Anda di halaman 1dari 181

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

SISTEM AKUNTANSI PENGGAJIAN DAN PENGUPAHAN


Studi Kasus: Penerbit Percetakan Kanisius

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat


Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Pendidikan Akuntansi

Oleh:
NATHALIA
NIM: 011334129

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI


JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2007
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

iii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak

memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam

kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

Yogyakarta, 2 Oktober 2007

Penulis

Nathalia

iv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ABSTRAK

SISTEM AKUNTANSI PENGGAJIAN DAN PENGUPAHAN


Studi kasus: Penerbit Percetakan Kanisius Yogyakarta

Nathalia
Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta
2007

Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui apakah sistem


akuntansi penggajian dan pengupahan Penerbit Percetakan Kanisius Yogyakarta
sudah baik dan efektif, yaitu dengan cara: 1) mendiskripsikan sistem akuntansi
penggajian dan pengupahan dan menganalisis dengan cara membandingkan
dengan teori sistem akuntansi penggajian dan pengupahan yang ada; 2)
melakukan pengujian kepatuhan dengan metode stop-or-go sampling untuk
mengetahui efektifitas sistem akuntansi penggajian dan pengupahannya.
Data sistem akuntansi pengggajian dan pengupahan Penerbit Percetakan
Kanisius diperoleh dari hasil wawancara, kuesioner sistem pengendalian intern,
observasi, dan dokumentasi. Hasil pendeskripsian tersebut dibandingkan dengan
teori yang ada sehingga dapat diketahui kebaikan dan kelemahan sistem akuntansi
penggajian dan pengupahan yang dijalankan perusahaan. Untuk mengetahui
efektifitas sistem akuntansi penggajian dan pengupahan di perusahaan ini,
dilakukan pengujian kepatuhan dengan memakai salah satu metode sampling
statistik yaitu metode stop-or go sampling.
Hasil analisis dan pengujian kepatuhan terhadap data menunjukkan bahwa:
1) sistem akuntansi penggajian dan pengupahan yang dijalankan Penerbit
Percetakan Kanisius sudah sesuai dengan teori sistem akuntansi penggajian dan
pengupahan yang ada maka dikatakan baik; 2) dengan menggunakan metode stop-
or-go sampling maka sistem akuntansi penggajian dan pengupahan yang
dijalankan Penerbit Percetakan Kanisius adalah efektif.

v
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ABSTRACT

ACCOUNTING SYSTEM ON SALARY AND WAGE


A Case Study At “Kanisius” Publisher and Printing
Yogyakarta

Nathalia
Sanata Dharma University
Yogyakarta
2007

This research aims to find out whether or not the accounting system salry
and wage of “Kanisius” Publisher and Printing Yogyakarta is appropriate and
effective, by: 1) describing and comparing accounting on salary and wage at the
company theory one; 2) applying control test using stop-or-go sampling method.
The data are gathered by interviews, questionnaire, observations and
documentation. The result of the comparison shows the strengths and the
weaknesses of the accounting system on salry and wage in this company. Then the
stop-or-go sampling method is used in order to assess its effectiveness.
The analysis result and control test of the data show that: 1) accounting
system on salary and wage running by “Kanisius” Publisher and Printing is
appropria te with the existing theory of salary and wage accounting; 2) by using
stop-or-go sampling method the accounting system on salary and wage running by
“Kanisius” Publisher and Printing is efectife.

vi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

MOTO dan PERSEMBAHAN

MOTTO:
v Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah
segalah rencanamu.
(Amsal 16: 3)
v Cintaku, Citraku, dan Cita-citaku adalah Hidupku
v Kegagalan ja ngan dijadikan sebagai penghambat untuk maraih
keberhasilan. Kegagalan adalah saat kita istirahat untuk menengok
sebentar perjalanan yang telah kita lalui.
v Hidup adalah perjuangan, kemarin adalah kenangan, hari ini adalah
kenyataan dan esok adalah harapan dan perjuangan.
v Keep Your Smile

PERSEMBAHAN:

Dengan penuh rasa cinta, skripsi ini kupersembahkan kepada:

1. Yesus X’tus Sahabat dan PenyelamatKu.

2. Bunda Maria yang selalu menghibur dan menolongku.

3. Papa dan Mama tercinta yang selalu memberi semangat

dan menyertakan aku dalam doa-doanya.

4. Kakakku: Pak Calvin Sek, Pak Gio Sek, Mama Ernes Sek,

dan Adikku Vivi, Erna dan Adik Frter MelQ yang cakep n

manis.

5. Stefanus Thio Sampe Bulean yang Kusayangi dan Kucintai.

vii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

KATA PENGANTAR

Puji Syukur penulis panjatkan kepada Tuhan atas rahmat dan karunia-Nya

sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul Sistem Akuntansi

Penggajian Dan Pengupahan.

Skripsi yang diajukan penulis merupakan syarat yang harus dipenuhi

untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Prodi Akuntansi Universitas Sanata

Dharma Yogyakarta.

Penulis menyadari sepenuhnya proses penyusunan skripsi ini tidak lepas

dari bantuan, bimbingan, dorongan akan perhatian yang tidak ternilai harganya

dari berbagai pihak, sehingga dalam kesempatan ini penulis mengucapkan

terimakasi kepada:

1. Bapak Drs.T. Sarkim, M.Ed., Ph.D, selaku Dekan Fakultas Keguruan dan

Ilmu Pendidikan.

2. Bapak Drs. Sutarjo Adisusilo, J.R, selaku Kepada Jurusan Pendidikan Ilmu

Pengetahuan Sosial.

3. Bapak Laurentius Saptono,S.Pd., M.Si, selaku Kepada Program Studi

Pendidikan Akuntansi.

4. Ibu E. Catur Rismiati, S.Pd., M.A, selaku Dosen Pembimbing I yang telah

memberikan pengarahan, koreksi dan saran penulisan skripsi.

5. Bapak Bambang Purnomo, S.E., M.Si, selaku Dosen Pembimbing II yang

telah membimbing dan memberi petunjuk selama penulisan skripsi.

viii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

6. Ibu Nita, selaku Kepala Bagian Penelitian Penerbit Percetakan Kanisius

yang telah memberi izin kepada penulis untuk mengadakan penelitian di

perusahaan tersebut.

7. Mas Hendrik Panggalo’ yang telah memberikan bantuan kepada penulis

untuk mendapat data.

8. Papa dan Mama tercinta yang telah memberikan buah-buah tangannya lewat

kasih sayang, kesabaran, lantunan doa, motivasi dan juga materi.

9. Kakak-kakakku: Pak Calvin (yang telah membiayai kuliahku). Pak Gio,

Mama Ernes yang telah memberi motivasi , semangat dan materi dan juga

adik-adikku Vivi, Erna, & Fr.Melq makasih atas doa-doanya. (Buat adikku

Melq semoga cepat jd Romo key…!!!!????)

10. My Lovely Thio, yang telah memberikan doa, bantuan & colour of love in

my heart.

11. Teman-tamanku: PAK C ’01, K2KMSY : K’ Novi, Yuli, Deby, Rolends,

Yance, Hery, Pedi, Ronal, Orpha, Hermin, Fr. Labio, Fr. Narto, & Fr. Ucep

(Bersama kalian-kalian padha streesku ilang ).

12. Sahabat-sahabatku: Estin, Hexa, dan Yuli setiap saran yang kalian berikan

adalah nasehat yang berharga dari sebuah persahabatan. Untuk Yuli

(makasih atas rentalannya, semoga kulnya cepat kelar n’cepat dapat

cowok…he…he)

ix
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, oleh

karena itu penulis mangharapkan kritik dan saran yang dapat memberikan

kesempurnaan pada skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat memberi manfaat bagi

semua yang membacanya.

Penulis

Nathalia

x
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL …………………………………………………......... i

HALAMAN PERSETUJUAN…………………………………………….. ii

HALAMAN PENGESAHAAN……………………………………………. iii

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA…………………….. iv

ABSTRAK………………………………………………………………….. v

ABSTRACT………………………………………………………………… vi

HALAMAN MOTO DAN PERSEMBAHAN……………………………. vii

KATA PENGANTAR……………………………………………………… viii

DAFTAR ISI……………………………………………………………….. xi

DAFTAR TABEL…………………………………………………………. xiv

DAFTAR GAMBAR……………………………………………………… xv

BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………. 1

A. Latar Belakang Masalah………………………………………… 1

B. Batasan Masaah………………………………………………… 3

C. Perumusan Masalah…………………………………………….. 3

D. Tujuan Penelitian…………………………………………………. 3

E. Manfaat Penelitian……………………………………………….. 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA…………………………………………. 5

A. Sistem Akuntansi……………………………………………….. 5

B. Sistem Pengendalian Intern……………………………………… 9

C. Sistem Akuntansi Penggajian dan Pengupahan…………………. 20

xi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

D. Pengujian Kepatuhan……………………………………………. 56

E. Hipotesis………………………………………………………… 64

BAB III METODE PENELITIAN………………………………………. 66

A. Jenis Penelitian………………………………………………….. 66

B. Tempat dan Waktu Penelitian…………………………………… 66

C. Subjek Penelitian……………………………………………….. 66

D. Objek Penelitian………………………………………………… 66

E. Populasi dan Sampel……………………………………………. 67

F. Teknik Pengumpulan Data……………………………………… 68

G. Teknik Analisis Data…………………………………………… 69

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAN………………………… 78

A. Sejarah Berdirinya Perusahaan……………………………………. 78

B. Struktur Organisasi Perusahaan………………………………….. 83

C. Departemen Produksi…………………………………………….. 85

D. Departemen Pemasaran…………………………………………… 89

E. Bagian Personalia…………………………………………………. 91

F. Bagian Kisangani………………………………………………… 93

G. Departemen Redaksi……………………………………………… 94

BAB V HASIL TEMUAN LAPANGAN DAN PEMBAHASAN……….. 95

A. Sistem Akuntansi Penggajian Penerbit Percetakan Kanisius……… 96

B. Efektifitas Sistem Pengendalian Intern Dalam Sistem Akuntansi

Penggajian Penerbit Percetakan Kanisius…………………………. 120

C. Sistem Akuntansi Pengupahan Penerbit Percetakan Kanisius…….. 126

xii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

D. Efektifitas Sistem Pengendalian Intern Dalam Sistem Akuntansi

Pengupahan Penerbit Percetakan Kanisius……………………….. 147

BAB VI KESIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN DAN

SARAN…………………………………………………………… 153

A. Kesimpulan……………………………………………………… 153

B. Keterbatasan Penelitian…………………………………………. 156

C. Saran……………………………………………………………. 156

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………. 157

DAFTAR LAMPIRAN…………………………………………………. 158

xiii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 1 Besarnya Sample Minimum Untuk Pengujian Kepatuhan.................. 58

Tabel 2 Pengambilan Keputusan...................................................................... 59

Tabel 3 Atribut Sampling Table For Determining Stop Or Go Sample Size and

Upper Precision Limit Population Occurrence Rate Based Sample

Result ................................................................................................. 59

Tabel 4 Perbandingan Antara Teori Dengan Praktik Pelaksanaan SPI Pada Sistem

Akuntansi Pengajian Pada Penerbit Percetakan Kanisius .................... 70

Tabel 5 Perbandingan Antara Teori Dengan Praktik Pelaksanaan Sistem

Pengendalian intern pada Penerbit Percetakan Kanisius ...................... 74

Tabel 6 Perbandingan Antara Teori Dengan Praktik Struktur Organisasi Yang

Memisahkan Tanggung Jawab Secara Tegas Dalam Sistem Akuntansi

Penggajian Yang Dijalankan Penerbit Percetakan Kanisius ............... 109

Tabel 7 Perbandingan Antara Teori Dengan Praktik Sistem Otorisasi dan Prosedur

Pencatatan Dalam Sistem Akuntansi Penggajian Yang Dijalankan Penerbit

Percetakan Kanisius ............................................................................ 114

Tabel 8 Perbandingan Antara Teori dan Praktik Unsur Paraktik Yang Sehat

Dalami Sistem Akuntansi Penggajian Yang Dijalankan Penerbit

Percetakan Kanisius ............................................................................ 116

Tabel 9 Perbandingan Antara Teori Dengan Praktik Karyawan Yang Kompeten

Dalam Sistem Akuntansi Penggajian Yang Dijalankan Penerbit Percetakan

Kanisius ............................................................................................... 119

xiv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 10 Efektifitas Sistem Akuntansi Penggajian Penerbit Percetakan

Kanisius ................................................................................................ 122

Tabel 11 Perbandingan Antara Teori Dengan Praktik Struktur Organisasi Yang

Memisahkan Tanggung Jawab Secara Tegas Dalam Sistem Akuntansi

Pengupahan Yang Dijalankan Penerbit Percetakan Kanisius ............. 139

Tabel 12 Perbandingan Antara Teori Dengan Praktik Sistem Otorisasi dan

Prosedur Pencatatan Dalam Sistem Akuntansi Pengupahan Yang

Dijalankan Penerbit Percetakan Kanisius .......................................... 142

Tabel 13 Perbandingan Antara Teori dan Praktik Unsure Praktik Yang Sehat

Dalam Sistem Akuntansi Pengupahan Yang Dijalankan Penerbit

Percetakan Kanisius ........................................................................... 144

Tabel 14 Perbandingan Antara Teori Dengan Praktik Karyawan Yang Kompeten

Dalam Sistem Akuntansi Pengupahan Yang Dijalankan Penerbit

Percetakan Kanisius ......................................................................... 146

Tabel 15 Efektifitas Sistem Akuntansi Pengupahan Penerbit Percetakan

Kanisius ............................................................................................... 149

xv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gbr. 1 Jurnal Umum ........................................................................................ 24

Gbr. 2 Kartu Harga Pokok Produk .................................................................. 24

Gbr. 3 Bukti Kas Keluar ................................................................................. 25

Gbr. 4 Kartu Penghasilan Karyawan ............................................................... 26

Gbr. 5 Kartu Jam Hadir .................................................................................... 27

Gbr. 6 Kartu Jam Kerja .................................................................................... 28

Gbr. 7 Daftar Gaji ............................................................................................ 29

Gbr. 8 Daftar Upah .......................................................................................... 29

Gbr. 9 Rekapitulasi Gaji dan Upah .................................................................. 30

Gbr. 10 Surat Pernyataan Gaji dan Upah ........................................................ 32

Gbr. 11 Bukti Kas Keluar................................................................................. 33

Gbr. 12 Bagan Alir Sistem Akuntansi Penggajian .......................................... 47

Gbr.13 Bagan Alir Sistem Akuntansi Pengupahan.......................................... 51

Gbr. 14 Struktur Organisasi Penerbit Percetakan Kanisius.............................. 85

Gbr. 15 Proses Produksi Pada Penerbit Percetakan Kanisius .......................... 88

Gbr. 16 Bagan Alir Sistem Akuntansi Penggajian........................................... 102

Gbr. 17 Bagan Alir Sistem Akuntansi Pengupahan......................................... 132

xvi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Bersamaan dengan kemajuan jaman banyak bermunculan perusahaan-

perusahaan dalam berbagai macam bidang usaha yang mengakibatkan

persaingan perusahaan semakin ketat. Hal ini semakin menuntut suatu

perusahaan, baik perusahaan jasa, dagang, maupun manufaktur untuk

menggunakan sumberdaya yang ada dalam perusahaan seperti sumberdaya

alam, sumberdaya manusia dan sumberdaya modal secara efektif dan efisien.

Dari ketiga sumberdaya tersebut, sumberdaya manusia merupakan unsure

terpenting dalam mencapai tujuan perusahaan.

Manusia merupakan sumberdaya penentu keberhasilan perusahaan,

yaitu adanya karyawan, maka sudah selayaknya jika perusahaan

memperhatikan keinginan dan kebutuhan karyawan-karyawan tersebut dengan

memberikan gaji dan upah. Besarnya gaji dan upah karyawan harus

diselaraskan dengan tingkat kecakapan, pengalaman dan tingkat pendidikan

dari karyawan yang bersangkutan, serta disesuaikan dengan peraturan

pemerintah. Informasi mengenai gaji dan upah yang disajikan dalam laporan

keungan sangat dibutuhkan oleh berbagai pihak intern maupun ekstern antara

lain kreditur, investor, instansi pajak.

Manajemen memerlukan informasi keuangan untuk mengetahui,

mengawasi, dan mengambil keputusan dalam menjalankan perusahaan.

Informasi yang disajikan harus jelas dan tegas dalam memberikan keterangan,

1
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

begitu pula dengan prosedur-prosedur yang harus dijalankan maka diperlukan

system akuntansi. System akuntansi dibuat untuk menangani transaksi yang

berulangkali terjadi, maka system akuntansi mempermudah manajemen dalam

pengelolaan perusahaan. Agar system akuntansi dapat digunakan untuk

menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data

akuntansi, mendorong efisiean dan dipatuhinya kebijakan manajemen maka

dalam penyusunan akuntansi tersebut diperlukan adanya suatu alat

pengawasan yang disebut system pengendalian intern. Dengan adanya system

pengendalian intern maka informasi yang dihasilkan oleh system akuntansi

tersebut tepat dan akurat, dan jika terjadi penyimpangan dapat segerah

diketahui.

System penggajian dan pengupahan yang merupakan bagian dari

system akuntansi dalam perusahaan akan memberikan informasi secara tepat

dan teliti melalui system prosedur dan catatan-catatan mengenai pendapatan-

pendapatan yang harus diterima oleh setiap karyawan, karena gaji dan upah

merupakan hal yang penting maka perlu ditangani secara sungguh-sungguh

untuk menghindari kecurangan-kecurangan yang mungkin terjadi sehingga

diperlukan adanya system penggajian dan pengupahan.

Berdasarkan latar belakang diatas, maka penelitian ini diberi judul

“SISTEM AKUNTANSI PENGGAJIAN DAN PENGUPAHAN PADA

PERCETAKAN KANISIUS dengan cara studi kasus.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

B. Batasan Masalah

Dalam penelitian ini penulis hanya menitik beratkan pada penelitian

prosedur dan pengendalian internnya pada hal- hal yang berhubungan dengan

system akuntansi penggajian dan pengupahan.

C. Perumusan Masalah

Dari latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, pokok

masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Apakah system akuntansi penggajian PERCETAKAN KANISIUS sudah

baik?

2. Apakah system pengendalian intern akuntansi penggajian

PERCETAKAN KANISIUS sudah efektif?

3. Apakah system akuntansi pengupahan PERCETAKAN KANISIUS sudah

baik?

4. Apakah system pengendalian intern akuntansi pengupahan

PERCETAKAN KANISIUS sudah efektif?

D. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui apakah system akuntansi penggajian PERCETAKAN

KANISIUS sudah baik.

2. Untuk mengetahui apakah system pengendalian intern akuntansi

penggajian PERCETAKAN KANISIUS sudah efektif.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3. Untuk mengetahui apakah system akuntansi pengupahan PERCETAKAN

KANISIUS sudah baik.

4. Untuk mengetahui apakah system pengendalian intern akuntansi

pengupahan PERCETAKAN KANISIUS sudah efektif.

E. Manfaat Penelitian

1. Bagi pihak Perusahaan

Hasil penelitian ini kiranya dapat memberikan dan menambah

informasi yang bermanfaat bagi perusahaan dalam pelaksanaan dan

pengembangan system akuntansi penggajian dan pengupahan.

2. Bagi Universitas Sanata Dharma

Sebagai tambahan daftar pustaka yang ada diperpustakaan,

khususnya mengenai system akuntansi penggajian dan pengupahan.

3. Bagi Penulis

Menambah pengetahuan dan pengalaman karena dapat

membandingkan teori yang telah diperoleh dibangku kuliah dengan yang

sesungguhnya terjadi dalam perusahaan.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Sistem Akuntansi

Yang dimaksud dengan system akuntansi adalah organisasi formulir,

catatan dan laporan yang dikoordinasikan sedemikian rupa untuk

menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan

pengelolaan perusahaan. 1

Untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai system dan

prosedur maka perlu dibedakan dua pengertian. Menurut Mulyadi, pengertian

system dan prosedur adalah sebagai berikut:2

System adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola terpadu
untuk melaksanakan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa
orang dalam satu departemen atau lebih, yang dibuat untuk menjamin
penanganan secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi secara
berulang-ulang.

Tujuan pertama akuntansi adalah menyajikan informasi ekonomi dari

suatu kesatuan ekonomi kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Untuk

mengahasilkan informasi ekonomi, perusahaan perlu menciptakan suatu

metode pencatatan, penggolongan, analisis dan pengendalian transaksi serta

kegiatan-kegiatan keuangan, kemudian melaporkan hasilnya. Kegiatan

akuntansi meliputi: pengidentifikasian dan pengukuran data yang relevan

untuk suatu pengambilan keputusan; pemrosesan data yang bersangkutan dan

kemudian pelaporan informasi yang dihasilakan; serta pengkomunikasian

1
Drs. Mulyadi, M,Sc., Ak., Sistem Akuntansi ,( Penerbit STIE YKPN, Yogyakarta, 1993), hal. 3
2
Ibit., hal. 6.

5
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

informasi kepada pemakai informasi. Kegiatan-kegiatan tersebut perlu

dirangkai dalam suatu system yang disebut system akuntansi.

Seperti yang disebutkan dalam bab pendahuluan, system akuntansi

adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasikan

sedemikian rupa sehungga dapat menyediakan informasi keuangan yang

dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan. 3

System akuntansi pokok terdiri dari berbagai unsure, yaitu formulir,

catatan yang terdiri dari jurnal, buku besar, dan buku pembantu; serta laporan.

Menurut Mulyadi, pengertian masing- masing unsure tersebut adalah sebagai

berikut:4

1. Formulir

Formulir merupakan dokumen yang digunakan untuk merekam

terjadinya transaksi. Istilah dokumen sering digunakan untuk formulir

karena dengan formulir, peristiwa yang terjadi dalam organisasi direkam

(didokumentasikan) diatas secarik kertas.

2. Jurnal

Jurnal merupakan catatan yang dipakai untuk mengklasifikasikan

data keungan untuk pertama kalinya menurut penggolongan yang sesuai

dengan informasi yang akan disajikan dalam laporan keuangan.

3. Buku besar

Data keuangan yang telah dicatat dalam jurnal diringkas dalam

rekening yang disebut buku besar (general ledger). Buku besar dapat

3
Ibit., hal. 3.
4
Ibit.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

dipakai sebagai wadah untuk menggolongkan data keuangan dan dapat

digunakan sebagai sumber informasi keuangan untuk penyajian laporan

keuangan.

4. Buku pembantu

Buku pembantu (subsidiary ledger) terdiri dari rekening-rekening

pembant u yang merinci data keungan yang telah dicatat kedalam rekening-

rekening tertentu dalam buku besar.

5. Laporan

Hasil akhir laporan akuntansi adalah laporan keuangan yang dapat

berupa neraca, laporan rugi laba, laporan perubahan laba yang ditahan,

laporan harga pokok produksi, laporan kas dan lain- lain. Laporan berisi

informasi yang merupakan keluaran/output sistem akuntansi.

Menurut Cecil Gilespie sistem akuntansi terdiri dari prosedur-

prosedur yang saling berkaitan yaitu:5

a. Sistem akuntansi utama

1) Klasifikasi rekening, riel dan nominal

2) Buku besar (umum dan pembantu)

3) Jurnal

4) Bukti transaksi

b. Sistem penjualan dan penerimaan uang

1) Order penjualan, perintah pengiriman dan pembuatan faktur

penagihan

5
Dr. Zaki Baridwan, M. Sc., AK. Sistem Akuntansi Penyusunan Prosedur dan Metode (Edisi
kelima, BPFE, Yogyakarta, 1991), hal. 378.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2) Distribusi penjualan

3) Piutang

4) Penerimaan uang dan pengawasan kredit

c. Sistem pembelian dan pengeluaran uang

1) Order pembelian dan laporan penerimaan barang

2) Distribusi pembelian dan biaya

3) Utang (voucher)

4) Prosedur pengeluaran barang

d. Sistem pencatatan waktu penggajian

1) Personalia

2) Pencatatan waktu

3) Penggajian

4) Distribusi gaji dan upah

e. Sistem produksi dan biaya produksi

1) Order produksi

2) Pengawasan persediaan

3) Akuntansi biaya

Sedangkan menurut Mulyadi, sistem akuntansi terdiri dari: 6

a. Sistem akuntansi pokok

b. Sistem penjualan

c. Sistem pembelian

d. Sistem penggajian dan pengupahan

6
Drs. Mulyadi, M. Sc., AK., Sistem Akuntansi (Edisi kedua, Bagian Penerbit STIE YKPN,
Yogyakarta, 1989), hal. 11.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

e. Sistem pengawasan produksi dan sistem biaya

f. Sistem kas

g. Sistem akuntansi persediaan

Satu hal yang penting dalam membicarakan sistem akuntansi, yaitu

terlebih dahulu dibedakan pengertian sistem dan prosedur, agar diperoleh

gambar yang jelas mengenai berbagai sistem yang menghasilkan berbagai

macam formulir yang diolah dalam sistem akuntansi. Sistem merupakan

jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk

melaksanakan kegiatan klerikal, yang dibuat untuk menjamin penanganan

secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulan- ulang. 7

B. Sistem Pengendalian Intern

1. Pengertian dan tujuan sistem pengendalain intern

Di dalam literatur kita menjumpai beberapa definisi atau

pengertian yang berbeda-beda. Pengertian SPI menurut Mulyadi adalah

sebagai berikut:8

Sistem pengendalian intern meliputi struktur organisasi, metode dan


ukuran- ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan
organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi,
mendorong efisiensi, dan dipatuhinya kebijakan manajemen.

Menurut D. Hardanto, pengendalian intern diartikan sebagai berikut:9

Dalam arti sempit, pengendalian intern disamakan dengan internal chek,


yaitu prosedur mekanis untuk memeriksa ketelitian data-data
administrasi misalnyan mencocokkan penjumlahan mendatar dan

7
Mulyadi, loc. Cit.
8
Mulyadi, op. cit., hal. 165.
9
D. Hardanto, Auntansi Untuk Usahawan ( Jakarta Yayasan Badan Penerbit Fakultas Ekonomi
Universitas Indonesia, 1973), hal. 51.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

10

penjumlahan melurus. Dalam arti luas pengertian intern disamakan


dengan manajemen control yaitu suatu sistem yang meliputi semua cara-
cara yang digunakan oleh pimpinan perusahaan untuk mengawasi atau
mengendalikan perusahaan. Termasuk disini unsur- unsur seperti
formulir- formulir, prosedur-prosedur, pembukuan dan laporan
administrasi, budget dan standard, pemeriksaan intern dan sebagainya.

Sesuai dengan tujuan,menurut Mulyadi sistem pengendalian intern


10
dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

a. Pengendalian intern administrasi

Pengendalian intern administrasi meliputi: struktur organisasi, metode

dan ukuran- ukuran yang dikoordinasikan terutama untuk mendorong

efisiensi dan dipatuhinya kebijakan manajemen.

b. Pengendalian intern akuntansi

Pengendalian intern akuntansi meliputi: struktur organisasi, metode

dan aturan-aturan yang dikoordinasikan terutama untuk menjaga

kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data

akuntansi.

Menurut D. Hardanto, Ada beberapa prinsip dalam sistem

pengendalian intern agar pengendalian intern dapat dilaksanakan dengan

baik,yaitu:11

a. Pegawai yang kapabel dan dapat dipercaya.

Tingkat kecakapan pegawai mempengaruhi sukses tidaknya suatu

sistem pengendalian intern. Apabila sudah disusun struktur organisasi

yang tepat, prosedur-prosedur yang baik tetapi tingkat kecakapan

10
Mulyadi, op. cit., hal. 166.
11
D. Hardanto, loc. cit.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

11

pegawai tidak memenuhi syarat-syarat yang diminta, maka tidak bisa

diharapkan sistem pengendalian intern berhasil dengan baik.

b. Pemisahan wewenang

Struktur organisasi disusun sedemikian rupa sehingga pekerja dapat

sepenuhnya dipergunakan dan terdapat pemisahan wewenang antara

fungsi operasi, fungsi penyimpanan dan fungsi pencatatan.

c. Pengawasan

Hasil pekerjaan masing- masing pekerja harus selalu diawasi, kalau

perlu dikoreksi dan dinilai oleh atasan yang bertanggung jawab

terhadap hasil pekerjaan tersebut. Hasil yang tidak memuaskan akibat

adanyan penyelewengan merupakan pemborosan biaya dan apabila

dibiarkan saja maka akibatnya semakin parah, karena selain merugikan

perusahaan juga merusak lingkungan kerja. Hasil pekerjaan masing-

masing pekerja harus selalu diawasi, kalau perlu dikoreksi dan dinilai

oleh atasan yang bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaan tersebut.

Hasil yang tidak memuaskan akibat adanyan penyelewengan

merupakan pemborosan biaya dan apabila dibiarkan saja maka

akibatnya semakin parah, karena selain merugikan perusahaan juga

merusak lingkungan kerja.

d. Penetapan tanggung jawab secara perseorangan

Tanggung jawab terhadap suatu tugas, harus dapat ditelusuri dari saat

tugas tersebut dimulai sampai selesai. Cara demikian ini membawa

pengaruh psikologis bagi pekerja dan mereka akan bekerja dengan


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

12

sungguh-sungguh karena takut diminta pertanggungjawaban atas hasil

pekerjaannya.

e. Pemeriksaan otomatis berdasarkan prosedur-prosedur yang ruitin.

Prosedur-prosedur harus disusun sedemikian rupa sehingga

memungkinkan saling mencocokkan antara pekerjaan petugas yang

satu dengan pakerjaan petugas yang lain. Dengan adanyan prosedur-

prosedur yang rutin maka dimungkinkan adanya spesialisasi dan

pembagian tugas serta pemeriksaan secara otomatis terhadap semua

kagiatan rutin tersebut.

f. Pencatatan yang seksama dan segera

Transaksi-transaksi ekstern dan intern yang mempunyai akibat

ekonomis harus segera dicatat dalam dokumen-dokumen dasar yang

diberi nomor urut. Apabila ada kesalahan dalam pencatatan maka

formulir tersebut harus dicap ”Batal” dan tetap dalam nomor urut yang

baik.

g. Penjagaan fisik

Penjagaan fisik terhadap harta milik perusahaan sangat mengurangi

kerugian akibat kecurangan atau kerusakan serta penjagaan kualitas.

h. Pemeriksaan oleh petugas yang bebas dari tugas-tugas rutin

Sistem administrasi perus ahaan harus diteliti kembali secara periodik.

Pemeriksaan ini dilakukan oleh bagian yang bebas dari pekerjaan rutin.

Tujuan dari pemeriksaan ini untuk memastikan bahwa semua prosedur

pengendalian intern yang telah ditetapkan betul-betuj dilaksanakan dan


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

13

disamping itu dipertimbangkan apakah pengendalian intern yang telah

ada perlu disesuaikan kembali atau tidak.

2. Unsur-unsur Sistem Pengendalian Intern

Menurut bulletin Accounting Control,unsur-unsur sitem

pengendalian intern yang baik meliputi:

a. Adanya struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab secara

jelas.

Apabila organisasi perusahaan semakin besar maka pimpinan

tidak mampu mengetahui semua kejadian dalam perusahaan.

Pembentukan struktur organisasi yang sesuai dengan kegiatan

perusahaan merupakan hal yang pokok.

Suatu dasar yang berguna dalam penyusunan struktur

organisasi perusahaan adalah pertimbangan bahwa struktur organisasi

itu harus fleksibel dalam arti memungkinkan adanya penyesuaian-

penyesuaian tanpa harus mengadakan perubahan total. Selain itu

struktur organisasi yang disusun harus dapat menunjukkan garis-garis

wewenang dan tanggung jawab yang jelas. Untuk dapat memenuhi

syarat adanya pengendalian yang baik hendakanya struktur organisasi

dapat memisahkan fungsi- fungsi operasiona l, penyimpangan dan

pencatatan. Dasar untuk memisahkan hal itu terletak pada syarat

dimana tidak diperbolehkannya suatu depatemen mengadakan

pembukuan sendiri untuk pekerjaan yang dilakukannya. Dengan kata

lain harus digunakan suatu prinsip yang tidak memperbolehkan


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

14

seorangpun melakukan semua transaksi tanpa adanaya oarang lain

yang melakukan pemeriksaan. Hal ini untuk mencegah timbulnya

kecurangan-kecurangan dalam perusahaan.

b. Suatu sistem wewenang dan prosedur pembukuan yang baik, yang

berguna untuk melakuakn pengendalian akuntansi yang cukup

terhadap harta milik, hutang-hutang, pendapatan-pendapatan dan

biaya. Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan dalam perusahaan

merupakan alat bagi manajemen untuk mengadakan pengawasan

terhadap operasi dan transaksi- transaksi yang terjadi dan juga untuk

mengklasifikasikan data akuntansi dengan tepat. Klasifikasi data

akuntansi ini dapat dilakukan dalam rekening-rekening buku besar.

Susunan rekening dalam buku besar biasanya disebut chart of

accounts.

Menurut AICPA, susunan rekening yang baik harus dapat

memenuhi hal-hal sebagai berikut:12

1. Membantu mempermudah penyusunan laporan- laporan keuangan


dan laporan- laporan lainnya dengan ekonomis.
2. Meliputi rekening-rekening yang diperlukan untuk
menggambarkan dengan baik dan teliti harta-harta milik, hutang-
hutang, pendapatan-pendapatan, harga pokok dan biaya-biaya yang
harus diperinci sehingga memuaskan dan berguna bagi manajemen
didalam melakukan pengawasan operasi perusahaan.
3. Mengurangi dengan teliti dan singkat apa yang harus dimuat
didalam setiap rekening.
4. Memberikan batas-batas sejelas-jelasnya antara pos-pos aktiva,
modal, persediaan-persedian dan biaya-biaya.
5. Memuat rekening-rekening kontrol bila diperlukan.

12
Soekamto (Penterjemah), Committee on auditing procedur: Internal Control, (Yogyakarta:
Bagian Penerbitan Fakultas Ekonomi- UGM, 1970), hal. 12.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

15

Dengan adanya pengklasifikasian data kedalam rekening maka

dengan mudah dapat segerah diketahui segala kegiatan unit-unit

organisasi serta hasil- hasil kegiatannya saat rekening-rekening

pembukuan ditutup.

Agar catatan sebagai fungsi kontrol lebih efektif lagi maka

diperlukan syarat-syarat sebagai berikut:

1. Pembukuan secara organisatoris harus terpisah dari tanggungjawab

penyimpangan.

2. Pembukuan harus direncakan sedemikian rupa dan terpelihara

catatan-catatan yang lengkap dan tepat mengenai tanggungjawab

serta hasil- hasilnya.

3. Pembukuan harus menyertai setiap terjadinya transaksi yaitu setiap

transaksi harus segerah dicatat.

4. Pembagian tanggungjawab sepenuhnya mengenai

penyelenggaraan, maksudnya tidak diperbolehkan bagian lain

menyelenggarakan pembukuan.

c. Praktek-praktek yang sehat harus dijalankan dalam melakukan tugas-

tugas dan fungsi- fungsi setiap bagian dalam organisasi.

Praktek-praktek yang sehat maksudnya adalah setiap pegawai

dalam perusahaan, melaksanakan tugasnya sesuai dengan prosedur

yang telah ditetapkan. Misalnya bagian akuntansi baru mencatat

hutanh setelah menerima dan memeriksa dokumen-dokumen


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

16

pendukung transaksi pembelian seperti surat permintaan pembelian,

laporan penerimaan dan faktur dari penjualan.

Apabila semua pegawai melakukan pekerjaannya sesuai

dengan prosedur yang telah ditetapkan. Misalnya bagian akuntansi

baru mencatat hutang setelah menerima dan memeriksa semua

pegawai melakukan pekerjaannya sesuai dengan prosedur, maka bisa

terdapat suatu pengendalian intern yang cukup baik. Praktek yang

sehat ini harus berlaku untuk seluruh prosedur yang ada sehingga

pekerjaan suatu bagian akan langsung dicek oleh bagian yang lain.

Pekerjaan pengecek ini dapat terjadi bila struktur organisasi dan

prosedur yang disusun itu sudah memisahkan tugas-tugas dan

wewenang-wewenang sehingga tidak ada satu bagianpun dalam

perusahaan yang mengerjakan suatu transaksi dari awal sampai akhir.

d. Suatu tingkat kualitas karyawan yang sesuai dengan tanggung

jawabnya.

Banyak perusahaan yang beranggapan bahwa untuk

menghemat biaya maka dipakai tenaga kerja yang kurang

kecakapannya karena murah. Dalam jangka pendek akan menghemat

biaya, tetapi dalam jangka panjang akan terbukti bahwa pemakaian

tenaga kerja yang kurang cakap mengakibatkan pengeluaran biaya

yang lebih besar, karena tenaga kerja tersebut produktivitasnaya

rendah dan banyak terjadi pemborosan akibat penyimpangan-

penyimpangan dari apa yang diharapkan.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

17

Agar sistem pengendalian intern dapat lebih efektif lagi, selain

terpenuhinya keempat ciri-ciri di atas diperlukan beberapa pengawasan

tambahan yang terdiri dari:

a. Laporan- laporan

Setelah semua trasaksi dicatat dan telah dimasukkan dalam

rekening-rekening, maka pekerjaan selanjutnya adalah membuat

laporan- laporan secara periodik mengenai semua kegiatan dan

hasilnya. Laporan merupakan alat bagi suatu bagian dalam

perusahaan untuk mempertanggungjawabkan tugas-tugasnya.

Laporan ini diserahkan kepada atasan dengan maksud agar atasan

dapat mengetahui sampai seberapa jauh pekerjaan yang

dilaksanakan. Agar atasan dapat selalu mengetahui hasil kegiatan

perusahaan, biasanya disusun laporan- laporan secara periodik yaitu

mengenai bidang-bidang operasional. Apabila ada kesalahan dalam

pembuatan laporan dapat menyebabkan kerugian akibat salah

dalam mengambil keputusan. Oleh sebab itu diperlukan ketelitian

didalam penyelenggaaraan, mekanisme maupun penentuan isi

laporan.

Agar suatu lapoaran berfungsi dengan baik, Herkert and

Wilson dalam buku Controllership menyatakan 5 prinsip dasar

sebagai berikut:13

13
Heckert Brooks and James D. Wilson, Controllership, (Secon edition. New York: The Roland
Press Company, 1963), p. 523.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

18

1. Pertanggungjawaban, yaitu prinsip yang menghendaki bahwa


laporan itu harus disusun sesuai dengan tanggungjawab bagian-
bagian dalam perusahaan. Laporan- laporan seperti ini dibuat
bertingkat sesuai denagan tingkat-tingkat yang ada dalam
struktur organisasi.
2. Pengecualian, yaitu prinsip yang menghendaki bahwa lapoaran
yang disusun itu hendaknya menunjukkan hal- hal yang
menyimpang dari standard atau budgetnya. Maksud dari prinsip
ini ialah agar manajemen dapat memusatkan pada hal- hal yang
menyimpang.
3. Perbandingan, yaitu prinsip yang menghendaki bahwa laporan
yang disusun itu hendaknya dibandingkan dengan data-data
lain agar lebih mempunyai arti. Perbandingan ini dapat
dilakukan dengan standard atau denagan realisasi periode
sebelumnya.
4. Ringkas, yaitu prinsip bahwa laporan yang dibuat untuk bagian
yang lebih tinggi harus ringkas, sehingga dapat memberikan
ruang lingkup yang lebih luas.
5. Komentar, yaitu bahwa laporan itu sebaiknya juga berisi
beberapa komentar dari pihak yang menyusun. Maksud
pemberian komentar ini adalah agar pembaca dapat segerah
mengetahui hal- hal penting yang ada.

b. Standard kerja

Standard kerja merupakan alat untuk mengukur realisasi.

Dengan adanya standard kerja maka laporan- laporan disusun

dengan membandingkan antara realisasi denga n standardnya,

sehingga dapat diketahui adanya penyimpangan-penyimpangan

yang terjadi. Apabila ada perbedaan yang menyolok dapat segerah

diketahui dan kemudian dianalisis penyebab-penyebabnya serta

tindakan-tindakan apa yang harus dapat segerah dilakukan agar

tidak terjadi perbedaan-perbedaan tersebut.

Standard kerja ini sebetulnya kurang efektif sebagai alat

pengawasan terhadap kecurangan-kecurangan besar. Tetapi alat ini


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

19

sangat efektif sebagai alat pengawasan terhadap terjadinya

pemborosan-pemborosan.

Agar standard kerja dapat berfungsi sebagai alat

pengawasan yang efektif dan berguna, maka harus memenuhi

kriteria-kriteria dibawah ini:

1. Dapat dicapai, bahwa standard harus didasarkan pada penilaian

keadaan-keadaan masa sekarang ini dan masa yang akan

datang. Standard harus memenuhi kondisi yang memungkinkan

untuk dicapai dan masuk akal, walaupun untuk mencapai

tujuan tersebut perlu kerja keras.

2. Dapat dimengerti, bagi pegawai yang akan melaksanakan

standard ini, maka harus menghayati dasar penyusunan dan

memahami arti-arti perbandingan antara standard kerja dengan

hasil kerja yang sesungguhnya.

3. Diterima dan dipakai, standard kerja harus disusun melalui

konsultasi dengan pihak-pihak yang melaksanakan dengan

pihak yang meminta tingkat standard kerja yang diinginkan,

agar supaya dapat dihindari adanya pertentangan dan

keengganan pelaksana.

c. Staff Audit Intern

Pada perusahaan yang masih belum berkembang, fungsi

pengawasan masih dapat dilakukan sendiri oleh pimpinan, tetapi

apabila perusahaan sudah berkembang dan semakin banyak


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

20

transaksi yang dilakukan, pimpinan sudah tidak dapat melakukan

pengawasan tanpa bantuan staff audit intern. Staff audit intern ini

merupakan bagian atau pegawai dalam perusahaan yang tugasnya

melakukan pemeriksaan terhadap pelaksanaan prosedur-prosedur

yang telah ditetapkan. Pemeriksaan ini dapat digunakan untuk

mengetahui apakah pelaksanaan kerja itu sesuai atau menyimpang

dari yang sudah ditetapkan. Karena prosedur itu disusun dengan

tujuan untuk mengadakan suatu sistem pengendalian intern maka

pekerjaan staff audit intern ini merupakan suatu tindakan untuk

menilai keefektifan cara-cara (alat-alat) pengendalian intern yang

lain. Dari hasil pemeriksaan ini manajemen dapat mengetahui

apakah ketepatan-ketepatan yang sudah ada itu dipatuhi atau tidak.

B. Sistem Akuntansi Penggajian dan Pengupahan

Sistem akuntansi penggajian dan pengupahan adalah suatu sistem

prosedur dan catatan-catatan yang digunakan untuk menetapkan secara tepat

dan teliti, jumlah gaji dan upah yang harus diterima oleh setiap karyawan,

jumlah yang harus dipotong dari gaji dan upah itu untuk pajak pendapatan

serta sisa gaji dan upah yang benar-benar dibayarkan kepada karyawan.

Pada sistem akuntansi penggajian dan pengupahan dapat terjadi

kecuranga n-kecurangan. Kecurangan ini dapat dilakukan dengan memasukkan

nama-nama karyawan yang fiktif dalam daftar gaji dan upah atau membayar

lebih kepada karyawan-karyawan yang ada dalam daftar gaji dan upah.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

21

Tujuan sistem penggajian dan pengupahan adalah sebaga i berikut:14

a. Secara cepat dan tepat dapat diketahui berapa besarnya gaji atau upah

yang harus dibayarkan kepada setiap karyawan.

b. Menyelenggarakan catatan-catatan yang efesien dan teliti dari semua gaji

dan upah, potonga n-potongan pajaknya dan potongan-potongan lainnya.

c. Membayar gaji dan upah karyawan dengan cara yang memuaskan.

d. Menyusun secara tepat dan teliti semua laporan pajak pendapatan dan

pajak upah yang dibutuhkan oleh inspeksi pajak.

e. Menetapakan dan menggunakan semua sistem pengecekan intern untuk

mencegah kesalahan-kesalahan dan kecurangan-kecurangan.

Sistem penggajian dan pengupahan dalam perusahaan manufaktur

melibatakan fungsi personalia, fungsi keuangan dan fungsi akuntansi. Fungsi

personalia bertanggungjawab dalam pengangkatan karyawan, penetapan

jabatan, penetapan tarif gaji dan upah, promosi dan penurunan pangkat, mutasi

karyawan dari perusahaannya dan penetapan berbagai tunjangan kesejahteraan

karyawan serta perhitungan gaji dan upah karyawan. Fungsi keuangan

bertanggungjawab atas pelaksanaan pembayaran gaji dan upah serta berbagai

tunjangan kesejahteraan karyawan. Fungsi akuntansi bertanggungjawab atas

pencatatan biaya tenaga kerja untuk kepentingan perhitungan HPP dan

penyediaan informasi guna pengawasan biaya tenaga kerja.

14
Mulyadi, op. cit., hal. 11.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

22

1. Unit-unit Organisasi Terkait Dalam Sistem Akuntansi Penggajian dan

Pengupahan

Unit- unit organisasi yang terkait dalam sistem penggajian dan

pengupahan adalah bagian kepegawaian, bagian pencatat waktu, bagian

gaji dan upah, bagian utang, bagian kasa, bagian kartu persediaan dan

bagian jurnal:15

a. Bagian kepegawaian

Bagian ini memegang fungsi personalia yang bertanggungjawab untuk

mencari karyawan baru, menyeleksi calon karyawan, memutuskan

penempatan karyawan baru, membuat surat keputusan tarif gaji dan

upah, mutasi karyawan dan pemberhentian karyawan.

b. Bagian pencatatan waktu

Bagian ini memegang fungsi pencatat waktu yang bertanggungjawab

untuk menyelenggarakan catatan waktu hadir bagi semua karyawan

perusahaan.

c. Bagian gaji dan upah

Bagian ini memegang fungsi pembuat daftar gaji dan upah yang

bertanggungjawab untuk menghitung penghasilan tiap karyawan

selama jangka waktu pembayaran gaji dan upah. Hasil hitungan ini

dituangkan dalam daftar gaji dan upah, kemudian diserahkan pada

fungsi pencatat utang untuk pembuatan bukti kas keluar yang dipakai

sebagai dasar pembayaran gaji dan upah kepada karyawan.

15
Mulyadi, Sistem akuntansi, op. cit., hal. 236.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

23

d. Bagian utang

Bagian ini memegang fungsi pencatat utang dan menerbitkan bukti kas

keluar yang memberi otorisasi kepada fungsi pembayar gaji dan upah

untuk membayarkan gaji dan upah kepada karyawan seperti yang

tercantum dalam daftar gaji dan upah tersebut.

e. Bagian kasa

Bagian ini memegang fungsi pembayaran gaji dan upah yang

bertanggungjawab mengisi cek guna membayar gaji dan upah serta

menguangkan cek tersebut ke bank.

f. Bagian kartu persediaan

Bagian ini memegang fungsi pencatatan biaya yang dalam sistem

penggajian dan pengupahan bertanggungjawab untuk mencatat

distribusi biaya kedalam kartu harga pokok produk dan kartu biaya

berdasarkan rekap daftar gaji dan upah serta kartu jam kerja untuk

tenaga kerja langsung pabrik.

g. Bagian jurnal, buku besar dan laporan.

Bagian ini memegang fungsi pencatatan jurnal dan bertanggungjawab

untuk mencatat biaya gaji dan upah dalam jurnal umum.

2. Catatan Akuntansi dalam sistem akuntansi penggajian dan

pengupahan

Catatan akuntansi yang digunakan dalam pencatatan gaji dan upah

adalah jurnal umum, kartu harga pokok, kartu biaya, kartu penghasilan

karyawan: 16

16
Ibit., hal. 238.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

24

a. Jurnal umum

Jurnal ini digunakan untuk mencatat distribusi biaya tenaga kerja

dalam tiap departemen dalam perusahaan. Contoh jurnal umum dapat

dilihat pada gambar 1 dibawah ini.

Gambar 1 Jurnal Umum

JURNAL Halaman
Tgl. Keterangan Bukti Rek. Debit Kredit

Sumber: Mulyadi, Sistem Akuntansi

b. Kartu Harga Pokok

Kartu harga pokok digunakan untuk mencatat upah tenaga kerja

langsung yang dikelurkan untuk pesanan tertentu. Contoh kartu harga

pokok produk dapat dilihat pada gambar 2 dibawah ini.

Gambar 2 Kartu Harga Pokok Produk

KARTU HARGA POKOK


Nama Pemesan: No. Pesanan: Tgl Mulai:
Spesifikasi: Kuantitas: Tgl Selesai:
Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Pabrik Rekapitul
asi Biaya
Tgl No.BPPBG Jmlh.Rp. Tgl Jam Kerja Jmlh. Tgl Tarif Jmlh. BBB:__
Rp. Rp. BTK:__
BOP:__
Jumlh__
Hrg
Pokok
Per
Satuan
:_____

Sumber: Mulyadi, Sistem Akuntansi


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

25

c. Kartu Biaya

Kartu biaya digunakan untuk mencatat biaya tenaga kerja tiap

departem dalam perusahaan yang bersumber dari jurnal umum dan

daftar gaji dan upah. Contoh kartu biaya dapat dilihat pada gambar 3

dibawah ini.

Gambar 3 Bukti Kas Keluar

KARTU BIAYA
Lembar ke Nomor Rekening
Nama Rekening
Jumlah Biaya Menurut Anggaran
Tgl Keteranagan Nomor Debit Kredit
Bukti

Sumber: Mulyadi, Sistem Akuntansi

d. Kartu penghasilan Karyawan

Merupakan catatan mengenai penghasilan dan berbagai potongan yang

diterima tiap karyawan, digunakan sebagai tanda terima gaji dan upah

karyawan dengan ditandatanganinya kartu tersebut oleh karyawan

yang bersangkutan. Contoh kartu penghasilan dapat dilihat pada

gambar 4 dibawah ini.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

26

Gambar 4 Kartu Penghasilan Karyawan


KARTU PENGHASILAN KARYAWAN
Nama No. Induk Departemen Bagian
Penghasilan dan Potongan Januari Februari Maret April Desember Jumlah Total
Gaji/Upah biasa
Gaji/Upah lembur

Jumlah gaji/upah
Potongan:
PPh pasal 21
Iuran organisasi karyawan
Dana pensiun
Lain- lain

Jumlah potongan
Gaji/upah bersih
Tanda tangan penerimaan
Sumber: Mulyadi, Sistem Akuntansi
3. Dokumen pendukung sistem akuntansi penggajian dan pengupahan

Dokumen-dokumen yang digunakan dalam sistem pengga jian dan

pengupahan adalah dokumen pendukung perubahan gaji dan upah, kartu jam

hadir, kartu jam kerja,daftar gaji dan upah, rekap daftar gaji dan upah, surat

pernyataan gaji dan upah, amplop gaji dan upah, dan bukti kas keluar:17

17
Mulyadi, op. cit., hal. 387.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

27

a. Dokumen pendukung perubahan gaji dan upah

Dokumen ini biasanya digunakan oleh fungsi personalia, seperti surat

keputusan pengangkatan karyawan baru, kenaikan pangkat,

pemberhentian sementara dari pekerjaan, pemindahan dan sebagainya.

Tembusan dokumen ini dikirimkan kefungsi pembuat daftar gaji dan upah

untuk kepentingan pembuat daftar gaji dan upah.

b. Kartu jam hadir

Dokumen ini digunakan oleh fungsi pencatat waktu untuk mencatat jam

hadir tiap karyawan di perusahaan. Bentuknya dapat berupa daftar hadir

biasa dapat berupa kartu hadir yang dicap dengan mesin pencatat waktu.

Contoh formulir kartu jam hadir dapat dilihat pada gambar 5 dibawah ini.

Gambar 5 Kartu Jam Hadir


KARTU HADIR
No.________
Nama:_______________________Periode ______________________
Jam biasa: ______________ Tarif : ____________ Jml.___________
Jam lembur: ____________ Tarif : ____________Jml. ___________
Jlm. Penghasilan : __________
Potongan :
Pph psl.21 : _______________
Utang :_______________
Lain- lain :_______________
Jml. Potongan : ___________________
Jumlah yang harus dibayar : ________________________________
M K M K M K M K M K M K
__ __ __ __ __ __ __ __ __ ___ ___ ___
__ __ __ __ __ __ __ __ __ ___ ___ ___
__ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __
__ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __
__ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __
__ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __
__ __ __ __ __ __ __ __ __ __ ___ __
__ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __

Sumber : Mulyadi, Sistem Akuntansi


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

28

c. Kartu jam kerja

Dokumen ini untuk mencatat waktu tenaga kerja langsung pabrik dalam

mengerjakan pekerjaan. Kartu jam kerja ini hanya diperlukan dalam

perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan. Dokumen ini diisi

oleh mandor pabrik dan diserahkan ke fungsi pembuat daftar gaji dan

upah, sebelum kemudian dibandingkan dengan kartu jam hadir sebelum

digunakan untuk dasar distribusi biaya upah langsung kepada tiap jenis

produk atau pesanan. Contoh kartu jam kerja dapat dilihat pada gambar 6

dibawah ini.

Gambar 6 Kartu Jam Kerja


KARTU JAM KERJA
Nama Jam
Box Potongan Box Potongan kerja Waktu
Tgl. No.
Kartu
Jam
Kerja
Nama barang No.
Order

Jumlah potongan barang

Mandor Kepala Bagian Total


jam
kerja

Sumber: Mulyadi, Sistem Akuntansi


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

29

d. Daftar gaji dan daftar upah

Dokumen ini berisi jumlah gaji dan upah bruto tiap karyawan, dikurangi

potongan-potongan berupa PPh pasal 21, utang karyawan, iuran

organisasi karyawan, dan sebagainya. Contoh daftar gaji dan upah dapat

dilihat pada gambar 7 dan 8 dibawah ini.

Gambar 7 Daftar Gaji

DAFTAR GAJI BULAN______________


Jml Jml
Nama Nomor hari jam Tarif gaji Gaji Gaji Total
karyawan induk kerja lembur Jumlah per biasa lembur gaji
1
2
3
4
5

Potongan Gaji Karyawan


PPh Pasal 21 Iuran org. Dana Koperasi Lain- Jumlah Gaji
karyawan pensiun lain potongan bersih
1
2
3
4
5
Sumber: Mulyadi, Sistem Akuntansi

Gambar 8 Daftar Upah


DAFTAR UPAH UNTUK MINGGU YANG BERAKHIR

Nama Nomor Hari dan jml kerja Jml Jml Tarif upah Upah
kary. induk jam jam biasa
kerja lembur
biasa
Jumlah Per

1
2
3
4
5
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

30

Potongan upah karyawan


Upah Total PPh Dana pensiun Koperasi Lain- Jml Upah
lembur upah Psl.21 lain potongan bersih
1
2
3
4
Sumber: Mulyadi, Sistem Akuntansi

e. Rekap daftar gaji dan daftar upah

Dalam perusahaan yang produksinya berdasar pesanan, rekap daftar upah

digunakan untuk membebankan upah langsung dalam hubungannya

dengan produk kepada pesanan yang bersangkutan. Distribusi biaya

tenaga kerja dilakukan oleh fungsi pencatat biaya dengan dasar daftar gaji

dan upah. Contoh rekap daftar gaji dan upah dapat dilihat pada gambar 9

dibawah ini.

Gambar 9
Rekapitulasi gaji dan upah

REKAPITULASI GAJI BULANAN


Potongan gaji karyawan Gaji
Departemen/Bagian Gaji Gaji PPh Iuran org. Dana Lain- lain bersih
Biasa Lembur Pasal 21 Karyawan pensiun
1
2
3
4
5
6
7
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

31

REKAPITULASI UPAH MINGGU YANG BERAKHIR TGL._______


Potongana upah karyawan
Departemen/ Upah Upah PPh Iuran org. Dana Lain- Upah
Bagian Biasa Lembur Pasal 21 karyawan pensiun lain bersih
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
Sumber: Mulyadi, Sistem Akuntansi

f. Surat pernyataan gaji dan upah

Dokumen ini dibuat oleh fungsi pembuat daftar gaji dan upah bersamaan

dengan pembuatan daftar gaji dan upah. Catatan ini berisi rincian gaji dan

upah yang diterima tiap karyawan serta berbagai potongan yang menjadi

beban tiap karyawan. Contoh surat pernyataan gaji dan upah dapat dilihat

pada gambar 10 dibawah ini.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

32

Gambar 10
Surat Pernyataan Gaji dan Upah

PT. Eliona Sari


Jln. Sawa CT 8/94
Yogyakarta
SURAT PERNYATAAN GAJI DAN UPAH
BULAN/MINGGU_______________
Nama: ____________________________________________
No. Induk Karyawan: ____________________________________________
Departemen: ___________________________________________
Bagian: ___________________________________________
Gaji/upah biasa Rp__________
Gaji/upah lembur Rp__________
________________ _____________
________________ _____________
Jumlah gaji/upah bruto Rp___________
Potongan:
Pph Pasal 21 Rp __________
Iuran org. Karyawan ____________
Dana pensiun ____________
Lain- lain ____________
__________ ____________
__________ ____________
Jumlah potongan _________________
_________________
Gaji/upah bersih Rp. _______________
______________
Sumber: Mulyadi, Sistem Akuntansi

g. Amplop gaji dan upah

Untuk menyerahkan gaji dan upah karyawan digunakan amplop. Halaman

muka berisi informasi mengenai nama, nomor identifikasi dan jumlah

bersih gaji karyawan dalam bulan tertentu.

h. Bukti kas keluar

Merupakan perintah pengeluaran uang yang dibuat oleh fungsi pencatat

utang kepada fungsi pembuat daftar gaji dan upah. Contoh bukti kas

keluar dapat dilihat pada gambar 11 dibawah ini.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

33

Gambar 11
Bukti kas keluar

PT Rimendi
Jln. Sawa CT. 8/94 BUKTI KAS KELUAR
Yogyakarta
No. BKK: 678908
Dibayarkan No. Cek : ______
Kepada Tgl. Di-
Bayar : _____
Tgl No. Rekening Keterangan

Total
Potongan %
Bersih
Penjelasan

Diperiksa Disetujui Diisi oleh Tgl


Sumber: Mulyadi, Sistem akuntansi

4. Jaringan prosedur yang membentuk sistem penggajian dan

pengupahan

Jaringan yang membentuk sistem penggajian dan pengupahan

adalah prosedur pencatatan waktu hadir, prosedur pembuatan daftar gaji,

prosedur distribusi biaya dan gaji, prosedur pembuatan kas keluar,

prosedur pembayaran gaji: 18

a. Sistem penggajian terdiri dari jaringan prosedur:

1) Prosedur pencatatan waktu hadir

2) Prosedur pembuatan daftar gaji

3) Prosedur distribusi biaya gaji

4) Prosedur pembuatan bukti kas keluar

5) Prosedur pembayaran gaji

18
Ibit., hal. 389.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

34

b. Sistem pengupahan terdiri atas jaringan prosedur:

1) Prosedur pencatatan waktu hadir

2) Prosedur pencatatan waktu kerja

3) Prosedur pembuatan daftar upah

4) Prosedur distribusi biaya upah

5) Prosedur pembuatan bukti kas keluar

6) Prosedur pembayaran upah

Uraian dan penjelasan dari masing- masing prosedur adalah sebagai

berikut:

1) Prosedur pencatatan waktu hadir

Prosedur ini bertujuan untuk mencatat waktu hadir karyawan yang

diselenggarakan oleh fungsi pencatat waktu hadir dengan

menggunakan daftar hadir pada pintu masuk kantor administasi

atau pabrik. Pencatatan waktu hadir bisa menggunakan daftar hadir

biasa atau clock card. Pencatatan waktu hadir ini diselenggarakan

untuk menentukan gaji dan upah karyawan.

2) Prosedur pencatatan wktu kerja

Dalam perusahaan manufaktur yang produksinya berdasarkan

pesanan, pencatatan waktu kerja diperlukan bagi karyawan yang

bekerja difungsi produksi untuk keperluan distribusi biaya upah

karyawan kepada produk yang menikmati jasa karyawan tersebut.

3) Prosedur pembuatan daftar gaji dan upah

Fungsi pembuatan daftar gaji dan upah membuat daftar gaji dan

upah karyawan. Data yang dipakai sebagai dasar pembuat daftar


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

35

gaji dan upah adalah surat-surat keputusan mengenai pengangkatan

karyawan baru, kenaikan pangkat, pemberhentian karyawan,

penurunan pangkat, daftar gaji sebelumnya dan daftar hadir.

4) Prosedur distribusi biaya gaji dan upah

Dalam prosedur ini, biaya tenaga kerja didistribusikan pada

departemen-departemen yang menikmati manfaat tenaga kerja. Hal

ini dimaksudkan untuk pengawasan biaya dan perhitungan harga

pokok produk.

5) Prosedur pembuatan bukti kas keluar

Bukti kas keluar merupakan perintah kepada fungsi keuangan

untuk mengeluarkan sejumlah uang, pada tanggal tertentu untuk

keperluan seperti yang tercantum dalam dokumen tersebut.

Dokumen diisi oleh fungsi pencatatan utang, setelah fungsi ini

melakukan ferifikasi terhadap informasi yang tercantum dalam

daftar gaji dan upah.

6) Prosedur pembayaran gaji dan upah

Prosedur ini melibatkan fungsi pencatat utang dan fungsi

pembayaran gaji dan upah. Fungsi pencatatan utang membuat

perintah pengeluaran kas kepada fungsi pembayaran gaji dan upah

untuk menuliskan cek guna pembayaran gaji dan upah. Kemudian

cek tersebut diuangkan dibank dan selanjutnya dimasukkan dalam

amplop gaji dan upah.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

36

Menurut Mulyadi, sistem akuntansi penggajian dan pengupahan

dikatakan baik apabila memenuhi elemen-elemen sistem pengendalian

intern sebagai berikut:19

a. Adanya struktur organisasi yang menunjukkan tanggung jawab

fungsional secara tegas.

b. Adanya sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang baik.

c. Adanya praktek yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi tiap

bagian organisasi.

d. Mutu karyawan yang sesuai dengan tanggung jawabnya.

5. Bagan Alir Sistem Akuntansi Penggajian dan Pengupahan

Menurut Mulyadi, sistem akuntansi penggajian dan pengupahan

mempunyai bagan alir yang terdiri dari: 20

a. Bagan alir sistem akuntansi penggajian:

1) Bagian pencatatan waktu

Bagian ini bertugas untuk mencatat waktu hadir tiap karyawan

dalam kartu jam hadir, membuat daftar hadir karyawan atas dasar

kartu jam hadir, dan menyerahkan daftar hadir dilampiri dengan

kartu jam hadir kebagian gaji dan upah.

2) Bagian gaji dan upah

Bagian ini mempunyai tugas sebagai berikut:

a) Menerima daftar gaji dilampiri dengan kartu jam hadir dari

bagian pencatat waktu.


19
Ibit., hal. 390.
20
Ibit., hal. 395.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

37

b) Membuat daftar gaji atas dasar surat keputusan mengenai

catatan atau tarif upah karyawan, dan berbagai surat keputusan

lain yang dikeluarkan oleh bagian kepegawaian dan daftar

hadir dari bagian pencatat waktu.

c) Membuat rekapitulasi gaji tiap departemen dan membuat surat

pemberitahuan gaji untuk tiap karyawan.

d) Mencatat penghasilan karyawan dalam waktu penghasilan

karyawan berdasar data dalam daftar gaji.

e) Mengirimkan daftar gaji (2 lembar), rekap daftar gaji (2

lembar), surat pemberitahuan gaji dan kartu penghasilan

karyawan ke bagian utang.

f) Menerima bukti kas keluar lembar ke-3 dilampiri daftar gaji

lembar ke-2 yang telah dicap lunas dan kartu penghasilan

karyawan dari bagian kasa.

g) Mengarsipkan bukti kas keluar dan daftar gaji menurut tanggal.

h) Mengarsipkan kartu penghasilan karyawan menurut abjad

nama karyawan.

3) Bagian utang

Bagian ini mempunyai tugas sebagai berikut:

a) Menerima daftar gaji (2 lembar), rekap daftar gaji (2 lembar),

surat pemberitahuan gaji dan kartu penghasilan karyawan dari

bagian gaji dan upah.

b) Membuat bukti kas keluar (3 lembar) atas dasar daftar gaji.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

38

c) Mencatat bukti kas keluar dalam register kas keluar. Jurnal

yang dibuat dalam register bukti kas keluar adalah sebagai

berikut:

Gaji dan upah Rp xx

Bukti kas keluar yang akan dibayar Rp xx

d) Mendistribusikan kas keluar dan dokumen pendukungnya

sebagai berikut: lembar ke-1 dan ke-3 diserahkan kebagian

kasa, dilampiri dengan daftar gaji lembar ke-1 dan ke-2, rekap

daftar gaji lembar ke-2, surat pemberitahuan gaji dan kartu

penghasilan karyawan. Lembar ke-2 diserahkan kebagian

jurnal, buku besar dan laporan dilampiri dengan rekap daftar

gaji lembar ke-1.

e) Menerima bukti kas keluar lembar ke-1 dari bagian kasa,

dilampiri dengan daftar gaji lembar ke-1, dan rekap gaji lembar

ke-2. Semua dokumen tersebut telah dicap lunas oleh bagian

kasa setelah pembagian gaji selesai dilakukan.

f) Mencatat no cek yang tercantum dalam bukti kas keluar lembar

ke-1 ke dalam register bukti kas keluar.

g) Menyerahkan bukti kas keluar lembar ke-1 kebagian jurnal,

buku besar dan laporan dilampiri dengan daftar gaji lembar ke-

1 dan rekap daftar gaji lembar ke-2.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

39

4) Bagian kasa

Bagian kasa mempunyai tugas sebagai berikut:

a) Menerima bukti kas keluar lembar ke-1 dan ke-3 dari bagian

utang, dilampiri dengan daftar gaji lembar ke-1 dan ke-2, rekap

daftar gaji lembar ke-2, surat pemberitahuan gaji dan kartu

penghasilan karyawan.

b) Mengisi cek sejumlah uang yang tercantum dalam daftar gaji,

memintakan tanda tangan atas cek dari pejabat yang

berwenang.

c) Menguangkan cek ke bank.

d) Memasukkan uang gaji dan surat pemberitahuan gaji kedalam

amplop gaji tiap-tiap karyawan.

e) Membagikan amplop gaji kepada karyawan yang berhak.

f) Meminta tanda tangan sebagai bukti penerimaan gaji dari

karyawan pada kartu penghasilan karyawan.

g) Membubukan cap lunas pada bukti kas keluar lembar ke-1 dan

ke-3, daftar gaji lembar ke-1 dan lembar ke-2, rekap daftar gaji

lembar ke-2.

h) Mendistribusikan bukti kas keluar sebagai berikut: lembar ke-1

diserahkan ke bagian utang, dilampiri dengan daftar gaji

lembar ke-1 dengan rekap daftar gaji lembar ke-2. lembar ke-3

diserahkan ke bagian gaji dan upah dilampiri dengan daftar gaji

lembar ke-2 dan kartu pengahasilan karyawan.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

40

5) Bagian jurnal, buku besar dan laporan

Bagian ini mempunyai tugas sebagai berikut:

a) Menerima bukti kas keluar lembar ke-2 dari bagian utang

dilampiri dengan rekap daftar gaji lembar ke-1.

b) Mencatat bukti kas keluar tersebut dalam jurnal umum. Jurnal

yang dibuat sebagai berikut:

Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rpxx

Biaya administrasi dan umum Rpxx

Biaya pemasaran Rpxx

Gaji dan upah Rpxx

c) Menyerahkan bukti kas keluar lembar ke-2 dan rekap daftar

gaji lembar ke-1 ke bagian kartu persediaan dan kartu biaya.

d) Menerima bukti kas keluar lembar ke-1 dari bagian utang

dilampiri dengan daftar gaji lembar ke-1 dan rekap daftar gaji

lembar ke-2.

e) Mencatat bukti kas keluar lembar ke-1 dalam register cek.

Jurnal yang dibuat sebagai berikut:

Bukti kas keluar yang akan dibayar Rpxx

Kas Rpxx

f) Mengarsipkan bukti kas keluar lembar ke-1 dilampiri dengan

daftar gaji lembar ke-1 dan rekap daftar gaji lembar ke-2

menurut nomor urut bukti kas keluar.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

41

6) Bagian kartu persediaan dan kartu biaya

Bagian ini mempunyai tugas sebagai berikut:

a) Menerima bukti kas keluar lembar ke-2 dari bagian jurnal,

buku besar dan laporan dilampiri dengan daftar gaji lembar ke-

1.

b) Mencatat bukti kas keluar dalam kartu biaya.

c) Mengarsipkan bukti kas keluar lembar ke-2 dilampiri dengan

rekap daftar gaji lembar ke-1 menurut nomor urut bukti kas

keluar.

b. Bagan alir sistem akuntansi pengupahan

1) Bagian pencatat waktu

Bagian ini mempunyai tugas yang sama dengan tugas bagian

pencatat waktu pada sistem penggajian yaitu mencatat waktu hadir

tiap karyawan dalam kartu jam hadir, membuat daftar hadir

karyawan atas dasar kartu jam hadir dan menyerahkan daftar hadir

dilampiri dengan kartu jam hadir ke bagian gaji dan upah.

2) Bagian produksi

Bagian ini mempunyai tugas mencatat waktu kerja tiap tenaga

kerja langsung dalam hubungannya dengan produk ke dalam kartu

jam kerja, membuat daftar jam kerja karyawan atas dasar kartu jam

kerja, menyerahkan daftar jam kerja dilampiri dengan kartu jam

kerja ke bagian gaji dan upah.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

42

3) Bagian gaji dan upah

Bagian ini mempunyai tugas sebagai berikut:

a) Menerima daftar hadir dilampiri dengan kartu jam hadir dari

bagian pencatat waktu.

b) Menerima daftar jam kerja dilampiri dengan kartu jam kerja

dari bagian produksi.

c) Membandingkan jam hadir dan jam tenaga kerja langsung.

d) Membuat daftar upah (2 lembar) berdasarkan surat keputusan

mengenai catatan atau tarif upah karyawan dan berbagai surat

keputusan lain yang dikeluarkan oleh bagian kepegawaian serta

menerima daftar hadir dari bagian pencatat waktu.

e) Membuat rekapitulasi uapah tiap departemen dan tiap produk

(2 lembar) serta membuat pemberitahuan upah untuk tiap

karyawan.

f) Mencatat penghasilan karyawan dalam kartu penghasilan

karyawan berdasar data dalam daftar upah.

g) Mengirimkan daftar upah (2 lembar), rekap daftar upah (2

lembar), surat pemberitahuan upah dan kartu penghasilan

karyawan ke bagian utang.

h) Menerima bukti kas keluar lembar ke-3 dilampiri dengan daftar

upah lembar ke-2 yang telah dicap lunas dan kartu penghasilan

karyawan dari bagian kasa.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

43

i) Mengarsipkan bukti kas keluar dan daftar upah menurut

tanggal.

j) Mengarsipkan kartu penghasilan karyawan menurut abjad

nama karyawan.

4) Bagian utang

Bagian utang mempunyai tugas sebagai berikut:

a) Menerima daftar upah (2 lembar), rekap daftar upah (2 lembar),

surat pemberitahuan upah, dan kartu penghasilan karyawan dari

bagian gaji dan upah.

b) Membuat bukti kas keluar (2 lembar) atas dasar daftar upah.

c) Mencatat bukti kas keluar dalam register bukti kas keluar.

Jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut:

Gaji dan upah Rpxx

Bukti kas keluar yang akan dibayar Rpxx

d) Mendistribusikan bukti kas keluar dan dokumen pendukungnya

sebagai berikut: lembar ke-1 dan ke-3 diserahkan kebagian

kasa dilampiri dengan daftar upah lembar ke-1 dan ke-2, rekap

daftar upah lembar ke-2, surat pemberitahuan upah dan kartu

penghasilan karyawan. Lembar ke-2 diserahkan kebagian

jurnal, buku besar dan laporan dilampiri rekap daftar upah

lembar ke-1.

e) Menerima bukti kas keluar lembar ke-1 dari bagian kasa

dilampiri dengan daftar upah lembar ke-1 dan rekap daftar


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

44

upah lembar ke-2. Semua dokumen dicap lunas oleh bagian

kasa setelah pembayaran upah usai dilaksanakan.

f) Mencatat nomor cek yang tercantum dalam bukti kas keluar

lembar ke-1 dalam register kas keluar.

g) Menyerahkan bukti kas keluar lembar ke-1 kebagian jurnal,

buku besar dan laporan rekap daftar upah lembar ke-2.

5) Bagian kasa

Bagian ini mempunyai tugas sebagai berikut:

a) Menerima bukti kas keluar lembar ke-1 dan ke-3 dari bagian

utang, dilampiri dengan daftar upah lembar ke-1 dan ke-2,

rekap daftar upah lembar ke-2, surat pemberitahuan upah dan

kartu penghasilan karyawan.

b) Mengisi cek sejumlah uang yang tercantum dalam daftar upah,

dan memintahkan tanda tangan atas cek dari pejabat yang

berwenang (misalnya dari Direktur keuangan).

c) Menguangkan cek ke bank.

d) Memasukkan uang upah dan surat pemberitahuan upah

kedalam amplop upah tiap-tiap karyawan.

e) Membagikan amplop upah (yang didalamnya terdapat uang

upah dan surat pemberitahuan upah) kepada karyawan yang

berhak.

f) Meminta tanda tangan sebagai bukti penerimaan upah dari

karyawan pada kartu penghasilan karyawan.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

45

g) Membubukan cap lunas pada bukti kas keluar lembar ke-1 dan

ke-3, daftar upah lembar ke-1 dan ke-2, rekap daftar upah

lembar ke-2.

h) Mendistribusikan bukti kas keluar sebagai berikut: lembar ke-1

diserahkan kebagian utang, dilampiri dengan daftar uaph

lembar ke-1 dan rekap daftar upah lembar ke-2. Lembar ke-3

diserahkan kebagian gaji dan upah dilampiri dengan daftar

upah lembar ke-2 dan kartu penghasilan karyawan.

6) Bagian jurnal, buku besar dan laporan

Bagian ini mempunyai tugas sebagai berikut:

a) Menerima bukti kas keluar lembar ke-2 dari bagian utang

dilampiri dengan rekap daftar upah lembar ke-1.

b) Mencatat bukti kas keluar tersebut dalam jurnal umum. Jurnal

yang dibuat adalah sebagai berikut:

Barang dalam proses- biaya tenaga

kerja langsung Rp xx

BOPS Rp xx

Biaya administrasi umum Rp xx

Biaya pemasaran Rp xx

Gaji dan upah Rp xx

c) Menyerahkan bukti kas keluar lembar ke-2 dan rekap daftar

upah lembar ke-1 kebagian kartu persediaan dan kartu biaya.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

46

d) Menerima bukti kas keluar lembar ke-1 dari bagian utang

dilampiri dengan daftar upah lembar ke-1 rekap daftar upah

lembar ke-2.

e) Mencatat bukti kas keluar lembar ke-1 ke dalam register cek.

Jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut:

Bukti kas keluar yang akan dibayar Rp xx

Kas Rp xx

f) Mengarsipkan bukti kas keluar lembar ke-1 dilampiri dengan

daftar upah lembar ke-1 dan rekap daftar uaph lembar ke-2

menurut nomor urut bukti kas keluar.

7) Bagian kartu persediaan dan kartu biaya

Bagian ini mempunyai kegiatan yang sama dengan kegiatan pada

sistem penggajian, tetapi rekap daftar upah sebelum diarsipkan

terlebih dahulu dicatat dalam kartu harga pokok produk.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

47

Gambar 12 Bagan Alir Sistem Akuntansi Penggajian

BAGIAN PENCATAT WAKTU BAGIAN GAJI DAN UPAH

MULAI 8
1 7

MENCATAT KJH KARTU


JAM HADIR PENGHASILAN
KARYAWAN DAFTAR KARYAWAN
HADIR DAFTAR GAJI 2
BUKTI KAS 3
KELUAR
KARTU JAM
HADIR

MEMBUAT
REKAP GAJI
MEMBUAT T
DAFTAR
HADIR

SPG
KJH 2
RDG 1
DAFTAR HADIR 2
KARYAWAN
DAFTAR GAJI

KARTU
PENGHASILAN
KARYAWAN

2 T A
T

Keterangan:
KJH = Kartu Jam Hadir
RDG = Rekap Daftar Gaji
SPG = Surat Pernyataan Gaji
DG = Daftar Gaji

Sumber: Mulyadi, Sistem Akuntansi, 1993


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

48

Lanjutan Gambar 12 Bagan Alir Sistem Akuntansi Penggajian

BAGIAN JURNAL, BUKU BESAR DAN LAPORAN BAGIAN KARTU PERSEDIAAN DAN
KARTU BIAYA

3 9 5

RDG 1
RDG 2 RDG 1
BUKTI KAS 2 Daftar Gaji 1 BUKTI KAS 2
KELUAR BUKTI KAS 1 KELUAR
KELUAR

KARTU
BIAYA
JURNAL 5
N
UMUM REGISTER SELESAI
CEK

Keterangan:
RDG = Rekap Daftar Gaji

Sumber: Mulyadi, Sistem Akuntansi, 1993


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

49

Lanjutan Gambar 12 Bagan Alir Sistem Akuntansi Penggajian

BAGIAN KASSA

4 64

KARTU KARTU
PENGHASILAN PENGHASILAN
KARYAWAN KARYAWAN
SPG SPG
RDG 2 RDG 2
2 2
DAFTAR GAJI 1 DAFTAR GAJI 1
3 3
BUKTI KAS 1 BUKTI KAS 1
KELUAR KELUAR

MENGISI CEK DAN


MEMINTAKAN
TANDA TANGAN
ATAS CEK DIMASUKKAN KE DALAM
AMPLOP GAJI BERSAMA
DENGAN PEMASUKAN
UANG GAJI

MEMBAYARKAN
GAJI KPD KARY. &
MEMINTA TANDA
TANGAN ATAS
KARTU
PENGHASILAN
KARYAWAN

67 87

6
5

Sumber: Mulyadi, Sistem Akuntansi, 1993


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

51

Gambar 13 Bagan Alir Sistem Akuntansi Pengupahan

BAGIAN PENCATATAN WAKTU BAGIAN-BAGIAN DI BAWAH DEPARTEMEN PRODUKSI

MULAI MULAI

MENCATAT MENCATAT
JAM HADIR JAM KERJA

KARTU JAM KARTU JAM


HADIR KERJA

MEMBUAT MEMBUAT
DAFTAR DAFTAR
HADIR JAM KERJA

KJH KJK
DAFTAR JAM
DAFTAR HADIR
KERJA
KARYAWAN
KARYAWAN

1 2

Keterangan:
KJH = Kartu Jam Hadir
KJK = Kartu Jam Kerja

Sumber: Mulyadi, Sistem Akuntansi, 1993


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

52

Lanjutan Gambar 13 Bagan alir Sistem Akuntansi Pengupahan

DAFTAR GAJI DAN UPAH

1 21 9
3

KJH KJH KARTU


PENGHASILAN
DAFTAR HADIR DAFTAR HADIR
KARYAWAN
KARYAWAN KARYAWAN DAFTAR UPAH 2
BUKTI KAS 3
KELUAR

MEMBANDINGKAN
DAFTAR HADIR &
DAFTAR JAM
KERJA KARYAWAN

MEMBUAT
DAFTAR
UPAH

MEMBUAT REKAP
DAFTAR UPAH &
SURAT
PEMBERITAHUAN
UPAH

SPU
2
RDU 1
2
1
DAFTAR UPAH

KARTU 3
PENGHASILAN
KARYAWAN T A

Keterangan:
KJH = Kartu Jam Hadi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

53

Lanjutan Gambar 13 Bagan Alir Sistem Akuntansi Pengupahan

BAGIAN UTANG

3 78

KARTU
PENGHASILAN
SURAT KARYAWAN
RDU 2
PEMBERITAHUAN
UPAH DAFTAR UPAH 1
2 BUKTI KAS 1
RDU 1 KELUAR
2
DAFTAR UPAH 1

MEMBUAT 10
BUKTI
KAS
KELUAR KARTU
PENGHASILAN
KARYAWAN
SURAT
PEMBERITAHUAN
2
RDU 1
2 Mencatat nomor
DAFTAR UPAH 1
cek pada register
3
2 bukti kas keluar
BUKTI KAS 1
KELUAR

5 4

REGISTER
BUKTI KAS
KELUAR

Sumber: Mulyadi, Sistem Akuntansi, 1993


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

54

Lanjutan Gambar 13 Bagan Alir Sistem Akuntansi Pengupahan

BAGIAN JURNAL, BUKU BESAR, DAN LAPORAN BAGIAN KARTU PERSEDIAAN


DAN BIAYA

5
3 10
8 9

RDG 1
RDG 1 RDG 1
BUKTI KAS 2
BUKTI KAS 2 DAFTAR GAJI 1 KELUAR
KELUAR BUKTI KAS 1
KELUAR

SELESAI

JURNAL REGISTER
9
UMUM CEK
KARTU
N
BIAYA

Keterangan:
RDU = Rekap Daftar Upah
DU = Daftar Upah

Sumber: Mulyadi, Sistem Akuntansi, 1993


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

55

Lanjutan Gambar 13 Bagan Alir Sistem Akuntansi Pengupahan

BAGIAN KASA

45 6
7

KARTU
KARTU
PENGHASILAN
PENGHASILAN
KARYAWAN
SURAT KARYAWAN SURAT
PEMBERITAHUAN PEMBERITAHUAN
GAJI
RDU 2
2 RDU 2
DAFTAR UPAH 1 2
3 DAFTAR UPAH 1
BUKTI KAS 1 3
KELUAR BUKTI KAS 3
KELUAR

MENGISI CEK
DAN MEMINTA
TANDA
TANGAN ATAS
CEK

Dimasukkan ke
MENGUANGKAN
CEK KE BANK DAN
dalam amplop
MEMASUKKAN upah bersama
UANG KE AMPLOP dengan
UPAH pemasukan
uang upah

MEMBAYAR UPAH
KEPADA KARY. &
MEMINTA TANDA
TANGAN ATAS
KARTU
PENGHASILAN
KARYAWAN

MEMBUBUHKAN
CAP LUNAS PADA
BUK KAS KELUAR &
DOKUMEN
PENDUKUNG

Keterangan:
KJH = Kartu Jam Hadir
KJK = Kartu Jam Kerja 78 89
67 RDU = Kartu Daftar Upah
SPU = Surat Pemberitahuan Upah

Sumber: Mulyadi, Sistem Akuntansi, 1993


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

50

Lanjutan Gambar 12 Bagan Alir Sistem Akuntansi Penggajian


BAGIAN UTANG

2 76

KARTU
PENGHASILAN
KARYAWAN
SPG
RDG 2
2 DAFTAR GAJI 1
RDG 1
2 BUKTI KAS
DAFTAR GAJI 1
KELUAR

MEMBUAT
BUKTI KAS
KELUAR 89

KARTU
PENGHASILAN
SPG KARYAWAN
2
RDG 1
2
DAFTAR GAJI 1
3
2
BUKTI KAS 1
KELUAR

MENCATAT NOMER
CEK PADA REGISTER
BUKU KAS KELUAR

4
3

3
4

REGISTER
Keterangan: BUKTI KAS
SPG = Surat Pemberitahuan Gaji KELUAR
RDG = Rekap Daftar Gaji
KJH = Kartu Jam Hadir

Sumber: Mulyadi, Sistem Akuntansi, 1993


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

56

C. Pengujian Kepatuhan

Pengujian kepatuhan adalah pengujian untuk mengetahui efektivitas

sistem pengendalian intern. Pengujian efektivitas sistem pengendalian intern

sistem akuntansi dapat dilakukan dengan menggunakan metode statistcal

sampling maupun judgment sampling. Metode pertama digunakan apabila

probabilitas dari sampel yang akan dipakai dapat mewakili kondisi

populasinya dan metode kedua adalah sebaliknya. Metode judgment sampling

tidak menggunakan sampel secara statistic atau tidak memenuhi kedua kriteria

utama dari sampel statistic, yaitu bahwa sampel tersebut harus mempunyai

probabilitas/kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel (misalanya

dengan memilih sampel tersebut secara acak/random) dan sampel tersebut

dievaluasi secara matematis. Satatistical sampling dibagi menjadi dua kategori

besar, yaitu attribute atau proporsional sampling dan variabel atau

quantitative sampling. Variabel sampling umumnya dipakai dalam pengujian

nilai uang/kuantitatif dalam keseimbangan rekening.

Didalam penelitian ini statistical sampling yang digunakan adalah

attribute sampling. Ada tiga metode dalam attribute sampling, yaitu:

1. Fixed Sampling-Size attribute sampling

Model pengambilan sampel ini digunakan jika diperkirakan akan

dijumpai beberapa kesalahan (penyimpangan). Model ini merupakan

model yang paling banyak digunakan dalam pemeriksaan akuntan dan

bertujuan untuk memperkirakan persentase terjadinya mutu tertentu dalam

populasi.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

57

2. Stop-or-go-sampling

Model pengambilan sampel ini digunakan jika yakin bahwa

kesalahan yang pengambilan sampel yang terlalu banyak, yaitu dengan

menghentikan diperkirakan dalam populasi sangatlah kecil. Metode ini

mencegah terjadinya pengujian sedini mungkin.

3. Discovery sampling

Model ini digunakan apabila tingkat kesalahan yang diperkirakan

dalam populasi sangatlah rendah (mendekati nol). Tujuan model ini adalah

untuk menemukan kecurangan, pelanggaran serius dari elemen sistem

pengendalian intern dan ketidakberesan yang lain.

Salah satu metode yang digunakan untuk pengujian efektivitas

sistem pengendalian intern sistem akuntansi dalam attribute sampling

adalah metode Stop-or-go sampling. Adapun prosedur dalam Stop-or-go

sampling adalah sebagai berikut:

a. Menentukan tingkat keandalan atau reliability level (R%) dan tingkat

kesalahan maksimum yang masih dapat diterima atau desiret upper

precision limit (DUPL). Ada tiga tingkat keandalan atau realibility

level, yaitu 90%, 95%, dan 75% dan DPUL mulai dari 10% sampai

dengan 1%.

b. Menentukan besarnya sampel pertama (sampel minimum) yang harus

diambil dengan bantuan tabel besarnya sampel minimum untuk

pengujian kepatuhan atau minimum sampel size tabel of compliane

testing (zero expected occurrences).


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

58

c. Membuat tabel pengambilan keputusan atau stop-or-go decision tabel.

Setelah ditentukan besarnya sampel minimum, langkah selanjutnya

membuat tabel keputusan stop-or-go decision. Dalam tabel stop-or-go

decision tersebut akan diambil sampel sampai empat kali.

Menurut Mulyadi, rumus yang digunakan sebagai berikut:

Confidence level factor at desiret realibility level for occurance


DUPL= 
Sampel size

Convidence level factor at desiret realibility level for


Upper occuraces observes
Sampel size= 
Desiret upper precision limit (DUPL)

Tabel 1
Besarnya Sampel Minimum Untuk Pengujian Kepatuhan
(Zero Expected Occurrences Table)

Acceptabel upper Sampel size based on confidence levels


Precision limit 90% 95% 97%
10% 24 30 37
9 27 34 42
8 30 38 47
7 35 43 53
6 40 50 62
5 48 60 74
4 60 75 93
3 80 100 124
2 120 150 185
1 240 300 370
Sumber: Mulyadi, Pemeriksaan akuntansi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

59

Tabel 2
Pengambilan Keputusan (Stop-Or-Go Decision Tabel)

Langkah Besarnya sampel Berhenti jika Lanjut kelangkah Lanjut


ke- komulatif kesalahan berikutnya jika kelangkah 5
komulatif yang kesalahan yang jika kesalahan
terjadi sama terjadi sama paling tidak
dengan dengan sebesar
1 60 0 1 4
2 96 1 2 4
3 126 2 3 4
4 156 3 4 4
Sumber: Mulyadi, Pemeriksaan akuntansi

Tabel 3
Atribut Sampling Table for dDetermining Stop-or-go Sample Size and Upper
Precision Limit Population Occurrence Rate Based Sample Result

Number Confidence levels


Of occurance 90% 95% 97,5%
0 2.4 3.0 3.7
1 3.9 4.8 5.6
2 5.4 6.3 7.3
3 6.7 7.8 8.8

4 8.0 9.2 10.3


5 9.3 10.6 11.7
6 10.5 11.9 13.1
7 11.8 13.2 14.5

8 13.0 14.5 16.8


9 14.3 16.0 17.1
10 15.5 17.0 18.4
11 16.7 18.3 19.7

12 18.0 19.5 21.0


13 19.0 21.0 22.3
14 20.2 22.0 23.5
15 21.4 23.4 24.7
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

60

16 22.5 24.3 26.0


17 23.3 26.0 27.3
18 25.0 27.0 28.5
19 26.0 28.0 29.6

20 27.1 29.0 31.0


21 28.3 30.0 32.0
22 29.3 31.5 33.3
23 30.5 32.6 34.6

24 31.4 33.8 35.7


25 32.7 35.0 37.0
26 34.0 36.1 38.1
27 36.0 37.3 39.4

28 36.1 38.5 40.5


29 37.2 39.6 41.7
30 38.4 40.7 42.9
31 39.1 42.0 44.0

32 40.3 43.0 45.1


33 41.5 44.1 46.3
34 42.7 45.3 47.5
35 43.8 46.4 48.8

36 45.0 47.6 49.9


37 46.1 48.7 51.0
38 47.2 49.8 52.1
39 48.3 51.0 53.4

40 49.4 52.0 54.5


41 50.5 53.2 55.6
42 51.5 54.5 56.8
43 52.5 55.5 58.0

44 54.0 56.6 59.0


45 55.0 57.7 60.3
46 56.0 59.0 61.1
47 57.0 60.0 62.6

48 58.0 51.1 63.7


49 59.0 62.2 64.8
50 60.4 63.3 65.0
51 61.5 64.5 67.0

Sumber: Mulyadi, Pemeriksaan akuntansi


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

61

Langkah- langkah penyusunan tabel stop-or-go decision adalah sebagai

berikut:

Langkah 1: Jika dari pemeriksaan terhadap 60 sampel dimana tingkat

kepercayaan atau R% = 95% dan DUPL = 5%, tingkat

kesalahan 0 adalah 3 maka

3
AUPL = = 5%
60

maka AUPL = DUPL dan pengambilan sampel dihentikan

serta diambil kesimpulan bahwa elemen sistem

pengendalian intern yang diperiksa adalah efektif.

Langkah 2: Jika pemeriksaan terhadap 60 sampel dimana tingkat

kepercayaan atau R% = 95% dan DUPL = 5%, tingkat

kesalahan 1 adalah 4,8 maka:

4,8
AUPL = = 8%
60

maka AUPL > DUPL maka perlu diambil sampel tambahan

4,8
sebesar = = 96
5%

jika dari 96 sampel ditemukan tingkat kesalahan 1 maka

4,8
AUPL = = 5%
96

maka AUPL = DUPL dan pengambilan sampel dihentikan

serta diambil kesimpulan bahwa elemen sistem

pengendalian intern yang diperiksa adalah efektif.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

62

Langkah 3: Jika pemeriksaan terhadap 96 sampel dimana tingkat

kepercayaan atau R% = 95% dan DUPL = 5%, tingkat

kesalahan 2 adalah 6,3 maka

6,3
AUPL= = 6,56 %
96

maka AUPL > DUP L maka perlu diambil sampel tambahan

6,3
sebesar = = 126
5%

Langkah 4: Jika dari pemeriksaan terhadap 126 sampel dimana tingkat

kepercayaan atau R% = 95% dan DUPL = 5% tingkat

kesalahan 3 maka

7,8
AUPL = = 6%
126

maka AUPL > DUPL maka perlu diambil sampel tambahan

4,8
sebesar = = 156
5%

Jika dari 156 sampel diman tingkat kepercayaan atau R% =

95% dan DUPL = 5%, tingkat kesalahan 3 maka

7,8
AUPL = = 15%
156

maka AUPL = DUPL dan pengambilan sampel dihentikan

serta diambil kesimpulan bahwa elemen sistem

pengendalian intern yang diperiksa adalah efektif.

Jika dari pemeriksaan dari 156 sampel dimana tingkat

kepercayaan atau R% = 95% dan DUPL = 5% tingkat

kesalahan 4 maka
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

63

9,2
AUPL = = 5,89 %
156

maka AUPL > DUPL maka diambil kesimpulan bahwa

elemen sistem pengendalian intern yang diperiksa tidak

dapat dipercaya/tidak efektif dan jika AUPL < DUPL yang

ditentukan maka sistem pengendalian internnya dikatakan

efektif.

d. Evaluasi hasil pemeriksaan terhadap sampel

Efektivitas unsur sistem pengendalian intern sangat ditentukan

oleh keadaan dan situasi yang diciptakan oleh lingkungan

pengendalian itu sendiri. Lingkungan mencerminkan sikap dan

tindakan dari dewan komisaris, manajemen, pemilik dan pihak lain

mengenai pentingnya pengendalian intern perusahaan. Ada 4 unsur

dalam lingkungan pengendalian, yaitu: filosofi dan gaya operasi,

berfungsinya dewan komisaris dan komite pemeriksa, metode

pengendalian manajemen, dan kesadaran pengendalian.

D. Penelitian Terdahulu

1. Penelitian yang perna dilakukan oleh Elisabet Retnawulandari (91234039),

mengenai sistem akuntansi penggajian yang studi kasusnya pada Hotel I

nternasional Yogya. Dalam penelitian ini terdapat tujuan yaitu untuk

mengetahui baik tidaknya sistem akuntansi penggajian pada Hotel

Internasional Yogya. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik

analisis data dengan mendeskripsikan data sistem akuntansi penggajian


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

64

dan membandingkan pelaksanaan sistem akuntansi penggajian dengan

teori yang ada untuk mengetahui kebaikan dan kelemahan pelaksanaan

sistem auntansi penggajian perusahaan tersebut. Populasi dari penelitian

ini adalah bukti kas keluar, daftar gaji, dan laporan bulanan presensi

karyawan. Atribut yang digunakan yaitu adanya kelengkapan dokumen

pendukung, adanya kelengkapan otorisasi setiap dokumen. Teknik

pengumpulan datanya yaitu melalui interview, dokumentasi, observasi,

dan kuisioner. Kesimpulan dari penelitian yaitu bahwa sistem akuntansi

penggajian dan struktur pengendalian intern dalam sistem akuntansi

penggajian Hotel Internasional Yogya sudah efektif.

2. Penelitian yang perna dilakukan oleh Antonius Doso Edi Prijanto

(92234073), mengenai sistem akuntansi penggajian studi kasus pada

Perum Pegadaian Cabang Ngupasan dan Kanda VII Yogyakarta. Tuj uan

penelitian yaitu untuk mengetahui apakah sistem akuntansi penggajian dan

SPI penggajian pada Perum Pegadaian Cabang Ngupasan sudah baik dan

sudah efektif. Atribut dari penelitian ini adalah adanya kesesuaian

informasi antara dokumen yang satu dengan dokumen yang lain yaitu

KHJ, Daftar gaji, Surat pernyataan gaji,Rekap daftar gaji, BKK dan

kelengkapan pada setiap dokumen. Teknik pengumpulan data interview,

observasi, dokumentasi dan kuisioner. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu

bahwa secara umum sistem akuntansi penggajian pada Perum Pegadaian

Cabang Ngupasan dan KANDA VII Yogyakarta sudah baik dan SPI

penggajian sudah efektif.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

65

3. Penelitian yang perna dilakukan oleh Floriberta Wihasti (90234007),

mengenai sistem akuntansi penggajian dan pengupahan. Studi kasus pada

PT Budi Manunggal Yogyakarta. Tujuan penelitian ini yaitu untuk

mengetahui sistem akuntansi penggajian dan pengupahan PT Budi

Manunggal dapat dilaksanakan secara efektif. Adapun atribut yang akan

diperiksa adalah adanya kelengkapan dokumen ya ng menyangkut

pembuatan mutasi kas, daftar gaji dan daftar upah dan adanya kesesuaian

informasi antara dokumen yang satu dengan dokumen yang lain dalam

penggajian dan pengupahan dan adanya bukti pengecekan kebenaran dan

ketelitian perhitungan gaji dan upah. Teknik pengumpulan data yaitu

observasi, wawancara, dokumentasi dan kuisioner. Kesimpulan dari

penelitian yaitu bahwa secara keseluruhan sistem akuntansi penggajian

dan pengupahan pada PT Budi Manunggal dapat dilaksanakan secara

efektif dengan catatan perlu adanya beberapa perbaikan.

E. Hipotesis

1. Sistem akuntansi penggajian pada PERCETAKAN KANISIUS sudah

baik.

2. Sistem pengendalian intern akuntansi penggajian PERCETAKAN

KANISIUS sudah efektif.

3. Sistem akuntansi pengupahan pada PERCETAKAN KANISIUS sudah

baik.

4. Sistem pengendalian intern akuntansi pengupahan PERCETAKAN

KANISIUS sudah efektif.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini dilakuakan dengan cara studi kasus, yaitu penelitian yang

dilakukan terhadap objek tertentu sehingga kesimpulan dari hasil penelitian

hanya berlaku pada objek tersebut.

B. Tempat dan waktu penelitian

1. Tempat penelitian : PERCETAKAN KANISIUS, YOGYAKARTA

2. Waktu penelitian : 13 September 2006

C. Subjek Penelitian

1. Bagian kepegawaian

2. Bagian pencatatan waktu

3. Bagian gaji dan upah

4. Bagian utang

5. Bagian kasa

6. Bagian kartu persediaan dan kartu biaya

7. Bagian jurnal, buku besar, dan laporan

66
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

67

D. Objek penelitian

Objek penelitian adalah sistem akuntansi penggajian dan pengupahan

dan sistem pengendalian intern sistem akuntansi penggajian dan pengupahan

PERCETAKAN KANISIUS.

E. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi yang akan diambil sampelnya adalah dokumen petunjuk

pembukuan, daftar gaji dan daftar upah yang digunakan untuk mencatat

transaksi yang berkaitan dengan akuntansi penggajian dan pengupahan

yang terjadi dalam beberapa periode. Adapun attribute yang akan

diperiksa adalah adanya kelengkapan otorisasi pada setiap dokumen,

adanya kesesuaian informasi antara dokumen yang satu dengan dokumen

yang lain dalam pengggajian dan pengupahan dan adanya bukti

pengecekan kebenaran dan ketelitian perhitungan gaji dan upah.

2. Sampel

Anggota sampel adalah dokumen petunjuk untuk pembukuan, daftar gaji

dan daftar upah yang digunakan untuk mencatat transaksi yang berkaitan

dengan akuntansi penggajian dan pengupahan yang terjadi selama periode

itu dan jumlahnya ditentukan berdasarkan besarnya tingkat kepercayaan

yang dipilih atau reliabilty level (R%) yang mana telah ditentukan sebesar

95% dan batas kesalahan yang masi bisa diterima atau desired upper

precision limit (DUPL) sebesar 5%. Atribut yang dijadikan populasi dan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

68

sampel adalah presensi, rincian pendapatan gaji dan upah karyawan,

rincian potongan pendapatan gaji karyawan dan daftar gaji dan upah pada

periode waktu tertentu. Oleh karena itu besar sampel yang diambil secara

acak adalah 60 yang terdiri dari 4 lembar daftar gaji, 8 lembar daftar upah

dan 48 lembar formulir petunjuk pembukuan. Penentuan besarnya tingakat

kepercayaan (R%) sebesar 95% dan batas kesalahan yang masi bisa

diterima (DUPL) sebesar 5% karena adanya keyakinan bahwa sistem

pengendalian intern akuntansi penggajian dan pengupahan pada

PERCETAKAN KANISIUS adalah baik.

F. Teknik Pengumpulan Data

Dalam metode penelitian ini digunakan beberapa teknik pengumpulan

data, yaitu:

1. Interview (wawancara)

Interview adalah teknik pengumpulan data dengan mengadakan tanya

jawab secara langsung. Interview dilakukan dengan tanya jawab secara

langsung dengan direktur perusahaan, kepala bagian personalia, dan

karyawan lain yang bersangkutan dengan penelitian yang dilakukan.

2. Observasi

Observasi adalah teknik pengumpulan data dengan jala n mengadakan

peninjauan atau pengamatan langsung terhadap pelaksanaan sistem

akuntansi penggajian dan pengupahan perusahaan.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

69

3. Kuesioner

Kuesioner adalah teknik pengumpulan data dengan jalan memberikan

daftar pertanyaan tentang sistem pengendalian intern, yaitu pertanyaan

mengenai operasi kebijakan dan prosedur pengendalian intern yang ada

dalam sistem akuntansi penggajian dan pengupahan perusahaan.

Kuesioner merupakan cara yang banyak dipakai untuk

mendokumentasikan pemahaman mengenai sistem pengendalian intern.

Kuesioner disusun atas setiap siklus transaksi. Pertanyaan-pertanyaan

diajukan sedemikian rupa sehingga jawaban yang diperlukan cukup

dengan kata ”ya” atau ”tidak”.

4. Dokumentasi

Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan cara meminta data

yang ada dalam perusahaan yang berupa bagan struktur organisasi, flow

chart (bagan alir), serta dokumen sistem akuntansi penggajian dan

pengupahan perusahaan.

G. Teknik Analisis Data

Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif untuk

menganalisis data, yaitu memaparkan sistem akuntansi penggajian dan

pengupahan yang sedang berjalan dengan menguraikan komponen-komponen

yang ada didalamnya dan metode stop-or-go sampling untuk mengetahui

efektifitas sistem pengendalian intern sistem akuntansi penggajian dan

pengupahan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

70

1. Untuk menjawab perumusan masalah pertama tentang apakah sistem

akuntansi penggajian PERCETAKAN KANISIUS sudah baik maka

dilakukan langkah- langkah sebagai berikut:

a. Mendeskripsikan data hasil penelitian yaitu tentang sistem akuntansi

penggajian yang dilaksanakan oleh PERCETAKAN KANISIUS

b. Membandingkan pelaksanaan sistem pengendalian intern perusahaan

dengan teori-teori yang ada untuk mengetahui kebaikan dan kelemaha n

pelaksanaan sistem akuntansi penggajian PERCETAKAN KANISIUS

Tabel 4
Perbandingan Antara Teori dengan Praktik Pelaksanaan Sistem
Pengendalian Intern Pada Sistem Akuntansi Penggajian Pada
PERCETAKAN KANISIUS
Teori Praktik Ket.
Ya Tidak
A. Struktur organisasi yang memisahkan tanggung
jawab secara tegas
1. Fungsi pembuatan daftar gaji
2. Fungsi pencatatan waktu hadir terpisah
dari fungsi operasi
B. Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan
1. Setiap orang yang tercatat dalam daftar gaji
memiliki surat pengangkatan karyawan
2. Setiap perubahan gaji didasarkan pada surat
keputusan pejabat yang berwenang
3. Setiap potongan atas gaji karyawan selain
dari pajak penghasilan karyawan
didasarkan atas surat potonagan gaji yang
diotorisasi oleh fungsi personalia
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

71

4. Kartu jam hadir diotorisasi oleh pejabat


yang berwenang
5. Daftar gaji diotorisasi oleh pejabat yang
berwenang
6. Bukti kas keluar untuk pembayaran gaji
diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
7. Perubahan dalam pencatatan penghasilan
gaji karyawan direkonsiliasi dengan daftar
gaji
C. Praktek yang sehat
1. Pemasukan kartu jam hadir ke mesin
pencatatan waktu harus diawasi oleh
pejabat yang bersangkutan
2. Pembuatan daftar gaji harus diverivikasi
kebenaran dan ketelitian perhitungannya
oleh fungsi akuntansi
3. Perhitungan pajak penghasilan karyawan
direkonsiliasi dengan catatan penghasilan
karyawan
4. Catatan penghasilan karyawan disimpan
oleh fungsi yang berwenang
D. Karyawan yang kompeten
1. Seleksi karyawan berdasarkan persyaratan
yang dituntut oleh pekerja
2. Pengembangan pendidikan karyawan
selama menjadi karyawan perusahaan
sesuai dengan tuntutan pekerjaan

c. Menarik kesimpulan tentang sistem akuntansi penggajian

PERCETAKAN KANISIUS. Sistem akuntansi penggajian dikatakan

baik jika memenuhi elemen-elemen SPI sebagai berikut:


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

72

1. Adanya stuktur organisasi yang menjukkan tanggung jawab

fungsional secara tegas

2. Adanya sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang baik

3. Adanya praktek yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi

tiap organisasi

4. Mutu karyawan yang sesuai dengan tanggung jawabnya

Dan sistem akuntansi penggajian dikatakan tidak baik jika tidak

memenuhi elemen-elemen SPI seperti yang disebutkan diatas.

2. Untuk menjawab perumusan masalah yang kedua tentang apakah sistem

pengendalian intern akuntansi penggajian PERCETAKAN KANISIUS

sudah efektif maka dilakukan pengujian kepatuhan terhadap sistem

pengendalian intern sistem akuntansi penggajian dengan menggunakan

model stop-or-go sampling untuk mengetahui efektivitas sistem

pengendalian intern sistem akuntansi penggajian perusahaan tersebut.

Adapun prosedur dalam stop-or-go sampling adalah sebagai berikut:

a. Menentukan kesalahan maksimum yang masih dapat diterima (desiret

upper precision limit/DUPL) dan tingkat keandalan (realibility

level/R%). Dalam penelitian ini dipakai DUPL sebesar 5% dan R%

sebesar 95%.

b. Menentukan besarnya sampel minimum yang harus diambil dengan

bantuan tabel besarnya sampel minimum untuk pengujian kepatuhan.

c. Pembuatan tabel stop-or-go decision.

d. Evaluasi hasil pemeriksaan terhadap sampel.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

73

e. Menarik kesimpulan tentang SPI akuntansi penggajian

PERCETAKAN KANISIUS. SPI akuntansi penggajian efektif jika

diperhatikan prinsip-prinsip dibawah ini:

1) Pegawai yang kapabel dan dapat dipercaya

2) Pemisahan wewenang

3) Pengawasan

4) Penetapan tanggung jawab secara perseorangan

5) Pemeriksaan otomatis berdasarkan prosedur-prosedur yang rutin

6) Pencatatan yang seksama dan segera

7) Penjagaan fisik

8) Pemeriksaan oleh petugas yang bebas dari tanggung jawab yang

rutin

Jika SPI akuntansi penggajian tidak memperhatikan prinsip-prinsip seperti

diatas maka SPI akuntansi penggajian tidak efektif.

Atribut yang akan diperiksa adalah adanya kelengkapan dokumen

pendukung dalam sistem penggajian, adanya kelengkapan otorisasi pada

setiap dokumen, adanya kesesuaian informasi antara dokumen yang satu

dengan dokumen yang lain dalam sistem akuntansi penggajian, dan adanya

bukti pengecekan kebenaran dan ketelitian. Populasi yang diambil

sampelnya adalah rincian pendapatan gaji karyawan, rincian potongan

pendapatan gaji karyawan, dan daftar gaji pada periode waktu tertentu.

3. Untuk menjawab perumusan masalah ketiga tentang apakah sistem

akuntansi pengupahan PERCETAKAN KANISIUS sudah baik maka

dilakukan langkah sebagai berikut:


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

74

a. Mendeskripsikan data hasil penelitian yaitu data tentang sistem

akuntansi pengupahan yang dilaksanakan oleh PERCETAKAN

KANISIUS.

b. Membandingkan pelaksanaan sistem pengendalian intern perusahaan

dengan teori-teori yang ada untuk mengetahui kebaikan dan kelemahan

pelaksanaan sistem akuntansi pengupahan PERCETAKAN

KANISIUS.

Tabel 5
Perbandingan Antara Teori Dengan Praktik Pelaksanaan Sistem
Pengendalian Intern Pada Sistem Pengupahan Pada PERCETAKAN
KANISIUS
Praktik
Teori Ket.
Ya Tidak

A. Struktur organisasi yang memisahkan tanggung


jawab secara tegas
1. Fungsi pembuatan daftar upah terpisah dari
fungsi keuangan
2. Fungsi pencatatan waktu terpisah dari
fungsi operasi
B. Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan
1. Setiap orang yang tercatat dalam daftar
upah memiliki surat pengangkatan
karyawan
2. Setiap perubahan upah didasarkan pada
surat keputusan pejabat yang berwenang
3. Kartu jam hadir diotorisasi oleh pejabat
yang berwenang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

75

4. Daftar upah diotorisasi oleh pejabat yang


berwenang
5. Bukti kas keluar untuk pembayaran upah
diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
C. Praktik yang sehat
1. Pemasukan kartu jam kerja hadir kemesin
pencatat waktu harus diawasi oleh pejabat
yang bersangkutan
2. Pembuatan daftar upah harus diverifikasi
kebenaran dan ketelitian perhitungannya
oleh fungsi akuntansi
3. Catatan penghasilan karyawan disimpan
oleh fungsi yang berwenang
D. Karyawan yang kompeten
1. Seleksi karyawan berdasarkan persayaratan
yang dituntut oleh pekerjaan
2. Pengembangan pendidikan karyawan
selama menjadi karyawan perusahaan sesuai
dengan tuntutan pekerjaan

c. Menarik kesimpulan tentang sistem akuntansi pengupahan pada

PERCETAKAN KANISIUS. Sistem akuntansi pengupahan dikatakan

baik jika memenuhi elemen-elemen SPI sebagai berikut:

1. Adanya struktur organisasi yang menunjukkan tanggung jawab

fungsional secara tegas

2. Adanya sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang baik

3. Adanya praktek yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi

tiap bagian organisasi


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

76

4. Mutu karyawan yang sesuai dengan tanggung jawabnya

Dan sistem akuntansi pengupahan dikatakan tidak baik jika tidak

memenuhi elemen-elemen SPI seperti yang disebutkan diatas.

4. Untuk menjawab perumusan masalah keempat tentang apakah sistem

akuntansi pengendalian intern akuntansi pengupahan PERCETAKAN

KANISIUS sudah efektif.

Maka dilakukan pengujian kepatuhan terhadap sistem

pengendalian intern dengan metode stop-or-go sampling untuk

mengetahui efektifitas sistem pengendalian intern sistem akuntansi

PERCETAKAN KANISIUS.

Adapun prosedur dalam metode stop-or-go sampling tersebut

adalah sebagai berikut:

a. Menentukan kesalahan maksimum yang masih dapat diterima (desiret

upper precision limit/DUPL) dan tingkat keandalan (reliability

level/R%). Dalam penelitian ini dipakai DUPL sebesar 5% dan R%

sebesar 95%.

b. Menentukan besarnaya sampel minimum yang harus diambil dengan

bantuan tabel besarnya sampel minimum untuk pengujian kepatuhan

c. Pembuatan tabel sto-or-go decision

d. Evaluasi hasil pemeriksaan terhadap sampel

e. Kesimpulan tentang SPI akuntansi pengupahan PERCETAKAN

KANISIUS. SPI akuntansi pengupahan efektif jika diperhatikannya

prinsip-prinsip dibawah ini:

1. Pegawai yang kapabel dan dapat dipercaya


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

77

2. Pemisahan wewenang

3. Pengawasan

4. Penetapan tanggung jawab secara perseorangan

5. Pemeriksaan otomatis berdasarkan prosedur-prosedur yang rutin

6. Pencatatan yang seksama dan segera

7. Penjagaan fisik

8. Pemeriksaan oleh petugas yang bebas dari tugas rutin

Jika SPI akuntansi pengupahan tidak memperhatikan prinsip-

prinsip seperti diatas maka SPI akuntansi pengupahan tidak efektif.

Atribut yang dapat diperiksa adalah adanya kelengkapan dokumen

pendukung, adanya kelenkapan otorisasi pada setiap dokumen, adanya

kesesuaian informasi antara dokumen yang satu dengan dokumen yang

lainnya dalam sistem akuntansi pengupahan, dan adanya bukti pengecekan

kebenaran dan ketelitian. Populasi yang diambil sampelnya adalah

presensi, rincian pendapatan upah, dan daftar upah pada periode waktu

tertentu.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB IV

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

A. Sejarah Berdirinya Perusahaan

Sejarah Penerbit-Percetakan Kanisius tidak dapat lepas dari sejarah

perjalanan Gereja Katolik di Indonesia serta sejarah perjuangan Indonesia dari

masa ke masa, sejak jaman penjajahan Belanda, penjajahan Jepang,

kemerdekaan, Orde Lama, Orde Baru sampai jaman reformasi ini.

Pada tanggal 31 Agustus 1918 di Muntilan didirikan Canisius

Vereniging atau perkumpulan Kanisius. Perkumpulan ini memperoleh

pengesahan dari pemerintah Belanda yang pada waktu itu menguasai

Indonesia pada tanggal 21 Oktober 1918 di Cipanas. Yayasan ini diketuai oleh

Pastor J. Hoeberech SJ yang pada waktu itu menjabat sebagai Superior

Missonis Serikat Jesus, sedangkan Pastor Fans Van Lith SJ menjadi sekretaris

yayasan ini.

Yayasan Kanisius didirikan dengan tujuan untuk menyelenggarakan

sekolah. Sampai pada tahun 1926, sekolah yang dikelolah oleh Yayasan

Kanisius berjumlah 74, semuanya merupakan sekolah tingkat dasar.

Seiring berkembangnya karya pendidikan pada waktu itu, pada tanggal

26 Januari 1922, pemimipin Karya Misi Katolik di Jawa Te ngah, yakni Pastor

J. Hoeberechst SJ, mendirikan sebuah percetakan sederhana di Yogyakarta

dengan nama Canisius Drukkeerij. Pada awal berdirinya Penerbit- Percetakan

Kanisius memiliki tujuan untuk melayani gereja Katolik Indonesia, khususnya

78
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

79

sekolah-sekola h Katolik milik yayasan Kanisius. Misalnya pada waktu itu

mengadakan barang-barang cetakan untuk gereja dan sekolah Katolik dengan

harga murah, menyediakan pekerjaan bagi orang Jawa yang untuk mendapat

sedikit keuntungan untuk ikut serta menjalankan sekolah-sekolah Katolik yang

diselenggarakan yayasan Kanisius.

Pada permulaan operasinya, manajemen Penerbit-Percetakan Kanisius

dipercayakan kepada bruder-bruder FIC yang berasal dari Belanda dan datang

ke Jawa untuk menjalankan misinya pada tahun 1922. Bruder FIC yang

pertama kali memimpin Penerbit-Percetakan Kanisius adalah Br. Bellinus FIC

(1922-1930), kemudian pada tahun 1930 digantikan oleh Br. Bertinus FIC

(1930-1933), dan pada tahun 1933 digantikan oleh Br. Baldewinus FIC yang

memimpin sampai tahun 1965.

Pada tahun 1946 ketika ibu kota Republik Indonesia pindah dari

Jakarta ke Yogyakarta, Penerbit-Percetakan Kanisius dipercaya untuk

mencetak ORI (Oeang Repoeblik Indonesia).

Pada tahun 1950, Kanisius selain sebagai percetakan, juga menjadi

penerbit. Pada waktu itu Kanisius menerbitkan buku rohani/doa dan buku-bulu

sekolah. Sampai pada akhir tahun 60-an buku-buku terbitan Kanisius

digunakan di seluruh penjuru tanah air dan mempunyai peran yang besar

dalam pengembangan pendidikan di Indonesia. Mulai saat itulah Penerbit-

Percetakan Kanisius tidak membatasi diri hanya melayani Gereja Katolik dan

sekolah-sekolah Kanisius, tetapi terbuka bagi masyarakat luas. Saat itu

merupakan periode baru untuk pertumbuhan dan perkembangan Penerbit-


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

80

Percetakan Kanisius. Br. Jacobus melakukan reorganisasi terhadap Penerbit-

Percetakan Kanisius, dengan memisahkan antara penerbit dan percetakan.

Pada buan Januari 1967, Pater J. Lampe SJ ditunjuk oleh pimpinan

Provinsi Indonesia Serikat Jesus sebagai direktur dengan tugas pokok

memindahkan Penrbit-Percetakan Kanisius ke daearah operasi baru yang

dibeli pada tahun 1952. Tugas tersebut dapat terlaksana pada bulan agustus

1969, dengan pemindahan unit jilid dan unit cetak ke bangunan baru di Jl.

Cempaka No. 9, Deresan, Caturtunggal, Depok, Sleman. Selanjutnya pada

tahun 1983 unit Typeseetting dan unit Repro pindah ke lokasi baru tersebut.

Sampai tahun 1987 yaitu diusianya yang ke-65, idealisme Penerbit

Percetakan Kanisius belum terumuskan dalam kalimat yang mudah terbaca

dan dimengerti oleh publik. Komitmen penerbit-Percetakan Kanisius adalah

buku-buku bacaan/pelajaran yang diterbitkan adalah buku-buku yang baik,

berguna, terjangkau harganya. Baru pada tahun 1987, Kanisius merumuskan

idealismenya bersama dengan De Vries, seorang konsultan manajemen dari

Belanda, kedalam misi sebagi berikut:

“Dengan jiwa Kristiani, Kanisius melayani Gereja dan Bangsa dengan

buku-buku bacaan/pelajaran yang baik, berguna dan terjangkau, dengan

suasana dan syarat kerja yang memadai serta sehat dan mandiri secara

financial”.

Pada tahun 1990, dalam Serikat Jesus terjadi perubahan kebijakan

yang berkaitan dengan usaha dan perhatian dalam penanganan karya-karya

yang ditangai Serikat Jesus seluruh dunia. Serikat Jesus di Indonesia juga
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

81

ingin berkonsentrasi pada karya-karya yang menjadi perutusannya dan

menyerahkan karya-karya pada awam. Menurut hasil penetapan Kongregasi

Jendral ke-34, Serikat Jesus seluruh duniah berniat untuk memberikan

perhatian pada karya-karyanya yang khas. Kebijakan ini mangharuskan Pater

J. Lampe S.J dan Pater Th. Hendriks SJ yang membantunya harus

meninggalkan Penerbit Percetakan Kanisius.

Sejak tahun 1993 tapuk pimpinan Penerbit Percetakan Kanisius

diserahkan kepada awam yang telah lama dipersiapkan pendahulunya. Bapak

Drs. E. Surono, MM. adalah orang yang diberi kepercayaan untuk memimpin

dan mengembangkan Penerbit-Percetakan Kanisius untuk masa- masa

mendatang, bersama tujuh manajer yang menjadi koleganya.

Seiring perkembangan jaman rumusan misi yang telah ada dirasa

memerlukan beberapa penyesuaian. Menjelang ulang tahun Perbit-Percetakan

Kanisius ke-75 menyelenggarakan semacam lokakarya bagi fungsionaris

Penerbit-Percetakan Kanisius dengan dipandu oleh Romo A. Djitapandriya SJ

untuk merumuskan kembali visi dan misinya. Visi dan misi Penerbit-

Percetakan Kanisius dirumuskan kembali sebagi berikut:

Visi : “Penerbit-Percetakan Kanisius melibatkan diri pada pembangunan

bangsa dalam persaudaraan sejati demi memperjuangkan keutuhan

manusia dan ciptaan”

Misi : “Dengan jiwa Kristiani, Penerbit-Percetakan Kanisius, dalam konteks

budaya yang berkembang, menyediakan multi media demi

pemberdayaan masyarakat dengan mutu kinerja dan hasil yang


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

82

terpercaya, mengutamakan relasi dalam hubungan etis dan saling

menguntungkan, didukung semangat kerja sama, penghargaan dan

pengembangan sumber daya manusia, sarana-prasarana, dan keungan

sesuai tuntutan usaha professional”.

Antara rumusan sebelumnaya dan rumusan yang baru terdapat kesamaan,

yakni penyebut secara eksplisit “dengan jiwa kristiani” yang menjadi jiwa,

semangat, spritualitas, prespekrif Penerbit-Percetakan Kanisius dalam

menjalankan misi realnya melalui dunia bisnis. Dalam rumusan yang baru

muncul kalimat “dalam konteks budaya yang berkembang, menyediakan multi

media”, “kiblat kepada pelanggan dan hubungan etis”.

Saat ini tepat pada bulan Januari 2006, Penerbit-Percetakan Kanisius

memasuki usia ke-84, dengan visi dan misi yang memiliki Penerbit-

Percetakan Kanisius berusaha terus berkembang mengikuti perkembangan

jaman.

Penebit-Percetakan Kanisius pada awal berdirinya menempati sebuah

bangunan kecil bekas gedung di kompleks sekolah milik “Bruderan Kidul

Loji”, pada tahun 1923 Penerbit-Percetakan Kanisius pindah ke bangunan

baru seluas 200 m di Jl. Panembahan Senopati No. 16, kemudian pada tahun

1934 Penerbit-Percetakan Kanisius pindah ke kompleks gereja Kidul Loji

seluas 1200 m di Jl. Panembahan Senopati 24.

Pada tahun 1965 Penerbit-Percetakan Kanisius membeli sebidang

tanah di Jl. Cempaka No. 9, Deresan, Caturtunggal, Depok, Sleman. Pada


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

83

tahun 1969 Penerbit-Percetakan Kanisius pindah ke lokasi tersebut dan

menetap sampai sekarang.

Selain ruang produksi dan kantor saat ini Penerbit-Percetakan Kanisius

juga memiliki ruang pamer (showroom) yang berlokasi di Jl. Cempaka No. 9

ini. Untuk memperlancar pemasaran, Penerbit Percetakan Kanisius memiliki

dua kantor cabang yang masing- masing berlokasi di Jakarta dan Surabaya.

B. Struktur Organisasi Perusahaan

Pengorganisasian merupakan aktivitas menyusun suatu kerangka yang

menjadi wada bagi segenap kegiatan dari suatu usaha kerja sama dengan jalan

membagi dan mengelompokkan pekerjaan-pekerjaan yang harus dilaksanakan,

dan menetapkan serta menyusun jalinan hubungan kerja diantara para

karyawan.

Organisasi bertujuan untuk mendapatkan suatu bentuk kerja sama yang

berguna untuk manajemen supaya dapat berhasil secara efektif dan efisien.

Penerbit-Percetakan Kanisius menggunakan struktur organisasi berbentuk

garis, dengan pembagian fungsi dasar: produksi, redaksi, administrasi, dan

pemasaran. Fungsi- fungsi tersebut dipimpin oleh seorang direktur yang

masing- masing mempunyai sejumlah bawahan yang melakukan kegiatan

sesuai dengan tugas yang diberikan oleh seorang direktur dan

mempertanggung jawabkan pelaksanaan tugasnya kepada direktur. Rantai

perintah yang jelas dari seorang atasan kepada bawahannya ini, dibuat dengan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

84

tujuan agar tidak terjadi kesimpangsiuran dalam memberi perintah dan dalam

pembuatan laporan.

Penerbit-Percetakan Kanisius dikelolah oleh seorang direktur utama

dibantu oleh seorang wakil direktur utama, 4 orang direktur departemen dan 9

orang manajer bidang. Selengkapnya susunan manajemen Penerbit-Percetakan

Kanisius adalah sebagai berikut:

Direktur Utama : Rm. Ag. Sarwanto, SJ.

Wakil Direktur Utama : Drs. FX. Supriharsono, MM.

Direktur Redaksi : YB. Priyanahadi

Direktur Produksi : A. Edhi Warsadhi

Direktur Administrasi : I. Puja Raharja

CPR : M.G. Sulistyorini

Manajer Pre-Print : AM. Subagya

Manajer Finishing : FX. Rustamanto

Manajer Promosi : V. Istoto Suharyoto,MM.

Manajer Distribusi : M. Yudhi Haryana

Manajer Keuangan : M. Agus Haryanto


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

85

GAMBAR 14
STRUKTUR ORGANISASI
PENERBIT – PERCETAKAN KANISIUS

Direktur Utama
Wakil Direktur

Sekretariat (14)
Perusahaan

Departemen (25) Departemen (130)


Departemen (52) Departemen (88)
REDAKSI PRODUKSI
ADMINISTRASI PEMASARAN

Bidang Bidang Bidang


Bidang
Keuangan Preprint Finishing
Personalia-

Bidang Bidang Bidang Bidang


Buku Multimedia Promosi Distribusi

Dengan stuktur organisasi tersebut, Penerbit-Percetakan Kanisius

berusaha dapat mengelola perusahan dengan baik dalam kerja sama dengan

para karyawan yang memberikan kontribusi karya mereka sesuai dengan

kapasitas dan kapabilitas masing- masing. Oleh karena itu ada berbagai peran

dan fungsi yang berbeda-beda antar karyawan. Perusahaan tetap hidup karena

ditopang oleh kerja sama dan loyalitas yang diberikan karyawan. Semangat

persaudaraan yang kuat dan komunikasi informal yang terjalin antar karyawan

mendukung terciptanya suasana kerja yang nyaman.

C. Departemen Produksi

Departemen produksi di Penerbit-Percetakan Kanisius dipimpin oleh

seorang direktur yang memliki tanggung jawab atas mekanisme produksi,


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

86

materi cetak dan tampilan fisik serta hasil cetakan, agarmemuaskan konsumen

serta penulis. Departemen ini meupakan bagian terpenting karena baik buruk

produk ditentukan oleh kinerja karyawan yang berada di departemen ini.

Departemen produksi dibagi kedalam dua bidang yang masing- masing

dipimpin oleh seorang manajer bidang, yaitu bidang preprint yang

bertanggung jawab atas kualitas dan kuantitas materi cetak yang dikerjakan,

dan bidang finishing yang bertanggung jawab atas segala kegiatan cetak dan

jilid serta bahan-bahan yang akan digunakan dalam proses tersebut.

Hasil produksi Penerbit-Percetakan Kanisius adalah:

1. Buku-buku gerejawi, yaitu buku tentang kristiani yang meliputi teoligi,

katekese, liturgy, doa, kitab suci, renungan/inspirasional, spritualitas,

sejarah, pengembangan jemaat, pastoral, keluarga dan remaja.

2. Buku-buku humaniora, yang memberikan kajian filsafat dan kajian ilmu-

ilmu lain, misalnya manajemen, psikologi, sosial, budaya, teknik dan

keluarga.

3. Buku-buku kemasyarakatan, yang membantu pendidikan dan

perkembangan masyarakat, terutama buku-buku pertanian, peternakan dan

perkebunan, kesehatan masyarakat dan teknologi tepat guna (TTG).

4. Buku-buku anak, yang menyediakan bacaan dan sarana lain yang dapat

menumbuhkembangkan daya memori, kreasi, imajinasi, perasaan dan

tingkah laku anak.

5. Buku-buku sekolah yang memiliki perhatian khusus pada buku-buku

pendidikan menengah kejuruan dan buku-buku Bahasa Inggris.

6. Produk multi media dan majalah.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

87

Alat-alat yang digunakan untuk mencetak buku yang diterbitkan

adalah, sebagai berikut:

1. Mesin reproduksi (Film dan Plot)

Alat yang digunakan untuk membuat foto naskah yang sudah jadi dan juga

digunakan untuk membuat plate yang besarnya dapat disesuaikan dengan

permintaan. Penerbit-Percetakan Kanisius saat ini memiliki mesin output

film (imagesetter) Hercules yang mampu membuat film sampai dengan 33

inci atau 76 cm.

2. Mesin cetak

Mesin ini digunakan untuk mencetak naskah yang sudah jadi atau sudah

difoto atau sudah di plate. Untuk meningkatkan daya saing dalam hal

kualitas, pada awal tahun 2002 Penerbit-Percetakan Kanisius membeli

mesin cetak Ronald 4 warna dengan kecepatan 13.000 lembar/jam.

3. Mesin penjilid

Mesin ini adalah alat untuk menjilid buku-buku sebagai hasil cetakan yang

sudah selesai. Penerbit-Percetakan Kanisius untuk menjilid buku

menggunakan mesin jahit kawat otomatis dari Muller Martini, mesin ini

digunakan mulai dari menyusun isi buku dan sampulnya, kemudian dijahit

dan sekaligus dipotong ketiga sisinya untuk kerapian dalam satu rangkaian

dengan kecepatan 6000 buku/jam.

Bahan-bahan yang digunakan dalam proses produksi adalah:

1. Bahan baku

Bahan baku diperoleh dari supplier yang telah bekerja sama dengan pihak

penerbit. Bahan baku yang digunakan berupa kertas dan tinta.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

88

2. Bahan pembantu

a. Plate : Alat yang dimasukkan dalam mesin cetak yang nantinya akan

menimbulkan tulisan atau gambar pada kertas yang dimaksud.

b. Film : Digunakan untuk memfoto naskah yang sudah jadi

c. Air : Digunakan untuk mencuci roll film dan campuran pada mesin

cetak

d. Gom :Digunakan untuk menghapus film jika ada yang rusak atau

cacat atau untuk menghapus garis-garis pada film, akibat dari

hasil penyusunan naskah.

Gambar 15

Proses Produksi pada Pene rbit-Percetakan Kanisius

DESAIN PEMBUATAN
COVER ARTWORK

OBSERVASI PERENCANAAN PENGUMPULAN EVALUASI PENYUNTINGAN PEMBUATAN PEMBUATAN MONTASE


PENGUIMPULAN PENERBITAN NASKAH NASKAH NASKAH PRUF LAJUR PRUF FLM FLM
DATA

PASAR KONTROL PEMOTONGAN PENGATURAN PELIPATAN PENCETAKAN PERSIAPAN PEMBUAT


GUDANG PADA PLAT AN
N6TOP
TERBIT KERTAS

Pada awalnya, naskah yang akan diterbitkan akan masuk ke bagian

redaksi atau editor, di mana naskah tersebut pertama-tama akan diteliti

dahulu apakah naskah tersebut sesuai dengan program penerbitan. Setelah

sesuai kemudian diputuskan kepastian terbitnaya, tanggal terbit dan

oplahnya. Selanjutnya bagian editor menyerahkan naskah yang sudah

diputuskan terbit kebagian keuangan untuk dibuat kalkulasi biaya


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

89

percetakan. Selanjutnaya naskah tersebut diserahkan kebagian desain

sesudah disunting oleh copy-editor untuk ditentukan jenis huruf dan

format bukunya. Langkah berikutnya adalah penyerahan tembusan naskah

dari bagian desain kepada illustrator untuk dibuatkan contoh gambar, isi

dan covernya. Setelah itu oleh bagian produksi, naskah yang telah

dikoreksi kemudian di paste-up dan dibuat filmnya dan diserahkan

kebagian percetakan untuk dicetak

D. Departemen Pemasaran

Bagian pemasaran yang mengelola manajemen pemasaran Penerbit-

Percetakan Kanisius adalah Departemen Pemasaran yang dipimpin oleh

seorang direktur pemasaran.

Tugas direktur pemasaran adalah:

1. Bertanggung jawab atas mekanisme kerja pemasaran produk Penerbit-

Percetakan Kanisius.

2. Berwewenang dan mengikutsertakan perusahaan kedalam proyek-proyek

buku di luar perusahaan.

3. Berwewenang untuk menentukan strategi pemasaran yang dipandang

peling baik.

Dalam departemen pemasaran dibagi menjadi dua bidang, yaitu bidang

promosi dan bidang distribusi. Bidang promosi dikepalai oleh seorang manajer

dan dibantu oleh 6 kepala divisi sedangkan bidang distribusi dikepalai oleh

seorang manajer dan dibantu ole 3 kepala devisi.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

90

Promosi

Bidang ini mempunyai tugas untuk mengdakan materi publikasi dan

promosi, menjalin relasi dengan konsumen dan kolega, merencanakan riset

pasar untuk mengetahui kebutuhan pasar dan prilaku konsumen dan selalu

mengembangkan strategi pemasaran. Promosi-promosi yang dilakukan oleh

Penerbit-Percetakan Kanisius adalah:

1. Periklanan, yaitu dengan cara memasang iklan- iklan diberbagai media

massa seperti surat kabar dan majalah

2. Showroom, yaitu tempat yang menyediakan produk-produk secara

lengkap. Showroom ini berada dilingkungan Penerbit-Percetakan Kanisius

yang berfungsi sebagai ruang pamer sekaligus memberikan pelayanan

kepada pembeli/konsumen yang ingin membeli ataupun memesan produk-

produk Penerbit-Percetakan Kanisius.

3. Sales promotion, dengan cara:

a. Memberikan hadiah atau souvenir berupa kelender.

b. Potongan penjualan bagi sekolah-sekolah dan toko buku.

c. Memasang spanduk.

d. Mengadakan pameran.

e. Memberikan potongan harga bagi anggota kanisius reading

community.

Distribusi

Bidang ini dikepalai oleh seorang manajer bidang yang memiliki

tanggung jawab sebagai berikut:


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

91

1. Bertanggung jawab terhadap segala hal yang berkaitan dengan pemesanan

produk.

2. Bertanggung jawab terhadap isi gudang.

3. Bertanggung jawab untuk menjalin relasi institusional atau personal

dengan kerabat kerja dari berbagai institusi dan organisasi lain dalam

rangka pengembangan pasar.

4. Bertanggung jawab terhadap transaksi jual beli

Bidang distribusi dibagi kedalam 3 devisi yaitu, divisi invoicing / KBS,

divisi CSO yang mengelola Kanisius Reading Community dan melayani buku

secara personal, serta divisi Gudang/ Ekspedisi.

E. Bagian Personalia

Bagian personalia pada Penerbit-Percetakan Kanisius berada dalam

departemen administrasi. Bagian ini bertanggung jawab atas segala urusan

yang berhungan dengan karyawan, mulai dari seleksi karyawan baru,

penempatan, penetapan deskripsi pekerjaan, pengembangan karyawan,

pemeliharaan karyawan, sampai pada kesejahteraan untuk karyawan.

Dengan dukungan 278 orang karyawan, Penerbit-Percetakan Kanisius

berusaha memberikan pelayanan yang baik kepada seluruh karyawan, dengan

memberikan gaji yang sesuai dan tunjangan-tunjangan kesejahteraan lainnya.

Beberapa hal yang telah dilakukan Penerbit-Percetakan Kanisius antara lain:

fasilitas kredit rumah dan kredit kendaraan, dana sakit, asuransi kecelkaan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

92

kerja, jaminan hari tua, jaminan sosial dan tunjangan hari raya, ruang baca

serta tabungan pendidikan bagi putra-putrinya.

Untuk mengembangkan kemampuan professional karyawan,

perusahaan juga memberikan beberapa kesempatan kepada karyawan untuk

mengikuti berbagai seminar, lokakarya, mengunjungi pameran yang

diselenggarakan didalam maupun di luar negri, serta studi kejenjang

pendidikan yang lebih tinggi, pelatihan diberbagai bidang sesua i dengan

pekerjaannya. Kegiatan itu dapat berlangsung di dalam perusahaan maupun di

luar perusahaan. Bidang pelatihan yang pernah diikuti misalnya, bidang

editorial, pemasaran, desain, grafika, dan system informasi manajemen.

Sementara untuk pengembangan kehidupan rohani karyawan, Penerbitan

Percetakan Kanisius juga mengadakan kegiatan-kegiatan penyegaran rohani

misalnya rekoleksi bagi suami atau istri karyawan, retret karyawan, lokakarya.

Adapun pengaturan jam kerja karyawan:

• Produksi

Shift pagi :

Senin-Jumat pkl 06.00-13.30 WIB

pkl 07.00-14.30 WIB

Sabtu pkl 06.00-11.00 WIB

pkl 07.00-12.00 WIB

Shift siang :

Senin-Jumat pkl 13.00-19.30 WIB

Sabtu pkl 11.00-16.30 WIB


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

93

• Non produksi

Senin-Jumat pkl 07.30-15.00 WIB

Sabtu pkl 07.30-12.30 WIB

• Showroom

Senin-Sabtu

Shift pagi pkl 07.00-14.00 WIB

Shift siang pkl 13.00-20.00 WIB

Minggu pkl 09.00-14.00 WIB

• Satpam

Shift pagi pkl 06.00-14.00 WIB

Shift siang pkl 14.00-22.00 WIB

Shift malam pkl 22.00-06.00 WIB

F. Bagian Keuangan

Bagian ini dipimpin oleh seorang manajer bidang yang bertanggung

jawab terhadap prinsip pengawasan keuangan dan upaya penyediaan dana

untuk biaya operasiona l sehari-hari.

Bagian keuangan berada dibawa tanggung jawab seorang Direktur

administrasi, dan memiliki divisi-devisi yang dipimpin oleh seorang kepala

divisi yaitu:

1. Divisi Pembukuan

Divisi pembukuan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan data

pembukuan serta menyusun laporan keuangan seuai kebijakan yang telah

ditentukan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

94

2. Divisi Kalkulasi

Divisi kalkulasi bertanggung jawab untuk memperkirakan biaya produksi

(sebelum produksi dilakukan) dan biaya produksi (setelah produksi

dilakukan) dan melakukan negosiasi dengan pemesanan berkaitan dengan

harga dan waktu produksi. Divisi ini juga bertugas untuk merekap kartu

tugas.

G. Departemen Redaksi

Departemen ini bertanggung jawab atas rencana-rencana produk buku

dan multi media yang akan diterbitkan, bertanggung jawab atas kesesuaian isi

naskah dengan rencana penerbitan. Kegiatan konkret departemen ini adalah

mencari naskah-naskah yang baik untuk diterbitkan dengan menjalin kerja

sama dengan pihak luar misalnya illustrator, editor, penulis, dan penerjemah.

Departemen ini berusaha agar naskah yang diterbitkan benar-benar bagus dan

sesuai dengan harapan konsumen maupun pengarang itu sendiri. Selain itu

departemen redaksi bertugas membuat evaluasi hasil terbitan baik kualitas

maup un kuantitas demi kemajuan perusahaan serta bertanggung jawab atas

target penjualan, keuntungan dan pertimbangan antara bisnis dan kerasulan.

Departemen ini dibagi kedalam enam divisi, sesuai dengan produk

yang dihasilakan oleh Penerbit-Percetakan Kanisius, divisi tersebut adalah:

1. Divisi Gerejawi

2. Divisi Humaniora

3. Divisi Kemasyarakatan

4. Divisi Buku Sekolah

5. Divisi Buku Anak

6. Divisi Multi Media


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V

HASIL TEMUAN LAPANGAN DAN PEMBAHASAN

A. Sistem Penggajian Penerbit- Percetakan Kanisius

1. Deskripsi Akuntansi Penggajian Penebit-Percetakan Kanisius

a. Unit-unit Organisasi Terkait Dalam Sistem Akuntansi Penggajian

Penerbit-Percetakan Kanisius

Unit- unit yang terkait dalam sistem akuntansi penggajian

penerbit-percetakan kanisius adalah:

1) Bagian Personalia

Bagian personalia mempunyai peranan sangat penting

dalam sistem akuntansi penggajian perusahaan. Bagian ini

menanga ni segala sesuatu yang berhubungan dengan orang atau

personil dalam perusahaan, yaitu tenaga kerja mulai awal

perekrutan hingga pelaksanaan sehari-hari dan akhir pemutusan

hubungan kerja. Tugasnya adalah mencari, menyeleksi dan

memutuskan penempatan karyawan baru, membuat surat keputusan

kenaikan pangkat, dan mutasi kerja. Perekrutan dimulai dengan

berbagai seleksi yang ketat dari bagian personalia. Surat lamaran

diterima, kemudian dipilih sesuai dengan kriteria dan kebutuhan

perusahaan. Berbagai seleksi baik tes tertulis maupun wawancara

diadakan berbeda untuk setiap bagian, sesuai bidang pekerjaan

nantinya. Untuk para calon pegawai yang akan ditempatkan

95
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

96

dibagian dengan keahlian khusus, maka diadakan tes tertulis

akademik dan keahlian. Misalanya bagian editor, harus ahli dalam

bahasa. Bagian personalia memegang peranan yang sangat

menentukan untuk kelangsungan jalannya perusahaan karena hal

ini menyangkut sumber daya manusia yang merupakan salah satu

sumber ekonomi bagi perusahaan. Bagian ini telah menerapkan

tugas dan fungsinya dengan baik dan memuaskan. Hal ini biasa

dilihat dari kesejahteraan karyawan yang semakin meningkat dan

mobilitas keluar karyawan yang rendah. Ba gian personalia

menerapkan hubungan manusiawi dan langsung terhadap masing-

masing karyawan. Pembinaan perusahaan sebagai satu keluarga

dipegang kuat oleh perusahaan ini.

2) Bagian Pencatatan Waktu

Pencatatan waktu dilaksanakan oleh bagian bidang

keamanan yang merangkap fungsinya sebagai bagian pencatatan

waktu, dibawah pengawasan bagian personalia. Tugas bagian ini

adalah mencatat waktu hadir tiap karyawan dalam kartu jam hadir,

membuat daftar jam hadir karyawan atas dasar kartu jam hadir, dan

menyerahkan daftar hadir dilampiri dengan kartu jam hadir

kebagian gaji.

3) Bagian Gaji

Bagian ini bertugas menghitung penghasilan tiap-tiap

karyawan dalam suatu periode pembayaran gaji yang mengunakan

daftar gaji.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

97

4) Bagian Kasir

Bagian ini mempunyai tugas melakukan pembayaran gaji

dan karyawan dengan memasukkan uang tunai kedalam amplop

gaji setelah mendapat perintah dari seksi utang.

5) Bagian keuangan/fungsi akuntansi dan keuangan

Bagian ini mempunyai tugas dan tanggungjawab:

Memverfikasi kebenaran dan ketelitian bukti kas keluar dengan

menggunakan dokumen pendukungnya, yaitu rekap daftar

potongan gaji yang berisi total jumlah gaji karyawan dari direktur

perusahaan.

b. Catatan akuntansi dalam sistem akuntansi penggajian penerbit

percetakan kanisius

Catatan akuntansi yang dipergunakan dalam sistem akuntansi

penggajian penerbit percetakan kanisius adalah:

1) Jurnal Umum

Dokumen ini digunakan untuk mencatat biaya gaji kedalam tiap-

tiap departemen perusahaan, yaitu biaya gaji, biaya pemasaran,

biaya administrasi dan umum serta biaya overhead pabrik.

2) Kartu Harga Pokok Produk

Dokumen ini digunakan untuk mencatat distribusi biaya setiap

produk yang meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja

langsung, dan biaya overhead pabrik. Dari kartu harga pokok


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

98

produk ini diketahui berapa besarnya biaya tenaga kerja langsung

yang dipakai untuk biaya produk tersebut.

3) Kartu Biaya

Dokumen ini digunakan untuk mencatat biaya tenaga kerja tiap-

tiap departemen dalam perusahaan. Sumber informasi yang berasal

dari rekap daftar gaji.

4) Catatan Penghasilan Karyawan

Dokumen ini digunakan untuk mencatat penghasilan karyawan dan

berbagai potongan yang diterima tiap karyawan, serta sebagai

tanda terima gaji dengan ditandatanganinya kartu tersebut.

c. Dokumen pendukung pe mbayaran gaji karyawan penerbit

percetakan kanisius

Dokumen-dokumen pendukung untuk pembayaran gaji yang

dipakai dalam sistem akuntansi penggajian penerbit percetakan

kanisius adalah:

1) Dokumen pendukung perubahan gaji

Dokumen ini dikeluarkan oleh fungsi personalia antara lain: surat-

surat keputusan pengangkatan karyawan baru, kenaikan atau

penurunan pangkat, surat keputusan mengenai potongan dan

tunjangan gaji, serta PPh karyawan pasal 21.

2) Kartu jam hadir

Kartu jam hadir adalah dokumen yang dipergunakan oleh bagian

pencatat jam hadir karyawan yang berbentuk kartu jam hadir yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

99

dicetak dengan mesin pemcatat waktu. Kartu ini berisi nomor dan

nama identitas karyawan, bagian pekerjaannya di perusahaan,

bulan dan kolom-kolom untuk mengisi waktu/jam masuk dan

keluar, baik untuk shift pagi, siang dan malam.

3) Kartu jam kerja

Dokumen ini digunakan untuk mencatat waktu yang dipakai untuk

karyawan pabrik terhadap produk-produk pesanan berdasarkan

order dan dicatat oleh mandor pabrik.

4) Daftar gaji

Dokumen ini digunakan untuk mencatat gaji bruto tiap karyawan,

potongan-potongan serta gaji yang diterima tiap karyawan.

5) Rekap daftar gaji

Dokumen ini digunakan untuk mencatat gaji tiap-tiap departemen

guna mendistribusikan biaya tenaga kerja langsung tiap

departemen yang bersangkutan dalam hubungannya dengan produk

berdasarkan pesanan.

6) Bukti kas keluar

Dokumen ini dibuat oleh seksi administrasi keuangan dan pajak

dan diserahkan kepada fungsi pembayaran gaji (kassa) untuk

melaksanakan pembayaran gaji karyawan.

7) Amplop gaji

Dokumen ini berupa amplop yang berisi informasi mengenai nama

karyawan, nomor identifikasi karyawan dan jumlah gaji bersih

yang menjadi hak karyawan dalam bulan tertentu.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

100

d. Jaringan prosedur sistem akuntansi penggajian penerbit

percetakan kanisius

Jaringan prosedur sistem akuntansi penggajian penerbit

percetakan kanisius adalah sebagai berikut:

1) Prosedur pencatatan waktu hadir

Prosedur pencatatan waktu hadir yaitu prosedur yang bertujuan

untuk mencatat waktu hadir karyawan. Pencatatan waktu hadir

diselenggarakan oleh bagian bidang keamanan dibawah

pengawasan bagian personalia. Pencatatan dilakukan setiap hari

jam kerja di pos keamanan yang terletak dipintu masuk perusahaan

dengan menggunakan pencatat waktu hadir. Penggunaan kartu jam

hadir ini adalah untuk menghindari kecurangan pengisian

kehadiran/masuk kerja karyawan yang seharusnya tidak masuk

kerja/fiktif. Kartu ini diserahkan kepada bagian administrasi untuk

dipergunakan sebagai dasar pencatatan dokumen daftar hadir

karyawan atau daftar presensi, dan dipakai oleh direktur

perusahaan sebagai dokumen pendukung penghitungan gaji

karyawan dalam daftar gaji.

2) Prosedur pembuatan daftar gaji

Prosedur ini dilaksanakan oleh direktur dan bertujuan untuk

membuat daftar gaji. Dasar pembuatan daftar gaji adalah surat

pengangkatan karyawan, daftar hadir, surat keputusan mengenai


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

101

potongan dan tunjangan, dokumen kenaikan pangkat atau

penurunan pangkat dan PPh pasal 21.

3) Prosedur pembuatan bukti kas keluar

Prosedur ini dilakukan oleh bagian administrasi keuangan dan

pajak seksi utang. Setelah seksi utang menerima rekap daftar gaji

dari seksi gaji maka seksi utang akan membuat bukti pengeluaran

kas dan didistribusikan ke seksi kassa.

4) Prosedur pembayaran gaji

Prosedur ini melibatkan bagian keuangan seksi utang dan seksi

kasir. Setelah seksi kasir menerima bukti pengeluaran kas maka

seksi ini memasukkan uang tunai kedalam amplop gaji tiap-tiap

karyawan berdasarkan daftar gaji karyawan serta catatan yang

tercantum dalam bukti pengeluaran kas, kemudian didistribusikan

pada masing- masing karyawan.

e. Bagan alir sistem akuntansi penggajian penerbit percetakan

kanisius

Bagan alir/flow chart ini menguraikan jala nnya sistem

akuntansi penggajian penerbit percetakan kanisius yang merupakan

sistem pembayaran imbalan secara tetap/bulanan dari perusahaan atas

jasa yang telah diberikan karyawan kepada perusahaan. Bagan alir

sistem akuntansi penggajian dapat dilihat pada gambar 16hlm 102


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

102

Gambar 16, Bagan Alir Sistem Akuntansi Penggajian

BAGIAN PENCATATAN
WAKTU

MULAI

MENCATAT
JAM HADIR
KARYAWAN

KJH

Keterangan :
KJH : Kartu Jam Hadir

Sumber: Penerbit Percetakan Kanisius


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

103

Lanjutan Gambar 16, Bagan Alir Sistem Akuntansi Penggajian

BAGIAN PENGGAJIAN

1
2
3

KJH
REKAP
KARTU
TUGAS

MEMBUAT
DAFTAR
KARTU POTONGAN HADIR

REKAP DAFTAR --------------- Melihat surat-surat ijin dan


POTONGAN Surat tugas keluar
DAFTAR REKAP DAFTAR
POTONGAN HADIR
KARYAWAN

MEMBUAT
REKAP
GAJI

3
2
RDP
DP
MEMBUAT
LAPORAN
3 KAS
2 KELUAR
RDG

DG 1

KARTU 2
POTONGAN
KARYAWAN
LAPORAN
KARTU KAS
PENGHASILAN KELUAR
KARYAWAN

Keterangan :
KJH : Kartu Jam Hadir
5
DG : Daftar Gaji
4 RDG : Rekap Daftar Gaji
RDP : Rekap Daftar Potongan
DP : Daftar Potongan N

Sumber: Penerbit-Percetakan Kanisius


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

104

Lanjutan Gambar 16, Bagan Alir Sistem Akuntansi Penggajian


BAGIAN KAS

6
KARTU 6 KARTU
POTONGAN POTONGAN

KARTU KARTU
PENGHASILAN PENGHASILAN
KARYAWAN KARYAWAN
RDG RDP

RDP RDP

Dimasukkan ke
MENGISI CEK &
MEMINTAKAN Dalam amplop gaji
TANDA TANGAN ------------------- bersama dengan
ATAS CEK
Pemasukan uang
gaji
MENGUANGKAN
CEK KE BANK &
MEMASUKKAN
UANG KE
AMPLOP GAJI

SELESAI

MEMBAYAR GAJI
KEPADA
KARYAWAN
MELALUI KEPALA
DIVISI MASING-
MASING

MEMBUBUHKAN
CAP LUNAS PADA
BUKTI DAN
DOKUMEN
PENDUKUNGNYA

Sumber: Penerbit-Percetakan Kanisius


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

105

Lanjutan Gambar 16, Bagan Alir Sistem Akuntansi Penggajian

BAGIAN KEUANGAN

RDG

LAPORAN KAS
KELUAR
REKAP DAFTAR
POTONGAN

JURNAL
UMUM

Sumber: Penerbit-Percetakan Kanisius


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

106

1. Bagian pencatat waktu

a. Mencatat jam hadir tiap karyawan setiap masuk kerja dan

pulang kerja kedalam mesin pencatat waktu (amino).

b. Menyerahkan kartu jam hadir kepada bagian administrasi untuk

dibuat daftar hadir setiap bulannya.

2. Bagian penggajian

a. Menerima kartu jam hadir dari bagian pencatat waktu

b. Membuat daftar hadir dilampiri dengan rekap kartu tugas dan

rekap daftar hadir karyawan dari bagian pencatat waktu

c. Membuat rekap gaji dilampiri dengan kartu potongan, rekap

daftar potongan dan daftar potongan tiap-tiap departemen

d. Mencatat penghasilan karyawan dalam kartu penghasilan

karyawan dan kartu potongan karyawan berdasarkan daftar

gaji, rekap daftar gaji, daftar potongan dan rekap daftar

potongan

e. Membuat laporan kas keluar dilampiri dengan laporan kas

keluar

f. Menyerahkan daftar gaji, rekap daftar gaji tiap-tiap departemen

rekap daftar potongan serta catatan penghasilan karyawan ke

bagian keuangan

3. Bagian kassa

a. Menerima kartu potongan dan kartu penghasilan karyawan

yang dilengkapi dengan rekap daftar gaji dan rekap daftar

potongan dari bagian penggajian


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

107

b. Mengisi cek sesuai dengan catatan yang tercantum dalam daftar

gaji dengan ditanda tangani oleh kepala departemen keuangan

c. Menguangkan cek ke bank dan memasukkan uang tunai ke

amplop gaji tiap-tiap karyawan

d. Membayar gaji kepada karyawan melalui kepala devisi masing-

masing

e. Membubuhkan cap lunas pada bukti dan dokumen

pendukungnya

f. Mendistribusikan bukti pengeluaran kas yang dilengkapi

dengan kartu potongan, kartu penghasilan karyawan, rekap

daftar gaji dan rekap daftar potongan

4. Bagian keuangan

a. Membuat rekap daftar gaji dari bagian penggajian yang

berfungsi sebagai bagian pembuat daftar gaji

b. Membuat laporan kas keluar

c. Membuat rekap daftar potongan

d. Mencatat transaksi pembayaran gaji kedalam jurnal dan

rekening buku besar

2. Analisis data sistem akuntansi pengajian penerbit percetakan kanisius

Analisis data sistem akuntansi penggajian pada perusahaan ini

dilakukan dengan cara membandingkan praktik yang dijalankan pada

perusahaan dengan teori tentang sistem akuntansi penggajian yang ada.

Data diperoleh dari hasil kuesioner yang diajukan kepada perusahaan


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

108

melalui bagian personalia/kepegawaian. Analisis ini bertujuan untuk

mengetahui apakah sistem akuntansi penggajian yang dijalankan penerbit

percetakan kanisius sudah baik.

a. Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab secara

tegas

1) Fungsi pembuatan daftar gaji terpisah dari fungsi keuangan

Fungsi pembuatan daftar gaji ditangani oleh seksi gaji.

Sedangkan fungsi pembayaran gaji ditangani oleh seksi kasir.

Fungsi keuangan tetap dipegang oleh bagian keuangan perusahaan,

fungsi ini mempunyai pengaruh kuat terhadap adanya kecurangan

atau kekelirua n pembuatan daftar gaji. Didalam sistem akuntansi

penggajian, bagian ini hanya berfungsi sebagai kassa perusahaan

yang menyetorkan sejumlah uang yang tercantum dalam bukti kas

keluar dan daftar gaji serta rekap daftar gaji untuk pembayaran gaji

karyawan. Disini tindakan kecurangan dan penyelewengan mudah

terjadi, tetapi sampai saat ini, belum ada fenomena menuju

tindakan kecurangan dan penyelewengan dalam pembuatan dan

pembayaran daftar gaji. Fungsi pembuatan daftar gaji terpisah dari

bagian keuangan karena pemisahaan tanggung jawab secara tegas

ada karena kedua fungsi dapat melaksanakan cross check untuk

mencapai ketelitian dan keandalan data akuntansi


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

109

2) Fungsi pencatatan waktu hadir terpisah dari fungsi operasi

Fungsi pencatatan waktu hadir dilaksanakan oleh bagian

bidang keamanan dibawah pengawasan bagian personalia. Fungsi

operasi dilaksanakan oleh bagian produksi. Pemisahaan kedua

fungsi tersebut adalah untuk menghindari pencatatan jam hadir

fiktif atau tidak sesuai dengan jam hadir yang sesungguhnya.

Keandalan dan ketelitian waktu hadir karyawan dapat dijamin

dengan adanya pemisahan kedua fungsi tersebut. Praktik

sesungguhnya mengenai struktur organisasi yang memisahkan

tanggung jawab secara tegas dapat dilihat pada tabel 6.

Hasil dari analisis kedua unsur tersebut menunjukkan

bahwa penerbit percetakan kanisius sudah menjalankan unsur

struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab secara tegas

sesuai dengan teori yang ada, sehingga dapat dikatakan sistem

pengendalian intern sistem akuntansi penggajian untuk struktur

organisasi yang memisahkan tanggung jawab secara tegas yang ada

di dalam penerbit percetakan kanisius sudah baik.

Table 6. Tabel perbandingan antara teori dengan praktik struktur organisasi yang
memisahkan tanggung jawab secara tegas dalam sistem akuntansi
penggajian yang dijalankan penerbit percetakan kanisius.

Praktik
Teori Ket
Ya Tidak
a. Struktur organisasi yang Praktik struktur organisasi dalam
memisahkan tanggung jawab system akuntansi penggajian yang
secara tegas dijalankan penerbit percetakan kanisius
1) Fungsi pembuatan daftar Ya sudah sesuai dengan teori yang ada
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

110

gaji terpisah dari fungsi yaitu adanya pemisahan tanggung


keungan jawab secara tegas, sehingga dapat
2) Fungsi pencatatan waktu Ya melaksanakan cross check untuk
hadir terpisah dari fungsi mencapai ketelitian dan keanda lan data
operasi akuntansi dan untuk menghindari
pencatatan jam hadir fiktif.

b. Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan

1) Setiap karyawan yang namanya tercantum dalam daftar gaji harus

memiliki surat keputusan penggangkatan yang ditanda tangani oleh

pejabat yang berwenang

Pembuat daftar gaji selalu diteliti oleh fungsi pembuat

daftar gaji yaitu kepala bagian personalia, dengan meliahat apakah

karyawan yang namanya tercantum di dalam daftar gaji sudah

memiliki surat keputusan pengangkatan karyawan yang ditanda

tangani oleh kepala bagia n personalia. Tujuan dari unsur ini adalah

untuk menghindari pencantuman nama karyawan yang fiktif dalam

daftar gaji yang dapat merugikan perusahaan.

2) Setiap perubahan gaji karyawan didasarkan pada surat keputusan

yang berwenang

Perubahan gaji karyawan selalu ditinjau jika ada kenaikan

atau penurunan pangkat/status sesuai dengan peraturan perusahaan

yang ada atau karena adanya peraturan pemerintah (seperti UMR).

Setiap perubahan gaji yang ada selalu diotorisasi atau

ditandatangani oleh pejabat yang berwenang, dalam hal ini adalah


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

111

kepala bagian personalia. Otorisasi ini menghindari penyelewengan

atau kecurangan perubahan gaji fiktif yang akan menyebabkan

perusahaan membayar lebih untuk biaya yang seharusnya tidak

menjadikan bebannya.

3) Setiap potongan gaji karyawan penerbit percetakan kanisius selain

pajak penghasilan karyawan harus didasarkan pada surat potongan

gaji yang diotorisasi oleh pejabat yang berwenang yaitu kepala

bagian personalia

Dengan adanya otorisasi ini, hak karyawan dapat dipenuhi

karena tidak setiap fungsi dapat melakukan pemotongan atau

penambahan tanpa adanya otorisasi tersebut.

4) Kartu jam hadir harus diotorisasi oleh pejabat yang berwenang

Kartu jam hadir diotorisasi fungsi pencatat waktu yaitu

bagian keamanan dibawah bagian personalia. Kartu jam hadir ini

tidak mempengaruhi besarnya gaji karyawan secara langsung tapi

kartu ini mempunyai fungsi sebagai presensi dan mempengaruhi

kedisiplinan kerja karyawan, yang akhirnya menentukan prestasi

kerja karyawan yang bersangkutan

5) Daftar gaji karyawan harus diotorisasi untuk pejabat yang

berwenang

Daftar gaji merupakan pembayaran gaji karyawan yang

harus diotorisasi oleh bagian penggajian, yang menunjukkan:


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

112

a) Karyawan yang namanya tercantum dalam daftar gaji adalah

karyawan yang diangkat sesuai dengan surat keputusan

pengangkatan dan surat perubahan daftar gaji yang diotorisasi

oleh pejabat yang berwenang, yaitu kepala bagian personalia

b) Tarif gaji dipakai sebagai dasar perhitungan gaji karyawan

disesuaikan dengan surat keputusan administrasi kepegawaian

perusahaan sendiri dan disesuaikan dengan peraturan

pemerintah seperti UMR (upah minimum regional)

c) Data yang digunakan sebagai dasar perhitungan gaji karyawan

diotorisasi oleh pejabat yang berwenang yaitu kepala bagian

personalia dan direktur perusahaan

d) Perkalian dan penjumlahan yang tercantum dalam daftar gaji

telah dicek kebenarannya langsung oleh bagian gaji

6) Bukti kas keluar untuk pembayaran gaji, dilampiri dengan formulir

cek dan diotorisasi oleh pejabat yang berwenang

Bukti kas keluar adalah perintah kepala bagian keuangan

untuk mengeluarkan sejumlah uang tunai untuk pembayaran gaji

berdasarkan daftar gaji dan rekap daftar gaji. Di perusahaan ini,

bukti kas keluar tidak perlu dilampiri dengan formulir cek karena

uang kas untuk pembayaran gaji telah disediakan oleh bagian

keuangan di kas kecilnya setiap bulan. Bukti kas keluar ini harus

diotorisasi oleh direktur perusahaan dan kepala bagian personalia,

dibukukan oleh bagian akuntansi dan diserahkan kepada fungsi


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

113

pembayaran gaji (kassa) oleh bagian keuangan yang berfungsi

sebagai bagian akuntansi dan keuangan.

7) Perubahan dalam pencatatan penghasilan karyawan direkonsiliasi

dengan daftar gaji

Pencatatan penghasilan semua karyawan yang dibuat

setahun sekali harus direkonsiliasi untuk kepentingan perhitungan

pajak penghasilan karyawan yang menjadi kewajiban setiap

karyawan. Oleh karena itu, untuk mengecek ketelitian data yang

tercantum dalam catatan penghasilan karyawan, SPI mewajibkan

rekonsiliasi antara perubahan data yang tercantum dalam catatan

penghasilan dengan daftar gaji. Pada tabel 7, disajikan

perbandingan antara teori dan praktik mengenai sistem otorisasi

dan prosedur pencatatan yang dijalankan di penerbit percetakan

kanisius.

Berdasarkan hasil analisis terhadap ketjuh unsur dalam

sistem otorisasi dan prosedur pencatatan yang dijalankan oleh

penerbit percetakan kanisius, dapat disimpulkan bahwa SPI

perusahaan dalam unsur sistem otorisasi dan prosedur pencatatan

penerbit percetakan kanisius sudah baik.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

114

Table 7 Tabel perbandingan antara teori dengan praktek sistem otorisasi dan
prosedur pencatatan dalam sistem akuntansi penggajian yang
dijalankan penerbit percetakan kanisius

Praktek
Teori Ket
Ya Tidak
b. Sistem otorisasi dan prosedur Praktik sistem otorisasi dan
pencatatan prosedur pencatatan dalam sistem
1) Setiap orang yang tercatat Ya akuntansi pengajian yang
dalam daftar gaji memiliki dijalankan penerbit percetakan
surat pengangkatan karyawan kanisius sudah sesuai dengan
2) Setiap perubahan gaji Ya teori yang ada, yaitu adanya
didasarkan pada surat sistem wewenang dan prosedur
keputusan pejabat yang pencatatan yang baik.
berwenang
3) Setiap potongan atas gaji Ya
karyawan selain dari pajak
penghasilan karyawan
didasarkan atas surat potongan
gaji yang diotorisasi oleh
fungsi personalia
4) Kartu jam hadir diotorisasi oleh Ya
pejabat ang berwenang
5) Daftar gaji diotorisasi, oleh Ya
pejabat yang berwenang
6) Bukti kas keluar untuk Ya
pembayaran gaji diotorusasi
oleh pejabat yang berwenang
7) Perubahan dalam pencatatan Ya
penghasilan gaji karyawan
direkonsiliasi dengan daftar
gaji
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

115

c. Praktik yang sehat

1) Pemasukan jam hadir kedalam mesin pencatat waktu harus diawasi

oleh fungsi pencatatan waktu

Fungsi pencatatan waktu hadir pada penerbit percetakan

kanisius dilaksanakan oleh bagian keamanan, dibawah pengawasan

bagian personalia. Tujuan dari pengawasan ini adalah untuk

menghindari pencatatan waktu hadir fiktif oleh karyawan yang

sesungguhnya tidak hadir/tidak masuk kerja

2) Pembuat daftar gaji karyawan penerbit percetakan kanisius harus

diverifikasi kebenaran dan ketelitian perhitungannya oleh fungsi

akuntansi

Verifikasi dilakukan terhadap pencocokan bukti kas keluar

dengan jumlah total biaya gaji yang tercantum dalam daftar gaji

dan rekap daftar gaji. Fungsi akuntansi dan keuangan bertanggung

jawab atas pembuatan daftar gaji dan rekap daftar gaji.

3) Perhitungan pajak penghasilan karyawan direkonsiliasi dengan

catatan penghasilan karyawan

Pajak karyawan dihitung berdasarkan catatan penghasilan

karyawan selama satu tahun. Pajak penghasilan karyawan dipotong

dari gaji karyawan setiap bulan. Jumlah kekurangan pajak

penghasilan karyawan harus disetor ke kas Negara diverivikasi

dengan melakukan rekonsiliasi perhitungan pajak penghasilan

karyawan yang bersangkutan.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

116

4) Catatan penghasilan karyawan disimpan oleh fungsi pembuat

daftar gaji

Semua dokumen catatan penghasilan karyawan disimpan

oleh seksi gaji karena fungsi pembuat daftar gaji dipegang oleh

seksi gaji.

Hasil perbandingan antara teori dengan praktik dalam unsur

praktik yang sehat dapat ditinjau pada tabel 8 berdasarkan analisis

yang ada, dapat diambil kesimpulan bahwa penerbit percetakan

kanisius sudah menjalankan unsur praktik yang sehat dengan baik

sesuai dengan teori dalam sistem pengendalian intern perusahaan.

Table 8 Tabel pernbandingan antara teori dan praktik unsur praktik yang sehat
dalam sistem akuntansi penggajian yang dijalankan penerbit percetakan
kanisius

Praktik
Teori Ket
Ya Tidak

c. Praktek yang sehat Praktik unsur praktik yang sehat

1) Pemasukan jam hadir kemesin Ya dalam sistem akuntansi

pencatatan waktu harus diawasi oleh penggajian yang dijala nkan

pejabat yang bersangkutan penerbit percetakan kanisius

2) Pembuatan daftar gaji diverivikasi Ya sudah sesuai dengan teori yang

kebenaran dan ketelitian ada, yaitu adanya praktek yang

perhitungannya oleh fungsi akuntansi sehat dalam melaksanakan tugas

3) Perhitungan pajak penghasilan Ya dan fungsi tiap bagian organisasi

karyawan direkonsiliasi dengan catatan

penghasilan karyawan

4) Catatan penghasilan karyawan disimpan Ya

oleh fungsi yang berwenang


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

117

Berdasarkan analisis data sistem pengendalian intern sistem

akuntansi penggajian penerbit percetakan kanisius dengan teori SPI

yang ada, penerbit percetakan kanisius sudah menjalankan hampir

semua unsur sistem pengendalian intern dengan baik sehingga

disimpulkan bahwa sistem pengendalian intern sistem akuntansi

penggajian penerbit percetakan kanisius sudah baik.

d. Karyawan yang kompeten

1) Seleksi karyawan berdasarkan persyaratan yang dituntut oleh

pekerjaannya

Seleksi karyawan mulai dari seleksi surat lamaran (seleksi

administrasi dan biodata), tes seleksi (tes tertulis dan wawancara).

Seleksi surat lamaran untuk jenjang manajerial dilakukan dengan

melihat apakah jenis pendidikan dan keahlian, sesuai dengan

criteria dan kebutuhan calon pekerjaan di penerbit percetakan

kanisius.

Tes seleksi diselenggarakan oleh bagian personalia baik

secara tertulis maupun wawancara langsung. Untuk para calon

pegawai yang akan ditempatkan dibagian dengan keahlian khusus,

maka diadakan tes tertulis akademik dan keahliannya. Seperti

bagian editor, harus ahli dalam bahasa.

Tujuan dari tes seleksi ini adalah mendapatkan karyawan

yang bermutu (kompeten) dan jujur (dapat dipercaya), baik sebagai

manusianya maupun dalam bidang pekerjaannya.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

118

2) Pengembangan pendidikan karyawan selama menjadi karyawan

perusahaan sesuai dengan tuntutan pekerjaan

Pengembangan pendidikan karyawan tidak begitu sering

dilakukan di perusahaan ini. Tetapi untuk mengembangkan

kemempuan propesional karyawan, perusahaan juga memberikan

beberapa kesempatan kepada karyawan untuk mengikuti berbagai

seminar, lokakarya, pelatihan diberbagai bidang sesai dengan

pekerjaannya. Kegiatan itu dapat berlangsung didalam perusahaan

maupun diluar perusahaan. Bidang pelatihan yang pernah diikuti

misalnya, bidang editorial, pemasaran, desain, grafika, dan sistem

informasi manajemen. Sementara untuk pengembangan kehidupan

rohani karyawan, penerbit percetakan kanisius juga mengadakan

kegiatan-kegiatan penyegaran rohani misalnya rekoleksi bagi

suami atau istri karyawan, ret-ret karyawan, lokakarya.

Unsur karyawan yang kompeten dalam SPI sudah

dilaksanakan dengan baik oleh penerbit percetakan kanisius sesuai

dengan teori yang ada. Hasil perbandingan antara praktik yang

dilaksanakan oleh penerbit percetakan kanisius dengan teori yang

ada dapat dilihat pada Tabel 9, berdasarkan empat unsur sistem

pengendalian intern perusahaan, unsur yang paling penting adalah

adanya unsur karya wan yang kompeten. Ketiga unsur yang lain

dapat dilaksanakan dengan baik jika karyawan yang jujur dan ahli

dalam bidangnya melaksanankan pekerjaannya dengan efisien dan

efektif.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

119

Table 9 Tabel perbandingan antara teori dengan praktik karyawan yang kompeten
dalam sistem akuntansi penggajian yang dijalankan penerbit percetakan
kanisius.

Teori Praktik Ket

Ya Tidak

d. Karyawan yang kompeten Praktik karyawan yang

1. Seleksi karyawan berdasarkan kompeten dalam sistem

persyaratanyang dituntut olek akuntansi penggajian yang

pekerjaan. Ya dijalankan penerbit percetakan

2. Pengembangan pendidikan kanisius sudah sesuai dengan

karyawan selama menjadi teori yang ada,yaitu adanya

karyawan perusahaan sesuai mutu karyawan yang sesuai

dengan peraturan. Ya dengan tanggung jawabnya.

3. Kesimpulan sistem akuntansi penggajian terhadap SPI

Berdasarkan analisis data SPI sistem akuntansi penggajian

penerbit percetakan kanisius dengan teori SPI yang ada, penerbit

percetakan kanisius sudah menjalankan hampir semua unsur sistem

pengendalian intern dengan baik, karena sudah memenuhi elemen-

elemen SPI yaitu:1) Adanya stuktur organisasi yang menunjukkan

tanggung jawab fungsional secara tegas, 2) Adanya sistem

wewenang dan prosedur pencatatan yang baik, 3) Adanya praktek

yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi tiap organisasi, 4)

Mutu karyawan yang sesuai dengan tanggung jawabnya.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

120

B. Efektifitas sistem pengendalian intern dalam sistem akuntansi

penggajian penerbit percetakan kanisius

Masalah dalam efektifitas sistem akuntansi pengendalian intern

dalam sistem akuntansi penggajian penerbit percetakan dijawab dengan

melakukan analisis pengujian kepatuhan terhadap siklus sistem akuntansi

penggajiannya. Pengujian kepatuhan dilakukan dengan menggunakan

metode stop or go sampling, yaitu suatu metode pengujian kepatuhan

efektifitas terhadap suatu sistem akuntansi dengan mengambil sejumlah

sample tertentu dari populasi yang ada, dengan keyakinan kesalahan yang

diperkirakan dalam populasi adalah sangat sedikit.

Populasi yang digunakan dalam pengujian ini adalah rincian

pendapatan gaji karyawan, rincian potongan pendapatan gaji karyawan,

dan daftar gaji karyawan bulan Desember 2002- November 2003. Jumlah

pegawai yang menerima gaji diperusahaan ini adalah sebanyak 300

karyawan. populasi yang diperoleh dari 300 karyawan dikalikan 12 bulan

atau satu tahun 3600 item. Artibut yang diteliti adalah kelengkapan

dokumen pendukung, adanyan kelengkapan otorisasi pada setiap

dokumen, adanya kesesuaian informasi antara dokumen yang satu dengan

yang lain dalam sistem akuntansi penggajian, adanya bukti pengecekan

kebenaran dan ketelitian penghitungan gaji.

Prosedur awal dalam metode stop or go sampling yaitu

menentukan besarnya DUPL (desiret upper precision limit) dan R%

(Reliabilty level). Pada tahap ini besarnya DUPL yang dipilih adalah 95%
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

121

dan R% sebesar 5%. Langkah kedua yang harus dilakukan adalah

mengambil jumlah sampel minimum yang dapat dilihat dari table 1 hal 59

yaitu tabel besarnya sampel minimum untuk pengujian kepatuhan (Zero

expected occourrences). Cara menentukan jumlah sampel minimum dari

tabel tersebut yaitu dengan mengambil titik potong antara garis horizontal

DUPL dengan garis vertical R%. Hasil titik potong menjukkan besarnya

sampel minimum yaitu 60 sampel. Dari jumlah populasi penelitian

sebanyak 3600 Item diambil sampel sebanyak 60 item dengan metode

acak/probabilitas dengan cara sistematik/ordinal. Pertama diambil nomor

sampel acak yaitu 53 Dan kemudian dilanjutkan dengan kelipatan 53 yaitu

106, 159, 212, dan seterusnya. La ngkah ketiga yaitu membuat tabel stop

or go sampling decision. Tabel 2 Hal 60. Pengambilan sampel maksimum

dilakukan sebanyak 4 kali. Setelah dilakukan pemerikasaan 60 sampel

tersebut ternyata tidak ditentukan kesalahan, maka pengambilan sampel

dihentikan. Pada tingkat kesalahan sama dengan 0, maka untuk

mengetahui besarnya AUPL (Achived Upper Precision Limit) digunakan

rumus sebagai berikut :

Confidence level faktor at desired relibility for occarance observed


AUPL =
Sample size

Berdasarkan tabel 3, hlm. 60, yaitu Tabel Attribute Sampling Table

for Determining Stop- or- go Sample Size and Upper Precision Limit

Population Occurrence Rate Based on Sample Results, pada DUPL= 95%

dan R%= 5%, tingkat kesalahan = 0 maka besarnya confidence level factor
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

122

at desiret reliability for occurrence observed adalah tiga. Berdasarkan

rumus yang ada diperoleh AUPL = 3: 60 = 5%. Pada tingkat kesalahan 0,

DUPL = AUPL , sehingga dapat disimpulkan bahwa dari pemeriksaan

terhadap 60 anggota sample tingkat kesalahan sama dengan 0, maka

elemen sistem pengendalian intern penerbit percetakan kanisius adalah

efektif. Pada tabel 10, dilamp iri masing- masing anggota sampel yang

diambil dari populasi yang ada secara sitematik.

Tabe l 10 Efektifitas sistem akuntansi penggajian penerbit percetakan kanisius

Atribut Keterangan
Populasi No No. sampel
1 2 3 4

A. Rincian pendapatan 1 053-RDGK V V V V V= ada

gaji karyawan 2 106-RDGK V V V V X= tdk ada

3 159-RDGK V V V V RDGK= Rincian

4 212-RDGK V V V V daftar gaji karyawan

5 265-RDGK V V V V

6 318-RDGK V V V V

7 371-RDGK V V V V

8 424-RDGK V V V V

9 477-RDGK V V V V

10 530-RDGK VV V V V

11 583-RDGK V V V V

12 636-RDGK V V V V

13 689-RDGK VV V V V

14 742-RDGK V V V V
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

123

15 795-RDGK V V V V

16 848-RDGK V V V V

17 901-RDGK V V V V

18 954-RDGK V V V V

19 1007-RDGK V V V V

B. Rincian potongan 20 1060-RDGK V V V V RPGK= Rincian

gaji karyawan 21 1113-RPGK V V V V potongan gaji

22 1166-RPGK V V V V karyawan

23 1219-RPGK V V V V

24 1272-RPGK V V V V

25 1325-RPGK V V V V

26 1378-RPGK V V V V

27 1431-RPGK V V V V

28 1484-RPGK V V V V

29 1537-RPGK V V V V

30 1590-RPGK VV V V V

31 1643-RPGK V V V V

32 1696-RPGK V V V V

33 1749-RPGK V V V V

34 1802-RPGK V V V V

35 1855-RPGK V V V V

36 1908-RPGK V V V V

37 1961-RPGK V V V V

38 2014-RPGK V V V V

C. Daftar gaji 39 2067-RPGK V V V V DG= Daftar gaji


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

124

40 2120-RPGK V V V V

41 2173-DG V V V V

42 2226-DG V V V V

43 2279-DG V V V V

44 2332-DG V V V V

45 2385-DG V V V V

46 2438-DG V V V V

47 2491-DG V V V V

48 2544-DG V V V V

49 2597-DG V V V V

50 2650-DG V V V V

51 2703-DG V V V V

52 2756-DG V V V V

53 2809-DG V V V V

54 2862-DG V V V V

55 2915-DG V V V V

56 2968-DG V V V V

57 3021-DG V V V V

58 3074-DG V V V

59 3127-DG V V V

60 3180-DG V V V

KETERANGAN:

Atribut 1: A. Dilampiri dokumen-dokumen pendukung daftar gaji dan rincian

potongan gaji karyawan.

B. Dilampiri surat keputusan mengenai potongan dan tunjangan.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

125

C. Dilampiri surat keputusan pengangkatan karyawan, surat

keputusan golongan gaji, penurunan atau kenaikan pangkat,

absensi.

Atribut 2: Adanya otorisasi atau tanda tangan dari bagian administrasi, akuntansi

keuangan dan anggaran direktur perusahaan dan kepala bagian

personalia.

Atribut 3: Adanya bukti pengecekan kebenaran dan ketelitian dari direktur, bagian

personalia, bagian administerasi dan bagian akuntansi keuangan dan

anggaran.

Atribut 4: Adanya kesesuaian antara daftar gaji, rincian pendapatan gaji karyawan

dan rincian potongan gaji karyawan.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

126

C. Sistem Akuntansi Pengupahan Penerbit- Percetakan Kanisius

1. Deskripsi Akuntansi Pengupahan Penebit-Percetakan Kanisius

a. Unit-unit Organisasi Terkait Dalam Sistem Akuntansi

Pengupahan Penerbit-Percetakan Kanisius

Unit- unit yang terkait dalam sistem akuntansi pengupahan

penerbit-percetakan kanisius adalah:

1) Bagian Personalia

Bagian personalia penerbit percetakan kanisius bertugas

mencari karyawan, mengadakan seleksi calon karyawan,

memutuskan penempatan kerja karyawan, melaksanaan

pengawasan pekerjaan sehari- hari karyawan, menyelenggarakan

pencatatan waktu hadir karyawan, dan ikut mengambil keputusan

dalam memperhatikan karyawan.

2) Bagian Pencatatan Waktu

Pencatatan waktu dilaksanakan oleh bagian bidang

keamanan yang merangkap fungsinya sebagai bagian pencatatan

waktu, dibawah pengawasan bagian personalia. Tugas bagian ini

adalah mencatat waktu hadir tiap karyawan dalam kartu jam hadir,

membuat daftar jam hadir karyawan atas dasar kartu jam hadir, dan

menyerahkan daftar hadir dilampiri dengan kartu jam hadir

kebagian upah.

3) Bagian pengupahaan

Bagian ini bertugas menghitung penghasilan tiap-tiap karyawan

dalam suatu periode pembayaran upah yang mengunakan daftar upah.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

127

4) Bagian Kasir

Bagian ini mempunyai tugas melakukan pembayaran gaji

dan karyawan dengan memasukkan uang tunai kedalam amplop

upah setelah mendapat perintah dari seksi utang.

5) Bagian keuangan/fungsi akuntansi dan keuangan

Bagian ini mempunyai tugas dan tanggungjawab: a)

memverfikasi kebenaran dan ketelitian bukti kas keluar dengan

menggunakan dokumen pendukungnya, yaitu rekap daftar

potongan upah yang berisi total jumlah upah karyawan dari

direktur perusahaan; b) mencatat transaksi pengupahan kedalam

jurnal dan buku besar dengan dokumen pendukung berupa bukti

kas keluar, dan rekap daftar potongan upah yang berisi jumlah total

biaya gaji secara keseluruhan.

b. Catatan akuntansi dalam sistem akuntansi pengupa han penerbit

percetakan kanisius

Catatan akuntansi yang dipergunakan dalam sistem akuntansi

pengupahan penerbit percetakan kanisius adalah:

1) Jurnal Umum

Dokumen ini digunakan untuk mencatat biaya upah kedalam tiap-

tiap departemen perusahaan, yaitu biaya upah, biaya pemasaran,

biaya administrasi dan umum serta biaya overhead pabrik.

2) Kartu Harga Pokok Produk

Dokumen ini digunakan untuk mencatat distribusi biaya setuap

produk yang meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

128

langsung, dan biaya overhead pabrik. Dari kartu harga pokok

produk ini diketahui berapa besarnya biaya tenaga kerja langsung

yang dipakai untuk biaya produk tersebut.

3) Kartu Biaya

Dokumen ini digunakan untuk mencatat biaya tenaga kerja tiap-

tiap departemen dalam perusahaan. Sumber informasi yang berasal

dari rekap daftar upah.

4) Catatan Penghasilan Karyawan

Dokumen ini digunakan untuk mencatat penghasilan karyawan dan

berbagai potongan yang diterima tiap karyawan, serta sebagai

tanda terima upah dengan ditandatanganinya kartu tersebut.

c. Dokumen pendukung pembayaran upah karyawan penerbit

percetakan kanisius

Dokumen-dokumen pendukung untuk pembayaran upah yang

dipakai dalam sistem akuntansi pengupahan pene rbit percetakan

kanisius adalah:

1) Dokumen pendukung perubahan upah

Dokumen ini dikeluarkan oleh fungsi personalia antara lain: surst-

surst keputusan pengangkatan karyawan baru, kenaikan atau

penurunan pangkat, surat keputusan mengenai potongan dan

tunjangan upah,serta PPh karyawan pasal 21.

2) Kartu jam hadir

Kartu jam hadir adalah dokumen yang dipergunakan oleh bagian

pencatat jam hadir karyawan yang berbentuk kartu jam hadir yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

129

dicetak dengan mesin pemcatat waktu. Kartu ini berisi nomor dan

nama identitas karyawan, bagian pekerjaannya di perusahaan,

bulan dan kolom-kolom untuk mengisi waktu/jam masuk dan

keluar, baik untuk shift pagi, siang dan malam.

3) Kartu jam kerja

Dokumen ini digunakan untuk mencatat waktu yang dipakai untuk

karyawan pabrik terhadap produk-produk pesanan berdasarkan

order dan dicatat oleh mandor pabrik.

4) Daftar upah

Dokumen ini digunakan untuk mencatat upah bruto tiap karyawan,

potongan-potongan serta upah yang diterima tiap karyawan.

5) Rekap daftar upah

Dokumen ini digunakan untuk mencatat upah tiap-tiap departemen

guna mendistribusikan biaya tenaga kerja langsung tiap

departemen yang bersangkutan dalam hubungannya dengan produk

berdasarkan pesanan.

6) Bukti kas keluar

Dokumen ini dibuat oleh seksi administrasi keuangan dan pajak

dan diserahkan kepada fungsi pembayaran upah (kassa) untuk

melaksanakan pembayaran upah karyawan.

7) Amplop upah

Dokumen ini berupa amplop yang berisi informasi mengenai nama

karyawan, nomor identifikasi karyawan dan jumlah upah bersih

yang menjadi hak karyawan dalam bulan tertentu.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

130

d. Jaringan prosedur sistem akuntansi pengupahan penerbit

percetakan kanisius

Jaringan prosedur sistem akuntansi pengupahan penerbit

percetakan kanisius adalah sebagai berikut:

1) Prosedur pencatatan waktu hadir

Tujuan prosedur ini adalah untuk mencatat waktu hadir

karyawan. Daftar hadir digunakan untuk menentukan jumlah upah

yang akan diterima tiap karyawan. Prosedur pencatatan waktu

hadir karyawan yang menerima upah mingguan hampir sama

dengan prosedur pencatatan waktu hadir dalam sistem akuntansi

penggajian, hanya dibagian ini ditambah dengan adanya daftar

hadir yang harus ditandatangani oleh setiap karyawan kepala regu

setiap masuk kerja.

2) Prosedur pembuatan daftar upah

Prosedur pembuatan daftar upah adalah prosedur

pembuatan daftar jumlah penghasilan karyawan kotor setelah

dikurangi potongan-potongan dan ditambah tunjangan-tunjangan

yang dilaksanakan oleh bagian administrasi/pengupahan. Daftar

upah dibuat didasarkan beberapa dokumen pendukung seperti surat

keputusan tarif upah, potongan dan tunjangan dan jumlah jam hadir

karyawan dari kartu jam hadir dan daftar hadir.

3) Prosedur pembuatan bukti kas keluar

Prosedur ini dilakukan oleh bagian administrasi keuangan

dan pajak seksi utang. Setelah seksi utang menerima rekap daftar
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

131

upah dari seksi upah maka seksi utang akan membuat bukti

pengeluaran kas dan didistribusikan ke seksi kassa.

4) Prosedur pembayaran upah

Prosedur ini melibatkan bagian keuangan seksi utang dan

seksi kasir. Setelah seksi kasir menerima bukti pengeluaran kas

maka seksi ini memasukkan ua ng tunai kedalam amplop upah tiap-

tiap karyawan berdasarkan daftar upah karyawan serta catatan yang

tercantum dalam bukti pengeluaran kas, kemudian didistribusikan

pada masing- masing karyawan.

5) Prosedur pencatatan waktu kerja

Prosedur pencatatan waktu kerja ini dilakukan oleh bagian

kalkulasi yang pelaksanaannya secara langsung ditangani oleh

mandor masing- masing bagian. Kemudian merekap kartu jam kerja

masing- masing karyawan ke dalam daftar jam kerja dan

menyerahkannya kebagian keuangan seksi upah.

e. Bagan alir sistem akuntansi pengupahan penerbit percetakan

kanisius

Pemberian upah diberikan secara mingguan kepada

karyawan.gambar bagan alir sistem akuntansi pengupahan penerbit

percetakan kanisius dapat dilihat pada gambar 20– gambar 23

1. Bagian pencatat waktu

a. Mencatat jam hadir tiap karyawan setiap masuk kerja dan

pulang kerja kedalam mesin pencatat waktu.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

132

Gambar 17, Bagan Alir Sistem Akuntansi Pengupahan

BAGIAN PENCATATAN

WAKTU

MULAI

MENCATAT
JAM HADIR
KARYAWAN

KJH

Keterangan :
KJH : Kartu Jam Hadir

Sumber: Penerbit – Percetakan Kanisius


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

133

Lanjutan Gambar 17, Bagan Alir Sistem Akuntansi Pengupahan

BAGIAN PENGUPAHAN

1
2
3

KJH
REKAP
KARTU
TUGAS

MEMBUAT
DAFTAR
KARTU POTONGAN HADIR

REKAP DAFTAR --------------- Melihat surat-surat ijin dan


POTONGAN Surat tugas keluar
DAFTAR REKAP DAFTAR
POTONGAN HADIR
KARYAWAN

MEMBUAT
REKAP
UPAH

3
2
RDP
DP
MEMBUAT
LAPORAN
3 KAS
2 KELUAR
RDU

DU 1

KARTU 2
POTONGAN
KARYAWAN
LAPORAN
KARTU KAS
PENGHASILAN KELUAR
KARYAWAN

Keterangan :
KJH : Kartu Jam Hadir
5
DU : Daftar Upah
4 RDU : Rekap Daftar Upah
RDP : Rekap Daftar Potongan
DP : Daftar Potongan N

Sumber: penerbit percetakan kanisius


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

134

Lanjutan gambar 17, Bagan Alir Sistem Akuntansi Peng upahan

BAGIAN KASA

6
KARTU 6 KARTU
POTONGAN POTONGAN

KARTU KARTU
PENGHASILAN PENGHASILAN
KARYAWAN KARYAWAN
RDU RDU

RDP RDP

Dimasukkan ke
MENGISI CEK &
MEMINTAKAN Dalam amplop upah
TANDA TANGAN ------------------- bersama dengan
ATAS CEK
Pemasukan uang
upah.
MENGUANGKAN
CEK KE BANK &
MEMASUKKAN
UANG KE
AMPLOP UPAH

SELESAI

MEMBAYAR
UPAH KEPADA
KARYAWAN
MELALUI KEPALA
DIVISI MASING-
MASING

MEMBUBUHKAN
CAP LUNAS PADA
BUKTI DAN
DOKUMEN
PENDUKUNGNYA

Sumber: Penerbit-Percetakan Kanisius


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

135

Lanjutan Gambar 17, Bagan Alir SIstem Akuntansi Pengupahan

BAGIAN KEUANGAN

RDU

LAPORAN KAS
KELUAR
REKAP DAFTAR
POTONGAN

JURNAL
UMUM

Sumber: Penerbit-Percetakan Kanisius


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

136

b. Menyerahkan kartu jam hadir kepada bagian administrasi untuk

dibuat daftar hadir setiap bulannya.

2. Bagian pengupahan

a. Menerima kartu jam hadir dari bagian pencatat waktu

b. Membuat daftar hadir dilampiri dengan rekap kartu tugas dan

rekap daftar hadir karyawan dari bagian pencatat waktu

c. Membuat rekap upah dilampiri dengan kartu potongan, rekap

daftar potongan dan daftar potongan tiap-tiap departemen

d. Mencatat penghasilan karyawan dalam kartu penghasilan

karyawan dan kartu potongan karyawan berdasarkan daftar

upah, rekap daftar upah, daftar potongan dan rekap daftar

potongan

e. Membuat laporan kas keluar dilampiri dengan laporan kas

keluar

f. Menyerahkan daftar upah, rekap daftar gaji tiap-tiap

departemen rekap daftar potongan serta catatan penghasilan

karyawan ke bagian keuangan

3. Bagian kassa

a. Menerima kartu potongan dan kartu penghasilan karyawan

yang dilengkapi dengan rekap daftar upah dan rekap daftar

potongan dari bagian pengupahan

b. Mengisi cek sesuai dengan catatan yang tercantum dalam daftar

upah dengan ditanda tangani oleh kepala departemen keuangan


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

137

c. Menguangkan cek ke bank dan memasukkan uang tunai ke

amplop upah tiap-tiap karyawan

d. Membayar upah kepada karyawan melalui kepala devisi

masing- masing

e. Membubuhkan cap lunas pada bukti dan dokumen

pendukungnya

f. Mendistribusikan bukti pengeluaran kas yang dilengkapi

dengan kartu potongan, kartu penghasilan karyawan, rekap

daftar upah dan rekap daftar potongan

4. Bagian keuangan

a. Membuat rekap daftar upah dari bagian penggajian yang

berfungsi sebagai bagian pembuat daftar upah

b. Membuat laporan kas keluar

c. Membuat rekap daftar potongan

d. Mencatat transaksi pembayaran upah kedalam jurnal dan

rekening buku besar

2. Analisis data sistem akuntansi pegupahan penerbit percetakan

kanisius

Untuk menjawab masalah bagaimana sistem akuntansi pengupahan

pada penerbit percetakan kanisius maka dilakukan analisis dengan

membandingkan antara paraktik yang sesungguhnya dalam penerbit

percetakan kanisius dengan teori yang ada mengenai sistem akuntansi

pengupahan . berdasarkan kuesioner yang diisi oleh bagian personalia


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

138

maka dapat diuraikan mengenai sistem akuntansi pengupahan penerbit

percetakan kanisius sebagai berikut:

a. Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab secara tegas

1) Fungsi pembuatan daftar gaji terpisah dari fungsi keuangan

Fungsi pembuatan daftar upah dilaksanakan oleh fungsi

pengupahan yang dijabat oleh bagian administrasi, sedangkan

fungsi keuangan dilaksanakanoleh bagian keuangan yang

mempunyai fungsi akuntansi dan keuangan. Pemisahan ini berguna

untuk cross check pembebanan dan pembayaran upah yang

sesungguhnya karena kekeliruan dan kecurangan yang terjadi

dalam pembuatan daftar upah dapat diketahui.

2) Fungsi pencatatan waktu hadir terpisah dari fungsi operasi

Fungsi pencatatan waktu dilaksanakan oleh bagian bidang

keamanan dibawah pengawasan bagian personalia. Fungsi operasi

dilaksanakan oleh bagian pengupahan dengan seorang pengawas

yang berfungsi sebagai juru bayar yang membantu membagikan

upah karyawan. Hasil perbandingan antara teori dengan praktik

mengenai pemisahan struktur organisasi secara tegas dapat dilihat

pada tabel 11.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

139

Table 11 Tabel perbandingan antara teori dengan praktik struktur organisasi yang
memisahkan tanggung jawab secara tegas dalam sistem akuntansi
pengupahan yang dijalankan penerbit percetakan kanisius.

Teori Praktik Ket

Ya Tidak

a. Struktur organisasi yang Praktik struktur organisasi dalam

memisahkan tanggung jawab sitem akuntansi pengupahan yang

secara tegas dijalankan penerbit percetakan

1. Fungsi pembuatan daftar upah Ya kanisius sudah sesuai dengan teori

terpisah dari fungsi keungan yang ada, yaitu adanya struktur

2. Fungsi pencatatan waktu Ya organisasi yang menunjukkan

terpisah dari fungsi operasi tanggung jawab secara tagas

Berdasarkan hasil perbandingan kedua unsur dalam

pemisahaan tanggung jawab struktur organisasi secara tegas pada

tabel diatas, maka penerbit percetakan kanisius sudah

melaksanakan dengan baik sesuai dengan teori yang ada.

b. Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan

1) Setiap karyawan yang namanya tercantum dalam daftar upah harus

memiliki surat keputusan penggangkatan yang ditanda tangani oleh

pejabat yang berwenang

Untuk menghindari pencantuman nama karyawan fiktif

maka setiap karyawan harus mempunyai surat pengangkatan

sebagai karyawan penerbit percetakan kanisius yang ditanda


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

140

tangani oleh direktur perusahaan. Surat ini juga sebagai bukti

kontrak kerja antara pengusaha dan karyawan.

2) Setiap perubahan upah karyawan didasarkan pada surat keputusan

yang berwenang

Setiap perubahan upah karena potongan selain pajak

penghasilan karywan, selalu didasarkan pada surat potongan upah

yang diotorisasi oleh kepala bagian personalia. Surat keputusan ini

berguna untuk memberikan upah sesungguhnya yang menjadi hak

karyawan, sehingga karyawan tidak dirugikan dengan adanya

potongan atas upahnya yang tidak sah/fiktif dan perusahaan tidak

dirugikan karena adanya tunjangan fiktif..

3) Kartu jam hadir harus diotorisasi oleh pejabat yang berwenang

Kartu jam hadir berfungsi untuk menentukan jumlah upah

setiap karyawan berdasarkan jumlah hadirnya. Kartu jam hadir

diotorisasi langsung oleh fungsi pencatatan waktu, sedangkan

daftar hadir diotorisasai oleh masing- masing ketua regu karyawan

setiap kali shiff kerja. Otorisasi ini berguna untuk manghindari

pencatatan kehadiran karyawan fiktif. Dengan adanya otorisasi

tersebut, ketelitian dan keandalan pembuatan daftar upah juga

semakin baik.

4) Daftar upah harus diotorisasi oleh pejabat yang berwenang

Daftar upah ini juga dipakai sebagi dokumen dasar

pembayaran upah dan diotorisasi oleh bagian administrasi atau

pengupahan, yang menunjukkan:


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

141

a) Karyawan yang namanya tercantum dalam daftar upah adalah

karyawan yang terikat kontrak kerja dengan penerbit

percetakan kanisius.

b) Tarif upah yang dipakai sebagai dasar perhitunga n upah adalah

tarif upah yang berlaku sesuai dengan surat keputusan antara

pengusaha dan karyawan.

c) Data yang digunakan sebagai dasar perhitungan upah karyawan

telah diotorisasi oleh direktur perusahaan atau kepala bagian

personalia

d) Perkalian dan penjumlahan yang tercantum namanya dalam

daftar upah telah dicek kebenarannya oleh bagian keuangan

yang berfungsi sebagai bagian akuntansi keuangan.

5) Bukti kas keluar untuk pembayaran upah, diotorisasi oleh pejabat

yang berwenang.

Bukti kas keluar dibuat oleh seksi pengupahan diotorisasi

oleh kepala bagian akuntansi,direktur perusahan dan bagian

keuangan yang berfungsi sebagai bagian akuntansi dan keuangan.

Hasil perbandingan antara teori dengan praktik sistem otorisasi dan

prosedur pencatatan yang dijalankan penerbit percetakan kanisius

dengan teori dapat dilihat pada tabel 12.

Hasil perbandingan antara praktek dengan teori sistem

otorisasi dan prosedur pencatatan dalam sistem akuntansi

pengupahan menunjukkan bahwa pelaksanaan SPI penerbit

percetakan kanisius sudah baik berdasarkan teori yang ada.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

142

Table 12 Tabel perbandingan antara teori dengan praktek sistem otorisasi dan
prosedur pencatatan dalam sistem akuntansi pengupahan yang
dijalankan penerbit percetakan kanisius

Praktek
Teori Ket
Ya Tidak

b. Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan Praktek sistem otorisasi dan

1) Setiap orang yang tercatat dalam daftar Ya prosedur pencatatan dalam

upah memiliki surat pengangkatan system akuntansi pengupahan

karyawan yang dijalankan penerbit

2.) Setiap perubahan upah didasarkan Ya percetakan kanisius sudah

pada surat keputusan pejabat yang sesuai dengan teori yang ada,

berwenang yaitu adanya system

1) Kartu jam hadir diotorisasi oleh Ya wewenang dan prosedur

pejabat ang berwenang pencatatatan yang baik

2) Daftar upah diotorisasi, oleh Ya

pejabat yang berwenang

3) Bukti kas keluar untuk pembayaran Ya

upah diotorusasi oleh pejabat yang

berwenang

c. Praktik yang sehat

1) Pemasukan jam hadir kedalam mesin pencatat waktu harus diawasi

oleh fungsi pencatatan waktu

Fungsi pencatatan waktu hadir pada penerbit percetakan

kanisius dilaksanakan oleh bagian keamanan, dibawah pengawasan

bagian personalia. Tujua n dari pengawasan ini adalah untuk

menghindari pencatatan waktu hadir fiktif. Selain pengawasan


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

143

terhadap pemasukan kartu jam hadir, bagian ini juga mengawasi

penandatanganan daftar hadir yang nantinya diotorisasi oleh

kepala regu setiap siff yang tugas masuk kerja. Pendataan ulang

dengan adanya daftar hadir ini sangat berguna untuk cross check

dan menghindari adanya kecurangan dan penyelewengan terhadap

kehadiran kerja karyawan.

2) Pembuat daftar upah karyawan penerbit percetakan kanisius harus

diverifikasi kebenaran dan ketelitian oleh fungsi akuntansi yang

dijabat oleh bagian keuangan

Daftar upah sebagai dasar pembuat bukti kas keluar, sebagai

perintah pembayaran upah, dicocokkan dahulu dengan dokumen

pendukung oleh bagian keuangan yang berfungsi sebagai bagian

akuntansi dan keuangan untuk membuktikan kebenaran dan

ketelitian dokumen tersebut. Verifikasi ini dijalankan untuk

menghindari adanya kesalahan atau kecurangan yang mungkin

terjadi dan dilakuakan oleh fungsi pembuat daftar upah, yaitu

pemasukan nama karyawan fiktif atau penghitungan jumlah biaya

gaji.

3) Catatan penghasilan karyawan berupa daftar upah disimpan oleh

fungsi yang berwenang yaitu fungsi pengupahan yang dijabat oleh

bagian administrasi

Catatan penghasilan karyawan akan dipakai untuk

menentukan jumlah upah karyawan dalam satu tahun dan


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

144

menghitung jumlah pajak penghasilan karyawan. Tujuan

penyimpanga n adalah untuk menjaga keamanan, dan ketelitian data

penghasilan karyawan. Catatan ini juga dicocokkan dengan daftar

upah jikalau ada perubahan terhadap basarnya upah.

Pada tabel 13, dapat dilihat hasl perbandingan teori dengan

praktek unsur praktik yang sehat penerbit percetakan kanisius.

Penerbit percetakan kanisius sudah menjalankan unsur praktik

yang sehat dengan baik dan sesuai dengan teori sehingga

disimpulkan bahwa sistem pengendalian intern unsur praktik yang

sehat pada penerbit percetakan kanisius adalah baik.

Tabel 13, Tabel pernbandingan antara teori dan praktik unsur praktik yang sehat
dalam sistem akuntansi pengupahan yang dijalankan penerbit
percetakan kanisius

Praktik
Teori Ket
Ya Tidak

c. Praktek yang sehat Praktik dalam sistem akuntansi

1) Pemasukan jam hadir kemesin pencatat Ya pengupahan yang dilaksanakan

waktu harus diawasi oleh pejabat yang penerbit percetakan kanisius

bersangkutan sudah sesuai dengan teori yang

2) Pembuatan daftar upah harus diverivikasi Ya ada, yaitu adanya praktek yang

kebenaran dan ketelitian perhitungannya sehat dalam melaksanakan

oleh fungsi akuntansi tugas dan fungsi tiap bagian

3) Catatan penghasilan karyawan disimpan organisasi

oleh fungsi yang berwenang Ya


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

145

d. Karyawan yang kompeten

1) Seleksi karyawan berdasarkan persyaratan yang dituntut oleh

pekerjaannya

Seleksi karyawan yang terpenting dihampir semua bagian

produksi adalah tes kesehatan dan kedisiplinan kerja, karena yang

dipentingkan untuk jenis pekerjaan ini adalah tenaganya. Seleksi

yang dilakukan oleh bagian personalia menekankan kualitas tenaga

kerja sebagai manusia, yaitu bagaimana sikap dan prilaku calon

karyawan terhadap pekerjaan. Misalnya, apakah ada kemauan dan

kesungguhan mereka dalam bekerja, kedisiplinan mereka dalam

melaksanakan tanggung jawab atas pekerjaannya. Selain itu, juga

dilihat lingkungan asal calon tenaga kerja, baik lingkungan secara

fisik (tempat tinggal) maupun lingkungan psikologinya (pergaulan,

teman-temannya, dsb). Berbagai seleksi yang disebutkan diatas

sangat penting karena perusahaan mengharapkan calon karyawan

yang bermutu, jujur dan beranggung jawab, yang akan menjadi

karyawan tetap perusahaan untuk jangka panjang.

2) Pengembangan pendidikan karyawan selama menjadi karyawan

perusahaan sesuai dengan tuntutan pekerjaan

Pengembangan karyawan pelaksana atau bagian produksi

dilaksanakan tetapi sifatnya tidsk kontinyu melainkan sesuai dengan

kebutuhan. Misalnya ada karyawana bagian pengawasan mesin akan


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

146

keluar atau pension maka diadakan pelatiahan untuk calon karyawan

pengantinya.

Hasil perbandingan antara teori dengan praktek mengenai

karywan yang kompeten penerbit percetakan kanisius dapat dilihat

pada tabel 14, berdasarkan analis data sistem pengendalian intern

unsur karyawan yang kompeten dalam sistem akuntansi pengupahan

di penerbit percetakan kanisius sudah dilaksanakan dengan baik.

Tabel 14 Tabel perbandingan antara teori dengan praktik karyawan yang


kompeten dalam sistem akuntansi pengupahan yang dijalankan
pene rbit percetakan kanisius.

Praktik
Teori Ket
Ya Tidak

d. Karyawan yang kompeten Praktik dalam sistem akuntansi

1) Seleksi karyawan berdasarkan Ya pengupahan yang dilaksanakan

persyaratan yang dituntut oleh oleh penerbit percetakan

pekerjaan kanisius sudah sesuai dengan

2) Pengembangan pendidikan Ya teori yang ada, yaitu adanya

karyawan selama menjadi mutu karyawan yang sesuai

karyawan perusahaan sesuai dengan tanggung jawabnya

dengan tuntutan pekerjaan

3. Kesimpulan sistem akuntansi pengupahan terhadap SPI dengan teori yang ada

Berdasarkan analisis data SPI sistem akuntansi pengupahan

penerbit percetakan kanisius dengan teori yang ada, penerbit sudah

menjalankan hampir semua unsur SPI dengan baik, karena telah

memenuhi elemen-elemen SPI sebagai berikut: 1) Adanya struktur


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

147

organisasi yang menunjukkan tanggung jawab fungsional secara

tegas, 2) Adanya sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang

baik, 3) Adanya praktek yang sehat dalam melaksanakan tugas dan

fungsi tiap bagian organisasi, 4) Mutu karyawan yang sesuai dengan

tanggung jawabnya.

D. Efektifitas sistem pengendalian intern dalam sistem akuntansi

pengupahan penerbit percetakan kanisius

Untuk menjawab masalah apakah sistem akuntansi pengendalian

intern dalam sistem akuntansi pengupahan penerbit percetakan kanisius

sudah efektif, digunakan analisis pengujian kepatuhan terhadap siklus

sistem akuntansi pengupahan perusahaan tersebut. Pengujian kepatuhan

dilakukan dengan menggunakan metode stop- or- go sampling, dengan

populasinya yaitu daftar presensi, daftar rincian upah karyawan, daftar

rincian potogan upah karyawan bulan Desember 2002- November 2003,

jumlah karyawan yang menrima upah sebanyak 20 orang. populasi

penelitian diperoleh dari hasil perkalian antara jumlah karyawan yang

menerima upah dengan lamanya item yang diteliti yaitu sebanyak 1040

item(20 orang x 52 minggu). atribut yang digunakan adalah kelenkapan

dokumen pendukung perubahan upah, kelengkapan otorisasi pada setiap

dokumen, adanya bukti pengecekan kebenaran dan ketelitian penghitungsn

upah.

Pengujian kepatuhan terhadap sistem akuntansi pengupahan

dilakuakan dengan menentukan dahulu besarnya besarnya DUPL (Desiret


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

148

Upper Precision Limit) yaitu besarnya kesalahan yang masih dapat

diterima dan R% (Reliabilty level) yaitu tingkat kepercayaan yang masih

dapat diterima. Besarnya DUPL yang dipakai adalah 95% dan R% sebesar

5%. Langkah kedua adalah menentukan besarnya sampel minimum, yaitu

diperoleh dari titik potong antara DUPL dengan R% pada tabel 1, hal 59.

Dari titik potong tersebut diketahui besarnya sampel yaitu sebanyak 60

sampel.

Pengambilan ke 60 sampel tadi dilakukan dengan menggunakan

metode acak/probabilitas dengan cara sistematik/ordinal yaitu dengan

mengambil sampel pertama secara acak yaitu 3 dan kemudian diteruskan

dengan pengambilan sampel yang mempunyai kelipatan 3 yaitu 6, 9, 12,

dan seterusnya. Langkah selanjutnya merancang tabel Stop- or- go

Sampling Decision seperti pada tabel 2, hlm. 60. Hasil pengujian terhadap

60 sampel yang diambil menunjukkan tidak adanya kesalahan sehingga

tidak diperlukan pengambilan sampel selanjutnya.

Berdasarkan tabel 3,hlm. 60, yaitu tabel attribute sampling tabel

For Determining Stop- or- go Sample Size and Upper Precision Limit

Population Occurrence Rate Based on Sample Result, pada Confidence

Level 95% dan tingkat kesalahan = 0 maka Confidence Level Factor at

Desiret Reliability For Occurance Observed adalah 3 : 60 = 5%. Pada

tingkat kesalahan = 0, maka DUPL = AUPL sehingga dapat disimpulkan

bahwa dari hasil pengujian kepatuhan terhadap 60 sampel dengan tingkat

kesalahan sama dengan 0, maka elemen sistem pengendalian intern


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

149

terhadap sistem akuntansi pengupahan penerbit percetakan kanisius adalah

efektif. Pada tabel 15, dilampiri nomor sampel populasi yang diambil

sampelnya secara sistematik

Tabel 15, Efektifitas sistem akuntansi penggajian penerbit percetakan kanisius

Atribut Keterangan
Populasi No No sampel
1 2 3 4

A. Presensi 1 003-P V V V V V= ada

2 006-P V V V V X= tidak ada

3 009-P V V V V P= presensi

4 012-P V V V V

5 015-P V V V V

6 018-P V V V V

7 021-P V V V V

8 024-P V V V V

9 027-P V V V V

10 030-P V V V V

11 033-P V V V V

12 036-P V V V V

13 039-P V V V V

14 042-P V V V V

15 045-P V V V V

16 048-P V V V V

17 051-P V V V V

18 054-P V V V V

19 057-P V V V V

20 060-P V V V V
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

150

B. Daftar upah 21 063-DUK V V V V DUK= Daftar upah

karyawan 22 066-DUK V V V V karyawan

23 069-DUK V V V V

24 072-DUK V V V V

25 075-DUK V V V V

26 078-DUK V V V V

27 081-DUK V V V V

28 084-DUK V V V V

29 087-DUK V V V V

30 090-DUK V V V V

31 093-DUK V V V V

32 096-DUK V V V V

33 099-DUK V V V V

34 105-DUK V V V V

35 108-DUK V V V V

36 111-DUK V V V V

37 114-DUK V V V V

38 117-DUK V V V V

39 120-DUK V V V V

40 123-DUK V V V V

C. Rincian 41 126-RPUK V V V V RPUK= Rincian

potongan upah 42 129-RPUK V V V V potongan upah

karyawan 43 132-RPUK V V V V karyawan

44 135-RPUK V V V V

45 138-RPUK V V V V

46 141-RPUK V V V V
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

151

47 144-RPUK V V V V

48 147-RPUK V V V V

49 150-RPUK V V V V

50 153-RPUK V V V V

51 156-RPUK V V V V

52 159-RPUK V V V V

53 162-RPUK V V V V

54 165-RPUK V V V V

55 168-RPUK V V V V

56 171-RPUK V V V V

57 174-RPUK V V V V

58 177-RPUK V V V V

59 180-RPUK V V V V

60 183-RPUK V V V V

KETERANGAN:

Atribut 1: A. Dilampiri kartu jam hadir karyawan

B. Dilampiri surat keputusan tentang pengangkatan karyawan, surat

keputusan tariff upah, penurunan atau kenaikan pangkat.

C. Dilampiri surat keterangan mengenai potongan dan tunjangan dan

tunjangan dari bagian lain.

Atribut 2: Adanya otorisasi atau tanda tangan dari bagian administrasi, akuntansi

keungan dan anggaran, direktur perusahaan dan kepala bagian

personalia.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

152

Atribut 3: Adanya bukti pengacekan kebenaran dan ketelitian dari direktur

perusahaan, bagian personalia, bagian administrasi dan bagian

akuntansi keuangan dan anggaran.

Atribut 4: Adanya kesesuaian antara daftar gaji, rincian pendapatan gaji karyawan

dan rincian potongan gaji karyawan.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

153
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

154
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

155
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

156
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR PUSTAKA

Mulyadi, Sistem Akuntansi, Penerbit STIE YKPN, Yogyakarta, 1993

Mulyadi, Sistem Akuntansi, Penerbit STIE YKPN, Yogyakarta, 1989

Mulyadi, Pemeriksaan Akuntansi, Edisi ke-4, Penerbit STIE YKPN, Yogyakarta,

1992

Hardanto, Akuntansi Untuk Usahawan, Yayasan BPFE-UI, Jakarta

Drs. Zaki Baridwan, M.Sc., AK. Sistem Akuntansi Penyusunan Prosedur dan

Metode, Edisi ke-5, BPFE, Yogyakarta, 1991

Heckert Brooks and James D. Wilson, Controllership, Second edition, New York:

The Roland Press Company. 1963


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PEDOMAN WAWANCARA

A. Sejarah Berdirinya Perusahaan


1. Kapan dan dimana perusahaan didirikan?
2. Siapa pendiri perusahaan dan siapa pemimpinnya?
3. Apakah alasan didirikannya perusahaan ini?
4. Apa nama perusahaan ini dan adakah alasan pemilihannya?
5. Perusahaan bergerak dibidang apa?
6. Bagaimana perkembangan perusahaan hingga saat ini?
7. Berapa luas tanah/lokasi perusahaan?

B. Struktur Organisasi Perusahaan


1. Bagaimana bentuk struktur organisasi perusahaan?
2. Fungsi apasaja yang ada dalam perusahaan dan apa tugas dan
wewenangnya masing- masing?
3. Siapa saja yang memegang jabatan sebagai kepala setiap fungsi?

C. Personalia
1. Berapa jumlah tenaga kerja perusahaan?
2. Bagaimana cara merekrut karyawan?
3. Bagaimana cara pengaturan jam kerja/hadir karyawan?
4. Apa saja yang menjadi prasyarat calon tenaga kerja?
5. Bagaiamana pengaturan perhitungan dan pembayaran gaji tenaga kerja?
6. Bagaimana usaha perusahaan dalam peningkatan mutu dan produk tivitas
tenaga kerja?
7. Apakah perusahaan memberikan jaminan keselamatan kerja?
8. Tunjangan apasaja yang diberikan kepada tenaga kerja?
9. Apakah perusahaan melakukan mutasi tenaga kerja secara periodik?
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

D. Sistem akuntansi
1. Bagaimana siklus penggajian dan pengupahan yang dilaksanakan
perusahaan?
2. Dokumen apasaja yang terkait dalam sistem akuntansi penggajian dan
pengupahan perusahaan?
3. Fungsi apasaja yang terkait dalam sistem akuntansi penggajian dan
pengupahan perusahaan?
4. Catatan akuntansi apasaja yang terkait dalam akuntansi penggajian dan
pengupahan perusahaan?
5. Bagaimana sistem perhitungan jam hadir tenaga kerja kaitannya dalam
perhitungan besarnya gaji dan upah karyawan?

E. Produksi
1. Bahan-bahan apasaja yang dibutuhkan?
2. Peralatan apasaja yang dipakai?
3. Bagaimana tahap-tahap produksi perusahaan?

F. Bagaimana pemasarannya?

G. Jaringan prosedur apasaja yang membentuk sistem penggajian dan


pengupahan?

H. Bagaimana sistem pengendalian intern sistem penggajian dan


pengupahan?
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI