Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN

KPD
(KETUBAN PECAH DINI)

ANISA SEKAR RIZKI


P1337420516074
GATOTKACA 2
POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
D3 KEPERAWATAN MAGELANG
2017
SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP)
KETUBAN PECAH DINI (KPD)
1.TOPIK : BAHAYA KETUBAN PECAH DINI

2.TUJUAN

a.tujuan umum : Setelah melakukan penyuluhan,mahasiswa mampu memahami tentang


mengenali tanda-tanda Ketuban Pecah Dini dan mampu melakukan upaya-upaya untuk
mencegah terjadinya Ketuban Pecah Dini.

b.tujuan khusus :
Setelah melakukan penyuluhan, masyarakat mengerti dan mengetahui tentang :
1. apa saja tanda bahaya dalam kehamilan pada trimester 1 2 3
2. Pengertian Ketuban Pecah Dini
3. Penyebab terjadinya Ketuban Pecah Dini
4. Tanda dan gejala Ketuban Pecah Dini
5. Komplikasi Ketuban Pecah Dini
6. Pencegahan Ketuban Pecah Dini

3.SASARAN : Mahasiswa
4.METODA PEMBELAJARAN : ceramah

Tanya jawab

5.MEDIA PEMBELAJARAN : Power Point


6.KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR :
1. Setting tempat

Keterangan :
= penyaji
= pengunjung
1. Langkah-Langkah Kegiatan Penyuluhan
a. Kegiatan Pra Penyuluhan
1) Mempersiapkan materi, media dan tempat.
2) Kontrak waktu.
3) Sasaran penyuluhan.
b. Kegiatan saat penyuluhan
No Kegiatan Respon Waktu
1. Pendahuluan Membalas salam 5 menit
Menyampaikan salam Mendengarkan
Menjelaskan tujuan Memberi respon
Kontrak waktu
d.

2. Inti Mendengarkan materi dengan 10 menit


penuh perhatian
A
3. Penutup Menanyakan yang belum jelas 5 menit
Tanya jawab Aktif bersama menyimpulkan
Menyimpulkan hasil penyuluhan Membalas salam
Memberi salam penutup

7.WAKTU PELAKSANAAN : 30 menit

8.MATERI :

1. apa saja tanda bahaya dalam kehamilan pada trimester 1 2 3

2. pengertian Ketuban Pecah Dini

3. penyebab Ketuban Pecah Dini

4. Tanda dan gejala Ketuban Pecah Dini

5. Komplikasi Ketuban Pecah Dini

6. Pencegahan Ketuban Pecah Dini

9.METODA EVALUASI

1. Jelaskan apa saja tanda bahaya dalam kehamilan pada trimester 1 2 3! :

2. Jelaskan pengertian Ketuban Pecah Dini !

3. Sebutkan penyebab terjadinya Ketuban Pecah Dini !

4. Sebutkan tanda dan gejala Ketuban Pecah Dini !

5. Jelaskan komplikasi Ketuban Pecah Dini !

6. Jelaskan bagaimana cara mencegah terjadinya Ketuban Pecah Dini !

10.ALAT EVALUASI
a. evaluasi struktur : Setting tempat teratur.

b.evaluasi proses : Peserta mendengar dengan baik.

c.evaluasi hasil : Peserta mengajukan pertanyaan.


Peserta memperhatikan penyaji.

11.DAFTAR PUSTAKA

Prawirohardjo, Sarwono. 2002. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo

Sujiyati ,2008,asuhan patologi kebidanan,jakarta ; Numed

12.LAMPIRAN MATERI :

a. Materi
b. Absen
c. Dokumentasi kegiatan penyuluhan

LAMPIRAN

A . MATERI

1.TANDA DAN BAHAYA DALAM KEHAMILAN TRIMESTER 1 2 3

Pada Trimester I

Trimester I adalah usia kehamilan 1- 3 bulan atau kehamilan berusia 0 - 12 minggu ,salah
satu asuhan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk menapis adanya risiko ini yaitu
melakukan pendeteksian dini adanya komplikasi/penyakit yang mungkin terjadi selama hamil
muda. Tanda Bahaya Kehamilan Trimester I meliputi:

1.Sakit kepala yang hebat

Sakit kepala sering dirasakan pada awal kehamilan dan umumnya disebabkan oleh
peregangan pembuluh darah diotak akibat hormon kehamilan, khusunya hormon progesteron.
Jika ibu hamil merasa lelah, pusing atau tertekan atau pandangan mata bermasalah, sakit
kepala akan lebih sering terjadi atau makin parah, jika sebelumnya menderita migrain kondisi
ini dapat semakin bermasalah selama 3 sampai 4 bulan pertama kehamilan.

2.Bengkak pada muka dan tangan

Oedema ialah penimbunan cairan yang berlebih dalam jaringan tubuh, dan dapat diketahui
dari kenaikan berat badan serta pembengkakan kaki, jari tangan dan muka.Oedema pretibial
yang ringan sering ditemukan pada kehamilan biasa, sehingga tidak seberapa berarti untuk
penentuan diagnosis pre-eklampsia. Hampir separuh dari ibu-ibu akan mengalami bengkak
yang normal pada kaki yang biasanya hilang setelah beristirahat atau meninggikan kaki.
Oedema yang mengkhawatirkan ialah oedema yang muncul mendadak dan cenderung
meluas.

Penanganan Umum

a.Hampir dari separuh ibu hamil akan mengalami bengkak yang normal pada kaki yang
biasanya muncul pada sore hari dan biasanya hilang setelah beristirahat dengan meninggikan
kaki.

b.Bengkak bisa menunjukkan adanya masalah serius jika muncul pada muka dan tangan,
tidak hilang setelah beristirahat, dan disertai dengan keluhan fisik yang lain.

c.Hal ini dapat merupakan pertanda anemia, gagal jantung atau pre-eklampsi.

3.Nyeri perut yang hebat

-Nyeri perut yang tidak berhubungan dengan persalinan adalah tidak normal.

-Pada kehamilan lanjut, jika ibu merasakan nyeri yang hebat, tidak berhenti setelah
beristirahat, disertai dengan tanda-tanda syok yang membuat keadaan umum ibu makin lama
semakin memburuk, dan disertai perdarahan yang tidak sesuai dengan beratnya syok, maka
kita harus waspada akan kemungkinan terjadinya solusio plasenta.

Tanda-tanda bahaya kehamilan pada trimester II

Trimester II adalah usia kehamilan 4-6 bulan atau kehamilan berusia 13-28 minggu. Tanda
Bahaya Kehamilan Trimester II meliputi :

1.Bengkak Pada Wajah, Kaki dan Tangan

Oedema ialah penimbunan cairan yang berlebih dalam jaringan tubuh, dan dapat diketahui
dari kenaikan berat badan serta pembengkakan kaki, jari tangan dan muka.Oedema pretibial
yang ringan sering ditemukan pada kehamilan biasa, sehingga tidak seberapa berarti untuk
penentuan diagnosis pre-eklampsia. Hampir separuh dari ibu-ibu akan mengalami bengkak
yang normal pada kaki yang biasanya hilang setelah beristirahat atau meninggikan kaki.
Oedema yang mengkhawatirkan ialah oedema yang muncul mendadak dan cenderung meluas

a.Penanganan Umum

-Istirahat cukup

-Mengatur diet, yaitu meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung protein dan
mengurangi makanan yang mengandung karbohidrat serta lemak

-Kalau keadaan memburuk namun memungkinkan dokter akan mempertimbangkan untuk


segera melahirkan bayi demi keselamatan ibu dan bayi.

2.Gerakkan janin tidak terasa


-Kesejahteraan janin dapat diketahui dari keaktifan gerakkannya.

-Minimal adalah 10 kali dalam 24 jam

-Jika kurang dari itu, maka waspada akan adanya gangguan janin dalam rahim, misalnya
asfiksia janin sampai kematian janin.

3.Perdarahan pervaginam (perdarahan lewat jalan lahir)

Perdarahan yang terjadi pada masa kehamilan kurang dari 22 minggu.Perdarahan pervaginam
dalam kehamilan adalah cukup normal. Pada masa awal kehamilan, ibu akan mengalami
perdarahan yang sedikit (spotting) di sekitar waktu terlambat haidnya.

4.Bengkak pada muka dan tangan

Oedema ialah penimbunan cairan yang berlebih dalam jaringan tubuh, dan dapat diketahui
dari kenaikan berat badan serta pembengkakan kaki, jari tangan dan muka.Oedema pretibial
yang ringan sering ditemukan pada kehamilan biasa, sehingga tidak seberapa berarti untuk
penentuan diagnosis pre-eklampsia. Hampir separuh dari ibu-ibu akan mengalami bengkak
yang normal pada kaki yang biasanya hilang setelah beristirahat atau meninggikan kaki.
Oedema yang mengkhawatirkan ialah oedema yang muncul mendadak dan cenderung
meluas.

Tanda Bahaya Trimester III

Trimester III adalah usia kehamilan 7-9 bulan atau kehamilan berusia 29-42 minggu. Tanda
Bahaya Kehamilan Trimester II meliputi:

1.Penglihatan Kabur Penglihatan menjadi kabur atau berbayang

Dapat disebabkan oleh sakit kepala yang hebat, sehingga terjadi oedema pada otak dan
meningkatkan resistensi otak yang mempengaruhi sistem saraf pusat, yang dapat
menimbulkan kelainan serebral (nyeri kepala, kejang), dan gangguan penglihatan.Perubahan
penglihatan atau pandangan kabur, dapat menjadi tanda pre-eklampsia. Masalah visual yang
mengidentifikasikan keadaan yang mengancam jiwa adalah perubahan visual yang
mendadak, misalnya penglihatan kabur atau berbayang, melihat bintik-bintik (spot),
berkunang-kunang

a.Penanganan Umum

-Jika tidak sadar atau kejang. Segera dilakukan mobilisasi seluruh tenaga yang ada dan
menyiapkan fasilitas tindakan gawat darurat.

-Segera dilakukan penilaian terhadap keadaan umum termasuk tanda tanda vital sambil
menanyakan riwayat penyakit sekarang dan terdahulu dari pasien atau keluarganya.

2.Gerakkan janin tidak terasa

-Kesejahteraan janin dapat diketahui dari keaktifan gerakkannya.

-Minimal adalah 10 kali dalam 24 jam


-Jika kurang dari itu, maka waspada akan adanya gangguan janin dalam rahim, misalnya
asfiksia janin sampai kematian janin.

3.Keluar Air Ketuban Sebelum Waktunya

Keluarnya cairan berupa air dari vagina setelah kehamilan 22 minggu, ketuban dinyatakan
pecah dini jika terjadi sebelum proses persalinan berlangsung. Pecahnya selaput ketuban
dapat terjadi pada kehamilan preterm sebelum kehamilan 37 minggu maupun kehamilan
aterm.

a.Penanganan Umum

-Konfirmasi usia kehamilan, kalau ada dengan USG

-Dilakukan pemeriksaan inspekulo (dengan speculum DTT) untuk menilai cairan yang keluar
(jumlah, warna,bau) dan membedakan dengan urin.

-Jika ibu mengeluh perdarahan akhir kehamilan (setelah 22 minggu), jangan lakukan,
pemeriksaan dalam secara digital.

-Mengobservasi tidak ada infeksi

2. PENGERTIAN KETUBAN PECAH DINI.


Ketuban pecah dini adalah pecahnya ketuban sebelum waktunya melahirkan dengan tidak
disertai adanya tanda-tanda persalinan (Sujiyatini, 2009)

Ketuban pecah dini adalah pecahnya ketuban sebelum waktunya tanpa di sertai tanda inpartu
dan setelah satu jam tetap tidak diikuti dengan proses inpartu sebagaimana mestinya
(McGraw-Hill, 2007)

Ketuban pecah dini adalah pecahnya ketuban sebelum proses persalinan berlagsung
(Waspodo, Djoko, 2006).

Jadi ketuban pecah dini adalah pecahnya ketuban sebelum terjadinya proses persalinan
dengan tidak disertai adanya tanda-tanda inpartu. Hal ini dapat terjadi pada akhir kehamilan
maupun jauh sebelum waktunya melahirkan. Ketuban pecah dini preterm adalah ketuban
pecah dini sebelum usia kehamilan 37 minggu. Ketuban pecah dini yang memanjang adalah
ketuban pecah dini yang terjadi lebih dari 12 jam sebelum waktunya melahirkan dengan tidak
disertai adanya tanda -tanda persalinan.

Contoh gambar :
3. PENYEBAB KETUBAN PECAH DINI
Walaupun banyak publikasi tentang ketuban pecah dini, namun penyebabnya masih belum
diketahui dan tidak dapat ditentukan secara pasti. Pada sebagian besar kasus pun penyebab
terjadinya ketuban pecah dini belum dapat ditemukan.
Beberapa faktor predesposisi dari ketuban pecah dini (KPD):
a. Inkompetensi Serviks
Inkompetensi serviks adalah serviks dengan suatu kelainan anatomik yang nyata, disebabkan
oleh laserasi sebelumnya melalui ostium uteri internum atau merupakan suatu kelainan
kongenital pada serviks yang memungkinkan terjadinya dilatasi berlebihan tanpa perasaan
nyeri dan mules dalam masa kehamilan trimester kedua atau awal trimester ketiga yang
diikuti dengan penonjolan dan robekan selaput janin serta keluarnya hasil konsepsi,
(Sarwono, 2007).
b. Peregangan rahim yang berlebih, yang dapat menyebabkan hidramnion atau kelebihan air
ketuban.
c. Riwayat Ketuban Pecah Dini
Pernah mengalami ketuban pecah dini pada riwayat kehamilan dan persalinan sebelumnya.
d. Kelainan atau Kerusakan Selaput Ketuban
Kelainan selaput ketuban atau kerusakan selaput ketuban yang disebabkan infeksi yang
menyebabkan terjadi proses biomekanik pada selaput ketuban dalam bentuk proteolitik
sehingga memudahkan ketuban pecah. (Sarwono, 2006)
e. Trauma
Trauma oleh beberapa ahli disepakati sebagai faktor predesposisi atau penyebab terjadinya
ketuban pecah dini. Trauma yang didapat misalnya dari hubungan seksual yang kasar,
pemeriksaan dalam, maupun amniosintesis yang menyebabkan terjadinya ketuban pecah dini
karena biasanya disertai dengan infeksi. (Sujiyatini, 2009. Keluarnya cairan ketuban
merembes melalui vagina. Aroma air ketuban berbau amis dan tidak seperti bau amoniak.
4. TANDA DAN GEJALA KETUBAN PECAH DINI.
Tanda-tanda yang terjadi adalah ketuban pecah tiba-tiba dan keluar cairan ketuban,
cairan tanpa di introitus, tidak ada his dalam 1 jam, mungkin cairan tersebut masih merembes
atau menetes dengan ciri pucat dan bergaris warna darah. Cairan ini tidak akan berhenti atau
kering karena terus diproduksi sampai kelahiran, (Sujiyatini, 2009).
5. KOMPLIKASI KETUBAN PECAH DINI
Komplikasi paling sering terjadi pada KPD sebelum usia kehamilan 37 minggu adalah
sindrom distress pernapasan, yang terjadi pada 10-40% bayi baru lahir. Risiko infeksi
meningkat pada kejadian ketuban pecah dini. Semua ibu hamil dengan KPD prematur
sebaiknya dievaluasi untuk kemungkinan terjadinya korioamnionitis (radang pada korion dan
amnion). Selain itu, kejadian prolaps atau keluarnya tali pusat dapat terjadi pada KPD,
(Sujiyatini, 2009).
Risiko kecacatan dan kematian janin meningkat pada KPD preterm. Hipoplasia paru
merupakan komplikasi fatal yang terjadi pada KPD preterm. Kejadianya mencapai hampir
100% apabila KPD preterm ini terjadi pada usia kehamilan kurang dari 32 minggu,
diantarnya:
a. Infeksi intrauterin
b. Tali pusat menumbung
c. Prematuritas
d. Distosia
(Sujiatini, 2009)
6. PENCEGAHAN KETUBAN PECAH DINI
Beberapa pencegahan dapat dilakukan namun belum ada yang terbukti cukup efektif. Yaitu
dengan mengurangi aktifitas atau istirahat yang cukup pada akhir triwulan kedua atau awal
triwulan ketiga.
Selain itu mencegah KPD dapat di lakukan salah satunya dengan melakukan pemeriksaan
ANC secara rutin kepada bidan atau petugas kesehatan lainnya minimal 4 kali kunjungan
selama kehamilan, (Sarwono, 2006).
B.Absen
NO NAMA TANDA TANGAN