stroke in evolution : kelainan atau deficit neutologik yang berlangsung
secara bertahap dari ringan sampai berat
d. Completed stroke : kelainan neurologic yang sudah menetap.

 Tentukan jenis stroke hemoragik atau non hemoragik


menggunakan system skoor (Siriraj)
Catatan :
o Pada penderita stroke akut kurang dari 3 jam, sebaiknya segera rujuk ke
RS dengan asilitas lengkap (CT-SCAN, stroke unit dan trombolisis)
o Jika onset stroke sudah >4,5 jam, maka tatalaksana dapat dilakukan di RS
atau jika tidak memungkinkan di Puskesmas dengan penanganan atau
minimal supervise langsung spesialis saraf.

2. Obat-obatan Antitrombolitik untuk Pencegahan Stroke Sekunder


1. Antiplatelet
a. Aspirin
Dosis dan cara pemberian : 50-325 mg peroral, sekali sehari.

b. Aspirin+ Dipiridamol
Dosis dan cara pemberian : aspirin 25 mg + dipiridamol SR 200
mg peroral, 2 kali sehari
c. Cilostazol
Dosis dan cara pemberian : 100 mg peroral, 2 kali sehari
Clopidogrel (R/Plavix)
d. Ticlodipin
Dosis dan cara pemberian : 250 mg peroral, 2 kali sehari

2. Anti koagulan
Pencegahan stroke sekunder karena factor resiko atrial fibrilasi.
Terapi yang digunakan Warfarin atau dikumarol sebagai penuntun
dalam terapi antikoagulan CHADS score dapat digunakan :

kriteria skoring
Skor 0 Risiko rendah terapi aspirin
Skor 1 Risiko sedang terapi aspirin atau warfarin bila target INR
2,0-3,0
Skor >2 Risiko tinggi berikan terai warfarin, bila target INR 2.0-3,0

3. Lain-lain
a. Statin
b. ACE inhibitor (bila diperlukan pada hipertensi dengan mengacu
pada buku pedoman teknis penemuan dan tatalaksana hipertensi)