Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Ganja pertama kali ditemukan dalam kompedium pengobatan di China, 2737
tahun sebelum masehi. Dahulu terjadi kontroversi pemakaian ganja, ada yang
menganggap bermanfaat dan ada yang menyatakan tidak. Sepanjang sejarahnya
khasiat ganja yang paling menarik perhatian orang adalah sebagai bahan untuk
memperoleh perasaan gembira, meningkatkan rasa percaya diri dan optimisme.
Sejak ribuan tahun pula zat stimulan telah digunakan manusia, yang paling
dikenal orang adalah nikotin dan kafein. Secara klinis zat stimulan dapat
menyebabkan perasaan gembira, mengurangi kelelahan dan kebutuhan tidur,
peningkatan seksualitas, gangguan pola tidur normal, penurunan selera makan
(tetapi energi meningkat , tremor, gelisah dan peningkatan denyut nadi.

Kecanduan ganja dapat menyebabkan berbagai efek samping pada setiap


pengguna baik yang menggunakannya secara kasual ataupun pengguna jangka
panjang. Beberapa gejala dari gangguan-gangguan ini meliputi hal-hal seperti
gangguan tidur, gangguan mengingat, gangguan koordinasi motorik, kesulitan
dalam memahami pembicaraan atau memahami situasi dan peristiwa, halusinasi,
pikiran atau perasaan yang cenderung paranoid, serta serangan panik. Sementara
beberapa dari masalah ini mungkin tidak terlihat serius (serta tidak menimbulkan
kematian), namun semua hal itu dapat menyebabkan masalah jangka panjang dan
akan membuat gangguan pada kondisi dan situasi sosial.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang di atas, maka didapatkan rumusan masalah sebagai
berikut:
1. Apa pengertian kanabis/ganja ?
2. Apa sumber kanabis/ganja ?
3. Bagaimana mekanisme kerja kanabis/ganja dalam tubuh ?
4. Apakah sasaran kanabis/ganja?
5. Bagaimana respon tubuh terhadap kanabis/ganja ?

1
6. Apa saja efek pemakaian kanabis/ganja ?
7. Bagaimana dampak kanabis/ganjaterhadap tubuh?
8. Apa saja penggunaan dari kanabis/ganja?
9. Apa intoksikasi dari Kanabis/ganja?

1.3 TUJUAN

Dari Rumusan Masalah di atas maka Tujuan dari Penulisan Makalah ini adalah:
a. Bagi Penulis
Agar penulis dapat memahami seluk beluk Kanabis/ga nja itu
sendiri mulai dari sumbernya sampai perjalanan obat didalam tubuh dan
juga penyalahgunaannya.
b. Bagi Pembaca
Agar pembaca dapat mengetahui secara rinci dan secara jelas
mengenai kanabis/ganja dan diharapkan agar para pembaca dan calon
perawat nantinya tidak bingung lagi mengenai kanabis/ganja serta
penyalahgunaannya.

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kanabis/ Ganja

Kanabis / ganja merupakan pucuk-pucuk berbunga dari tumbuhan


“hennep” Cannabis sativa (Asia Tenggara) dan mengandung 420 zat yang
termasuk dalam 18 kelompok. Ganja/ kanabis berasal dari tanaman dengan nama
cannabis sativa dan cannabis indica, yaitu sejenis tanaman perdu yang biasanya
digunakan sebagai obat relaksan dan untuk mengatasi intoksikasi ringan. Bahan
yang digunakan dapat berupa daun, biji, dan bunga tanaman tersebut.

Kanabis yang dalam bahasa indonesianya disebut ganja, mempunyai zat


aktif yaitu THC (Delta -9 tetra Hydrocannabinol). Ada juga yang menyebut hashis
yaitu getah tanaman yang berasal dari ramuan kanabis kering. Mariyuana adalah
bentuk tanaman kanabis kerin yang lebih lemah efeknya. Yang paling kuat
reaksinya dalam tubuh manusia adalah cairan yang diolah dari getah tanaman itu
sendiri yang disebut minyak kanabis.

Ganja atau cannabis mempunyai beberapa istilah yang tetap mengacu pada
pengertian ganja itu sendiri. Beberapa istilah untuk ganja antara lain marijuana,
gele, cimeng, hash, oyen, bang, labang, ikat , rumput atau grass.

Ganja mempunyai ciri khusus antara lain :

- Daun berwarna hijau dengan jumlah jari ganjil yakni 3,5,7.


- Bentuk seperti tembakau atau masih berbentuk tangkaian seperti daun petai
cina kering dan berbiji.
- Pohon ganja digunakan secara keseluruhan mulai dari daun, biji, getah
(hashis), akar, batang atau pohonnya sendiri.
- Cara pemakaian ganja dapat dihisap seperti menghisap rokok, dihirup
asapnya, dan dapat pula dicampur dengan makanan. Jika dicampur dengan
makanan dapat menyebabkan seseorang ketagihan karena ganja memang
dapat menjadi penyedap rasa
- Di indonesia banyak terdapat di Nangru Aceh Darusalam

3
2.2 Sumber Kanabis / Ganja

Ganja atau kanabis berasal dari tanaman cannabis sativa. Nama lainnya
adalah charas, grass, dope, pot, weed, mull, bhang, dan hashish. Ganja telah
digunakan beratus-ratus tahun untuk kepentingan ritual. Efek psikoaktif ganja
karena mengandung tetrahidrokanabinol (THC).THC termasuk depresan SSP
yang mempunyai efek halusinogenik.

Tumbuhan ganja telah dikenal manusia sejak lama dan digunakan sebagai
bahan pembuat kantung karena serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja juga
digunakan sebagai sumber minyak.

Namun demikian, karena ganja juga dikenal sebagai sumber narkotika dan
kegunaan ini lebih bernilai ekonomi, orang lebih banyak menanam untuk hal ini
dan dibanyak tempat disalahgunakan. Di sejumlah negara penanaman ganja
sepenuhnya dilarang. Di beberapa negara lain, penanaman ganja diperbolehkan
untuk kepentingan pemanfaatan seratnya. Syaratnya adalah varietas yang ditanam
harus mengandung bahan narkotika yang sangat rendah atau tidak ada sama
sekali. Sebelum ada larangan ketat terhadap penanaman ganja, di Aceh daun ganja
menjadi komponen sayur dan umum disajikan.

Jenis-jenis dari sumber Kanabis / Ganja

1. Kanabis Herbal
Kanabis herbal ini merujuk pada daun pucuk pokok “genus kanabis “ yang
dikeringkan dalam bentu ketulan. Ia menyerupai tembakau tetapi berwarna
lebih kehijauan.Kecanduan THC (Tetra Hydro Cannabinol) : 0,25 – 8%
Cara menggunakan : menghisap, menelan (bersama makanan/minuman).
2. Hashish
Resin getah kanabis (hashish ) ialah getah pucuk bunga kanabis yang
dikumpulkan dan dihasilkan menjadi ketulan., serbuk atau dicampurkan
dengan lilin.
Warnanya berbeda-beda daripada coklat muda, coklat tua atau hitam
Kandungan THC :4-12%
Cara menggunakan : menghisap.

4
3. Minyak Hashish
Minyak hashish dihasilkan daripada pengasingan bahan kanabinoid
dengan menggunakan bahan pelarut. Ia menyerupai minyak tar, tidak larut
dalam air dan menjadi pekat apabila terkena udara.
Kandungan THC : 60%
Cara menggunakan : menghisap.

2.3 Mekanisme Kanabis / Ganja dalam tubuh

Asap ganja masuk kesaluran pernapasan setelah melalui hidung atau mulut,
sampai ketenggorokan, terus ke bronkus, kemudian masuk ke paru-paru melalui
bronkiolus, dan berakhir dialveolus. Didalam alveolus, butiran asap/debu itu
diserap oleh pembuluh darah vena ke jantung. Dari jantung, asap itu tersebar
keseluruh tubuh. Ganja melalui asap masuk merusak organ tubuh (hati, ginjal,
paru, usus, limpa, otak dan lain-lain.).

Ganja yang masuk kedalam otak merusak sel otak. Kerusakan pada sel otak
menyebabkan kelainan pada tubuh (fisik) dan jiwa (mental dan moral). Kerusakan
sel otak menyebabkan terjadinya perubahan sifat, sikap dan prilaku.

2.4 Sasaran Kanabis / Ganja

Menekan kegiatan otak dengan menimbulkan situasi seperti bermimpi,


meredakan dan memberikan perasaan nyaman. Disamping itu kanabis berdaya
analgetik berdasarkan mekanisme yang menyerupai kerja anti nyeri morfin di
otak, tetapi tanpa kaitan dengan reseptor opiat. Daya komunikatif dan mobilitas
menurun, sehingga mengoperasikan peralatan berat maupun mengendarai
kendaraan bermotor dapat menimbulkan bahaya.

Sifat-sifat farmakologi lainnya adalah terutama terhadap SSP dan sistem


kardiovaskuler misalnya:

- Meredakan SSP, sama seperti barbital.


- Terhadap jantung: permulaan tacycardia, setelah penggunaan lama justru
bradycardia dengan penurunan tekanan darah.

5
- Terhadap mata : penurunan tekanan dalam bola mata dan perlebaran
pembuluh konjungtiva.
- Terhadap pertukaran zat : mambangkitkan nafsu makan, terutama
makanan manis .

2.5 Respon tubuh terhadap Kanabis / Ganja

2.5.1 Respon jika putus obat

Karakteristik gejala putus zat ini adalah kegelisahan, penurunan nafsu


makan, mual, mudah marah dan ganggguan tidur (gejala ini hanya akan membuat
pengguna merasa tidak nyaman namun tidak mengancaman kehidupan), sering
suka berbicara sendiri kalau tidak diatasi maka akan berakibat gangguan pada jiwa
pemakai ganja/kanabis.

2.5.2 Respon jika ketergantungan obat

Respon jika ketergantungan yakni:

- Bahan aktif ganja yang merupakan zat kimia adalah delta-9-


tetrahidrocanabinol dapat mempengaruhi perasaan dan penglihatan serta
pendengaran.
- Gejala pemakaian yang paling mudah dilihat adalah: gelisah, lemas &
ingin tidur terus, perasaan gembira/tertawa terus untuk hal yang tidak lucu,
nafsu makan besar, mata cekung & terdapat kantung mata berwarna hitam,
rasa lapar yang tinggi (setelah hilang khasiatnya / ‘ngedrop’)
- Kanabis dapat menimbulkan ketergantungan mental yang diikuti oleh
kecanduan fisik dalam jangka waktu yang lama.
- Dapat menyebabkan berkurangnya sirkulasi darah ke jantung.
- Dalam jangka panjang menyebabkan gangguan memori otak/pelupa, sulit
berpikir dan konsentrasi/ suka bermenung.
- Indikasi non medis: percaya diri, cari kesenangan/ketenangan, suara musik
menjadi lebih enak
- Sering panik, bingung dan berhalusinasi

6
- Perasaan seakan-akan selalu diikuti orang
- Kerusakan organ tubuh, terutama organ reproduksi.

2.6 Efek Pemakaian Kanabis / Ganja dalam tubuh

Adapun efek dari penggunaan kanabis/ganja diantaranya:

1. Efek ganja pada dosis rendah.


Efek timbul setelah 2-3 jam setelah merokok ganja, yaitu berupa:
- Rilex, tenang, kalem, dan bahkan tertawa sendiri.
- Pada awal pemakaiannya merangsang nafsu makan.
- Daya ingat berkurang atau hilang.
- Mata merah, dan tekanan darah turun.
2. Efek ganja pada dosis besar
Dosis besar akan menimbulkan efek seperti diatas tetapi dengan intensitas
yang lebih tinggi dan masih disertai efek lain seperti dingin, kelelahan,
euforia, halusinasi, gelisah, panik, dan paranoid.
3. Efek jangka panjang
Dari berbagai penelitian, efek jangka panjang pemakaian ganja berupa:
a. Gangguan saluran pernapasan
Pemakaian kanabis umumnya dirokok atau dihisap. Kanabis
mengandung tar lebih banyak dibandingkan tembakau, maka
perokok ganja akan lebih besar kemungkinannya terserang
bronkhitis.
b. Hilang motivasi
Pengguna ganja akan mengalami lemah fisik, halusinasi sehingga
prestasi kerja atau belajar sangat menurun.
c. Fungsi otak menurun
Kanabis dapat menghilangkan kemampuan mengingat, konsentrasi,
dan dampaknya baru kembali setelah beberapa bulan berhenti
menggunakan.

7
d. Gangguan hormon
Terjadi gangguan hormone reproduksi baik pada wanita atau laki-
laki yang dapat berakibat gairah seksualnya menurun, menstruasi
tidak teratur dan jumlah sperma menurun.
e. Gangguan sistem saraf
Telah banyak ditemukan pengguna jangka panjang kanabis dapat
mengalami psikosis (gangguan jiwa) yang ditandai dengan
halusinasi, delusi, dan paranoid.

2.7 Dampak Kanabis/ Ganja dalam tubuh

Kecanduan ganja dapat menyebabkan berbagai efek samping pada setiap


pengguna baik yang menggunakannya secara kasual ataupun pengguna jangka
panjang. Beberapa gejala dari gangguan-gangguan ini meliputi hal-hal seperti
gangguan tidur, gangguan mengingat, gangguan koordinasi motorik, kesulitan
dalam memahami pembicaraan atau memahami situasi dan peristiwa, halusinasi,
pikiran atau perasaan yang cenderung paranoid, serta serangan panik. Sementara
beberapa dari masalah ini mungkin tidak terlihat serius (serta tidak menimbulkan
kematian), namun semua hal itu dapat menyebabkan masalah jangka panjang dan
akan membuat gangguan pada kondisi dan situasi sosial.

2.8 Penggunaan Kanabis / Ganja

Dalam dunia kedokteran ganja/ kannabis biasanya dipakai sebagai obat


relaksan sebagai obat untuk mengatasi intoksikasi ringan. Penggunaan ini selalu
dalam dosis tertentu dan atas resep dan pertimbangan dokter.

Namun karena bahan aktif tetrahidrocanabnol yang dapat membuat hilang


kesadaran atau fly/teler maka ganja ini sering disalahgunakan untuk keperluan
lain diluar konteks kesehatan. Penyalahgunaan ini dapat dilakukan dengan
mencampurinya dengan tembakau dalam lintingan rokok yang dikenal dengan
sebutan joint atau spliff. Selain dilinting seperti rokok ganja juga dapat dihisap
atau dimakan.

8
2.9 Intoksikasi Kanabis / Ganja

Intoksikasi terhadap ganja perlu kita deteksi sejak dini melalui efek-efek
yang telah ditimbulkannya seperti sering lupa ingatan, tidak konsentrasi, mulai
berbicara sendiri dan lain- lain. Adapun beberapa hal yang dapat kita lakukan
untuk menenangkan pengguna yang terintoksikasi antara lain :

- Ciptakan suasana yang tenang.


- Bersikap penuh pengertian, ajak bicara tentang apa yang sedang
dialami pasien.
- Jelaskan bahwa semua yang dialaminya hanya bersifat sementara
akibat ganja dan bahwa dalam waktu 4-8 jam, pengaruh ganja tersebut
akan hilang.
- Mengajak bicara dan menenagkan pasien dengan cara tersebut talking
the patient down.
- Dapat diberikan diazepam 10-25mg peroral dan dapat diulang sekali
setiap jam bila diperlukan.

9
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Kanabis / ganja merupakan pucuk-pucuk berbunga dari tumbuhan


“hennep” Cannabis sativa (Asia Tenggara) dan mengandung 420 zat yang
termasuk dalam 18 kelompok. Ganja atau kanabis berasal dari tanaman cannabis
sativa. Nama lainnya adalah charas, grass, dope, pot, weed, mull, bhang, dan
hashish. Ganja telah digunakan beratus-ratus tahun untuk kepentingan ritual. Asap
ganja masuk kesaluran pernapasan setelah melalui hidung atau mulut, sampai
ketenggorokan, terus ke bronkus, kemudian masuk ke paru-paru melaui
bronkiolus, dan berakhir di alveolus. Sifat-sifat farmakologi lainnya adalah
terutama terhadap SSP dan sistem kardiovaskuler misalnya:

- Meredakan SSP, sama seperti barbital.


- Terhadap jantung: permulaan tacycardia, setelah penggunaan lama justru
bradycardia dengan penurunan tekanan darah.
- Terhadap mata : penurunan tekanan dalam bola mata dan perlebaran
pembuluh konjungtiva.
- Terhadap pertukaran zat : mambangkitkan nafsu makan, terutama
makanan manis .

Kecanduan ganja dapat menyebabkan berbagai efek samping pada setiap


pengguna baik yang menggunakannya secara kasual ataupun pengguna jangka
panjang.

3.2 Saran

Setelah memahami materi ini secara mendalam kami mengharapkan


pembaca dapat mengerti dan menambah ilmu serta wawasannya. Semoga tulisan
yang kami buat ini dapat membantu pembaca dalam menyelesaikan tugas atau
materi yang bersangkutan dengan pokok bahasan Kanabis/ganja. Apabila ada
kekurangan dari penulisan makalah yang kami buat ini, harap pembaca dapat
memakluminya.

10