Anda di halaman 1dari 8

KISAH NABI ILYASA AS!

SALAH SATU MUKJIZAT NABI ILYASA AS ADALAH MENGHIDUPKAN


KEMBALI ANAK YANG SUDAH MENINGGAL!
Assalamu ‘alaykum wa rahmatullahi ta’ala wa barakatuh…

Allah -Tabaraka wa Ta’ala- telah berfirman: “Dan ingatlah akan Isma’il, Ilyasa,
dan Dzulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik!”. (QS Shaad
(38): 48).
Allah -‘Azza wa Jalla- berfirman: “Dan Isma’il, Ilyasa, Yunus, dan Luth. Masing-
masing Kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya)”.(QS Al-An’am (6):
86).
Menurut Ibnu Katsir -Rahimahullah-, silsilah Ilyasa melalui ayahnya, bernama
Ukhtub, sampai kepada keturunan Harun. (Dalam berbagai Qisas Al-Anbiya
(Kisah Para Nabi), riwayat Ilyasa sering digabungkan dengan riwayat Ilyas).
Ilyasa adalah nabi selanjutnya untuk bani Isra’il (bangsa Israel). Dia menghadapi
sikap penyangkalan Raja dan Ratu Israel terhadap agama Islam sepeninggal
Nabi Ilyas AS. Nabi Ilyasa AS menunjukkan banyak mukjizat untuk menunjukkan
kekuasaan Allah, tapi mereka malah menyebutnya tukang sihir, sama seperti
ketika mereka menyebut Nabi Ilyas AS sebelumnya. Mereka terus
membangkang sepanjang hidup Nabi Ilyasa AS. Setelah beberapa lama, Bani
Isra’il ditaklukkan oleh Bangsa Siria. Bangsa Siria menghancurkan Kuil Gunung
dan menyebabkan kerusakan parah di Isra’il.
Beliau AS adalah putra dari paman Nabi Ilyas AS. Beliau AS melaksanakan
dakwah setelah Nabi Ilyas AS wafat. Karenanya dalam berdakwah Beliau AS
berpegang teguh pada syari’at dan metode nabi Ilyas AS.
Diantara mukjizat-mukjizat Nabi Ilyasa AS, adalah!:

 - Keluarnya binatang buas sejenis beruang dari hutan secara tiba-tiba,


untuk menerkam dan mencabik-caik tubuh anak-anak kafir yang mengejek Nabi
Ilyasa AS sebagai azab Allah kepada mereka.
 - Keluarnya air yang banyak secara ajaib untuk diminum.
 - Nabi Ilyasa AS dengan seizin Allah SWT bisa memperbanyak minyak
milik seorang janda miskin yang tujuannya untuk menolong janda tersebut agar
minyaknya bisa dijual, serta menyelamatkan anak-anak janda tersebut yang
akan dijadikan budak (hamba sahaya).
 - Menghidupkan kembali seorang anak yang sudah meninggal dunia.
 - Melemparkan tepung ke dalam kuali yang bertujuan untuk
menghilangkan racun makanan yang akan dimakan oleh nabi.
 - Memberi makan 100 orang dengan 20 roti jelai dan gandum, bahkan
masih ada sisanya.
 - Menyembuhkan penyakit kulit Naamaan, panglima raja Siria.
 - Mampu membuka mata ghaib pelayannya supaya ia bisa melihat para
malaikat yang ada di sekitar gunung di Israel untuk mengepung tentara Siria.
 - Membuat kapak mengapung di permukaan air setelah dilempar oleh
sepotong kayu.
 - Selalu mengetahui strategi perang Bangsa Siria yang kala itu menjadi
musuh kaum Nabi Ilyasa AS yang akan menggempurnya, sehingga Bangsa Siria
gagal untuk menggempur.
 - Nabi Ilyasa AS mampu membuat buta mata para prajurit Siria yang akan
menggempur kaumnya (bani Isra’il). Kemudian Nabi Ilyasa AS menutun mereka
semua menuju ke hadapan Raja Isra’il. Nabi Ilyasa AS menyuruh Raja Isra’il
untuk menjamu mereka semua dan jangan membunuh mereka satupun, serta
mereka harus diizinkan pulang kembali ke Siria, negeri mereka. Dan setelah itu,
damailah Bangsa Siria dan Bani Isra’il.

PERTEMUAN NABI ILYAS AS DAN NABI ILYASA AS!


Dahulu, pada saat Nabi Ilyas AS dikejar-kejar oleh kaumnya yang akan
membunuhnya, maka beliau AS bersembunyi di dalam rumah Nabi Ilyasa AS.
Jadi besar kemungkinan Nabi Ilyasa AS juga tinggal di seputar lembah sungai
Jordan.
Ketika Nabi Ilyas AS bersembunyi di dalam rumah Nabi Ilyasa AS, ketika itu Nabi
Ilyasa AS masih seorang belia. Saat itu beliau AS tengah menderita sakit,
kemudian Nabi Ilyas AS membantu menyembuhkan penyakitnya.

Setelah sembuh, Nabi Ilyasa AS pun menjadi anak angkat Nabi Ilyas AS yang
selalu mendampingnyai untuk menyeru kaumnya ke jalan yang benar dan
menghindari kesesatan. Nabi Ilyasa AS melanjutkan tugas kenabian tersebut
begitu Nabi Ilyas AS meninggal dunia. Nabi Ilyasa AS melanjutkan misi ayah
angkatnya, agar kaumnya kembali taat kepada ajaran Allah SWT.
Nabi Ilyasa AS kemudian mendapati bahwa manusia ternyata begitu mudah
kembali ke jalan sesat. Itu terjadi tak lama setelah Nabi Ilyas AS wafat. Padahal
masyarakat lembah sungai Yordania itu sempat mengikuti seruan Nabi Ilyas AS
agar meninggalkan pemujaannya pada berhala. Pada kalangan itulah Ilyasa AS
tak lelah menyeru kaumnya ke jalan yang benar dan menghindari kesesatan.
Dikisahkan bahwa mereka tetap tak mau mendengar seruan (dakwah) Nabi
Ilyasa AS, dan mereka kembali menanggung bencana kekeringan yang luar
biasa.
.
ILYASA AS DILANTIK MENJADI NABI ALLAH!
Ketika Nabi Ilyas AS sedang tertidur, maka datanglah malaikat untuk yang kedua
kalinya kepadanya. Malaikat Allah datang menyentuhnya dan berkata: “Hai Ilyas,
bangunlah. Makanlah, supaya kau dapat tahan mengadakan perjalanan
jauh!”. Nabi Ilyas AS bangun, lalu makan dan minum. Beliau AS menjadi kuat
dan dapat berjalan selama 40 hari lamanya ke Jabal Tsur (Gunung Sinai). Di
sana Nabi Ilyas AS bermalam di dalam goa.

ALLAH SWT MENYURUH NABI ILYAS AS AGAR MELANTIK NABI ILYASA


AS MENJADI NABI PENERUSNYA!
Ketika Nabi Ilyas AS berada disana, maka Allah SWT mengazab Ratu Izaibil dan
orang-orang Israel dengan ditimpa musibah yang berat, yaitu gempa bumi yang
dahsyat sehingga mereka mati bergelimpangan. Selesailah halaman kehidupan
dunia mereka dan mereka akan dihadirkan di hadapan Allah SWT pada hari
kiamat.
Setelah itu, Allah SWT berfirman kepadanya: “Hai Ilyas, kembalilah dan lantiklah
Ilyasa supaya dia menjadi nabi untuk menggantikan engkau. Jangan putus asa
lagi. Masih ada 7000 orang di Isra’il yang tetap setia kepada-Ku dan tidak pernah
sujud menyembah patung Dewa Ba’l!”.
Lalu berangkatlah Nabi Ilyas AS ke rumah Nabi Ilyasa AS dan mendapatinya
sedang membajak dengan pasangan sapi. Ketika Nabi Ilyas AS melewati Nabi
Ilyasa AS, Nabi Ilyas AS melepaskan jubahnya dan melemparkannya ke bahu
Nabi Ilyasa AS. Nabi Ilyasa AS meninggalkan sapi-sapinya dan mengikuti Nabi
Ilyas AS yang melantiknya menjadi nabi Allah juga. Kemudian Nabi Ilyasa AS
minta ijin berpamitan kepada orangtua nya, lalu berqurban yakni menyembelih
sepasang domba dan memasak dagingnya. Kemudian dia memberikan daging
domba itu kepada para pembantu nya, kemudian mereka pun memakannya.
Sesudah itu Nabi Ilyasa AS bersiap-siap untuk menjadi nabi yang bertugas untuk
membantu Nabi Ilyas AS dalam dakwahnya terhadap Bani Isra’il.
.
KISAH NABI ILYASA AS MENYEMBUHKAN NAAMAAN!
Setelah nabi Ilyas AS, nabi bani Isra’il yang sekarang adalah Nabi Ilyasa AS.
Ketahuilah bahwa Nabi Ilyasa AS adalah teman Nabi Ilyas AS yang sekaligus
anak angkat Nabi Ilyas AS. Pada zaman Nabi Ilyas AS dan Nabi Ilyasa AS, Israel
diperintah oleh seorang raja yang bernama Ahab. Dan didalam cerita ini, Raja
Ahab sudah mati. Seorang raja Israil yang baru naik tahta. Raja yang baru
tersebut jahat seperti Raja Ahab, tetapi tidak sejahat Raja Ahab.
Waktu itu terjadi perang antara Bani Isra’il dan Bangsa Siria. Pada suatu waktu
orang Siria menyerbu negeri Isra’il. Ada seorang anak perempuan Isra’il yang
ditangkap. Ia dibawa ke Siria sebagai tawanan, kemudian ia menjadi hamba bagi
istri Naaman. Naaman adalah panglima angkatan bersenjata Siria yang sangat
dicintai dan dihargai oleh raja Siria. Naaman adalah seorang panglima yang
perkasa, tetapi ia berpenyakit kulit yang mengerikan.
Anak perempuan yang ditangkap itu tidak membenci istri Naaman atau Naaman.
Ia berbelas kasihan kepada Naaman yang berpenyakit kusta. Pada suatu hari ia
berkata kepada Ibu Naaman: “Nyonya, sekiranya Tuan pergi menemui nabi yang
tinggal di Isra’il, pastilah nabi itu akan menyembuhkan Tuan”.
Ibu Naaman berharap sekali bahwa itu akan terjadi. Ia cepat-cepat pergi
menemui Naaman dan memberitahukannya bahwa ada seorang nabi di Isra’il
yang dapat menyembuhkannya. Ketika Naaman mendengar hal itu, ia pergi
kepada sang raja dan menceritakan apa yang dikatakan oleh anak perempuan
itu. Raja berkata: “Baik, pergilah kepada raja Isra’il. Saya akan menulis surat
kepadanya”.
Naaman berangkat dengan membawa perak, emas, dan pakaian yang bagus
sebagai bayaran bagi nabi itu. Juga ia membawa surat dari raja Siria yang
berbunyi demikian: “Melalui surat ini aku memperkenalkan perwiraku, Naaman,
kepada Tuan supaya Tuan menyembuhkan dia dari penyakitnya!”.
Ketika raja Israil membaca surat itu, ia merobek-robek pakaiannya karena
cemas. Ia berkata: “Celaka, aku bukan Allah yang mempunyai kuasa untuk
menghidupkan atau mematikan orang! Pasti raja Siria itu hanya mencari gara-
gara denganku!”.
Nabi Ilyasa AS mendengar hal itu, dan mengirim pesan ini kepada raja
Isra’il:“Mengapa cemas? Suruhlah orang itu datang kepada saya supaya ia tahu
bahwa di Isra’il ini ada seorang nabi Allah yang benar!”.
Karena itu Naaman pergi ke rumah Nabi Ilyasa AS dan berhenti di depan pintu.
Nabi Ilyasa AS mengutus seorang pelayan untuk berkata begini kepada
Naaman: “Pergilah, Tuan mandi 7 kali di Sungai Yordan, nanti Tuan akan
sembuh sama sekali”. Mendengar itu, Naaman marah dan berkata: “Saya pikir ia
akan keluar sendiri menemui saya, dan berdoa kepada Allah, Tuhannya, serta
menggerakkan tangannya di atas bagian badan saya yang sakit ini, lalu saya
akan menjadi sembuh. Sungai-sungai di Siria lebih baik daripada sungai mana
pun juga di Isra’il! Saya dapat mandi di sana dan menjadi sembuh!”.
Tetapi pelayan-pelayan Naaman berkata: “Tuan, kalau nabi itu menyuruh Tuan
melakukan sesuatu yang sulit, pasti Tuan akan melakukannya. Coba ikutilah
perintahnya! Ia hanya menyuruh Tuan mandi supaya sembuh!”.
Sebab itu Naaman pergi ke Sungai Yordan, lalu mandi 7 kali di sungai itu seperti
yang telah disuruh oleh Nabi Ilyasa AS. Kulitnya lalu menjadi sehat kembali
seperti kulit anak muda. Naaman kembali kepada Nabi Ilyasa AS dan mencoba
memberi perak, emas, dan pakaian itu kepada Nabi Ilyasa AS, tetapi Nabi Ilyasa
AS menjawab: “Saya tidak akan menerima pemberian apa pun. Pergilah dengan
selamat!”. Lalu Naaman berkata: “Sekarang saya tahu, bahwa di seluruh dunia
hanya ada satu Tuhan, yaitu Allah SWT. Mulai sekarang saya akan menyembah
Allah Yang Mahakuasa, yang disembah oleh bani Isra’il dan tidak akan
menyembah tuhan lain”.

TENTARA SIRIA DIKALAHKAN!


Pada suatu waktu, Siria berperang lagi dengan bani Isra’il. Setelah berunding
dengan para perwiranya, raja Siria menentukan, di mana mereka harus
berkemah. Tetapi Nabi Ilyasa AS mengirim berita kepada raja Isra’il untuk
memperingatkan dia supaya jangan pergi ke tempat perkemahan tentara Siria
itu. Jadi, raja Isra’il memperingatkan orang-orang yang tinggal di dekat tempat itu
supaya siap siaga. Demikianlah Nabi Ilyasa AS beberapa kali memperingatkan
raja.
Hal itu sangat menjengkelkan raja Siria sehingga ia memanggil para perwiranya
dan bertanya: “Pasti di antara kita ada yang berkhianat. Siapa orangnya?”

Seorang perwira menjawab: “Tidak ada seorang pun, Baginda. Nabi Ilyasa AS
menyampaikan kepada raja Isra’il, apa yang Baginda ucapkan, sekalipun itu
dikatakan di dalam kamar tidur”.
Raja memerintahkan: “Selidikilah di mana dia, supaya bisa saya tangkap
dia!”. Lalu raja Siria mengirim suatu pasukan yang besar ke sana disertai kuda
dan kereta perang. Pada waktu malam mereka tiba di kota, di mana Nabi Ilyasa
AS tinggal dan mengepungnya.
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali, pelayan Nabi Ilyasa AS bangun dan keluar.
Ia melihat tentara Siria mengepung kota itu dengan kuda dan kereta perang.
Jadi, ia kembali kepada Nabi Ilyasa AS dan berkata: “Celaka kita, Tuan! Apa
yang harus kita lakukan?”
Nabi Ilyasa AS menjawab: “Tidak usah takut. Tentara kita jauh lebih banyak
daripada tentara mereka!”. Pelayannya mengamati Nabi Ilyasa AS untuk
memeriksa apakah dia sudah gila! Lalu Nabi Ilyasa AS berdoa: “Yaa Allah, tolong
bukalah mata pelayanku supaya ia melihat!”. Allah SWT mengabulkan doa Nabi
Ilyasa AS. Ada gunung yang mengelilingi kota Nabi Ilyasa AS. Ketika pelayannya
itu melihat lagi, ia melihat gunung itu penuh dengan kuda berapi dan kereta
berapi yang mengelilingi Nabi Ilyasa AS.
Ketika orang-orang Siria itu menyerang, Nabi Ilyasa AS berdoa: “Yaa Allah, yaa
Ilahi Rabbi, butakanlah orang-orang ini!”. Allah SWT mengabulkan doa Nabi
Ilyasa AS. Mereka semuanya menjadi buta. Nabi Ilyasa AS mendatangi mereka
dan berkata: “Kalian tersesat. Ini bukan kota yang kalian cari. Mari ikut saya,
nanti saya antarkan kepada orang yang kalian cari!”. Lalu Nabi Ilyasa AS
mengantar mereka ke ibu kota, Samaria.
Pada waktu mereka tiba di Samaria, Nabi Ilyasa berdoa: “Yaa Allah, bukalah
mata mereka supaya mereka melihat!”. Allah SWT mengabulkan doa Nabi Ilyasa
AS. Dia membuka mata orang-orang itu sehingga mereka heran melihat bahwa
mereka berada di kota Samaria.
Ketika raja Isra’il melihat tentara Siria itu, maka dia bertanya: “Hai Ilyasa,
haruskah saya membunuh orang-orang ini?”.
Nabi Ilyasa AS menjawab: “Jangan! Berilah mereka makanan dan minuman, lalu
biarkan mereka kembali kepada raja mereka!”. Maka raja Isra’il mengadakan
pesta besar bagi mereka. Setelah itu orang-orang Siria berhenti berperang
dengan orang-orang Isra’il.
NABI ILYASA AS MENGANGKAT NABI DZULKIFLI AS SEBAGAI RAJA
PENGGANTI DIRINYA!
Dalam suatu riwayat, Ibnu Jarir -Rahimahullah- berkata:
“Pada saat Ilyasa (Nabiyullah, Nabi Ilyasa -‘Alayhissalam-) meningkat tua, dia
ingin memberikan tugas untuk memimpin bangsa Isra’il kepada orang yang
sesuai. Ilyasa mengumumkan bahwa, Hanya orang tersebut akan
dipertimbangkan untuk menggantikan Ilyasa (sebagai raja Isra’il) dan yang
berpuasa pada siang hari, mengingati Allah pada malam hari dan menahan diri
dari sifat marah. Salah seorang dari mereka (yang bernama Basyar = alias Nabi
Dzulkifli AS) berdiri dan berkata: ‘Aku akan patuh kepada syarat-syarat tersebut’.
Ilyasa mengulangi syarat-syarat itu semula sebanyak tiga kali dan lelaki yang
sama berjanji dengan bersungguh-sungguh akan memenuhi syarat-syarat
tersebut. Maka dia dilantik untuk membawa tugas tersebut (menjadi raja Isra’il).”.

NABI ILYASA AS MENGANGKAT NABI DZULKIFLI AS SEBAGAI RAJA


ISRAEL DI KAUM ROM!
Ketahuilah, sesungguhnya Nabi Ilyasa AS menjabat sebagai seorang raja Isra’il.
Isra’il yang dimaksud adalah Kaum Rom. Hingga suatu ketika, Nabi Ilyasa AS,
sang raja, sudah semakin tua, karena tak memiliki calon pengganti, maka Nabi
Ilyasa AS mengadakan sayembara kepada kaum Rom, bahwa siapapun yang
berpuasa di siang hari, beribadah di malam hari, dan tidak melakukan marah, ia
akan diangkat menjadi raja.

Semua orang tidak ada yang sanggup dengan syarat-syarat diatas, kecuali
hanya seorang saja yang sanggup, yaitu Basyar. Basyar adalah nama asli Nabi
Dzulkifli AS. Diberi gelar Dzulkifli karena arti kata Dzulkifli (Dzu Al Kifli) adalah =
Orang yang sangup, yakni sanggup dalam artian menyanggupi persyaratan Nabi
Ilyasa AS diatas agar dilantik menjadi seorang raja. Dikala itu Nabi Dzulkifli AS
masih seorang pemuda, sedangkan Nabi Ilyasa AS sudah semakin tua.
Maka dilantik-lah Nabi Dzulkifli (Basyar) AS menjadi raja oleh Nabi Ilyasa AS
menggantikan dirinya. Pada masa pemimpinannya, Nabi Dzulkifli AS berjanji
kepada rakyatnya untuk menjadi hakim adil dalam menyelesaikan perkara.
Karena keadilan beliau, maka ia disebut sebagai “Dzulkifli” (Orang yang sanggup
[Sanggup melaksanakan semua persyaratan yang diberikan oleh Nabi Ilyasa
AS]) pada masa itu.

Jadi kapankah Nabi Ilyasa AS wafat?


Wallahu a’lam bi showwab… Entah kapan, dimana, dan seperti apa kisah
wafatnya Nabi Ilyasa AS. Cuman yang jelas, dari uraian cerita diatas, Nabi Ilyasa
AS adalah orang yang panjang umur hingga beliau AS menjabat sebagai raja di
kaum Rom (Bangsa Israel). Bahkan ketika usianya semakin tua, beliau AS masih
tetap hidup dan memberikan jabatannya kepada Nabi Dzulkifli AS.
.
MAKAM NABI ILYASA AS!
PERKAMPUNGAN NABI ILYAS AS, AYAH ANGKAT NABI ILYASA AS!
Wallahu a’lam bi showwab… Entah dimana kuburan Nabi Ilyasa AS.
Namun, disebutkan ada “Makam Nabi Ilyasa AS” di Alaujam, daerah timur
Saudi Arabia. Namun dilaporkan bahwa makam ini telah dipindahkan oleh
pemerintah karena tidak sejalan dengan ajaran Islam Sunni, meskipun di di masa
lampau dikunjungi pendatang dari luar negeri.
Wallahu a’lam bi showwab…
Wassalamu ‘alaykum wa rahmatullahi ta’ala wa barakatuh…

Kesimpulan dari Kisah Nabi Ilyasa AS


1. Nabi Ilyasa AS adalah anak angkat Nabi Ilyas AS. Kedua-duanya itu adalah
Nabi dan Rasul Allah.
2. Pada masa hidup Nabi lIyasa AS, umat Bani Israil hidup aman dan makmur,
karena mereka adalah orang-orang yang taat kepada ajaran Allah SWT yang
disampaikan oleh Beliau.
3. Setelah Nabi lIyasa AS wafat, umatnya kembali menjadi orang-orang yang
durhaka kepada Allah. Allah melenyapkan segala nikmat dan kesenangan
hidup mereka dan akhirnya mereka mendapat kesengsaraan. Selanjutnya
pada zaman itu lahirlah Nabi Yunus AS. (Baca Kisah Nabi Yunus AS Dan
Kaumnya)
4. Tiap-tiap umat yang durhaka di muka bumi ini, didatangkanlah oleh Allah
siksaan kepada mereka dan Allah mengganti lagi dengan umat yang baru.