Anda di halaman 1dari 27

Kasus : Ny.M umur 28 tahun.

Ia hamil 20 minggu dengan keluhan mudah lelah,sesak


nafas,sianosis,nadi tidak teratur,terdapat bengkak pada pulmona.
A. Pengkajian
Tanggal masuk : 27 Mei 2009
Jam : 12.00
DX Medis : Penyakit jantung

Biodata
1. Nama : Ny. M
Umur : 28 tahun
Alamat : Gambiran UH 5 Yogyakarta
Agama : Islam
Jenis Kelamin : Perempuan
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Wiraswasta

Biodata penanggung jawab


Nama : Tn. S
Umur : 32 tahun
Alamat : Gambiran UH 5 Yogyakarta
Agama : Islam
Jenis Kelamin : laki-laki
Hubungan dengan pasien : Istri

2. Riwayat Kesehatan
a. Keluhan utama
Bengkak pada pulmonal
b. Riwayat kesehatan sekarang
Pasien mengatakan mudah lelah, dispnea, nadi tidak teratur, sianosis
c. Riwayat kesehatan dahulu
Pasien belum pernah mengalami sakit dengan gejala seperti ini

d. Riwayat penyakit yang pernah dialami


Pasien pernah dirawat di rumah sakit karena penyakit demam berdarah selama 6 hari.
e. Riwayat kesehatan keluarga
Di dalam keluarga klien belum pernah ada yang mengalami sakit yang dialami klien.
f. Riwayat pengobatan dan alergi
3. Pola fungsi kesehatan
a. Pola persepsi terhadap kesehatan
Apabila klien sakit, biasanya membeliobat diwarung. Klien tinggal di lingkungan yang bersih.
b. Pola aktivitas
Aktivitas latihan selama sakit
Aktivitas
0
1
2
3
4
Makan
Mandi
Berpakaian
Eliminasi
Mobilitas ditempat tidur


Keterangan :
0 = Mandiri
1 = Dengan menggunakan alat bantu
2 = Dengan menggunakan bantuan dari orang lain
3 = Dengan bantuan dari orang lain dan alat bantu
4 = Tergantung total, tidak berpartisipasi dalam aktivitas
c. Pola istirahat tidur
Insomnia karena sesak napas
d. Pola nutrisi metabolic
Klien mengatakan nafsu makan menurun dan sering minum haus
e. Pola eliminasi
Menurunnya keluaran urine
f. Pemeriksaan fisik meliputi
1. Keadaan umum = composmetis
2. Pemeriksaan TTV
TD = sistolik < 130 mmHg dan diastolic > 60 mmHg
R = 28 x/menit
S = 36,7 oC
N = > 100 x/menit
3. Kepala
Inspeksi : bersih, rambut hitam panjang
Palpasi : tidak ada lesi ataupun benjolan
4. Mata
Bentuk simetris, konjungtiva pusat
5. Telinga
Pendengaran baik, warna normal, lubang telinga bersih
6. Hidung
Lubang hidung bersih dari kotoran
7. Bibir/mulut
Bibir kering, pecah-pecah, mulut agak bau
8. Dada
Inspeksi : bentuk simetris
Palpasi : kulit dada teraba hangat
Perkusi : normal
Auskultasi : suara paru vesikuler
9. Abdomen
Inspeksi : bentuk simetris tidak ada benjolan
Palpasi : tidak ada nyeri tekan
Perkusi : normal
Auskultasi : bunyi bising usus normal 35 x/menit
10. Anus dan rectal
Anus normal

11. Ekstremitas
Mengalami edemia ekstremitas bawah
4. Diagnose Keperawatan
a. Data focus
DO :
- Peningkatan volume sirkulasi
- Distritmia
- Perubahan kontraktilitas miokard
- Pasien tampak lemas
- Pasien terlihat sesak nafas
- Pasien terdapat bengkak pada pulmonal
- Pasien tampak sianosis
- Dada berdebar-debar
DS :
- Klien mengeluh mudah lelah
- Mengeluh sesak napas
- Mengeluh nyeri dada

Analisa Data
No
Problem
Symptom
Etiologi
1.
DS :
- Pasien mengatakan kakinya bengkak
- Pasien mengatakan dadanya terasa berebar-debar
DO :
- Distritmia
- Oedema ekstremitas pada pulmona
- Nadi 60 x/menit
- TD 110/50 mmHg
- Perubahan kontraktiktilitas
Resiko penurunan curah jantung
Perubahan after load dan kontraksi otot jantung
2.
DS :
Pasien mengatakan kekhawatiran
DO :
- Pasien tampak pucat
- Pasien tampak gelisah
- Pasien tampak resah
- Keluar keringat dingin
Cemas
Stress
3.
DS :
Pasien mengatakan tidak begitu mengetahui kondisi kesehatan yang dialami sekarang
DO :
- Pasien tampak kebingungan
- Pasien sering bertanya
- Pasien tampak gelisah
- Pasien tampak resah
Kurang pengetahuan
Mis Interprestasi informasi

Prioritas masalah
1. Resiko penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan after load dan kontraksi
otot jantung
2. Cemas berhubungan dengan stress
3. Mis interprestasi informasi berhubungan dengan kurang pengetahuan

INTERVENSI
No
Diagnosa
NOC
NIC
1.
Jantung
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24 jam cardiac output lebih adekuat dari
sebelumnya dengan ciriteria
Status sirkulasi
Cardiac care (4040)
· Evaluasi nyeri dada
· Catata tanda dan gejala penurunan curah cardiac output
· Monitor vital sign dengan teratur
· Monitor status cardiovaskuler
· Instrksi pasien untuk dibatasi aktivitas
· Monitor dispne, takipnea dan ortopnea
· Evaluasi respon pasien untuk distritmia
(090101)

(090103)

(090109)

(090120)
Tekanan darah sistolik dalam rentang normal
Tekanan darah diastolic dalam rentang normal
Denyut andi dalam rentang normal denyut periver kuat
Tidak menunjukkan oedema pulmona
2.
Cemas
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24 jam, klein bebas dari kecemasan criteria
hasil anxietas control (14020)
Anxiety redactor (5020)
· Awasi respon fisiologis takipnea, palpitasi, pusing
· Catat perubahan perilaku: gelisah, menolak, depresi
· Dorong untuk mengungkapkan tentang kecemasan dan ketakutan
· Jelaskan tentang proses penyakit, program pengobatan dan rencana tindakan
· Libatkan keluarga dalam membantu perawatan
· Motivasi melaukan relaksasi dengan nafas dalam
(14021)

(14023)
Mampu mengungkapkan perasaan
Menunjukkan rileks
3.
Misinterprestasi informasi
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24 jam, pasien dapat lebih mengerti tentang
penyakit proses penyakit (1803)
Anjurkan proses penyakit (1502)
· Kaji tingkat pengetahuan pasien berhubungan dengan penyakit
· Hindarkan harapan yang kosong
· Diskusikan pemilihan terapi/penanganan
· Identifikasi mkemungkinan penyebab dengan cara yang tepat
· Gambarkan proses penyakit yang sesuai
(1805)

(1806)

(1807)
Menggambarkan proses penyakit
Menggambarkan penyalat dan fakta yang berkontribusi
Menggambarkan tanda dan gejala

Implementasi
No
Implementasi
1.

2.

3.
- Meningkatkan istirahat dan menghilangkan factor nyeri
- Membatasijumlah pengunjung
- Monitor tekanan darah
- Monitor nadi
- Mendiskusikan tentang penyakit jantung
- Monitor kecemasan klien
- Monitor perilaku klien
- Memantau kesehatan klien
- Menginstruksikan pasien untuk tidak berfikiran berat melibatkan keluarga
- Memberikan penyuluhan kesehatan pada keluarga dan pasien
- Mengurangi tanda dan gejala penyakit
- Periksa kondisi janin dan ibu

No
Implementasi
1.

2.

3.
S=
O=
A=
P=
S=
O=
A=
P=
S=

O=
A=
P=
Klien menyatakan nyeri dada
Wajah klien tidak menampakkan nyeri
Tujuan tercapai sebagai
Lanjut intervensi 2-3
Klien mengatakan merasa takut dan cemas
Pasien tampak tenang dan rileks
Tujuan tercapai ebagai
Lanjut intervensi
Klien menyatakan tidak mengetahui penyakitnya dank lien tampak bingung
Klien sudah mulai mengerti penyakitnya dank lien tampak tenang
Tujuan teratasi sebagai
Lanjut intervensi
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL PATOLOGI
PADA NY Y G1P0Ab0 UMUR 21 TAHUN UK 37+1 MINGGU
DI BPS PARTINI,S.ST - GUNUNG KIDUL

No. Register : 045 / BPS/ BUMIL


Masuk RS tanggal/jam : 31 Januari 2013
Dirawat diruang :-

I. PENGKAJIAN DATA, Tanggal/Pukul : 31 Januari 2013/pukul 15.00 Oleh : Bidan


A. Biodata Ibu Suami
1. Nama : Ny. Y Tn. P
2. Umur : 21 tahun 25 tahun
3. Agama : Islam Islam
4. Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia Jawa/Indonesia
5. Pendidikan : SMU SMU
6. Pekerjaan : IRT Buruh
7. Alamat : Menir RT 1/RW 3 Menir RT 1/RW 3
Gunung Kidul Gunung Kidul

B. DATA SUBYEKTIF
1. Alasan kunjungan
Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilanya

2. Keluhan utama
Ibu mengatakan sulit bernafas dan merasakan nyeri hebat pada daerah dada bagian
kiri.

3. Riwayat mensturasi
Menarce : 14 tahun Siklus : 28 hari
Lama : 7 hari Teratur : teratur
Sifat darah : cair Keluhan : tidak ada
4. Riwayat perkawinan
Status perkawinan : sah Menikah ke : 1
Lama : 1 tahun Usia menikah pertama : 20 tahun

5. Riwayat obstetrik
Persalinan Nifas
Hamil
jns peno
ke Tgl UK kompl JK BB Laktasi kompl
prsalinan long

1 Hamil ini
6. Riwayat kontrasepsi yang digunakan
Jenis Pasang Lepas
No tanggal Oleh tempat keluhan Tanggal oleh tempat alasan
kontrasepsi
1 Ibu mengatakan belum pernah menggunakan alat kontrasepsi

7. Riwayat kehamilan sekarang


a. HPM : 6-5-2012 HPL : 13-2-2013
b. ANC pertama umur kehamilan : 4 minggu
c. Kunjungan ANC
Trimester I
Frekuensi : 2x, Tempat :bidan , Oleh : bidan
Keluhan : tidak ada
Terapi : vitonal f 1x1/hari, vit C 1x1/hari
Trimester II
Frekuensi : 3x, Tempat : bidan , Oleh : bidan
Keluhan : tidak ada
Terapi : vitonal f 1x1/ hari, vit C 1x1/ hari

Trimester III
Frekuensi : 1x, Tempat : bidan,Oleh : bidan
Keluhan : rasa nyeri saat perut dipegang bagian atas
Terapi :

d. Imunisasi TT
TT I : 20-5-2012
TT II: 20-6-2012 TT III : 23-9-2012

e. Pergeraakan janin selama 24 jam (dalam sehari )


Ibu mengatakan merasakan pergerakan janin 2x/ jam dalam sehari

8. Riwayat kesehatan
a. Penyakit yang pernah/sedang diderita (menular, menurun dan menahun)
ibu mengatakan tidak pernah / tidak sedang menderita penyakit menular (TBC,
hepatitis, HIV) penyakit menurun(hipertensi, asma) dan ibu mengatakan punya
penyakit menahun jantung.

b. Penyakit yang pernah/sedanng diderita keluarga (menular, menurun dan menahun)


ibu mengatakakan keluarga tidak pernah / tidak sedang menderita penyakit menular
(TBC, hepatitis, HIV) penyakit menurun (hipertensi, asma) dan penyakit menahun
(jantung, paru-paru).
c. Riwayat keturunan kembar
ibu mengatakan tidak ada riwayat keturan kembar

d. Riwayat operasi
ibu mengatakan belum pernah operasi

e. Riwayat alergi obat


ibu mengatakan tidak ada riwayat alergi obat apapun

9. Pola pemenuhan kebutuhan sehari-hari


a. Pola nutrisi sebelum hamil saat hamil
Makan
Frekuensi : 3x/ hari 3x/ hari
Porsi : 1 piring 1 piring
Jenis : nasi, lauk, sayur nasi,sayur, lauk
Pantangan : tidak ada tidak ada
Keluhan : tidak ada tidak ada
Minum
Frekuensi : 10x/ hari 12x/ hari
Porsi : 1 gelas 1 gelas
Jenis : air putih, susu, teh nasi,sayur, lauk
Pantangan : tidak ada tidak ada
Keluhan : tidak ada tidak ada

b. Pola eliminasi
BAB
Frekuensi : 1x/ hari 1x/hari
Konsistensi : lembek lembek
Warna : kuning kuning
Keluhan : tidak ada tidak ada
BAK
Frekuensi : 6x/ hari 9x/hari
Konsistensi : cair cair
Warna : kuning jernih kuning jernih
Keluhan : tidak ada tidak ada

c. Pola istirahat
Tidur siang
Lama : 2 jam / jam 2 jam / jam
Keluhan : tidak ada tidak ada
Tidur malam
Lama : 8 jam / hari 8 jam / hari
Keluhan : tidak ada tidak ada

d. Personal hygiene
Mandi : 2x/ hari 2x/ hari
Ganti pakaian : 2x/ hari 2x/ hari
Gosok gigi : 2x/ hari 2x/ hari
Keramas : 4x/ minggu 4x/ minggu

e. Pola sexsualitas
Frekuensi : 4x/ minggu 1x/ minggu
Keluhan : tidak ada tidak ada

f. Pola aktifitas (terkait kegiatan fisik, olah raga)


ibu mengatakan selalu mengkuti kegiatan senam hamil dan jalan jalan pagi

10. Kebiasaan yang mengganggu kesehatan (merokok, minum jamu, minuman


berakohol)
ibu mengatakan tidak pernah melakukan kebiasaan yang mengganggu kesehatan
seperti merokok, minum jamu, minuman berakohol

11. Pisikososiospiritual (penerimaan ibu/suami/keluarga terhadap kehamilan, dukungan


sosial, perencanaan persalinan, pemberian ASI, perawatan bayi, kegiataan ibadah,
kegiataan sosial, dan persiapan keuangan ibu dan keluarga)
a. Ibu mengatakan suami dan keluarga sangat senang dengan kehamilanya
b. Ibu mengatakan mendapatkan dukungan sosial dari masyarakat
c. Ibu mengatakan sudah merencanakan persalinan di RB
d. Ibu mengatakan akan memberikan ASI esklusif pada bayinya
e. Ibu mengatakan ingin merawatbayinya sendiri dengan keluarga
f. Ibu mengatakan rajin beribadah
g. Ibu mengatakan selalu mengikuti kegiatan sosial
h. Ibu mengatakan sudah menyiapkan keuanganya untuk bersalin

12. Pengetahuan ibu ( tentang kehamilan, persalinan dan laktasi )


ibu mengatakan belum mengetahui tentang kehamilan, persalinan, dan laktasi

13. Lingkungan yang berpengaruh ( sekitar rumah dan hewan peliharaan)


ibu mengatakan dilingkungan rumah tidak memelihara hewan.
C. DATA OBYEKTIF
1. Pemeriksaan Umum
Keadaan umum : sulit bernafas
Kesadaran : composmetis
Status emosional : stabil
Tanda vital sign
Tekanan darah : 160/110 mmHg Nadi : 70x/ menit
Pernapasan : 10x/ menit Suhu : 38oC
Berat badan : 55 kg Tinggi bdn: 156 cm

2. Pemeriksaan Fisik
epala : mesosepal, tidak ada benjolan
ambut : lurus, hitam, tidak rontok, ddan tidak ketombe
Muka : oval, pucat, tidak odem, tidak ada bekas luka
Mata : simetris, tidak starbismus, konjungtiva putih, sklera putih, tidak ada tanda-tanda
infeksi
idung : simetri, berlubang, tidak polip
Mulut : bibir kering, tidak pecah-pecah, gusi tidak epulis, tidak ada stomatitis, gigi tidak
karies
elinga : simetris, pendengaran baik, tidak ada secret, gendang telinga tidak pecah
eher : tidak ada pembesaran kelenjar parotis, tiroid, limfe dan vena jugularis
ada : simetris, frekuensi nafas tidak teratur, sulit bernafas, tidak ada retraksi dinding dada,
tidak ada wezing
ayudara : simetris, puting menonjol, hiperpigmentasi mamae, kolostrum sudah keluar
bdomen : tidak ada bekas operasi, tidak ada linea alba, tidak ada striegravidarum

alpasi leopod
eopod I : teraba bulat, tidak melenting, lunak, berati letak letak di fundus bokong
epod II : bagian kanan teraba kecil-kecil,tidak ada tahanan berati ekstremitas, bagian kiri
teraba memanjang seperti papan,ada tahanan berarti punggung
eopod III : bagian terendah janin teraba bulat, melenting, keras, bisa digerakan berarti kepala
eopod IV :tangan tidak bisa bertemu berarti kepala masuk panggul
sborn test :-
FU menurut Mc.Donald : 33 cm
BJ : (31-11)x155=3100gr
uskultasi DJJ : 155x/ menit
kstremitas atas : jumlah jari lengkap, kuku tidak pucat, tidak terdapat odem, gerakan aktif
kstremitas bawah : jumlah jari lengkap, kuku tidak pucat, tidak odem, tidak varises, reflek patela positif
enetalia luar : bersih, tidak ada pembesaran kelenjar bartolini, tidak varises,
nus : bersih, belubang, tidak hemoroid
emeriksaan panggul (bila perlu) :-

3. Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan laborat
HB : 10 mg/ dl

4. Data penunjang
Tidak ada

II. INTEPRETASI DATA


A. Diagnosa Kebidanan
Seorang Ny Y umur 21 tahun G1P0Ab0 Uk 37 +1 minggu, janin tunggal, hidup
intrauteri, puki, preskep, suspect jantung derajat 2.
Ds : - ibu memgtakan ini kehamilan yang pertama
- ibu mengatakan baru berumur 21 tahun
- ibu mengatakan HPM : 6-5-2012
Do : - KU : sulit bernafas
- Kesadaran : composmetis
- vital sign : TD :16O/110 mmHg S :38oC
N :70x/ menit R :10x/menit
- TFU : 33 cm
-BB : 55kg
- DJJ : 155x/ menit, teratur
- Leopod I : teraba bokong
- Leopod II: teraba punggung disebelah kiri
- Leopod III : teraba kepala
- Leopod IV : teraba kepala sudah masuk panggul

B. Masalah
Ibu mengeluh nyeri pada dada bagian kiri serta mengalami ketidak mampuan
melakukan aktifitas normal.
C. Kebutuhan
KIE pada ibu tentang tanda-tanda penyakit jantung.
Penatalaksanaan penyakit jantung pada ibu hamil.

III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL


Tidak ada
IV. ANTISIPASI TINDAKAN SEGERA
- Lakukan pemasangan inhalasi O2
- Lakukan kolaborasi dengan dokter Sp.OG
- Lakukan rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap untuk penanganan
penyakit jantung.

V. PERENCANAAN Pukul : 15.10 WIB


1. Beritahu ibu tentang hasil pemeriksaan/kondisi ibu
2. Jelaskan pada ibu tentang kehamilan yang dialami
3. Beritahu ibu tentang tanda gejala yang dialami
4. Beritahu pada ibu tentang resiko yang akan dialami pada kehamilan
5. Beri KIE nutrisi ibu hamil
6. Lakukan rujukan
7. Dokumentasi
VI. PELAKSANAAN Pukul : 15. 15 WIB
1. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan
TD :16O/110 mmHg S :38oC DJJ : 155x/menit,teratur
N :70x/ menit R :10x/menit BB : 55 kg
2. Menjelaskan pada ibu bahwa kehamilannya mengalami komplikasi penyakit jantung
dan apabila tidak segera ditangani akan mengganggu kesehatan ibu serta janinnya
serta penyebab terjadinya penyakit jantung antara lain dikarenakan oleh :
Hipervolumia, Pembesaran rahim, Demam rematik.
3. Memberitahu ibu tentang tanda dan gejala penyakit jantung seperti : Aritmia,
Pembesaran jantung, Mudah lelah, Dispenea, Nadi tidak teratur, Edema pulmonal,
Sianosis
4. Memberitahu ibu tentang resiko yang akan terjadi pada kehamilan dengan penyakit
jantung seperti :
- Dapat terjadi abortus
- Prematuritas : lahir tidak cukup bulan.
- Dismaturitis : lahir cukup bulan namun dengan berat badan rendah.
- Lahir dengan apgar rendah atau lahir mati.
- Kematian jani dalam lahir ( KJDL )
5. Memberitahu ibu untuk makan,makanan yang bergizi yang mengadung protein
misalnya tahu, tempe, telor dan ikan. Karbohidrat misalnya nasi, roti, jagung,
singkong dan lain-lain. Vitamin misalnya buah-buahan dan sayuran. Mineral misalnya
susu dan sayuran hijau-hijauan. Memberitahu ibu agar tidak makan makanan yang
mengganggu kesehatan misalnya bahan makanan yang banyak mengadung bahan
pengawet, minum minuman berakohol, minum jamu dan merokok.
6. Melakukan rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap untuk penanganan
penyakit jantung.
7. Melakukan Pendokumentasi

VII. EVALUASI Pukul : 15.45 WIB


1. Ibu mengatakan sudah mengetahui tentang keadaanya
2. Ibu sudah mengetahui bahwa kehamilannya mengalami komplikasi.
3. Ibu telah mengetahui tentang tanda dan gejala penyakit jantung, ditandai dengan ibu
menganggukan kepala.
4. Ibu sudah mengetahui tentang resiko yang akan terjadi pada kehamilannya.
5. Ibu mengatakan sudah mengetahui tentang nutrisi ibu hamil dan ibu dapat
menjelaskan kembali
6. Sudah dilakukan rujukan ke fasilias kesehatan yang lebih lengkap untuk penanganan
penyakit jantung
7. Sudah dilakukan dokumentasi
Diagnose Keperawatan
a. Data focus
DO :
- Peningkatan volume sirkulasi
- Distritmia
- Perubahan kontraktilitas miokard
- Pasien tampak lemas
- Pasien terlihat sesak nafas
- Pasien terdapat bengkak pada pulmonal
- Pasien tampak sianosis
- Dada berdebar-debar
DS :
- Klien mengeluh mudah lelah
- Mengeluh sesak napas
- Mengeluh nyeri dada

Analisa Data
No Problem Symptom Etiologi
1. DS : Resiko penurunan curah Perubahan after load dan
Pasien mengatakan kakinya jantung kontraksi otot jantung
bengkak
Pasien mengatakan dadanya
terasa berebar-debar
DO :
Distritmia
Oedema ekstremitas pada
pulmona
Nadi 60 x/menit
TD 110/50 mmHg
Perubahan kontraktiktilitas
2. DS : Cemas Stress
Pasien mengatakan
kekhawatiran
DO :
Pasien tampak pucat
Pasien tampak gelisah
Pasien tampak resah
Keluar keringat dingin
3. DS : Kurang pengetahuan Mis Interprestasi informasi
Pasien mengatakan tidak
begitu mengetahui kondisi
kesehatan yang dialami
sekarang
DO :
Pasien tampak kebingungan
Pasien sering bertanya
Pasien tampak gelisah
Pasien tampak resah

Prioritas masalah
1. Resiko penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan after load dan
kontraksi otot jantung
2. Cemas berhubungan dengan stress
3. Mis interprestasi informasi berhubungan dengan kurang pengetahuan

INTERVENSI
No Diagnosa NOC NIC
1. Jantung Setelah dilakukan tindakan Cardiac care (4040)
keperawatan selama 
1x24 jam Evaluasi nyeri dada

cardiac output lebih adekuat dari Catata tanda dan gejala

sebelumnya dengan ciriteria penurunan curah cardiac output


Status sirkulasi  Monitor vital sign dengan
(090101) Tekanan darah sistolik teratur
dalam rentang normal  Monitor status cardiovaskuler
(090103) Tekanan darah diastolic
 Instrksi pasien untuk dibatasi
dalam rentang normal aktivitas
(090109) Denyut andi dalam  Monitor dispne, takipnea dan
rentang normal denyut ortopnea
periver kuat  Evaluasi respon pasien untuk
(090120) Tidak menunjukkan distritmia
oedema pulmona
2. Cemas Setelah dilakukan tindakan Anxiety redactor (5020)

keperawatan selama 1x24 jam, Awasi respon fisiologis

klein bebas dari kecemasan criteria takipnea, palpitasi, pusing


hasil anxietas control (14020)  Catat perubahan perilaku:
(14021) Mampu gelisah, menolak, depresi
mengungkapkan  Dorong untuk mengungkapkan
perasaan tentang kecemasan dan
(14023) Menunjukkan rileks ketakutan
 Jelaskan tentang proses
penyakit, program pengobatan
dan rencana tindakan
 Libatkan keluarga dalam
membantu perawatan
 Motivasi melaukan relaksasi
dengan nafas dalam
3. Misinterprestasi informasi Setelah dilakukan tindakan Anjurkan proses penyakit
keperawatan selama 1x24 jam, (1502)

pasien dapat lebih mengerti tentang Kaji tingkat pengetahuan

penyakit proses penyakit (1803) pasien berhubungan dengan


(1805) Menggambarkan proses
penyakit
penyakit  Hindarkan harapan yang
(1806) Menggambarkan
kosong
penyalat dan fakta yang
 Diskusikan pemilihan
berkontribusi terapi/penanganan
(1807) Menggambarkan tanda  Identifikasi mkemungkinan
dan gejala penyebab dengan cara yang
tepat
 Gambarkan proses penyakit
yang sesuai
Implementasi
No Implementasi
1. Meningkatkan istirahat dan menghilangkan factor nyeri
Membatasijumlah pengunjung
Monitor tekanan darah
Monitor nadi
Mendiskusikan tentang penyakit jantung
2. Monitor kecemasan klien
Monitor perilaku klien
Memantau kesehatan klien
Menginstruksikan pasien untuk tidak berfikiran berat melibatkan keluarga
Memberikan penyuluhan kesehatan pada keluarga dan pasien
3. Mengurangi tanda dan gejala penyakit
Periksa kondisi janin dan ibu

No Implementasi
1. S= Klien menyatakan nyeri dada
O= Wajah klien tidak menampakkan nyeri
A= Tujuan tercapai sebagai
P= Lanjut intervensi 2-3
2. S= Klien mengatakan merasa takut dan cemas
O= Pasien tampak tenang dan rileks
A= Tujuan tercapai ebagai
P= Lanjut intervensi
3. S= Klien menyatakan tidak mengetahui penyakitnya dank lien tampak
bingung
O= Klien sudah mulai mengerti penyakitnya dank lien tampak tenang
A= Tujuan teratasi sebagai
P= Lanjut intervensi

BAB III
KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN

3.1 Pengkajian
1. Anamnesis
1. Pengumpulan data : nama, usia, jenis kelamin, suku/bangsa, agama,
pendidikan, pekerjaan, alamat
2. Riwayat Penyakit / keluhan utama : Lemah saat meakukan aktivitas,
sesak nafas
3. Riwayat penyakit sekarang :

 Penyebab kelemahan fisik setelah melakukan aktifitas ringan sampai berat.


 Seperti apa kelemahan melakukan aktifitas yang dirasakan, biasanya disertai sesak nafas.
 Apakah kelemahan fisik bersifat local atau keseluruhan system otot rangka dan apakah
disertai ketidakmampuan dalam melakukan pergerakan.
 Bagaimana nilai rentang kemampuan dalam melakukan aktifitas sehari-hari.
 Kapan timbulnya keluhan kelemahan beraktifitas, seberapa lamanya kelemahan
beraktifitas, apakah setiap waktu, saat istirahat ataupun saat beraktifitas.
4. Riwayat Penyakit dahulu :
 Apakah sebelumnya pernah menderita nyeri dada, darah tinggi, DM, hiperlipidemia.
 Obat apa saja yang pernah diminum yang berhubungan dengan obat diuretic, nitrat,
penghambat beta serta antihipertensi. Apakah ada efek samping dan alergi obat.
5. Riwayat penyakit keluarga : Penyakit apa yang pernah dialami keluarga dan adakah
anggota keluarga yang meninggal, apa penyebab kematiannya.
6. Riwayat pekerjaan/ kebiasaan :
 Situasi tempat kerja dan lingkungannya
 Kebiasaan dalam pola hidup pasien.
 Kebiasaan merokok
7. Pemeriksaan fisik
1. BREATHING
• Terlihat sesak
• Frekuensi nafas melebihi normal
2. BLEEDING
• Inspeksi : adanya parut, keluhan kelemahan fisik, edema
ekstrimitas.
• Palpasi : denyut nadi perifer melemah, thrill
• Perkusi : Pergeseran batas jantung
• Auskultasi : Tekanan darah menurun, bunyi jantung tambahan
3. BRAIN
• Kesadaran biasnya compos mentis
• Sianosis perifer
• Wajah meringis, menangis, merintih, meregang dan
menggeliat.
4. BLADDER
• Oliguria
• Edema ekstrimitas
5. BOWEL
• Mual
• Muntah
• Penurunan nafsu makan
• Penurunan berat badan
6. BONE
• Kelemahan
• Kelelahan
• Tidak dapat tidur
• Pola hidup menetap
• Jadwal olahraga tak teratur
7. PSIKOSOSIAL
• Integritas ego : menyangkal, takut mati, marah, kuatir.
• Interaksi social : stress karena keluarga, pekerjaan, kesulitan
biaya ekonomi, kesulitan koping.
3.2 Pemeriksaan diagnostic
1. EKG : Hipertrofi atrial atau ventrikuler, penyimpangan aksis, iskemia
kerusakan pola mungkin terlihat. Disritmia mis : takhikardi, fibrilasi atrial.
Kenaikan segmen ST/T persisten 6 minggu atau lebih setelah imfark miokard
menunjukkan adanya aneurime ventricular.
2. Sonogram : Dapat menunjukkan dimensi pembesaran bilik, perubahan dalam
fungsi/struktur katub atau are penurunan kontraktilitas ventricular.
3. Skan jantung : Tindakan penyuntikan fraksi dan memperkirakan pergerakan
dinding.
4. Kateterisasi jantung : Tekanan abnormal merupakan indikasi dan membantu
membedakan gagal jantung sisi kanan dan sisi kiri, dan stenosi katup atau
insufisiensi. Juga mengkaji potensi arteri koroner. Zat kontras disuntikkan
kedalam ventrikel menunjukkan ukuran bnormal dan ejeksi fraksi/perubahan
kontrktilitas.
5. Rontgen dada

NOC : Keefektifan pompa jantung (115, 0400)


Keriteria hasil :
1. Keseimbangan intake dan output dalam 24 jam (040022)
2. Disritmia (040010)
3. Kelelahan (040017)
4. Dypsnea dengan aktivitas ringan (040026)
5. Dyspnea pada saat istirahat (040023)
Dipertahankan pada skala 2 ditingkatkan pada skala 5
NIC : Perawatan Jantung rehabilitatif (366, 4046)
1. Monitor toleransi pasien terhadap aktivitas
2. Instruksikan pasien mengenai perawatan diri pada saat mengalami nyeri dada
3. Instruksikan pasien dan keluarga untuk membatasi mengangkat atau mendorong barang
dengan cara yang tepat.
4. Instruksikan pasien dan keluarga mengenai pertimbangan khusus terkait dengan aktivitas
sehari-hari jika memang tepat
5. Koordinasikan rujukan pasien
6. Pada langkah pertama ini dikumpulkan semua informasi yang akurat dan
lengkap dari semua sumber yang berkaitan dengan kondisi klien. Untuk
memperoleh data dilakukan dengan cara anamnesa, pemeriksaan fisik sesuai
dengan kebutuhan dan pemeriksaan tanda-tanda vital, pemeriksaan khusus dan
pemeriksaan penunjang.
Bila klien mengalami komplikasi yang perlu dikonsultasikan kepada
dokter dalam penatalaksanaan, bidan perlu melakukan konsultasi dan
kolaborasi dengan dokter. Tahap ini merupakan langkah awal yang akan
menentukan langkah berikutnya, sehingga kelengkapan data sesuai dengan
kasus yang dihadapi yang akan menentukan proses interpretasi yang benar
atau tidak dalam tahap selanjutnya. Sehingga dalam pendekatan ini harus
komprehensif meliputi data subjektif, objektif dan hasil pemeriksaan sehingga
dapat menggambarkan kondisi pasien yang sebenarnya dan valid.
Bidan harus mengkaji ulang data yang sudah dikumpulkan untuk
menilai ketepatan, kelengkapan dan keakuratan.
Data-data yang dikumpulkan
1. Data subjektif
a. Biodata atau identitas klien dan suami
– Nama ibu/ suami : membedakan antara pasien satu dengan yang lain
– Umur ibu/ suami : mengetahui faktor resiko
– Kebangsaan : memudahkan dalam berkomunikasi
– Agama : memudahkan penanganan sesuai dengan kepercayaan pasien
dan dapat memberi penyuluhan yang tidak bertentangan dengan agama pasien
– Pekerjaan : mengetahi status ekonomi dan aktivitas pasien
– Pendidikan : mengetahui tingkat pengetahuan ibu sehingga bisa
meyesuaikan dalam pemberian penyuluhan
– Alamat kantor : mengetahui dimana pasien bekerja
– Alamat rumah : mengetahui apakah rumah ibu jauh dari tempat pelayanan
kesehatan atau tidak sehingga apabila terjadi sesuatu pada ibu, ibu bisa
langsung mendapatkan pelayanan segera.
– Nomor telepon : memudahkan menghubungi ibu.

7. b. Keluhan utama
Merupakan alasan utama pasien masuk atau datang ketempat pelayanan
kesehatan dan apa-apa saja yang dirasakan pasien. dalam kasus kehamilan
dengan penyakit jantung ini ini keluhan utama yang mungkin ditemui:
Ibu mengatakan : Ibu mengatakan sulit bernafas dan merasakan nyeri hebat
pada daerah dada bagian kiri.
Karena:
Ibu dengan riwayat penyakit jantung akan membuat kerja jantung semakin
berat karena adanya kehamilan. Suplai oksigen ke otak menjadi berkurang dan
menyebabkan jantung berusaha memompa darah lebih cepat dan nafas
menjadi lebih cepat.

8. c. Riwayat kesehatan
– Lalu : mengetahui kemungkinan pasien ada menderita penyakit jantung,
hipertensi, diabetes melitus, hepatitis dan TBC.
– Sekarang : mengetahui kemungkinan ibu sedang menderita penyakit
jantung, hipertensi, diabetes melitus, hepatitis, TBC.
9. Ibu diketahui menderita penyakit jantung.
Penyakit jantung berhubungan dengan sirkulasi darah, jika sirkulasi ibu
terganggu maka sirkulasi janin juga akan terganggu.hipotesis mentakan bahwa
janin merampas sebagian besar sirkulasi ibu sehingga megamlami hipertropi
sehingga menigkatkan pengeluaran urin pada masa neonatus dini yang
mengisyaratkan bahwa hidramnion terjadi karena peningkatan produksi urin.

10. – Keluarga : mengetahui kemungkinan dalam anggota keluarga ada yang


menderita penyakit menular, menahun dan keturunan, riwayat kehamilan
kembar.

11. d. Riwayat menstruasi


Mengetahui tingkat kesuburan ibu
– Menarche : mengetahui kapan ibu haid pertama kali
– Siklus : mengetahui keteraturan haid
– Lama : merupakan dalah satu indikator tingkat kesuburan ibu
– Banyak nya : berapa kali ibu mengganti duc dalam satu hari
– Dismenore : mengetahui apakah ibu mengalami kesulitan selama hamil
khususnya rasa nyeri pada saat datangnya haid.
– HPHT : mengetahui kapan ibu mulai hamil dan menentukan usia
kehamilan ibu.
– TP : mengetahui tafsiran persalinan sehingga sebelum hari- H datang, ibu
dan suami serta keluarga telah mempersiapkan segala kebutuhan ibu dan bayi.

12. e. Riwayat pernikahan


– Status pernikahan : mengetahui keadaan psikologis ibu
– Lama pernikahan :
– Usia menikah : (mengetahui kematangan reproduksi ibu dan kesiapan
fisik, mental, emosional).

13. f. Riwayat kehamilan, persalinan , nifas yang lalu.


– Kehamilan, mengetahui apakah ibu ada mengalami mual dan muntah,
tidak nyaman diperu dan djj sulit ditentukan, berapa kali ibu melakukan
pemeriksaan ANC, serta mengetahui apakah ibu ada mendapatkan imunisasi
TT.
– Persalinan, mengetahui tempat persalinan, penolong persalinan, jenis
persalinan,dan penyulit dalam persalinan.
– Anak, mengetahui jenis kelamin,berat badan anak.
– Nifas , mengetahui bagaimana prses laktasi dan apakah ada penyulit selama
proses menyusui, involusi uterus serta lochea.

14. g. Riwayat kehamilan sekarang


Kemungkinan klien merasa mual, muntah
Sesak nafas dan tdak nyaman diperut
Gangguan pencernaan
Oedema
Nyeri abdomen
Ukuran uterus tidak sesuai dengan usia kehamilan
(megindikasikan trjadinya polihidramnion)

15. h. Riwayat Kontrasepsi


Mengetahui apa jenis kontrasepsi yang digunakan ibu, berapa lamanya,
apa masalahnya, atau efek samping yang dirasakan ibu, serta apa alasan ibu
untuk berhenti memakai kontrasepsi.

16. i. Data psikososial dan spiritual


Mengetahui bagaimana hubungan ibu dan suami keluarga serta
tetangga, apakah lingkungan ibu mendukung kehamilannya karena ini sangat
berpengaruh terhadap mental ibu menjalani kehamilaannya.
Mengetahui bagaimana kebiasaan berobat klien, apakah ke nakes atau non
nakes, serta bagaimana hubungan ibu dengan Allah SWT, apakah ibu ada
sholat atau tidak.

17. j. Pengetahuan klien tentang penyakit yang dideritanya


Mengetahui seberapa jauh ibu memahami dan mengetahui tentang
penyakit yang dideritanya(polihidramnion), tanda dan gejala, serta cara
mengatasinya.

18. k. Pemenuhan kebutuhan sehari-hari


 Nutrisi
– Makan : mengetahui apa saja jenis, porsi,frekwensi,pantangan dan
masalah dalam pemenuhan makan ibu sehingga kita bsa menilai bagaimana
status nutrisi ibu.
– Minum: mengetahui jenis, frekuensi, jumlah dan malasalh dalam
pemenuhan kebutuhan cairan sehingga kita bisa menilai bagaimana kondisi
cairan dan elektrolit ibu aoakah tepenuhi atau tidak.
 Eliminasi
– BAB: mengetahui frekuensi,konsistensi,warna, bau dan masalah pada
BAB ibu sehingga bidan bisa melakukan intervensi yang tepat
– BAK: mengetahui frekwuensi, jumlah, bau dan masalah dalam buang
air kecil. Apabila ada masalah bisa dilakukan skrining lebih awal.
 Istirahat
– Mengetahui berapa jam ibu tidur siang dan malam,gangguan tidur serta
masalah sehingga bidan bisa mengeathui bagaimana pola pemenuhan istirahat
pasien :
kemungkinan ditemukan: pasien mengalami gangguan tidur dan masalah tidak
nyaman.
19.  Personal higiene
– Mengetahui berapa kali ibu mandi sehari, keramas, menggosok gigi,ganti
pakaian ibu serta masalah.
 Aktifitas
Mengetahui denagn adanya olihidramnion ini apakah ibu masih dapat
melaukan aktifitas seperti biasa atau tidak.

20. 2. DATA OBJEKTIF


Data dikumpulkan melalui pemeriksaan umum dan pemeriksaan khusus.
a. Pemeriksaan umum
– Keadaan umum : mengetahui apakah ibu bisa bekerja sama dengan
tenaga kesehatan atau tidak.
– TTV(TD,N,P,S) : mengetahui keadaan ibu dalam batas normal atau tidak
Pada pemeriksaan sering ditemukan tekanan darah, nadi dan suhu yang
tinggi, sedangkan pada pernafasannya kadang dyspneu atau takypneu.
– TB, BB, LILA : mengetahui kebutuhan gizi ibu