Anda di halaman 1dari 31

Step 1

1. NapasCupinghidung :pernafasankarenasesaksepertikembangkempis di hidung


2. Leukopenia :jumlahleukosit yang kurangdari 4000 ( normal 4-11 rb/mm2 )
3. Flu like ilnes :infeksisaluranpernafasanatasoleh virus dg gejalautamabatuk,
lelahberlebihdannyeriotot
4. Limfopenia :jumlahlimfositkurangdari 1500 (normal 20-40%)
5. Trombositopenia :jumlahtrombositkurangdari 150.000

Step 2

1. Apahubunganungasdengangejala?
2. Bagaimana flu like illness bisaterjadi?
3. Epidemiologidarikasus di atas?
4. Mengapapadahasil lab di dapatkanleukokpenia, limfositopeniadantrombositopeniadannilai
normal?
5. Mengapapdpx X-RAY di dapatkanilfiltratdifuse multifocal dantersebar?
6. Alur diagnosis dari scenario?
7. Diagnosis dan diagnosis banding?
8. Etiologidari scenario?
9. Bagaimanapatofisiologidarikasus?
10. Pencegahanpenyakit?
11. Apasajapemeriksaanpenunjanguntukmenegakaan diagnosisdantujuandarikultur, pcr, serologi?
12. Tujuandiberikanoseltamivir, anti pirektik, anti tusif, danmukolitik?
13. Penatalaksanaandari scenario?

Step 3

1. Apahubunganungasdengangejala?
Teradipenularan virus dariunggaskemanusia, di ungags terserang virus influenza A, ada 3 virus
influenza A, B, C di bedakantonjolan protein dari virus nya, B dan C tidakterlalubahya, A memiliki
hemagglutinin (H), neuroaminidase (N), virus inibisa di tularkankemanusia
Gejala :
 kehausan
 Pembengkaan di sekitarmata
 Perdarahan di jengger
 Kesulitanbernafas
 Matidalam 24-48 jam

Influenza A :dapathidupdalamsuhu 0 derajat

Bertahan lama dalamkotoran yang sakit

Pemanasan 80 derajat 1 mnt, 60 derajatdalam 30 mnt, atau 56 derajatdalam 3 jam

Bisamati dg sinaruv, detergen, formalin, iodin, natriumkaliumhipoklorit

Mampumengubah antigen dg cepat,

Antigenikshift( virus A): perubahanscrsingkat

Antigenikdrift( virus B): perubahansecarasedikit

H1-H15 & N1-N9 : yang menyerangmanusia H 1,2,3 & N 1,2

Virus avian influenza menyatudalamruang endosome mengalamidegradasi dg cara membrane virus


dengan membrane endosome terjadipenataanulang protein
dankompleksglikoproteinterjadifusiantara membrane virus dg membrane lisomal RNA virus
dilepaskandisalurkankenukeusuntukmelakukantranskripsi. MRNA virus danreplikasi RNA
penggabungan RNA virus dg RNA genom
JAWABAN :

Penyebaran

Penyebaran virus avian influenza di kalangan unggas sangat cepat, antara lain melalui air liurnya.
Burung burung liar yang hidup di air, merupakan reservoar alam virus avian influenza di dalam saluran
cernanya, dapat mentolerir infeksi virus ini. Burung burung liar yang suka bermigrasi sering membuang
kotorannya ke danau, kolam atau sungai sehingga bila unggas yang hidup di darat, khususnya ayam dan
bebek minum air yang terkontaminasi tinja yang mengandung virus avian influenza, unggas tersebut
akan sakit.

Penularan

Penyakit flu burung ditularkan ke manusia melalui beberapa cara, antara lain kontak langsung dengan
unggas atau ayam yang sakit, penularan melalui udara yang tercemar virus avian influenza, kontak
dengan air liur dan kotoran ayam yang sakit. Penularan juga dapat melalui alat perternakan, baju,
sepatu, sepeda yang terkontaminasi dengan virus flu burung. Penularan antara manusia ke manusia
hingga saat ini belum terjadi. Di masa mendatang penularan antar manusia mungkin saja terjadi karena
pengaruh mutasi atau terjadi rekombinasi materi genetik antara virus influenza manusia dengan virus
avian influenza. Hal ini akan menghasilkan jenis virus baru yang sangat virulen, mudah menyebar dan
dapat mengakibatkan pandemi influenza.

Morfologi dan struktur virus

- Virus avian influenza termasuk famili Orthomyxoviridae dengan genus influenza yang terdiri dari
3 tipe yaitu: A, B dan C.
- Virus avian influenza merupakan virus RNA yang single-stranded. Genomnya terdiri dari 8
segmen yang mengkode 10 protein. Diameter virus sekitar 80 X 120 nm. Karakteristik virus ini
berkapsul yang mengandung glikoprotein dan merupakan antigen permukaan.
- Terdapat 2 jenis protein permukaan yaitu hemaglutinin (HA) dan neuraminidase (NA).
Hemaglutinin bersifat mengaglutinasi sel darah merah dan berfungsi untuk melekat, menginvasi
sel hospes dan kemudian bereplikasi. Nueraminidase merupakan suatu enzim untuk
memecahkan ikatan partikel virus sehingga virus baru terlepas dan dapat menginfeksi sel baru
yang lain.
- Di antara ketiga tipe virus influenza ini, hanya tipe A yang mempunyai subtipe paling banyak,
terdiri dari H1 sampai H16 dan N1 sampai N9. Virus influenza tipe A cepat bermutasi karena
antigennya bersifat drift dan shift.
- Antigenic shift terjadi karena terdapat perubahan mayor pada protein HA maupun Na melalui
genetic reassortment. Bila 2 virus yang berbeda dari 2 hospes berbeda menginfeksi hospes ke 3,
misalnya babi, maka akan timbul subtipe virus baru yang mampu menginfeksi hospes lain
termasuk manusia dan tidak dikenal oleh sistem imun hospes. Perubahan ini terjadi secara
mendadak sehingga dalam waktu singkat dapat mengenai sejumlah besar populasi yang rentan
sehingga timbul pandemi. Antigenic shift hanya terdapat pada virus influenza A.
- Antigenic drift merupakan perubahan minor pada komposisi antigen akibat misens mutation.
Meskipun terjadi perubahan struktur antigen, tetapi fungsinya masih sama.
- Hingga saat ini hanya beberapa subtipe virus influenza A yang menimbulkan penyakit pada
manusia yaitu H1N1, H1N2 dan H3N2.
- Semua subtipe virus influenza A dapat menginfeksi burung dan ternak, tetapi hanya subtipe H5
terutama H5N1 dan H7N7 yang sangat patogen dapat menginfeksi manusia serta menimbulkan
wabah flu burung yang berbahaya.
- Virus influenza tipe B hanya memiliki variasi antigenic drift, sering menimbulkan epidemi dan
hanya menginfeksi manusia.
- Virus influenza tipe C memiliki antigen yang stabil sehingga menyebabkan penyakit influenza
ringan dan hanya menginfeksi manusia.

Sifat-sifat virus avian influenza


 Virus H5N1 dapat bertahan hidup di air pada suhu 22°C sampai empat hari lamanya dan
pada suhu 0°C dapat hidup selama 30 hari.
 Di dalam tinja atau tubuh unggas yang sakit virus dapat hidup lebih lama.
 Virus H5N1 yang berada dalam daging ayam akan mati bila dipanaskan pada suhu 56°C
selama 3 jam atau 60°C selama 30 menit dan 80°C selama 1 menit.
 Virus yang berada dalam telur ayam akan mati bila direbus pada suhu 64°C selama 5 menit.
 Virus juga akan mati bila terkena detergent atau desinfektan seperti formalin, iodium dan
alkohol 70%

Widyasari Kumala. Oktober-Desember 2005,Vol.24 No.4. Avian influenza : profil dan penularannya pada
manusia. Bagian Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Influenza adalah penyakit pernapasan yang dapat menular disebabkan oleh virus influenza.
Penyakit tersebut dapat menimbulkan gejala yang ringan sampai berat bahkan kematian.
Terdapat 3 tipe virus influenza yaitu tipe A, B dan C.
a. Virus Influenza tipe A
- Virus ini dapat menginfeksi manusia maupun hewan.
- Virus ini dapat mempunyai banyak subtipe berdasarkan variasi 2 protein yaitu hemaglutinin
(HA) dan neuromidase (NA).
- Protein HA mempunyai 17 jenis subtipe sedangkan protein NA mempunyai 10 jenis subtipe.
- Kombinasi jenis protein ini dapat menghasilkan banyak variasi subtipe virus influenza A seperti
H1N1, H3N2, H5N1, H7N9 dst.
- Virus influenza tipe A dibagi menjadi dua kategori yaitu High Pathogenic Avian Influenza (HPAI)
dan Low Pathogenic Avian Influenza (LPAI).
b. Virus Influenza tipe B
Biasanya tipe virus ini hanya menginfeksi manusia dan virus ini tidak mempunyai subtipe seperti
virus influenza tipe A.
c. Virus Influenza tipe C Virus ini biasanya hanya menyebabkan sakit ringan pada manusia dan
tidak menimbulkan epidemi maupun pandemi.

Genetika virus influenza dapat dibagi menjadi beberapa clade dan subclade. Pada virus flu
burung (H5N1) di Indonesia saat ini terdapat dua clade yaitu clade 2 dan clade 3. Virus flu
burung H5N1 termasuk dalam High Pathogenic Avian Influenza (HPAI) yang banyak
menyebabkan kematian di dunia termasuk di Indonesia.
KEMENTERIAN KESEHATAN R.I. DIREKTORAT JENDERAL PENGENDALIAN PENYAKIT DAN
PENYEHATAN LINGKUNGAN TAHUN 2013
dr Widoyono, MPH. 2008. Penyakit Tropis Epidemiologi, Penularan, Pencegahan, dan
Pemberantasannya. Jakarta: Erlangga

2. Bagaimana flu like illness bisaterjadi?


Avian influenza Ake alveoli atausaluranpermukaannafasalveoli (kecil)
&menempelpadamukosasalurannafasmikroprotein (+) as. Sialat (mengikat virus) di alpha 2,6
sialiloglosakarida (ikatan 2,6 dan 2,3 linkage)  virus (+) protein neuramiaase (N) menempel
di epitelpermukaanmukosasallurannafasreplikasi 4-8jam

Nyeritelan : karenaadabakterireaksi antigen dan antibody tetapi antibody tidakmelalwan


antigen bnakterimenginfeksi tonsilepitelterkikisterjadiperadangan tonsil karenaproduksi
secret berlebihanpembesaran tonsil adabendaasing di jalannapas

JAWABAN :
Siti Setiati dkk. 2014. Buku ajar Penyakit Dalam. Jakarta : interna Publishing

3. Mengapapadahasil lab di dapatkanleukokpenia, limfositopeniadantrombositopeniadannilai


normal?

4. Mengapapdpx X-RAY di dapatkanilfiltratdifuse multifocal dantersebar?


Virus masuktubuhakanmerangsangsitokinberada di paruparusitokinuntukmenyerang virus,
jikaberlebihanakanmerusakjaringankerusakanjaringanituakanterjadipneumo virus
ataupneumotitisintersisialeksudasiintralveolardan edema tersebarkarenaterjadi di
kedualobusparu
- infiltrate :penimbunanpatologisdariselataujaringanolehsubstansi yang abnormal
dalamjumlahygberlebihan
- multifocal :penimbunan di berbagaitempat
5. Alur diagnosis dari scenario?

6. Diagnosis dan diagnosis banding?


Flu burung
Dd :
- flu burung (H5N1) :gejalasalurannafasatas, ili, lingkungan (kematianunggasmendadak),
pdradiologistdp infiltrate paru
- influenza :sembuhsendiri 3-7 hari, saatsuhudingin
- pneumoni :pdradiologistdp infiltrate paru
- MERS : di timurtengah
- SARS :(severe akutrespiratori syndrome) syndrome pernafasanakut (virus korona)
- H7N9 : (cina)
- H1N1 : flu babi

7. Etiologidari scenario?
Virus H5N1
-respiratoriakut
-kontakdengan ungags mati
Kasusdefinision
-kasussuspek :gejalademamdisertaidengankontak dg pasien dg suspek,kontak dg ungags
&demamdanilidisertaikontak dg pasien
-kasusprobable

JAWABAN :

dr Widoyono, MPH. 2008. Penyakit Tropis Epidemiologi, Penularan, Pencegahan, dan


Pemberantasannya. Jakarta: Erlangga

8. Bagaimanapatofisiologidarikasus?
Virus H5N1 bronkiolus / alveolus reaksiradangmenyebabkan :
peningkatan secret danakumulasi :
obstruksijalannafasgangguanventilasitidakbismembersikanjalannafas
rangsanganbatuknyeripleuritik
 atelectasis pertukaran gas kelemahantidakbisaaktifitas
Stiulasikemoreseptorhipotalamuspeningkatan set point hipertermi
JAWABAN:
9. Epidemiologidarikasus di atas?
JAWABAN:
Widyasari Kumala. Oktober-Desember 2005,Vol.24 No.4. Avian influenza : profil dan penularannya pada
manusia. Bagian Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti
dr Widoyono, MPH. 2008. Penyakit Tropis Epidemiologi, Penularan, Pencegahan, dan
Pemberantasannya. Jakarta: Erlangga

10. Pencegahanpenyakit?
- Menjagadayatahantubuh
- Makanmakananseimbang
- Mencucitangansecarateratur
- Vaksinasike ungags dankemanusia
- Tidakkontakdengan ungags
- Memasak ungags denganmakan
- Depopulasi( pemusnahan ungags yang terdeteksii )
- Biosecuriti :membatasi ungags yang keluarmasuk, membatasilalulintas orang danpekerja
yang keluarmasuklokasiperternakan, menggunakan APD, melakukandisinfeksi,
mencegahkontak ungags denganhewan lain

JAWABAN:
Widyasari Kumala. Oktober-Desember 2005,Vol.24 No.4. Avian influenza : profil dan penularannya pada
manusia. Bagian Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti
BUKU SAKU FLU BURUNG. KEMENTERIAN KESEHATAN R.I. DIREKTORAT JENDERAL PENGENDALIAN
PENYAKIT DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN TAHUN 2013
KEMENTERIAN KESEHATAN R.I. DIREKTORAT JENDERAL PENGENDALIAN PENYAKIT DAN PENYEHATAN
LINGKUNGAN TAHUN 2014
dr Widoyono, MPH. 2008. Penyakit Tropis Epidemiologi, Penularan, Pencegahan, dan
Pemberantasannya. Jakarta: Erlangga

11. Apasajapemeriksaanpenunjanguntukmenegakaan diagnosis dantujuandarikultur, pcr, serologi?


Ujikonfirmasi:
UjiKulturdanidentifikasi H5N1
Ujjiserologi :
- imunofluoresen (ifates) ditemukan antigen positifdengan antibody monoclonal
onfluenza AH5N1
- Nitralisasi :kenaikantiter antibody spesifik influenza A atau H5N1 sebanyak 4x
dalamperit serum
- Ujipenapisan : rapid test untukmendeteksi Influenza dan HI tes dg
darahkudauntukmendeteksi H5N1 danenzimimunoasain
Pxlain :hematologi(limfopeni,trombositopeni, leukopenia),kimia ( penurunan albumin),
radiologi( infiltrat di paru)

JAWABAN:
Siti Setiati dkk. 2014. Buku ajar Penyakit Dalam. Jakarta : interna Publishing

12. Tujuandiberikanoseltamivir, anti pirektik, anti tusif, danmukolitik?


Oseltamivir : inhibitor neuraminidase
anti pirektik :panas
anti tusif :batuk

13. Penatalaksanaandari scenario?

Istirahat
Peningkatandayatahantubuh (antiviral, antibiotic,Neuramidase, imunomodulator)
Antiviral :penghambat M2 (amantadine, rimantidine)
Neuramidase :olseltamivir, zanamivir

JAWABAN :
Siti Setiati dkk. 2014. Buku ajar Penyakit Dalam. Jakarta : interna Publishing
Widyasari Kumala. Oktober-Desember 2005,Vol.24 No.4. Avian influenza : profil dan penularannya pada
manusia. Bagian Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti
Step 4

Infeksi virus influenza A,B,C sel hopes replikasipembentukan inflammatory cytokine (il-2, il-6 TNF-
alfa, IFN)ilialur diagnosis di dapatkandemam, malaise, myalgia dd : SARS,MERS, pneumonia
diagnosis flu burung (karenaadakematian ungags di daerahnya) terapi (oseltamivir)