Anda di halaman 1dari 29

LAPORAN PENDAHULUAN

DIAGNOSA SEHAT JIWA


PUSKESMAS SERONDOL BANYUMANIK KOTA SEMARANG
RS PGI CIKINI

Disusun oleh :
FEBRI AYU MENTARI
P1337420917023

PROGRAM STUDI NERS JURUSAN KEPERAWATAN


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG
PRODI PROFESI NERS
2018
Alamat: Jalan Tirto Agung, Pedalangan, Banyumanik, Semarang

Telp/Fax: 024-7460274
ANAK USIA PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL INFANT (0 -18 )
BULAN: RASA PERCAYA VS TIDAK PERCAYA

A. PENGERTIAN
Perkembangan psikososial anak usia infant adalah proses
perkembangan bayi (0–18 ) bulan, ditandai dengan pemupukan rasa
percaya pada orang lain yang diawali dengan kepercayaan terhadap
orangtua (pengasuh), khususnya ibu. Rasa aman secara fisik dan
psikologis berperan penting dalam pembentukan rasa percaya bayi.

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Potensial mengembangkan rasa percaya

C. INTERVENSI KEPERAWATAN
a. Tujuan
Untuk bayi :
1) Merasa aman dan nyaman
2) Dapat mengembangkan rasa percaya

Untuk keluarga
1) Menjelaskan perilaku yang menggambarkan bayi yang normal dan
menyimpang.
2) Menjelaskan cara menstimulasi perkembangan rasa percaya
anaknya.
3) Mendemonstrasikan dan melatih cara memfasilitasi perkembangan
rasa percaya.
4) Merencanakan tindakan untuk menstimulasi perkembangan rasa
percaya anaknya.

b. Tindakan Keperawatan
Untuk perkembangan psikososial bayi :
1) Panggil bayi sesuai namanya.
2) Gendong dan memeluk saat bayi menangis.
3) Pada saat bayi menangis segera cari kebutuhan dasar yang
terganggu (lapar, haus, basah dan sakit).
4) Memenuhi kebutuhan rasa aman dan nyaman bayi.
5) Ajak bayi bermain.
Untuk keluarga
1) Informasikan pada keluarga perilaku bayi yang menggambarkan
bayi normal dan menyimpang, karakteristik perilaku bayi normal:
 Tersenyum atau tertawa senang ketika ibunya datang
menghampiri.
 Menangis ketika ditinggalkan oleh ibunya.
 Menangis saat merasa tidak nyaman ( basah, lapar, haus, sakit
dan gerah).
 Memperhatikan/memandang wajah ibu/orang yang mengajak
bicara.
 Mencari suara ibu/orang lain yang memanggilnya.
 Memeluk tubuh ibu/orang lain saat digendong.
 Menangis saat digendong orang yang tidak dikenalnya.
 Menolak saat akan digendong orang yang tidak dikenalnya.
2) Informasikan cara menstimulasi perkembangan rasa percaya anak
dengan cara menjaga kenyamanan dan keamanan/keselamatan
bayi.
3) Mendemonstrasikan dan melatih keluarga cara menstimulasi
perkembangan.
4) Memberi kesempatan kepada keluarga untuk mempraktekkan cara
menjaga kenyamanan, keamanan dan keselamatan bayi.

ANAK USIA PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL TODDLER (18 – 36)


BULAN : KEMANDIRIAN VS RAGU-RAGU/MALU

A. PENGERTIAN
Perkembangan psikososial pada usia kanak-kanak usia 18
bulan – 3 tahun, adalah proses perkembangan kemampuan anak untuk
mengembangkan kemandirian dengan cara memberi kebebasan dan
membiarkan anak untuk mempelajari dunianya. Bila anak tidak
difasilitasi untuk kebutuhanya, seperti terlalu dilindungi atau
dikendalikan, maka anak anak akan merasa ragu-ragu, takut, tidak
berani dan malu untuk melakukan aktifitasnya sehingga anak akan
bergantung pada orang lain. Sebab itu penting bagi orangtua atau
pengasuh untuk memahami dan memiliki kemampuan dalam
menstimulasi anak untuk mencapai tugas perkembangannya yaitu
kemandirian.

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Potensial mengembangkan kemandirian

C. BATASAN KARAKTERISTIK
a. Bergaul dan mandiri :
1) Mengenal dan mengakui namanya
2) Sering menggunakan kata “jangan/tidak/nggak”
3) Banyak bertanya tentang hal/benda yang asing baginya (api, air,
ketinggian, warna dan bentuk benda)
4) Mulai melakukan kegiatan sendiri dan tidak mau diperintah
misalnya minum sendiri, makan sendiri, berpakaian sendiri.
5) Bertindak semaunya sendiri dan tidak mau diperintah
6) Mulai bergaul dengan orang lain tanpa diperintah
7) Mulai bermain dan berkomunikasi dengan anak lain diluar
keluarganya.
8) Hanya sebentar mau berpisah dengan orangtua.
9) Menunjukkan rasa suka dan tidak suka.
10) Mengikuti kegiatan keagamaan yang dilakukan keluarga
11) Mampu menyatakan akan buar air besar dan buang air kecil
b. Motorik kasar
Berdiri dengan satu kaki tanpa berpegangan selama paling sedikit 2
hitungan.
c. Motorik halus
Mampu membuat garis lurus.
d. Berbicara, berbahasa dan kecerdasan :
Mampu menyatakan keinginan paling sedikit dengan 2 kata.

D. Intervensi Keperawatan
Tujuan :
Untuk anak
1) Mengembangkan rasa kemandirian dalam melakukan kegiatan
sehari - hari.
2) Bekerjasama dan memperlihatkan kelebihan diri diantara orang
lain.

Tindakan keperawatan bagi kanak-kanak


a. Latih anak-anak melakukan kegiatan secara mandiri.
b. Puji keberhasilan yang dicapai anak
c. Tidak menggunakan kata yang memerintah tetapi memberikan
alternatif untuk memilih.
d. Hindari suasana yang membuatnya bersikap negatif (memisahkan
dengan orangtuanya, mengambil mainannya, memerintah untuk
melakukan sesuatu)
e. Tidak menakut-nakuti dengan kata-kata maupun perbuatan.
f. Berikanan mainan sesuai usianya (boneka, mobil-mobilan, balon,
bola, kertas gambar dan pensil warna )
g. Saat anak mengamuk (temper tantrum) pastikan ia aman dari
bahaya cedera kemudian tinggalkan, awasi dari jauh.
h. Beritahu tindakan-tindakan yang boleh dan tidak boleh dilakukan,
yang baik dan yang buruk dengan kalimat positip.
Contoh :
 Mau tidak permen Ita diambil orang? Kalau begitu Ita juga tidak
boleh mengambil permen Anto.
 Supaya cantik bila akan pergi Ita harus memakai baju yang rapi.
i. Libatkan anak dalam kegiatan-kegiatan keagamaan

Tujuan
Untuk keluarga
1) Menjelaskan perilaku yang menggambarkan perkembangan psikososial
2) Menjelaskan cara menstimulasi perkembangan anaknya (kemandirian)
3) Mendemonstrasikan dan melatih cara memfasilitasi perkembangan
kemandirian anak
4) Merencanakan tindakan untuk menstimulasi perkembangan kemandirian

Tindakan keperawatan untuk keluarga


Informasikan pada keluarga cara yang dapat dilakukan untuk :
a) memfasilitasi perkembangan psikososial anaknya.
 Berikan aktivitas bermain yang menggali rasa ingin tahu anak seperti
bermain tanah, pasir, lilin, membuat mainan kertas, mencampur
warna, menggunakana cat air, melihat barang, binatang, tanaman,
orang yang menarik perhatiannya dengan tetap menjaga
keamanannya.
 Berikan kebebasan pada anak untuk melakukan sesuatu yang
diinginkan tetapi tetap memberi batasan. Misalnya membolehkan
anak memanjat dengan syarat ada yang mendampingi/mengawasi
atau mengajarkan cara agar tidak jatuh.

b) Menstimulasi /latihan perkembangannya :


 Melatih anak melompat ke depan dengan kedua kaki diangkat
bersamaan.
 Mengajak anak bermain menumpuk dan menyusun balok /kubus/
kotak menjadi “menara”, “jembatan” dan lain-lain.
 Melatih anak memilih dan mengelompokkan benda menurut
jenisnya. (kancing, kelereng, uang logam dan lain-lain)
 Melatih anak menghitung jumlah benda
 Melatih anak mencocokan gambar dengan benda sesungguhnya,
bicaralah tentang sifatnya, bentuk , warna dan sebagainya.
 Melatih anak menyebut namanya
 Melatih anak menyebut nama benda dan mengenal sifatnya.
 Melatih mencuci tangan/kaki dan mengeringkannya sendiri.
 Memberi kesempatan kepada anak, untuk memilih baju yang akan
dipakai
ANAK USIA PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL PRA SEKOLAH (3 - 6)
TAHUN : INISIATIF VS RASA BERSALAH

A. PENGERTIAN
Adalah tahap perkembangan anak usia 3-6 th dimana pada usia ini
anak akan belajar berinteraksi dengan orang lain, berfantasi dan
berinisiatif, pengenalan identitas kelamin, meniru

B. BATASAN KARAKTERISTIK:
1. Anak suka mengkhayal dan kreatif
2. Anak punya inisiatif bermain dengan alat-alat dirumah
3. Anak suka bermain dengan teman sebaya
4. Anak mudah berpisah dengan orang tua
5. Anak mengerti mana yang benar dan yang salah
6. Anak belajar merangkai kata dan kalimat
7. Anak mengenal berbagai warna
8. Anak membantu melakukan pekerjaan rumah sederhana
9. Anak mengenal jenis kelaminnya
10. Belajar ketrampilan baru melalui permainan

C. DIAGNOSA KEPERAWATAN:
Berdasarkan data yang didapat melalui wawancara, observasi, maka perawat
dapat merumuskan diagnosa keperawatan sebagai berikut:
Potensial mengembangkan rasa inisiatif
D. RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN PASIEN
Tujuan
1. Mempertahankan pemenuhan kebutuhan fisik yang optimal
2. Mengembangkan ketrampilan motorik kasar dan halus
3. Mengembangkan ketrampilan berbahasa
4. Mengembangkan ketrampilan adaptasi psikososial
5. Pembentukan indentitas dan peran sesuai jenis kelamin
6. Mengembangkan kecerdasan
7. Mengembangkan nilai-nilai moral
8. Meningkatkan peran serta keluarga dalam meningkatkan pertumbuhan
dan perkembangan

Tindakan keperawatan
1. Pemenuhan kebutuhan fisik yang optimal
a. Kaji pemenuhan kebutuhan fisik anak
b. Anjurkan pemberian makanan dengan gizi yang seimbang
c. Kaji pemberian vitamin dan imunisasi ulangan (booster)
d. Ajarkan kebersihan diri
2. Mengembangkan ketrampilan motorik kasar dan halus
A. Kaji kemampuan motorik kasar dan halus anak
B. Fasilitasi anak untuk bermain yang menggunakan motorik kasar
(kejar-kejaran, papan seluncur, sepeda, sepak bola, tangkap bola dll)
C. Fasilitasi anak untuk kegiatan dengan menggunakan motorik halus
(belajar menggambar, menulis, mewarna, menyusun balok dll)
D. Menciptakan lingkungan aman dan nyaman bagi anak untuk bermain
di rumah
3. Mengembangkan ketrampilan bahasa
a. Kaji ketrampilan bahasa yang dikuasai anak
b. Berikan kesempatan anak bertanya dan bercerita
c. Sering mengajak komunikasi
d. Ajari anak belajar membaca
e. Belajar bernyanyi
4. Mengembangkan ketrampilan adaptasi psikososial
A. Kaji ketrampilan adaptasi psikososial anak
B. Berikan kesempatan anak bermain dengan teman sebaya
C. Berikan dorongan dan kesempatan ikut perlombaan
D. Latih anak berhubungan dengan orang lain yang lebih dewasa
5. Membentuk indentitas dan peran sesuai jenis kelamin
a. Kaji identitas dan peran sesuai jenis kelamin
b. Ajari mengenal bagian-bagian tubuh
c. Ajari mengenal jenis kelamin sendiri dan membedakan dengan jenis
kelamin anak lain
d. Berikan pakaian dan mainan sesuai jenis kelamin
6. Mengembangkan kecerdasan
a. Kaji perkembangan kecerdasan anak
b. Bimbing anak dengan imajinasinya untuk menggali kreatifitas,
bercerita
c. Bimbing anak belajar ketrampilan baru
d. Berikan kesempatan dan bimbing anak membantu melakukan
pekerjaan rumah sederhana
e. Ajari pengenalan benda, warna, huruf, angka
f. Latih membaca, menggambar dan berhitung
7. Mengembangkan nilai moral
a. Kaji nilai-nilai moral yang sudah diajarkan pada anak
b. Ajarkan dan latih menerapkan nilai agama dan budaya yang positif
c. Kenalkan anak terhadap nilai-nilai mana yang baik dan tidak
d. Berikan pujian atas nilai-nilai positif yang dilakukan anak
e. Latih kedisplinan
8. Meningkatkan peran serta keluarga dalam meningkatkan
pertumbuhan dan perkembangan
a. Tanyakan kondisi pertumbuhan dan perkembangan anak
b. Tanyakan upaya yang sudah dilakukan keluarga terhadap anak
c. Berikan reinforcement atas upaya positif yang sudah dilakukan
keluarga
d. Anjurkan keluarga untuk tetap rutin membawa anaknya ke fasilitas
kesehatan (posyandu, puskesmas dll)
e. Anjurkan pada keluarga untuk memberikan makan bergizi seimbang
f. Berikan pendidikan kesehatan tentang tugas perkembangan normal
pada usia pra sekolah
g. Berikan informasi cara menstimulasi perkembangan pada usia pra
sekolah
ANAK USIA PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL SEKOLAH (7 - 12)
TAHUN : INDUSTRI VS INFERIORITY

A. PENGERTIAN
Adalah tahap perkembangan anak usia 7-12 th dimana pada usia ini
anak akan belajar memiliki kemampuan bekerja dan mendapat ketrampilan
dewasa, belajar menguasai dan menyelesaikan tugasnya, produktif belajar,
kenikmatan dalam berkompetisi kerja dan merasakan bangga dalam
keberhasilan melakukan sesuatu yang baik. Bisa membedakan sesuatu
yang baik/tidak dan dampak melakukan hal yang baik/tidak.

B. BATASAN KARAKTERISTIK:
1. Mampu menyelesaikan tugas dari sekolah/rumah
2. Mempunyai rasa bersaing misal ingin lebih pandai dari teman, meraih
juara pertama
3. Terlibat dalam kegiatan kelompok
4. Mulai mengerti nilai mata uang dan satuannya
5. Mampu menyelesaikan pekerjaan rumah tangga sederhana misal
merapikan tempat tidur,menyapu dll
6. Memiliki hobby tertentu, misal naik sepeda, membaca buku cerita,
menggambar
7. Memliliki teman akrab untuk bermain
8. Tidak ada tanda bekas luka penganiayaan

C. DIAGNOSA KEPERAWATAN:
Berdasarkan data yang didapat melalui wawancara, observasi, maka perawat
dapat merumuskan diagnosa keperawatan sebagai berikut:
Kepuasan terhadap keberhasilan yang dicapai
D. RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN PASIEN
Tujuan
1. Mempertahankan pemenuhan kebutuhan fisik yang optimal
2. Mengembangkan ketrampilan motorik kasar dan halus
3. Mengembangkan ketrampilan adaptasi psikososial
4. Mengembangkan kecerdasan
5. Mengembangkan nilai-nilai moral
6. Meningkatkan peran serta keluarga dalam meningkatkan pertumbuhan
dan perkembangan

Tindakan keperawatan
1. Mempertahankan pemenuhan kebutuhan fisik yang optimal
a. Kaji pemenuhan kebutuhan fisik anak
b. Anjurkan pemberian makanan dengan gizi yang seimbang
c. kolaborasi pemberihan vitamin dan vaksinasi ulang (booster)
d. Ajarkan kebersihan diri
2. Mengembangkan ketrampilan motorik kasar dan halus
a. Kaji ketrampilan motorik kasar dan halus anak
b. Fasilitasi anak untuk bermain yang menggunakan motorik kasar (kejar-
kejaran, papan seluncur, sepeda, sepak bola, tangkap bola, lompat tali)
c. Fasilitasi anak untuk kegiatan dengan menggunakan motorik halus
(belajar menggambar/melukis, menulis, mewarna, membuat kerajinan
tangan seperti vas, kotak pensil, lampion dsb, )
d. Menciptakan lingkungan aman dan nyaman bagi anak untuk bermain
3. Mengembangkan ketrampilan adaptasi psikososial
a. Kaji ketrampilan adaptasi psikososial anak
b. Sediakan waktu bagi anak untuk bermain keluar rumah bersama teman
kelompoknya
c. Berikan dorongan dan kesempatan ikut berbagai perlombaan
d. Berikan hadiah atas prestasi yang diraih
e. Latih anak berhubungan dengan orang lain yang lebih dewasa
4. Mengembangkan kecerdasan
a. Kaji perkembangan kecerdasan anak
b. Mendiskusikan kelebihan dan kemampuannya
c. Memberikan pendidikan dan ketrampilan yang baik bagi anak
d. Memberikan bahan bacaan dan pemainan yang meningkatkan
kreatifitas
e. Bimbing anak belajar ketrampilan baru
f. Libatkan anak melakukan pekerjaan rumah sederhana misalnya masak,
membersihkan mobil, menyirami tanaman, menyapu
g. Latih membaca, menggambar dan berhitung
h. Asah dan kembangkan hobby yang dimiliki anak
5. Mengembangkan nilai-nilai moral
a. Kaji nilai-nilai moral yang sudah diajarkan pada anak
b. Ajarkan dan latih menerapkan nilai agama dan budaya yang positif
c. Ajarkan hubungan sebab akibat suatu tindakan
d. Bimbing anak saat menonton TV dan membaca buku cerita
e. Berikan pujian atas nilai-nilai positif yang dilakukan anak
f. Latih kedisplinan
6. Meningkatkan peran serta keluarga dalam meningkatkan pertumbuhan dan
perkembangan
a. Tanyakan kondisi pertumbuhan dan perkembangan anak
b. Tanyakan upaya yang sudah dilakukan keluarga terhadap anak
c. Berikan reinforcement atas upaya positif yang sudah dilakukan
keluarga
d. Anjurkan pada keluarga untuk memberikan makan bergizi seimbang
e. Berikan pendidikan kesehatan tentang tugas perkembangan normal
pada usia sekolah
f. Berikan informasi cara menstimulasi perkembangan pada usia sekolah
USIA PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL REMAJA (12 – 18) TAHUN :
IDENTITY VS ROLE DIFFUSION

A. PENGERTIAN
Adalah tahap perkembangan remaja usia 12-18 thn dimana pada saat
ini remaja harus mampu mencapai identitas diri meliputi “peran, tujuan
pribadi, keunikan dan ciri khas diri”. Bila hal ini tidak tercapai maka
remaja akan mengalami kebingungan peran yang berdampak pada
rapuhnya kepribadian sehingga akan terjadi “gangguan konsep diri”.

B. KARAKTERISTIK PERILAKU
1. Karakteristik Normal
a. Menilai diri secara objektif, kelebihan dan kekurangan diri
b. Bergaul dengan teman
c. Memiliki teman curhat
d. Mengikuti kegiatan rutin (olah raga, seni, pramuka, pengajian, bela
diri)
e. Bertanggung jawab dan mampu mengambil keputusan tanpa
tergantung pada orang tua
f. Menemukan identitas diri, memiliki tujuan dan cita-cita masa
depan
g. Tidak menjadi pelaku tindak antisosial dan tindak asusila
h. Tidak menuntut orang tua secara paksa untuk memenuhi keinginan
yang berlebihan dan negatif
i. Berperilaku santun, menghormati orang tua, guru dan bersikap baik
pada teman
j. Memiliki prestasi yang berarti dalam hidup
2. Karakteristik penyimpangan perkembangan
a. Tidak menemukan ciri khas (kelebihan dan kekurangan diri)
b. Merasa bingung, bimbang
c. Tidak memiliki rencana masa depan
d. Tidak mampu berinteraksi secara baik dengan lingkungan, perilaku
antisosial
e. Tidak menyukai dirinya sendiri, tidak mandiri
f. Kesulitan mengambil keputusan
g. Tidak mempunyai minat terhadap kegiatan yang positif
h. Menyendiri, tidak suka bergaul dengan teman

C. DIAGNOSA KEPERAWATAN :
a. Potensial pembentukan identitas diri
b. Resiko tidak efektifnya penampilan peran
c. Potensial berhubungan akrab dengan orang lain
d. Resiko isolasi sosial

D. INTERVENSI KEPERAWATAN
PERKEMBANGAN NORMAL
1. Intervensi generalis :
a. Memfasilitasi remaja untuk mengikuti kegiatan yang positif dan
bermanfaat.
b. Tidak membatasi atau terlalu mengekang remaja melainkan
membimbingnya.
c. Menciptakan suasana rumah yang nyaman untuk pengembangan
bakat dan kepribadian diri.
d. Menyediakan waktu untuk diskusi, mendengarkan keluhan, harapan
dan cita-cita remaja.
e. Tidak menganggap remaja sebagai junior yang tidak memiliki
kemampuan apapun.
2. Intervensi spesialis
a. Terapi kelompok terapeutik : remaja.
E. INTERVENSI PENYIMPANGAN PERKEMBANGAN
1. Intervensi generalis
a. Memfasilitasi remaja untuk mengikuti kegiatan yang positif (olah raga,
seni, bela diri, pramuka, pengajian,dll).
b. Berperan sebagai teman curhat atau mendorong remaja untuk bergaul
dengan teman / orang lain.
c. Berikan lingkungan yang nyaman bagi remaja untuk melakukan
aktifitas bersama kelompoknya.
d. Membimbing remaja secara bijak bila remaja terlibat kriminal
narkoba, perkelahian dan tindak asusila.
e. Sediakan waktu dan sesering mungkin diskusi dengan remaja
2. Terapi spesialis :
a. Terapi stimulasi perkembangan remaja.
b. Triangel terapi
USIA PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL DEWASA AWAL (18 - 30)
TAHUN : PRODUKTIF VS KETEGANGAN PERAN

A. PENGERTIAN
Merupakan tahap perkembangan manusia yang berada pada 18 -30
tahun dan pada usia ini individu harus mampu berinteraksi akrab dengan
orang lain (Erickson, 1963).
Pada masa ini penekanan utama dalam perkembangan identitas diri
untuk membuat ikatan dengan orang lain yang menghasilkan hubungan
intim. Orang dewasa mengembangkan pertemanan abadi dan mencari
pasangan atau menikah dan terikat dalam tugas awal sebuah keluarga.
Levinson (1978) mengatakan bahwa pada masa ini seseorang
berada pada puncak intelektual dan fisik. Selama periode ini kebutuhan
untuk mencari kepuasan diri tinggi. Selain itu masa dewasa awal
seseorang berpindah melalui tahap dewasa baru, dari asumsi peran yunior
pada pekerjaan, memulai perkawinan dan peran orang tua dan memulai
pelayanan pada komunitas ke suatu tempat yang lebih senior di rumah,
pekerjaan dan di komunitas. Kegagalan dalam berhubungan akrab dan
memperoleh pekerjaan dapat menyebabkan individu menjauhi pergaulan
dan merasa kesepian lalu menyendiri.

B. KARAKTERISTIK PERILAKU
a. Karakteristik Prilaku Normal
1. Menjalin interaksi yang hangat dan akrab dengan orang lain
2. Mempunyai hubungan dekat dengan orang-orang tertentu (pacar,
sahabat)
3. Membentuk keluarga
4. Mempunyai komitmen yang jelas dalam bekerja dan berinteraksi
5. Merasa mampu mandiri karena sudah bekerja
6. Memperlihatkan tanggungjawab secara ekonomi, sosial dan
emosional
7. Mempunyai konsep diri yang realistis
8. Menyukai diri dan mengetahui tujuan hidup
9. Berinteraksi baik dengan keluarga
10. Mampu mengatasi stress akibat perubahan dirinya
11. Menganggap kehidupan sosialnya bermakna.
12. Mempunyai nilai yang menjadi pedoman hidupnya.

b. Karakteristik penyimpangan perkembangan


1. Tidak mempunyai hubungan akrab
2. Tidak mandiri dan tidak mempunyai komitmen hidup
3. Konsep diri tidak realistis
4. Tidak menyukai diri sendiri
5. Tidak mengetahui arah hidup
6. Tidak mampu mengatasi stress
7. Hubungan dengan orang tua tidak harmonis
8. Bertindak semaunya sendiri dan tidak bertanggung jawab
9. Tidak memiliki nilai dan pedoman hidup yang jelas, mudah
terpengaruh
10. Menjadi pelaku tindak antisosial (kriminal, narkoba, tindak asusila)

C. DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN INTERVENSI KEPERAWATAN


GENERALIS
1. Meningkatkan pemisahan dari autokratis keluarga
Intervensi:
a. Perkuat kebebasan yang sesuai
b. Gali tindakan alternatif untuk membantu dalam membuat keputusan
c. Dorong komunikasi dengan keluarga

2. Memulai identitas orang dewasa


Intervensi:
a. Hargai tindakan bebas
b. Perkuat keputusan yang sesuai

3. Menjalankan peran kepemimpinan dalam komunitas


Intervensi:
a. Perkuat kesenangan dalam aktivitas komunitas
b. Gali cara untuk berpartisipasi dalam aktivitas komunitas
c. Dorong perkembangan keterampilan kepemimpinan

4. Memulai keseimbangan tanggungjawab pribadi dan pekerjaan


Intervensi:
a. Perkuat kebutuhan untuk menyeimbangkan tanggungjawab pribadi dan
pekerjaan
b. Bantu menentukan kesenangan dan menyediakan sumberdaya untuk
mengembangkan kesenangan ini

5. Mengembangkan hubungan dalam pekerjaan


Intervensi:
a. Perkuat kebutuhan untuk jaringan kerja
b. Gali alternatif kerier dan cara untuk kemajuan
c. Gali pilihan untuk peningkatan tanggungjawab dan cara untuk mengatasi
peningkatan tanggung jawab

6. Meningkatkan kemampuan meyelesaikan masalah


Intervensi:
a. Bantu dalam aktivitas penyelesaian masalah dengan mengeksplorasika
alternatif
b. Bantu dalam mengklarifikasi tujuan
c. Berikan informasi tentang sumber untuk perkembangan keterampilan
atau pencapaian tujuan

7. Menetapkan perilaku peran perkawinan


Intervensi:
a. Perkuat diskusi tentang pandangan dengan pasangan atau calon
pasangan
b. Berikan informasi tentang pandangan atau opini alternatif
8. Memulai penerimaan peran ganda menjadi orangtua
Intervensi:
a. Gali perasaan
b. Gali nilai dan alternatif mengenai orangtua
c. Perkuat prilaku pencarian informasi
d. Berikan informasi tentang prilaku orangtua atau kelas orangtua

9. Mengevaluasi ulang dan mengembangkan keterampilan menjadi


orangtua yang konsisten dengan kebutuhan pertumbuhan anak
Intervensi:
a. Hargai pengakuan adanya perbedaan
b. Berikan informasi tentang perkembangan kebutuhan anak
c. Sarankan keterampilan alternatif sebagai orangtua

10. Menyesuaikan perubahan karier


Intervensi:
a. Gali perasaan tentnag perubahan karier
b. Sarankan cara untuk mengurangi stress selama perubahan karier
c. Sarankan strategi untuk memudahkan adaptasi dengan perubahan
karier atau menguatkan strategi yang telah digunakan gali dampak
perubahan pada diri/ atau keluarga

11. Menyesuaikan relokasi


Intervensi:
a. Gali dampak perubahan pada diri dan/atau keluarga
b. Berikan informasi tentang sumber lokal
c. Perkuat aktivitas pencapaian tujuan

12. Menyeimbangkan peran ganda


Intervensi:
a. Gali perasaan tentang peran ganda
b. Bantu dalam memprioritaskan aktivitas
c. Diskusikan aktivitas yang bisa dikurangi atau diterima oleh oranglain
13. Mengembangkan tujuan jangka panjang untuk keamanan keluarga
Intervensi:
a. Gali tujuan yang realistis dengan klien
b. Bantu dalam memprioritaskan tujuan yang sesuai
c. Diskusikan strategi untuk mencapai tujuan

D. INTERVENSI KEPERAWATAN DAN PENYIMPANGAN


PERKEMBANGAN
1. Intervensi generalis
a. Membangun hubungan sosial yang harmonis dengan individu
b. Melakukan kegiatan secara bersama-sama
c. Tidak melontarkan kalimat negatif melainkan tetap memberikan
semangat
d. Memotivasi individu untuk berinteraksi dengan oranglain
e. Membantu individu menemukan nilai dan pedoman hidup yang jelas
f. Membimbing individu bila terlibat perilaku antisosial (kriminal,
narkoba, tindak asusila) dan tidak menguculkan/menjauhinya.
2. Intervensi spesialis
a. Terapi stimulasi perkembangan psikososial dewasa (20-30 tahun)
USIA PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL DEWASA TENGAH (30 – 60)
TAHUN : GENERATIVITY VS SELF-ABSORPTION AND
STAGNATION

A. PENGERTIAN
Adalah tahap perkembangan manusia usia 30 – 60 tahun dimana
pada tahap ini merupakan tahap dimana individu mampu terlibat dalam
kehidupan keluarga, masyarakat, pekerjaan, dan mampu “membimbing
anaknya”. Individu harus menyadari hal ini, apabila kondisi tersebut tidak
terpenuhi dapat menyebabkan “ketergantungan dalam pekerjaan dan
keuangan”.

B. KARAKTERISTIK PERILAKU
1. Karakteristik Normal
a. Menilai pencapaian hidup
b. Merasa nyaman dengan pasangan hidup
c. Menerima perubahan fisik dan psikologis yang terjadi
d. Membimbing dan menyiapkan generasi di bawah usianya
secara arif dan bijaksana
e. Menyesuaikan diri dengan orang tuanya yang sudah
lansia
f. Kreatif : mempunyai inisiatif dan ide-ide melakukan
sesuatu yang bermanfaat
g. Produktif : mampu menghasilkan sesuatu yang berarti
bagi dirinya dan orang lain, mengisi waktu luang dengan hal yang
positif dan bermanfaat
h. Perhatian dan peduli dengan orang lain : memperhatikan
kebutuhan orang lain.
i. Mengembangkan minat dan hobi.
DIAGNOSA KEPERAWATAN : MENYIAPKAN GENERASI
BERIKUT.

2. Karakteristik Penyimpangan Perkembangan


a. Tidak kreatif : kurang memiliki keinginan untuk melakukan sesuatu
yang bermanfaat
b. Bertindak sesuka hati, tidak peduli dengan orang lain
c. Tidak mempunyai hubungan akrab, kurang berminat bekerja dan
berkeluarga
d. Tidak mempunyai komitmen pribadi yang jelas
e. Tidak memiliki pekerjaan dan profesi yang tetap sehingga tidak dapat
mandiri secara keuangan dan sosial
f. Berperilaku antisosial (kriminal, tindak asusila, narkoba)
g. Tidak bertanggung jawab terhadap keluarga

DIAGNOSA KEPERAWATAN : TERHAMBAT

C. INTERVENSI KEPERAWATAN
1. Intervensi Perkembangan Normal
Intervensi Generalis :
a. Menjelaskan perkembangan usia dewasa yang normal dan
perkembangan yang menyimpang
b. Menerima proses penuaan dan perubahan peran dalam keluarga
c. Berinteraksi dengan baik dengan pasangan dan menikmati
kebersamaan dengan keluarga
d. Memperluas dan memperbaharui minat/kesenangan
e. Memanfaatkan kemandirian dan kemampuan/potensi diri secara positif
2. Intervensi Penyimpangan Perkembangan
Intervensi Generalis :
a. Menganjurkan individu membuka diri, menjalin hubungan dengan
orang lain
b. Membantu menemukan pedoman dan nilai-nilai kehidupan serta
konsep diri yang jelas
c. Tetap menjalin hubungan baik dengan individu yang bermasalah
(kriminal, tindak asusila, narkoba) sambil terus membimbingnya
d. Memfasilitasi individu untuk mengikuti kegiatan sosial di masyarakat
e. Menganjurkan individu mengembangkan minat, bakat dan kemampuan
yang dimilikinya

Intervensi Spesialis :
1. Terapi stimulasi perkembangan psikososial usia 30 – 60 tahun.
2. TKT Dewasa tengah
USIA PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL LANSIA ( > 60) TAHUN :
INTEGRITAS VS PUTUS ASA

A. PENGERTIAN
Perkembangan psikososial lanjut usia adalah tercapainya integritas
diri yang utuh. pemahaman terhadap makna hidup secara keseluruhan
membuat lansia berusaha menuntun generasi berikutnya (anak dan
cucunya) berdasarkan sudut pandangnya. Lansia yang tidak mencapai
integritas diri akan merasa putus asa dan menyesali masa lalunya karena
tidak merasakan hidupnya bermakna.

B. KARAKTERISTIK PERILAKU
Karakteristik Perkembangan Lansia

Tugas Perkembangan Perilaku Lansia

Perkembangan yang
 Mempunyai harga diri tinggi
normal :
 Menilai kehidupannya berarti
Integritas diri /
 Menerima nilai dan keunikan orang lain
keutuhan konsep
 Menerima dan menyesuaikan kematian pasangan
diri
 Menyiapkan diri menerima datangnya kematian
 Melaksanakan kegiatan agama secara rutin
 Merasa dicintai dan berarti dalam keluarga
 Berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan
kelompok masyarakat
 Menyiapkan diri ditinggalkan anak yang
telah mandiri
C. Diagnosa Keperawatan
Potensial berkembangnya integritas diri
D. Tindakan Keperawatan
Lansia
1. Tujuan
 Lansia dapat menyebutkan karakteristik perkembangan psikososial
yang normal (merasa disayangi dan dibutuhkan keluarganya dan
mampu mengikuti kegiatan social dan keagamaan di lingkungannya.
 Lansia dapat menjelaskan cara mencapai perkembangan psikososial
yang normal dan merasa hidupnya bermakna.
 Lansia melakukan tindakan untuk mencapai perkembangan
psikososial yang normal.

2. Tindakan Keperawatan
Tindakan Keperawatan bagi Perkembangan Psikososial Lansia
Tugas Perkembangan Tindakan Keperawatan

Perkembangan yang a. Jelaskan ciri perilaku perkembangan lansia


normal : yang normal dan menyimpang (lihat tabel
Integritas diri / sebelumnya)
keutuhan konsep b. Mendiskusikan cara yang dapat dilakukan
diri oleh lansia untuk mencapai integritas diri
yang utuh :
 Mendiskusikan makna hidup lansia
selama ini
 Melakukan life review (menceritakan
kembali masa lalunya, terutama
keberhasilannya)
 Mendiskusikan keberhasilan yang telah
dicapai lansia
 Mengikuti kegiatan sosial di
lingkungannya
 Melakukan kegiatan kelompok
c. Membimbing lansia membuat rencana
kegiatan untuk mencapai integritas diri
yang utuh.
d. Memotivasi lansia untuk menjalankan
rencana yang telah dibuatnya

Keluarga
1. Tujuan
 Keluarga dapat menjelaskan perilaku lansia yang menggambarkan
perkembangan psikososial yang normal dan menyimpang
 Keluarga dapat menjelaskan cara memfasilitasi perkembangan lansia
 Keluarga melakukan tindakan untuk memfasilitasi perkembangan
lansia
 Keluarga merencanakan stimulasi untuk mengembangkan
kemampuan psikososial lansia
2. Tindakan Keperawatan
Tindakan Keperawatan Untuk Keluarga

Tugas Perkembangan Tindakan Keperawatan

Perkembangan yang a. Menjelaskan perkembangan psikososial


normal : yang normal dan menyimpang pada
Integritas diri / keluarga
keutuhan konsep b. Mendiskusikan cara memfasilitasi
diri perkembangan lansia yang normal dengan
keluarga
 Bersama lansia mendiskusikan makna
hidupnya selama ini
 Mendiskusikan keberhasilan yang telah
dicapai lansia
 Mendorong lansia untuk mengikuti
kegiatan sosial (arisan, menengok yang
sakit, dll) di lingkungannya
 Mendorong lansia untuk melakukan
kegiatan ....
 Mendorong lansia untuk melakukan life
review (menceritakan kembali masa
lalunya terutama keberhasilannya)
c. Melatih keluarga untuk memfasilitasi
perkembangan psikososial lansia
d. Membuat stimulasi perkembangan
psikososial lansia
DAFTAR PUSTAKA

Potter, Patricia A. and Perry, Anee G. (1985). Fundamentals of Nursing concept,


process, and practice. St. Louis : The C.V. Mosby Company

Spesialis Jiwa FIK 2005-2007 dan tim pengajar spesialis jiwa (2008). Draft
Standar Asuhan Keperawatan Program Spesialis Jiwa. Jakarta : Program
Magister Keperawatan Jiwa FIK UI