Anda di halaman 1dari 27

1

  • 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah “telaah” terdiri

atas tiga suku kata, yaitu te-la-ah yang artinya penyelidikan, kajian, pemeriksaan, penelitian. Sedangkan buku adalah lembar kertas yang berjilid, berisi tulisan atau kosong; kitab (KBBI 1994: 152) dan teks adalah bahan tertulis untuk dasar

memberikan pelajaran, berpidato, dsb (KBBI 1994: 1024).

Maka dapat disimpulkan bahwa telaah buku teks adalah kegiatan penyelidikan, pengkajian, pemeriksaan dan penelitian terhadap bahan tertulis yang berisikan sumber pelajaran berbentuk buku sesuai dengan standar dan kualifikasi yang relevan.

Sangat jelas betapa pentingnya menelaah buku teks untuk menganalisis kempetensi, relevansi dan sesuai atau tidaknya buku teks tersebut dengan silabus, dan guna mengevaluasi untuk buku teks mendatang.

Buku teks yang baik harus memenuhi kriteria-kriteria yang telah ditetapkan seperti yang diungkapkan oleh Greene dan Petty dalam Tarigan (1986:86) yaitu “sudut pandang (point of view), kejelasan konsep,relevan dengan kurikulum,menarik minat menumbuhkan motivasi,menstimuli aktivitas siswa, ilustratif, komunikatif,

menunjang mata pelajaran lain,menghargai perbedaan individu.”

2

  • 1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:

  • 1. Bagaimana kriteria buku teks yang baik dan sesuai dengan kurikulum 2013 pada materi struktur atom?

  • 2. Apa saja identitas buku yang akan ditelaah?

  • 3. Bagaimana hasil analisis dalam kelayakan materi, kelayakan Penyajian dan kelayakan bahasa?

  • 1.3 Tujuan Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka diperoleh tujuan sebagai berikut:

    • 1. Mengetahui kriterian buku teks yang baik dan sesuai dengan krikulum 2013.

    • 2. Mengetahui identitas buku teks yang akan ditelaah.

    • 3. mengetahui hasil analisis dalam kelayakan materi, kelayakan Penyajian dan kelayakan Bahasa.

3

BAB II LANDASAN TEORI

  • 2.1 Pengertian Buku Teks

Buku teks dan bahan ajar merupakan substansi penting dalam proses belajar mengajar yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain karena buku teks adalah salah satu dari sekian banyak bahan ajar. Berikut akan dijelaskan lebih lanjut definisi buku teks menurut para ahli :

  • 1. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 11 Tahun 2005 menjelaskan bahwa buku teks (buku pelajaran) adalah buku acuan wajib untuk digunakan di sekolah yang memuat materi pembelajaran dalam rangka peningkatan keimanan dan ketakwaan, budi pekerti dan kepribadian, kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kepekaan dan kemampuan estetis, potensi fisik dan kesehatan yang disusun berdasarkan standar nasional pendidikan.

  • 2. Direktorat Pendidikan Menengah Umum (2004: 3) menyebutkan bahwa buku teks atau buku pelajaran adalah sekumpulan tulisan yang dibuat secara sistematis berisi tentang suatu materi pelajaran tertentu, yang disiapkan oleh pengarangnya dengan menggunakan acuan kurikulum yang berlaku.

  • 3. Buku teks adalah buku yang dirancang untuk penggunaan di kelas, dengan cermat disusun dan disiapkan oleh para pakar atau para ahli dalam bidang tersebut dan diperlengkapi dengan sarana-sarana pengajaran yang sesuai dan serasi (Bacon, 1935).

  • 4. Dalam buku Telaah Buku Teks Bahasa Indonesia (Tarigan, 1986: 13) disimpulkan bahwa buku teks adalah buku pelajaran dalam bidang studi tertentu, yang merupakan buku standar, yang disusun oleh para pakar dalam bidang itu untuk maksud dan tujuan-tujuan intruksional, yang diperlengkapi dengan sarana-sarana pengajaran yang serasi dan mudah dipahami oleh para

4

pemakainya di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi sehingga dapat menunjang suatu program pengajaran.

  • 2.2 Pengertian Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 (K-13) adalah kurikulum yang berlaku dalam Sistem Pendidikan Indonesia. Kurikulum ini merupakan kurikulum tetap diterapkan oleh pemerintah untuk menggantikan Kurikulum-2006 (yang sering disebut sebagai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang telah berlaku selama kurang lebih 6 tahun. Kurikulum 2013 masuk dalam masa percobaanya pada tahun 2013 dengan menjadikan beberapa sekolah menjadi sekolah rintisan.

Pada tahun ajaran 2013/2014, tepatnya sekitar pertengahan tahun 2013, Kurikulum 2013 diimpelementasikan secara terbatas pada sekolah perintis, yakni pada kelas I dan IV untuk tingkat Sekolah Dasar, kelas VII untuk SMP, dan kelas X untuk jenjang SMA/SMK, sedangkan pada tahun 2014, Kurikulum 2013 sudah diterapkan di Kelas I, II, IV, dan V sedangkan untuk SMP Kelas VII dan VIII dan SMA Kelas X dan XI. Jumlah sekolah yang menjadi sekolah perintis adalah sebanyak 6.326 sekolah tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

Kurikulum 2013 memiliki empat aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, aspek sikap, dan perilaku. Materi pelajaran tersebut (terutama Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) disesuaikan dengan materi pembelajaran standar Internasional (seperti PISA dan TIMSS) sehingga pemerintah berharap dapat menyeimbangkan pendidikan di dalam negeri dengan pendidikan di luar negeri. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, nomor 60 tahun 2014 tanggal 11 Desember 2014, pelaksanaan Kurikulum 2013 dihentikan dan sekolah-sekolah untuk sementara kembali menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, kecuali bagi satuan pendidikan dasar dan menengah yang sudah melaksanakannya selama 3 (tiga) semester.

5

2.3 Materi

5 2.3 Materi

6

BAB III PEMBAHASAN

  • 3.1 Kriteria Buku Teks Yang Baik Sesuai dengan Kurikulum 2013

    • 3.1.1 Kesesuaian dengan SKL

Kesesuaian dengan SKL akan dilihat dari tiga dimensi yaitu sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Kesesuaian buku teks dengan SKL dapat dianalisis dengan mencocokkan ketiga dimensi tersebut dengan kegiatan-kegiatan yang terdapat pada tiap pelajaran

  • 3.1.2 Kesesuaian dengan KI

Penilaian terhadap kesesuaian dengan Kompetensi Inti (KI) dapat dianalisis dengan mencocokan KI yang terdapat dalam silabus dengan kegiatan pembelajaran yang terdapat dalam masing-masing pelajaran.

Contoh Kompetensi Inti pada kurikulum 2013:

  • 1. Mengahayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya Berdasarkan buku teks yang ditelaah mengenai Kompetensi Inti (KI1) dapat lihat pada buku kimia untuk SMA/MA kelas 10 pada halaman 37, materi model atom niels bohr dan konfigurasi electron.

  • 2. Menghayati, mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, damai, toleran), santun, responsive dan pro aktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. Berdasarkan buku teks yang ditelaah mengenai Kompetensi Inti (KI2) dapat lihat pada buku kimia untuk SMA/MA kelas 10 pada halaman 39.

7

  • 3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan factual, konseptual, procedural berdasarkan rasa ingin tahu tentang ilmu pengetahuan teknologi, seni, budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaran, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan procedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

  • 4. Mengola, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan diri yang dipelajarinya disekolah secara mandiri dan mapu mengunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

    • 3.1.3 Kesesuaian dengan KD

Kesesuaian dengan Kompetensi Dasar (KD) dapat dianalisis dengan mencocokkan tugas-tugas yang terdapat dalam buku teks dengan KD yang terdapat dalam silabus.

Contoh Kompetensi Dasar pada kurikulum 2013:

  • 1. Menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi sebagai wujud kebesaran tuhan YME dan pengetahuan tentang struktur partikel materi sebagaihasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentative

  • 2. Menunjukan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif, terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, keritis, kreaktif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari hari.

  • 3. Menganalisis perkembangan model atom.

8

  • 3.1.4 Kecukupan materi ditinjau dari cakupan konsep/materi esensial dan alokasi waktu.

Penilaian kecakupan materi ditinjau dari cakupan konsep dapat dianalisis dengan mencocokkan konsep materi-materi yang terdapat dalam buku teks dengan konsep materi yang terdapat dalam silabus. Sedangkan penilaian kecakupan materi ditinjau dari alokasi waktu dapat dilakukan dengan menghitung hari belajaran efektif dalam satu tahun pelajaran lalu dibandingkan dengan alokasi waktu yang terdapat dalam silabus serta jumlah materi yang harus dipelajari siswa dalam tiap pelajaran.

  • 3.1.5 Kedalaman materi ditinjau dari Pola pikir keilmuan dan Karakteristik siswa.

Kedalaman materi ditinjau dari pola pikir keilmuan dan karakteristik siswa dapat dianalisis dengan membandingkan materi yang terdapat pada setiap pelajaran dengan karakteristik siswa SMA yang akan dilihat dari segi kognitif dan bahasa.

  • 3.1.6 Penerapan Pendekatan Saintifik

Pendekatan adalah konsep dasar yang mewadahi, menginspirasi, menguatkan, dan melatari pemikiran tentang bagaimana metode pembelajaran diterapkan berdasarkan teori tertentu. Oleh karena itu banyak pandangan yang menyatakan bahwa pendekatan sama artinya dengan metode. Pendekatan ilmiah berarti konsep dasar yang menginspirasi atau melatar belakangi perumusan metode mengajar dengan menerapkan karakteristik yang ilmiah. Pendekatan pembelajaran ilmiah (scientific teaching) merupakan bagian dari pendekatan pedagogis pada pelaksanaan pembelajaran dalam kelas yang melandasi penerapan metode ilmiah.

Proses pembelajaran yang mengimplementasikan pendekatan scientific akan menyentuh tiga ranah, yaitu: sikap (afektif), pengetahuan (kognitif), dan keterampilan (psikomotor). Dengan proses pembelajaran yang demikian maka diharapkan hasil

9

belajar melahirkan peserta didik yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi.

Kesesuaian penerapan pendekatan saintifik dengan buku teks dapat dilihat dari tugas-tugas yang terdapat pada masing-masing kegiatan. Penyesuaian tersebut bertujuan untuk menganalisis apakah tugas-tugas yang terdapat dalam setiap kegiatan dapat digunakan dalam rangkaian pembelajaran saintifik meliputi mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan.

  • 3.1.7 Penilaian Autentik yang Tersedia dalam Buku Siswa

Penilaian pengetahuan penilaian keterampilan, dan penilaian sikap Penilaian pengetahuan berupa tes tulis ( soal pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benar-salah, menjodohkan, dan uraian) dan tes lisan berupa daftar pertanyaan. Penilaian Keterampilan yang berupa penilaian praktek, penilaian proyek dan penilaian portofolio, penilaian sikap mencakup sikap siswa ketika di kelas, maupun luar kelas.

Penilaian autentik adalah istilah yang diciptakan untuk menjelaskan berbagai metode penilaian alternatif yang memungkinkan siswa dapat mendemonstrasikan kemampuannya dalam menyelesaikan tugas-tugas dan menyelesaikan masalah. Sekaligus, mengekspresikan pengetahuan dan keterampilannya dengan cara mensimulasikan situasi yang dapat ditemui di dalam dunia nyata di luar lingkungan sekolah (Hymes, 1991). Dalam hal ini adalah simulasi yang dapat mengekspresikan prestasi (performance) siswa yang ditemui di dalam praktik dunia nyata. Penilaian autentik dapat dibuat oleh guru sendiri, guru secara tim, atau guru bekerja sama dengan siswa. Dalam penilaian autentik, keterlibatan siswa sangat penting. Asumsinya peserta didik dapat melakukan aktivitas belajar secara lebih baik jika mereka tahu bagaimana akan dinilai. Peserta didik diminta untuk merefleksikan dan mengevaluasi kinerja mereka sendiri dalam rangka meningkatkan pemahaman yang lebih dalam tentang tujuan pembelajaran serta mendorong kemampuan belajar yang lebih tinggi. Pada penilaian autentik, guru menerapkan kriteria yang berkaitan

10

dengan konstruksi pengetahuan, kajian keilmuan, dan pengalaman yang diperoleh dari luar sekolah. pengertian penilaian autentik menurut para ahli 1. Penilaian otentik adalah penilaian yang mengharuskan siswa untuk menunjukkan pengetahuan (knowledge ), sikap (afective), keterampilan (skills) dan kemampuannya (ability) dalam situasi yang nyata/real life situations (Popham, 1995; Bookhart, 2001). 2. Penilaian otentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai mulai dari masukan (input), proses,dan keluaran (output) pembelajaran. (Permendikbud No 66/2013).

  • 3.2 Identitas buku

Judul Buku Kontributor Naskah Penelaah Penyedia Penerbitan Tahun terbit Halaman Ditujukan untuk ISBN

: Buku Kimia Untuk SMA/MA Kelas X : Drs. Unggul Sudarmo, M.Pd : Diskusi II : PT. Gelora Aksara Pratama : 2013 : 26-39 : untuk Kelas X SMA dan MA : 978-602-241-473-5 (jilid lengkap)

11

3.3

Hasil analisis dalam kelayakan materi, kelayakan penyajian dan kelayakan bahasa Buku

  • 1. KELAYAKAN MATERI

KESESUAIAN URAIAN MATERI DENGAN KI DAN KD

Butir 1

Kelengkapan materi

Komentar

Deskripsi

Materi yang disajikan mencakup semua

Materi yang disajikan sudah sesuai KI dan KD:

materi yang terkandung dalam Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD).

Untuk KI I dan KD 1.1, KD 1,2 ada di halaman 37 Untuk KI 2 dan KD 2.3 ada di halaman 39

Butir 2

Kedalaman materi

Deskripsi

Materi yang disajikan mulai dari pengenalan konsep, defenisi, prosedur, tampilan

Semua materi yang disajikan sudah sesuai dengan penjelasan yang tertera pada Kompetensi Dasar (KD). Salah satu contohnya adalah:

output, contoh kasus, latihan, sampai dengan interaksi antar konsep sesuai dengan tingkat pendidikan peserta didik dan sesuai yang diamanatkan kompetensi dasar (KD)

Pada awal bab ini, terdapat peta konsep yang merupakan penjabaran secara singkat mengenai materi yang akan dipaparkan pada isi bab. Pada setiap subbab, dijelaskan mengenai apa itu atom, inti atom, model atom, electron, dan unsur serta di berikan beberapa gambar, contoh contoh dan latihan soal.

12

  • B. KEAKURATAN MATERI

Butir 3

Keakuratan versi dan spesifik materi

Deskripsi

Versi dan spesifikasi materi dinyatakan secara eksplisit sehingga tidak

Versi dan spesifikasi materi dalam buku ini dinyatakan secara eksplisit sehingga tidak membingungkan

membingungkan peserta didik.

peserta didik. Salah satu contohnya:

Pada bab ini Versi dan spesifikasi materi sudah cukup jelas. Untuk contohnya pada halaman 31 36 dimana pada buku ini dijelaskan secara spesifik awal ditemukannya electron, inti atom, proton dan neutron. Selain itu juga materinya dinyatakan secara eksplisit sehingga tidak membingungkan peserta didik.

Butir 4

Keakuratan istilah

Deskripsi

Istilah-istilah teknis sesuai dengan kelaziman yang berlaku di bidang/ilmu

Istilahistilah teknis yang digunakan dalam bab ini telah sesuai dengan bahasa kimia. Salah satu contoh buktinya adalah :

Kimia.

Halaman 36 dan 37, Isotop, Isobar dan Isoton

Butir 5

Keakuratan notasi, symbol dan ikon

Deskripsi

Notasi, simbol, dan ikon disajikan secara

Untuk keakuratan notasi , simbol serta ikon telah sesuai dengan yang

13

 

benar menurut kelaziman yang

digunakan di bidang/ilmu kimia. Salah satu contohnya adalah :

digunakan dalam bidang/ilmu Kimia.

Halaman 37, C (karbon) dan H (Hidrogen).

C.

KEMUTAKHIRAN MATERI

 

Butir 6

Kesesuaian materi dengan perkembangan kimia

Deskripsi

Materi yang disajikan aktual yaitu sesuai dengan perkembangan keilmuan kimia.

Materi yang disajikan sesuai dengan perkembangan kimia, salah satu.

Butir 7

Gambar, diagram, dan ilustrasi actual.

Deskripsi

Gambar, diagram/grafik dan ilustrasi diutamakan yang aktual, dapat

Pada buku ini terdapat gambar yang telah sesuai dengan penjelasan materi yang sudah ada. Salah satu contohnya adalah :

juga dilengkapi penjelasan/ perbandingan dengan perangkat yang telah ada sebelumnya.

Pada halaman 33 terdapat gambar model atom Rutherford yang menjelakan mengenai materi struktur atom pada bab ini.

D.

MENDORANG KEINGINTAHUAN

 

Butir 8

Mendorong rasa ingin tahu

Deskripsi

Uraian, latihan atau contoh-contoh kasus

Uraian yang diberikan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu peserta

14

 

yang disajikan mendorong peserta didik untuk mengerjakannya lebih jauh dan menumbuhkan kreativitas

didik , salah satu contohnya pada halaman 36. Contoh ini sangat memacu motivasi siswa untuk merasa ingin tahu. Dimana siswa ingin mengetahui unsur sama tetapi memiliki massa yang berbeda.

Butir 9

Mendorong keinginan untuk mencari informasi lebih jauh

Deskripsi

Terdapat link hypermedia yang dapat mendorong keinginan peserta didik untuk mencari informasi lebih jauh. Contoh:

Pada bab ini terdapat Link hypermedia yang dapat mendorong keinginan peserta didik untuk mencari informasi lebih lanjut.

Diberikan link yang terkait dengan penjelasan lanjut tentang suatu materi, link tentang software pengolah kata yang dapat digunakan secara gratis dll.

  • E. PRAKTIKUM DAN KEWIRAUSAHAAN

Butir 10

Menyajikan prosedur keselamatan kerja

Deskripsi

Uraian materi yang

Pada bab ini tidak terdapat kegiatan

15

 

berkaitan dengan baik keamanan perangkat, data, dan keselamatan manusia disertai prosedur keselamatan kerja yang memadai.

praktikum.

Butir 11

Menumbuhkan

semangat

kewirausahaan

Deskripsi

Latihan atau contoh- contoh yang disajikan memotivasi peserta didik untuk bekerja keras sehingga menghasilkan sesuatu yang mempunyai nilai guna.

Pada bab ini telah dijelaskan secara detail mengenai materi-materinya. Kemudian diberikan latihan-latihan, contoh-contoh semata-mata hanya untuk menumbuhkan keterampilan serta kreativitas peserta didik dalam memahami materi tersebut, hanya saja belum sampai kearah untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai guna. Contohnya : halaman 38 dan 39

Butir 12

Memberikan tugas praktikum

Deskripsi

Tugas-tugas praktikum perlu diberikan baik untuk perorangan maupun untuk kelompok.

Pada bab ini diberikan tugas-tugas praktikum untuk perkelompok juga individu, salah satu contohnya di halaman 39 terdapat tugas untuk para isswa kerjakan.

16

 

keterampilan teknis

Deskripsi

Uraian prosedur penggunaan peralatan/software yang disajikan dapat diikuti dan dilaksanakan oleh peserta didik sehingga meningkatkan ketrampilan teknis dari peserta didik.

Pada bab ini tidak terdapat prosedur penggunaan peralatan/software

   

II.

KELAYAKAN PENYAJIAN

 
 

TEKNIK PENYAJIAN

Butir 14

Konsistensi sistematika sajian dalam bab

Deskripsi

Sistematika penyajian dalam bab taat asas (memiliki pendahuluan, isi dan penutup).

Pada bagian pendahuluan, penyajian materi pada setiap bab Diawali dengan sebuah gambar yang berkaitan dengan konsep materi pada setiap bab , tujuan pembelajaran dan karakter yang akan dikembangkan. Lalu dilanjutkan dengan peta konsep, dan penjelasan sekilas tentang materi untuk menarik perhatian peserta didik agar lebih

17

 

memotivasi untuk belajar. Pada bagian isi, disajikan materi yang semuannya berkaitan tentang materi yang dibahas serta beberapa contoh soal di akhir pembahasan sub materi. Pada bagian penutup terdapat soal sola latihan menguji kompetensi peserta didik.

Butir 15

Keruntunan konsep

Deskripsi

Penyajian konsep disajikan secara runtun mulai dari yang mudah ke sukar, dari yang konkret ke abstrak dan dari yang sederhana ke kompleks, dari yang dikenal sampai yang belum dikenal. Materi bagian sebelumnya bisa membantu pemahaman materi pada bagian selanjutnya.

Pada bab ini materi yang disajikan sudah secara runtun dan sistematis, dari yang mudah ke yang sulit. sehingga penyusunan penyajian konsep seperti ini sangat bagus karena memudahkan peserta didik untuk memahami materi yang saling berkaitan dengan materi sebelumnya.

B.

PENDUKUNG PENYAJIAN

 

Butir 16

Pembangkit motivasi belajar pada awal bab

Deskripsi

Terdapat uraian tentang apa yang akan dicapai peserta didik setelah

Dalam bab ini terdapat penjabaran apa saja yang harus dikuasai peserta didik pada setiap awal

18

 

mempelajari bab tersebut dalam upaya membangkitkan motivasi belajar.

subbab. Berbagai kegiatan pun tersedia seperti diskusi, evaluasi, dan contoh untuk mengajak peserta didik berpikir dan melatih keterampilan sebagai salah satu hal yang mesti dikuasai peserta didik.

Butir 17

Contoh-contoh soal dalam setiap bab (Tingkat kesulitan,PISA)

Deskripsi

Terdapat contoh-contoh soal yang dapat membantu menguatkan pemahaman konsep yang ada dalam materi. Setiap contoh perlu dilengkapi dengan bukti hasil percobaan (output).

Terdapat contoh soal pada setiap bab yang memiliki tingkat kesulitan sesuai dengan PISA dapat membantu menguatkan pemahaman siswa, terdapat pada halaman 38

Butir 18

Kata-kata kunci baru pada setiap awal bab

Deskripsi

Kata-kata kunci baru yang akan dipelajari pada bab terkait perlu disebutkan pada setiap awal tersebut.

Pada buku terdapat kata kunci yang terkait mengenai kata-kata yang akan dipelajari. Contohnya pada halaman 28 terdapat kata kunci : inti atom, isobar, isoton, isotop dll.

Butir 19

Soal latihan pada setiap akhir bab (Variasi tingkat kesulitan, PISA)

19

Deskripsi

Soal-soal yang dapat melatih kemampuan memahami dan menerapkan konsep yang berkaitan dengan materi dalam bab sebagai umpan balik disajikan pada setiap akhir bab.

Pada bab ini tersedia latihan- latihan soal dimana soal-soal tersebut bervariasi sesuai dengan tingkat kesulitannya yang membuat siswa semakin paham atas materi tersebut. Terdapat di halaman 39 40

Butir 20

Rangkuman

Deskripsi

Rangkuman merupakan konsep kunci bab yang bersangkutan yang dinyatakan dengan kalimat ringkas dan jelas, memudahkan peserta didik memahami keseluruhan isi bab.

Pada bab ini terdapat rangkuman yang menjelaskan konsep kunci bab. Pada halaman 57

Butir 21

Lampiran

Deskripsi

Lampiran memuat informasi atau bahan pendukung, antara lain data dan program yang diujicobakan dalam buku dan bahan latihan lanjut. Lampiran bisa disimpan dalam CD atau dapat diakses lewat internet.

Tidak terdapat lampiran pada bab ini.

C. PENYAJIAN PEMBELAJARAN

 

20

Butir 22

Keterlibatan Peserta Didik

Deskripsi

Penyajian materi bersifat

Salah satu contohnya adalah :

interaktif dan partisipatif (ada bagian yang mengajak pembaca untuk berpartisipasi misalnya dengan mengajak peserta mencoba latihan dengan data baru).

Pada bab ini, keterlibatan peserta didik sudah baik agar peserta didik bersifat interaktif dengan melakukan percobaan-percobaan sendiri serta mengerjakan latihan- latihannya.

Butir 23

Kesesuaian dengan Karakteristik kimia

Deskripsi

Metode dan pendekatan penyajian diarahkan ke metode inkuiri/eksperimen, di akhir setiap bab minimum memuat materi/latihan yang dapat dipraktekkan oleh peserta didik.

Penyajian materi di setiap subbab memenuhi kesesuaian antara materi dan aplikasinya pada setiap subbab.

D. KOHERENSI DAN KERUNTUTAN

 

Butir 24

Kertautan Antar Bab/Subbab/Alinea

Deskripsi

Penyampaian pesan antara sub bab dengan bab lain/subbab dengan subbab/antaralinea dalam

Materi yang disampaikan runtut, contohnya pada materi teori tentang atom,struktur atom, tanda atom, model atom niels bohr dan

21

   

subbab yang berdekatan mencerminkan keruntutan dan keterkaitan isi.

konfigurasi electron.

Butir 25

Keutuhan Makna dalam Bab/Subbab/Alinea

Deskripsi

Pesan atau materi yang disajikan dalam satu bab/subbab/alinea harus mencerminkan kesatuan tema.

Dalam bab ini subbab-subbabnya masih membahas satu bahasan yang sama sesuai dengan judul bab.

   

III. KELAYAKAN KEBAHASAAN

 

LUGAS

Butir 26

Ketepatan struktur kalimat

Deskripsi

Kalimat yang dipakai mewakili isi pesan atau informasi yang ingin disampaikan dengan tetap mengikuti tata kalimat Bahasa Indonesia.

Kalimat yang dipakai mewakili isi pesan atau informasi yang ingin disampaikan dengan tetap mengikuti tata kalimat Bahasa Indonesia.

Butir 27

Keefektifan kalimat

Deskripsi

Kalimat yang dipakai

Kalimat yang digunakan

22

 

sederhana dan langsung ke sasaran.

sudah tepat dan menggunakan bahasa yang baik dan benar. mengenai keafektifan kalimat yang digunakan pada buku ini sudah baik karena bahasanya mudah dimengerti dan dipahami oleh peserta didik.

Butir 28

Kebakuan istilah

Deskripsi

Istilah yang digunakan sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia

Pada buku istilah yang digunakan sesuai dengan kamus besar bahasa Indonesia, istilah asing dicetak miring atau diberi tandaa kutip.

B.

KOMUNIKATIF

Butir 29

Pemahaman terhadap pesan atau informasi

Deskripsi

Pesan atau informasi disampaikan dengan bahasa yang menarik dan lazim dalam komunikasi tulis Bahasa Indonesia.

Pesan yang disajikan dengan bahasa yang menarik, jelas, tepat sasaran, tidak menimbulkan makna ganda ( menggunakan kalimat efektif ) dan lazim dalam komunikasi tulis bahasa Indonesia sehingga

23

 

mendorong peserta didik untuk mempelajari buku tersebut secara tuntas. Sama dengan bab-bab sebelumnya, penggunaan bahasa yang komunikatif terdapat baik pada buku ini.

  • C. DIALOGIS DAN INTERAKTIF

Butir 30

Kemampuan memotivasi peserta didik

Deskripsi

Bahasa yang digunakan mampu merangsang peserta didik untuk mempertanyakan suatu hal lebih jauh, dan mencari jawabnya secara mandiri dari buku teks atau sumber informasi lain.

Bahasa yang digunakan dalam buku ini mampu merangsang peserta didik untuk mempertanyakan suatu hal lebih jauh, dan mencari jawabannya secara mandiri dari buku teks atau sumber informasi lain. Contoh:

 

Peserta didik diberi soal atau kegiatan berpikir.

Butir 31

Mendorong berpikir kritis

Deskripsi

Bahasa yang digunakan dalam menjelaskan suatu konsep harus sesuai

Bahasa yang digunakan dalam menjelaskan suatu konsep sudah sesuai

24

dengan tingkat perkembangan kognitif peserta didik.

dengan tingkat perkembangan kognitif peserta didik.

  • D. KESESUAIAN DENGAN PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

Butir 32

Kesesuaian dengan tingkat perkembangan intelektual peserta didik

Deskripsi

Bahasa yang digunakan dalam menjelaskan suatu konsep harus sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif peserta didik.

Bahasa yang digunakan dalam menjelaskan suatu konsep sudah sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif peserta didik.

Butir 33

Kesesuaian dengan tingkat perkembangan emosional peserta didik

Deskripsi

Bahasa yang digunakan sesuai dengan tingkat kematangan emosional peserta didik

Pada butir kesesuaian tingkat perkembangan emosional peserta didik , bahasa yang digunakan telah sesuai dengan tingkat peserta didik tersebut. Karena pada usia 16-17 tahun, peserta didik lebih mudah dalam mengerti, memahami, dan

25

 

menganalisis.

E.

KESESUAIAN DENGAN KAIDAH BAHASA INDONESIA

Butir 34

Ketepatan tata bahasa

Deskripsi

Tata kalimat yang digunakan untuk menyampaikan pesan mengacu kepada kaidah tata Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

ketetapan bahasa , tata kalimat yang digunakan untuk menyampaikan pesan mengacu kepada kaidah tata Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Butir 35

Ketepatan ejaan

Deskripsi

Ejaan yang digunakan mengacu kepada pedoman Ejaan Yang Disempurnakan.

ketepatan ejaan, ejaan yang digunakan sudah mengacu kepada pedoman Ejaan Yang Disempurnakan.

F.

PENGGUNAAN ISTILAH, SIMBOL ATAU IKON

 

Butir 36

Konsistensi penggunaan istilah

Deskripsi

Penggunaan istilah yang menggambarkan suatu konsep harus konsisten antar-bagian dalam buku.

Penggunaan istilah yang menggambarkan suatu konsep sudah konsisten antar-bagian dalam buku.

26

3.1 Kesimpulan

BAB IV

PENUTUP

Buku teks adalah sarana belajar yang biasa digunakan di sekolah-sekolah dan diperguruan tinggi untuk menunjang suatu program pembelajaran. Dalam proses pembelajaran inilah buku teks memiliki peran yang sangat penting sebagai referensi yang digunakan siswa untuk mengoptimalkan potensi-potensinya. Oleh karena itu, perlu adanya pemilihan buku teks yang baik mana yang akan digunakan di dalam pembelajaran.

Telaah buku teks adalah kegiatan penyelidikan, pengkajian, pemeriksaan dan penelitian terhadap bahan tertulis yang berisikan sumber pelajaran berbentuk buku sesuai dengan standar dan kualifikasi yang relevan. Ada 3 hal yang di telaah pada makalah ini yaitu kelayakan materi, kelayakan penyajian dan kelayakan bahasa.

27

DAFTAR PUSTAKA

Boylevis. (2014). Telaah Buku Teks Fisika SMA/MA Kelas XI Erlangga. [Online]

Tersedia:http://boylefis13.blogspot.co.id/2014/12/telaah-buku-teks-fisika-

smama-kelas-xi_5.html. Diakses 27 September 2017

Ganesha. (2017). Kurikulum 2013. [Online] Tersedia : Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.htm. Diakses 26 September 2017

Mega Lestari. (2014). RPP Kimia Kelas X BAB 2 Struktur Atom. [Online] Tersedia :

Diakses 27 September 2017