Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Benigna Prostat Hiperplasia

Diajukan untuk memenuhi salah satu stase Keperawatan Medikal Bedah

Disusun oleh :

Ahmad Harun A Faisal Dwi Nurcahya


Edi Candra Hendra Yedi
Ade Kurnianto Sarah Kusumah B
Asri Widia P Putri Noerike R
Dhita Nur A

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ‘AISYIYAH BANDUNG

PROFESI NERS

2017
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Benigna Prostat Hiperplasia


Sub Pokok Bahasan : Perawatan Benigna Prostat Hiperplasia (BPH)
Hari/ tanggal : Senin, 30 Oktober 2017
Waktu : 1 x 15 menit
Penyuluh : Faisal Dwi Nurcahya
Tempat : Ruang Zaitun II Kamar 7a RSUD AL-IHSAN

A. Tujuan
Tujuan Umum
Klien dan keluarga mengerti dan memahami gambaran BPH

Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan klien dan keluarga :
a. mengetahui dan mengerti pengertian BPH
b. mengetahui dan mengerti penyebab BPH
c. mengetahui dan mengerti tanda dan gejala BPH
d. mengetahui dan mengerti komplikasi BPH
e. mengetahui dan mengerti pencegahan BPH
f. mengetahui dan mengerti penatalaksanaan BPH
Sasaran
Pada Tn. A dengan diagnosa medis benigna prostat hiperplasia

B. Metode
 Ceramah
 Diskusi/tanya jawab
C. Susunan Acara
TAHAP KEGIATAN KEGIATAN
NO MEDIA
KEGIATAN PERAWAT PESERTA
1 Pendahuluan 1. Mengucapkan salam 1. Menjawab
pembuka salam
2. Perkenalan diri 2. Mendengarkan
3. Menjelaskan latar 3. Menjawab
belakang pokok pertanyaan
permasalahan yang diberikan
4. Menggali
pengetahuan
keluarga tantang
pokok permasalahan
5. Kontak waktu
penyuluhan
6. Membagikan leaflet
2. Penyajian Menjelaskan tentang
1. Definisi BPH
2. Penyebab BPH
3. Tanda dan gejala
Mendengarkan
BPH Leaflet
penjelasan
4. Komplikasi BPH
5. Pencegahan BPH
6. Penatalaksanaan
BPH
3. Evaluasi 1. Mengulang materi
yang telah dijelaskan 1. Mendengarkan
2. Menanyakan hal – 2. Bertanya Leaflet
hal yang penting. 3. Menjawab
3. Memberi pertanyaan
4. Penutup 1. Mendengarkan
1. Memberi
kesimpulan
kesimpulan
2. Menjawab
2. Salam penutup
salam

D. MEDIA
 Media Pengajaran
 Leaflet
TINJAUAN TEORI

1. Definisi
Benign Prostat Hiperplasia (BPH) adalah pembesaran kelenjar prostat yang
terletak pada alat reproduksi / kelamin pria sehingga mengganggu jalan kencing.
Kelenjar prostat terletak di bawah kandung kemih pria yang mengelilingi saluran
kencing/urine. Kelenjar prostat mulai berkembang sebelum bayi lahir dan akan
terus berkembang hingga mencapai usia dewasa.

2. Penyebab
Masih belum diketahui pasti tapi ada faktor predisposisinya
a. Usia.
b. Terlalu banyak duduk.
c. Penurunan kekebalan tubuh akibat fisik lelah, stress.
d. Makan makanan pedas atau yang merangsang secara berlebih.
e. Riwayat keluarga/keturunan.
f. Gejala tumor jinak

3. Tanda dan Gejala


a. Sering buang air kecil atau merasa ingin buang air kecil.
b. Nokturia (buang air kecil pada malam hari).
c. Sering ingin buang air kecil namun kekuatan dan alirannya berkurang.
d. Nyeri atau rasa terbakar (burning) waktu kencing.
e. Pada bagian akhir buang air kecil, urin keluar dengan menetes.
f. Rasa masih adanya sisa urin di dalam kandung kemih.
g. Mungkin teraba adanya pembesaran kandung kemih.
h. Infeksi saluran kemih yang berulang.
i. Urine (air kencing) berdarah
j. Nyeri pinggul atau punggung
4. Komplikasi
a. Ingin kencing yang muncul dengan tiba-tiba dan sangat sakit.
b. Infeksi saluran kencing.
c. Kerusakan kandung kemih.
d. Kerusakan ginjal.

5. Pencegahan
a. Segera periksakan ke dokter.
b. Menjalankan pola hidup sehat seperti pola makan sehat, rajin olahraga, tidak
merokok.
c. Diet rendah lemak.
d. Jangan terlalu banyak duduk
e. Minum air minimal 8 - 12 gelas setiap hari.
f. Tidak menahan kencing.

6. Penatalaksanaan
Berikut ini ada beberapa terapi pembesaran prostat, yaitu:
a. Istirahatkan klien dalam posisi yang nyaman
b. Observasi berkala selama 3 bulan sekali.
c. Lakukan Katerisasi.
d. Pemberian dengan obat-obatan (medis).
e. Terapi pembedahan.
DAFTAR PUSTAKA
Doengoes, Marilynn E. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan.Jakarta : EGC
Mansjoer, Arif. 2001 Kapita Selekta Kedokteran.Jakarta: Media Aesculapius
Afief Muttaqin, Kumalasari 2011, Asuhan Keperawatan Gangguan Sistem
Perkemihan, Jakarta : Salemba Medika