Anda di halaman 1dari 10

Definsi Diabetes Melitus

Menurut American Diabetes Association (ADA) tahun 2010,


Diabetes melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik
dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan
sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya.

Penyebab

Kekurangan hormon insulin yang dihasilkan dan dilepas oleh sel beta yang terletak di pankreas
Tanda-tanda Diabetes Melitus

 poliuria,

 polidipsia,

 polifagia, dan

 penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya. Keluhan lain dapat berupa:

 lemah badan,

 kesemutan,

 gatal

 mata kabur dan disfungsi ereksi pada pria, serta pruritus vulvae pada wanita
Kriteria Diagnosis Diabetes Mellitus

1. Gejala klasik DM dan hasil pemeriksaan gula darah sewaktu (plasma vena) 200 mg/dl.
2. Kadar gula darah puasa (plasma vena) 126 mg/dl puasa
3. Kadar gula darah 2 jam pada TTGO (Tes Toleransi Glukosa Oral) 200mg/dl
Penatalaksanaannya??

Terdapat 4 pilar utama dalam penatalaksanaan DM, yaitu:

1. Edukasi

Edukasi pada penyandang diabetes meliputi pemantauan glukosa mandiri, perawatan kaki,
ketaatan pengunaan obat-obatan, berhenti merokok, meningkatkan aktifitas fisik, dan
mengurangi asupan kalori dan diet tinggi lemak.

2. Perencanaan Makan

Prinsip pengaturan makan pada penyandang diabetes yaitu makanan yang seimbang, sesuai

dengan kebutuhan kalori masing-masing individu, dengan memperhatikan keteraturan jadwal

makan, jenis dan jumlah makanan. Komposisi makanan yang dianjurkan terdiri dari karbohidrat

45%-65%, lemak 20%-25%, protein 10%-20%, Natrium kurang dari 3 g, dan diet cukup serat

sekitar 25g/hari.

3. Latihan Jasmani

Latihan jasmani secara teratur 3-4 kali seminggu, masing-masing selama kurang lebih 30 menit.
Latihan jasmani dianjurkan yang bersifat aerobik seperti berjalan santai, jogging, bersepeda dan
berenang. Latihan jasmani selain untuk menjaga kebugaran juga dapat menurunkan berat
badan dan meningkatkan sensitifitas insulin.
4. Intervensi Farmakologis

Terapi farmakologis diberikan bersama dengan peningkatan pengetahuan pasien, pengaturan


makan dan latihan jasmani. Terapi farmakologis terdiri dari obat oral dan bentuk suntikan
Bahan Makanan yang dianjurkan

1. Sumber karbohidrat kompleks:

Nasi, roti, mi, kentang, singkong, ubi dan sagu

2. Sumber protein rendah lemak:

Ikan, ayam tanpa kulit, susu skim, tempe, tahu dan kacang-kacangan

3. Sumber lemak dalam jumlah terbatas yaitu bentuk makanan yang mudah dicerna. Makanan terutama

diolah dengan cara dipanggang, dikukus, disetup, direbus dan dibakar


Bahan Makanan Yang Tidak Dianjurkan

1. Mengandung banyak gula sederhana, seperti:

 Gula pasir, gula jawa

 Sirup, jam, jeli, buah-buahan yang diawetkan dengan gula, susu kental manis, minuman

botol ringan dan es krim

 Kue-kue manis, dodol, cake dan tarcis

2. Mengandung banyak lemak, seperti: cake, makanan siap saji (fast food), goreng-gorengan

3. Mengandung banyak natrium, seperti : ikan asin, telur sin, makanan yang diawetkan