Anda di halaman 1dari 1

PENGANTAR BIOKIMIA

Apabila kita mengambil satu sendok gula dan melarutkan dalam air panas kemudian kita
menambahkan satu saset teh celup maka akan terjadi reaksi kimia dalam gelas. Air akan
berubah warna, bau bahkan rasanya. Reaksi kimia tersebut sangat dipengaruhi oleh suhu,
tekanan (ketika kita mengaduk dengan sendok) dan perbandingan volume zat yang bereaksi.
Reaksi kimia yang terjadi dalam sistem makluk hidup yaitu pada tingkat seluler merupakan
kajian dari biokimia. Tentunya reaksi kimia yang terjadi dalam sistem seluler (makhluk
hidup) sangat berbeda dengan reaksi kimia antara gula, air dan teh diatas yang berlangsung
pada sebuah gelas.
Biokimia dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mengkaji dasar kimia dari kehidupan.
Proses-proses kimia kehidupan berlangsung pada suatu unit dasar kehidupan yang disebut sel.
Biokimiawan juga menjelaskan biokimia sebagai sains yang memfokuskan kajian pada
konstituen kimia dari sel hidup, reaksi dan proses-proses yang berlangsung dalam sel. Dari
definisi ini maka dapat dimengerti biokimia adalah mencakup wilayah yang luas termasuk
biologi sel, biologi molekuler dan genetika molekuler.
Biokimia adalah ilmu yang mempelajari proses-proses/reaksi kimia yang berlangsung dalam
sel. Bila reaksi yang terjadi dalam pembuatan teh manis di atas berlangsung pada suatu
sistem (gelas) yang tidak hidup maka biokimia adalah reaksi yang berlangsung pada suatu
sistem yang hidup (dalam sel). Karena berlangsung dalam sistem yang hidup maka reaksi
yang terjadi bersifat dinamis. Tentunya dalam pembuatan teh manis reaksi yang terjadi hanya
dipengaruhi oleh faktor-faktor fisik sajaantara lain oleh : suhu, volume pelarut, tekanan (mis:
proses pengadukan dengan sendok). Tidak dengan dengan reaksi yang berlangsung dalam
sistem makhluk hidup yaitu sel. Selain dipengaruhi oleh faktor fisik tersebut juga dipengaruhi
oleh pH, mekanisme selektifitas sel (membran sel), homeostasis (pada hewan) dan terutama
keterlibatan biokatalisator yaitu enzim.
Reaksi biokimia sangat unik, spesifik, terorganisasi dan terkontrol. Misalnya Pertama : sel
tidak akan menguraikan glukosa untuk melepaskan energi dalam bentuk ATP apabila
konsenterasi ATP sel cukup untuk aktivitas seluler. Kedua : karena melibatkan multienzim
dan interkoneksi antar senyawa maka enzim dapat diregulasi/diatur. Artinya suatu produk
metabolisme dapat tidak terbentuk jika suatu enzim kunci dihambat aktivitasnya. Ketiga:
reaksi kimia dalam sel dikontrol melalui mekanisme molekuler yaitu melibatkan proses
biosignaling dan ekspresi genetik dimana inti sel meregulasi proses seluler yang terjadi
termasuk reaks-reaksi biokimia. Enzim sebagai bentuk protein fungsional diekspresikan
melalui mekanisme signaling, transkripsi dan translasi yang melibatkan RNA. Sebagai contoh
pada bakteri apabila media tumbuh tidak tersedia glukosa sebagai sumber karbon dan energi
dan hanya tersedia laktosa maka senyawa ini akan menginduksi sistem ekspresi gen pada
bakteri; bukan enzim heksokinase yang akan disintesis sebaliknya enzim β-galaktosidase
untuk menguraikan laktosa menjadi glukosa dan galaktosa dalam rangka menghasilkan energi
seluler dan sumber karbon bagi bakteri. Jadi dapat disimpulkan regulasi/pengaturan reaksi
biokimia terdiri atas : regulasi metabolik dan regulasi tingkat molekuler.

http://biokimiaunima.blogspot.co.id/2009/09/pengantar-biokimia.html?m=1