Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Penyajian makanan pada orang sakit cenderung lebih kompleks
daripada penyajian makanan pada orang sehat karena adanya perubahan
nafsu makan. Kepuasan pasien dalam penampilan dan rasa makanan,
terutama penyajian makanan sangat berkaitan dengan sisa makanan
pasien, di mana penyajian makanan yang buruk dapat berdampak pada
banyaknya sisa makanan pasien. Sisa makanan di rumah sakit dapat
memberikan informasi tentang banyaknya makanan yang dibuang, besar
kecilnya daya terima pasien, dan kepuasan pasien terhadap makanan
(Alzubaidy, 2008).
Sisa makanan pasien adalah makanan yang disisakan oleh pasien.
Sisa makanan yang tinggi menandakan kurang maksimalnya daya terima
pasien. Apabila daya terima pasien terhadap makanan kurang memuaskan
maka berpengaruh terhadap asupan gizi pasien, dan apabila berlangsung
lama maka akan menyebabkan pasien tersebut mengalami defisiensi zat
gizi (Renaningtias, 2004).
Apabila sisa makanan pasien masih banyak maka asupan zat gizi
akan defisit. Oleh karena itu, pasien harus diupayakan untuk menghabiskan
makanan sesuai kebutuhannya. Penyajian makanan yang menarik dapat
meningkatkan selera makan pasien. Menurut Winata (2011), modifikasi
haruslah praktis, mudah, dan dapat dibuat menarik sehingga diharapkan
dapat meningkatkan daya terima pasien terhadap makanan. Dengan
meningkatnya daya terima pasien terhadap makanan maka asupan gizi
yang masuk kepada pasien akan lebih baik.
Modifikasi resep ini sebagai salah satu cara untuk meningkatkan
citarasa masakan. Menu yang telah dimodifikasi, sehingga dapat
mengurangi rasa bosan/ jenuh pasien terhadap masakan sering disajikan.
Demikian pula, pengembangan resep untuk meningkatkan nilai gizi
masakan, sekaligus meningkatkan daya terima pasien. Modifikasi bentuk,
atau cara pengolahannya. Dengan demikian modifikasi resep dimaksudkan
untuk meningkatkan keanekaragaman masakan bagi pasien, meningkatkan
nilai gizi pada masakan, dan meningkatkan daya terima pasien terhadap
masakan (Irianto Aritonang,2012).
Hati merupakan salah satu alat tubuh penting yang berperan dalam
metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Sebagian besar hasil
pencernaan setelah diabsorbsi, langsung dibawa ke hati, untuk disimpan
atau diubah menjadi bentuk lain dan diangkut ke bagian tubuh yang
membutuhkan. Hati mengatur volume dan sirkulasi darah serta berperan
dalam detoksifikasi obat-obatan dan racun. Dengan demikian, kelainan
atau kerusakan hati berpengaruh terhadap fungsi saluran cerna dan
penggunan makanan dalam tubuh sehingga sering menyebabkan
gangguan gizi.
Pada penderita penyakit hati dirumah sakit pengaturan dietnya
disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi sipenderita/pasien. Tetapi
sering sekali ditemukan pemberian diet pada pasien sangat tidak beragam
sehingga menimbulkan kejenuhan pada pasien. Untuk menanggulangi
\terjadinya kejenuhan pada pasien maka sangat diperlukan pengadaan
modifikasi resep pada makanan pasien sehingga akan meningkatkan status
gizi pasien.
Pada RSUD Deli Serdang terdapat menu lauk nabati Tempe Goreng
tetapi menu ini sangat sering diberikan pada pasien sehingga untuk
mengatasi terjadinya kejenuhan terhadap menu tersebut maka akan
dimodifikasi menjadi Pepes Tempe Pelangi.
Pepes Tempe Pelangi merupakan olahan lauk nabati yang akan dapat
meningkatkan status gizi pasien karena pada tempe terdapat berbagai
macam sayuran, antara lain wortel, buncis, brokoli, dan jagung manis yang
kaya akan serat pangan.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana cara membuat pengembangan resep diet pasien
penyakit hati ?
2. Bagaimana cara memodifikasi resep untuk diet pasien penyakit
hati?
3. Bagaimana cara membuat HACCP resep untuk diet penyakit hati ?

C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Mengetahui hasil modifikasi menu diet untuk penyakit hati serta
cara meningkatkan mutu resep dan makanan.
2. Tujuan Khusus
a. Melakukan analisa pada menu yang ada (nilai gizi, prinsip dan
syarat diet, teknik pengolahan, biaya)
b. Melakukan modifikasi menu berdasarkan hasil analisa
c. Melakukan analisa pada menu hasil modifikasi (nilai gizi,
prinsip dan syarat diet, teknik pengolahan, biaya)
d. Mendapatkan data uji cita rasa (meliputi rasa, warna, aroma,
tekstur, kematangan dan besar porsi)

D. Manfaat
Dengan dilaksanakannya modifikasi resep ini diharapkan dapat
menambah pengetahuan tentang prosedur modifikasi resep serta
dapat menciptakan resep yang lebih bervariasi dan juga menjadi
pertimbangan bagi rumah sakit untuk perencanaan menu.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Diet Hati
Hati merupakan salah satu organ tubuh yang mempunyai fungsi
sangat banyak dan komplek. Secara garis besar fungsi hati adalah
berperan dalam proses metabolisme karbohidrat, lemak dan protein
serta pembentukan dan sekresi empedu, detoksifikasi zat-zat beracun
menjadi zat yang tidak beracun, menyimpan vitamin larut lemak yaitu
A,D,E,K dan vitamin-vitamin B-komplek, serta menyimpan zat besi.
Oleh karena itu kerusakan pada hati akan berpengaruh terhadap
metabolisme dan penggunaan zat-zat gizi dalam tubuh, sehingga
dapat mengakibatkan kekurangan gizi.
Penyakit hati yang sering ditemukan adalah Hepatitis dan Sirosis
Hati. Hepatitis adalah peradangan hati akibat infeksi virus atau
keracunan bahan-bahan beracun. Penyebabnya bermacam-
bermacam tetapi utamanya adalah infeksi virus hepatitis. Sirosis hati
adalah penyakit hati menahun dan progresif, ditandai dengan adanya
infiltrasi lemak dalam hati. Perlemakan hati terjadi karena
meningkatnya sintesa lemak dan menurunnya penggunaan energi
oleh hati.

B. Tujuan Diet
Tujuan diet penyakit hati adalah untuk mencapai dan
mempertahankan status gizi optimal tanpa meberatkan fungsi hati,
dengan cara :
1. Meningkatkan regenerasi jaringan hati dan mencegah kerusakan
lebih lanjut dan / atau meningkatkan fungi jaringan hati yang
tersisa.
2. Mencegah katabolisme protein.
3. Mencegah penurunan berat badan atau meningkatkan berat
badan bila kurang.
4. Mencegah atau mengurangi asites, varises esofagus, dan
hipertensi portal.
5. Mencegah koma hepatik.

C. Syarat Diet
1. Energi tinggi untuk mencegah pemecahan protein, yang diberikan
bertahap sesuai dengan kemampuan pasien, yaitu 40-45 kkal/kg
BB.
2. Lemak cukup, yaitu 20 – 25 % dari kebutuhan enrgi total, dalam
bventuk yang mudah dicerna atau dalam bentuk emulsi. Bila
pasien mengalami steatorea, gunakan lemak dengan asam lemak
rantai sedang (Medium chain Triglyceridel / MCT). Jenis lemak ini
tidak membutuhkan aktifitas lipase dan asam empedu dalam
proses absorbsinya. Pemberian lemak sebanyak 45 gram dapat
mempertahankan fungsi imun dan proses sintesis lemak.
3. Protein agak tinggi, yaitu 1,25 – 1, 5 g/kg BB agar terjadi
anabolisme protein. Pada kasus Hepatitis Fulminan dengan
nekrosis dana gejala ensefalohepati yang disertai peningkatan
amoniak dalam darah, pemberian protein harus dibatasi untuk
mencegah koma, yaitu sebanyak 30 – 40 gr/hari. Pada sirosis hati
terkompensasi, protrein diberikan sebanyak 1,25 g/kg BB. Asupan
minimal protein hendaknya 0,8 – 1 g/kg BB. Protein nabati
memberikan keuntungan karena kandungan serat yang dapat
mempercepat pengeluaran amoniak melalui feses. Namun, sering
timbul keluhan berupa rasa kembung dan penuh. Diet ini dapat
mengurangi status ensefalopati, tetapi tidak dapat memperbaiki
keseimbangan nitrogen.
4. Vitamin dan Mineral diberikan sesuai dengan tingkat defisiensi.
Bila perlu, diperlukan suplemen vitamin B kompleks, C, dan K
serta mineral dan zat besi bila ada anemia.
5. Natrium diberikan rendah, tergantung tingkat edema dan asites.
Bila pasien mendapat diuretika, garam natrium dapat diberikan
lebih leluasa.
6. Cairan diberikan lebih dari biasa, kecuali bila ada kontraindikasi.
7. Bentuk makanan lunak bila ada keluhan mual dan muntah, atau
makanan biasa sesuai kemampuan saluran cerna.

D. Makanan yang Dianjurkan


1. Sumber protein nabati seperti tahu, tempe, susu kedelai, kacang
hijau, lebih menguntungkan karena mengandung arginin yang
dapat membantu mendetoks amonia yang merupakan hasil
pemecahan protein.
2. Sumber protein hewani seperti susu, telur, ayam, ikan rendah
lemak, daging tanpa lemak.
3. Sayuran seperti bayam, bit, wortel, labu kuning, labu siam, buncis,
kacang panjang, tomat, daun kangkung, oyong.
4. Buah-buahan segar seperti pisang, pepaya, pir, apel, jeruk,
semangka, melon, sawo, mangga, buah naga.
5. Jus sayur dan buah segar seperti bit, pepaya, mangga, jambu biji,
dan lain-lain.
6. Perbanyak konsumsi makanan sumber kalium seperti nasi,
kentang, pisang, prune, dan anggur.

E. Makanan yang Dibatasi dan Dihindari


1. Hindari makanan yang terlalu berlemak seperti goreng-gorengan,
santan kental, minyak ikan.
2. Sayuran yang bergas seperti nangka muda, rebung, lobak, radish,
bengkuang.
3. Buahan-buahan yang menimbulkan gas seperti durian, nagka.
4. Minuman beralkohol, cafein, cola, dan makanan minuman terlalu
manis.
5. Makanan yang terlalu berbumbu, cabai, cuka, dan bumbu yang
merangsang.

F. Macam Diet dan Indikasi Pemberian


1. Diet Hati I
Diet Hati I diberikan bila pasien dalam keadaan akut atau bila
prekoma sudah dapat diatasi dan pasien sudah mulai
mempunyai nafsu makan. Melihat keadaan pasien, makanan
diberikan dalam bentuk cincang atau lunak. Pemberian protein
dibatasi (30g/hari) dan lemak diberikan dalam bentuk mudah
dicerna.
2. Diet Hati II
Diet Hati II diberikan sebagai makanan perpindahan dari Diet
Hati I kepada pasien yang nafsu makannya cukup. Menurut
keadaan pasien, makanan diberikan dalam bentuk lunak atau
biasa. Protein diberikan 1 gr/ kg BB dan lemak sedang (20-25%
dari kebutuhan energi total) dalam bentuk yang mudah dicerna.
3. Diet Hati III
Diet Hati III diberikan sebagai makanan perpindahan dari Diet
Hati II atau kepada penyakit hepatitis akut dan sirosis hati yang
nafsu makannya telah baik, telah dapat menerima protein, dan
tidak menunjukkan gejala sirosis hati akut.

G. Pengembangan Resep
1. Pengertian
Pengembangan resep adalah upaya memodifikasi standar resep yang
ada untuk menciptakan makanan baru yang berbeda, baik warna,
bentuk, tekstur, aroma, maupun rasa dengan tetap memperhatikan
prinsip dasar dari resep awalnya dan makanan mengandung nilai gizi
yang standar.
2. Tujuan
Tujuan pengembangan resep secara umum adalah :
a. Membuat variasi dari resep lama menjadi resep baru baik
penampilan, maupun cara pemasakan.
b. Meningkatkan cita rasa, bentuk, dan penampilan serta nilai gizi.

3. Pengembangan resep untuk Rumah Sakit


Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain:
a. Memahani tujuan diit yang diberikan sebelum melakukan
pengembangan resep.
b. Bentuk makanan disesuaikan dengan pasien dan penyakit
c. Komposisi zat gizi sesuai dengan kondisi pasien
d. Penggunaan bahan makanan yang segar dan tidak rusak serta
disesuaikan dengan tujuan pemberian makanan dan penyakit.

4. Tahap pengembangan resep


a. Pilih resep yang akan dikembangkan
b. Pelajari resep tersebut (bahan, bumbu, prosedur
pembuatan/teknik persiapan dan pemasakan), penyajian
c. Memodifikasi resep yang sudah dipilih untuk dikembangkan
d. Menyesuaikan pengembangan bahan makanan dan cara
pemasakan dalam resep tersebut dengan standar makanan diet
tertentu
e. Melakukan uji coba resep.
f. Memperbaiki kesalahan atau hal-hal yang kurang sesuai (bahan,
bumbu, teknik persiapan/teknik pemasakan)
BAB III
METODE

A. Waktu dan Lokasi Pelaksanaan


Modifikasi resep ini akan dilaksanakan pada tanggal di Ruang
Instalasi Gizi RSUD Deli Serdang, Lubuk Pakam.

B. Panelis
Panelis dalam pelaksanaan modifikasi resep ini adalah pegawai di
ruang Instalasi Gizi RSUD Deli Serdang, Lubuk Pakam yang
berjumlah 23 orang.

C. Resep
1. Resep Awal
Tempe Goreng
Bahan
 150 gram Tempe (potong sesuai selera, jangan terlalu tebal dan
jangan terlalu tipis)
 Minyak goreng (secukupnya)
Bumbu (haluskan)
 3 siung bawang putih
 Garam (secukupnya, kira 1 sdt)
 1/2 sdt ketumbar
 air (secukupnya)

Cara Membuat
 Potong tempe sesuai selera lalu sisihkan dan buat bumbu halusnya.
 Haluskan semua bumbu yakni garam, ketumbar, dan bawang putih.
 Tambahkan sedikit air ke dalam bumbu lalu aduk rata.
 Jika bumbu sudah siap, masukkan tempe ke dalam bumbu dan aduk
rata lalu diamkan sebentar kira-kira 10 menit agar bumbu meresap
ke dalam tempe.
 Saat bumbu sudah meresap dengan baik, goreng tempe dengan
minyak panas sampai warnanya menjadi kuning kecokelatan.
 Tempe goreng siap untuk disajikan.
Untuk : 3 porsi
Energi : 125,6 kkal / porsi
Protein : 9,9 gr / porsi
Lemak : 6,2 gr / porsi
KH : 9,9 gr / porsi

 Alat
Alat yang digunakan untuk membuat Tempe Goreng adalah :
No Nama Alat Jumlah
1 Mangkuk 1 bh
2 Sendok makan 2 bh
3 Sendok Goreng 1 bh
3 Wajan 1 bh
4 Kompor gas 1 bh
5 Pisau 1 bh
6 Talenan 1 bh

 Anggaran Biaya
Anggaran biaya digunakan untuk membuat Tempe Goreng adalah :
No Bahan Berat Berat Harga Jumlah
Makanan Kotor(gr) Bersih(gr) Satuan(Rp) Harga(Rp)
1 Tempe 150 150 Rp. 3.000 / ppn Rp. 3.000
2 Bawang putih 5 5 Rp. 20.000 500
3 Garam 5 5 Rp. 3.000 500
4 Ketumbar 5 5 Rp. 1.000 500
5 Minyak goreng 5 5 Rp. 10.000 / kg Rp. 2.000
Jumlah Rp. 7.500
Harga per porsi Rp. 2.500
2. Resep Modifikasi
Pepes Tempe Pelangi
Bahan :
 250 gr tempe, kukus, haluskan, sisihkan.
 25 gr buncis, potong kecil.
 25 gr wortel, potong dadu
 25 gr brokoli, potong kecil
 15 gr jagung manis, pipil
 1 sdt bawang putih
 1 sdt bawang merah
 1 ruas jahe
 ½ ruas kunyit
 ½ sdt ketumbar
 1 btg serai
 Daun kunyit dan daun jeruk secukupnya
 Kelapa parut secukupnya
 Garam secukupnya
 Secukupnya daun pisang untuk membungkus
 Secukupnya semat / tusuk gigi

Cara Membuat :
1. Rebus Tempe sampai terasa lunak, setelah dingin, lumatkan.
2. Rebus Brokoli, wortel, buncis dan jagung manis hingga lunak lalu
dipotong kecil-kecil.
3. Haluskan jahe, kunyit, bawang merah, bawang putih, Ketumbar
dan serai.
4. Rajang halus daun kunyit dan daun jeruk. Campurkan dengan
bumbu yang telah dihaluskan.
5. Campurkan Tempe, Sayuran, dan Bumbu. Lalu tambahkan
kelapa parut dan garam secukupnya. Aduk rata.
6. Masukkan adonan dalam daun pisang. Bungkus rapi dengan
bantuan semat / tusuk gigi. Kukus selama 20 menit. Pepes
Tempe Pelangi Siap dihidangkan.

Untuk : 5 porsi
Energi : 133,8 kkal / porsi
Protein : 10,3 gr / porsi
Lemak : 6,4 gr / porsi
KH : 11,4 gr / porsi

 Bahan yang digunakan


1. Tempe
Tempe adalah makanan yang dibuat dari fermentasi terhadap
biji kedelai atau beberapa bahan lain yang menggunakan beberapa
jenis kapang Rhizopus, seperti Rhizopus oligosporus, Rh.
oryzae, Rh. stolonifer (kapang roti), atau Rh. arrhizus. Sediaan
fermentasi ini secara umum dikenal sebagai "ragi tempe". Kandungan
nutrisi pada tempe yang tinggi sangat baik untuk kesehatan.
Kandungan protein dan asam amino esensialnya mampu membantu
menurunkan jumlah lemak di dalam tubuh. Sebuah penelitian di
Amerika telah menemukan bahwa orang yang banyak mengonsumsi
protein kedelai, akan mempunyai sedikit lemak. Khususnya lemak
yang menumpuk di sekitar hati, yang dapat menyebabkan penyakit
hati.
Kandungan Gizi per 100 gram Tempe dapat dilihat pada Tabel I.

Tabel I kandungan Gizi per 100 gram Tempe


Kandungan Jumlah
Energi 199 kkal
Protein 19 gram
Karbohidrat 17 gram
Lemak 7,7 gram
2. Buncis
Buncis merupakan sayuran seperti kacang panjang namun lebih
manis dan lebih banyak air. Buncis termasuk polong-polongan. Buncis
yang dikonsumsi secara keseluruhan, menyediakan serat
makanan yang relatif tinggi . Serat diet membantu menurunkan kadar
kolesterol darah, obesitas, dan sembelit.
Kandungan Gizi per 100 gram Buncis dapat dilihat pada Tabel II.

Tabel II kandungan Gizi per 100 gram Buncis


Kandungan Jumlah
Energy 31 kkal
Protein 1,83 gram
Lemak 0,22 gram
Karbohidrat 6,97 gram

3. Wortel
Mengonsumsi wortel dapat membantu menjaga kesehatan fungsi hati
karena didalam wortel terdapat kandungan seperti beta karoten,
rendah kolesterol, serta sumber vitamin A dan C.
Kandungan Gizi per 100 wortel dapat dilihat pada tabel III

Tabel III Kandungan Gizi per 100 gram Wortel


Kandungan Jumlah
Energy 41 kkal
Protein 0,93 gram
Karbohidrat 9,58 gram
Lemak 0,24 gram
Serat 2,8 gram
4. Brokoli
Brokoli memiliki berbagai kandungan yang sangat baik untuk
kesehatan hati, beberapa kandungan dalam Brokoli seperti
glucosinolate, kandungan ini dapat membantu hati menghasilkan
enzim untuk membantu menghilangkan racun dan membantu
pencernaan. Brokoli juga dikenal kaya akan serat alami ini memiliki
fungsi yang luar biasa untuk kesehatan hati. Selain memiliki fungsi
untuk membersihkan tubuh dari karsinogen, serat ini juga membantu
dalam membuang racun berbahaya dalam hati dan mendetok hati itu
sendiri.
Kandungan Gizi Brokoli dapat dilihat pada tabel IV

Tabel IV Kandungan Gizi pada 100 gram Brokoli


Kandungan Jumlah
Energy 33 kkal
Protein 2,8 gram
Karbohidrat 7 gram
Lemak 0,4 gram
Kolesterol 0 mg

5. Jagung
Jagung kaya akan serat yang membantu proses pencernaan. Menurut
penelitian, satu porsi jagung sudah memenuhi kebutuhan 10 persen
serat setiap hari. Beberapa mineral yang terkandung dalam jagung
adalah magnesium, mangan, zat besi, tembaga, seng, dan selenium.
Seluruh mineral tersebut berperan dalam menjaga kesehatan tubuh
secara keseluruhan.
Kandungan Gizi Jagung dapat dilihat pada tabel V
Tabel V Kandungan Gizi pada 100 gram Jagung
Kandungan Jumlah
Energy 365 kkal
Protein 9 gram
Karbohidrat 74 gram
Lemak 4,7 gram
Kolesterol 0 mg

 Alat
Alat yang digunakan untuk membuat Pepes Tempe Pelangi adalah :
No Nama Alat Jumlah
1 Mangkuk 1 bh
2 Sendok makan 2 bh
3 Kompor gas 1 bh
4 Pisau 1 bh
5 Talenan 1 bh
6 Kukusan 1 bh
7 Spatula 1 bh

 Anggaran Biaya
Anggaran biaya digunakan untuk membuat Pepes Tempe Pelangi
adalah :
No Bahan Makanan Berat Berat Harga Jumlah
Kotor(gr) Bersih(gr) Satuan(Rp) Harga(Rp)
1 Tempe 250 250 3.500 / ppn 3.500
2 Wortel 25 20 10.000 / kg 1.500
3 Brokoli 25 25 20.000 / kg 2.000
4 Buncis 25 24 16.000 / kg 2.000
5 Jagung manis 15 15 10.000 / kg 1.500
6 Bawang Putih 7 5 20.000 / kg 500
7 Bawang Merah 7 5 18.000 / kg 500
8 Ketumbar 5 5 1.000 / bks 500
9 Jahe 7 5 500 / bks 500
10 Kunyit 7 5 500/ bks 500
11 Kelapa Parut 5 5 2.000 / bks 500
12 Serai 5 5 500 / btg 500
Jumlah Rp. 14.000
Harga per porsi Rp. 2.800

D. Parameter yang Dinilai


1. Standar Porsi
2. Harga per porsi
3. Warna
4. Aroma
5. Tekstur
6. Rasa

E. Evaluasi
Cara evaluasi pengembangan resep ini menggunakan uji
organoleptik, dengan aspek-aspek yang dinilai yaitu warna, tekstur, rasa,
aroma, kematangan dan besar porsi. Nilai gizi yang dihitung yaitu energi,
protein, lemak, dan karbohidrat. Selain itu juga dilakukan pula perhitungan
total harga bahan makanan dalam satu porsi.
Form uji citarasa diisi dengan pemberian tanggapan panelis tentang
kesukaannya terhadap Pepes Tempe Pelangi pada setiap aspek yang
dinilai, dengan lima kategori kategori yaitu amat sangat suka, sangat suka,
suka, kurang suka dan tidak suka. Selain itu, disediakan pula baris dimana
panelis dapat berkomentar tentang modifikasi resep.
Hasil yang didapatkan kemudian akan diolah dalam bentuk distribusi
frekuensi pada masing-masing aspek yang dinilai. Kemudian disajikan
dalam bentuk grafik distribusi modifikasi resep. Selain itu, dilakukan juga
evaluasi terhadap hasil nilai gizi dan biaya modifikasi resep.
DAFTAR PUSTAKA

Almatsier, S, 2004. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. PT. Gramedia Pustaka


Umum. Jakarta.

Alzubaidy, Abdul. 2008. Hubungan Tingkat Kepuasan dengan Sisa


Makanan Biasa pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Fakfak. Skripsi. Universitas Gadjah Mada.

Renaningtias, Dewi. 2004. Pengaruh Penggunaan Modifikasi Standar


Resep Lauk Nabati Tempe Terhadap Daya Terima Dan Persepsi Pasien
Rawat Inap RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Tesis, Universitas Gadjah
Mada.

Ritonang, Irianto. 2012. Gizi dan Pola Hidup Sehat. CV. Yrama Widya.
Jakarta.

Soenardi, Tuti. 2014. Mengangkat Gizi dan Kuliner Makanan Rumah


Sakit. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
Lampiran
FORMULIR UJI KESUKAAN / UJI HEDONIK MODIFIKASI RESEP

Nama Panelis :
Tanggal Penguji :
Jenis Sampel : Lauk Nabati Pepes Tempe Pelangi untuk Diet Pasien
Penyakit Hati
Intruksi : Nyatakan penilaian Anda dalam “√” pada pernyataan
yang sesuai dengan pilihan Anda.

No Kriteria Penilaian Skor


5 4 3 2 1
(Amat (Sangat (Suka) (Tidak (Sangat
Sangat Suka) Suka) Tidak
Suka) Suka)
1 Warna
2 Bentuk/Tampilan
3 Tekstur
4 Aroma
5 Rasa

Komentar Panelis :
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
................................................................................
Terimakasih atas kerjasamanya.
Penulis

Dara Ananda
PROPOSAL MODIFIKASI RESEP PEPES TEMPE PELANGI
LAUK NABATI UNTUK DIET HATI

DI RSUD DELI SERDANG

OLEH

DARA ANANDA

P01031214011

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN MEDAN JURUSAN GIZI
PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
2017