Anda di halaman 1dari 7

PAKET PENYULUHAN

TUBERCULOSIS (TB) PARU PADA ANAK

PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS)


IRNA IV RSUD dr. SAIFUL ANWAR MALANG
2017
LEMBAR PENGESAHAN

PAKET PENYULUHAN
TUBERCULOSIS (TB) PARU PADA ANAK
Tanggal, 2 Januari 2018

Oleh :
Mahasiswa Universitas Kadiri
Kelompok 7 :
1. Charismatul Fadilah
2. Gaspar Namu K
3. Ika Wahyu N
4. Ahmad Ervan

Mengetahui,

Pembimbing Lahan Pembimbing Institusi

Kepala Ruang 7 A

Said, Amd. Kep


NIP. 19740421 200801 1 006
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Tuberkulosis (TB) Paru pada anak


Sasaran : Pasien, keluarga pasien dan pengunjung
Tempat : Ruang Penyuluhan IRNA IV
Hari/Tanggal : Kamis, 4 Januari 2018
Alokasi Waktu : 30 menit
Penyuluh : Kelompok 7

A. Latar Belakang
Penyakit TBC merupakan masalah utama kesehatan masyarakat di
Indonesia. Menurut hasil Survey Kesehatan Rumah Tangga ( SKRT 1995 )
penyakit TBC merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah penyakit
kardiovaskuler dan penyakit saluran pernafasan pada semua kelompok umur.
Pada tahun 1999, WHO memperkirakan setiap tahun terjadi 583.000 kasus
baru TBC dengan kematian sekitar 140.000. Secara kasar diperkirakan setiap
100.000 penduduk Indonesia terdapat 130 penderita baru TBC paru dengan
BTA positif.
Dengan meningkatnya kejadian TBC pada orang dewasa, maka jumlah
anak yang terinfeksi TBC akan meningkat dan jumlah anak dengan penyakit
TBC juga meningkat. Seorang anak dapat terkena infeksi TBC tanpa menjadi
sakit TBC dimana terdapat uji tuberkulin positif tanpa ada kelainan klinis,
radiologis dan laboratoris.
Tuberkulosis primer pada anak kurang membahayakan masyarakat karena
kebanyakan tidak menular, tetapi bagi anak itu sendiri cukup berbahaya oleh
karena dapat timbul TBC ekstra thorakal yang sering kali menjadi sebab
kematian atau menimbulkan cacat, Misal pada TBC Meningitis.
Diagnosis yang paling tepat untuk TBC adalah bila ditemukan basil TBC
dari bahan – bahan seperti sputum, bilasan lambung, biopsy dan lain – lain,
tetapi hal ini pada anak sulit didapat. Oleh karena itu, sebagian besar diagnosis
TBC anak didasarkan atas gambaran klinik, gambaran radiologis dan uji
tuberkulosis.
B. Tujuan Instruksional
1. Tujuan umum
Setelah diberikan penyuluhan tentang Tuberkulosis (TB) Paru pada anak
selama 30 menit, sasaran diharapkan mengetahui dan mengerti tentang
arti, penyebab, tanda dan gejala, cara penularan serta pencegahan
Tuberkulosis (TB) Paru pada anak.
2. Tujuan khusus
Setelah diberikan penyuluhan tentang Tuberkulosis (TB) Paru pada anak
selama 1x30 menit, sasaran diharapkan dapat:
a. Menjelaskan definisi Tuberkulosis (TB) Paru pada anak
b. Menjelaskan penyebab Tuberkulosis (TB) Paru pada anak
c. Menjelaskan tanda dan gejala Tuberkulosis (TB) Paru pada anak
d. Menjelaskan cara penularan Tuberkulosis (TB) Paru pada anak
e. Menjelaskan pencegahan Tuberkulosis (TB) Paru pada anak

C. Sasaran
Sasaran penyuluhan adalah pasien, keluarga pasien dan pengunjung

D. Metode
Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, demonstrasi

E. Media
Media yang digunakan dalam penyuluhan laptop, power point, LCD dan leaflet

F. Kegiatan Penyuluhan
Tahap
Waktu Kegiatan Perawat Kegiatan Peserta Metode Media
Kegiatan
Pembukaan 5 Menit 1. Membuka dengan 1. Menjawab salam Ceramah
salam 2. Mendengarkan
2. Memperkenalkan 3. Memperhatian
diri 4. Menjawab
3. Menjelaskan pertanyaan
masksud dan
tujuan
penyuluhan.
4. Melakukan
kontrak waktu.
5. Menanyakan
kepada peserta
tentang materi
yang akan
disampaikan
Penyajian 15 Menit  Menyampaikan 1. Mendengarkan Ceramah Power Point
materi : Memberikan Tanya dan leaflet
jawab
1. Pengertian tanggapan dan
Tuberkulosis pertanyaan
(TB) Paru pada mengenai hal
anak yang kurang di
2. Penyebab mengerti
Tuberkulosis 2. Memberikan
(TB) Paru pada pemaparan
anak penjelasan
3. Tanda dan gejala dengan baik
Tuberkulosis
(TB) Paru pada
anak
4. Cara penularan
Tuberkulosis
(TB) Paru pada
anak
5. Pencegahan
Tuberkulosis
(TB) Paru pada
anak
 Diskusi/Tanya
jawab
Penutup 10 Menit 1. Menanyakan 1. Menjawab Ceramah Power Point
pengetahuan pertanyaan tanya
pada peserta 2. Memberikan jawab
setelah tanggapan baik
dilakukan
penyuluhan
2. Menyimpulkan
hasil kegiatan
penyuluhan
3. Menutup dengan
salam

G. Kriteria Pemantauan dan Evaluasi


1. Pemantauan
a. Input
1) Kegiatan penyuluhan dihadiri minimal oleh 5 orang
2) Paket penyuluhan yang digunakan sesuai dengan SPO dan Up to date
3) Waktu kegiatan penyuluhan adalah 30 menit
4) Tempat penyuluhan adalah di ruang penyuluhan
5) Pengorganisasian penyuluhan dilaksanakan beberapa hari sebelum
kegiatan penyuluhan
b. Proses
1) Peserta aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan penyuluhan
2) Tidak ada peserta yang meninggalkan kegiatan penyuluhan
3) Narasumber menguasai materi dengan baik

c. Output
Setelah dilakukakn kegiatan penyuluhan peserta mengerti dan memahami
materi penyuluhan
d. Outcome
Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan ada peningkatan perilaku
kesehatan yang lebih baik.
2. Evaluasi
Indikator dampak (dampak peningkatan perilaku kesehatan dalam hal ini
pencegahan Tuberkulosis (TB) Paru pada anak)