Anda di halaman 1dari 1

KOMPLIKASI

Komplikasi utama apendisitis adalah perforasi apendiks yang dapat berkembang


menjadi peritonitis atau abses. Insidens perforasi adalah 10-32%. Insidens lebih tinggi
pada anak kecil dan lansia. Perforasi secara umum terjadi 24 jam setelah awitan nyeri.
Gejala mencakup demam dengan suhu 37,7 C ata lebih tinggi, penampilan toksik, dan
nyeri atau nyeri tekan abdomen yang kontinyu (Smeltzer C. Suzzane, 2002).
Selain itu, terdapat komplikasi akibat tindakan operatif. Kebanyakan komplikasi
yang mengikuti apendisektomi adalah komplikasi prosedur intraabdomen dan
ditemukan di tempat-tempat yang sesuai, seperti: infeksi luka, abses residual,
sumbatan usus akut, ileus paralitik, fistula tinja eksternal, fistula tinja internal dan
perdarahan dari mesentrium apendiks (Baiiley, 1992).
Selain itu, juga akan terjadi Ruptur apendiks yaitu ruptur akan menyebabkan
penyebaran ke abdomen (peritonitis). Kemungkinan mengancam nyawa, hal ini
membutuhkan operasi segera untuk mengambil apendiks dan membersihkan rongga
abdomen. Abses yang akan terbentuk di abdomen akan dikeluarkan dengan operasi
drainase abses dan setelah bersih baru diberikan antibiotik (Mayo Clinic, 2015).
Sedangkan menurut Grace A.P dkk (2006) dan De Jong W dkk (2011),
komplikasi dari apendisitis yaitu:
 Perforasi
 Infeksi luka
 Abses intraabdomen
 Akinomikosis abdomen (jarang)
 Piernia porta

De jong W, dkk. 2011. Buku ajar ilmu bedah 3th edition. Jakarta: EGC
Grace, Pierce. A., Neil R. Borley. 2007. At a Glance, Edisi 3. Hlm. 106-107 Jakarta:
Erlangga