Anda di halaman 1dari 39

Materi Kuliah Kewirausahaan

( PERTEMUAN PERTAMA )
KONSEPSI DASAR KEWIRAUSAHAAN
a. Pengertian Kewirausahaan.
Wirausahawan adalah seseorang yang menemukan gagasan baru dan selalu
berusaha menggunakan sumber daya yang dimiliki secara optimal untuk mencapai
tingkat keuntungan yang tertinggi.

b. Keuntungan Kewirausahaan.
Beberapa peluang sebagai keuntungan yang memberikan dorongan kuat
seseorang untuk berwiraswasta adalah:
1. Mempunyai kebebasan mencapai tujuan yang hendak dikehendaki.
2. Mempunyai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan potensi diri
secara penuh.
3. Memperoleh manfaat dan laba yang maksimal.
4. Terbuka kesempatan untuk melakukan perubahan.
5. Terbuka peluang untuk membantu masyarakat dalam menciptakan kesempatan
kerja.
6. Terbuka peluang untuk berperan dalam masyarakat dan mendapatkan
pengakuan atas usaha sendiri.

c. Ciri dan Sikap Wirausahawan.


Geoffrey G Maredith (1996) Mengemukakan ciri-ciri wirausahawan sebagai
berikut :
1. Percaya Diri.
2. Berorientasi pada tugas dan hasil.
3. Berani mengambil resiko.
4. Kepemimpinan.
5. Keorisinalan.
6. Berorientasi pada masa depan.

1
Materi Kuliah Kewirausahaan

Sikap seorang wirausahawan dapat dilihat dari kegiatan sehari-hari sebagai


berikut :
1. Disiplin.
2. Komitmen tinggi.
3. Jujur.
4. Kreatif dan Inovatif.
5. Mandiri.
6. Realistis.

d. Membangun Kewirausahan di Indonesia.


Kerangka Pengembangan kewirausahaan di Indonesia dapat dilakukan
dengan beberapa strategi sebagai berikut :
1. Memperbaiki pendidikan Kewirausahaan, yaitu system pendidikan
kewirausahaan yang menyebar dari sekolah dasar sampai ke perguruan tinggi (
universitas ) dan melakukan kerja sama dengan dunia indutri melalui kegiatan
magang kewirausahaan.
2. Menyediakan infrastruktur (prasarana) yang tidak terbatas hanya pada
transportasi dan komunikasi, melainkan juga infrastruktur pendidikan, baik
formal maupun nonformal.
3. Menyediakan informasi seluas-luasnya bagi wirausahawan.
4. Membuka akses selebar-lebarnya dalam pendanaan terutama bagi UKM.
5. Membuat program komunikasi dan insentif bagi kewirausahaan.
6. Menetapkan bidang-bidang yang mudah dimasuki oleh wirausahawan baru
(khususnya di bidang perdagangan dan kerajinan) serta dorongan wirausahawan
yang sukses di bidang industri manufaktur.

2
Materi Kuliah Kewirausahaan

( PERTEMUAN KEDUA )
MEMPERSIAPKAN DIRI UNTUK MANJADI
PENGUSAHA MUDA

a. Membangun kepribadian Pengusaha Muda.


Berikut merupakan beberapa hal yang terkait dengan usaha membangun
kepribadian :
 Mengenal Diri Sendiri.
1. Mengenal Karakter Pribadi.
Untuk menjadi sukses, seorang pengusaha paling tidak harus mampu
mempunyai karakter pribadi yang bermotifasi tinggi, suka tantangan,
tidak mudah putus asa, dan suka bergaul dengan orang lain. Motivasi
tinggi diwujudkan dengan adanya dorongan dari sendiri untuk
mencapai tujuan dan sukses secara terus menerus.
2. Mengenal bakat dan kemampuan.

 Mempersiapkan Perubahan Sikap Mental.


Bagi pengusaha muda harus mempersiapkan perubahan sikap yang terdiri
atas :
1. Siap menghadapi ketidakpastian, khususnya ketidakpastian
pemasukan setiap harinya.
2. Siap mengatakan BISA.
Seorang pengusaha pantang mengatakan ”Tidak Bisa”.Sepanjang
pelanggan bersedia membayar, maka menjadi kewajiban pengusaha
untuk memenuhinya.
3 Siap bekerja keras tekun dan sabar.
4 Berani mengambil resiko dan jangan sampai rugi.

b. Mempersiapkan ketrampilan pengusaha muda.


Untuk menjadi pengusaha muda yang sukses diperlukan beberapa ketrampilan
Softskill yang harus dikuasai, yaitu :

3
Materi Kuliah Kewirausahaan

 Menjaga Reputasi.
Reputasi yang baik merupakan modal utama bagi seorang pengusaha
muda. Reputasi yang baik akan memudahkan dalam membuat jaringan
dan memperkenalkan usaha baru.
 Kemampuan Persuasi dan Negosiasi.
Untuk meningkatkan kemampuan persuasi dan negosiasi, diperlukan
adanya beberapa hal, yaitu :
1. Itikad baik untuk mencapai win-win solution.
2. Mempersiapkan diri sebelum negosiasi .
3. Meningkatkan Kemampuan komunikasi dan pengendalian emosi.
4. Sikap Profesional, dilakukan dengan tepat waktu dan sesuai janji yang
telah dijadwalkan.

c. Membangun usaha saat muda.


Ada pendapat yang menyatakan bahwa memulai usaha saat usia muda sangat
menguntungkan dibandingkan memulai usaha saat tua, karena beberapa hal
yaitu :
♦ Adanya kekuatan positif yang dimiliki kaum muda, terutama mahasiswa
untuk berhasil dalam dunia usaha, yaitu :
 Usia mahasiswa memiliki semangat besar untuk meraih mimpinya.
Semangat dari kelebihan energi tersebut dapat disalurkan melalui usaha
produktif.
 Penguasaan teori yang baik dan pengalaman yang telah ada.
 Daya nalar dan sistematika berpikir yang cukup baik.
 Kemampuan fisik yang prima.
 Kreatifitas yang tinggi dan lahirnya inovasi.

♦ Ada peluang cukup besar berwujud potensi yang perlu dikembangkan dari
status mahasiswa dan kaum muda. Potensi tersebut adalah :
 Waktu pengusaha dan mahasiswa yang relatif longgar semasa kuliah dan
belum menikah di banding dengan setelah lulus dan bekerja.
 Banyak peluang usaha yang dapat digali di sekitar kampus dan
komunitasnya.

4
Materi Kuliah Kewirausahaan

 Simpati masyarakat terhadap kaum muda dan mahasiswa relatif tinggi.


 Rasa Kesetiakawanan dalam almamater yang tinggi.

d. Merealisasikan mimpi menjadi kenyataan.


Hampir setiap orang memimpikan masa depan yang indah. Namun pada
kenyataannya, ada orang yang dapat mencapai mimpi indah tersebut ada yang tidak.
Setiap orang seharusnya memiliki mimpi , namun sekedar mimpi dan angan-angan
tanpa tindakan dan langkah-langkah nyata untuk mencapainya justru akan
menimbulkan frustasi dalam kehidupan, dan semua mimpi tersebut dapat terwujud
dengan menjadi pengusaha, dengan alasan yaitu :
 Persaingan mendapatkan pekerjaan semakin ketat.
 Kebebasan menetukan nasib sendiri dan berkreasi.
 Potensi mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi.
 Idealisme mengurangi pengangguran.
Setelah bersemangat menjadi pengusaha muda, maka bagaimana mencapai
mimpi tersebut ? Ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan, yaitu :
 Mengubah impian menjadi Visi.
Visi adalah impian yang ingin kita capai dalam waktu tertentu.Setiap
mimpi harus dapat diterjemahkan dalam sasaran-sasaran tertentu guna
memudahkan pencapaiannya.
 Menyusun rencana strategis.
Rencana strategis menyangkut rencana mencapai tujuan dalam kurun
waktu tertentu dengan mempertimbangkan faktor ekternal dan internal.
 Menetapkan rencana jangka pendek.
Dalam menyususn rencana jangka pendek, diperlukan perencanaan
sesuai dengan kaidah, SMART, yaitu :
1. Specific, merupakan target yang harus dijabarkan secara jelas dan
tidak bermakna ganda.
2. Measurable, merupakan target yang dapat diukur dengan jelas.
3. Achievable, merupakan target yang dapat dicapai dengan realistis.
4. Reasonable, merupakan penetapan target yang mempunyai pijakan
yang kuat untuk dapat dicapai.

5
Materi Kuliah Kewirausahaan

5. Time Based, Merupakan kurun waktu yang telah ditetapkan untuk


mencapai target.
 Melaksanakan Usaha.
Setelah membuat rencana jangka pendek, maka perlu dibuat rencana
operasi, yaitu membuat struktur organisasi, menentukan pekerjaan, hak,
dan tanggung jawab setiap orang dengan jelas, serta melaksanakan
pengawasan atas jalannya pekerjaan sehingga mutu pekerjaan dapat
dipertanggungjawabkan kualitasnya.

6
Materi Kuliah Kewirausahaan

( PERTEMUAN KETIGA )
MEMPERSIAPKAN DIRI UNTUK MANJADI
PENGUSAHA MUDA

a. Falsafah dan Budaya Bisnis Cina.

Berikut ini adalah Falsafah Bisnis orang cina :


1. Untuk Mencapai sukses orang cina harus berdagang. Bekerja keras dan
berani membuka peluang usaha baru merupakan kunci keberhasilan, dan hasil
usaha berupa keberhasilan dan kegagalan ditentukan oleh sikap, usaha, dan
keyakinan.
2. Berdagang dapat dijadikan sebagai hoby tetapi bukan untuk mengisi
waktu luang. Berdagang adalah pekerjaan yang serius dan bukan pekerjaan ikut
ikutan.
3. Pengalaman berdagang diberikan kepada anak cucu agar mereka
mengenal ilmu perdagangan sehingga memiliki sikap mental yang matang
dan trampil dalam berdagang.
4. Keuntungan yang diperoleh sebaiknya tidak dibelanjakan. Keuntungan
tersebut harus digunakan untuk menambah modal kerja dan melakukan
investasi.
5. Orang cina suka melakukan perdagangan yang memberikan keuntungan
jangka panjang dan berkelanjutan dalam waktu yang lama.
6. Pedagang yang jatuh akan merasa sakit, tetapi rasa sakit itulah yang
membuatnya bangkit kembali.

Berikut adalah budaya bisnis orang cina :


1. Orang Cina rela bangun pagi dan terus bekerja sampai malam hari unuk
mencapai keberhasilan. Jadi tidak ada alasan bagi orang cina untuk tidak sukses
jika mereka tekun.
2. Apabila orang cina mengatakan akan berdagang, mereka biasanya tidak akan
berpikir panjang untuk melakukannya. Pengalaman dan kemahiran tidak
penting karena dapat dipelajari.
3. Kegagalan pertama tidak dapat melunturkan semangat, sebaliknya akan
membuat lebih gigih. Kegagalan yang kedua dijadikan pelajaran. Kegagalan

7
Materi Kuliah Kewirausahaan

ketiga menjadikan lebih bijak. Kegagalan yang berikutnya menguji kesabaran


dan ketabahan.
4. Apabila melibatkan diri dalam kegiatan perdagangan, kita harus menetapkan
tujuan untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang
5. Budaya cina mengutamakan hal penting, siapa cepat dia dapat. Ini
menunjukkan kesigapan dan dinamisasi usaha orang cina dan siapa cepat dia
dapat, menunjukkan bahwa setiap usaha harus diikuti inovasi agar dapat
merespons keinginan pasar dengan cepat dan memuaskan.

b. Sistem dan seni bisnis cina.


Secara singkat, sistem bisnis cina dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Orang cina mengizinkan pelanggannya membuat pilihan sendiri tanpa ada
tekanan dari pemilik.
2. Sukses bisnis tidak menggunakan jalan pintas.
3. Pelanggan lama diberikan kebebasan dan pelayanan yang istimewa sedangkan
pelanggan baru diming-imingi dengan potongan harga dan kemudahan kredit.
4. Pekerja dengan sistem bisnis cina adalah bagian yang tidak terpisahkan dari
entitas bisnis.

c. Etika dan rahasia keberhasilan orang cina.


Adapun etika bisnis orang cina adalah :
1. Melarang penggunaan cara-cara kotor untuk menjatuhkan orang lain karena
cara tersebut dianggap perbuatan yang terkutuk.
2. Padagang dilarang mengganggu dan menjelek-jelekkan kegiatan perdagangan
orang lain. Persaingan dibenarkan menurut nilai moral dan pertimbangan
kemanusiaan.
3. Pedagang tidak boleh terlalu kaku, namun sebaliknya perlu memperbolehkan
proses tawar menawar.

d. Cara bisnis orang cina.


Berikut adalah cara-cara bisnis orang cina yang dapat kita tiru dan kembangkan lagi
sehingga akan memperkuat bisnis.
1. Untuk dapat menjadi pedagang sukses harus mendapatkan keyakinan dari
pelanggan.

8
Materi Kuliah Kewirausahaan

2. Tidak boleh pelit mengeluarkan biaya tambahan untuk memikat hati pelanggan.
3. Bekerja minimal 18 jam sehari.
4. Harus fleksibel dan beradaptasi dengan kondisi yang ada .
5. Tempat usaha harus mudah diakses dan menarik perhatian konsumen untuk
mengunjunginya.
6. Tidak boleh semata-mata mengikuti pola pikirnya, tetapi mengikuti perilaku,
minat dan kehendak orang banyak.
7. Bekerja sendiri supaya dapat mandiri serta memiliki daya juang, semangat
tinggi, dan pantang menyerah.
8. Citra (Image) dibentuk dengan pelayanan yang diberikan bukan pada gaya dan
kebaikan berpakaian.
9. Lebih suka mempekerjakan sanak saudaranya sendiri untuk membantu kegiatan
perdagangan.
10. Akan merasa rendah diri jika gagal hidup mandiri dan hanya mendapat gaji
sepanjang hidupnya.
11. Sebagian keuntungan harus disimpan untuk mengembangkan kegiatan
perdagangan dan menghadapi kemungkinan apapun yang terjadi di luar dugaan,
sebagian untuk modal kerja.

( PERTEMUAN KEEMPAT )

9
Materi Kuliah Kewirausahaan

MOTIFASI MENJADI PENGUSAHA SUKSES.

a. Mengalahkan Mitos.
Berikut disajikan beberapa mitos yang selalu kita dengan di tengah masyarakat.
1. Wirausaha merupakan bakat dan keturunan.
Bakat memang dapat membantu seseorang menjadi pengusaha, namun
bukanlah satu-satunya penentu untuk menjadi pengusaha. Kenyataannya,
banyak pengusaha dapat meraih kesuksesan yang diawalai dengan adanya
keterpaksaan dan kondisi hidup yang sulit, serta banyak pengusaha sukses
bukan karena faktor keturunan.
2. Pengusaha adalah pelaku, bukan pemikir.
Banyak yang beranggapan bahwa pengusaha adalah pelaku yang langsung
menjalankan usaha di lapangan. Padahal, pengusaha merupakan pelaku
sekaligus pemikir.
3. Wirausaha tidak bisa diajarkan atau dibentuk.
Dewasa ini pengenalan kewirausahaan sebagai suatu disiplin ilmu dapat
membantu pengusir mitos ini. Seperti semua disiplin ilmu lain, kewirausahaan
mempunyai model , proses, dan studi kasus yang menjelaskan bahwa
karakteristik kewirausahaan sebenarnya dapat dibentuk.
4. Pengusaha adalah selalu sebagai investor.
Pendapat yang menyatakan bahwa pengusaha yang hanya bertindak sebagai
investor atau orang yang menyetorkan modalnya saja tidak salah, namun akan
menjadi salah apabila hal tersebut dianggap sebagai satu-satunya, sebab
seorang investor juga harus memiliki prilaku yang inovatif.
5. Pengusaha Membutuhkan Keberuntungan.
Pada tempat dan waktu yang tepat selalu terdapat keberuntungan, tetapi yang
pasti keberuntungan terjadi ketika sudah dilakukan persiapan untuk
menemukan peluang. Pengusaha disiapkan untuk menangkap peluang dan
ketika peluang itu muncul, sering kali dipandang sebagai keberuntungan.
6. Pengusaha Harus selalu sukses dan tidak boleh gagal.
Persepsi ini sangat keliru, karena pengusaha yang sukses selalu membangun
bisnisnya dengan jatuh bangun dan banyak mengalami kegagalan. Merupakan

10
Materi Kuliah Kewirausahaan

hal yang wajar bila pengusaha mengalami sejumlah kegagalan sebelum


meraih sukses.
7. Pengusaha adalah sama seperti berjudi.
Semua hal berkenaan dengan usaha pasti tidak terlepas dari sebuah resiko,
dari resiko kecil sampai besar. Seorang penjudi terkadang tidak dapat
menghitung resikonya dan mendapatkan kemenangan hanya dari
keberuntungan, sedangkan pengusaha mendapatkan keuntungan atau
kesuksesan dari menghitung resiko.
b. Mengubah Pola Pikir.
Merubah sesuatu yang telah menjadi kebiasaan tidaklah mudah serta
membutuhkan kerja keras dan banyak pengorbanan, apalagi menyangkut pola
pikir dari seorang individu. Pandangan hidup, adat istiadat, persepsi hingga
prilaku dipengaruhi oleh perjalanan yang sangat panjang, baik secara keturunan
maupun lingkungan. Namun, sudah menjadi kodrat bahwa perubahan terjadi
secara alamiah dalam diri manusia, ada yang revolusioner (radical change)
maupun evolusi (incremental change). Jadi perubahan bukanlah merupakan
sesuatu yang menakutkan dan membahayakan. Justru ketika sudah merasa tidak
aman pada lingkungannnya, kita akan berpindah ke tempat baru yang dapat
memberikan kenyamanan lebih baik. Perpindahan yang dimaksud bukan hanya
fisik, namun dalam konteks pola pikir, karena setiap prilaku dikendalikan oleh
pikiran.
Sebagai contoh orang tua akan melepaskan anaknya secara bertahap ketika
mereka sekolah, kuliah, bekerja dan berbisnis. Tanpa disadari sebenarnya kita
telah keluar masuk dari Comfort Zone satu ke Comfort zone yang lainnya.
Begitu juga dalam hal berbisnis seorang pengusaha jangan sampai terjebak
hanya menjalankan bisnis kecil dengan pola manajemen tradisional dan tidak
pernah bisa berkembang.
c. Motivasi Berprestasi.
David C. McClelland (1971) mengelompokkan kebutuhan menjadi tiga
(dikenal dengan Tiga Motif Sosial ), yaitu :
1. Kebutuhan Berprestasi Wirausaha, di mana orang-orang yang memiliki
kebutuhan berperstasi yang tinggi memiliki ciri-ciri :
 Senang menetapkan sasaran kerja yang menantang.

11
Materi Kuliah Kewirausahaan

 Selalu merasa bahwa apapun yang terjadi, sebagaian besar menjadi


tanggung jawabnya.
 Dalam bekerja selalu ingin memperoleh umpan balik.

2. Kebutuhan akan kekuatan, ciri-ciri yang dimiliki adalah :


 Berusaha untuk mempengaruhi orang lain atau membuat orang lain
kagum kepadanya.
 Lebih mementingkan hasil akhir dari pada proses.
 Mempunyai dorongan yang kuat sebagai penyelamat, pembantu,
penolong dan pahlawan.
3. Kebutuhan untuk Berafiliasi, merupakan kebutuhan yang berkaitan dengan
memantapkan, melestarikan, atau memperbaiki hubungan dengan orang lain.
Ciri-ciri yang dimiliki adalah :
 Dalam bekerja lebih mementingkan suasana antara orang-orang yang
bekerja dibandingkan dengan pekerjaannya sendiri.
 Lebih memperhatikan reaksi atau sikap orang lain terhadapnya dan
merasa tidak nyaman bila orang lain bersikap kurang bersahabat.
 Dalam bertugas dipengaruhi oleh siapa yang akan menjadi rekan kerja.
Dalam kegiatannya dengan bisnis, ketiga motif tersebut dimiliki oleh semua
orang. Walaupun demikian, salah satu akan tampil sebagai motif sosial yang
dominan. Menurut Stephen P Robbins (2007), kebutuhan yang kedua dan
ketigalah yang erat kaitannya dengan keberhasilan manager saat ini, sedangkan
kebutuhan yang pertama mencirikan seseorang menjadi wirausaha karena
memiliki motivasi yang kuat untuk berpreastasi.
d. Memanfaatkan Kekuatan Pikiran Bawah sadar.
Apa saja yang kita dapatkan hari ini, baik disadari maupun tidak, sebenarnya
merupakan hasil dari proses kekuatan alam bawah sadar kita. Yakinlah apa yang kita
dapatkan hari ini sebenarnya sudah pernah terbayangkan sebelumnya atau pernah
terlintas dalam otak, imajinasi atau bahkan dalam mimpi walau hanya sesat. Sudah
tentu bukan berarti menjadikan kita hanya sebagai penghayal tanpa melakukan
kegiatan.

12
Materi Kuliah Kewirausahaan

( PERTEMUAN KELIMA )
KREATIFITAS DAN INOVASI DALAM
BERWIRAUSAHA
.
a. Tuntutan kreatifitas dalam bisnis masa kini.
Para peneliti telah membedakan tipe kreatifitas dalam kehidupan sehari-hari, yaitu
:
 Membuat atau menciptakan, yaitu proses membuat sesuatu dari tidak ada
menjadi ada.
 Mengkombinasikan dua hal atau lebih yang sebelumnya tidak saling
berkaitan menjadi lebih bermanfaat.
 Memodifikasi sesuatu yang memang sudah ada. Proses ini menggunakan
berbagai cara membentuk fungsi baru atau menjadikan sesuatu lebih
berguna bagi orang lain.fisik maupun sosial.

b. Hambatan dan Teknis Meningkatkan Kreatifitas.


Hambatan kreatifitas adalah dinding atau bangunan mental kita untuk
memahami atau menemukan pemecahan atas suatu masalah. Secara rinci dapat
dijelaskan sebagai berikut :
 Hambatan Psikologis.
Hambatan ini membuat seseorang menjadi tidak bebas dalam
mengekspoitasi dan mengubah gagasan, mengalami halangan dalam
mengekpresikan kemampuan konseptual dan kurang mampu berkomunikasi
dengan baik.
 Hambatan Budaya.
Anggapan yang menyatakan bahwa bahwa pemecahan masalah haruslah
bersifat serius dan tanpa humor maupun canda dapat juga menjadi
penghambat kreatifitas.
 Hambatan Lingkungan.
Lingkungan kita dapat berbentuk fisik maupun sosial.
 Hambatan Bahasa Berpikir.

13
Materi Kuliah Kewirausahaan

Kemampuan untuk memilih bahasa berfikir yang paling tepat untuk


memecahkan masalah akan dapat menghasilkan pemecahan masalah yang
amat kreatif.
 Hambatan Keterpakuan Fungsional.
Hambatan ini bersumber pada kebiasaan kita untuk memfungsikan
peralatan, orang ataupun teknlogi hanya dengan satu cara.
 Hambatan Kebiasaan Memandang.
Kebiasaan memandang suatu benda atau alat adalah salah satu penghambat
kreatifitas.

C. Melindungi Gagasan dari Hasil Kreatifitas dan Inovasi.

Ketika seorang pengusaha mendapatkan gagasan inovasi untuk produk


atau jasa yang memiliki potensi pasar, dengan segera mereka harus
melindunginya dari penggunaan yang tidak sah. Banyak perusahaan yang tidak
mengetahui pentingnya hak perlindungan usaha.
Pengusaha harus memahami cara mendapatkan hak paten, merek dagang
dan hak cipta yang biasanya disebut dengan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI),
yaitu hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada seseorang atau kelompok
orang untuk memegang monopoli dalam menggunakan dan mendapatkan manfaat
ekonomi dari kekayaan intelektual.
Lingkup dari Hak kekayaan intelektual dapat kita kenal dengan sebutan Hak
Cipta dan Hak Kekayaan Industri, di mana :
1. Hak Cipta adalah hak istimewa guna melindungi pencipta dan keorisinalan
ciptaanya. Hak cipta adalah hak sah yang biasanya diberikan kepada
penulis, komposer, kreator piranti lunak, artis, dan penerbit untuk
mempublikasikan dan menjual karya mereka.
2. Hak Kekayaan Industri terdiri atas paten, desain industri, desain tata letak
sirkuit terpadu, merek dan rahasia dagang :
a. Paten (Patent) merupakan hak yang diberikan oleh pemerintah kepada
penemu suatu produk atau proses memabrikasi, mengeksploitasi,
menggunakan dan menjual penemuan, atau proses tersebut.

14
Materi Kuliah Kewirausahaan

b. Desain Industri merupakan hak yang diberikan pemerintah, atas karya


pada estetika produk, misalnya bentuk, konfigurasi, dan komposisi garis
dan warna dengan masa perlindungan 10 tahun sejak filing date.
c. Merek Dagang (trade mark) dan nama dagang merupakan istilah
khusus dalam perdagangan, yaitu rancangan nama suatu produk yang
digunakan oleh para pedagang atau pabrikan dan biasanya terdaftar
secara resmi, yang merupakan tanda (gambar, nama, huruf, angka,
susunan warna, kombinasi dari unsur tersebut) untuk membedakan
produk tersebut dengan produk lainnya. Hak ini diberikan dengan masa
perlindungan maksimal selama 10 tahun.
d. Desain tata letak sirkuit terpadu ( Cirkuit-lay out ), merupakan hak
kekayaan industri yang diberikan pemerintah karena fungsi elektronik
yang terdiri atas komponen elektronik yang saling berkaitan, dengan
masa perlindungan 10 tahun.
e. Rahasia Dagang (Trade Secret) merupakan informasi tentang bisnis
yang dirahasiakan atau informasi yang tidak diketahui oleh umum dalam
bidang teknologi dan atau bisnis yang masa perlindungannya tergantung
sepanjang rahasia tersebut terjaga.

Terdapat beberapa langkah untuk mendapatkan hak paten, yaitu :


1. Tetapkan bahwa yang ditemukan benar-benar baru.
2. Dokumentasikan produk yang ditemukan tersebut.
3. Telusuri paten-paten yang telah ada.
4. Pelajari hasil telusuran.
5. Mengajukan lamaran paten.

15
Materi Kuliah Kewirausahaan

( PERTEMUAN KEENAM )
MENGENALI PELUANG DAN MEMILIH JENIS USAHA

a. Mengenali hingga memilih peluang usaha yang tepat.


Cara melihat peluang di sekeliling kita adalah dengan analisis SWOT.
Berikut adalah cara sederhana yang dapat dilakukan dengan menerapkan
analisis SWOT.
 Melihat Kekuatan, yang dimiliki seperti lokasi, sumber-sumber bahan baku,
mudah terjangkau, oleh konsumen, dan kekuatan lainnya yang digunakan.
 Melihat Kelemahan, yang dimiliki agar kita memaksakan diri melakukan
usaha yang sebenarnya tidak dapat dilakukan karena kita mmiliki
kekurangan tertentu.
 Melihat Peluang yang dapat dimanfaatkan dan memberikan keuntungan.
 Melihat Ancaman, terhadap usaha-usaha yang beresiko tinggi, memiliki
siklus hidup yang pendek, dan tidak terukur.

Banyak cara untuk melihat peluang bisnis yang terjadi di sekitar kita.
Selama masih ada kebutuhan dan keinginan, selama itu pula masih terdapat
peluang yang dapat kita manfaatkan misal :
 Mengenali kebutuhan pasar. Usaha berkembang karena ada permintaan
dan banyak bisnis kecil muncul karena ada kebutuhan pasar yang belum
terpenuhi.
 Mengembangkan produk yang telah ada di pasaran. Ide dari peluang ini
adalah bukan yang pertama tetapi yang terbaik.
 Memadukan bisnis-bisnis yang telah ada. Usaha ini merupakan bisnis yang
terintegrasi seperti usaha kost yang terintegrasi dengan usaha binatu, dan
katering.
 Mengenali kecendrungan (trend) yang terjadi. Produk-produk seperti
kamera digital, telepon genggam, komputer, serta produk-produk fesyen
dan tata rias model rambut funky, di mana produk-produk tersebut
berkembang pesat di pasaran, karena perkembangan teknologi dan juga
selera pasar yang selalu berubah.

16
Materi Kuliah Kewirausahaan

 Mewaspadai segala kemungkinan yang awalnya terlihat sepele, ternyata


setelah ditekuni dapat menjadi bisnis yang luar biasa.
 Menggunakan asumsi-asumsi yang tidak baru (tidak baku).

b. Cara memulai bisnis.


Cara – cara yang dapat dilakukan seseorang untuk memulai bisnis, baik yang
dilakukan sendiri maupun bersama teman-teman adalah sebagai berikut :
 Memulai Bisnis Baru.
Merintis usaha baru atau bisnis baru yaitu membentuk dan mendirikan usaha
dengan menggunakan modal ide, organisasi dan manajemen yang dirancang
sendiri.Terdapat 3 jenis usaha yang bisa dibentuk, yaitu : Perusahan milik
sendiri, persekutuan, dan perusahaan berbadan hukum.
 Membeli Bisnis yang sudah ada.
Hal ini menawarkan keuntungan dari pelanggan yang sudah ada tanpa
menambah kompetisi. Penghasilan diperoleh lebih cepat dan pembiayaan
lebih mudah, tetapi anda harus membayar lebih untuk membeli usaha yang
telah ada.
 Mengembangkan Bisnis yang sudah ada.
Pilihan tersebut terjadi karena pengusaha atau wiraswatawan tersebut
melakukan pengembangan usaha yang sudah ada sebelumnya, baik berupa
unit baru atau berupa cabang maupun penambahan kapasitas usaha lebih
besar. Biasanya terjadi pada usaha keluarga.
 Memilih usaha Franchise.
Waralaba (franchise ) adalah suatu bentuk kerja sama antara pemilik
waralaba dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam
mengadakan persetujuan jual beli hak monopoli untuk menyelenggarakan
usaha (waralaba) Kerja sama ini berupa dukungan awal seperti pemilihan
tempat, rencana bangunan, pembelian peralatan, pola arus kerja, pemilihan
karyawan, pembukuan, pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi,
promosi, pengendalian kwalitas, riset, nasihat hukum, dan sumber-sumber
permodalan.

17
Materi Kuliah Kewirausahaan

c. Bidang Usaha dan Jenis badan usaha. (Perusahan Perseorangan,


Persekutuan, Perseroan, dan Koperasi ).
Beberapa pertimbangan yang harus dilakukan sebelum mendirikan
organisasi bisnis adalah :
1. Kebutuhan modal : seberapa banyak jumlah dana yang dibutuhkan untuk
mendirikan sebuah usaha.
2. Risiko : Memperhitungkan risiko yang akan terjadi, semua diarahkan untuk
mendukung kegiatan bisnis.
3. Pengawasan : kemampuan pemilik usaha dalam melakukan pengawasan
aktivitas bisnisnya.
4. Kemampuan manajerial: keahlian yang harus dimiliki untuk merencanakan,
mengendalikan dan mengawasi usahanya.
5. Pajak : Pembayaran pajak yang harus dipenuhi sebagai konsekwensi
menjalankan suatu kegiatan bisnis.

Di bawah ini beberapa bentuk badan hukum usaha di Indonesia dan


beberapa pertimbangan untuk dapat memilih salah satu di antara yang paling
tepat :
1. Perusahaan Perseorangan.
Merupakan perusahaan yang dimiliki dan diselenggarakan oleh satu
orang. Mempunyai karakter tertentu seperti modal yang kecil, jumlah tenaga
kerja yang kecil, terbatasnya keanekaragaman produk dan jasa yang
dihasilkan, penggunaan teknologi yang sederhana.
2. Persekutuan.
Dalam persekutuan terdapat 2 macam kategori, yaitu sekutu umum dan
sekutu terbatas.
a. Sekutu Umum (General Partner)
Sekutu yang terlibat secara aktif dalam pengelolaan usaha sehingga
memiliki tanggung jawab yang tidak terbatas atas kewajiban usaha.
Sekutu juga mempunyai hak untuk bertindak dan membuat keputusan
sebagai pemilik.
b. Sekutu terbatas ( limited Partner )

18
Materi Kuliah Kewirausahaan

Pihak partner tidak terlibat secara aktif dalam pengelolaan usaha.


Sekutu hanya memiliki tanggung jawab terbatas atas kewajiban usaha
sebesar investasi yang ditanamkan.

Persekutuan (Firma)
Merupakan persekutuan yang dilakukan oleh 2 orang atau lebih
dengan nama bersama untuk menjalankan satu bisnis. Pembentukan firma
mengakibatkan tanggung jawab masing-masing anggota firma tidak
terbatas. Meski terjadi pemisahan antara harta usaha dan harta pribadi ,
namun anggota firma mempunyai keharusan melunasi kewajiban usaha
sampai pada harta pribadinya.
Firma mempunyai ketentuan yaitu : 1) Setiap anggota berhak menjadi
pemimpin 2.) Seorang anggota tidak boleh memasukkan orang lain untuk
menjadi anggota tanpa persetujuan dari anggota lainnya. 3) Keanggotaan
tidak dapat dipindahtangankan kepada orang lain selama anggota masih
hidup, 4) Apabila kekayaan perusahaan tidak cukup untuk menutup
kewajiban usaha, maka kekayaan pribadi anggota menjadi jaminan.

Persekutuan Komanditer (CV)


Merupakan persekutuan antara dua orang atau lebih yang memiliki
tujuan bersama untuk mendirikan usaha. Keanggotaan terbagi menjadi 2
pihak yang memiliki tanggung jawab berbeda karena tingkat keterlibatan
dalam pengelolaan berbeda.
Sebagaian sekutu memiliki keterlibatan tinggi dalam memimpin dan
mengelola usaha, serta bertanggung jawab penuh atas kewajiban usaha
sampai pada harta pribadi, yang disebut sebagai sekutu umum. Sedangkan
sekutu lain yang hanya bertanggung jawab sebatas modal yang
diikutsertakan dalam usaha disebut sebagai sekutu terbatas.

Persekutuan Lainnya.
Joint Venture / Usaha Patungan.

19
Materi Kuliah Kewirausahaan

Merupakan kerjasama antarperusahaan untuk saling memperkuat satu


sama lain antara perusahaan yang melakukan kerja sama tersebut. Ciri
utamanya adalah kegiatan yang dilakuakan oleh seorang sekutu masih tetap
mengikat sekutu yang lain.
Sindikat
Merupakan kerja sama antara dua unit usaha untuk mencapai tujuan
tertentu yang spesifik. Pembentukan sindikat biasanya dilakukan pada
perusahaan penjamin (underwriter), misalnya suatu sindikat kelompok
perusahaan investasi dibentuk dengan tujuan menjual sejumlah besar saham
perusahaan.
Kartel
Merupakan persekutuan perusahaan di bawah suatu perjanjian untuk
mencapai tujuan tertentu. Dalam kartel, identitas masing-masing
perusahaan masih utuh dan tetap berdiri sendiri. Bentuk-bentuknya antara
lain kartel daerah (pembagian daerah pemasaran), kartel Produksi (
penentuan luas produksi), kartel kondisi ( pengaturan syarat-syarat
penjualan, penyerahan barang, pemberian diskon, dan sebagainya).
Holding Company.
Holding Company terjadi bila ada suatu perusahaan dalam kondisi
yang baik secara finansial kemudian membeli saham-saham dari perusahaan
lain. Atau terjadi pengambilalihan kekuasaan dan kekayaan dari perusahaan
holding company. Holding company sendiri adalah induk perusahaan yang
memiliki saham pada beberapa anak perusahaan. Umumnya menyerahkan
pengelolaan bisnis yang dimilikinya pada manajemen yang terpisah.
Contoh Holing Company adalah Bakerie & Brother.

3. Perseroan.
Perseroan atau Korporasi adalah organisasi bisnis yang berbentuk
badan hukum, di mana tanggung jawab dan kewajiban usaha terpisah dari
pemilik modalnya. Bentuk badan usaha ini berbeda dengan perusahaan
perseorangan maupun persekutuan karena pemilik tidak harus memimpin
dan mengelola perusahaan.

4. Koperasi.

20
Materi Kuliah Kewirausahaan

Koperasi merupakan organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial,


beranggotakan orang-orang atau badan hukum, sebagai usaha bersama
berdasarkan asas kekeluargaan dan kegotong royongan. Tujuan untuk
meningkatkan kesejahtraan para anggotanya.

PERTEMUAN KETUJUH
( Perencanaan dan Operasionalisasi Usaha ).

a. Kaidah Perencanaan Usaha.

21
Materi Kuliah Kewirausahaan

Perencanaan yang baik untuk sebuah usaha baru perlu dirumuskan, dan untuk
itulah berfikir dengan SMART ( Specifik, Measurable, Achievable, Reality,
Trackable atau timely ), yang dapat diuraikan sebagai berikut :
1.) Spesifik, Berarti perencanan yang dibuat tidak akan bermakna ganda,
sehingga pencapaian tujuan akan lebih terarah dalam perencanaan tersebut
lebih terfokus dan sangat jelas mengenai apa yang diinginkan
2.) Measurable, perencanaan yang dibuat harus dapat diukur , sehingga kita
akan tahu kapan perencanaan tersebut akan tercapai.
3) Achievable, perencanaan yang telah dibuat tersebut harus dapat tercapai,
jangan terlalu jauh memikirkan hal-hal yang besar, kita harus
memecahkannya menjadi lebih kecil.Misalnya ; produk mie basah 1 kg mie
basah dapat dibuat unt keperluan 15 orang. Jadi target 50 kg setara dengan
750 orang. Apakah target ini realistis unt usaha baru. Mungkin akan lebih
realistis apabila pada tahap pertama 10 kg, kemudian 25 k dan ahirnya
menjadi 50 kg. Jadi target harus terukur dan realistis untuk dicapai.
4) Trackable atau Timely, setiap perencanaan yang telah dibuat dalam
pencapaian tujuan usaha, harus dapat dilacak untuk setiap kemajuan.
Misalnya : produsen mie basah ingin memproduksi 50 kg perhari, kapan
target akan tercapai ? Apakah butuh waktu 1 bulan, 6 bulan, atau 1 tahun.
Setiap target harus mmpunyai batas waktu pencapaian untuk melihat apakah
usaha kita berhasil atau tidak.

b. Penentuan Lokasi dan Fasilitas Pendukung ( Layout ).


Untuk memilih lokasi perlu dipertimbangkan sesuai keperluan, yaitu antara lain:
1) Lokasi Kantor, yaitu diperlukan sebagai tempat pengendalian kegiatan
operasional unit di bawahnya. Semua kegiatan harus memperhatikan
faktor strategis dan keterjangkauan dari seluruh sisi.
2) Lokasi Pabrik, yaitu lokasi yang digunakan untuk proses produksi barang
atau jasa. Pertimbangan yang diperlukan dalam menentukan lokasi ini
adalah dekatan dengan pasar, dengan sumber bahan baku, transportasi
serta fasilitas pendukung lainnya
3) Lokasi gudang, merupakan tempat penyimpanan barang milik
perusahaan baik yang masuk maupun barang keluar, bisanya dipilih lokasi
yang dekat dengan akss jalan umum

22
Materi Kuliah Kewirausahaan

4) Lokasi cabang, yaitu lokasi kegiatan usaha dalam melayani


konsumennya langsung pada wilayah-wilayah tertentu. Lokasi dijadikan
tempat penyampaian informasi pada wilayah-wilayah tertentu. Lokasi ini
dijadikan tempat penyampaian informasi yang bisa langsung diakses
konsumen , biasanya lokasi ini dekat dengan pasar atau pusat-pusat
keramaian.

Beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan dalam penentuan lokasi,


yaitu :
1) Dekat dengan pasar atau pelanggan
2) Dekat dengan sarana transportasi
3) Pasokan tenaga kerja terjamin ketersediaannya.
4) Listrik, air, dan sarana prasarana lainnya.
5) Dekat dengan lembaga keuangan.
6) Dekat dengan kawasan industri pendukung.
7) Dekat dengan pusat pemerintahan.
8) Lokasi dapat dikembangkan.
9) Pertimbangan sosial budaya masyarakat lingkungan.
10) Hukum yang berlaku di lingkungan tersebut.
11) Dekat dengan pelabuhan, bandara, stasiun dan terminal
12) Besarnya nilai infestasi untuk lokasi.
13) Nilai ekonomi masa datang dari lokasi
14) Iklim dan tekstur tanah serta pertimbangan lain

c. Pengoganisasian dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia.


Ada 3 aspek yang perlu diperhatikan, yaitu :
1) Struktur organisasi harus mendukung tercapainya keberhasilan
implementasi atau oparasionalisasi rencana dengan mengalokasikan
sumber daya manusia dan sumber-sumber daya lain untuk mengerjakan
tugas-tugas yang dikerjakan.
2) Struktur organisasi harus memberikan kejelasan pada karyawan tentang
apa yang diharapkan dari mereka.
3) Struktur organisasi harus mampu membantu dalam proses pengambilan
keputusan dan memproses informasi yang dibutuhkan.

23
Materi Kuliah Kewirausahaan

Bentuk organisasi dibedakan menjadi 2 jenis yaitu Unitary (U-Form) dan


Multidivisional ( M-Form).
Unitary (U-Form)
Membagi perusahaan berdasarkan fungsi-fungsi usaha, diantaranya
produksi, keuangan, pemasaran, dan sumber daya manusia. Tanggung jawab
tertinggi dalam penciptaan laba terletak di satu orang, yaitu direktur utama.
Sementara departemen yang ada dibawahnya bertanggung jawab atas kinerja
bagian masing-masing., ditemukan pada perusahaan manufaktur atau pabrikasi.

Multidivisional ( M-Form).
Sedangkan struktur organisasi berbentuk multifungsional membagi
kegiatan ke dalam beberapa divisi. Masing-masing divisi tersebut berfungsi
sebagai profit center yang bertanggung jawab atas kinerjanya masing-masing.
Direktur utama bertindak sebagai koordinator divisi-divisi dan berkoordinasi
dengan kantor pusat.

Analisis Pekerjaan.
Proses ini dilakukan untuk mempelajari dan mengumpulkan berbagai
informasi yang berhubungan dengan suatu jabatan tertentu. Berbagai informasi
tersebut akan menghasilkan uraian jabatan dan spesifikasi jabatan.

Perencanaan SDM.
Merupakan suatu kegiatan yang secara sistematis memperkirakan
kebutuhan jumlah dan kualitas sumber daya manusia dalam organisasi atau
perusahaan. Perkiraan ini tidak terlepas dari pertimbangan rencana produksi,

24
Materi Kuliah Kewirausahaan

rencana investasi, dan rencana strategis lainnya yang akan dijalankan.


Perencanaan ini diperlukan dalam mengelola usaha, karena :
1. Usaha memenuhi kebutuhan karyawan baru akibat adanya pendirian
cabang atau usaha baru.
2. Adanya karyawan yang keluar karena pensiun, pemutusan hubungan
kerja, dan hal lainnya.
3. Pertimbangan-pertimbangan lainnya seperti relokasi, kerjasama usaha
atau aliansi dan pengembangan usaha lainnya.

Pengadaan Tenaga Kerja


Beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan adalah :
1. Capability, kemampuan nalar, kecerdasan, cara berfikir sistematis. Dapat
tercermin dari ijazah dan tes kemampuan.
2. Capacity, kemampuan mengatasi masalah,menyelesaikan konflik,
menghadapi beban kerja tinggi, membuat prioritas.
3. Charakter, watak, hal-hal yang menyangkut sikap, sopan santun, cara
mengendalikan emosi.Biasa dipengaruhi oleh nilai-nilai lingkungan
keluarga dan pergaulan.
4. Credibility, sikap dapat dipercaya, bisa mengemban tugas yang
diperintahkan dengan baik.
5. Comitment, kesanggupan menyelesaiakan tugas, keinginan untuk
memajukan perusahaan.
6. Creatifity, kreatif dalam menyelesaiakn tugas sehingga lebih efektif dan
efisien.
7. Compability, kemampuan bekerjasama dengan orang lain.

Pelatihan dan Pengembangan,


Pelaksanaan pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan waktu
serta anggaran, bisa dilaksanakan oleh perusahaan sendiri, atau melalui berbagai
perusahaan luar, outsourcing, atau melalui lebaga pendidikan lainnya.

Kompensasi,
Kompensasi merupakan hal yang penting, dalam pengelolaan sumber
daya manusia, jika karyawan tidak diberikan balas jasa yang sesuai atas tenaga

25
Materi Kuliah Kewirausahaan

dan jasa yang telah mereka berikan pada organisasi, maka organisasi akan
kehilangan mereka, mungkin karena tidak mau bekerja lagi dan bahkan
mungkin pindah ke perusahaan pesaing, sehingga perusahaan bisa saja merugi
dan kehilangan banyak waktu untuk mencari penggantinya.

Perencanaan Karir
Perencanaan karir sebagai suatu sistem yang dapat memberikan
kesempatan bagi karyawan untuk melalui dan mendapatkan jenjang jabatan
selama di perusahaan. Hal ini pun, tidak akan berhasil jika tidak ada respon dari
karyawan itu sendiri.

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)


Menunjuk pada kondisi fisiolgis-fiskal dan psikologis tenaga kerja yang
diakibatkan oleh lingkungan kerja yang disediakan oleh perusahaan. Jika ini
dilaksanakan maka akan lebih sedikit pekerja yang cedera, sakit, stres, atau
menderita penyakit lainnya akibat dari perkejaan tersebut.

Pemutusan hubungan kerja


Merupakan putusnya hubungan kerja antara karyawan dengan
perusahaan. Keinginan ini bisa berasal dari keinginan karyawan sendiri atau
keinginan perusahaan. Pemberhentian kerja dapat didorong oleh alasan disiplin,
ekonomi, bisnis dan alasan pribadi lainnya. Pengusaha melalui manajemen
organisasinya harus mencari cara terbaik dalam melakukan pemutusan ini
sehingga akabat buruk bagi individu perkerja dan perusahaan bisa diperkecil.
Bentuk pemutusan hubungan kerja dapat berupa absen temporer atau
cuti, pengurangan atau attrisi, pengunduran diri atau lay off, dan pemberhentian
karena alasan pensiun, melakukan kesalahan, pensiun dini atau meninggal
dunia.

d. Pendekatan Mutu terhadap Proses Operasionalisasi Wirausaha.


Pada saat ini cukup banyak sertifikasi tentang mutu yang dipergunakan
seperti Sertifikasi mutu makanan dari Dinas Kesehatan dan BPOM,
sertifikasi halal dari MUI, ISO 9001: 2000 untuk manajemen mutu , ISO

26
Materi Kuliah Kewirausahaan

14000 untuk keselamatan kerja untuk keselamatan kerja dan dan lingkungan
dan banyak lagi sertifikasi lainnya.

e. Kepemimpinan Wirausaha.
Kepemimpinan (Leadership) adalah proses mempengaruhi dan
memberikan semangat kepada orang lain untuk berkerja dalam mencapai suatu
tujuan umum dan kemudian memberikan mereka kekuatan dan kebebasan
dalam pencapaian.
Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam kepemimpinan
wirausaha antara lain :
1. Pemimpin yang baik harus mampu mempengaruhi orang lain dengan
memberikan teladan, memberi pandangan masa depan, melakukan
bimbingan dan konsultasi dan memberi motivasi.
2. Seorang pemimpin usaha, selain harus pandai memotifasi karyawan
juga harus pandai membangun sistem yang mendorong karyawan untuk
terus menerus mau bekerja keras demi tercapainya tujuan perusahaan.
3. Seorang wirausahawan harus terus mengasah kemampuan
kepemimpinannya agar mampu mengelola dan mengembangkan
bisnisnya, melalui pemanfaatan waktu dan tenaga orang lain.
4. Kepemimpinan menyangkut distribusi kekuasaan, sehingga para
pengusaha memiliki otoritas untuk memberikan sebagian kekuasaan
kepada karyawan yang diangkan menjadi pemimpin pada posisi tertentu
yang bisa saja mewakili dan bertindak untuk dan atas nama dia.

f. Perizinan dan Pendirian Badan Usaha.


Satu jenis usaha dengan jenis usaha lainnya memerlukan dokumen dan
izin yang berbeda.misalnya ijin untuk mendirikan pabrik akan berbeda dengan
jenis usaha tempat penginan atau kebugaran. Namun secara umum terdapat
dokumen persyaratan yang harus dimiliki semua kegiatan usaha, seperti Badan
usaha, Tanda Daftar perusahaa (TDP) dan Nomor Pokok Wajib Pajak
( NPWP), serta kelengkapan bukti diri dari lingkungan setempat.

27
Materi Kuliah Kewirausahaan

Beberapa perizinan yang harus diurus sesuai bidang usahanya, antara lain :
1. Surat izin Usaha Perdagangan (SIUP), di dapat melalui Departemen
Perdagangan.
2. Surat Izin Usaha Industri (SIUI), diperoleh dari Departemen
Perindustrian.
3. Izin Berdomisili, di dapat di kelurahan setempat,.
4. Izin mendirikan Bangunan (IMB), di dapat melalui pemerintah
setempat.
5. Izin dari instansi atau departemen teknis terkait, sesuai dengan bidang
usaha yang dijalankan seperti :
a. Izin tenaga kerja asing, diperoleh melaui Departemen Tenaga
kerja.
b. Izin usaha pendidikan, di dapat melalui Depertemen Pendidikan
Nasional.
c. Izin usaha peternakan, di dapat dari Departemen Pertanian,.
d. Izin Usaha pertanian, di dapat melalui Departemen Pertanian.
e. Izin usaha Farmasi, di dapat melalui Departemen Kesehatan.
f. Izin usaha penginapan dan karaoke, di dapat melaui Departemen
Pariwisata.
g. Izin Usaha Tambang, di dapat melalui Departemen
Pertambangan dan Enegi.
h. Izin Usaha Pengelolaan hutan, melalui Depetemen Kehutanan.
i. Dan perijinan lainnya.

28
Materi Kuliah Kewirausahaan

PERTEMUAN KEDELAPAN.
Mengelola Keuangan Usaha.
A Mengetahui Kebutuhan Modal Usaha.
Pada prinsipnya dalam menjalankan usaha terdapat tiga jenis modal yang
diperlukan, yaitu modal investasi awal, modal kerja, dan modal operasional.
 Modal Investasi awal.
Modal investasi awal adalah modal yang diperlukan di awal usaha, biasanya
dipakai untuk jangka panjang. Contohnya adalah bangunan dan peralatan
seperti komputer, kendaraan, perabotan kantor, dan barang lain yang
dipakai untuk jangka panjang.
 Modal Kerja.
Adalah modal yang harus kita keluarkan untuk membeli atau membuat
barang dan jasa yang kita hasilkan. Sebagai contoh, jika usaha kita berupa

29
Materi Kuliah Kewirausahaan

restoran, maka modal kerja bisa yang kita butuhkan adalah modal untuk
membeli bahan makanan. Jika usaha kita untuk membuat kripik kentang,
maka modal kerja kita adalah modal untuk membeli kentang, minyak dan
bumbu masak.
 Modal Operasional.
Adalah modal yang kita keluarkan untuk membayar biaya operasional
bulanan dari usaha kita. Contohnya adalah : biaya untuk membayar gaji
karyawan, telepon bulanan, listrik, air dan restibusi.
B. Mengetahui Sumber Permodalan.
Untuk memulai usaha, pada dasarnya sumber permodalan dapat diperoleh melalui
modal sendiri, pinjaman bank, bank syariah, dan sumber modal lainnya.
 Modal Sendiri.
Adalah kebutuhan modal dibiayai sendiri. Sumber pendapatan sendiri dapat
diperoleh dari tabungan, dana cadangan atau menggunakan aset yang tidak
produktif.
 Pinjaman Bank
Pada dasarnya ada 3 jenis kredit perbankan, yaitu :
1. Kredit Usaha, yaitu kredit yang ditujukan untuk membiayai usaha
yang produktif. Kredit ini biasanya diperuntukkan untuk memenuhi
kebutuhan modal kerja, seperti usaha perdagangan, usaha industri
rumah tangga.dan lainnya.
2. Kredit Konsumsi, yaitu kredit yang digunakan untuk membeli
sesuatu yang sifatnya konsumtif.
3. Kredit Serba Guna, yaitu kredit yang bisa digunakan untuk tujuan
apapun.
 Bank Syariah.
Prinsip bank syariah adalah bagi hasil dan tidak menetapkan bunga
sebagaimana bank konvensional. Ada beberapa produk yang ditawarkan
bank syariah, yaitu :
1. Pembiayaan Murabahah, di mana pihak bank memberikan barang
untuk kita, baik berupa modal kerja, investasi, maupun konsumsi dan
selanjutnya kita akan membayar/mengangsur setiap bulan sesuai
dengan kesepakatan awal.

30
Materi Kuliah Kewirausahaan

2. Pembiayaan Mudarabah, di mana pihak bank menyetujui


kesepakatan bagi hasil atas suatu jenis usaha baik dalam bidang
perdagangan, industri, maupun sewa kontrak dengan
usahawan/investor.
3. Pembiayaan Musyarakah, yaitu perkongsian antara pengusaha /
investor dan pihak perbankan yang didasarkan atas kesepakatan kedua
belah pihak.
C. Proses Pengelolaan Keuangan.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam tata kelola keuangan.
 Jangan pernah mencampur adukkan antara uang perusahaan dengan uang
pribadi.
 Kita harus memastikan sistem pencatatan yang rapi dan teratur walaupun
sederhana.
 Melakukan evaluasi setiap bulan terkait dengan keuangan, yaitu realisasi
produksi dan penerimaan, realisasi biaya, serta realisasi persediaan, jumlah
piutang.

PERTEMUAN KESEMBILAN
( Merancang Strategi Pemasaran)

a. Pengenalan Pasar
Anda dapat dikatakan berhasil dalam melakukan upaya pemasaran apabila telah
menghasilkan dua hal berikut :
1) Pembeli Melakukan Pembelian Ulang.
2) Pembeli merekomendasikan produk ke orang lain.

Di bawah ini beberapa teknik yang membantu anda dalam melakukan pengenalan
pasar, yaitu :
 Mengelompokkan Pasar.

31
Materi Kuliah Kewirausahaan

Beberapa pengelompokan pembeli yang dapat dilakukan, antara lain


berdasarkan :
- Lokasi Tempat Tinggal, seperti kota, pinggir kota, desa, atau jarak dari
tempat usaha.
- Jenis kelompok, seperti perumahan (Apartemen, kompleks) usaha
(koperasi, agen, waralaba, perseroan, atau industri.
- Demografi ( seperti tingkat pendapatan, usia, jenis kelamin, pekerjaan,
pendidikan, agama, ras, budaya dll.
- Psikologi ( seperti gaya hidup, trend, atau hobi )
- Jumlah yang dibeli, seperti pembeli untuk dipakai sendiri atau untuk
dijual kembali.
 Masa Peredaran Barang dan Jasa.
Tahapan peredaran barang dimulai dari tahap perkenalan, tahap pertumbuhan,
tahap kematangan, dan diakhiri dengan tingkat penurunan.

b. Menentukan Strategi Pemasaran

Strategi Pemasaran adalah suatu strategi yang digunakan untuk membantu


kita membuat dan menjual barang dan jasa sesuai dengan kondisi perusahaan
dan pasar target atau selera konsumen yang dituju.
Secara umum strategi pemasaran yang biasa dilakukan dan dapat dipilih
adalah :

Barang / Jasa Lama Barang / Jasa Baru


Sasaran Pembeli Menembus Pasar Mengembangkan Produk
Lama
Sasaran Pembeli Pengembangan Pasar. Diversifikasi
Baru

1. Menembus Pasar.
Digunakan apabila mengetahui masih banyak sasaran pembeli yang belum
dapat dijangkau oleh barang dan jasa yang ditawarkan, atau masih banyak
sasaran pembeli yang belum menggunakan barang dan jasa kita. Strategi

32
Materi Kuliah Kewirausahaan

ini sebenarnya digunakan untuk meningkatkan penjualan dengan


menawarkan barang atau jasa kepada sasaran pembeli yang sama, baik
yang pernah menggunakan barang atau jasa kita maupun yang belum.
Tujuannya dalam memperoleh pangsa pasar yang lebih besar.
Upaya Praktis yang dilakukan adalah :
o Meningkatkan unit penjualan dengan cara menurunkan harga,
membuat barang atau jasa secara masal dll.
o Menambah lokasi atau staf penjualan.
o Meningkatkan periklanan.
o Menambah barang atau jasa dengan melakukan program cuci gudang
untuk barang-barang yang hampir kadaluwarsa.
o Melakukan promosi penjualan, seperti memberikan discount dll.
o Meningkatkan pengenalan merk dengan publisitas, penelitian, dan
sejenisnya.
o Meningkatkan promosi atau iklan.
o Menurunkan harga dengan memberikan penawaran khusus atau
diskon berdasarkan jumlah produk yang dibeli.

2. Mengembangkan Pasar.
Strategi ini dilakukan apabila sasaran pembeli yang lama sudah jenuh atau
sudah habis sehingga perlu mencari sasaran pembeli baru dengan tetap
menawarkan barang barang atau jasa yang lama.

3. Mengembangkan Produk.
Strategi ini mencakup perubahan barang atau jasa yang tetap
menggunakan cara produksi yang sama dengan cara produksi lama.
Strategi ini umumnya dilakukan untuk memperpanjang masa edar atau
siklus hidup, bilamana kita mengetahui banyak sasaran pembeli mulai
bosan dan kita mengubah barang atau jasa yang ditawarkan tersebut.
Contohnya :

33
Materi Kuliah Kewirausahaan

o Bisnis ayam goreng yang dikembangkan menjadi bebek goreng,


burung dara goreng atau unggas goreng.
o Bisnis rental komputer dikembangkan menjadi perbaikan (service)
komputer, penjualan komputer atau tukar tambah komputer.

4. Melakukan Diversifikasi.
Strategi ini merupakan pengembangan produk baru yang masih
berhubungan dengan produk lama untuk ditawarkan kepada pasar yang
baru juga.
Contoh : Sebuah perguruan tinggi yang awalnya memberikan pendidikan
dengan metode tatap muka di kelas untuk para lulusan baru tingkat SMA,
sekarang dibuka kelas karyawan untuk memberi kesempatan bagi orang-
orang yang telah bekerja dan melakukan pendidikan jarak jauh melalui
internet.

5. Menerapkan Biaya Murah.


Didasarkan pada biaya input yang rendah sehingga dapat menghasilkan
barang atau jasa yang murah juga, namun bukan berarti menawarkannya
dengan kwalitas rendah.
Strategi ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
 Produk masal dengan menggunakan alat2 tepat guna.
 Distribusi yang murah dengan menggunakan saluran distribusi
yang rendah.
 Pemilihan lokasi yang tepat, penerapan disiplin dalam bekerja.
 Bahan baku atau input yang murah dengan memangkas saluran
distribusi yang panjang, melakukan negosiasi, memperkuat modal
dan jaringan informasi yang kuat.

6. Memfokuskan Pada Pasar.


Strategi ini dilakukan dengan memberikan pelayanan kepada para
pembeli khusus, dengan pelayanan terbatas, dan pembeli dapat
ditentukan bauran pemasaran yang tepat agar dapat memnuhi kebutuhan
khusus dari para pembeli yang dituju.

34
Materi Kuliah Kewirausahaan

Contoh : Membuat kantin untuk para pecinta alam dengan menyajikan


menu khusus yang diberi nama daerah, gunung, sungai dll.

7. Melakukan Diferensiasi.
Berkonsentrasi pada penciptaan barang atau jasa baru yang dipandang
sangat berbeda dengan yang lainnya.
Beberapa cara yang dilakukan dalam strategi ini adalah :
 Penciptan citra (image) terhadap barang dan jasa.
 Penampilan produk dan pelayanan jasa yang berbeda.
 Penggunaan teknologi baru atau teknologi berbeda.
Strategi ini sangat sesuai diterapkan bilamana barang atau jasa yang
dibuat tidak sensitif harga sehingga keuntungan yang diperoleh mejadi
lebih besar.
c. Menentukan Alat Pemasaran.
Alat Pemasaran yang dimaksud adalah Bauran Pemasaran (Marketing
Mix ), yaitu gabungan atau penggunaan kondisi unsur seperti produk, harga
, promosi, tempat namun sekarang sering ditambah dengan distribusi,
pelayanan, da kekuasaan (power).
Yang perlu diperhatikan dalam menghasilkan produk adalah : paduan
produk, penampilan produk, pendukung produk, misalnya layanan purna
jual, bebas biaya pemasangan, dll.
Menyampaikan barang sampai ke pembeli ( distribusi ). Menyampaikan
barang sampai ke tangan pembeli disebut sebagai distribusi, hal ini
diperlukan karena :
 Setiap tahap rantai distribusi akan mengakibatkan penambahan
biaya.
 Sangat menentukan terhadap bentuk kemasan atau alat angkut yang
digunakan.
 Mempengaruhi waktu pengiriman.
Yang dimaksudkan dengan pemanfaatan kekuasaan adalah kemampuan
negosiasi dan dukungan pemegang kebijakan.

35
Materi Kuliah Kewirausahaan

PERTEMUAN KESEPULUH.
Kewirausahan dan Lingkungan.

A. Kewirausahaan dan Lingkungan Global.


Dikenal ada 4 type perkembangan wirausahawan yang lahir melalui
pembentukan kreatifitas dan jalur yg berbeda-beda bergantung pada lingkungan
masing-masing.
Empat Jenis Wirausahawan.

Type ” Incube” Type ” Imagine ”


Berkembang secara jangka panjang. Ide Terobosan .

36
Materi Kuliah Kewirausahaan

Contoh :Kompas, Kapal Api, Sido Contoh : Dunia Fantasi.


Muncul.

Membangun Mulai Dari Kecil Investasi melalui temuan radikal

Type ” Improve ” Tipe ” Invest ”


Penyesuaian Secara bertahap. Tujuan jangka pendek
Contoh : Mc Donald, Astra. Contoh ; Lion Air.

Mengembangkan system standar. Bersaing dengan kerja keras dan


kemitraan

Beberapa hal tersebut dipandang sebagai tantangan sekaligus kesempatan bagi


para wirausahawan Indonesia, baik yang bergerak dalam aktifitas lokal maupun global,
adalah terjadinya berbagai perubahan yang dipicu oleh perkembangan teknologi yang
mencakup hal-hal sebagai berikut :
1. Produk-pendapatan.
2. roduk baru yang dilemparkan ke pasar oleh pesaing.
3. Perkembangan teknologi dan informasi.
4. Perkembangan teknologi barang substitusi.
5. Berbagai penemuan baru.
6. Adaptasi teknologi yang siap pakai.
7. Strategi perkembangan teknologi nasional.
8. Biaya penelitian dan pengembangan produk oleh perusahaan pesaing atau
perusahaan pesaing atau perusahaan dalam satu industri.
9. Siklus hidup produk.
10. Terobosan yang dapat meningkatkan produktifitas yang lebih baik di bidang
input, pengelolaan dan pemasaran.
11. Berbagai ramalan pengembangan teknologi di masa depan.

B. Kewirausahan sebagai pemicu perekonomian negara.

37
Materi Kuliah Kewirausahaan

Dalam usaha memicu pertumbuhan ekonomi sekaligus mempengaruhi


kehidupan sosial ekonomi masyarakat, wirausahawan melakukan berbagai kegiatan
sebagai berikut :
1. Menciptakan lapangan kerja.
2. Menciptakan kualitas hidup.
3. Meningkatkan pemerataan
4. Memanfaatkan dan memobilisasi sumber daya untuk meningkatkan produktifitas
nasional.
5. Meningkatkan penerimaan pemerintah melaui pajak.

C. Kebersamaan, Etika, dan Tanggung jawab sosial Kewirausahaan


Kebersamaan merupakan keselarasan hubungan dan komunikasi yang baik
antara pihak pengusaha dengan pihak internal dan eksternal organisasi dengan prinsip
saling menguntungkan.
Etika bisnis, berkenaan dengan tindakan benar dan salah atau berkenaan
dengan kewajiban moral seseorang pada masyarakat.
Tanggung jawab sosial kewirausahaan, merupakan kewajiban perusahaan
untuk merumuskan kebijakan, mengambil keputusan, dan melaksanakan tindakan
yang memberikan manfat kepada masyarakat. Beberapa bentuk pertanggung
jawaban sosial wirausahawan tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Tanggung jawab terhadap lingkungan, di mana wirausahawan harus rela selalu
menjaga keestarian lingkungan.
2. Tanggung jawab terhadap karyawan, dengan selalu mendengarkan usulan dan
pendapatan karyawan, mereka memberikan imbalan yang sesuai dengan
diberikan kepercayaan penuh.
3. Tanggung jawab terhadap pelanggan antara lain: menyediakan barang dan jasa
yang berkwalitas, memberikan harga yang wajar, melindungi hak-hak
konsumen.
4. Tanggung jawab dengan investor, dengan kesanggupan mengembalikan
investasi yang cukup menarik, seperti memaksimalkan keuntungan dan
melaporkan kinerja keuangan yang akuntabel.
5. Tanggung jawab terhadap masyarakat sekitar, seperti menyediakan atau
membuka lapangan kerja dan menjaga situasi lingkungan yang sehat di sekitar
perusahaan tersebut berada.

38
Materi Kuliah Kewirausahaan

Jika mengacu pada beberapa tanggung jawab tersebut di atas, maka tanggung
jawab sosial perusahaan merupakan keterlibatan perusahaan dalam memberikan
kontribusi terhadap perbaikan dan kesejahtraan sosial masyarakat, dengan tidak
hanya semata-mata mempertimbangkan keuntungan ekonomi.

39