Anda di halaman 1dari 43

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Indonesia memiliki banyak tempat pariwisata yang indah, lain keindahan


alamnya yang menarik perhatian wisatawan dan juga penduduk Indonesia yang
terkenal di mata dunia memiliki sifat yang ramah menjadikan Indonesia sebagai
destinasi wisata favorit bagi wisatawan mancanegara. Di setiap tempat di
Indonesia memiliki banyak keunikan diri sendiri mulai dari budaya, bahasa, dan
ketertarikan dari suatu daerah tersebut, Selain itu orang Indonesia di mata para
wisatawan asing mempunyai sifat yang ramah itu sebabnya wisatawan asing
senang mengunjungi Negara ini. Indonesia sendiri adalah salah satu Negara yang
memiliki wisata yang potensial dari wisata alam, wisata budaya, maupun wisata
buatan. Hal tersebut dikarenakan pariwisata adalah suatu proses pembangunan
yang dilakukan untuk mengembangkan aspek social, bidaya, ekonomi dan
politik.
Selain wisata alam yang indah Indonesia juga memiliki wisata dalam
bentuk edukasi contohnya wisata pada museum. Museum adalah tempat koleksi
benda-benda bersejarah yang disimpan dan dijaga kelestariannya. Manfaat dari
adanya Museum adalah dapat menambah wawasan dan menghargai budaya dan
jasa para leluhur. Kebanyakan dari pengunjung Museum adalah pelajar dan
Mahasiswa yang sesang melakukan penelitian. Di Indonesia, museum yang
pertama kali dibangun adalah Museum Radya Pustaka yang didirikan pada tahun
18 Oktober 1890. Selain itu, dikenal pula Museum Gajah yang dikenal sebagai
yang terlengkap koleksinya di Indonesia, Museum Wayang, Persada Soekarno,
Museum Tekstil serta Galeri Nasional Indonesia yang khusus menyajikan
2

koleksi seni rupa modern Indonesia.Pada tahun 1966, Lembaga Museum-


museum Nasional diubah menjadi Direktorat Museum dalam lingkungan
Direktorat Jendral Kebudayaan. Tahun 1971, Direktorat Museum
mengelompokkan Museum dalam 3 kelompok menurut jenis koleksinya, yaitu:
Museum Umum, museum kecil, dan museum lokal. Pada tahun 1975
pengelompokkan diubah menjadi Museum umum, Museum Khusus, dan
Museum pendidikan
Pada tahun 1980, pengelompokkan tersebut diubah lagi menjadi dua
kelompok, yaitu Museum umum dan Museum Khusus. Berdasarkan tingkat
kedudukan, Direktorat Permuseuman mengelompokkan Museum Umum dam
Museum Khusus menjadi Museum tingkat Nasional, Museum Tingkat Regional
(Propinsi), dan Museum Tingkat Lokal ( Kodya / Kabupaten ). Pada tahun 1981,
berdasarkan catatan terakhir, di Indonesia ada 135 bangunan Museum.

Museum salah satu menjadi tempat wisata edukasi seperti pariwisata. Salah
satu kota yang memiliki banyak Museum adalah Kota Palembang. Berikut ini
adalah tabel Daftar Museum yang ada di Kota Palembang
Tabel 1.1 Daftar Museum di Palembang
No Nama Museum Lokasi
1 Museum Sultan Mahmud Badarudin II Jalan. Sultan Mahmud
Badarudin
2 Museum Balaputra Dewa Jalan Srijaya
3 Museum Tekstil Jalan Merdeka
4 Museum AK Gani Jalan MP Mangkunegara
5 Museum Songket Jalan KI Gede Ingsuro
Sumber : palembangtourism, 2017
Selain museum yang terdapat diatas terdapat juga museum yang cukup
terkenal di kota Palembang salah satunya Museum Sultan Mahmud Badarudin
II Palembang. Museum ini terletak di kawasan Benteng Kuto Besak di tepi
3

sungai Musi. Sebelumnya merupakan lokasi benteng Kuto lamo yang sering
juga disebut dengan Kuto Tengkuruk atau Kuto Batu, dimana di bagian
dalamnya berdiri keraton Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikromo atau
Sultan Mahmud Badaruddin I pada tahun 1724 sampai dengan 1758
(pergiberwisata, 2014)
Berikut adalah tabel koleksi yang terdapat di Museum Sultan Mahmud
Badarudin II :
Tabel 1.2 Koleksi Museum Sultan Mahmud Badarudin II
Jenis Jumlah
Arkeologika 9 Unit
Etnografika 146 Unit
Biologi 15 Unit
Keramologika 20 Unit
Seni Rupa 5 Unit
Numismatika 173 Unit
Sumber : Museum Sultan Mahmud Badarudi II, 2017
Museum Sultan Mahmud Badarudin berlokasi di pusat kota tepatnya
di pinggiran sungai Musi kawasan Benteng Kuto Besak. Lokasi Museum ini
sangat strategis dikarenakan berada di pusat kota Palembang dan juga dekat
dengan jembatan yang menjadi icon di kota Palembang yaitu jembatan
AMPERA. Lokasi museum ini dekat dengan restoran-restoran yang berada di
pinggiran sungai Musi. Selain itu, juga terdapat fasilitas mendukung seperti
lahan parkir yang luas.Menurut Kotler (2010, h.70) dalam kristiutami 2015
lokasi meliputi aktivitas perusahaan dalam upayanya untuk membuat produk
yang dihasilkan dapat tersedia bagi calon konsumen. Lokasi atau keberadaan
suatu produk, yang dalam penelitian ini produk tersebut adalah objek wisata
juga membawa dampak terhadap keputusan berkunjung seorang wisatawan.
4

Lokasi yang jauh dan sulit dijangkau cenderung dapat membuat minat
kunjung wisatawan menurun.
Museum sultan Mahmud Badarudin II memiliki kebijakan dalam
penetapan harga untuk dapat masuk ke museum ini kebijakan harga tersebut
dibagi menjadi beberapa tingkatan, Mulai dari pelajar, mahasiswa, wisatawan
umum dan wisatawan asing. Berikut merupakan tabel daftar harga tiket masuk
ke Museum Sultan Mahmud Badarudin II:
Tabel 1.3 Harga Tiket Museum
Pengunjung Harga

Pelajar Rp. 1.000

Mahasiswa Rp. 2.000

Wisatawan Umum Rp. 5.000

Wisatawan Asing Rp. 20.000


Sumber : Museum Sultan Mahmud Badarudin II, 2017
Kotler & Keller (2012, h.263) harga adalah nilai uang dari suatu
barang/jasa, sejumlah nilai uang yang dipertukarkan konsumen atas manfaat
yang telah diberikan suatu produk/jasa. Harga sangatlah menjadi alasan utama
museum itu bisa dikatakan ramai pengunjung atau sebaliknya dikarenakan
harga berpengaruh terhadap keputusan berkunjung ke museum. Museum
Sultan Mahmud Badarudin II. Berikut tabel jumlah pengunjung Museum
Sultan Mahmud Badarudin II Palembang
Tabel 1.4Jumlah pengunjung berdasarkan hasil wawancara
Tahun Jumlah Pengunjung
2014 18.000
2015 20.000
2016 23.000
Sumber : Museum Sultan Mahmud Badarudin II, 2017
5

Dari tabel diatas dapat dilihat Museum Sultan Mahmud Badarudin II


ini setiap tahunnya mengalami peningkatan jumlah pengunjung itu
dikarenakan keberhasilan dari pihak manajemen museum dalam
mempromosikan museum Sultan Mahmud Badarudin II dengan baik.
Agar museum ini banyak didatangi pengunjung pihak manajemen dari
museum banyak melakukan Promosi untuk menarik pengunjung agar datang
ke Museum dibawah naungan Dinas Kepariwisataan kota Palembang Museum
ini mempromosikan lewat sekolah yang ada di kota Palembang mulai dari
tingkatan TK, SD, SMO, SMA. Dan juga Museum ini banyak respon baik dari
sekolah yang ada di kota Palembang selain itu juga pihak dari dinas pariwisata
kota Palembang juga mempromosikan Museum Sultan Mahmud Badarudin II
ini lewat media seperti Koran. Menurut Hermawan(2012, h.38) Promosi
adalah salah satu komponen prioritas dari kegiatan pemasaran yang
memberitahukan kepada konsumen bahwa perusahaan meluncurkan produk
baru yang menggoda konsumen untuk melakukan kegiatan pembelian.
Didalam Museum Sultan Mahmud Badarudin II terdapat banyak sekali
koleksi peninggalan zaman dahulu yang disimpan dan dipamerkan di
museum. Museum Sultan Mahmud Badarudin II sendiri diurus oleh Dinas
pariwisata kota Palembang.
Dari ketiga penjelasan diatas maka pengaruh Lokasi, Harga, dan
Promosi berpengaruh terhadap Keputusan Berkunjung dalam mengunjungi
Museum Sultan Mahmud Badarudin II.

Pariwisata sangatlah mampu dalam mengatasi masalah kesejahteraan


bila dikembangkan secara propesional. Berkenaan dengan hal diatas penulis
tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “PENGARUH LOKASI,
HARGA, DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG
PADA WISATA MUSEUM SULTAN MAHMUD BADARUDIN II”.
6

1.2 Rumusan Masalah


Dari uraian latar belakang diatas maka teridentifikasi masalah diantaranya
sebagai berikut:
1. Bagaimana pengaruh Lokasi, Harga, dan Promosi terhadap Keputusan
Berkunjung pada wisata museum Sultan Mahmud Badarudin II secara
parsial?
2. Bagaimana pengaruh Lokasi, Harga, dan Promosi terhadap Keputusan
Berkunjung pada wisata museum Sultan Mahmud Badarudin II secara
simultan?

1.3 Ruang Lingkup Penelitian


Berdasarkan latar belakang yang telah dibahas maka penulis mengambil

variabel(Y) Keputusan Berkunjung, (X1) Lokasi, (X2) Harga tiket, dan (X3)

Promosi tempat lokasi ini penelitian adalah di Museum Sultan Mahmud

Badarudin II Palembang.

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian dari masalah tersebut adalah sebagai berikut

1. Untuk menganalisis pengaruh Lokasi, Harga, dan Promosi terhadap


Keputusan Berkunjung pada wisata Museum Sultan Mahmud Badarudin
II secara parsial
2. Untuk menganalisis pengaruh Lokasi, Harga, dan Promosi terhadap
Keputusan Berkunjung pada wisata Museum Sultan Mahmud Badarudin
II secara simultan.
7

1.5 Manfaat Penelitian


Adapun manfaat dari penelitian tersebut antara lain sebagai berikut :
1. Bagi Penulis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan informasi bagi
para peneliti lain mengenai variabel – variabel yang mempengaruhi
Keputusan Berkunjung di museum Sultan Mahmud Badarudin II.
2. Bagi Perusahaan
Untuk menganalisis pengaruh Lokasi, Harga, promosi terhadap
Keputusan Berkunjung, dan sebagai pertimbangan dan masukan bagi
pengurus museum Sultan Mahmud Badarudin II dalam membuat
mengambil keputusan strategi untuk meningkatkan jumlah pengunjung.
3. Bagi Peneliti Lain
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan informasi bagi
para pembaca lain mengenai variabel – variabel yang mempengaruhi
Keputusan Berkunjung di museum.

1.6 Sistematika

Sistematika penelitian ini terdiri dari beberapa bab meliputi :

BAB I PENDAHULUAN

Penulis akan membahas mengenai pendahuluan yang terdiri dari latar

belakang, rumusan masalah, ruang lingkup penelitian, tujuan penelitian

dan manfaat penelitian.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Penulis akan membahas mengenai tinjauan pustaka yang terdiri dari

landasan teori yang berisikan pengertian Penulis akan membahas


8

mengenai tinjauan pustaka yang terdiri dari landasan teori yang berisikan

pengertian Lokasi, Harga, dan Promosi Terhadap Keputusan Berkunjung,

penelitian sebelumnya, Kerangka Pemikiran, dan Hipotesis.

BAB III METODE PENELITIAN

Penulis akan membahas metode penelitian yang terdiri daripendekatan

penelitian, objek/subjek penelitian, jenis data, teknik pengumpulan

data, dan teknik analisis data

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Penulis akan membahas mengenai pengolahan terhadap data yang telah

diperoleh yang berkaitan dengan pembahasan masalah yang sedang diteliti

penulis. Di dalam bab ini terdapat gambaran umum objek penelitian, hasil

penelitian serta pembahasan penelitian.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Penulis akan menarik kesimpulan dari hasil penelitian yang telah diperoleh

dan penulis akan memberikan saran bagi perusahaan.


9

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori

2.1.1 Pengertian Pemasaran

Menurut Kotler dan Keller (2012, h.27), “Marketing is about

identifying and meeting human and social needs. One of the shortest

good definitions of marketing is meeting needs profitability”.

“Pemasaran adalah mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan

manusia dan sosial, salah satu definisi baik dan singkat dari pemasaran

adalah memenuhi kebutuhan dengan cara yang menguntungkan.”

Selanjutnya, menurut American Marketing Association yang dikutip


oleh Kotler dan Keller dalam bukunya Marketing Management, Global
Edition (2012, h.27)
“Marketing is the activity, set of institutions, and processes for

creating, communicating, delivering, and exchanging offerings that have

value for customers, clients, partners, and society at large”.

“Pemasaran adalah aktivitas, mengatur lembaga, dan proses untuk

menciptakan, berkomunikasi, memberikan, dan bertukar penawaran yang

memiliki nilai untuk pelanggan, klien, mitra, dan masyarakat pada

umumnya. “
10

Berdasarkan definisi-definisi tersebut, disimpulkan bahwa pemasaran

adalah kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan

dimana mendistribusikan barang dari produsen ke konsumen.

2.1.2 Bauran Pemasaran


Dalam pemasaran terdapat suatu strategi yang dinamakan bauran
pemasaran (marketing mix). Bauran pemasaran memiliki peranan
penting dalam mempengaruhi konsumen untuk membeli produk atau jasa
yang ditawarkan oleh perusahaan ke pasar. Setelah perusahaan
menentukan
strategi pemasaran kompetitifnya dengan tepat, maka perusahaan
tersebut sudah siap merencanakan rincian dari bauran pemasaran.
Definisi bauran pemasaran (marketing mix) menurut Kotler dan
Amstrong (2014, h.76)
“Marketing mix is the set of tactical marketing tools that the firm

blends it produce the response it wants in the target market.”

“Bauran pemasaran adalah kumpulan alat pemasaran taktis terkendali

yang dipadukan perusahaan untuk menghasilkan respon yang

diinginkannya di pasar sasaran.”

Sedangkan menurut Kotler dan Amstrong (2012, h.51)ada empat


variabel dalam kegiatan bauran pemasaran yaitu sebagai berikut :
1. Product means the goods and service combination the company

offers to the target market. Produk merupakan kombinasi barang

dan jasa perusahaan yang ditawarkan ke target pasar.

2. Price is the amount of money customers must past to obtain the


11

product. Harga adalah jumlah uang pelanggan yang harus

dikeluarkan untuk mendapatkanproduk.

3. Place includes company activities that make the product avaliable to

target consumers. Tempat meliputi kegiatan perusahaan yang

membuat produk tersedia untuk target konsumen.

4. Promotion means activities that communicate the merits of the

product and persuade target customers to buy it. Promosi adalah

aktivitas mengkomunikasikan produk dan membujuk

pelanggan untuk membelinya.

Kegiatan pemasaran dalam suatu perusahaan barang maupun jasa


perlu mengkombinasikan unsur-unsur bauran pemasaran (marketing
mix). Untuk perusahaan yang bergerak di bidang barang, marketing mix
dikenal dengan istilah 4P (product, price, place, promotion) seperti telah
dijelaskan di atas. Sedangkan untuk perusahaan jasa, marketing mix
dikombinasikan menjasi 7P yaitu dengan tambahan unsur 3P yaitu:

1. Orang(people)
Menurut Rambat Lupiyoadi (2013, h.97), dalam hubungannya
dengan pemasaran jasa, “orang” yang berfungsi sebagai penyedia
jasa sangat memengaruhi kualitas jasa yang diberikan. Keputusan
dalam faktor “orang” ini berarti sehubungan dengan seleksi,
pelatihan, motivasi, dan Manajemen Sumber Daya Manusia
(MSDM). Untuk mencapai kualitas yang terbaik, pegawai harus
dilatih untuk menyadari pentingnya pekerjaan mereka, yaitu
memberikan kepuasan konsumen dalam memenuhi kebutuhannya.
12

Pentingnya Sumber Daya Manusia dalan pemasaran jasa berkaitan


erat dengan pemasaran internal (internal marketing). Pemasaran
internal adalah interaksi atau hubungan antara setiap karyawan dan
departemen dalam suatu perusahaan, yang dalam hal ini dapat
diposisikan sebagai pelanggan internal dan pemasok internal. Tujuan
dari adanya hubungan tersebut adalah untuk mendorong kinerja
Sumber Daya Manusia dalam memebrikan kepuasan kepada
konsumen.

2. Proses

Menurut Rambat Lupiyoadi (2013, h.98) Proses merupakan


gabungan semua aktivitas, yang umumnya terdiri atas prosedur,
jadwal pekerjaan, mekanisme, dan hal-hal rutin lainnya dimana jasa
dihasilkan dan disampaikan kepada konsumen.

3. Bukti fisik (physicalevidence)

Menurut Rambat Lupiyoadi (2013, h.94), bukti fisik merupakan


lingkungan fisik tempat jasa diciptakan dan langsung berinteraksi
dengan konsumen. Ada dua jenis bukti fisik, sebagai berikut:

a. Bukti penting (essential evidance), merupakan keputusan-


keputusan yang dibuat oleh pemberi jasa mengenai desain dan
tata letak (layout) dari gedung, ruang danlain-lain.
b. Bukti pendukung (peripheral evidance) , merupakan nilai
tambah yang apabila berdiri sendiri maka tidak akan berarti
apa-apa. Dengan demikian, hanya berfungsi sebagai pelengkap
saja. Sekalipun demikian, peranannya sangat penting dalam
proses produksi jasa. Sebagai contoh, tiket pesawat. Bukti fisik
membantu pemasar untuk memosisikan di pasar dan
13

memberikan dukungan nyata, terlebih yang berhubungan


denganlokasi.

2.1.3 Lokasi
Secara sederhana, lokasi dapat diartikan sebagai tempat dimana suatu
produk dipasarkan. Dari sudut pandang lain, lokasi secara sederhana juga
dapat diartikan sebagai tempat dimana suatu produk tersebut diproduksi.
Kotler (2010, h.70) dalam kristiutami 2015
“lokasi meliputi aktivitas perusahaan dalam upayanya untuk membuat

produk yang dihasilkan dapat tersedia bagi calon konsumen.”

Lokasi atau keberadaan suatu produk, yang dalam penelitian ini


produk tersebut adalah objek wisata juga membawa dampak terhadap
keputusan berkunjung seorang wisatawan. Lokasi yang jauh dan sulit
dijangkau cenderung dapat membuat minat kunjung wisatawan menurun.
Tjiptono (2007, h.92) dalam Afifudin 2016, menjelaskan bahwa terdapat
faktor-faktor dalam pemilihan tempat atau lokasi, pada penelitian ini
indikator lokasi yang digunakan dalam pemilihantempat atau lokasi
adalah:

1. Akses adalah kemudahan untuk menjangkau lokasi obyek


wisata yang meliputi: a. Lokasi yang mudah dijangkau, b.
Kondisi jalan menuju lokasi, c. Waktu yang ditempuhmenuju
lokasi.
2. Lalu-lintas (traffic), banyaknya orang yang lalu lalang bisa
memberikan peluang besar terhadap terjadinya impulse buying.
Kepadatan dan kemacetan lalu-lintas bisa juga menjadi
hambatan.
14

3. Visibilitas adalah lokasi obyek wisata dapat dilihat dari jalan


utama dan terdapat petunjuk lokasi keberadaan obyek wisata,
meliputi:
a. Lokasi yang bisa dilihat dari jalan raya
b. Petunjuk yang jelas menuju lokasi.
4. Tempat parkir yang luas dan aman adalah sarana tempat parkir
yang aman luas dan terjamin keamanan.

2.1.4 Harga

Harga adalah suatu nilai tukar yang bisa disamakan dengan uang atau
barang lain untuk manfaat yang diperoleh dari suatu barang atau jasa bagi
seseorang atau kelompok pada waktu tertentu dan tempat tertentu.
Kotler & Keller (2012, h.263) harga adalah nilai uang dari suatu

barang/jasa, sejumlah nilai uang yang dipertukarkan konsumen atas

manfaat yang telah diberikan suatu produk/jasa.

Harga merupakan salah satu elemen dari bauran pemasaran yang


sangta fleksibel, dapat dengan mudah dirubah disbanding elemen bauran
pemasaran lainnya. Harga juga merupakan elemen bauran pemasaran yang
mendatangkan pendapatan elemen bauran pemasaran lainnya
Ada enam langkah yang harus dilakukan ketika menetapkan harga
yaitu: Menentukan tujuan penetapan harga, menentukan permintaan,
memperkirakan biaya, menganalisis biaya, harga dan penawaran pesaing,
memilih dasar penetapan harga, memutuskan harga akhir.
Indikator harga Menurut Mursid (2014, h.83-84) terdiri dari :
 Harga yang kompetitif yaitu hharga yang ditawarkan lebih kompetitif

dari pesaing.
15

 Kesesuaian harga dengan harga pasar.

 Kesesuaian harga dengan kualitas produk yaitu harga yang ditawarkan

sesuai dengan kualitas produk yang dijual atau dipasarkan.

 Angsuran yaitu pembayaran yang bisa diangsur sampai jangka waktu

tertentu.

Variabel harga menurut Kotler & Amstrong (2012, h.52), didalam


variable harga ada beberapa unsure kegiatan utama yang meliputi harga,
diskon, potongan harga dan periode pembayaran. Ada 2 penelitian
mengambil unsure harga yaitu :
1. Tingkat Harga adalah rate yaitu angka yang menunjukkan nilai, harga,
kecepatan pengembangan produksi berdasarkan satu ukur tertentu
biaya premi asuransi ataupun beban biaya.
2. Potongan Harga adalah pengurangan harga yang diberikan oleh
penjual untuk pembeli yang menyenangkan bagi penjual. Biasanya
potongan harga ini diwujudkanuntuk bentuk tunai ataupun barang
yang dimaksudkan untuk menarik konsumen. Terdapat 4 jenis diskon :
diskon Kuantitas, diskon musiman, diskon kas, dan trade diskon.

2.1.5 Promosi

“Promosi adalah sebuah aktivitas yang mengkomunikasikan antara


kelebihan yang dimiliki suatu produk dan membujuk pelanggan untuk
membeli produk tersebut. Dengan kata lain promosi adalah salah satu
metode yang diharapkan dapat efektif untuk dapat memperkenalkan
suatu produk ke target pasar, sekaligus sebagai upaya persuasive pihak
produsen agar calon konsumen bersedia membeli barang tersebut”.
Kotler (2010, h.70) dalam Kristiutami 2015.
16

“Promosi adalah salah satu komponen prioritas dari kegiatan

pemasaran yang memberitahukan kepada konsumen bahwa perusahaan

meluncurkan produk baru yang menggoda konsumen untuk melakukan

kegiatan pembelian”. Hermawan (2012, h.38)

Sedangkan menurut Kotler dan Amstrong (2012, h.76) “Promosi

adalah Aktivitas yang mengkomunikasikan manfaat produk dan

membujuk pelanggan sasaran untuk membelinya”.

Dari kedua definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa promosi


merupakan hal yang penting dalam memasarkan suatu produk sehingga
konsumen akan tertarik dan melakukan pembelian terhadap produk
tersebut, sehingga suatu promosi perlu di rancang semenarik mungkin
dan informasi yang disampaikan dapat dimengerti dengan mudah oleh
masyarakat.
Menurut Kotler dan Armstrong (2012, h.432), bauran promosi terdiri

atas 5 (lima) alat-alat promosi, yaitu:

1. Advertising (periklanan), yaitu semua bentuk presentasi dan promosi

nonpersonal yang dibayar oleh sponsor untuk mempresentasikan

gagasan, barang atau jasa. Periklanan dianggap sebagai manajemen

citra yang bertujuan menciptakan dan memelihara cipta dan makna

dalam benak konsumen. Bentuk promosi yang digunakan mencakup

broadcast, print, internet, outdoor, dan bentuk lainnya.

2. Sales promotion (promosi penjualan), yaitu insentif-insentif jangka

pendek untuk mendorong pembelian atau penjualan suatu produk atau


17

jasa. Bentuk promosi yang digunakan mencakup discounts, coupons,

displays, demonstrations ,contests, sweepstakes, dan events.

3. Personal selling (penjualan perseorangan), yaitu presentasi personal

oleh tenaga penjualan dengan tujuan menghasilkan penjualan dan

membangun hubungan dengan konsumen. Bentuk promosi yang

digunakan mencakup presentations, trade shows, dan incentive

programs.

4. Public relations (hubungan masyarakat), yaitu membangun hubungan

yang baik dengan berbagai publik perusahaan supaya memperoleh

publisitas yang menguntungkan, membangun citra perusahaan yang

bagus, dan menangani atau meluruskan rumor, cerita, serta event yang

tidak menguntungkan.Bentuk promosi yang digunakan mencakup

press releases, sponsorships, special events, dan web pages.

5. Direct marketing (penjualan langsung), yaitu hubungan langsung

dengan sasaran konsumen dengan tujuan untuk memperoleh

tanggapan segera dan membina hubungan yang abadi dengan

konsumen. Bentuk promosi yang digunakan mencakup catalogs,

telephone marketing, kiosks, internet, mobile marketing, dan lainnya.


18

2.1.6 Keputusan Pembelian


Menurut Kotler (2012, h.166) keputusan pembelian adalah “proses

keputusan terdiri dari lima tahap yang dilakukan oleh seorang konsumen

sebelum sampai pada keputusan pembelian dan selanjutnya pasca

pembelian.”

Menurut Kotler dan amstrong (2012, h.176) konsumen akan melewati

5 tahap proses keputusan pembelian. Tahap-tahap tersebut digambarkan

pada gambar berikut:

Gambar : 2.1 tahap proses keputusan pembelian


Need Information Education Purchase Postpurchase
recognition Search of decision decision behavior

Sumber: Kotler dan Armstrong (2012, h.176)

Rangkaian proses keputusan pembelian konsumen menurut Kotler dan

Armstrong (2012, h.176-178) diuraikan sebagai berikut:

1. Need recognition (pengenalan kebutuhan), yaitu proses konsumen

mengenali sebuah masalah atau kebutuhan. Pemasar perlu

mengidentifikasi keadaan yang memicu kebutuhan tertentu, dengan

mengumpulkan informasi dari sejumlah konsumen.

2. Information search (pencarian informasi), yaitu proses konsumen

terdorong untuk mencari informasi yang lebih banyak. Sumber

informasi konsumen dibagi menjadi 4 (empat) kelompok, yaitu:

a. Sumber pribadi, yaitu keluarga, teman, tetangga, kenalan.


19

b. Sumber komersial, yaitu iklan, wiraniaga, penyalur, website,

kemasan, pajangan.

c. Sumber publik, yaitu media massa, organisasi penentu

peringkat konsumen, pencarian internet.

d. Sumber pengalaman, yaitu penanganan, pengkajian, pemakaian

produk.

3. Evaluation of alternatives (evaluasi alternatif), yaitu proses konsumen

menggunakan informasi untuk mengevaluasi dalam menetapkan

pilihan.

4. Purchase decision (keputusan pembelian), yaitu proses konsumen

membentuk preferensi atas merek-merek yang ada di dalam tahap

evaluasi.

5. Postpurchase behavior (perilaku pasca pembelian), yaitu proses

konsumen akan mengalami kepuasan atau ketidakpuasan dengan

pembelian yang dilakukan.


20

2.2 Penelitian Sebelumnya

Perbandingan dengan penelitian sebelumnya dapat dilihat pada tabel

berikut ini :

Judul Perbedaan Persamaan Hasil

Pengaruh bauran Peneliti ini Menggunaka Diketahui bahwa nilai


pemasaran jasa meneliti n analisis Fhitung 28,605>Ftabel 2,11
terhadap menggunakan regresi linier sehingga dapat
keputusan 2 Hipotesis berganda. disimpulkan bahwa
berkunjung sedangkan bauran pemasaran jasa
ulang wisatawan penulis 3 terdiri dari produk,
pada objek Hipotesis. harga, promosi, orang,
wisata museum proses, bukti fisik.
angkut di kota
batu (Setiawan,
2016).

Pengaruh faktor- Peneliti ini Menggunaka Bahwa ke empat factor


faktor menggunaka n analisis lingkungan eksternal
lingkungan variable regresi linier secara bersama-sama
eksternal faktor-faktor berganda. memberikan pengaruh
terhadap lingkungan terhadap pembentukan
keputusan eksternal perilaku wisatawan.
berkunjung sedangkan
wisatawan pada penulis
museum angkut menggunakan
batu Jawa Timur variabel
(Olivia, 2015). lokasi, harga,
dan promosi.
Pengaruh bauran Peneliti ini Membahas Berdasarkan hasil
pemasaran menggunakan tentang analisis, didapati bahwa
terhadap metode keputusan bauran pemasaran
keputusan inferesnsial berkunjung memiliki pengaruh yang
berkunjung sedangkan pada lebih besar dibandingkan
wisatawan di penulis museum. variabel-variabel lain
museum geologi menggunakan terhadap keputusan
bandung regresi linier berkunjung.
(pinaringsih, berganda.
2015)
Pengaruh Peneliti Menggunaka Hasil membuktikan
keputusan membahas n analisis bahwa keputusan
21

berkunjung tentang kuantitatif berkunjung berpengaruh


terhadap kepuasan positif dan signifikan
kepuasan konsumen terhadap kepuasan
konsumen sedankan wisatawan.
(Kristiutami, penulis
2017). membahas
tentang
keputusan
berkunjung
Evaluasi strategi Peneliti Hasil penelitian ini dari
promosi di menggunakan rencana kombinasi
museum Bali penelitian matriks strategi
(Narita, 2016) deskriptif kuantitatif menunjukkan
kualitatif bahwa Museum Bali
sedangkan perlu memanfaatkan
penulis strategi SO yang
menggunakan memiliki nilai tertinggi
analisis yaitu 6,34, strategi ST
kuantitatif adalah 5,65, strategi WO
adalah 2,49 dan strategi
WT 1,80, dengan
Strategi perumusan yang
efektif adalah SO.
2.3 Kerangka Pemikiran

Lokasi

Keputusan
Harga Tiket Berkunjung

Promosi

Sumber : Penulis, 2017

= Parsial
= Simultan
Gambar 2.2 Kerangka Pemikiran
22

2.4 Hipotesis

H01 : Lokasi diduga tidak berpengaruh signifikan terhadap Keputusan

Berkunjung di Museum Sultan Mahmud Badarudin II Palembang.

Ha1 : Lokasi diduga berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Berkunjung

di Museum Sultan Mahmud Badarudin II Palembang.

H02 : Harga diduga tidak berpengaruh signifikan terhadap Keputusan

Berkunjung di Museum Sultan Mahmud Badarudin II Palembang.

Ha2 : Harga didugaberpengaruh signifikan terhadap Keputusan Berkunjung di

Museum Sultan Mahmud Badarudin II Palembang.

H03 : Promosi diduga tidak berpengaruh signifikan terhadap Keputusan

Berkunjung di Museum Sultan Mahmud Badarudin II Palembang.

Ha3 : Promosi diduga berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Berkunjun

di Museum Sultan Mahmud Badarudin II Palembang.


23

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Pendekatan Penelitian


Cholid dan Abu (2012, h.41) mengklasifikasi pendekatan penelitian berdasarkan

sifat-sifatnya yaitu :

1. Penelitian historis

Penelitian ini bertujuan untuk merekontruksi masa lampau secara sistematis dan

objektif, dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi dan memverifikasi, serta

mensistematiskan bukti-bukti untuk menegakan fakta dan memperoleh kesimpulan

yang kuat, dihubungkan dengan fakta yang ada pada masa sekarang dan proyeksi masa

depan.

2. Penelitian deskripsi

Penelitian deskripsi yaitu penelitian yang berusaha untuk menuturkan pemecahan

masalah yang ada sekarang berdasarkan data-data menganalisis dan

menginterpretasikan, juga bisa bersifat komperatif dan korelatif. Penelitian

perkembangan.

Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas

mengenai fakta-fakta serta hubungan antara fenomena yang sedang di teliti.

Metode ini digunakan untuk memaparkan apakah kegiatan yang dilakukan

Museum telah berjalan secara efektif terutama dalam segi Lokasi, Harga, dan
24

Promosi terhadap Keputusan Berkunjung di Museum Sultan Mahmud

Badarudin II Palembang.

3.2 Objek/Subjek Penelitian

1. Objek Penelitian

Objek penelitian yang diteliti disini adalah menganalisis variable

lokasi, variable harga dan variable promosi terhadap variable keputusan

berkunjung. Menurut Purwanto dan Sulistyastuti (2017. h.47) Objek

penelitian bersifat Kuantitatif.

2. Subjek Penelitian

Subjek penelitian adalah Museum Sultan Mahmud Badarudin II

Palembang yang terletak di pinggiran sungai Musi. Menurut Purwanto dan

Sulistyastuti (2017. h.47) Subjek penelitian bersifat Kualitatif.

3.3 Teknik Pengambilan Sampel

Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel dilakukan dengan

menggunakan teknik purposive sample. Purwanto dan Sulistyastuti (2017,

h.47) purposive sampling adalah pengambilan sampel berdasarkan keperluan

penelitian. Artinya setiap individu yang diambil dari populasi dipilih dengan

sengaja berdasarkan pertimbangan tertentu. Peneliti akan menentukan Sample

yang akan diambil, yaitu pengunjung Museum Sultan Mahmud Badrudin II

Palembang.
25

3.3.1 Populasi

Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek

atausubyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang

ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya

Sugiyono (2012, h.72). Adapun populasi dalam penelitian ini adalah

Pengunjung yang berkunjung di Museum Sultan Mahmud Badarudin II

Palembang.

3.3.2 Sampel
Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel dilakukan

dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel pada

penelitian ini adalah pengunjung museum Sultan Mahmud Badarudin II

Palembang yang bersedia untuk dijadikan sampel penelitian.

3.4 Jenis Data

Data sering diartikan sebagai bukti empiris yang dihasilkan melalui

observasinya yang sistematis dengan menggunakan panca indera manusia dan

peralatan bantu yang ada. Menurut Purwanto dan Sulistyastuti (2017, h.20) data

penelitian dapat dibagi 2 yaitu :

1. Data Primer

Data primer merupakan data yang diperoleh dengan survei lapangan yang

menggunakan semua metode pengumpulan data original dengan Penyebaran


26

kuesioner kepada pelanggan ditujukan untuk memperoleh data tentang

Harga, Lokasi, Promosi dan Keputusan Berkunjung.

2. Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang dikumpulkan oleh lembagapengumpul

dan dipublikasikan kepada masyarakat pengguna data, Data sekunder dalam

penelitian ini berupa buku, jurnal-jurnal, dokumen lainnya yang ada

hubungannya dengan materi kajian dan dari perusahaan.

3.5 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan kuesionerMenurut

Purwanto dan Sulistyastuti (2017. h.21)Data kuantitatif adalah data yang berupa

angka – angka dan bersifat objektif. untuk menentukan besaran sampel,

digunakan rumus Slovin :

n= N

1 + Ne2

Dimana:

n = ukuran sampel

N = ukuran populasi

e = persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan

sampel yang masih dapat ditolelir atau diinginkan, misalnya 10%

pada tingkat proposisi (0,1).

N = jumlah sampel
27

n = N

1 + Ne2

= 23.000

1 + 23.000(10%)2

= 23.000

231

= 99,5

Jadi 99 pengunjung yang akan digunakan sebagai sampel penelitian

3.6 Definisi Operasional

Definisi operasional Menurut Purwanto dan Sulistyastuti (2017. h.18)

adalah jembatan yang menghubungkan conceptual-theoretical level dengan

empirical-observation level. Objek penelitian bersifat Kuantitatif.yang diungkap

dalam definisi konsepsecara operasional, secara praktik, secara nyata dalam

lingkup objek penelitian. objek yang diteliti, yaitu :

1. Lokasi
Lokasi meliputi aktivitas perusahaan dalam upayanya untuk membuat
produk yang dihasilkan dapat tersedia bagi calon konsumen.
Lokasi atau keberadaan suatu produk, yang dalam penelitian ini

produk tersebut adalah objek wisata juga membawa dampak terhadap

keputusan berkunjung seorang wisatawan.Kotler (2010, h.70) dalam

kristiutami 2015.
28

Indikator dalam penelitian ini adalah :


A. Akses adalah kemudahan untuk menjangkau lokasi obyek
wisata yang meliputi:
1. Lokasi yang mudah dijangkau .
2. Kondisi jalan menuju lokasi.
3. Waktu yang ditempuhmenuju lokasi.
B. Lalu-lintas (traffic), banyaknya orang yang lalulalang bisa
memberikan peluang besar terhadap terjadinya impulse buying.
Kepadatan dan kemacetan lalu-lintas bisa juga menjadi
hambatan.
C. Visibilitas adalah lokasi obyek wisata dapat dilihat dari jalan
utama dan terdapat petunjuk lokasi keberadaan obyek wisata,
meliputi:
1. Lokasi yang bisa dilihat dari jalan raya
2. Petunjuk yang jelas menuju lokasi.
D. Tempat parkir yang luas dan aman adalah sarana tempat parkir
yang aman luas dan terjamin keamanan.
2. Harga

Kotler & Keller (2012, h.263) harga adalah nilai uang dari suatu

barang/jasa, sejumlah nilai uang yang dipertukarkan konsumen atas

manfaat yang telah diberikan suatu produk/jasa.

Indikator dalam penelitian ini adalah :


 Harga yang kompetitif yaitu harga yang ditawarkan lebih kompetitif
dari pesaing.
 Kesesuaian harga dengan harga pasar.
 Kesesuaian harga dengan kualitas produk yaitu harga yang ditawarkan
sesuai dengan kualitas produk yang dijual atau dipasarkan.
29

 Angsuran yaitu pembayaran yang bisa diangsur sampai jangka waktu


tertentu.
3. Promosi

Promosi adalah salah satu komponen prioritas dari kegiatan

pemasaran yang memberitahukan kepada konsumen bahwa perusahaan

meluncurkan produk baru yang menggoda konsumen untuk melakukan

kegiatan pembelian Hermawan (2012, h.38)

Menurut Kotler dan Armstrong (2012:432), bauran promosi terdiri

atas 5 (lima) alat-alat promosi, yaitu:

 Advertising (periklanan), yaitu semua bentuk presentasi dan promosi

nonpersonal yang dibayar oleh sponsor untuk mempresentasikan

gagasan, barang atau jasa. Periklanan dianggap sebagai manajemen

citra yang bertujuan menciptakan dan memelihara cipta dan makna

dalam benak konsumen. Bentuk promosi yang digunakan mencakup

broadcast, print, internet, outdoor, dan bentuk lainnya.

 Sales promotion (promosi penjualan), yaitu insentif-insentif jangka

pendek untuk mendorong pembelian atau penjualan suatu produk atau

jasa. Bentuk promosi yang digunakan mencakup discounts, coupons,

displays, demonstrations, contests, sweepstakes, dan events.

 Personal selling (penjualan perseorangan), yaitu presentasi personal

oleh tenaga penjualan dengan tujuan menghasilkan penjualan dan

membangun hubungan dengan konsumen. Bentuk promosi yang


30

digunakan mencakup presentations, trade shows, dan incentive

programs.

 Public relations (hubungan masyarakat), yaitu membangun hubungan

yang baik dengan berbagai publik perusahaan supaya memperoleh

publisitas yang menguntungkan, membangun citra perusahaan yang

bagus, dan menangani atau meluruskan rumor, cerita, serta event yang

tidak menguntungkan. Bentuk promosi yang digunakan mencakup

press releases, sponsorships, special events, dan web pages.

 Direct marketing (penjualan langsung), yaitu hubungan langsung

dengan sasaran konsumen dengan tujuan untuk memperoleh

tanggapan segera dan membina hubungan yang abadi dengan

konsumen. Bentuk promosi yang digunakan mencakup catalogs,

telephone marketing, kiosks, internet, mobile marketing, dan lainnya.

4. Keputusan Berkunjung
Menurut Kotler (2012, h.166) keputusan pembelian adalah proses

keputusan terdiri dari lima tahap yang dilakukan oleh seorang konsumen

sebelum sampai pada keputusan pembelian dan selanjutnya pasca

pembelian.

 Need recognition (pengenalan kebutuhan), yaitu proses konsumen

mengenali sebuah masalah atau kebutuhan. Pemasar perlu


31

mengidentifikasi keadaan yang memicu kebutuhan tertentu, dengan

mengumpulkan informasi dari sejumlah konsumen.

 Information search (pencarian informasi), yaitu proses konsumen

terdorong untuk mencari informasi yang lebih banyak

 Evaluation of alternatives (evaluasi alternatif), yaitu proses konsumen

menggunakan informasi untuk mengevaluasi dalam menetapkan

pilihan.

 Purchase decision (keputusan pembelian), yaitu proses konsumen

membentuk preferensi atas merek-merek yang ada di dalam tahap

evaluasi.

 Postpurchase behavior (perilaku pasca pembelian), yaitu proses

konsumen akan mengalami kepuasan atau ketidakpuasan dengan

pembelian yang dilakukan.

Variabel Definisi Indikator Skala


Lokasi Menurut Kotler dan 1. Akses
Amstrong (2012:92) 2. Lalu lntas
menyatakan bahwa place 3. Visibilitas
Ordinal
(tempat) atau lokasi, yaitu 4. Tempat Parkir
berbagai kegiatan
perusahaan untuk membuat
produk yang dihasilkan
atau dijual terjangkau dan
32

tersedia bagi pasar sasaran.


Harga Menurut Kotler & Keller 1. Harga yang
(2012, h.263) adalah nilai kompetitif
uang dari suatu barang/jasa, 2. Kesesuaian
sejumlah nilai uang yang harga dengan
dipertukarkan konsumen harga pasar.
atas manfaat yang telah 3. Kesesuaian
diberikan suatu produk/jasa. harga dengan Ordinal
kualitas
produk.
4. Angsuran

Promosi Menurut Hermawan (2012, 1. Advertising


h.38) Promosi adalah salah 2. Sales
satu komponen prioritas dari promotion
kegiatan pemasaran yang 3. Public Relation
Ordinal
memberitahukan kepada 4. Personal
konsumen bahwa Selling
perusahaan meluncurkan 5. Direct
produk baru yang menggoda Marketing
konsumen untuk melakukan
kegiatan pembelian.

Keputusan
Menurut Kotler (2012, 1. Need
Berkunjung
h.166) keputusan pembelian recognition
adalah proses keputusan 2. Information
Ordinal
terdiri dari lima tahap yang search
dilakukan oleh seorang 3. Evaluation of
konsumen sebelum sampai alternatives
33

pada keputusan pembelian 4. Purchase


dan selanjutnya pasca decision
pembelian 5. Postpurchase
behavior

3.7Teknik Analisis Data

Teknik Analisi Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:

1. Analisis Deskriptif Kuantitatif,

Menurut Purwanto dan Sulistyastuti (2017. h.94)Analisis deskriptif

adalah teknik analisa yang memberikan informasi hanya mengenai data yang

diamati dan tidak bertujuan menguji hipotesis serta menarik kesimpulan yang

digeneralisasikan terhadap populasi.digunakan untuk menganalisis tanggapan

responden tentang Lokasi, Harga dan Promosi terhadap Keputusan

Berkunjung pada Museum Sultan Mahmud Badarudin II Palembang.

2. Analisis Regresi Linier Berganda

Digunakan untuk menganalisis pengaruh Lokasi (X1), Harga (X2) dan

Promosi (X3) terhadap Keputusan Berkunjung (Y1) baik secara simultan

maupun parsial.

Persamaan Regresi :

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + e

Dimana :

Y= Keputusan Berkunjung
34

a = konstanta dari persamaan regresi

b1 =koefisien regresi dari variabel X1

b2 =koefisien regresi dari variabel X2

b3 =koefisien regresi dari variabel X3

X1= Lokasi

X2= Harga

X3 = Promosi

e = error / variabel pengganggu

3. Uji Validitas

Dalam penelitian ini teknik yang digunakan untuk mengetahui

kesalahanatau instrument adalah teknik korelasi product moment sebagai

berikut:

𝑛.(∑ 𝑥) (∑ 𝑦)
rxy =
√(𝑛.∑ 𝑥²−(∑ 𝑥)²)(𝑛.∑ 𝑦²−(∑ 𝑦)²)

Keterangan :

rxy = nilai validitas butir

n = jumlah sampel

∑𝑥 = total nilai variabel independen

∑𝑦 = total nilai variabel dependen

Dengan kriteria pengujian apabila r hitung> r tabel dengan  0,1 maka

alat ukur tersebut dinyatakan valid, dan sebaliknya apabila r hitung< r tabel
35

maka alat ukur tersebut adalah tidak valid. Uji validitas dalam penelitian ini

dilakukan dengan menggunakan program SPSS. Menurut Sugiyono (2014.

h.72) menyatakan uji validitas digunakan untuk mengukur sah/valid atau

tidaknya suatu kuesioner.

4. Uji Reabilitas

Uji reliabilitas menunjukkan sejauh mana instrument dapat

memberikan hasilpengukuran yang konsisten apabila pengukuran dilakukan

berulang-ulang.Pengukuran reliabilitas tersebut dilakukan dengan

menggunakan rumus alpha ronbach, dengan rumus:

𝑘 ∑𝜎 2𝑥𝑖
α= (1- )
𝑘−1 𝜎²𝑥

keterangan:

α = cronbach’s coefficient alpha

k = jumlah item pertanyaan yang diuji

∑𝜎 2 𝑥𝑖 = total dari varian masing-masing pecahan

σx² = varian dari total skor

Kriteria uji reliabilitas dengan rumus alpha adalah apabila r hitung> rtabel,

maka alat ukur tersebut reliabel dan juga sebaliknya, jika rhitung< rtabel maka

alat ukur tidak reliabel. Dalam penelitian ini, dilakukan uji reliabilitas

dengan menggunakan SPSS yang diukur berdasarkan skala Alpha

Cronbach’s 0 sampai 1. Menurt Sugiyono, (2014. h.67) uji reliabelitas


36

adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari

variabel dan konstruk, butir pertanyaan dikatakan realible atau handal

apabila jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten dan stabil

dari waktu ke waktu.

5. Uji Asumsi Klasik,Sedikitnya terdapat lima uji asumsi yang harus Model

regresi tidak dapat digunakan jika tidak memenuhi syarat untuk

menggunakan asumsi klasik ini. Untuk itu perlu dengan memenuhi syarat uji

asumsi klasik tersebut sebelum menggunakan model regresi. Uji asumsi

klasik yang digunakan dalam penelitian ini oleh peneliti yaitu :

a. Uji Normalitas

Sunyoto (2014, h.84), uji asumsi ini dilakukan untuk menguji data

variabel bebas (X) dan data variabel terikat (Y) pada persamaan regresi

yang dihasilkan, apakah berdistribusi normal atau berdistribusi tidak

normal. Persamaan regresi dikatakan baik jika mempunyai data variabel

bebas dan data variabel terikat yang berdistribusi mendekati normal atau

normal. Untuk menguji normalitas dapat dilakukan dengan

menggunakan SPSS V.19 dengan melihat sig pada tabel test of

normality kemudian kolom kolmogorov – smirnova dan

membandingkan dengan alpha yang digunakan. Jika sig > alpha maka

data berdistribusi normal, jika sig < alpha maka data berdistribusi tidak

normal. Selain itu, normal atau tidaknya suatu data dilihat dari

penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal grafik, jika datanya


37

menyebar di sekitar garis diagonal, maka regresi memenuhi asumsi

normalitas dan sebaliknya.

b. Uji Heteroskedastistas

Sunyoto (2014, h.82), uji heteroskedastisitas bertujuan menguji

apakah dalam suatu model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari

residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Jika varians dari residual

satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut

Homoskedastisitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastisitas.

Persamaan regresi yang baik adalah jika tidak terjadi heteroskedastisitas.

c. Uji Autokorelasi

Persamaan regresi yang baik adalah yang tidak memiliki masalah

autokorelasi. Jika terjadi autokorelasi maka persamaan tersebut menjadi

tidak baik atau tidak layak dipakai prediksi. Masalah autokorelasi baru

timbul jika ada korelasi secara liniear antara kesalahan pengganggu

periode dan kesalahan penggunaan periode t-1. Salah satu ukuran dalam

menentukan ada tidaknya masalah auto korelasi dengan uji Durbin-

Watson (DW).

d. Uji Multikolonieritas

Tujuan dari uji ini adalah untuk menguji apakah dalam model

regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel bebas.Model regresi

yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antara variabel bebas.

Multikolonieritas dapat dilihat dari nilai tolerance dan lawannya


38

variance inflation factor (VIF). Jika nilai tolerance > 0.10 atau sama

dengan nilai VIF < 10 maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada

multikolonieritas antar variabel bebas dalam model regresi.

e. Uji Liniearitas

Uji Linieritas digunakan untuk mendeteksi adanya hubungan linier

antara variabel X dan Y yang bisa dilakukan, sebagai berikut :

a) .Plot antara residu (e) versus Y-topi

Jika plot yang bersangkutan menggambarkan suatu scatter diagram

(diagram pencar) dalam arti tidak berpola maka dapat dikatakan

tidak terjadi mispesifikasi pada fungsi regresi, hal ini bararti bahwa

hubungan antara variabal X dan Y adalah linier.

b) Plot antara variabel X versus Y

Jika plot menggambarkan garis lurus maka asumsi pertama ini telah

terpenuhi.

c) Plot antara residu versus X

Jika plot menggambarkan diagram pencar maka linieritas ini sudah

terpenuhi.

6. Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F)

Menurut Purwanto dan Sulistyastuti (2017. h.194) Uji statistik F

menunjukkan apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam

persamaan/model regresi secara bersamaan berpengaruh terhadap variable

dependen. Untuk menguji kedua hipotesis ini digunakan uji statistik F :


39

H01 : Lokasi, Harga dan Promosi diduga tidak berpengaruh signifikan

terhadap Keputusan Bertkunjung di Museum Sultan Mahmud

Badarudin II Palembang.

Ha1 : Lokasi, Harga dan Promosi diduga berpengaruh signifikan terhadap

Keputusan Berkunjung di Museum Sultan Mahmud Badarudin II

Palembang.

Dengan menggunakan angka probabilitas signifikansi, yaitu:

a. Apabila probabilitas signifikansi > 0,1 maka H0 diterima dan Ha

ditolak.

b. Apabila probabilitas signifikansi < 0,1 maka H0 ditolak dan Ha

diterima.

7. Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji Statistik t)

Menurut Purwanto dan Sulistyastuti (2017. h.193) uji statistik t

menunjukan seberapa jauh pengaruh variable independen secara individual

terhadap variable dependennya. Pengujian dilakukan dengan menggunakan

signifikan level 0,1 (α=10%). Penerimaan atau penolakan hipotesis

dilakukan dengan kriteria:

H01: Lokasi diduga tidak berpengaruh signifikan terhadap Keputusan

Berkunjung di Museum Sultan Mahmud Badarudin II Palembang.

Ha1 : Lokasi diduga berpengaruh signifikan terhadap Keputusan

Berkunjung di Museum Sultan Mahmud Badarudin II Palembang.


40

H02 : Harga diduga tidak berpengaruh signifikan terhadap Keputusan

Berkunjung di Museum Sultan Mahmud Badarudin II Palembang.

Ha2 : Harga didugaberpengaruh signifikan terhadap Keputusan

Berkunjung di Museum Sultan Mahmud Badarudin II Palembang.

H03 : Promosi diduga tidak berpengaruh signifikan terhadap Keputusan

Berkunjung di Museum Sultan Mahmud Badarudin II Palembang.

Ha3 : Promosi diduga berpengaruh signifikan terhadap Keputusan

Berkunjun di Museum Sultan Mahmud Badarudin II Palembang.

1. Jika nilai signifikan > 0,1 maka hipotesis ditolak (koefisien regresi tidak

signifikan). Ini berarti secara parsial variabel independen tidak

mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen.

2. Jika nilai signifikan ≤ 0,1 maka hipotesis diterima (koefisien regresi

signifikan ). Ini berarti secara parsial variabel independen tersebut

mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen.

8. Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi yang sering disimbolkan dengan “R2” pada

prinsipnya mengukur seberapa besar kemampuan model menjelaskan variasi

variabel dependen. Jadi menurut Purwanto dan Sulistyastuti (2017. h.195)

Koefisien determinasi sebenarnya mengukur besarnya presentase pengaruh

semua variabel independen dalam model regresi terhadap variabel

dependennya. Apabila nilai koefisien determinasi dalam model regresi

semakin kecil (mendekati nol) berarti semakin kecil pengaruh semua


41

variabel independen terhadap variabel dependennya, atau dengan kata lain

nilai R2 yang kecil berarti kemapuan semua variabel independen terhadap

dependennya. Sebaliknya, apabila R2 semakin mendektai 100% berarti

semua variabel independen dalam model memberikan hampir semua

informasi yang diperlukan untuk memprediksi variabel dependennya atau

semakin besar pengaruh semua variabel independen terhadap variabel

dependennya. Misal nilai R2 = 0,85 artinya bahwa variasi nilai Y yang dapat

dijelaskan oleh model regresi adalah 85% dan selebihnya atau sebesar 15%.

Nilai R2 dapat dilihat pada tabel MODEL SUMMARY, biasanya didalam

regresi berganda yang digunakan adalah nilai koefisien determinasi yang

disesuaikan (Adjusterd R2). Karena setiap satu tambahan variabel

independen maka R2 pasti akan meningkat, meskipun variabel tersebut tidak

signifikan.
42

Daftar Pustaka

Anwar dan Satrio 2015, Pengaruh Harga dan KualitasProduk Terhadap Keputusan
Pembelian, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia, Surabaya.

Buchari, Alma 2009, Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa, Alfabeta, Bandung

Cholid, Narbuko dan H. Abu Achmadi 2012, Metodologi Penelitian, Bumi Aksara,
Jakarta.
Hidayati 2015, Pengaruh produk, Harga, Refrensi kepribadian, dan Promosi
Terhadap Keputusan Pembelian Kain Sasirangan Di Kota Banjarmasin
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lambung Mangkurat
Kotler, Philip dan Amstrong, Gary 2012 Prinsip – Prinsip Pemasaran Edisi 13,
Penerbit Erlangga, Jakarta
Kristiutami, Yuliana 2015 pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan
berkunjung wisatawan di museum geologi bandung
Purwanto Agus, Erwan dan Sulistyastuti, Ratih Dyah 2017, Metode Penelitian
Kuantitatif Edisi 2, GAVA MEDIA, Yogyakarta
Sugiyono 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, Alfabeta,
Bandung
Sugiyono 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, Alfabeta,
Bandung
Sunyoto, Danang dan Susanti, Eka Fathonah 2015, Manajemen Pemasaran Jasa
cetakan pertama, CAPS (Center for academic publishing service),
Yogyakarta.
Tjiptono, Fandy 2014, Pemasaran Jasa Edisi I, CV. ANDI OFFSET, Yogyakarta
Utama, I Gusti Bagus Rai 2017, Pemasaran Priwisata edisi 1, CV. ANDI OFFSET,
Yogyakarta
43

LAMPIRAN JADWAL PENELITIAN (BAGAN GANTT)

Beri Nilai